Princess (part 1)

Title : Princess

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Cho Kyuhyun

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

Choi Sooyoung

Lee Donghae

Genre : Romance

Rating : Teen

Length : Chapter

*** Princess by Жin Genie ***

”dasar gadis manja, apa jadinya ia tanpa ketiga dayangnya itu”ucap seorang yeoja sinis, sambil menatap yeoja berambut blonde dan teman-temannya dengan sinis pula.

”cih, sudah pasti ia tidak bisa apa-apa”balas yeoja lain, yang tak lain adalah teman yeoja tadi.

”tentu saja, yang ia bisa lakukan hanya merengek kepada dayangnya itu”desis yeoja pertama

”haha, kau benar”timpal yeoja kedua.

“`***“`

”astaga”seru yeoja berambut blonde tiba-tiba sambil menepuk jidatnya dan menghentikan langkahnya.

Sontak itu membuat ketiga temannya juga ikut menghentikan langkah mereka dan menoleh ke yeoja tadi dengan tatapan bingung”waeyo?”tanya ketiga temannya kompak.

”aku belum mengerjakan PR dari Kang seonsaengnim”cengirnya.

Ketiga temannya mendengus”memangnya sejak kapan kau pernah mengerjakan PR”cibir salah satu temannya yang paling tinggi diantara mereka.

Yeoja berambut blonde yang tadi di cibir hanya memperlihatkan cengirannya”hehe, kau kan tahu Sooyoung-ah kalau aku tidak suka pelajaran dari Kang seonsaengnim”kilahnya.

”tidak hanya pelajaran Kang seonsaengnim, tapi semua pelajaran”timpal salah satu sahabatnya lagi yang memiliki eyes smile itu.

”ya! Tidak seperti itu juga Tiffany Hwang! Aku suka pelajaran Mrs. Kim”sungut yeoja berambut blonde sambil mengerucutkan bibirnya.

”tentu saja kau suka, Mrs. Kim kan mengajar bahasa inggris, ck”decak yeoja yang tadi dipanggil Tiffany, atau lebih akrabnya dipanggil Fany.

”tapi aku juga suka pelajaran Shin seonsaengnim”ujarnya terus mengelak.

”tentu saja, siapa yang tidak menyukai Shin seonsaengnim? Ia adalah guru terbaik di sekolah kita, karena hanya dia yang tidak marah jika ada yang membolos ataupun tidak mengerjakan PR”ucap yeoja jangkung bernama Sooyoung. Yeoja berambut blonde itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya karena setiap ucapannya bisa dibantah dengan mudah oleh sahabatnya.

”kenapa pagi ini kalian sensi sekali denganku? Lihatlah Yul, mereka sekongkol”adu yeoja blonde itu kepada satu sahabatnya yang dari tadi hanya diam menyaksikan keributan kecil antar sahabatnya itu.

”Yul, kali ini kau tidak boleh membelanya lagi. Kau harus bilang pada si bontot ini suapaya lebih rajin belajar agar bisa naik kelas”ucap Tiffany sambil menunjuk yeoja blonde. Sementara yang ditunjuk sedang menatap Tiffany kesal.

”aku tidak suka dipanggil bungsu”protesnya sambil menghentakan kakinya.

”tapi kenyataanya kau memang yang paling muda diantara kita”ucap Sooyoung membela Tiffany.

”lihatlah tingkahmu sekarang, seperti anak kecil yang tidak dibelikan ice cream oleh ibunya”ledek Tiffany.

”haha”tawa sahabat yeoja blonde itu melihat wajah yeoja blonde itu yang sedang marah memang terlihat seperti anak kecil.

”Yul~, lihat”adunya lagi. Yeoja yang dipanggil Yul dan bernama lengkap Kwon Yuri itu hanya tersenyum”sudahlah Sica, sebaiknya kita cepat ke kelas”ucap Yuri. Yeoja blonde yang dipanggil Sica, dan bernama lengkap Jessica Jung itu lagi-lagi hanya mengerucutkan bibirnya”menyebalkan”dengusnya.

