L.O.V.E

Title : L.O.V.E

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

            : Kim JongWoon

            : Kim Jaejoong

            : Lee Donghae

            : Kwon Yuri

Genre : Romance

Rating : Teen

Length : Oneshot

A/N : ff ini terinspirasi dari mimpiku dan sedikit ditambahin..

Happy Reading^^

Kenapa kau meninggalkanku?

Kau tahu? Aku masih menunggumu!

Aku mencintaimu..

***L.O.V.E***

 

“perkenalkan namaku Jessica Jung, tapi kalian bisa memanggilku Jaesica”ucap seorang yeoja berambut blonde yang tengah berdiri di depan kelas memperkenalkan dirinya kepada teman-teman barunya.

“ada yang mau bertanya?”tanya Song seonsaengnim. Salah satu murid kelas itu mengangkat tangannya.

“ya kau Donghae”ujar Song seonsaengnim sambil menunjuk seorang namja yang mengankat tanganya dan ternyata orang itu adalah namja yang tampan bernama Lee Donghae.

“kenapa kami harus memanggilmu ‘Jaesica’?”tanya Donghae to the poin.

Jessica tersenyum mendengar pertanyaan Donghae”karena aku suka nama itu dan aku harap kalian memanggilku seperti itu”jelas Jessica masih dengan senyum yang mengembang diwajah cantiknya.

“ok, ibu rasa cukup. Jessica kau-“

“mianhae seonsaengnim, Jaesica”potong Jessica dan meralatnya dengan nada yang sopan walaupun sebenarnya memotong ucapan seseorang adalah salah satu sikap kurang sopan.

“oh ok, Jaesica kau bisa duduk di samping Kwon Yuri”ucap Song seonsaengnim sambil menunjuk satu kursi kosong disamping yeoja yang tadi disebutkan Song seonsaengnim bernama Yuri duduk di deret ketiga dari pintu masuk kelas, baris ketiga.

Tempat yang bagus, tidak terlalu depan dan belakang juga. Pikir Jessica.

“kamsahamnida seonsaengnim”ucap Jessica sambil sedikit membungkukan badanya sebelum akhirnya berjalan menuju mejanya.

“Kwon Yuri”ucap Yuri memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan saat Jessica sudah duduk di sampingnya.

Jessica membalas uluran tangan Yuri”Jaesica”ucapnya sambil tersenyum manis.

***L.O.V.E***

 

Sekrang sudah menunjukan pukul 13.22 KST. Itu tandanya sekolah Hanyang sudah bubar dari 22 menit yang lalu. Sudah sekitar 10 menit yang lalu Jessica menunggu bus, tapi bus yang ia tunggu tak kunjung datang.

“panas”keluhnya sambil menutupi wajahnya dengan punggung tanganya.

Tin Tin

Bunyi klakson mobil Audy putih berplat nomer D 22 HS itu berhenti di depan Jessica. Jessica tidak memperdulikan mobil tersebut dan terus focus menunggu bus-nya. Kaca mobil itu diturunkan, Jessica dapat melihat siapa orang di dalam mobil itu. Sepetinya ia mengenal orang yang berada di dalam mobil itu.

“Jessica”panggil orang itu.

“mianhae Donghae-sshi, Jaesica”ralat Jessica. Ternyata benar, Jessica mengenal orang itu. Dia adalah teman sekelasnya benama Lee Donghae.

“oh iya, aku lupa”cengir Donghae sambil menggaruk kepalanya, salah tingkah.

“mau ku antar pulang?”tawar Donghae langsung.

Jessica menggelengkan kepalanya cepat”tidak, terima kasih. Aku ingin naik transportasi umum saja agar aku lebih mengetahui jalanan di Seoul”jelas Jessica.

“tapi aku bisa mengantarmu keliling Seoul agar kau bisa mengetahui jalanan Seoul”bujuk Donghae dengan tatapan memohon.

Jessica tersenyum dan lagi-lagi ia menggeleng”tidak, terima kasih”tolak Jessica sehalus mungkin.

Setelah itu ada sebuah bus yang berhenti”Donghae-sshi, aku duluan ya. Busku sudah datang”ucap Jessica lalu menaiki bus.

“haisst gagal”gerutu Donghae dan melesatkan mobilnya dari halte bus itu dengan kecepatan tinggi.

Sementara Jessica yang menaiki bus itu nampak bingung, karena sebenarnya bus ini bukanlah bus yang ia tunggu. Ia menaiki bus ini hanya untuk menghindari Donghae saja. Jessica mengedarkan pandangannya ke penjuru bus, berharap menemukan kursi kosong untuknya duduk. Dan Jessica melihat satu kursi kosong di pojok kanan belakang. Dengan cepat Jessica menghampiri kursi itu dan duduk di samping seorang namja yang tengah mendengarkan music melalui earphone miliknya dan terlihat sangat menikmati kegiatannya itu. Terlihat dari ia yang memejamkan matanya dan mulut yang bergerak-gerak mengikuti lirik lagu tersebut, mungkin.

Jessica duduk dengan gelisah, ia masih tidak tahu kemana arah bus ini. Dan itu membuat orang disampingnya terganggu.

Namja disamping Jessica melepaskan earphone-nya“bisa kah kau duduk dengan tenang? Aku sangat terganggu dengan aktivitasmu itu”tegur namja di samping Jessica dingin.

Mendengar protes dari orang di sampingnya, dengan segera Jessica duduk diam, tapi tetap saja ia gelisah.

