Love Revolution (part 1)

Title : Love Revolution (part 1)

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

: Lee Donghae

: Kim Heechul

: Kwon Yuri

Length : chapter

Rating : Teen

Genre : Romance

Happy Reading^^

“aku bosan padamu dan aku mau kita putus”ucap seorang namja dengan tegasnya.

“mwo? Kau bercanda oppa?”Tanya sang yeoja tak percaya.

“aku serius Jung Sooyeon, aku sudah bosan padamu”jelas sang namja lagi.

“tapi kenapa?’’ tuntut yeoja yang bernama Sooyeon itu.

“sudah kubilang, aku bosan padamu”ucap sang namja dengan santainya lalu meninggalkan Sooyeon itu sendirian di taman kota. Sekarang hati Sooyeon sangat sakit, bagaimana tidak. Ia sudah berpacaran dengan namja itu sekitar 4 bulan dan selama itu hubungan mereka baik-baik saja, tidak ada masalah yang berarti. Sampai hari ini, dimana namja itu memutuskannya dengan alasan bosan !

“kenapa? Kenapa kau putuskan aku seperti ini oppa? Aku sangat mencintaimu oppa. Apa salahku padamu oppa? Kenapa kau tega padaku oppa, kenapa?”teriak Sooyeon saat namja itu sudah tidak ada lagi di pangdangannya, dadanya terasa sangat sesak. Bagaimana tidak? Ia sedang menikmati indahnya berpcaran dengan namja itu, tapi apa? Namja itu memutuskannya dengan sangat mudah, hanya karena ia bosan? Hei, yang benar saja??? itu sangat menyakitkan ! Kondisi Sooyeon saat ini sangat mengenaskan, air mata yang bercucuran dan rambutnya berantakan. ia tidak memperdulikan dengan orang-orang yang menatapnya iba. Yang ia pedulikan hanya satu, namja yang memutuskannya itu kembali padanya dan mengatakan kalau semua yang ia ucapkan itu adalah bohong, ia sedang bercanda.

***3 tahun kemudian****

Seorang yeoja cantik melangkah dengan anggunnya di koridor kampus yang nampak sangat ramai oleh para mahasiswa yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing itu. Semua mata tertuju padanya, baik namja maupun yeoja, menatap yeoja itu dengan tatapan kagum, iri, kesal, napsu, berbinar dan bahkan ada yang sampai meneteskan air liur. Wow, apakah sebegitu mengagumkannya yeoja itu?

“yeppo”

“sexy”komentar para namja yang melihatnya.

“siapa dia?”

“mahasiswi baru ya?”

“aku tidak suka padanya, dia membuat namja incaranku meneteskan air liur karena melihatnya” itulah upacan para yeoja yang melihatnya. Sangat kontras dengan komentar para namja yang menatap yeoja itu.

Sementara yeoja yang dibicarakan dengan santainya berjalan menuju ruang tata usaha yang berada di ujung lorong. Ia harus mengurus tentang kepindahannya ke kampus barunya, yaitu Seoul University.

*** Жin Genie ***

“kau tahu, kau membuat kampus heboh dengan kehadiranmu, Sica”ucap seorang yeoja cantik dengan antusiasnya saat dirinya sedang berada di kantin kampus bersama dengan orang yang sudah tidak sengaja membuat kehebohan di kampus dengan kehadirannya. Yeoja yang di panggil Sica itu hanya tersenyum tipis.

“mereka saja yang terlalu berlebihan”ujarnya cuek dan meminum jus strawberry pesanannya.

“kenapa nada bicaramu dingin sekali Jessica Jung? Kau tidak seperti yang ku kenal dulu”komentar teman Jessica. Jessica menghela napasnya dengan berat.

“jujur saja, aku tidak suka kembali menetap di korea Yuri-ah”ucap Jessica dengan pelan dan kembali meminum jus-nya.

“mwo? Jadi kau tidak suka bertemu denganku?”semprot yeoja yang tadi di panggil Yuri itu.

“aniyo, bukan begitu maksudku”jelas Jessica.

“arra, aku tahu maksudmu Sica, tadi aku hanya bercanda”sanggah Yuri cepat.

“kau masih memikirkan-nya?”selidik Yuri.

“cih, untuk apa memikirkan dia”desis Jessica. Wajahnya yang tadi lesu langsung berubah jadi merah, menahan marah.