”bukankah kau belum mengerjakan tugas dari Kang seonsaengnim?”Yuri mengingatkan. Jessica kembali menepuk jidatnya”ya ampun, aku lupa”serunya lalu menarik tangan sahabatnya agar cepat ke kelas.

”ya! Sica pelan-pelan”protes Sooyoung.

”tidak bisa, kita harus cepat. Kalau tidak aku akan dihukum Kang seonsaengnim”

“`***“`

”hehe, untungnya tadi aku tidak dihukum kang seonsaengnim”ujar Jessica senang saat ia dan sahabatnya berada di kantin sekolah mereka.

”kau jangan lupa, itu semua berkat bantuan kita”sergah Sooyoung yang disetujui oleh kedua sahabatnya yang lain.

”tentu saja aku tidak lupa, bagaimana kalau pulang sekolah kita ke water park”ajak Jessica dengan semangat menggebu.

”setuju”sahut sahabat Jessica dengan semangat.

”eh tapi, bukannya hari ini kita ada tugas matematika?”tanya Tiffany.

”ah iya”sahut yang lainnya lemas.

”bagaimana kalau hari minggu saja??”usul Jessica.

Sooyoung mendesah lemah”tapi hari minggu aku ingin kerumah pamanku di jeju”ucapnya.

”aku mau ke mall bersama eomma”ucap Tiffany.

”aku harus membantu eomma berjualan”ucap Yuri.

”lalu kapan?”

”sudahlah, kau tidak usah mentraktir kami. Kau sudah terlalu sering melakukannya Sica, aku tidak mau kau menganggap kami berteman denganmu karena kau banyak uang”ucap Yuri panjang lebar.

Jessica tersenyum mendengar ucapan Yuri”aku tahu kok, kalian berteman denganku tulus”ucap Jessica sambil memeluk Yuri. Tiffany dan sooyoung yang melihat adegan mengharukan kedua sahabatnya itu juga ikut memeluk kedua sahabatnya, Jessica dan Yuri.

”aku sayang kalian”ucap Jessica.

”ne, aku juga sayang kalian”ucap Sooyoung.

”sudah, aku malu”ucap Yuri sambil menyeka air matanya.

”kau ini”decak Tiffany pura-pura kesal.

“`***“`

”ayo kita pulang”ajak Sooyoung.

”tunggu, aku belum selesai”sela Jessica yang tengah sibuk memasukan alat tulisnya kedalam tas.

”selalu saja kau yang paling telat”sindir Tiffany.

”hehe”cengir Jessica mendengar sindiran sahabatnya.

”Yuri, kau pulang denganku”ucap Jessica yang sudah selesai memasukan bukunya.

”tidak, aku bisa pulang naik bus. Rumah kita kan tidak searah sica”ujar Yuri.

”siapa bilang tidak searah?”tanya Jessica.

”loh? Memang tidak searah kan? Kau ke daerah Kangnam, aku ke daerah Myeongdong”jawab Yuri.

”ckck, Yuri sepertinya kau tidak tahu ya? Untuk Sica, semua jalan searah”ucap Tiffany sambil menggelengkan kepalanya melihat perdebatan kecil itu.

”tuh kan kata Fany juga searah”seru Jessica senang karena kali ini Tiffany membelanya.

”baiklah-baiklah”ucap Yuri mengerti.

”kau mau pulang bersamaku Young?”tanya Jessica ke sooyoung yang saat ini tengah berkutat dengan ponsel putih miliknya.

Sooyoung menggeleng”aku dijemput Siwon oppa”jelas Sooyoung sambil menunjukan pesan singkat dari Siwon.

”oppamu yang tampan itu??”tanya Tiffany antusias.

”ne dan kau jangan coba goda oppaku”hardik Sooyoung.

Tiffany mengerucutkan bibirnya”waeyo??”tanyanya.

”karena kau itu jelek Hwang Miyoung”jawab Sooyoung sambil menjulurkan lidahnya kearah Tiffany dan berlari keluar kelas dengan kencang sebelum Tiffany memukulnya.