“emm, mianhae. Apa kau tahu tujuan bus ini?”tanya Jessica sedikit takut jika orang disampingnya ini akan marah.

Orang itu menatap Jessica penuh selidik“Dongdaemon”jawabnya datar. Jessica menganggukan kepalanya.

“emm, kalau mau kearah Kangnam, naik bus nomer berapa ya?”tanya Jessica lagi.

Orang yang duduk disamping Jessica menoleh kearah Jessica sambil mengerutkan keningnya dan mentap Jessica tajam.

Glek

“ak-aku hanya ber-bertanya, jika kau tidak tahu juga tidak apa-apa”sergah Jessica cepat dengan sedikit terbata ketika melihat wajah orang disampinya yang sepertinya sangat terganggu. Melihat tatapn itu Jessica segera mengarah pandanganya kearah lain, ia takut dengan namja disampinya itu yang memiliki tatapan sangat dingin.

“52”ucap orang disampingnya itu masih dengan nada dingin.

“eh”kaget Jessica dan menoleh kearah orang di sampingnya itu, bingung.

“kalau mau ke Kangnam, kau naik bus nomer 52. Nanti di halte berikutnya kau berhenti dan tunggu bus nomer 52”jelas orang disampingnya itu.

Jesica mengulum senyum, ternyata orang disampingnya tidak seburuk yang ia bayangkan”kamsahamnida”ucap Jessica tulus.

“hm”balas orang itu.

Jessica mengulurkan tanganya”Jaesica”ucap Jessica sambil tersenyum manis. Orang disampingnya menaikan sebelah alisnya”Jaesica?”gumamnya. Jessica yang berada di sampingnya orang itu dapat mendengarnya dan Jessica menganggukan kepalanya”nama asliku Jessica Jung, tapi kau memanggilku Jaesica saja”jelas Jessica sambil tersenyum. Entah mengapa setiap ia mengucapkan Jaesica ia selalu ingin tersenyum. Menunjukan betapa senangnya ia dengan nama itu.

“oh”respon orang itu singkat.

Jessica mengerucutkan bibirnya”siapa namamu?”tanya Jessica dengan tangan yang masih terulur. Orang di sampingnya nampak berpikir”Kim Jongwoon”ucapnya dan membalas uluran tangan Jessica.

“apa kau baru tinggal di Seoul?”tanya Jongwoon. Jessica menganggukan kepalanya”aku baru pindah ke Seoul tiga hari yang lalu dan aku belum mengenal jalanan di Seoul”jelas Jessica.

“ohh”responya.

“memangnya kau pindahan dari mana?”tanya Jongwoon lagi. Entah mengapa Jongwoon yang tadinya diam, jadi sedikit tertarik berbincang dengan Jessica.

“San Francisco”jawab Jessica cepat.

Jongwoon terdiam sejenak.

Hening..

Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka. Jessica sibuk memandangi pemandangan di kota Seoul yang penuh dengan gedung-gedung pencakar langit. Sementara Jongwoon sibuk dengan earphone di telinganya.

Sekali lagi ia melepaskan earphone-nya“emm, kenapa kau ingin di panggil Jaesica?”tanya Jongwoon dan memecah keheningan dianatara mereka.

Jessica tersenyum kearah jongwoon”karena aku suka nama itu”jawab Jessica singkat.

Jongwoon menaikan sebelah alisnya”hanya itu?”selidiknya.

“eh sudah sampai, aku harus turun. Kamsahamnida”ucap Jessica lalu turun dari bus, saat bus yang mereka tumpangi sudah sampai di halte berikutnya.

Jongwoon hanya bisa menatap punggung Jessica, terselip rasa tidak rela ketika Jessica turun dan menghilang dari pandangannya.

***L.O.V.E***

 

“Sica, sebenarnya kenapa kau ingin di panggil Jaesica?”tanya Yuri saat mereka tengah di kantin sekolah. Sudah sebulan Jessica sekolah di Hanyang dan ia semakin dekat dengan Kwon Yuri. Jessica juga mengijinkan Yuri untuk memanggilnya Sica saja, bukan Jaesica seperti yang lain.

“sebenarnya itu nama gabungan antara Jaejoong dan Jessica”jelas Jessica semangat, yang berhubungan dengan Jaejoong sekecil apapun selalu membuat ia semangat dan senang.

“Jaejoong? Nuguya? Apa dia namja chingumu?”tanya Yuri antusias karena baru kali ini Jessica mau menceritakan tentang dirinya yang lebih pribadi lagi. Setelah mereka berteman sekitar satu bulan, mungkin Jessica baru percaya kepada Yuri belakangan ini.

Jessica menggelengkan kepalanya”Jaejoong oppa adalah namja yang aku cintai, tapi sepertinya ia tidak mencintaiku”ujar Jessica sedih sambil menundukan kepalanya.

Yuri mengerutkan keningnya melihat perubahan ekspressi Jessica“kenapa kau berpikir seperti itu?”selidiknya.

“dia mengingkari janjinya. Dia bilang akan kembali ke San Francisco secepatnya, tapi ia tidak pernah kembali ke San Francisco”jelas Jessica sedih dan perlahan air mata Jessica mengalir di pipi mulusnya.

Yuri yang duduk di samping kiri Jessica menepuk punggung Jessica, berusaha membuat Jessica tenang.

“aku sangat merindukannya Yuri-ah”gumam Jessica pelan dalam tangisnya.

“memangnya sudah berapa lama kalian tidak bertemu?”tanya yuri.