“Sepertinya kau sangat membencinya Sica”ucap Yuri yang menyadari perubahan raut wajah Jessica.

“bukan sepertinya, tapi memang iya”tekan Jessica.

*** Жin Genie ***

“andwae~”

“hosh hosh”deru napas yang memburu, seperti habis lari marathon.

“sial, kembali ke korea membuatku teringat namja brengsek itu lagi”gerutu Jessica yang baru saja bermimpi buruk.

*** Жin Genie ***

Sial ! aku jadi terlambat di hari pertama aku belajar di kampus baru, ini semua gara-gara namja brengsek itu yang masuk kedalam mimpi indahku dan mengacaukannya. Runtuk Jessica dan mempercepat langkahnya menuju kelas modern music. Saat Jessica sudah berada di depan pintu kelasnya ia segera mengirim pesan singkat kepada Yuri menanyakan apakah Kyosungnim yang mengajar hari ini sudah datang. Tak lama ponsel Jessica bergetar, dilihatnya pesan masuk dari Yuri dan ia memberitahu bahwa Kyosungnim yang mengajar hari ini belum datang, dengan cepat Jessica masuk kedalam kelasnya.

*** Жin Genie ***

“kenapa tadi kau terlambat?”Tanya Yuri yang berada di samping Jessica. Mereka sedang berjalan ke kantin untuk sekedar melepaskan dahaga dan lapar setelah berkutat dengan pelajar Park Kyosunim selama 3 jam tanpa istirahat.

“biasa, bangun kesiangan”jawab Jessica santai.

“ckck, kau tidak berubah Sica”decak Yuri. Jessica hanya tersenyum kecil mendengar cibiran Yuri, sahabat baiknya itu.

“bruk”

Tiba-tiba dari arah kana ada seoarang namja yang sedang terburu-buru dan tidak sengaja menabrak Yuri hingga jatuh.

“aww”ringis Yuri.

“kalau jalan pake mata”bentak orang yang tadi menabrak Yuri. Jessica menyeritkan keningnya. Kenapa namja ini marah-marah? Seharusnya kan ia minta maaf karena sudah menabrak Yuri.

“sejak kapan jalan menggunakan mata? Setahuku dari dulu sampai sekarang jalan itu menggunakan kaki”balas Jessica kesal. Yuri menatap Jessica dengan pandangan jangan-kau-lawan-dia-Sica.

“ahh, mianhae sunbae”ucap Yuri takut kalau sunbae-nya ini malah mengganggu dia dan jesica kelak.

“ya! Kenapa kau minta maaf Yuri? Sejarusnya namja tidak punya sopan santun ini yang minta maaf padamu”seru Jessica kesal sambil menunjuk namja yang menabrak Yuri.

“yang salah itu temanmu, bukan aku”balas namja itu.

Mwo? Dia bilang Yuri yang salah? Sudah jelas kalau ia yang  salah karena menabrak Yuri sampai terjatuh.

“ya ! dimana otakmu? Sudah jelas kau yang salah, kenapa kau malah menyalahkan orang lain? Sungguh pengecut!!”ucap Jessica dengan penuh penekanan pada kalimat terakhir.

“haistt, kau ini cerewet sekali”decak sang namja kesal dan berjalan pergi.

Dengan segera Jessica menarik ujung kaos namja yang tadi menabrak Yuri”mau kemana kau? Minta maaf dulu baru pergi”omel Jessica.

Namja itu membalikan badanya dengan malas”haisstt”decaknya kesal.

“maumu apa huh?”bentak sang namja dan menatap Jessica tajam.

Glek

Jessica sedikit memundurkan badanya ketika namja itu membentaknya. Ia sedikit takut, ingat hanya sedikit.”a-aku”ucap Jessica terbata.

“aku apa?”benatak sanga namja lagi.

Jessica yang tidak suka jika ada orang yang membentaknya itupun langsung membelalakan matanya dan kesal.

“ya! Kenapa kau terus membentakku? Yang salah kan kau, seharusnya aku yang membentakmu”balas Jessica membentak. Enak saja namja ini membentaknya, sudah jelas ia yang salah. Apa ini cara orang korea jika mereka terpojok? Menyalahkan orang lain. Pikir Jessica sambil menatap namja itu dengan tajam.

