Fake Married (part 1)

Title : Fake Married

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Lee Donghae

Genre : Romance

Rating : Teen

A/N : ff ini terinspirasi dari mimpiku, sebenernya mimpinya udah satu tahun yang lalu tapi baru aku buat ff sekarang 😀

semoga yang baca suka sama ff ini, amin~ #loh kayak berdoa aja

***Fake Married by Жin Genie***

”Jessica”ucap seorang namja kepada yeoja yang sedang menunggu bus di halte. Yeoja yang tadi di panggil Jessica menoleh ketika namanya disebutkan.

”Donghae”serunya sedikit tidak percaya.

”lama tidak bertemu”ujar Donghae mengawali pembicaraan diantara mereka sambil duduk disamping Jessica.

”iya, sudah sekitar 3 tahunan semenjak kita lulus dari Hanyang High School”ucap Jessica menanggapi.

”kau kuliah dimana?”tanya mereka bersamaan.

”hahaha”tawa mereka kompak.

”kau duluan saja yang jawab”ucap Donghae.

”Ladies first?”ledek Jessica.

Donghae tertawa mendengar ucapan Jessica”yes, ladies first”sahut Donghae.

”aku tidak kuliah, aku bekerja di toko roti di dekat Hanyang”jelas Jessica.

Donghae hanya menganggukkan kepalanya”Kara Bakery?”tanyanya memastikan.

”yeah”jawab Jessica seraya menganggukan kepalanya.

”kau sendiri? Ah pasti kau kuliah, kau kan anak orang kaya”ucap Jessica sambil tersenyum.

”ya begitulah, aku kuliah di Hanyang University”jelas Donghae.

Jessica hanya menganggukan kepalanya sekilas lalu melihat kearah jam tangan putihnya yang sudah menunjukkan pukul 08.47 KST, itu tandanya 13 menit lagi ia masuk kerja, tapi bus yang dari tadi ia tunggu belum kunjung datang.

”tidak biasanya”gumam Jessica sedikit resah.

Donghae terus memperhatikan gerak-gerik Jessica”waeyo? Sepertinya kau gelisah sekali?”tanya Donghae penasaran.

”sebentar lagi aku masuk kerja, tapi bus yang biasa aku naiki belum datang”jawab Jessica lesu.

”mau kuantar?”tawar Donghae.

Jessica menautkan alisnya”bukankah kau disini untuk menunggu bus? Lalu kau mau mengantarku menggunakan apa?”tanya Jessica bingung.

Donghae terkikik mendengar penuturan Jessica”aku tidak sedang menunggu bus, tadi aku melihatmu sedang menunggu bus jadi aku hampiri saja. Ingin berbincang dengan teman lama”jelas Donghae panjang lebar.

”oh begitu”seru Jessica sedikit malu.

”bagaimana? Kau mau?”ulang Donghae.

Jessica berpikir sejenak”tidak merepotkan kok”ucap Donghae yang tahu Jessica merasa tidak enak.

”benarkah? Memangnya kau tidak ke kampus?”tanya Jessica memastikan.

”aku ada kelas jam 10.00.KST”jawab Donghae.

”jadi bagaimana?”tanya Donghae untuk yang ketiga kalinya.

Jessica tersenyum”baiklah kalau kau memaksa”ucap Jessica sambil terkekeh.

Selama di perjalanan menuju Kara Bakery tempat Jessica bekerja mereka terus bercerita tentang kehidupan mereka setelah lulus dari Hanyang High School.

”gomawo sudah mau mengantarkanku”ucap Jessica sambil sedikit membungkukkan badanya.

”ya! Tidak usah seformal itu denganku, kita kan teman”ucap Donghae tidak enak.

Jessica tersenyum mendengar Donghae sang orang kaya mau berteman dengannya yang orang miskin”ayo mampir dulu, akan aku beri roti gratis”tawar Jessica berusaha membalas jasa Donghae.

”memangnya boleh memberikan roti gratis?”tanya Donghae polos dengan wajah yang berseri seperti anak kecil yang akan dibelikan ice cream.

Jessica terkekeh pelan mendengar ucapan polos Donghae”tentu saja tidak”ucap Jessica sambil tertawa.

”potong gajiku”tambah Jessica.