”ya! Berhenti kau tiang listrik”teriak Tiffany sambil mengejar Sooyoung. Sementara Jessica dan Yuri berjalan dengan santai. Jessica menggandeng tangan Yuri, ini memang sudah jadi kebiasaan Jessica. Selalu menggandeng sahabatnya yang berjalan disamping kanannya.

”sica”panggil Yuri.

Jessica menoleh kearah Yuri yang berada disebelah kanannya”apa?”sahutnya.

”gomawo”

Jessica membelalakan matanya”hah? Untuk apa?”tanyanya bingung.

”untuk semuanya”jelas Yuri, tapi masih tidak di mengerti oleh Jessica yang memang kadang lemot ini.

”walaupun aku kurang mengerti maksudmu itu Yul, tapi cheonman”ucap Jessica polos.

Yuri tersenyum mendengar ucapan Jessica. Ia benar-benar beruntung mendapatkan sahabat sebaik Jessica, walaupun kadang lemot.

“`***“`

Jessica memasuki rumah mewah nan megah yang bergaya eropa itu dengan sedikit berlari. Hari ini eommanya akan pulang dari china dan kemungkinan sudah ada dirumah.

” Im ahjumma, mommy mana?”tanya Jessica saat ia tidak mendapati mommy-nya diruang kerja dan kamarnya.

Im ahjumma nampak berpikir sejenak”nyonya-”

”kali ini negara mana lagi ahjumma?”potong Jessica yang tahu bahwa eommanya lagi-lagi pergi tanpa berpamitan dengannya. Padahal sudah 2 minggu ibu dan anak itu tidak saling bertemu.

Im ahjumma tersenyum getir”canada”jawabnya.

”berapa lama?”tanya Jessica lagi. Im ahjumma menggelengkan kepalanya”saya kurang tahu nona muda”jelasnya.

”ahjumma, sudah berapa kali aku bilang. Panggil aku Sica saja, jangan nona muda. Aku tidak suka itu”protes Jessica sambil mengerucutkan bibirnya.

Im ahjumma tersenyum”tapi saya harus tetap memanggil anda dengan sebutan ‘nona muda’ itu sudah merupakan keharusan untuk siapa saja yang bekerja disini, termasuk saya”jelas Im ahjumma.

Jessica membuang napas berat”yasudah”pasrah Jessica. Sekeras apapun usahanya untuk membuat Im ahjumma untuk tidak terlalu formal padanya akan sia-sia karena im ahjumma itu sangat patuh terhadap peraturan.

”anda ingin makan nona muda?”tanya Im ahjumma. Jessica menggelengkan kepalanya”aku sudah makan dirumah Yuri”jawab Jessica bohong. Mood-nya hari ini sedang sangat tidak baik karena mommynya itu.

“`***“`

”nona muda”pangggil Im ahjumma dari luar kamar Jessica. Tidak ada jawaban dari sang empunya nama karena ia masih berada di dunia mimpinya yang mungkin jauh lebih indah dari dunia nyata.

”nona muda anda harus bangun sekarang sudah jam 06.00 KST”ucap Im ahjumma lagi. Masih tidak ada jawaban.

”nona muda saya masuk ya”ijin Im ahjumma sebelum membuka pintu kamar Jessica.

Kriett

pintu berwarna putih itu dibuka secara perlahan oleh Im ahjumma dan nampaklah yeoja blonde yang masih asik ditempat tidur king sizenya, Jessica.

”nona muda ayo bangun, nanti anda terlambat ke sekolah”ucap Im ahjumma sambil sedikit mengguncang tubuh nona mudanya itu.

”enghh”lenguh Jessica tapi masih belum membuka matanya.

”ayo nona bangun”ucap Im ahjumma dengan sabar.

”sebentar lagi ahjumma, kepalaku pusing”ucap Jessica masih dengan mata yang tertutup.

Mendengar ucapan Jessica, Im ahjumma buru-buru memeriksa kening Jessica. Apakah dia panas atau tidak.”tidak panas”gumam Im ahjumma pelan.

”apa perlu saya panggil kan dokter nona??”tanya Im ahjumma dengan nada khawatir.

