Twins Butler

Title : Twins Butler

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Kim JaeJoong

Lee Donghae

Support Cast : Im Yoona

Genre : Romance

Rating : Teen

Subtitle : Indonesia

*** Twins Butler ***

”ayolah mom, ijinkan aku kuliah di korea”bujuk seorang yeoja berambut pirang sambil menunjukan puppy eyes andalannya yang membuat orang2 disekitarnya itu menuruti kemauannya. Sebenarnya orang disekitarnya mengabulkan permintaanya bukan karena puppy eyesnya yang bagus tapi karena nampak aneh jika ia yang melakukan.

”kau jelek seperti itu”cibir ibu dari yeoja berambut pirang dengan santainya.

Yeoja berambut pirang menatap ibunya sebal. Ia ragu apakah wanita paruh baya yang masih nampak cantik ini adalah ibunya.

”ya! Jangan menatap mommy seperti Itu Jessica Jung”tegur wanita paruh baya yang ternyata mommy dari yeoja berambut blonde bernama Jessica Jung merasa risih dengan tatapan anak gadisnya yang menyeramkan.

”mommy ayolah”bujuk Jessica lagi, ia tidak akan menyerah membujuk ibunya sebelum keinginannya dikabulkan. Setelah mendapat ijin dari ibunya akan mudah mendapatkan ijin dari ayahnya.

”kenapa kau ingin kuliah disana? Kau kan bisa kuliah di negara lain yang jauh lebih bagus?? Atau kau bisa kuliah disini saja”Mrs. Jung mencecar Jessica dengan berbagai pertanyaan.

Jessica nampak berpikir sejenak”alasan klasik, aku ingin mandiri lagipula korea kan negara kelahiran mommy. Apa salahnya kalau aku ingin lebih mengenal negara kelahiran mommy”jawab Jessica seadanya, sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

Mrs. Jung nampak berpikir, mempertimbangkan permintaan anak satu-satunya itu.

”baiklah, tapi kau harus tinggal dengan uncle Yonghwa dan aunti Seohyun. Bagaimana?”tawar Mrs. Jung.

”kalau seperti itu untuk apa aku harus repot-repot ke korea mommy. Aku ingin mandiri, tinggal sendiri dan melakukan sesuatunya sendiri. Ayolah mommy, percaya padaku. Trush me”jelas Jessica dengan nada bicara semeyakinkan mungkin.

”sica, kau ini tidak pernah melakukan sesuatu sendiri semenjak kecil jadi bagaimana bisa mommy mempercayaimu kalau kau akan tinggal sendiri. Itu terlalu berbahaya”ucap Mrs. Jung tegas.

”bagaimana aku menunjukannya kalau mommy sendiri tidak pernah mempercayai aku”balas Jessica tidak mau kalah.

”percaya padaku mommy, kali ini saja. Beri aku kesempatan untuk membuktikannya”tambah Jessica dengan nada memelas.

Mrs. Jung menatap Jessica sejenak dan menarik napasnya dalam lalu menghembuskannya.”baiklah, tapi kita uji coba selama 1 bulan. Jika selama itu kau bisa mengurus dirimu dengan baik kau boleh tinggal sendiri selama di korea. Tapi, jika kau tidak bisa kau harus tinggal di rumah uncle Yonghwa atau kembali ke San Francisco.”jelas Mrs. Jung panjang lebar. Mrs. Jung menatap Jessica, menunggu jawaban.

”mengerti?”tanya Mrs. Jung.

Jessica menganggukan kepalanya dengan semangat dan menyunggingkan senyum”thank’s mom. Love you”ucap Jessica lalu memeluk ibunya erat.

***

”akhhh akhirnya aku akan tinggal sendiri juga”gumam Jessica senang.

Jessica melihat-lihat isi apartemen yang sudah disediakan oleh orang tuanya untuk ia tinggali selama ia tinggal di korea.

”bagaimana pilihan mommy? Kau suka?”tanya Mrs. Jung.

Jessica mengangguk dengan semangat”tentu saja”ucap Jessica dan memeluk ibunya.

”cuma mommy nih yang dapat pelukan?”tanya Mr. Jung dengan nada seolah marah.

Jessica menoleh kearah ayahnya lalu melepaskan pelukannya dari sang ibu.

