Second Chance (Between First Love and Last Love) | part 1 |

Title : Second Chance (Between First Love and Last Love)

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Suport Cast : Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Kim Suho

Im Yoona

Genre : Romance

Rating : PG-15

Lenght : Chapther

Summary : Jika datang kesempatan kedua dalam hidupmu untuk mendapatkan cinta, mana yang akan kau pilih first love or last love.

Backsound : Jessica SNSD – Unstoppable Tears

***Second Chance by Жin Genie ***

Seorang namja dan seorang yeoja saling berhadapan di taman sekolah mereka yang sudah mulai sepi karena jam pulang sekolah sudah berlalu dari satu jam yang lalu. Mereka saling menatap satu sama lain dengan dalam, terlihat jelas dari tatapan mata keduanya. Tatapan penuh cinta dan kesedihan.

”aku sudah berpacaran dengan Yoona sekarang..sunbae”ujar sang namja kepada yeoja di depannya dengan lirih.

Mata keduanya masih tetap saling bertemu.

Mendengar penuturan namja di depannya ini membuat hati yeoja itu terasa berdenyut sakit, seketika ia memalingkan wajahnya. Ia tidak lagi sanggup menatap namja di depannya ini.

Tes tes

Tanpa terasa air mata yeoja tadi mengalir dengan indah di pipinya. Tapi secepat kilat ia langsung menghapus air matanya itu, ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan namja di depannya ini. Tapi lagi-lagi air mata itu kembali jatuh di kedua pipinya. Semakin banyak dan semakin deras saja. Yeoja itu tidak lagi bisa mengontrol air matanya karena rasa sakit dalam hatinya yang tidak bisa ia tahan.

”jangan di hapus sunbae”ujar namja itu seraya mencegah tangan sang yeoja menghapus air matanya sendiri. Lalu kedua ibu jari namja itu menghapus air mata yeoja di depannya dengan lembut dan penuh perasaan.

”kenapa sunbae menangis?”tanyanya dengan posisi kedua ibu jarinya yang masih menghapus air mata yeoja di depannya yang tadi ia panggil ‘sunbae’ itu.

Yeoja itu menahan tangan sang namja lalu menyingkirkannya perlahan. Yeoja itu langsung memasang senyum di wajahnya. Senyum palsu.

”aku..aku terlalu bahagia mendengar kabar kau berpacaran dengan Yoona. Sampai air mataku tidak bisa berhenti mengalir”ujar sang yeoja yang seratus persen ucapannya barusan adalah bohong. Ia menangis bukan karena bahagia. Tapi karena sakit di hatinya mendengar kabar bahwa namja di depannya ini–namja yang ia cintai sudah memiliki kekasih, terlebih kekasihnya adalah salah satu hoobae paling dekat dengannya.

Namja di depannya itu tersenyum kecut. Ia kecewa mendengar respon dari sunbaenya itu”bagaimana hubungan sunbae dengan Suho?”tanya namja itu mengalihkan rasa kecewanya seraya menatap lurus kearah manik mata yeoja di depannya itu.

Yeoja itu tercekat mendengar pertanyaan namja di depannya”Suho?”ulangnya ragu.

”ya, Suho. Hoobae sunbae juga, dia satu angkatan denganku”jelas namja itu dengan sedikit ketus, terdengar jelas dari nada bicaranya.

”aku tahu, maksudku apa hubungannya aku dengan Suho?”tanya yeoja itu bingung.”aku dan Suho tidak ada hubungan apa-apa”tambahnya.

”tidak ada hubungan apa-apa? Tapi kenapa sunbae bisa seakrab itu dengannya? Bahkan banyak yang mengira kalau kalian adalah sepasang kekasih”ujar sang namja dengan nada semakin ketus.

Yeoja itu menaikkan alisnya”sepasang kekasih?”gumamnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh namja di depannya ini karena jarak mereka yang memang dekat. Yeoja itu memejamkan matanya sejenak, menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan melalui celah mulutnya. Ia membuka matanya dan mendapati namja di depannya tengah menatapnya harap-harap cemas.

”aku benar-benar tidak ada hubungan apa-apa dengan Suho dan bahkan aku tidak tahu kalau banyak yang mengira kami sepasang kekasih hanya karena kami suka bercanda? Yang benar saja”jelas yeoja itu sedikit tidak percaya.

Namja di depannya memicingkan matanya, menatap sunbaenya tidak percaya”sudahlah sunbae tidak usah ditutupi, bilang saja kalau kalian memang berpacaran”ujarnya namja itu.

Yeoja itu menatap hoobaenya sebal”yasudah kalau tidak percaya”ujarnya lalu pergi dari taman itu begitu saja.

