Bad Girl (part 1)

Title : Bad Girl

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Lee Donghae

Victoria Song

Im Yoonah

Genre : Romance

Rating : Teen

Lenght : Chapter

***Bad Girl by Жin Genie ***

 

Bad Girl?

Itu adalah julukan yang orang berikan kepada yeoja sepertiku, yeoja sepertiku? Memangnya aku yeoja seperti apa sehingga orang-orang menganggapku Bad Girl..

Aku hanya seorang yeoja yang melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang aku inginkan. Apa salah kalau aku tidak suka berpakaian terlalu rapi? Apa salah kalau aku menyukai dandanan ghotic? Apa salah jika aku tidak hormat kepada mereka yang menurutku tidak pantas untuk dihormati? Apa aku salah jika aku melanggar peraturan yang menurtku konyol dan tidak penting untuk aku patuhi. Mungkin menurut orang lain aku ini SALAH!! Ah tapi, peduli amat apa kata orang lain, toh aku yang menjalani hidupku bukan mereka. Mereka tidak mengenalku, tapi mereka men-judge-ku seperti itu. Mereka tidak tahu betapa beratnya menjadi diriku, seorang yang mereka anggap Bad Girl ini.

”Jessica bangun”teriak seorang yeoja paruh baya yang masih nampak cantik di umurnya yang menjelang kepala empat itu.

Dengan malas yeoja yang tadi dipanggil Jessica itu bangun dan bergegas masuk kedalam kamar mandinya yang terletak disamping kanan kamarnya.

”sarapan sudah aku siapkan di meja makan, kau tinggal makan saja. Aku mau pergi dulu”ucap eomma Jessica dengan cepat karena ia sedang terburu-buru.

”kau mau kemana Victoria?”tanya Jessica kepada eommanya. Kalian pasti berpikir Jessica adalah anak yang tidak sopan karena memanggil eommanya sendiri dengan namanya. Tapi kalian jangan salah sangka dulu, ini semua permintaan Victoria-eommanya. Victoria ingin Jessica memanggil namanya saja agar ia terkesan masih muda, dan nanti kalian jangan heran jika Victoria memperkenalkan Jessica kepada teman-temannya atau tamunya bukan sebagai anak, tapi sebagai adik sepupunya.

Miris? Sakit?Tentu saja! Tapi Jessica sudah biasa akan semua itu, kini ia sudah dewasa dan tidak pernah memperdulikan rasa sakit itu lagi.

”aku ada urusan penting”jawab Victoria sambil memakai high heel merahnya.

”oh ya, sepulang sekolah kau harus langsung pulang jangan keluyuran”ujar Victoria dan berlalu keluar rumah.

Jessica menatap punggung Victoria dengan datar”urusan penting? haha..Urusan penting yang kau maksud itu adalah menggoda suami orang lain?”cibir Jessica ketus.

Jessica kembali melangkahkan kakinya tapi seketika itu juga ia berhenti dan tersenyum sinis”tadi dia bilang apa? keluyuran? Tsk, memangnya aku dia yang suka keluyuran tidak jelas”cibir Jessica lagi lalu masuk kedalam kamar mandinya.

Kalian pasti sudah menebak apa pekerjaan yang Victoria lakukan. Pelacur, wanita murahan, wanita penggoda, wanita jalang atau apalah kalian menyebutnya. Itu adalah pekerjaan yang Victoria lakukan setelah appa Jessica meninggal saat Jessica masih berumur 3 tahun dan sampai sekarang Jessica sudah berumur 18 tahun. 15 tahun, selama 15 tahun Jessica hidup penuh penderitaan, penuh cacian dari para tetangganya hingga ia sering berpindah-pindah tempat tinggal dari satu kota ke kota yang lain bahkan dari negara satu ke negara lain.

>>>

Jessica melirik jam hitam yang berada di tangan sebelah kirinya. 09. 15 KST. Itu lah yang tertera di jam tangan milik Jessica.

”aku terlambat”gumam Jessica santai.

Peraturan di sekolah barunya mengharuskan Jessica sudah sampai di sekolah sebelum jam 09 pagi, tapi peraturan itu tidak berlaku bagi Jessica. Bukan berarti Jessica kebal dari peraturan sekolah atau karena dia special, tapi karena Jessica datang ke sekolah sesuka hatinya.