Seketika wajah Donghae langsung berubah”tidak, aku tidak mau membuatmu di potong gaji”ucap Donghae.

Jessica kembali terkekeh dan itu membuat Donghae bingung.

”waeyo?”

”kau tenang saja, gajiku tidak akan dipotong, bos ditempatku bekerja itu baik, tadi aku hanya bercanda”jelas Jessica.

”lagipula masih ada 5 menit sebelum kami membuka toko”tambah Jessica sambil melihat jam putihnya.

”tidak, lain kali saja”ucap Donghae.

”oh ayolah, ini sebagai ucapan terima kasih dariku”bujuk Jessica.

Donghae menggeleng sambil tersenyum”lain kali saja, aku ada urusan sebelum ke kampus, jadi lain kali saja”jelas Donghae.

”baiklah”

”aku pergi dulu, annyeong Jessica”pamit Donghae.

”annyeong”balas Jessica.

Baik Jessica maupun Donghae tidak menyangka akan bertemu seperti ini dan berbincang tentang banyak hal. Masalahnya saat mereka di Hanyang High School mereka tidak pernah berbincang seakrab tadi, paling mereka hanya saling bertegur sapa saja tidak lebih dari itu.

*+*+*+*+*

”Sica kau akan menjenguk Yuri hari ini?”tanya Tiffany temannya yang juga bekerja di Kara Bakery.

Jessica menggukkan kepalanya sekilas lalu kembali melanjutkan pekerjaanya menyusun roti-roti ke tempatnya masing-masing sesuai dengan namanya.

”sepertinya aku tidak jadi menjenguk Yuri hari ini”ucap Tiffany dengan nada menyesal. Jessica menghampiri Tiffany yang tengah melap gelas dan piring di pantry.

”waeyo?”selidik Jessica.

”Siwon oppa mengajakku bertemu dengan keluarganya hari ini”ucap Tiffany.

”wah bagus itu, kau kan bisa menjenguk Yuri besok atau lusa kalau ia memang masih sakit”ucap Jessica.

”tapi aku ingin menjenguk Yuri bersamamu”ucap Tiffany.

”tenang saja aku akan menemanimu kalau kau ingin menjenguk Yuri”

”jongmal?”tanya Tiffany memastikan.

Jessica menganggukan kepalanya seraya membantu Tiffany melap gelas dan piring sebelum mereka menutup toko.

”kau baik sekali Sica”ucap Tiffany sambil menunjukan eyes smilenya.

”tentu saja, aku kan Jessica Jung yeoja yang baik hati dan juga cantik”ucap Jessica membanggakan diri sendiri.

”menyesal aku memujimu”cibir Tiffany bercanda.

”hahaha..sudah cepat melapnya kau kan akan bertemu dengan keluarga Siwon oppa, jadi kau harus berdandan dan tampil cantik”seru Jessica.

”ne”

*+*+*+*+*

Jessica berjalan kearah apartemen Yuri setelah turun dari halte bus dekat apartemen Yuri. Apartemen Yuri memang letaknya agak jauh dari jalan yang dilewati oleh bus, tapi jika naik taxi bisa langsung sampai di depan apartemen Yuri. Berhubung Jessica sedang berhemat untuk biaya Krystal-adiknya kuliah tahun depan, jadi ia harus berhemat.

”ting tong”

Jessica memencet bel apartemen Yuri tapi tidak ada tanda-tanda Yuri akan membukkan pintu.

”ting tong”

Lagi-lagi Jessica memencet bel apartemen Yuri dan lagi-lagi Yuri tidak membukkan pintunya.

Drttt drtt

ponsel Jessica bergetar, ada sms masuk dari Yuri.

From : Yuri

Sica apa itu kau yang datang bertamu?

Dengan cepat Jessica membalas pesan dari Yuri.

To : Yuri

ne, cepat buka pintunya

pesan dikirim

tak berapa lama ponsel Jessica kembali bergetar dan satu pesan dari Yuri.

From : Yuri

aku tidak kuat untuk membuka pintu kepalaku sakit sekali, 8492 itu kode apartemenku.

Setelah membaca pesan dari Yuri, Jessica langsung menekan sederet angka yang telah Yuri beritahu bahwa itu adalah kode apartemennya.