”hosh hosh”deru napas memburu. Seorang yeoja baru saja terbangun dari mimpinya. Mimpinya tentang kehidupan masalalunya. Masa dimana ia masih bersekolah di Hanyang Junior High School. Dimana ia pertama kali merasakan first love dan saat itu pula ia harus merasakan patah hati untuk pertama kalinya. Rasa yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.

”Luhan”lirihnya menggumamkan sebuah nama. Nama namja yang menjadi first love nya.

Yeoja itu menghela napasnya pelan lalu mengusap wajahnya yang terdapat sedikit keringat akibat mimpinya itu. Ia melirik kearah jam digital di samping tempat tidurnya. 00.22 itulah yang tertera di jam digital nya. Ia kembali menghela napasnya lalu bangkit dari posisi tidurnya dan berjalan kearah pantry mengambil segelas air untuk menghilangkan dahaganya. Setelah dahaganya terobati ia kembali ke kamarnya dan kembali melanjutkan tidurnya.

***

Seorang yeoja sedang duduk dengan santainya disebuah kursi panjang yang berada di pinggir lapangan basket–tepat di depan kelasnya. Ia sedang memperhatikan seorang namja jangkung yang sedang bermain basket dengan teman-temannya. Sesekali namja jangkung itu menoleh kearahnya dan melemparkan senyum manis kearahnya yang membuat jantung yeoja itu berdegup berkali-kali lipat dari biasanya. Ia menyentuh jantungnya yang masih saja berdegup kencang itu”kumohon berhenti”ujarnya kepada jantungnya sendiri dengan sangat pelan. Wajahnya kini sudah merah merona karena terlalu senang”panas”gumamnya saat dirinya menyentuh kedua pipinya. Yeoja itu segera membalikkan badanya, ia takut jika namja jangkung yang ia kagumi itu meliaht kearahnya dan mendapati wajahnya yang merah merona. Dengar terburu ia berjalan kearah kelasnya, namun karena terlalu terburu ia sampai tersandung akar pohon yang berada di depan kelasnya itu.

”bruk”

Sontak semua mata kini tertuju kepada yeoja itu karena telah membuat suara yang cukup keras.

”sunbae gwechanayo?”tanya seorang yeoja yang menolongnya berdiri. Yeoja yang menolongnya itu yeoja yang duduk tidak jauh dari tempat duduknya tadi.

”ah gwechanayo”balas yeoja itu seraya tersenyum kikuk. Malu. Satu kata yang tepat untuk menjabarkan bagaimana perasaannya saat ini.

Hoobae yang menolongnya tadi pun kembali ketempat duduknya setelah mendengar perkataannya yang menyatakan kalau dirinya tidak apa-apa.

Yeoja itu bangkit dari jatuhnya dengan sedikit meringis, sebenarnya lututnya terasa sangat sakit dan sedikit mengeluarkan darah.

”grep”

Tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang membantu yeeoja itu berdiri. Yeoja itu segera menoleh kearah penolongnya dan betapa terkejutnya dia saat tahu yang menolongnya adalah namja jangkung yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Yeoja itu menatap namja jangkung menolongnya dengan terbelalak serta karena terlalu terkejut.

”glek”

Dengan susah payah yeoja itu menelan salivanya. Ia masih saja menatap namja jangkung itu dengan mata bulatnya. Tidak berkedip sedikitpun.

”sunbae”panggil namja jangkung itu, tidak ada respon dari yeoja itu. Ia masih sibuk dengan keterkejutannya.

”sunbae”ulang namja jangkung itu kali ini seraya mengguncang pelan tubuh kecil sunbaenya itu.

”ah”barulah yeoja itu tersadar dari keterkejutannya.

”mari ku antar”ujar namja jangkung itu sopan.

Yeoja itu tersenyum kikuk”ah ye”sahutnya.

Namja jangkung itu memapah sunbaenya dengan hati-hati kedalam kelas sunbaenya. Lalu mendudukkan tepat di bangkunya.

”bagaimana kau tahu ini tempat dudukku?”tanya yeoja itu penasaran. Namja jangkung itu tersenyum kearah yeoja itu”aku sering melihat sunbae duduk di bangku ini”jawab sang namja jangkung singkat lalu pergi begitu saja.

Yeoja itu mendesah kecewa melihat namja jangkung itu pergi begitu saja”ah kanapa cepat sekali kebahagiaan meninggalkanku”gumamnya sedih.

”ya ampun Jessica ada apa dengan kedua lututmu”histeris seorang yeoja seraya menunjuk lutut yeoja bernama Jessica itu.