“delapan tahun”jawab Jessica lemah. Ia sungguh sangat merindukan Jaejoong-nya.

“what?” Yuri membelalakan matanya. ‘delapan tahun? Yang benar saja’tambahnya dalam hati.

“kau masih ingat wajahnya?”tanya Yuri sedikit tidak yakin.

Jessica menganggukan kepalanya mantap dan mengeluarkan foto yang ada di dalam dompet Pinknya yang selalu ia bawa kemana-mana.

“ini fotonya”ucap Jessica sambil menunjukan foto usang Jaejoong saat tinggal di San Francisco.

“err, kurasa wajah Jaejoong-mu pasti banyak berubah Sica”ucap Yuri hati-hati.

“kurasa juga begitu”jawab Jessica lemah.

***L.O.V.E***

 

Seperti biasa Jessica menunggu bus di halte dekat sekolahnya. Dan lagi-lagi Donghae memaksa untuk mengantarnya pulang.

“mianhae Donghae-sshi”ujarnya dan segera menaiki bus yang sedang berhenti.

“seperti Déjà vu”gumam Jessica sambil mengedarkan pandangannya mencari tempat kosong. Jessica mendapati 2 bangku kosong di baris ke lima sebelah kiri bus. Ia segera mendudukan dirinya di dekat jendela dan menatap kearah luar yang saat ini tengah diguyur hujan lebat”bagaimana ini”gumamnya pelan.

“Jessica, eh Jaesica”seru seseorang dari samping kanannya. Sontak Jessica menoleh dan tersenyum begitu melihat siapa orang yang duduk di sampingnya.

“masih ingat aku?”tanya-nya.

Jessica menganggukan kepalanya”tentu saja”seru Jessica cepat.

“salah naik bus lagi?”tanya Jongwoon.

Ya, orang yang duduk di samping Jessica adalah Jongwoon.

“begitu lah”seru Jessica sambaing mengakat bahunya.

“kenapa kau selalu salah naik bus?”tanya Jongwoon.

“tidak selalu, hanya dua kali saja”ralat Jessica cepat.

“lalu?”

“aku menghindari seseorang dan asal menaiki bus”jawab Jessica seadanya. Jongwoon hanya menganggukan kepalanya tanda ia menyimak ucapan Jessica.

“apakah dia namja?”selidik Jongwoon.

Jessica menganggukan kepalanya“ne”balas Jessica.

“kenapa kau menghindarinya?”tanya Jongwoon lagi. Ia menjadi namja yang begitu ingin tahu urusan orang lain bila dengan Jessica.

“aku tidak mau pulang bersamanya, tapi ia selalu memaksaku pulang bersamanya”jawab Jessica sambil mengerucutkan bibirnya, tanda ia sedang bad mood.

Jongwoon hanya menganggukan kepalanya lagi.

“apakah kau sudah berkeliling Seoul?”tanya Jongwoon membuat topic pembicaraan baru.

“sudah, bersama Yuri dua minggu yang lalu”jawab Jessica seadanya.

“kau sudah pernah ke Namsan Tower?”

Jessica menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

“bagaimana kalau kita ke Namsan Tower?”usul Jongwoon terlihat semangat.

Jessica nampak berpikir sejenak”tapi kan sekarang sedang hujan”Jessica menunjuk kaca bus. Memperlihatkan kondisi kota Seoul yang sedang diguyur hujan deras.

Jongwoon nampak memikirkan sesuatu”kita makan di Jajangmyeon sikdang dekat Namsan Tower sambil menunggu hujannya berhenti. Bagaimana?”usul Jongwoon.

Jessica menganggukan kepalanya dengan antusias”aku mau”ucapnya dengan mata yang berbinar.

Sekitar 45 menit poerjalanan dari Seoul ke Namsan Tower dengan menggunkan bus. Ternyata di daerah Namsan juga di guyur hujan dan sesuai dengan kesepakatan tadi Jongwoon dan Jessica mampir ke Jajangmyeon sikdang terlebih dahulu untuk mengisi perut mereka sambil menghangatkan tubuh.

“ah, enak sekali makan Jajangmyeon itu”ucap Jessica senang.

Jongwoon menaikan sebelah alisnya”memangnya kau belum pernah makan Jajangmyeon?”tanya Jongwoon tidak percaya. Jessica menganggukan kepalanya”biasanya aku makan, makanan cepat saji”jelas Jessica.

Jongwoon membelalakan matanya”mwo? Makanan cepat saji? Ya! Itu kan tidak baik untuk kesahatanmu”omelnya.

Jessica yang dimarahi hanya tersenyum”aku tinggal sendiri di Seoul dan aku tidak bisa masak”ucap Jessica sambil membentuk huruf ‘v’ dengan jarinya.

Jongwoon menggelengkan kepalanya”kau ini wanita bukan sih”cibirnya.

“tentu saja aku wanita, kau tidak lihat aku cantik seperti ini”sungut Jessica tak terima.

“sudahlah, cepat habiskan makananmu”seru Jongwoon mengalah.

“baiklah Jongwoon”

“oh ya, sebaiknya kau panggil aku oppa, karena aku lebih tua darimu”ucap Jongwoon.

Jessica menaikan sebelah alisnya”apa itu harus?”tanya-nya sedikit malas.

“kalau kau tinggal di korea, Harus!!”ucap Jongwoon tegas.

Membuat Jessica sedikit takut”arraseo, Jongwoon oppa”ucap Jessica malas sambil menakan pada kata’oppa’.

