Beautiful Goodbye | OneShoot |

Title : Beautiful Goodbye

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Other  Cast : Tiffany Hwang

Wu Yifan aka Kris

Genre : Romance

Type : Oneshoot

Backsound : F(X) Beautiful Goodbye

*** Beautiful Goodbye by Жin Genie ***

“kenapa akhir-akhir ini kau selalu disini?”tanya seorang namja kepada seorang yeoja yang sedang asik duduk di bawah pohon rindang di taman belakang sekolahnya sambil mendengarkan music dari ponsel-nya menggunakan earphone. Sang yeoja tidak bergeming dari kegiatanya, karena ia tidak mendengar dan tidak merasa kalau ada orang lain di taman itu selain dirinya.

Sang namja berdecak melihat sang yeoja yang tak ber-reaksi sama sekali. Dengan cepat ia melepaskan earphone dari telinga sang yeoja, yang sukses membuat sang yeoja tersentak, kaget.

Sang yeoja menoleh kearah datangnya pengganggu“ada apa?”tanya sang yeoja dengan nada yang datar karena tidak suka kalau ada orang yang mengganggunya.

“sedang apa kau disini?”tanya sang namja sambil mendudukan dirinya di samping sang yeoja.

“duduk”jawab sang yeoja singkat.

“aku juga tahu”sungut sang namja kesal.

Hening..

Tidak ada pembicaraan diantara mereka, mereka sibuk dengan pemikirannya masing-masing.

“apa kau tidak ingin menghabiskan hari ini denganku?”tanya sang namja dengan lirih.

Tidak ada jawaban dari sang yeoja.

“aku tahu kau mendengar ucapanku”seru sang namja pelan.

Hening..

Lagi-lagi tidak ada percakapan diantara mereka, tidak seperti biasanya. Yang selalu mereka berdua habiskan dengan canda dan tawa.

Sang namja mengela napas dengan berat“kau berubah”ucap sang namja memecahkan keheningan diantara mereka.

“kuharap besok kau datang”tambahanya.

Sang namja menunggu reaksi darik yeoja disampingnya namun lagi-lagi tidak ada jawaban dari sang yeoja, sang namja pun memutuskan untuk pergi. Perlahan siluet sang namja pun menghilang dibalik gedung sekolah mereka.

“mianhae”ucap sang yeoja lirih setelah punggung sang namja tidak lagi terlihat.

Perlahan air mata yang dengan susah payah ia tahan pun mengalir dengan derasnya”aku hanya belajar melepasmu saja Luhan-ah. Aku tidak yakin setelah ini akan bagaimana diriku tanpa dirimu. Sekali lagi mianhae”ucap sang yeoja sambil terisak. Sungguh, ia tidak ingin bersikap acuh terhadap sahabat satu-satunya itu, tapi ini semua demi kebaikan mereka berdua. Begitulah pemikiran sang yeoja.

*** Beautiful Goodbye***

“Jessica bangun”ucap suara lembut seorang wanita paruh baya yang diyakini adalah eomma dari yeoja bernama Jessica dari luar pintu kamar.

Tidak ada jawan. Perlahan wanita paruh baya itu membuka pintu kamar anak-nya.

Krieett

“ya ampun”decaknya yang melihat anak-nya masih asik berkutat dengan selimut dan dunia mimpinya itu.

“Jessica bangun”serunya lagi sambil mengguncangkan sedikit badan anaknya agar terbangun.

“nghh”lenguh Jessica.

“kau harus bangun, apa kau tidak ingin mengantar Luhan ke bandara eoh?” ucap eomma Jessica mengingatkan.

“tidak”seru Jessica malas seraya menarik selimutnya kembali sampai menutupi seluruh tubuhnya.

“yakin?”selidik eommanya tak yakin.

“tentu saja eomma, aku masih ngantuk”balas Jessica ketus.

“yasudah”seru eomma Jessica dan meninggalkan kamar Jessica.

Brukk

Terdengar suara kaki yang semakin menjauh. Dengan cepat Jessica membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

“Luhan”gumamnya lirih.