Yeoja yang tadi di panggil Jessica itu hanya tersenyum tiga jari seraya menatap temannya yang sedang histeris itu dengan wajah polosnya”hehehe..tadi aku jatuh Yul”jawabnya jujur.

Yeoja yang Jessica panggil Yul adalah teman sebangkunya dari ia duduk di kelas 2 Hanyang Senior High School. Ia bernama asli Kwon Yuri, tapi Jessica biasa memanggilnya dengan sebutan ‘Yul’.

”kenapa kau bisa seceroboh ini Sica”decak Yuri gemas.

”hehe..tadi aku melihat Kris Yul, dia tersenyum kearahku”cerita Jessica kepada Yuri. Yuri langsung terdiam mendengar alasan Jessica.

”bruk”

Terdengar suara tabrakan dari arah pintu kelas. Terlihat namja jangkung yang menjadi penyebab Jessica jatuh sedang membungkuk kearah teman kelas Jessica yang mungkin tadi ia tabrak. Namja itu adalah Kris Wu hoobae Jessica di Hanyang Senior High School.

”josonghamnida sunbae aku sedang terburu”ujar Kris sopan seraya membungkukan badanya sekilas lalu menghampiri Jessica dan Yuri.

Kris sempat kaget saat melihat Yuri bersama Jessica, tapi langsung merubah raut wajahnya menjadi biasa saja”ini kotak obat untuk sunbae”ujar Kris seraya memberikan kotak obat kearah Jessica.

Jessica menerima kotak obat itu seraya tersenyum manis kearah Kris”kamsahamnida”ucap Jessica. Kris hanya menganggukkan kepalanya sekilas lalu pergi dari kelas Jessica. Setelah Kris pergi dari kelasnya, Jessica masih saja menatap kearah pintu tanpa berkedip. Menunggu keajaiban Kris akan kembali lagi.

”Sica”panggil Yuri pelan. Tidak ada respon dari Jessica. Ia masih saja menatap kearah pintu.

”Jessica Jung”panggil Yuri dengan suara yang lebih keras. Jessica mengerjapkan matanya kaget mendengar Yuri memanggil namanya cukup kencang.

”ada apa Yul?”tanya Jessica seraya menoleh kearah Yuri yang berada di sampingnya.

”ada yang ingin aku katakan”jawab Yuri.

”katakanlah”seru Jessica.

Yuri menggelengkan kepalanya”tidak sekarang dan tidak disini”

Jessica mengangguk mengerti”kapan dan dimana?”tanya Jessica penasaran.

Yuri nampak berpikir sejenak”sepulang sekolah..mungkin di bus”jawabnya sedikit bingung.

”ah baiklah”

>>>

Jessica dan Yuri pulang bersama menaiki bus, kegiatan ini memang sering mereka lakukan setiap mereka pulang bersama jika tidak ada kegiatan sekolah atau yang lainnya.

”oh ya, tadi kau bilang ada yang ingin kau katakan, katakanlah. Aku sudah tidak sabar mendengarnya”ujar Jessica dengan semangat.

Yuri nampak tegang setelah mendengar ucapan Jessica”em..emm..aku..aku—”Yuri tidak sanggup melanjutkan perkataannya.

”aku apa?”selidik Jessica penasaran.

Yuri menggigit bibirnya sekilas”akusudahresmiberpacarandenganKris”ujar Yuri dengan sangat cepat.

”hah?”respon Jessica, ia tidak mendengar dengan jelas perkataan Yuri karena Yuri berbicara terlalu cepat.

Yuri menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan melalui mulut”aku sudah resmi berpacaran dengan Kris”ulang Yuri dengan jelas. Yuri langsung menundukkan kepalanya setelah menagatakan itu.

”selamat..Yul..”ujar Jessica yang tadinya semangat langsung lemas begitu ia selesai mencerna siapa namja beruntung yang menjadi namja chingu Yuri. Dia adalah si jangkung Kris—namja yang ia juga cintai. Jessica tercekat seraya menatap Yuri nanar. Ia bingung harus bereaksi seperti apa. Ia senang Yuri mendapatkan namja chingu, tapi disisi lain ia juga sedih karena namja chingu Yuri adalah namja yang selama ini ia kagumi dan Yuri pun tahu akan hal itu.

Yuri menatap Jessica sedih, menyesal dan entah apa lagi”Sica mianhae”ujar Yuri.

Jessica diam, ia tidak tahu harus berkata apa untuk saat ini. Pikirannya kacau.

”Sica mianhae”ucap Yuri lagi.