”tidak perlu ahjumma, nanti juga akan sembuh”tolak Jessica cepat begitu mendengar im ahjumma menyebutkan dokter. Jessica sangat takut dokter, karena ia trauma disuntik oleh dokter saat ia masih kecil.

”baiklah. Sebaiknya hari ini nona muda jangan ke sekolah dulu”nasihat Im ahjumma.

”anio ahjumma, hari ini aku ada ulangan dari Lee Seonsaengnim dan aku tidak ingin tertinggal mata pelajarannya”tolak Jessica.

”tapi-”

”’tenang ahjumma”potong Jessica dan beranjak bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Walaupun kepala Jessica masih terasa pusing tapi ia tetap bangun karena ia tidak ingin Im ahjumma memanggil dokter pribadi keluarganya dan bersikeras memaksanya untuk tidak datang kesekolah.

“`***“`

”hallo”sapa Jessica dengan wajah ditekuk dan suara yang kurang semangat kepada teman-temannya saat ia memasuki kelas.

”kau kenapa?”tanya Yuri teman sebangku Jessica. Jessica tidak menjawab hanya menunjuk kepalanya sebagai bahasa isyarat kalau kepalanya sedang sakit.

”hah?”bingung Yuri.

”pusing”jelas Jessica dan menghempaskan tubuhnya ditempat duduknya, tepat disamping kanan Yuri.

”mau kuantar ke UKS?”tawar Yuri.

”anio Yul, aku mau ikut ulangan Mrs. Kim’tolak Jessica sambil menaruh kepalanya dimeja dan mulai memejamkan matanya berharap pusingnya akan berkurang.

”arraseo”ucap Yuri dan membiarkan Jessica tidur sebentar sebelum seonsaengnim datang.

Tiffanya yang duduk dibelakang mereka menepuk bahu Yuri pelan.

”kenapa?”tanyanya dengan suara yang sangat pelan bahkan terkesan seperti bisikan.

Yuri tidak menjawab hanya melakukan apa yang Jessica lakukan tadi menyentuh kepalanya. Tiffanya mengernyitkan dahinya bingung, tapi setelah beberapa saat Tiffany menganggukan kepalanya mengerti. Sooyoung yang melihat Tiffany dan Yuri menjadi bingung.

”kalian sedang membicarakan apa si??”tanyanya penasaran.

Dengan kompak Tiffany dan Yuri menunjuk Jessica yang sedang tiduran di mejanya.

”dia sakit?”tanya Sooyoung dengan suara pelan. Tiffany dan Yuri menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

Tak lama Lee seonsaengnim datang dengan setumpuk kertas ulangan ditangan kirinya.

”sica bangun, Lee seonsaengnim datang”ucap Yuri sambil mengguncank pelan bahu Jessica.

”nghh”lenguh Jessica pelan dan menegakan badanya.

”baik anak-anak sesuai dengan yang ibu katakan minggu lalau kalau hari ini kita akan ulangan”ujar Lee seonsaengnim sambil membagikan kertas ulangan kepada murid-murid kelas XI.D.

”kalian sudah mendapatkanya kan?”tanya Lee seonsaengnim.

”ne seonsaengnim”jawab anak kelas XI. D kompak.

”bagus, waktu kalian untuk mengerjakan ulangan kali ini hanya 45 menit”seru Lee seonsaengnim.

”yang benar saja masa soal sesusah ini kita hanya diberi waktu 45 menit”gumam Sooyoung kesal sambil menatap kertas di depannya dengan pandangan ngeri. Melihat soal esay sebanyak 20 soal.

”Sooyoung, kerjakan”tegur Lee seonsaengnim.

”ne seonsaengnim”patuh Sooyoung.

Yuri menatap Jessica yang kini tengah menatap soal dihadapanya dengan tatapan bodoh miliknya.

”bagaimana aku mengerjakan soal sesusah ini?” gumam Jessica lemah.

“Sooyoung yang lebih pintar dariku saja tidak bisa”tambahnya dengan nada frustasi

”huft”

”waeyo Sica? Kau tidak bisa?”tanya Yuri yang mendengar ocehan Jessica.

”hehe tidak”jawab Jessica jujur.