”loh kok gerbangnya belum ditutup? Katanya ini sekolahan elit dan sangat disiplin, tapi kenapa gerbangnya belum di tutup”gumam Jessica bingung ketika ia melihat gerbang sekolah barunya masih terbuka lebar dan tidak ada guru atau penjaga sekolah yang menjaganya. Dengan gaya yang sangat santai Jessica masuk kedalam arena sekolah barunya yang sangat luas itu. Jessica kagum dengan kemegahan sekolah barunya.

”ahjussi bodoh mana yang Victoria bodohi untuk membiayai aku sekolah di tempat seperti ini”gumam Jessica ketus sambil tersenyum remeh.

Jessica terus memperhatikan sekolah barunya dengan seksama, benar-benar sekolah elit. Taman sekolah yang luas dan indah, gedung-gedung kelas yang bergaya ala sekolah Shinhwa di drama Boys Before Flowers, benar-benar tidak biasa bagi Jessica.

”hey kau”teriak seorang yeoja kepada Jessica.

Jessica menoleh sekilas untuk memastikan panggilan itu ditunjukkan padanya atau bukan dan ternyata benar panggilan tadi ditunjukkan memang untuk dirinya.

”hey kau yang bertas hitam, cepat kemari”perintah yeoja itu sambil berteriak.

Jessica melihat yeoja itu tengah memperhatikan beberapa murid yang sedang berlari mengelilingi lapangan sekolah yang besar. Kemungkinan murid-murid itu sedang dihukum karena datang terlambat. Jessica tidak menghampiri yeoja itu, tapi malah berjalan kearah lorong sekolah mencari ruang kepala sekolah.

”hey kau yeoja aneh berhenti!!”teriak yeoja tadi dengan suaranya yang sangat cempreng.

”berisik”gumam Jessica dan memasang earphone agar tidak mendengar suara-suara yang menyakitkan telinganya di pagi yang indah ini.

”haisstt, kurang ajar”seru yeoja yang tadi meneriaki Jessica sambil menghentakan kakinya beberapa kali karena kesal melihat Jessica tidak menanggapi panggilannya malah memasang earphone di telinganya. Yeoja itu menghampiri seorang namja tampan yang juga tengah memperhatikan beberapa murid yang sedang dihukum.

”Donghae-ah ada seorang yeoja yang menghindar dari hukuman”adu yeoja itu kepada namja yang bernama Donghae.

”mwo? Bagaimana bisa?”tanya Donghae dengan suaranya yang berwibawa dan tegas.

”tadi saat aku panggil dia tidak menyahut dan malah berlalu begitu saja dan lebih parahnya dia memasang earphone ditelingannya saat aku coba memanggilnya kembali”jelas yeoja itu panjang lebar.

”kemana dia?”tanya Donghae.

”kearah ruang kepala sekolah”jawab yeoja itu yang dari name tag yang ia kenakan bernama Im Yoon ah.

Denagn cepat Donghae berlari menuju ruang kepala sekolah dan akhirnya ia melihat seorang yeoja dengan baju yang tidak rapi berjalan dengan santainya menuju ruang kepala sekolah.

”hey kau”teriak Donghae sambil berlari mengejar Jessica. Karena Jessica menggunkan earphone, jadi ia tidak mendengar teriakan Donghae.

”kau berhenti”teriak Donghae sekali lagi, tapi itu tetap sia-sia karena Jessica tidak kunjung menghentikan langkahnya.

”hap”

Donghae mendaratkan tangan kanannya di pundak sebelah kanan Jessica, secara refleks Jessica menarik tangan Donghae dan memelintirnya dengan kuat.

”awww”ringis Donghae dan sontak Jessica melepaskan tangannya saat melihat orang yang menepuk pundaknya bukan orang yang berbahaya.

”apa?”tanya Jessica ketus.

Donghae tidak langsung menjawab pertanyaan Jessica karena ia masih sibuk dengan tangannya yang terasa sakit.

”kenapa kau tidak berbaris, orang yang datang terlambat harus dihukum”ujar Donghae tegas.

”aku murid baru”ucap Jessica datar.

”Tsk, murid baru tapi datang terlambat dengan penampilan seperti ini pula”cela Donghae sambil menatap Jessica dari atas kebawah lalu kembali ke atas.