“haha, bagus”cengir Jongwoon.

***L.O.V.E***

 

“wah ternyata pemandangan disini sangat indah”ucap Jessica senang saat melihat keindahan Namsan Tower.

“tentu saja”balas Jongwoon bangga.

“Jongwoon oppa, foto aku”ucap Jessica dengan semangat sambil menyerahkan ponsel pinknya.

“satu foto 10.000 won”yesung mengadahkan tangannya.

Jessica menatap Jongwoon sebal dan memukul tanganya”Ya! Kenapa kau perhitungan sekali sih!”sungut Jessica.

Jongwoon hanya tersenyum mendengar omelan Jessica”ternyata kau tidak berubah”gumam Jongwoon. Jessica yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri dapat mendengar hanya saja tidak begitu jelas”apa?”tanya Jessica.

Jongwoon menaikan satu alisnya”apanya yang apa?”tanya-nya balik. Jessica berdecak”apa yang oppa katakana tadi?”jelasnya tidak sabaran.

“memangnya aku mengatakan apa?”Jongwoon memasang wajah se-inocent mungkin yang sukses membuat Jessica mendengus sebal”lupakan”ucapnya dingin.

Tanpa Jessica sadari Jongwoon sedang mengulum senyum melihat ekspresi kesal Jessica. Secara tiba-tiba Jessica menoleh kearah jongwoon dan mendapati jongwoon yang sedang asik menatapnya.

‘kau semakin cantik’ucap Jongwoon dalam hati sambil terus menatap Jessica lekat. Jessica yang melihat Jongwoon terus menatapnya pun menyeringai”apa aku begitu cantik?”goda Jessica.

Jongwoon yang kaget pun langsung membuang wajahnya kearah lain”tidak, kau terlalu percaya diri”elaknya, tapi sayang wajahnya memerah.

“haha, apa kau suka padaku oppa?”goda Jessica lagi, kali ini wajah Jongwoon merah padam. Membuat Jessica ingin menggodanya terus.

“jangan mengada-ada”sergah Jongwoon cepat.

“kalau kau sudah puas, ayo kita pulang”ucap Jongwoon mengalihkan pembicaraan, tapi wajahnya nampak semakin merah. Jessica yang menyadari sesuatu yang tak seharusnya”sebaiknya oppa berhenti saja, aku tidak akan suka padamu oppa”ucap Jessica dingin.

Deg

Jantung jongwoon berdetak lebih cepat”ck, ternyata rasa percaya dirimu itu tinggi sekali”cibirnya yang sebenarnya ia sedang menstabilkan detak jantungnya akibat ucapan Jessica barusan.

“aku hanya mencintai satu namja saja di dunia ini”ucap Jessica tanpa menanggapi ucapan Jongwoon.

“ya! Kau ini bicara apa? Aku tidak suka padamu bocah”sentak Jongwoon.

Jessica tersenyum kecut”kau tahu kenapa aku ingin di panggil Jaesica?”tanya Jessica.

Jongwoon menaikan sebelah alisnya’sebenarnya apa yang dipikirkannya’ucap Jongwoon dalam hati.

“Jaesica itu gabungan antara namaku dan Jaejoong oppa. Jaejoong oppa adalah namja yang aku cintai, hanya dia yang aku cintai. Tak akan tergantikan oleh siapapun”ucap Jessica tanpa henti.

Deg

Lagi-lagi jantung Jongwoon berdetak tidak karuan setelah mendengar ucapan Jessica.
“untuk apa kau mengatakannya? Aku tidak menyukaimu jadi kau jangan terlalu percaya diri seperti itu”ucap Jongwoon dingin.

Jessica memutar bola matanya dan menatap Jongwoon kesal”aku sedang curhat oppa”kesal Jessica sambil menghentakan kakinya, kesal.

Gubrak

“mana aku tahu kau sedang curhat”gumam Jongwoon pelan.

Jessica menarik napas panjang”sudahlah, lupakan saja oppa”ucap Jessica sambil tesenyum.

“entah mengapa aku nyaman berbicara denganmu oppa, seperti sudah mengenal oppa lama”tambahnya.

Jongwoon hanya tersenyum menanggapi ucapan Jessica.

***L.O.V.E***

 

Drtt drtt

Ponsel Pink Jessica bergetar, satu pesan masuk.

From : Jongwoon oppa

Sedang apa kau bocah?

“apa-apaan dia, seenaknya saja mengetaiku bocah”decak Jessica melihat pesan singkat dari Jongwoon.

To : Jongwoon oppa

Memangnya ada apa kakek tua?

Pesan terkirim.

Selang beberapa menit, ponsel Jessica bergetar. Satu pesan dari Jongwoon.

From : Jongwoon oppa

Kau sedang dimana bocah?

“lagi-lagi ia mengataiku bocah”decak Jessica kesal menatap pesan dari Jongwoon.

To : Jongwoon oppa

Aku sedang berjalan ke halte bus

Jessica membalas pesan dari Jongwoon. Dan meneruskan jalannya menuju halte.

Jessica mengecek ponsel Pinknya, menunggu balasan dari Jongwoon. Tapi ternyata tidak ada pesan masuk.

“Jaesica”panggil seseorang. Jessica yang merada di panggilpun menoleh dan mendapati Donghae sedang tersenyum padanya.

Jessica membalas senyuman Donghae dengans edikit terpaksa”ada apa Donghae-sshi?”tanya Jessica.