”yasudah kau lihat saja jawabanku”tawar Yuri sambil berbisik. Jessica menggelengkan kepalanya”aku akan berusaha sendiri”tolak Jessica pelan.

”baiklah, jika ada yang ingin kau tanyakan, tanyakan saja padaku”ucap Yuri

“hm”sahut Jessica pelan.

Jessica menatap kertas dihadapannya dengan nanar. Bagaimana aku mengerjakannya?. Pikir Jessica bingung.

Akhirnya dengan kemapuan seadanya dan dengan kondisi fisiknya yang kurang sehat ia berusaha mengerjakan ulangan dari Lee seonsaengnim semampunya.

Yuri mengerjakan ulangan dari Lee seonsaengnim dengan mudah karena memang ia adalah murid yang pandai dikelas, terutama dalam mata pelajaran Matematika yang diajarkan Lee seonsaengnim. Tiffany tidak nampak kesusahan walaupun ia tidak begitu memahami pelajaran Matematika karena ia dan Sooyoung sudah sepakat kerja sama untuk ulangan dari Lee seonsaengnim ini.

Waktu sudah berjalan 25 menit, tapi Jessica baru mengerjakan dua soal itupun belum tentu benar.

“ah aku tidak bisa”gumam Jessica frustasi.

Jessica mengedarkan pandangannya ke penjuru kelas dan ia melihat semua murid sedang sibuk mengerjakan soal dari Lee seonsaengnim.

“sepertinya hanya aku yang tidak bisa”serunya pelan.

Dengan waktu yang tersisa Jessica berusaha mengerjakan 18 yang tersisa, tentu saja dengan asal.

“kumpulkan”seru Lee seonsaengnim lantang.

“yahhh”desah kecewa murid sekelas termauk Yuri yang nampak dengan mudah mengerjakan soal Lee seonsaengnim.

“dalam hitungan 5 jawaban harus sudah dikumpulkan”perintah Lee seonsaengnim.

“satu”

“dua”

“Tiffany Sooyoung, kalian tidak boleh kerja sama”tegur Lee seonsaengnim yang rupanya menyadari kecurangan yang dilakukan oleh Tiffany dan Sooyoung.

“ne seonsaengnim”patuh mereka berdua.

“tiga”

“empat”

“lima, ok ibu tidak akan menerima lagi lembar kerja yang akan dikumpulkan”ucap Lee seonsaengnim tegas, untung saja murid-murid sudah mengumpulkan lembar jawabannya.

“istirahat kalian bisa melihat hasilnya di madding”ucap Lee seonsaengnim dan berlalu dari kelas XI. C.

“ahhh selesai juga”ujar Jessica sedikit bisa bernapas lega.

“kau bisa Sica?”tanya Sooyoung.

Jessica tersenyum mendengar pertanyaan Sooyoung”tentu saja”jawabnya.

Ketiga sahabat Jessica tersenyum mendengar jawaban Jessica.

“tidak bisa”lanjut Jessica pelan.

Senyum yang tadi sudah tersungging di bibir masing-masing sahabat Jessica kini digantikan dengan wajah kikuk.

“kenapa tidak nyontek saja punya Yuri?”tanya Tiffany.

Jessica menggelengkan kepalanya”nanti kalau ketahuan kasihan Yuri dia pasti juga akan kena hukuman dari Lee seonsaengnim”jawab Jessica.

Ketiga sahabatnya terdiam, memang kalau ketahuan menycontek di pelajaran Lee seonsaengnim konsekuensinya berat.

“sudahlah kalian tenang saja, aku yakin nilaiku tidak akan dibwah 50”ujar Jessica percaya diri.

“semoga saja”sahut Sooyoung agak kurang yakin, yang mendapat anggukan dari Yuri dan Tiffany.

“kau sudah baikkan?”tanya Yuri khawatir.

Jessica diam sejenak”tidak”jawab Jessica sambil menggelengkan kepalanya.

“mau ke UKS?”tanya Yuri lagi.

Lagi-lagi jessica menggelengkan kepalanya”aku masih kuat”jawab Jessica berusaha meyakinkan.