Buruk! Pikir Donghae.

”aku tersesat dan tidak tahu jalan”ujar Jessica beralasan.

”alasan! Bilang saja kau malas, sekolah ini berada di tempat strategis dan di dekat jalan raya, jadi tidak ada alasan kau datang terlambat lagipula semua orang tahu sekolah ini kau bisa bertanya. Jika kau ingin datang sesuka hatimu seharusnya kau tidak sekolah disini, sekolah ini tidak pantas untuk orang sepertimu”balas Donghae sinis, ia paling tidak suka orang seperti Jessica yang malas, tidak rapi dan tidak disiplin.

”tsk, orang sepertiku?”gumam Jessica pelan namun sinis sambil menatap Donghae tajam.

”aku baru dikota ini dan aku tidak tahu jalan”ujar Jessica dengan ketus.

”aku tidak perduli dengan alasanmu itu! Yang jelas, semua murid Hanyang High School yang datang terlambat wajib dihukum apapun alasannya”ucap Donghae tegas.

Jessica memutar bola matanya malas”menyebalkan”gumam Jessica kesal. Tiba-tiba terlintas dibenaknya ide untuk mengerjai namja menyebalkan di depannya ini.

”ikut aku”perintah Donghae dan berjalan terlebih dahulu.

”rasakan”ucap Jessica pelan sambil menyeringai. Ia mengeluarkan permen karet yang dari tadi berada di dalam mulutnya.

”bruk”

Jessica pura-pura terjatuh dan menyentuh bokong Donghae sambil menempelkan permen karet.

”ooppss, sorry aku tidak sengaja”ucap Jessica cepat sambil memasang wajah tanpa dosa sebelum namja di depannya ini marah padanya.

Donghae hanya menatap Jessica sekilas lalu kembali membalikkan badanya dan terus berjalan.

Jessica bingung kemana namja di depannya ini akan membawanya, tapi kebingungan Jessica terjawab sudah. Rupanya Donghae membawa Jessica ke toilet yeoja.

”ini hukumanmu, kau harus membersihkan toilet ini sampai bersih”ujar Donghae dengan tegas.

”jika kau protes hukuman akan ditambah”tambah Donghae yang melihat Jessica membuka mulutnya dan hendak protes. Jessica kembali mengatupkan mulutnya dan menatap Donghae tajam serta penuh dendam. Karena Jessica diam, jadi Donghae anggap Jessica sudah mengerti dengan tugas yang ia berikan. Donghae meninggalkan Jessica di toilet sendirian untuk menyelesaikan tugasnya dan kembali ke kumpulan murid yang tadi ia hukum.

”sial! Yang benar saja masa aku harus membersihkan toilet?”gumam Jessica kesal.

”aku yakin sebentar lagi ia pasti kembali”ucap Jessica sambil menyeringai kecil mengingat ia sudah menempelkan permen karet di celana Donghae.

Sambil menunggu Donghae datang Jessica mulai membersihkan toilet, untung saja toilet di sekolah ini tidak begitu kotor dan bau hanya perlu menyiramnya, lalu sedikit mengepel lantainya dan mengganti tisu saja. Tidak seperti sekolah Jessica yang terdahulu, yang bau dan sangat kotor. Benar-benar sekolah yang elit. Pikir Jessica. Baru sebentar Jessica membersihkan toilet tapi sudah hampir selesai tinggal mengepel lantainya, lagi-lagi Jessica mendapatkan ide untuk mengerjai namja yang sudah menghukumnya itu.

”ternyata aku pintar juga”ujar Jessica sedikit bangga karena otaknya tidak seburuk nasibnya.

Jessica keluar toilet sebentar untuk melihat apakah namja tadi sudah datang atau belum dan ternyata namja itu tengah berjalan kearah toilet dengan langkah yang terburu-buru serta raut wajah yang kesal. Jessica kembali masuk kedalam toilet dan menyiapkan ember yang berisi air kotor lalu menghitung mundur.

”tujuh”

”enam”

”lima”

”empat”

”tiga”

”dua”

”satu”

”Byurrrr”Jessica membuang air yang berisi air kotor tepat saat namja yang tadi menghukumnya itu masuk kedalam toilet dan hasilnya namja itu basah kuyup dengan seragam yang kotor tentunya.