”tentu tidak, thank’s dad”ucap Jessica dan memeluk ayahnya.

”kau harus bisa jaga diri. Ingat kau sekarang jauh dari orang tua” nasihat Mr. Jung.

”yes dad”sahut Jessica sambil melepaskan pelukannya.

”oh ya, daddy sudah mendaftarkanmu di Hanyang University”ucap Mr. Jung.

Jessica membelalakan matanya kaget sekaligus tidak percaya”thank’s dad, you’re the best”ucap Jessica senang.

***

Setelah orang tuanya kembali ke San Francisco Jessica mulai merapikan apartemennya. Menyusun barang-barangnya, mulai dari buku-buku, baju-baju, boneka dan yang lainya.

”huft~ capek”keluh Jessica sambil melap peluh yang ada di keningnya. Setelah dua jam ia menyusun barang-barangnya yang banyak dan akhirnya selesai juga.

”ternyata ini yang dirasakan pembantuku di San Francisco saat mereka merapikan rumah. Sangat melelahkan”ucap Jessica. Ia merebahkan tubuhnya di sofa panjang berwarna cokelat yang terbuat dari serat bulu yang sangat lembut yang berada diruang santainya. Jessica terdiam mencoba memulihkan tenaganya sambil menatap langit-langit apartemennya. Tak lama Jessica pun tertidur karena kelelahan.

***

“kriuk”

Perut Jessica berbunyi, sontak Jessica memegangi perutnya itu”laper”gumamnya lalu membuka matanya. Jessica langsung mengedarkan pandangannya keisi ruangan yang nampak asing dimatanya itu”aku dimana?”tanyanya pada diri sendiri.

“mommy”panggil Jessica, tidak ada yang menyahut.

“daddy”panggil Jessica, tidak ada yang menyahut juga.

Jessica menepuk keningnya begitu ia ingat bahwa sekarang dirinya sudah berada di korea bukan di San Francisco lagi”stupid!”runtuknya kepada diri sendiri.

Dengan keadaan yang masih sangat berantakan Jessica berjalan menuju dapurnya mencari makanan dilemari pendinginnya.

“untung mommy sudah belanja kemarin”ujar Jessica senang begitu ia mendapati banyak makanan di dalam lemari pendinginnya. Raut wajah Jessica berubah jadi murung begitu ia menyadari bahwa makanan yang mommynya beli itu makanan mentah yang belum dimasak.

“ahh sial”gumam Jessica.

Jessica mengambil sesuatu berbentuk panjang berwarna oranye yang sepertinya nampak enak jika dimakan, Jessica menggigitnya”ahh keras”ujarnya lalu menjauhkan makanan itu dari mulutnya dan menatap makanan itu dengan tajam”ahh warna yang menipu”tambahnya dan melemparkan makanan itu dengan sembarang.

“sebaiknya aku cari makan diluar saja”gumam Jessica lalu bergegas masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya.

***

Jessica bingung ia harus kemana untuk membeli makanan walaupun di lobby apartemennya terdapat kafetaria tapi ia ingin membelinya diluar sekaligus jalan-jalan untuk lebih mengenal Seoul.

“ah taksi”seru Jessica senang begitu ia mendapati taksi yang lewat.

“ketempat yang banyak menjual makanan tradisional korea”ujar Jessica dengan bahasa korea seadanya semoga saja supir taksi itu mengerti.

“baiklah”jawab sang supir taksi.

Selang 30 menit Jessica berada di dalam taksi dengan kondisi perut yang terus berbunyi karena belum diisi dari semalam.

“sudah sampai”ujar sang supir taksi.

Setelah membayar supir taksi Jessica segera keluar dan begitu keluar matanya langsung terbelalak”what? Tempat apa ini?”tanya Jessica bingung. Ia mengedarkan pandangannya kepenjuru tempat itu dan semuanya sama. Penuh sesak,  sedikit kotor dan sangat berisik. Rupanya supir taksi itu membawa Jessica kepasar tradisional korea.

“sial”runtuk Jessica.

“kriuk”

Perut Jessica kembali berbunyi karena ia memang sudah sangat kelaparan”apa makanan ditempat ini aman?”ucapnya pada diri sendiri.

Dengan sangat terpaksa Jessica akhirnya masuk kedalam pasar itu untuk mencari makanan sekedar untuk mengganjal perutnya.