“kau terlalu memaksakan diri”komentar Tiffany yang melihat Jessica terus menolak dibawa ke UKS.

“aku masih kuat, kau tidak percaya eoh?”

“tidak”sahut Tiffany.

“sudahlah Sica lebih baik kau tiduran saja sambil menunggu mata pelajaran berikutnya”nasihat Yuri.

“kau jangan ganggu dia Fany-ah”ucap Yuri kepada Tiffany.

“kau selalu membelanya Yul”balas Tiffany.

Karena hari ini ada ulangan dan Lee seonsaengnim harus memeriksanya jadi ia keluar kelas terlebih dahulu. Setelah pejaran Lee seonsaengnim habis sekitar 45 menit kemudian  Jung seonsaengnim datang untuk mengajarkan Sastra Korea. Yuri maju ke meja guru untuk memberitahu kalau Jessica sakit dan ia tidak ingin dibawa ke UKS, jadi Yuri meminta ijin agar seonsaengnim membiarkan Jessica beristirahat dikelas. Untunglah Jung seonsaengnim orang yang baik, jadi bisa menolerir ada murid yang tidur di kelas saat ia sedang menerangkan materi pelajaran.

“oh ya, sebelum memulai pejaran ibu akan memperkenalkan dua murid baru, mereka pindahan dari Japan”

“ok, kalian boleh masuk dan perkenalkan diri kalian masing-masing”perintah Jung seonsaengnim.

Dua orang namja dengan penampilan yang rapi namun terlihat sangat keren dan tampan masuk ke kelas XI.C dengan wibawanya dan membuat semua murid  yeoja di kelas terpesona, ralat. Tidak semua murid yeoja karena Jessica kini tengah tertidur jadi ia tidak tahu kalau di kelasnya ada murid baru.

“Cho Kyuhyun imnida”ucap seorang namja yang lebih tinggi dengan nada dingin sekaligus wajah datar.

“Lee Donghae imnida”ucap namja kedua yang sedikit lebih pendek itu dengan singkat sama seperti Kyuhyun.

hening..

murid-murid bingung harus menanggapi seperti apa perkenalan yang dilakukan oleh Kyuhyun dan Donghae yang terbilang sangat singkat itu.

“emm.. apa sudah?”tanya Jung seonsaengnim ragu.

Dengan kompak kedua namja tampan itu mengganggukan kepalanya.

“ahh..baiklah kalian bisa duduk di kursi kosong paling belakang tepat dibelakan Tiffany dan Sooyoung”ujar Jung seonsaengnim sambil menunjuk tempat yang ia masuk.

“ne”sahut mereka kompak.

“baiklah anak-anak buka buku kalian halaman 52”perintah Jung seonsaengnim.

“emm.. Kyuhyun dan Donghae apa kalian sudah punya buku pelajarannya?”tanya Jung seonsaengnim.

“sudah seonsaengnim”jawab Donghae mewakili.

“bagus, jadi kalian bisa mengikuti pelajaran saya”

Jung seonsaengnim menerangkan pelajaran dengan suara yang cukup kencang tapi tidak membuat Jessica yang kini tengah tertidur itu bangun. Sementara murid yang lain mengikuti pelajaran Jung seonsaengnim dengan baik tidak ada yang sibuk sendiri termasuk dua anak baru Kyuhyun dan Donghae.

Setelah sekitar satu jam setengah Jung seonsaengnim mengajar pelajaran akhirnya pelajaran Sastra Korea selesai juga.

“baiklah, sampai jumpa minggu depan”ucap Jung seonsaengnim sebelum keluar kelas.

Setelah Jung seonsaengnim keluar kelas murid-murid kelas XI. C buru-buru keluar kelas.

“kenapa mereka buru-buru sekali?”tanya Tiffany bingung.

“tentu saja, kan ada hasil ulangan Matematika kita di madding”jawab Sooyoung.

Tiffany menepuk keningnya pelan”oh iya, ayo kita lihat”ajak Tiffany dan hendak keluar kelas tapi dengan cepat Sooyoung menarik tangan Tiffany.

“apa?”sahut Tiffany bingung.