Cerewet sekali yeoja blonde ini. Pikir sang namja.”haisst”dengsunya. dengan kesal sang namja mencengkram kedua bahu Jessica erat dan menatap Jessica lekat.

Glek

“lepas, kau me-“

Ucapan jessica terpotong oleh sebuah bibir yang mendarat dibibirnya. Apa? Tunggu, bibir siapa yang mendarat di bibirku ini? Jessica membelalakan matanya beberapa saat, sampai akhirnya ia sadar dengan keadaanya sekarang. Dengan amarah yang memuncak Jessica mendorong namja kurang ajar itu sehingga tautan bibir mereka terlepas. Dengan reflex Jessica menampar namja kurang ajar itu.

“dasar maniak, kau pikir aku yeoja seperti apa eoh?”bentak Jessica.

“cih, sok jual mahal. Bilang saja kau ingin ciuman dariku, dari namja paling popular  sepertiku agar kau terkenal”cibir namja brengsek itu.

Mendengar perkataan namja brengsek itu yang sepertinya tidak ada rasa bersalah sama sekali setelah menciumnya, bukan sepertinya, tapi memang tidak ada rasa bersalah sedikitpun dari namja brengsek itu. Jessica langsung meninju pipi namja brengsek itu dengan keras.

“bugh”

“aww”ringis namja brengsek itu sambil memegangi pipinya yang nampak biru. Bagaimana tidak? Jessica itu bisa boxer dengan baik.

“rasakan”ucap jssica lalu menarik Yuri pergi dari sana.

“awas kau”teriak namja brengsek itu.

*** Жin Genie ***

“Sica”panggil Yuri saat mereka berada di apartemen baru Jessica yang berada di daerah Kangnam itu. Selama perjalanan menuju apartemennya, ia hanya diam saja tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun. Jika sedang kesal atau marah bersar biasanya Jessica memang akan mendadak bisu, tidak seperti biasanya, yang selalu cerewet.

“apa?”sahut Jessica ketus, ia masih terbawa emosi.

“kau marah padaku?”Tanya Yuri hati-hati. Jessica menoleh kearah Yuri yang berada di sebelah kanannya itu. Lalu ia tersenyum.”mana mungkin aku bisa marah pada sahabat baikku ini”ucap Jessica sambil memukul lengan kiri Yuri pelan.”apa aku terlihat sedang marah?”Tanya Jessica sambil menatap lurus kedepan.

“ne”ucap Yuri sambil menaganggukan kepalanya.

“aku hanya sedang bad mood saja Yuri-ah”ucap Jessica pelan dan menundukan kepalanya.

“seharusnya kau tidak usah membelaku tadi”ucap Yuri. Jessica langsung menoelh kearah Yuri lagi, menatap dengan sebal sahabatnya ini ”dan membiarkanmu di maki-maki oleh namja brengsek itu? Oh tidak, terima kasih”balas Jessica tegas. Yuri yang mendengar ucapan Jessica langsung mengembangkan senyumnya lalu memeluk Jessica erat. “gomawo Sica, aku sayang padamu”ucap Yuri tulus.

“ya! Lepaskan aku Kwon Yuri, sesak”seru Jessica sedikit kesal dengan kebiasaan Yuri yang suka memeluknya kelewat erat itu.

“hehe, mianhae”ujar Yuri sambil menunjukan senyum 3 jari andalannya itu.

*** Жin Genie ***

Jessica berjalan di koridor kampusnya dengan santai. Walaupun banyak orang yang memandangnya dengan tatapan tidak suka. Mengingat kejadian beberapa hari yang lalu saat namja brengsek menciumnya di hadapan orang banyak. Mungkin mereka yang menatapnya tidak suka adalah fans dari namja brengsek itu. Pikir Jessica cuek dan terus berjalan kearah kelasnya.

“Sooyeon”panggil seseorang dari kejauhan.

“Deg”

Jantung Jessica berdetak 2x lebih cepat, ia hapsl betul suara siapa ini dan lagi hanya ada satu orang yang memanggilnya dengan nama koreanya. Jessica tidak menoleh sedikitpun malah melanjutkan langkahnya dan bahkan mempercepat langkahnya.

“Sooyeon tunggu”seru orang itu dan berlari mengejar Jessica. Lagi-lagi Jessica tidak menghiraukannya. Ia benar-benar tidak ingin bertemu dengan orang yang sedang mengejarnya itu.