“emm..panggil saja aku Donghae”seru Donghae. Jessica menganggukan kepalanya.

“kau mau pulang?”tanya Donghae.

“ne, tapi-“

“aku tahu, kau ingin naik transportasi umum kan? Aku juga akan menaiki transportasi umum”potong Donghae cepat.

“oh begitu”

“Bagaimana kalau kita bersama saja?”usul Donghae. Jessica menganggukan kepalanya.

Jessica kembali melihat ponsel Pink-nya menunggu pesan dari Jongwoon, tapi tidak ada pesan masuk dari Jongwoon. Jessica sedikit kecewa karena itu.

“sepertinya kau sedang menunggu seseorang”ucap Donghae melihat tingkah Jessica yang terus saja menatap ponsel Pinknya.

Jessica menoleh kearah Donghae”eh, tidak kok”elaknya sambil kembali melihat ponselnya.

“ck”decak Donghae.

”eh Donghae, tali sepatumu lepas”ujar Jessica sambil menunjuk tali sepatu Dongahe.

“oh iya”seru Donghae dan merunduk untuk membetulkan tali sepatunya.

Sebuah mobil sport mewah berwarna hitam berhenti di depan halte bus, tapi Donghae maupun Jessica tidak menyadarinya. Si pengendara keluar dan menghampiri Donghae dan Jessica. Ah tidak, lebih tepatnya menghampiri Jessica.

“hi”sapanya sambil menepuk bahu Jessica. Sontak Jessica menoleh kearahnya sambil tersenyum”hi Jongwoon oppa”balas Jessica.

“oppa sedang apa disini?”tanya Jessica.

“menjemputmu”jawabnya cepat.

Donghae yang sudah selesai dengan urusan tali sepatunya pun menoleh kearah Jessica dan seorang namja yang sedang memunggunginya.

‘sepertinya aku mengenal orang ini’pikir Donghae.

“loh Jae hyung”seru Donghae saat ia sudah bisa melihat wajah orang yang sedang mengobrol dengan Jessica.

Jessica menaikan satu alisnya”Jae?”selidiknya. dan memastikan kalau telinganya tidak salah dengar. Bagaimana bisa nama Jongwoon tapi dipanggil ‘Jae’ dan Jessica sedikit sensitive dengan sesuatu yang berhubungan dengan ‘Jae’ atau ‘Jaejoong’.

Donghae menganggukan kepalanya”iya, dia Jaejoong hyung, tetanggaku. Kau kanal dengannya?”jelas Donghae sambil menunjuk namja di depan mereka yang Donghae panggil dengan sebutan Jae hyung tadi.

Seketika wajah Jaejoong nampak memucat saat Jessica menolehnya dan tersenyum kecut”thank’s for all”ucap Jessica dan menghentikan sebuah taxi yang lewat.

“Sica tunggu”seru Jongwoon yang ternyata Jaejoong orang yang selama ini Jessica cintai. Jaejoong terus mengejar taxi yang membawa Jessica, tapi kecepatan taxi dan larinya tentu saja tidak sebanding. Dengan cepat Jaejoong kembali kearah mobilnya yang tadi ia parkirkan di depan halte.

“kau mengenal Jaesica, hyung?”tanya Donghae menghampiri Jaejoong.

“ne”balas Jaejoong dan hendak masuk kedalam mobilnya tapi di cegah oleh Donghae.

“lalu kenapa dia pergi hyung? Apa kau membuat dia kesal?”selidik Donghae.

“nanti akan aku jelaskan Hae-ah, sekarang aku harus pergi”ucap Jaejoong dan masuk kedalam mobil langsung melesat dengan kecepatan tinggi, berusaha mengejar taxi Jessica. Untung saja Jaejoong sudah menghapal nomer plat taxi tersebut.

Jaejoong memukul stirnya“haisstt, kemana perginya taxi itu”gumamnya kesal. Jaejoong menepikan mobilnya dan mencoba menelpon Jessica.

Tutt tutt

“maaf nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan”suara operator.

“haisstt, dimatikan”decak Jaejoong kesal.

“kira-kira Jessica kemana ya?”tanya-nya pada diri sendiri.

“apartemennya? Kurasa tidak. Pasti ia butuh tempat untuk menenangkan dirinya”gumam Jaejoong.

“aku harus cari ide”

Jaejoong terus berpikir keras untuk mencari keberadaan Jessica.

“apa mungkin ia ke Namsan Tower? Aku harus coba kesana”ujar Jaejoong dan langsung meng-gas mobilnya dengan kecapatan tinggi menuju Namsan Tower.

***L.O.V.E***

Jaejoong mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Namsan Tower, berharap menemukan Jessica disana.

“kemana kau Jessica Jung”Jaejoong mulai panik saat ia tidak bisa menemukan sosok yeoja berambut blonde itu.

“ini semua salahku, seharusnya aku memakai namaku sendiri”runtuk Jaejoong sambil menjambak rambutnya, frustasi.

Jaejoong terus menelusuri setiap sudut di daerah Namsan Tower, tapi sosok Jessica tak kunjung ia temui.

“apa ia menungunjungi rumah temannya?”gumam Jaejoong lagi.

“ah, sebaiknya aku menghubungi Donghae”putusnya. Jaejoong dengan segera mengambil ponselnya yang berada di saku jaketnya.

Tutt tutt

“…”

“Hae-ah, aku minta nomer ponsel teman dekat Jessica di sekolah”pinta Jaejoong langsung.