“puti tidur belum bangun”jelas Sooyoung sambil menunjuk Jessica yang kini tengah dibangunkan oleh Yuri.

“bagaimana?”tanya Sooyoung.

“seperti biasa susah dibangunkan”jawab Yuri seadanya.

Tiffany menyeringai”aku tahu bagaimana cara membangunkannya”serunya senang.

“SICA JAEJOONG OPPA LEWAT”teriak Tiffany kencang.

Jessica yang mendengar nama Jaejoong di sebutkan langsung bangun seketika”mana? Mana Jaejoong oppa?”tanya Jessica yang masih dalam keadaan belum sepenuhnya sadar.

“Yul mana Jaejoong oppa?”tanya Jessica antusias, lupa kalau sekarang kepalanya masih sakit.

“tidak ada”jawab Yuri jujur.

Jessica menyeritkan dahinya bingung”loh? Tadi aku dengar ada yang bilang Jaejoong oppa lewat”ujarnya bingung.

Kedua sahabat Jessica Yuri dan Sooyoung dengan kompak menoleh kearah Tiffany”Tiffany Hwang”seru Jessica kesal.

“eitt, tenang dulu Sica, kau masih sakit jangan marah-marah dulu”ucap Tiffany mengingatkan.

“sudah jangan bertengkar, katanya mau melihat hasil ulangan Matematika”ujar Yuri memisahkan, selalu saja Yuri yang memisahkan jika ketiga sahabatnya itu sedang bertengkar.

“oh iya lupa, ayo! Aku sudah tidak sabar”ucap Tiffany dengan semangat menggebu.

Jessica yang mendengar hasil ulangan pun jadi tidak kalah semangatnya dengan Tiffany”ayo”serunya sambil menarik tangan sahabatnya.

“dia sudah sembuh?”bisik Sooyoung pelan ke Yuri.

“tidak tahu”sahut Yuri yang juga tidak tahu.

“ya ampun penuh sesak”komentar Tiffany saat mereka sudah sampai di madding yang mendapatkan anggukan dari Yuri dan Sooyoung. Sementara Jessica tengah berusaha berdesakkan dengan murid yang lain. Sooyoung yang melihatnya segera menyeret Jessica dari kerumunan tersebut.

“kau masih sakit Sica”ucap Sooyoung mengingatkan.

“kau bisa tambah sakit bungsu”ledek Tiffany.

“ya! Aku tidak suka di panggil bungsu”rengek Jessica dan mendekati Yuri.

“awas Fany ada yang mengadu”ledek Sooyoung.

“ya! Aku tidak mengadu”rengek Jessica lagi. Semenatara Sooyoung dan Tiffany tengah menertawakan tingkah kekanakan Jessica.

“lihat sudah renggang”seru Sooyoung yang sudah selesai meledek Jessica.

“lumayan”seru Sooyoung yang melihat daftar nilai yang tertera di madding ia mendapat nilai 60.

“yeyy aku 70”seru Tiffany senang.

“hey, kenapa nilaimu lebih tinggi dariku Fany-ah? Bukankah kita kerja sama?”selidik Sooyoung.

Tiffany menghentikan aksinya”aku tidak tahu Young, mungkin kau salah tulis”jelas Tiffany.

“kau tidak curang kan Tiffany Hwang?”tanya Sooyoung curiga.

“ya! Kau kan lihat aku menulis sama dengan apa yang tadi kita kerjakan”jawab Tiffany mulai kesal dituduh curang.

“oh ya?”

“iya”

“hey sudah jangan rebut, bukankah tadi kalian ketahuan kerja sama mungkin Lee seonsaengnim sengaja mengurangi nilai salah satu dari kalian”jelas Yuri menengahi.

“mungkin juga, tapi kenapa nilaiku?”ujar Sooyoung tidak terima.

“sudahlah Young, lagi pula nilaimu tidak jauh beda dengan Fany, hanya beda 10 point saja”ucap Jessica.

“hey, lihat ada yang mendapat nilai 20 Kyu”seru seorang namja dari arah belakang Jessica dan teman-temannya yang ternyata adalah Donghae dan Kyuhyun sang murid baru.