Kenapa bisa namja itu berada disini? Di kampus yang sama dengannya. Oh my, kenapa seoul terasa sempit sekali. Runtuk Jessica.

“Sreet”

Tangan Jessica ditarik oleh seseorang dan ia menarik Jessica ke taman belakang kampus yang lumayan sepi itu.

“lepas”sentak Jessica. Dengan segera namja itu melepaskan genggamannya dari tangan Jessica.

“ternyata ini benar kau”ucap namja yang menarik Jessica itu setelah melihat wajah Jessica. Jessica tidak menyahut apa yang diakatakan namja itu.

“kukira kau tidak akan kembali ke Korea lagi karena sakit hati dengaku”ucap namja itu lagi, tapi Jessica tetap tak ingin membalasnya. Enatah kenapa tiba-tiba saja Jessica mendadak bisu, padahal banyak sekali yang ingin ia katakana kepada namja ini.

“apakah sebesar itu rasa cintamu kepadaku sampai-sampai kau harus pindah ke Amerika untuk mengobati rasa sakit hatimu”ucap namja itu dengan amat sangat percaya diri. Dan dengan amat sanagt berat Jessica akui kalau perkataan namja ini benar sekali.

“cih, percaya diri sekali kau”cibir Jessica.

“bukankah memang ia, akui sajalah”balas namja itu sambil tersenyum manis yang membuat Jessica muak, mungkin jika 3 tahun lalu ia akan sangat menyukai senyuman itu.

“memang, tapi itu dulu. 3 tahun yang lalu”ucap Jessica sambil menekan kaliamat terakhir.

Orang itu tersenyum”apakah sekarang kau tidak menyukaiku lagi?”Tanya-nya.

“sama sekali tidak”tegas Jessica.

“begitu kah?”selidiknya.

“ya”

“apa hanya ini yang ingin kau katakana padaku? Jika ia aku pergi, tidak ada gunanya aku bericara lama-lama dneganmu. Membuang waktuku saja”ucap Jessica ketus lalu pergi meninggalkan namja itu

“tapi sayangnya aku masih menyukaimu, Jung Sooyeon”ucap namja itu dengan lirih ketika Jessica sudah meninggalkan taman ini. Sama dengan kejadian 3 tahun lalu, yang membedakannya adalah keadaanya berubah. Bukan Jessica lagi yang di tinggalkan, tetapi ia yang meninggalkan.

”sial sial sial”runtuk Jessica sepanjang perjalanan menuju kelasnya.

Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi? Ya tuhan sebenarnya apa yang kau rencanakan untuk hidupku. Pikir Jessica dalam hati.

”bruk”

Jessica bertabrakan dengan seseorang sampai ia jatuh tersungkur. Jessica menghela napas dengan berat”sial”gumamnya pelan.

”haisstt, kau lagi”ucap orang yang bertabrakan dengan Jessica. Jessica mendongakan kepalanya menatap orang di depannya dengan malas. Jessica segera bangkit dan membungkukan badanya”mianhae, aku tidak lihat sunbae”ucap Jessica lalu pergi begitu saja membuat namja yang bertabrakan dengannya terdiam di tempat, kaget? Shock? Tentu saja. Yeoja yang kemarin marah-marah dengannya hanya karena ia menabrak temannya sekarang malah minta maaf, sungguh aneh.

*** Жin Genie ***

”Sica kau kenapa? Kenapa sikapmu jadi agak aneh seperti ini”tanya Yuri saat ia dan Jessica tengah di menikmati makanannya di kantin kampus.

”eobseo”jawab Jessica singkat.

Yuri menaikan sebelah alisnya”aku berteman denganmu bukan baru kemarin Sica, aku tahu kau ada masalah jadi jangan berbohong padaku”ucap Yuri agak sebal.

Jessica tersenyum tipis”aku sedang tidak ingin membahas itu Yul, bisakah kau menghiburku tanpa bertanya”ucap Jessica.

Yuri menghela napas berat”baiklah, bagaimana kalau sekarang kita ke mall?”usul Yuri. Jessica nampak berpikir”bagaimana dengan mata pelajaran Kim Kyosungnim?”tanya Jessica. Yuri tersenyum lebar”bolos”jawabnya.

Jessica tersenyum tipis”boleh juga” setujunya.

”hari ini kita akan belanja gila-gilaan, kau siap?”tanya Yuri semangat, sudah lama ia tidak berbelanja dengan sahabatnya ini.