“hiks hiks”air matanya kembali mengalir setiap mengingat bahwa Luhan sahabat baiknya itu akan pergi meninggalkannya.

“hiks mianhae, aku tidak sanggup mengantarmu sampai bandara, aku tidak akan kuat melihatmu pergi Luhan-ah hiks”seru Jessica masih terisak.

*** Beautiful Goodbye***

“Luhan, aku kesepian”gumam Jessica lemah. Akhir-akhir ini Jessica yang biasanya ceria menjadi Jessica yang murung setelah ditinggalkan oleh sahabatnya Xi Luhan ke China .

Jessica menyandarkan punggungnya di bawah pohong rindang yang biasa ia jadikan sandaran.

“aku merindukanmu”ucapnya sambil mendongakan kepalanya menatap langit yang sudah di penuhi oleh warna Jingga, ciri khas langit sore hari.

Jessica menghela napas, memberi jeda pada kalimatnya”apa kau juga merindukanku?”tambahnya.

“hiks, apa kau baik-baik saja disana?”ujarnya sambil terisak, sungguh menyedihkan Jessica yang ditinggalkan sahabatnya.

Sudah seminggu ini aktivitas Jessica hanya sepertri ini, duduk ditaman belakang sekolahnya dan menuangkan semua kerinduannya keapada sahabat baiknya itu, Xi Luhan.

Angin berhembus dengan kencang kearahnya dan juga pohon rindang yang menjadi sandarannya.

Pluk

Tiba-tiba sebuah kaleng dengan sukses mendarat di kepala Jessica.

“aww”ringisnya sambil mengelus kepalanya. Dengan cepat Jessica menoleh keatas pohong, berharap menemukan siapa orang yang kurang ajar yang melempar kaleng kepadanya. Nihil!! Ia tidak menemukan satu orangpun yang akan ia jadikan tersangka.

“siapa yang melempar kaleng kepadaku?”gumamnya sambil mengedarkan pandanganya kepenjuru taman ini. Siapa tahu kali ini ia menemukan orang yang bisa dijadikan tersangka. Lagi-lagi nihil! Taman ini sangat sepi, hanya ada dirinya. Tentu saja, jam pulang sekolah sudah berlalu dari satu jam yang lalu, mungkin sekarang disekolah ini hanya ada dirinya dan satpam sekolah tentunya.

Lagi-lagi Jessica menghela napasnya, ia tidak mau ambil pusing dengan masalah kaleng itu lagi. Jessica menatap kaleng itu lekat, kaleng itu mengingatkannya pada Luhan.

Jessica menaikan bibirnya menjadi sebuah senyuman kecil“ini kan minuman kaleng favoritemu Luhan-ah”seru Jessica sedikit senang. Ia cukup terhibur hanya dengan sebuah kaleng yang biasa Luhan beli.

apa ini tandanya kau merindukanku juga Luhan. pikir Jessica senang.

”kenapa kau sangat suka minuman ini Luhan-ah?”gumamnya. Jessica memperhatikan kaleng itu dengan cermat dan ia membalikan kaleng itu.

Pluk

Tiba-tiba sebuah kertas jatuh dari dalam kaleng itu.

“eh? Ada kertas”serunya kaget. Jessica mengambil kertas itu dan membacanya.

Hi.. Jessica

 

“eh? Surat ini untukku”gumamnya begitu membaca bagian awal surat itu.

Pasti kau kaget tiba-tiba menemukan surat ini? Iya kan? Sudah mengaku saja..hehehe

 

Jessica kaget, bagaimana orang ini bisa tahu?

Hehe, biasa saja wajahmu tidak usah sekaget itu, aku sengaja menaruh surat di kaleng dan menaruhnya diatas pohon yang akhir-akhir ini menjadi tempat sandaranmu. Aku tidak berani menyerahkan ini langsung padamu, aku tidak kuat jika harus melihatmu sedih karena kepindahanku. Kau tahu kenapa aku menaruh surat itu disana? Karena waktu itu aku melihatmu menangis karena aku akan pindah. Sungguh, aku juga tidak ingin berpisah darimu. Aku ingin kita terus bersama, menghabiskan waktu dengan penuh canda dan tawa seperti biasanya, tapi appaku memaksaku untuk ikut dengannya ke San Francisco. Aku harap kau tidak sedih dengan kepindahanku, aku janji akan kembali ke Korea secepatnya. Jessica bisakah kau menungguku kembali ke Korea? Ada yang ingin aku katakana kepadamu, jadi tunggu aku pulang, ok! Maaf jika surat ini tidak mengharukan seperti surat-surat orang lain, kau tahu kan aku tidak pandai merangkai kata-kata, hehe.