“Tteokbokki murah dan enak”teriak penjual Tteokbokki.

“Jajangmyeon paling enak hanya disini”teriak penjual Jajangmyeon tidak mau kalah.

“Naengmyeon enak, Naengmyeon enak”

“Bibimbap Bibimbap”

Semua pedagang terus berteriak berlomba-lomba agar makanan mereka laku. Melihat itu semua membuat Jessica bingung karena begitu banyak makanan yang dijual disini dan Jessica tidak tahu mana makanan yang sesuai seleranya, akhirnya Jessica memutuskan untuk membeli semua makanan yang dijual disini.

Dari semua pedagang dipasar ini Jessica tertarik melihat sebuah kios yang menjual barang-barang antic sangat berbeda dari penjual yang lainnya, yang hanya menjual makanan. Karena penasaran akhirnya Jessica mendatangi toko tersebut hanya untuk sekedar melihat-lihat saja dan siapa tahu menemukan sesuatu yang nampak bagus menurutnya.

“selamat datang”ucap seorang pelayan dengan penampilan tidak seperti orang-orang korea yang ada di pasar ini. Ia terlihat seperti seseorang dari Negara barat dengan menggunakan baju ala kerajaan barat jaman dahulu.

Jessica diam terpaku melihat pelayan tersebut”selamat datang”ulang sang pelayan toko antic tersebutyang bernama Yoona terlihat dari name tag yang ia gunakan.

“ah ya”sahut Jessica akhirnya.

“silahkan melihat-lihat”ujar Yoona ramah dengan senyumnya yang juga tak kalah ramah.

Jessica mengedarkan pandangannya kepenjuru toko antic itu, semuanya benar-benar barang antic semua dan semua benda yang ada disini belum pernah Jessica jumpai di toko-toko barang antic yang lain.

“wow keren”gumam Jessica sambil menyunggingkan senyumnya. Jessica benar-benar mengagumi semua barang-barang yang ada di toko ini.

Jessica berjalan ke rak yang berisikan gelas-gelas antic, ada yang terbuat dari perak, adapula yang terbuat dari kaca dan dari emas juga ada. Benar-benar lengkap.

Jessica menyentuh salah satu gelas antic tersebut yang terbuat dari emas murni, mungkin.

“itu adalah gelas dari kerajaan Romawi kuno”jelas Yoona.

Jessica menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa ia mengerti”lalu yang ini?”tanya Jessica sambil menunjuk gelas perak yang terdapat beberapa batu berwarna-warni seperti batu permata.

“kalau yang itu dari kerajaan india, kabarnya gelas itu pernah di pakai oleh dewa Krisna”jelas Yoona lagi.

Mata Jessica terbelalak”waw”gumamnya hamper tak percaya.

“apa semua barang-barang ini asli?”tanya Jessica.

Yoona menganggukan kepalanya”tentu saja”jawabnya.

Jessica mengernyitkan dahinya”tidak mungkin ini asli, kalau barang-barang disini semuanya asli kenapa kau berjualan ditempat seperti ini? kenapa kau tidak berjualan di Amerika saja, aku yakin pasti barang-barangmu akan laku keras dan mendapatkan keuntungan yang sangat besar”ucap Jessica panjang lebar.

Yoona tersenyum mendengar ucapan Jessica”kami menjual barang-barang kepada orang yang membutuhkan saja”jelas Yoona masih dengan senyum ramahnya.

“ah, mari kutunjukan sesuatu”seru Yoon atiba-tiba menarik Jessica kearah kasir. Jessica tidak protes sedikitpun kepada Yoona yang menariknya paksa.

“karena kau pengunjung pertama kami disini, aku ingin memberikan kau hadiah dank au bisa memilihnya”ucap Yoona dengan antusiasnya.

“hadiah?”ulang Jessica. Yoona menganggukan kepalanya.

“apa kau tidak akan dimarahi oleh pemilik toko ini jika kau memberiku hadiah?”selidik Jessica.

Yoona menggelengkan kepalanya”toko ini milik kakakku dan itu memang sudah menjadi tradisi ditoko ini, setiap pengunjung pertama toko ini boleh memilih hadiah yang ada dan gratis”jelas Yoona panjang lebar.