”tentu saja aku siap”balas Jessica.

*** Жin Genie ***

”Yul, ayo kita masuk ke toko yang itu sepertinya banyak yang bagus”seru Jessica memasuki toko baju yeoja yang nampak bagus dilihat dari etalase toko.

”kurasa juga begitu”balas Yuri, lalu mereka memasuki toko baju yeoja itu.

”Sica bagaimana dengan dress ini?”tanya Yuri sambil memperlihatkan dress malam berwarna hitam yang sexy. Jessica tersenyum tipis”seleramu tidak pernah berubah”komentar Jessica begitu melihat dress pilihan Yuri. Mendengar ucapan Jessica Yuri hanya tersenyum.

”selalu saja dress sexy yang kau pilih”tambah Jessica.

”tapi cocok kan?”tanya Yuri.

Jessica menganggukan kepalanya”tentu saja, kau akan sangat cocok dengan dress itu”jawab Jessica.

”kau mau aku pilihkan dress?”usul Yuri. Jessica menggeleng”tidak”tolaknya.

”aku memaksa”ujar Yuri lalu berjalan mencari dress lain yang cocok untuk Jessica. Jessica menggelengkan kepalanya”untuk apa dia bertanya kalau akhirnya memaksa”gumam Jessica pelan lalu mencari dress yang cocok dan sesuai dengan seleranya.

Jessica nampak tertarik dengan mini dress berwarna putih dengan pita besar berwarna hitam di tengahnya. Jessica segera menghampiri dress itu dan menunjukannya kepada Yuri”bagaimana?”tanyanya. Yuri nampak berpikir lalu menggelengkan kepalanya”kenapa?”tanya Jessica lagi.

”kau bukan anak Senior High School lagi Sica, pilihlah dress yang lebih sexy sedikit dan menonjolkan auramu”jelas Yuri.

Jessica menganggukan kepalanya lalu Yuri menyodorkan mini dress berwarna merah terang”cobalah”saran Yuri.

Kali ini giliran Jessica yang menggelengkan kepalanya”tidak Yul, warna merah terang tidak cocok untukku”tolak Jessica.

”iya juga sih, dress ini lebih cocok untuk Tiffany”gumam Yuri setuju.

”Tiffany?”

”oh aku belum cerita ya tentang Tiffany padamu?”tanya Yuri yang dapat anggukan dari Jessica.

”dia sahabatku, selama kau tinggal di San Francisco dia selalu bersamaku”jelas Yuri.

Jessica menganggukan kepalanya mengerti”lalu sekarang Tiffany mana?”tanya Jessica.

”dia pulang ke kampung halamannya untuk menjenguk keluarganya di San Francisco dari dua minggu yang lalu mungkin minggu ini dia akan kembali”jawab Yuri.

”ohh, jangan lupa kenalkan padaku”seru Jessica.

”pasti”balas Yuri.

”Yul, sebaiknya kita pindah toko, aku tidak menemukan dress yang cocok untukku disini”ucap Jessica.

”ok, tapi tunggu sebentar aku bayar dress ini dulu”seru Yuri lalu berjalan ke kasir. Setelah membayar di kasir Yuri dan Jessica meninggalkan toko itu dan memasuki toko lain yang letaknya tidak jauh dari toko tadi. Belum apa-apa Yuri sudah menyodorkan Dress berwarna perak yang nampak penuh blink-blink.

”tidak Yul, aku tidak suka warna yang terlalu terang”tolak Jessica.

”yahh padahal bentuknya sangat cocok dengan ukuran tubuhmu Sica”desah Yuri.

”mianhae Yul aku tidak suka”ucap Jessica menyesal.

”tak apa, ayo kita cari dress yang lain”seru Yuri lalu mereka berpisah untuk mencari dress yang cocok dengan Jessica. Jessica melihat dress berwarna hitam yang simple tapi tidak terlalu sexy namun dapat menonjolkan aura Jessica. Jessica buru-buru menghampiri dress tersebut”dapat”gumam Jessica lalu memegang dress tersebut. Tiba-tiba saja ada tangan yang lain yang merebut dress tersebut. Jessica menatap tajam orang yang merebut dressnya itu”aku duluan yang mendapatkan dress ini”ujar Jessica kesal.

”tidak, aku duluan”ujar yeoja itu tidak mau kalah.