Jessica memejamkan matanya lalu menarik napas dalam lalu mengerluarkannya secara perlahan”selamat Yul, aku doakan semoga hubungan kalian bertahan lama bila perlu sampai kalian berumah tangga”ujar Jessica tanpa membuka kedua matanya. Ia tidak sanggup jika harus melihat wajah Yuri untuk saat ini dan tidak tahu sampai kapan.

STOP !!”teriak Jessica ke supir bus seraya membuka kedua matanya.

Setelah bus berhenti Jessica langsung turun begitu saja tanpa tahu sekarang ia dimana. Karena rumahnya masih sangat jauh dari tempatnya sekarang berdiri. Samar terdengar oleh Jessica teriakan Yuri dari dalam bus meminta maaf padanya.

Tes tes

Air mata yang dari tadi Jessica tahan akhirnya meluncur di kedua pipinya. Rasanya benar-benar sakit, sahabatnya sendiri menghianatinya. Sahabat yang sangat sudah ia percayai menusuknya dari belakang hanya karena seorang namja. Jessica benar-benar tidak habis pikir Yuri akan setega itu menghianatinya. Jika memang Yuri menyukai Kris kenapa ia tidak pernah mengatakannya dari dulu. Mungkin jika Yuri mengatakannya dari dulu rasa sakitnya tidak akan sesakit ini. Lagi-lagi kisah percintaannya harus berakhir seperti ini. Berakhir dengan ia harus melepaskan namja yang ia cintai demi orang di sekitarnya yang ia sayangi.

”hosh hosh”Jessica lagi-lagi terbangun dari mimpinya. Mimpi masalalunya lagi, tapi kali ini mimpi tentang last love nya. Namja yang terakhir ia cintai. Mungkin sampai sekarang ia masih mecintai Kris, tapi itu hanya sebuah kemungkinan.

Jessica kembali melirik kearah jam digitalnya. 06.18 itulah yang tertera di jam digitalnya. Jessica mendesah pelan. Ia bingung kenapa dalam waktu yang hampir bersamaan ia bisa memipikan tentang Luhan dan juga Kris. Kedua namja yang sangat pernah ia cintai itu dan mungkin saja rasa cinta Jessica untuk kedua namja itu masih ada. Kedua namja yang tidak pernah Jessica dapatkan walapun sebenarnya diantara mereka terdapat rasa yang sama, yang orang sebut rasa itu dengan nama CINTA.

Jessica tersenyum sekilas mengingat diantara keduanya mempunyai sedikit kemiripan. Sama-sama hoobae Jessica saat ia masih sekolah. Sama-sama harus ia relakan untuk orang terdekatnya. Dan sama-sama sangat Jessica cintai.

“akankah tuhan mempertemukan aku dengan keduanya lagi? Ah tidak itu terlalu serakah. Bertemu salah satu dari mereka saja sudah merupakan sebuah keajaiban tuhan untukku”gumam Jessica seraya bangkit dari tidurnya menuju kamar mandinya.

Hari ini ia berjanji akan pergi ke mall dengan Tiffany—sahabatnya, ah tidak Jessica tidak berani menganggap Tiffany sahabatnya. Ia takut kejadian Yuri—sahabatnya akan terulang kembali jika ia menganggap Tiffany sebagai sahabatnya. Jessica tidak ingin merasakan sakitnya dihianati oleh sahabat sendiri untuk yang kedua kalinya. Rasanya benar-benar sakit.

00.08 WIB

Rabu, 07 November 2012

***Second Chance by Жin Genie ***

Iklan

10 pemikiran pada “Second Chance (Between First Love and Last Love) | part 1 |

  1. Annyeong͵ thor!! maaf saya baru buka blog author skrng…. saya emang udah beberapa hari bahkan minggu tidak internetan….
    Saya juga baru liat2 ff hansica/exosica d blog author… maaf ya baru sekarang. tp ff ini baguuuus banget 🙂
    Saya suka! Liat judulnya aja sudah menarik! dan yg lebih bagus͵ saya adalah shipper main cast di ff ini!!! ^_^
    Thor͵ saya baca part 2 nya dulu ya… sekali lagi mian saya baru baca skrng….

  2. Daebak Thor!!! Feelnya dapet,,, layout Ke part 4 nya cepetin ya,, aku udah baca yang part 3,,, Jedi nextny jangan lama lama

  3. Daebbbaakkkkk!
    Tapi aku ngerasa ada yang salah sama aku. Dari dulu aku ini kemana aja, sih, kok nggak nyadar kalo ff ini ada /plakk/
    Eumm, mianhae, aku tau aku baca ff ini udah telat banget. Mianhae /bow/ ^_^v
    Tapi, aku bakal comment di chapter selanjutnya, kok!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s