Yoona mengeluarkan beberapa barang-barang tokonya yang boleh Jessica pilih sebagai hadiah. Mata Jessica langsung berbinar begitu melihat barang-barang yang Yoona keluarkan semuanya bagus dan unic. Mulai dari Kalung, cincin, anting, gelang dan sebuah bola Kristal. Mata Jessica langsung tertuju kepada kalung yang berbandul cincin kembar yang terbuat dari emas putih, simple dan tidak terlalu terkesan barang antic.

“aku pilih ini”ucap Jessica senang dan mengambil kalung berbandul cincin kembar tersebut.

Yoona tersenyum melihat pilihan Jessica”pilihan yang bagus”komentar Yoona.

Jessica semakin senang mendengar ucapan Yoona”kalung ini siapa yang pernah memakainya?”tanya Jessica penasaran sambil menyerahkan kalung itu kepada Yoona agar dibungkus.

“dari kabar yang kudengar kalung itu pernah dipakai oleh putri mahkota dari kerajaan yang berada di Inggris”jawab Yoona.

“siapa?”

“kalau namanya aku tidak tahu”jelas Yoona.

Walaupun tidak mendapat jawaban yang kurang memuaskan kali ini tapi tidak membuat rasa senang Jessica berkurang.

“ini sudah selesai”ucap Yoona dan menyerahkan sebuah bungkusan kecil yang diyakini berisi kalung yang tadi Jessica pilih.

“gomawo”ucap Jessica tulus sambil tersenyum manis.

“cheonmaneyo”balas Yoona.

“semoga kau senang dengan mereka”tambah Yoona sambil melambaikan tangannya kearah Jessica.

“ne, sekali lagi terima kasih”balas Jessica sambil melambaikan tangannya.

Sepanjang perjalan pulang jessica tidak henti-hentinya tersenyum dan bangga kepada dirinya sendiri karena ia sangat beruntung mendapatkan kalung berbandul cinicin kembar itu.

“aku memang gadis yang paling beruntung”gumam Jessica senang sambil memeluk bungkusan yang berisi kalung.

“sudah sampai nona”ujar supir taksi saat mereka sudah sampai tujuan yaitu tempat Jessica tinggal.

“eh? Sudah sampai ya”seru Jessica senang, supir taksi itu menganggukan kepalanya. Jessica segera membayar ongkos taksi”ambil saja kembaliannya”ucap Jessica lalu bergegas keluar.

“apanya yang kembali, dia membayar pas dengan harga”gerutu supir taksi.

Jessica masuk ke dalam apartemennya dengan buru-buru, ia ingin segera memakai kalung berbandul cincin kembar itu.

“ah sebaiknya aku menaruh semua makanan ini di lemari pendingin terlebih dahulu”gumam Jessica yang melihat makanan yang tadi ia beli masih berada ditangannya.

Setelah menaruh semua makanan yang ia beli, Jessica segera berlari ke kamarnya dan berdiri tepat di depan cermin. Ia segera membuka bungkusan yang berisi kalung berbandul cincin kembar itu dan memasangnya di leher indahnya.

“aku pasti semakin cantik kalau mengenakan kalung ini”gumam Jessica senang sambil mengelus-elus bandul kalungnya lalu mengcupnya.

“aku beuntung memilikinya”ujar Jessica senang lalu segera menuju tempat tidurnya dan terlelap tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu.

***

Jessica merasa ada yang tengah memperhatikannya tidur dan ia juga merasa ada orang yang tidur disampingnya.

“nghh”lenguh Jessica.

“kyaaaaa”teriak Jessica saat mendapati seorang namja tampan tengah berdiri tepat di depan wajahnya dengan jarak yang sangat dekat.

“siapa kau?”teriak Jessica ketakutan.

Namja itu menutup telinganya yang terasa sakit akibat teriakan Jessica”bisa tidak kau diam?”Tanyanya dengan dingin.

Jessica menggelengkan kepalanya walaupun ia takut”tidak! Siapa kau?”Tanya Jessica sambil teriak bahkan kali ini teriakannya lebih kencang.

“ada apa hyung? Kenapa kalian berisik sekali?”Tanya seoarang namja dari samping Jessica. Sontak Jessica menoleh kearah sumber suara dan ia mendapati namja yang tak kalah tampanya dengan namja yang berada di depannya itu.

“kyaaaaaaa”lagi-lagi Jessica berteriak dengan suaranya yang cempreng.