”tidak, aku yang lebih dulu”Jessica bersikukuh. Terjdilah tarik menarik dress tersebut”ya! Lepaskan”teriak Yeoja itu sambil terus menarik dress yang berada di tangan Jessica.

”tidak akan, kau saja yang lepaskan”balas Jessica tidak mau kalah.

Karena keributan yang ditimbulkan antara Jessica dan seorang yeoja membuat pengunjung toko yang lain menghampiri mereka tidak terkecuali Yuri dan seorang namja.

“kau kenapa Sica?”tanya Yuri menghampiri Jessica.

“yeoja ini mengambil dress yang sudah aku pegang”jawab Jessica masih dengan mempertahankan dress yang ia suka.

“enak saja, temanmu ini yang mengambil dress yang sudah aku ambil”kilah yeoja yang berebut dress dengan Jessica.

“ya! Kau jangan berbohong, kau yang mengambil dress yang sudah berada ditanganku”ujar Jessica kesal karena yeoja di depannya ini berbohong dan menyudutkannya.

“kau kenapa chagiya?”tanya seorang namja.

“dia mengambil dress yang ku inginkan”adu yeoja itu kepada namja chingunya sambil menunjuk Jessica.

Namja itu menatap Jessica dan Yuri”kau lagi”serunya malas sambil menatap Jessica dengan bosan.

“ya, kenapa kalau aku lagi?”tantang Jessica kesal, sungguh hari ini banyak sekali yang membuatnya kesal.

Namja itu menatap Jessica “sudahlah berikan saja dress yang ada di tanganmu itu, aku akan memberimu uang dua kali lipat dari harga dress yang sedang kau pegang”ucap namja itu sombong.

Jessica tertawa”kau sedang pamer ke kayaan denganku?”tanya Jessica dengan wajah datar ia paling tidak suka dengan orang yang sok kaya kepadanya.

“aku hanya memberimu penawaran”jawab orang itu santai sambil membersihkan kukunya. Sangat sombong! Pikir Jessica. Jessica menatap namja itu dan yeoja disampingnya dari atas kebawah sambil tersenyum meremehkan.

“aku tidak butuh uangmu!”ucap jessica ketus.

Jessica melempar dress yang ada ditangannya itu kewajah yeoja yang tadi berebut dress dengannya”untukmu saja, anggap saja aku amal kepada kalian berdua”tambah Jessica lalu bergegas kekasir untuk membayar dress yang tadi ia lemparkan”sudah aku bayar”ucap Jessica sambil menunjukan kartu kreditnya lalu berlalu begitu saja dari toko itu bersama dengan Yuri tentunya.

“sialan!”runtuk namja sombong tadi lalu menatap yeoja disampingnya dengan kesal”ini semua gara-gara kau! Aku dipermalukan!”ucapnya lalu pergi meninggalkan toko itu begitu juga dengan yeoja yang tadi sempat dibelanya.

“mau kemana kau Donghae-ah?”teriak yeoja yang bersamanya.

Donghae berhenti namun tidak membalikan badannya“mulai sekarang kita putus! Jangan pernah temui aku lagi”ucap Donghae.

“haisstt, sial”

*** Love Revolution by Жin Genie ***

-Selas, 26 Juni 2012-

menurut yang baca, ff ini seru gak ?? kalau seru akan aku lanjut, kalau gak seru gak akan aku lanjut,,

Iklan

12 pemikiran pada “Love Revolution (part 1)

  1. daebak chingu!lanjut chingu jnga lama2.oh ya aq readers baru.aq da bca because your lips juga tapi mian law bru skarang komenty n jngan lama2.di tunggu kelanjutanya!

  2. aku readers baru… aku suka kok chinggu..
    lanjutin ia..jngan terlalu lama..
    alurnya enak untuk diikutin… gx terlalu berat..

  3. Author itu suka sama Yulsic ya pasti urutan snsd itu jesicca pertama kedua tifanny dan ketiga yuri kan klu aku suka yulsic soalnya yuri itu pertama dan kedua sica klu couple favorite q itu yuri sama kyu dan sica utk donghae dan couple2 yg lainnya utk yuri bnyk bngt q suka klu di exo aku suka yuri itu sama kai,sehun,luhan,baekhyun,suho klu sica itu kris hehehe salam kenal
    klu blh tau umur author berapa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s