”ceklek”

Pintu terbuka setelah Jessica memasukan kode apartemen Yuri, langsung saja Jessica masuk kedalam ruangan yang Jessica tahu adalah kamar Yuri.

Jessica langsung menghampiri Yuri dan menaruh tangannya di kening Yuri begitu ia sampai di kamar Yuri.

”kau panas sekali Yul, apa kau sudah minum obat?”tanya Jessica khawatir.

Yuri menggelengkan keplanya sebagai jawaban”aku tidak kuat bangun dari tempat tidur Sica”jelas Yuri.

”dimana kau biasa menaruh kotak obat?”tanya Jessica.

”diatas lemari pendingin yang ada di pantry”jawab Yuri.

Setelah tahu dimana tempat obat Jessica langsung bergegas mengambilnya.

”obat penurun panas”gumam Jessica sambil mencari obat tersebut.

”tidak ada”ucap Jessica setelah ia mengeceknya berkali-kali.

Jessica langsung kembali ke kamar Yuri”Yul, sepertinya obat penurun demam habis”ucap Jessica.

”oh iya aku lupa membelinya”seru Yuri sambil menepuk keningnya.

”baiklah biar aku saja yang beli. Oh ya apa kepalamu juga pusing?”

”ne”

setelah mendengar jawaban Yuri Jessica langsung pergi mencari apotek terdekat.

”ah apotek kan jauh dari sini”ucap Jessica lemas saat mengingat disini tidak ada apotek.

Jessica memutar otaknya”ah aku beli di super market saja, siapa tahu ada”ujar Jessica senang ketika menemukan solusi.

Jessica menelusuri jalan pertokoan menuju super market terdekat.

”emm.. Apakah disini menjual obat demam dan pusing?”tanya Jessica kepada penjaga kasir super market.

”mianhae, persedian obat di toko kami sedang habis”jawab penjaga kasir itu.

”ah begitu”seru Jessica lalu pergi dari super market itu dan mencari super market yang lain.

”aku harus cepat”gumam Jessica lalu berlari mencari super market yang lain.

”hosh hosh”deru napas Jessica yang memburu akibat berlari dengan jarak yang cukup jauh.

”a-apa a..ada obat demam dan pusing?”tanya Jessica kepada penjaga kasir super market yang kedua.

”sebentar saya lihat dulu”ucap penjaga kasir itu lalau menuju kearah rak yang menyediakan berbagai obat.

”hanya ada obat demam saja”ucap penjaga kasir itu sambil menunjukkan obat demam.

”oh iya tidak apa-apa, berapa?”

” 5000 Won”ucap sang penjaga kasir.

Jessica mengeluarkan uang 5000 Won lalu pergi dari super market kedua dan mencari ke super market yang lain.

Jessica berlari lagi mencari super market yang ketiga. Kini perutnya mulai terasa sakit akibat ia yang terus berlari.

”aku harus cepat sampai, kasihan Yuri”gumam Jessica dan terus berlari mengabaikan rasa sakitnya.

”ah itu ada super market lagi”gumam Jessica senang.

”hosh hosh..apakah ada obat pusing?”tanya Jessica langsung kepada penjaga kasir super market ketiga.

”tidak ada”jawab sang penjaga kasir.

Begitu mendengar jawaban dari penjaga kasir Jessica langsung pergi dari super market ketiga.

”loh itu bukannya Jessica”gumam Donghae yang melihat Jessica keluar dari super market. Donghae langsung menghampiri penjaga kasir.

”yeoja tadi beli apa?”selidik Donghae ke penjaga kasir sambil menaruh satu kaleng minuman bersoda di kasir.

”oh yang pakai baju pink tadi?”tanya penjaga kasir memastikan.

Donghae menganggukan kepalanya”dia tidak membeli apa-apa”ucap penjaga kasir.

Donghae menautkan sebelah alisnya”tidak membeli apa-apa?”ulang Donghae.

” 2000 Won”ucap penjaga kasir.

Donghaee mengeluarkan uang 5000 Won.

”iya dia hanya bertanya apakah ada obat pusing, saat kubilang tidak ada. Dia pergi”jelas penjaga kasir.

Donghae yang mendengar kata ‘obat’ dan ‘pusing’ langsung lari menyusul Jessica tentu dengan belanjaanya.