Namja itu melap wajahnya dengan kasar serta dengan raut wajah jauh lebih marah dari yang tadi Jessica lihat.

Jessica langsung berakting pura-pura kaget”ooppss, sorry aku tidak sengaja”ucap Jessica dengan wajah tanpa dosanya sama seperti tadi saat ia menempelkan permen karet di celan namja itu.

”kauuuu”geram namja itu sambil menunjuk Jessica dan melangkah mengampiri Jessica, tapi..

”bruk”

baru dua langkah namja itu berjalan ia jatuh terpeleset karena kondisi lantai yang menjadi licin akibat air yang dengan sengaja Jessica tumpahkan.

”uhuk”Jessica pura-pura terbatuk karena ia mati-matian untuk menahan tawanya saat melihat kondisi namja di depannya ini yang sangat menyedihkan dimatanya sekarang.

”perlu bantuan?”tanya Jessica sambil menulurkan tangannya bermaksud meledek.

”tidak perlu”ucap Donghae ketus sambil menepis kasar tangan Jessica lalu berdiri sendiri.

”awas kau”seru Donghae sebelum pergi meninggalkan Jessica.

”rasakan”ujar Jessica sinis dan terdengar sangat puas setelah ia berhasil mengerjai namja yang sudah menghukumnya itu.

”Lee Donghae”gumam Jessica yang tadi sempat melihat name tag namja malang yang sudah berhasil dua kali ia kerjai itu.

”2-0 Lee Donghae”ucap Jessica sambil menyeringai penuh kemenangan.

Jessica buru-buru menyelesaikan tugasnya dan bergegas ke kantor kepala sekolah untuk mengurus beberapa berkas kepindahannya.

”tok tok”Jessica mengetuk pintu yang ia yakini adalah ruangan kepala sekolah Hanyang High School.

”masuk”seru suara dari dalam dengan suaranya yang berat.

”Kriet”

Jessica membuka pintu dengan pelan dan nampaklah seorang namja paruh baya dengan kaca mata serta rambut yang mulai berubah warna menjadi putih.

Kepala sekolah itu memperhatikan Jessica dari atas ke bawah lalu keatas lagi.

Berantakan! Satu kata itu yang cocok untuk menggambarkan penampilan Jessica saat ini.

”kau siapa?”tanya sang kepala sekolah.

”aku Jessica Jung, murid baru”jawab Jessica berusaha sopan.

”oh kau yang dari Japan itu?”tanya kepala sekolah memastikan. Jessica hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

”bisa kah kau keluar dulu dan rapikan penampilanmu”perintah kepala sekolah. Tanpa protes Jessica keluar dan merapikan seragamnya lalu kembali masuk kedalam ruang kepala sekolah.

”duduklah”perintah kepala sekolah. Dengan patuh Jessica menurutinya, tidak seperti biasanya Jessica seperti ini. Ia merasa sedikit kasihan kepada kepala sekolahnya itu.

”mana berkas yang harus aku tanda tangani?”tanya kepala sekolah itu langsung. Dengan cepat Jessica mengeluarkan berkas-berkas yang harus ditanda tangani sang kepala sekolah tersebut. Segera kepala sekolah itu menandatangani berkas-berkas kepindahan Jessica lalu menelpon seseorang.

” Kim seonsaengnim bisakah anda keruangan saya sekarang”ucap kepala sekolah.

” … .”

”baiklah”ucap kepala sekoalah lalu memutuskan sambungan telpon.

”nanti akan ada guru yang mengantarmu ke kelas barumu jadi kau bisa keluar”perintah kepala sekolah, Jessica langsung keluar begitu mendengar perintah kepala sekolah dan mendapati seorang guru yeoja dengan penampilan agak sedikit mencolok. Lipstik merah cerah dan baju merah cerah.

”kau murid baru?”tanya guru yang bernama Kim Taeyeon yang terlihat dari name tagnya itu.

”ne”

”ikut saya”

tanpa banyak bertanya Jessica berjalan di belakang Taeyeon seonsaengnim.

”tok tok”Taeyeon seonsaengnim mengetuk pintu sebuah kelas yang tengah berlangsung pelajaran.

”maaf mengganggu Boa seonsaengnim, saya mengantar murid baru”ucap Taeyeon seonsaengnim.