“…”

“sudah cepat, ini semu sangat penting”

“…”

“kau sms nomernya”perintah Jaejoong.

“…”

“gomawo Hae-ah”ucap Jaejoong dan mematikan sambungan teleponya.

Drtt drtt

Ponsel Jaejoong bergetar, satu pesan masuk.

From : Donghae

0104565468, ini nomer ponsel Kwon Yuri teman sebangku Jaesica..
memangnya ada perlu apa hyung?

To : Donghae

Gomawo Hae-ah

Pesan terkirim.

Dengan cepat Jaejoong menghubungi Kwon Yuri, teman dekat Jessica di sekolah.

Tutt tutt

“yeobuseo”

“…”

“ini Kwon Yuri temannya Jessica?”tanya Jaejoong to the poin.

“…”

“apa kau tahu dimana Jessica sekarang?”

“…”

“oh begitu ya, kamsahamnida”ucap Jaejoong dan mengakhiri sambungan telepon.

Jaejoong mengusap wajahnya pelan”dimana kau sekarang Sica”gumamnya sambil memejamkan matanya.

“aku tahu ini semua salahku yang tak jujur padamu, aku minta maaf Sica. aku rindu padamu, gadis kecilku”ucap Jaejoong pelan sambil menerawang. Mengingat kenangan saat mereka tinggal di San Francisco.

***L.O.V.E***

“ya! Kemana saja kau tiga hari ini Sica”tanya Yuri khawatir saat Jessica masuk kelas.

Jessica tersenyum melihat Yuri begitu mengkhawatrikannya”jalan-jalan”ucap Jessica santai dan berjalan kearah kursinya disamping Yuri tentunya.

Yuri mengerucutkan bibirnya”kenapa kau tidak mengajakku?”rajuknya.

Jessica merangkul Yuri“haha, sorry. Nanti kalau aku jalan-jalan lagi, aku pasti akan mengajakmu” ucapnya sambil tersenyum kearah Yuri.

“kau janji ya?”

“ne”

“oh ya, tiga hari yang lalu ada orang yang menelponmu”cerita Yuri.

“nuguya?”tanya Jessica, sebenarnya ia sudah tahu siapa yang menelpon Yuri.

“entahlah, aku tidak tahu. Yang pasti dia namja”jawab Yuri.

Jessica menganggukan kepalanya.

“apa dia namja chingumu?”selidik yuri. Jessica menggelengkan kepalanya.

“lalu siapa?”tanya yuri penasaran.

“mana aku tahu, aku saja tidak tahu siapa nama orang yang menelponmu itu”jawab Jessica acuh.

“benar juga”gumam Yuri.

***L.O.V.E***

Jessica keluar gerbang sekolahnya dengan malas, ia takut jika Jaejoong menunggunya di depan gerbang.

“Jessica”teriak suara lantang seorang namja dari arah gerbang.

Gotcha! Dia adalah Jaejoong. Namja yang saat ini sedang berusaha ia hindari. Tanpa menyahut dan menghiraukan Jaejoong Jessica terus berjalan kearah halte dekat sekolahnya.

Tapi Jaejoong tidak menyerah begitu saja hanya karena Jessica tidak menghiraukannya sama sekali. Justru ia semakin mengejar Jessica dan berusaha untuk meminta maaf karena sudah membohongi gadis itu selama ini.

Jaejoong mencengkram tangan Jessica agar yeoja itu tidak pergi darinya“Jessica kumohon dengarkan penjelasanku dulu”ucap Jaejoong.

Jessica diam, tidak sedikitpun mengeluarkan kata-katanya. Walaupun sebenarnya banyak yang ingin ia katakan dan ia tanyakan kepada Jaejoong.

“Jessica”panggil Jaejoong lirih dan menatap Jessica penuh harap. Ok inilah kelemahan Jessica sebagai yeoja. Ia luluh dengan tatapan Jaejoong yang penuh permohonan seperti itu.

Jessica menarik napasnya panjang membuat paru-parunya terisis penuh, seolah berbicara dengan Jaejoong itu menguras isi paru-parunya”apa?”sahutnya dingin. Jaejoong tersenyum, akhirnya Jessica mengeluarkan kata-katanya juga.

Jessica menaikan sebelah alisnya melihat Jaejoong tersenyum”apa anda memanggil saya hanya untuk melihat anda tersenyum?”tanya Jessica sinis, sangat kontras dengan Jessica yang biasanya ramah dan selalu tersenyum kepada orang yang ia temui.

Jaejoong menggeleng tapi tetap tersenyum”aku senang kau masih mau mendengar penjelasanku”ucap Jaejoong.

Jessica menatap Jaejoong datar”itu tidak berarti saya sudah memaafkan anda”ucapnya masih dengan sinis dan bahkan terdengar lebih sinis dari sebelumnya.

Jaejoong mengangguk paham”tapi setidaknya itu lebih baik daripada kau mendiamiku”ucapnya”ya walaupun kau menggunakan bahasa yang terlalu formal denganku”tambah Jaejoong.

“aku memang selalu menggunakan bahasa yang formal jika berbicara dengan orang asing”ucap Jessica sinis sambil tersenyum kecut.

Deg

Rasanya Jaejoong ingin menceburkan dirinya ke sungai Han mendengar ucapan Jessic barusan. “ikut aku”ucap Jaejoong sambil menarik Jessica secara paksa kedalam mobilnya.

“ya! Anda mau membawa saya kemana?”teriak Jessica sambil berusaha melepaskan tanganya dari jeratan Jaejoong.