“emmmmmphhh”ronta Jessica saat namja di depannya itu membekap mulutnya.

“ya! Diam”bentak namja yang membekap mulut Jessica.

Jessica menganggukan kepalanya bertanda ia akan diam”kau janji tidak akan teriak lagi?”Tanya namja yang membekap mulutnya. Lagi-lagi Jessica menganggukan kepalanya. Lalu namaja itu melepaskan bekapannya.

“siapa kalian? Kenapa kalian ada dikamarku?”Tanya Jessica kali ini ia tidak berteriak lagi.

Namja di depannya itu menghela napas berat”ini akan lama”gumamnya lemas. Sementara namja yang berada disamping Jessica kini tengah memperhatikan Jessica dengan detail, lalu tersenyum ah tidak lebih tepatnya ia menyeringai kearah Jessica.

“kami adalah butler”jelas namja di depannya dengan nada yang dingin.

“butler?”ulang Jessica bingung.

“biar aku saja hyung yang jelaskan”ujar namja disamping Jessica sambil tersenyum manis kearah Jessica.

‘sepertinya ia orang baik’ucap Jessica dalam hati.

‘tidak seperti hyungnya itu’tambahnya sambil menatap namja dingin di depannya itu dengan sinis.

“terserah kau saja Hae-ah”ucap namja dingin yang dipanggil hyung oleh namja yang dipanggil dengan sebutan ‘Hae’ itu lalu berlalu dari hadapannya dan juga Jessica.

“siapa nama kalian?”Tanya Jessica.

“eh nama?”ualng namja yang tadi dipanggil Hae itu. Jessica menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

“kau panggil saja aku Donghae dan tadi hyungku itu Jaejoong”jelas Donghae. Lagi-lagi Jessica hanya menganggukan kepalanya.

“aku pernah mendengar istilah butler tapi itu hanya di komik yang pernah aku baca, apa kalian juga seperti itu?”Tanya Jessica ragu.

“memangnya seperti apa butler yang kau tahu?”Tanya Donghae balik.

“pelayan”jawab Jessica pelan.

“emm,,kau benar kami bisa dibilang pelayan tapi kami bisa lebih dari itu”jelas Donghae.

“tunggu dulu, bagaimana bisa tiba-tiba kalian bisa menjadi butlerku?”Tanya Jessuca lagi.

“itu karena kau memiliki kalung berbandul cincin kembar itu”jawab Donghae sambil menunjuk kalung yang tengah Jessica kenakan.

“selama kau mengenakan kalung itu, kaulah majikan kami”tambah Donghae.

“hehe, aku memang beruntung mendapatkan kalung ini”ujar Jessica senang sementara Donghae hanya melihat saja lalu menyeringai kecil.

“apa kalian akan mengabulkan semua permintaanku?”Tanya Jessica dengan mata yang berbinar.

Donghae menggelengkan kepalanya”tidak, kami bukan peri”jelas Donghae.

Tiba-tiba namja yang bernama Jaejoong itu dating menghampiri Donghae dan Jessica”aku tidak akan menuruti perintamu”ucap Jaejoong dingin.

Jessica mengernyitkan dahinya”kenapa? Bukankah itu sudah tugasmu menjadi butlerku selama aku yang memiliki kalung ini?”Tanya Jessica bingung, pupus sudah harapannya mempunyai dua orang yang akan melayaninya.

“aku tidak suka padamu”jawab Jaejoong dingin. Jessica yang mendengar jawaban Jaejoong hanya bisa mengerucutkan bibirnya, tapi beberapa saat kemudian Jessica kembali tersenyum.

“dan Donghae tidak mungkin jadi pelayanmu juga”tambah Jaejoong yang tahu arti dari senyumna Jessica itu.

Jessica menatap Jaejoong sebal lalu mengalihkan pandangannya kearah Donghae yang dibalas dengan cengiran”aku menuruti apa kata hyungku”ucap Donghae dengan santai. Lalu ia masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.

Sekarang Jessica merasa dirinya tidak beruntung karena mendapatkan kalung berbandul cincin kembar itu apalagi bertemu dengan Jaejoong dan Donghae yang ternyata menyebalkan itu.

*** Twins Butler ***

Iklan

7 pemikiran pada “Twins Butler

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s