”silahkan masuk”ucap Boa seonsaengnim memepersilahkan Jessica masuk. Setelah mengantar Jessica samapai kelasnya Taeyeon seonsaengnim kembali ke keruangannya.

Jessica mengedarkan pandangannya kepenjuru kelas barunya. Rapi, Modis, cantik, tampan serta kaya. Itu yang Jessica tangkap setelah melihat teman sekelasnya, sungguh berbeda dengan Jessica yang urakan, jelek dan miskin.

”silahkan perkenalkan dirimu”perintah Boa seonsaengnim.

”Jessica Jung imnida”ucap Jessica memperkenalkan dirinya, singkat padat dan jelas.

Anak kelas XII. A, kelas yang menjadi kelas Jessica sekarang menatap Jessica dengan pandangan tidak suka.’bagaimana orang sepertinya bisa masuk sekolah ini?’kurang lebih begitulah isi pemikiran anak-anak kelas XII. A saat melihat penampilan Jessica.

”cukup?”tanya Boa seonsaengnim sedikit ragu.

”ne”sahut Jessica.

”baiklah, kau bisa duduk di pojok paling belakang dekat jendela”’perintah Boa seonsaengnim sambil menunjuk tempat kosong dibaris paling belakang.

Jessica langsung berjalan menuju tempat duduknya tanpa memperdulikan pandangan tidak suka dari anak kelasnya.

”boleh juga”komentar Jessica saat ia sudah duduk di kursinya dan melihat pemandangan sekolahnya dari tempat duduknya.

Boa seonsaengnim kembali melanjutkan pelajaran Matematikanya dan semua murid kecuali Jessica tengah memeperhatikannya dengan serius. Jessica tidak tertarik dengan pelajaran yang sedang diterangkan oleh Boa seonsaengnim. Ia lebih memilih memainkan permainan dari ponsel hitamnya. Jessica tidak takut ketahuan oleh Boa seonsaengnim karena ia duduk paling belakang. Karena terlalu asik dengan game di ponselnya Jessica sampai tidak sadar jika orang yang duduk disebelahnya sudah datang dan orang itu adalah Donghae, namja yang tadi Jessica kerjai.

Sebentar lagi Jessica akan memenangkan game yang dari beberapa minggu lalu Jessica mainkan tapi belum juga bisa ia selesaikan.

”mati kau!”ucap Jessica pelan dengan mata yang fokus kelayar ponselnya. Nyawa Jessica tinggal satu, tapi Jessica tidak cemas karena setelah ia mengalahkan musuhnya ini ia akan menang, tinggal satu langkah lagi. Tapi tiba-tiba ada yang mengambil ponselnya”dilarang memainkan ponsel disaat jam pelajaran tengah berlangsung”ucap orang yang mengambil ponsel Jessica yang tak lain adalah Donghae. Jessica menatap Donghae tajam sementara Donghae tersenyum penuh kemenangan”2-1”ucap Donghae puas. Sementara Jessica hanya membuang wajahnya dari Donghae serta menghembuskan napasnya pelan, berusaha menahan amarah tapi dalam hatinya ia berjanji akan membalas Donghae apapun caranya. Setelah permainan game-nya di kacaukan oleh Donghae Jessica mulai merasa bosan dan mengantuk.

”hoam”

untuk kesekian kalinya Jessica menguap, ia benar-benar mengantuk akibat tidak ada yang bisa ia kerjakan.

”dilarang tidur di kelas”ucap Donghae yang melihat Jessica akan tidur.

Jessica menghiraukan ucapan Donghae dan tertidur dalam hitungan detik.

Donghae yang melihat Jessica malah tertidur walaupun ia sebagai ketus siswa di Hanyang High School sudah memperingatkannya pun merasa kesal.

”dasar yeoja pemalas”maki Donghae pelan dan membiarkan Jessica tertidur sebentar sebelum ia membuat perhitungan dengan Jessica.

Tapi Donghae merubah rencananya, ia tidak akan membuat perhitungan dengan Jessica secara langsung hari ini. masih ada hari lain. Pikir Donghae santai. Ia berniat membiarkan Jessica tertidur hingga pelajaran berakhir bahkan kalau bisa sampai sekolah ini tutup.

***Bad Girl by Жin Genie ***

Iklan

12 pemikiran pada “Bad Girl (part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s