“sudah ikut saja Sica”perintah Jaejoong.

“tidak mau!”tolak Jessica cepat.

“lepaskan dia Jae hyung”teriak seorang namja dari arah belakang mereka. Sontak Jessica dan Jaejoong menoleh kearah sumber suara.

“haistt dia lagi”gumam Jaejoong malas melihat Donghae lah orang yang sok menjadi pahlawan kesiangan.

Sedari tadi Donghae memperhatikan Jaejoong dan Jessica hanya saja ia tidak mau mengganggu, tapi begitu melihat Jaejoong menarik paksa Jessica untuk masuk kedalam mobilnya Donghae langusung bertindak. Benar-benar pahlawan kan?

“tenang Hae, aku tidak akan menyakitinya. Aku hanya ingin mengajaknya ke suatu tempat dan lagi aku tidak mungkin menyakiti yeoja yang aku cintai”ucap Jaejoong panjang lebar.

Deg

Sontak Jessica dan Donghae langsung menatap Jaejoong kaget.

Orang yang dicintai? Mungkin kah itu benar? Apa ia serius kali ini. Pikir Jessica sambil menatap Jaejoong dengan pandangan yang sulit diartikan. Senang, sedih, bingung dan penuh selidik. Sementara Donghae mematung ditempatnya mendengar penuturan Jaejoong.

Tanpa menunggu persetujuan Donghae ataupun Jessica, Jaejoong kembali menarik Jessica menuju mobilnya kali ini tidak ada penolakan dari Jessica seperti tadi.

Selama dimobil Jessica tidak mengeluarkan sepatah katapun, tatapannya lurus kedepan dan terlihat kosong. Sungguh dahsyat dampak dari ucapan Jaejoong tadi. Membuat Jessica mematung seperti ini walaupun kejadian itu sudah dari setengah jam yang lalu.

Jaejoong yang tidak suka dengan keadaan yang seperti ini pun menatap Jessica cemas”Sica”panggilnya pelan.

Tidak ada reaksi dari sang empunya nama. Jaejoong menghela napas panjang dan kembali focus dengan kegiatanya dari setengah jam yang lalu, yaitu menyetir.

Sekitar 10 menit Jaejoong menepikan mobilnya karena sudah sampai di tempat yang ia tuju lalu ia menatap posisi Jessica yang masih sama saat mereka masuk kedalam mobil. Jaejoong keluar dari mobil dan membuka kan pintu untuk Jessica.

Jessica masih diam terpaku, membuat Jaejoong menatap Jessica bingung.

“Sica kita sudah sampai”ucap Jaejoong dengan lembut. Tidak ada reaksi dari Jessica. Jaejoong mengguncang bahu Jessica pelan”Sica~”ujarnya.

“eh?”dengan wajah polosnya Jessica menoleh kearah Jaejoong dan memiringkan kepalanya, imut.

Deg

Jaejoong terpesona melihat wajah cantik Jessica terlebih dari jarak yang sedekat ini. Tapi Jaejoong berusaha menahan perasaannya”Kita sudah sampai Sica”jelas Jaejoong.

“sampai? Memangnya kita dimana sekarang?”tanya Jessica.

Jaejoong menarik napas panjang”aku membawamu ke pantai”jelas Jaejoong sabar. “aku tahu kau sangat suka pantai”tambah Jaejoong dengan senyum yang manis terukir dibibirnya.

Jessica menarik ujung bibirnya membuat senyuman, tapi ia ingat sekarang ia sedang kesal dengan Jaejoong jadi ia langsung mengganti senyumannya menjadi wajah datar tanpa senyum.

Jaejoong yang melihat perubahan ekspresi Jessica jadi bingung, tapi ia ingat dengan kebiasaan Jessica. Jika sedang kesal dengan seseorang pasti ia akan memasang wajah datar tanpa senyum dan membuat orang lain takut, termasuk Jaejoong juga. Tapi jaejoong tidak mau membuang kesempatan ini dengan memikirkan ketakutannya akan perubahan sikap Jessica. Dengan gerak cepat Jaejoong menarik tangan Jessica ke pinggir pantai.

“ya! Lepaskan saya Jaejoong-sshi”ujar Jessica ketus dan berusaha melepaskan tangannya dari jeratan Jaejoong, tapi karena dasarnya yeoja yang kalah dalam hal kekuatan jika sudah berhadapan dengan namja pun akhirnya pasrah, membiarkan Jaejoong menariknya. Karena percuma meminta Jaejoong disaat seperti ini, sudah pasti ia tidak akan mau melepaskannya begitu saja.

Tepat di bibir pantai Jaejoong melepaskan genggamannya dan menghadapkan tubuh Jessica kehadapannya dan menatap wajah Jessica tepat kedalam kedua manic mata. Sekilas Jessica menatap mata Jaejoong setelah itu dia mengalihkan pandangnnya kearah pantai.

“tatap aku”perintah Jaejoong sambil memegah kedua pipi Jessica agar Jessica tidak menoleh kearah lain lagi.

Deg deg

Jantung keduanya berdetak tak karuan saat pandangan mereka bertemu kembali.

“apa maumu?”tanya Jessica ketus, ia masih kesal dengan Jaejoong.

“aku ingin kau memaafkanku”jawab Jaejoong mantap dan terus menatap kedua mata Jessica. Jujur saja Jessica tidak suka jika berhadapan dalam kondisi seperti ini dengan Jaejoong terlebih lagi dengan tatapan mata Jaejoong yang seperti sekarang. Benar-benar membuatnya lemas dan ingin segera kabur dari sana. Jessica memejamkan matanya sebentar lalu menarik napas dalam.