“ckck bodoh sekali yeoja yang bernama Jessica Jung itu”komentar Kyuhyun sadis.

Deg

Sontak Jessica dan teman-temannya melihat kearah daftar nilai dan benar saja Jessica mendapatkan nilai 20.

“memalukan nama sekolah Hanyang saja”ucap Donghae.

“iya, katanya Hanyang itu sekolah yang sangat bagus di seoul, tapi kenapa murid sebodoh dia bisa masuk Hanyang,c kckck. Benar-benar memalukan”tambah Kyuhyun.

‘apa-apaan orang ini membicarakan orang tepat dibelakang orang itu’geram Jessica dalam hati. Sementara ketiga sahabat Jessica kini tengah menatap Jessica yang wajahnya merah merona karena marah.

“sabar Sica”ujar Yuri pelan.

“tidak bisa”

Jessica membalikan badanya dan menatap kedua murid baru itu dengan kesal”ya! Seenaknya saja kalian membicarakanku”omelnya tiba-tiba membuat Kyuhyun dan Donghae mengernyitkan dahinya bingung dengan pandangan ‘siapa yeoja aneh ini?’.

“siapa kau?”tanya Kyuhyun datar.

“kau tidak tahu aku?”tanya Jessica kesal sambil menunjuk dirinya sendiri. Kyuhyun dan Donghae kompak menggelengkan kepalanya.

“aku Jessica Jung, orang yang kalian bicarakan”jelas Jessica.

“ohh jadi kau yang bernama Jessica”ujar Kyuhyun dengan tatapan merendahkan.

“dari wajah saja sudah terlihat jelas kalau dia bodoh”tambah Donghae dengan mimic wajah serius seperti detektif.

“jleb”

Dada Jessica terasa sesak mendengar ucapan Donghae dan Kyuhyun yang bisa dibilang terlalu jujur itu.

“ya!teriak Jessica tak terima dirinya dihina.

“duk duk”

Jessica menginjak kaki Kyuhyun dan Donghae.

“awww”ringis Donghae dan Kyuhyun bersamaan sambil menyentuh kakinya yang di injak dengan kencang oleh Jessica.

“aku tidak bodoh dan akan aku buktikan itu”ucap Jessica lalu pergi dari hadapan Kyuhyun dan Donghae.

“Sica tunggu”teriak Yuri, Tiffany dan Sooyoung bersamaan sambil mengejar Jessica yang tidak tahu pergi kemana.

“dasar yeoja gila”maki Kyuhyun yang masih memegangi kakinya yang kesakitan.

“tapi tadi saat dia marah-marah dia cantik juga”ujar Donghae sambil tersenyum kecil mengingat wajah Jessica yang tengah marah-marah.

“lucu”tambahanya.

“hey, tadi kau bilang wajahnya bodoh. Kenapa sekarang kau malah memujinya?”tanya Kyuhyun bingung melihat perubahan Donghae.

“tentu saja itu tadi Cuma untuk jaga gengsi Kyu, malu dong ketahuan sedang menjelekkan terus bilang dia cantik. Mau taruh dimana wajah tampanku yang tampan ini”jelas Donghae panjanga lebar.

“terserah deh”ucap Kyuhyun lalu pergi dari hadapan Donghae.

“hey, Kyu mau kemana kau?”tanya Donghae sambil mengejar Kyuhyun.

*** Princess by Жin Genie ***

Jam 12 :33 WIB

Minggu, 29 Juli 2012

Iklan

9 pemikiran pada “Princess (part 1)

  1. Kasian Jessica,.
    Ditinggal mulu sama oemma nya ke luar negeri. Untung sahabatnya baik-baik semua.
    Kayaknya konflik bakal dibuka di part 2 nih. Ditunggu next part nya thor.
    Klo bisa jangan lama-lama. hehee

  2. Hahaha sica emang ga bisa jauh” dari kata tidur selalu susah dibangunkan
    Hae ternyata bisa gengsi juga, kyu bisa” jadi musuh sica ini mah
    Kasian sica biarpun status princess tapi ga dapet kasih sayang poor sica
    Lanjut buat kyusica seromantis mungkin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s