”tunggu kembaliannya”teriak penjaga kasir, tapi sayang Donghae sudah berlari kearah Jessica berlari.

Donghae terus berlari menyusuri pertokoan di daerah Myeongdong, berharap menemukan Jessica. Tapi sayang hasilnya nihil.

”haisstt, kemana dia?”gumam Donghae bingung.

Drtt drtt

ponsel Donghae bergetar, panggilan masuk dari eommanya.

”ada apa eomma?”tanya Donghae langsung.

” … .”

”ah baiklah, aku akan pulang eomma”ucap Donghae kepada eommanya yang berada di sebrang telpon.

Akhirnya Donghae memutuskan berhenti mengejar Jessica dan kembali pulang karena eommanya menyuruhnya untuk pulang cepat. Tidak biasanya eommanya menyuruhnya pulang cepat.

Sementara Jessica terus mencari obat pusing di super market, setelah mendapatkan obat yang ia maksud ia langsung kembali ke apartemen Yuri untuk merawat Yuri.

*+*+*+*+*

”ayolah eomma, kenapa eomma lakukan ini? Aku sudah besar dan aku bisa memilih pasangan hidupku sendiri”ucap Donghae berusaha meyakinkan eommanya bahwa ia bisa memilih calon istrinya sendiri tanpa harus eommanya menjodohkannya dengan anak teman eommanya.

”mana buktinya? Sampai sekarang kau masih belum punya pasangan”ujar Mrs. Lee bersikukuh dengan apa yang sudah menjadi pilinya, yaitu menjodohkan Donghae.

”eomma, aku saja belum lulus kuliah”rajuk Donghae.

”kau kan bisa kalau bertunangan dulu dengannya Hae-ah”bujuk Mrs. Lee.

”aku tidak suka padanya eomma”protes Donghae.

”kenapa kau tidak suka padanya? Dia cantik dan baik”selidik Mrs. Lee.

”eomma tidak lihat sikapnya tadi saat makan malam bersama? Dia sangat manja eomma, yang ada kalau aku dengannya aku hanya akan dijadikan baby siternya”ucap Donghae mengingatkan eommanya akan kejadian beberapa waktu yang lalu saat keluarga Kim datang kerumahnya memenuhi undangan eomma Donghae untuk makan malam bersma. Sekarang Donghae tahu kenapa eommanya menyuruhnya pulang lebih awal, untuk menjodohkannya dengan anak temannya. Sungguh menyebalkan. Pikir Donghae kesal.

Mrs. Lee berpikir sejenak, memang benar Hyejin sangat manja. Ia jadi khawatir setelah mendengar penuturan Donghae, jangan-jangan benar yang dikatakan Donghae, Donghae hanya akan menjadi baby siternya. Mrs. Lee menggelengkan kepalanya membayangkan apa yang akan terjadi jika Donghae menjadi pasangan Hyejin.

”tidak tidak”gumam Mrs. Lee ngeri.

Donghae bingung melihat kelakuaan eommanya yang dari tadi geleng-geleng kepala.

”eomma gwechana?”tanya Donghae khawatir.

”ah ne”sahut Mrs. Lee yang sudah tersadar dari dunia khayalnya.

”emm..begini saja, eomma beri kau waktu seminggu untuk membawa calonmu pada eomma, kalau tidak kau harus mau eomma jodohkan dengan teman anak eomma yang lain”ucap Mrs. Lee bernada final.

”tapi seminggu itu singkat eomma, mana mungkin aku membawa calon istriku dalam waktu seminggu”protes Donghae.

”seminggu atau tidak sama sekali”ucap Mrs. Lee lalu pergi dari kamar Donghae.

”arghhh, aku bisa gila kalau begini terus”gumam Donghae frustasi.

Donghae mengacak-acak rambutnya yang tidak gatal”bagaimana mungkin aku mendapatkan pacar sekaligus calon istri dalam waktu seminggu?”tambahnya.

”argghhh, eomma~”teriak Donghae kencang. Donghae benar-benar tidak habis pikir kenapa eommanya begitu ingin ia menikah secepat ini.

***Fake Married by Жin Genie***

Iklan

9 pemikiran pada “Fake Married (part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s