“ok, anda saya maafkan. Tolong biarkan saya pergi”ucap Jessica masih dengan nada yang dingin dan wajah datarnya.

“apa seperti itu nada bicara orang yang sudah memaafkan kesalahan orang lain?”

“lalu anda ingin aku bagaimana?”tanya Jessica malas.

Jaejoong menyeringai, membuat Jessica takut. Dalam hatinya Jessica meruntuki kebodohannya yang telah bertanya seperti itu kepada Jaejoong. Sementara Jaejoong tersenyum senang.

Chu~

Secara mendadak Jaejoong mencium bibir tipis Jessica, membuat sang empunya bibir tipis itu membulatkan matanya karena kaget, tapi tidak berusaha untuk menolak ciuman dari Jaejoong dan membuat Jaejoong berani melakukan lebih. Jaejoong menggit pelan bibir tipis Jessica, membuat sang empunya bibir tersadar dan segera mendorong tubuh Jaejoong menjauh.

“hosh hosh hosh”deru napas Jessica dan Jaejoong yang tidak beraturan akibat ciuman mereka tadi.

Jessica menatap Jaejoong penuh dengan kebencian.

“aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu”ucap Jaejoong cepat, sebelum Jessica semakin membencinya.“ Aku tahu, aku salah karena telah menyembunyikan nama asliku. Tapi demi tuhan, aku tidak berniat membohongimu. Waktu kau marah padaku, sebenarnya hari itu aku ingin menjelaskannya padamu. Tapi sebelum aku menjelaskannya kau sudah marah padaku”jelas Jaejoong. Jaejoong menunggu reaksi Jessica, tapi Jessica hanya terdiam mendengar penjelasan Jaejoong.

“tapi..”

“tapi tetap saja kau membohongiku dan aku paling tidak suka dibohongi”ucap Jessica dengan air mata yang perlahan mengalir dipipinya.

“kau tahu, selama ini aku menunggumu. Tapi kau tak pernah memberiku kabar”tambah Jessica. Jessica menarik napasnya panjang mencoba mengurangi bebannya“Apa aku tidak berarti bagimu oppa?”tanya Jessica sambil memberanikan menatap Jaejoong. Jaejoong mencium bibir Jessica lagi, tapi kali ini dengan singkat lalu menatap kedua mata Jessica.

“aku juga sama sepertimu, aku juga menderita di Seoul karena tidak bisa bertemu denganmu. Aku tidak boleh kembali ke San Francisco sebelum aku lulus kuliah”jelas Jaejoong dengan suaranya yang lemah tapi terdapat keseriusan dalam setiap kata-katanya.

“kumohon jangan benci aku Sica”tambah Jaejoong sambil memeluk Jessica erat, seolah jika Jessica akan pergi darinya.

“saranghae”ucap Jaejoong sambil mengecup puncak kepala Jessica.

Jessica membalas pelukan Jaejoong tak kalah erat”naddo saranghae”ucap Jessica. Tak ada alasannya Jessica menolak Jaejoong karena sebenarnya juga ia sangat mencintai Jaejoong dan ia tidak ingin kehilangan Jaejoong untuk kedua kalinya.

“L.O. V. E”eja Jaejoong.

“eh?”seru Jessica sambil melepaskan pelukan mereka.

“L :  Long time no see Jessica Jung”ucap Jaejoong. Jessica menautkan kedua alisnya, bingung.

“O :  oh my Jessica Jung”tambah Jaejoong, Jessica tersenyum mendengarnya.

“V :  Verry verry Love You Jessica Jung”senyum Jessica semakin mengembang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Jaejoong.

“E :  Every time I’m thinking of you Jessica Jung”ucap Jaejoong mengakhiri kalimatnya. Jessica kembali memeluk Jaejoong.

“jangan pernah tinggalkan aku oppa”ucap Jessica sambil terisak dalam pelukan Jaejoong.

“tentu saja”balas Jaejoong membalas ucapan Jessica dan mengecup puncak kepala Jessica cukup lama menyalurkan semua rasa rindu yang selama ini ia pendam.

 

***The End***

 

 

 

 

Xin Genie

 Appril 16th 2012

Iklan

11 pemikiran pada “L.O.V.E

  1. Anyyong im new reader Idha imnida 16 y.o,,
    awalnya aq sempat bingung sma critanya v saat udh bCa bgian prtngahannya udah mulai mengerti… Ceritanya bagus… Apalagi akhirnya JaeSica bisa brsatu… Buat FF JaeSica lagi yea… _JaeSica 4ever_

    1. annyeong haseyo^.^
      salam kenal ya,,
      ok, sebenarnya aku lagi menentukan seberapa banyak yang minat sama ff ini, kalau peminat jaesicanya banyak aku akan lebih sering buat jaesica kok 😀

  2. Annyeong haseyo. .
    New reader di wp ini. .
    Chalisha imnida,
    17yo.
    Ide cerita nya unik.
    Awalny aq jg smpat bgg ma karakter jongwoon,
    tp trnyta itu jaeppa toh. .
    Baru nyadar aq. .
    Bkin ff jessica eonni lg ya,
    pair nya trserah dh.
    Yg pnting ada sica eonni,
    #aq gorjess soalnya.
    #gak ada yg nanya.
    Bangapseumnida.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s