 

 

 

Xi Luhan

 

“surat macam apa ini?”cela Jessica sambil menyunggingkan sebuah senyum dibibirnya. Walaupun ia mencelanya, tapi sebenarnya ia sangat senang mendapat surat dari Luhan.

“aku akan menunggumu”gumam Jessica senang. Walaupun ia tidak tahu menunggu Luhan smapai kapan.

*** Beautiful Goodbye***

Setahun telah berlalu semenjak kepindahan Luhan ke China, tidak ada kabar sama sekali dari Luhan.

Hari ini adalah hari kelulusan Jessica dari Junior High School. Jessica mengharapkan agar Luhan kembali dan mereyakan kelulusan mereka.

“apa tahun ini kau akan pulang Luhan”gumam Jessica lirih.

“Jessica ayo makan”seru sebuah suara wanita paruh baya yang adalah eommanya Jessica.

“ne eomma”balas Jessica dan menyusul eommanya ke meja makan.

*** Beautiful Goodbye***

“ini sudah tiga tahun Luhan, kenapa kau tidak juga kembali? Kau tahu, aku sangat merindukanmu?”gumam Jessica lirih.

“banyak yang ingin aku ceritakan padamu Luhan. Kapan kau akan pulang? Apa kau tidak merindukanku?”tambahnya.

“kau benar-benar akan menepati janjimu kan untuk kembali?”tanya Jessica ragu.

“kau sudah siap Jessica?”tanya seorang namja membuyarkan lamunan Jessica. Jessica tersenyum begitu mengetahui siapa suara itu”ne Kris”sahutnya dan berjalan menuju mobil Kris yang sudah terpakir di depan rumahnya.

*** Beautiful Goodbye***

“Luhan, hari ini kita lulus dari Senior High School. Apa tahun ini kau akan pulang ke Korea?”ucap Jessica sambil mengamati foto Luhan yang ada di kamarnya.

“hiks hiks”air mata Jessica tidak bisa ditahan untuk tidak keluar jika berhubungan dengan Luhan.

“kau pembohong! mana janjimu yang akan kembali ke Korea secepatnya? Ini sudah empat tahun berlalu Luhan. Apa kau senang menyiksaku seperti ini? Menanti tanpa mengenal lelah. Apa kau ingin mempermainkan aku? Kau bahkan tidak memberiku kabar sedikitpun mengenai kehidupanmu di China, hiks hiks”ucap Jessica panjang mencurahkan semua isi hatinya tentang betapa ia sangat merindukan sahabat baiknya itu, yang mungkin juga sangat ia cintai. Cinta? Ya, Jessica mencintai Luhan. Dari awal mereka berteman, Jessica sudah menyukai Luhan, hanya saja Jessica tidak tahu apakah Luhan juga menyukainya atau tidak. Selama ini banyak namja yang menyatakan cintanya kepada Jessica, tapi tidak satupun dari mereka yang cintanya diterima oleh Jessica. Karena dihati Jessica sudah ada satu namja yang mengisi hatinya, dia adalah Xi Luhan.

“hiks Luhan, cepat kembali aku sudah lelah menunggumu hiks hiks”tambahanya.

*** Beautiful Goodbye***

“Jessica, besok kita akan pindah ke japan”ucap appa Jessica saat mereka sedang sarapan.

Jessica membelalakan matanya”MWO?”serunya kaget hamper saja ia menyemburkan semua makanan yang ada dimulutnya itu.

“tapi kenapa?”tanya Jessica menuntut kejelasan.

“appa di tugaskan di Japan oleh kantor appa”jawab appa Jessica.

Jessica menghela napas”tapi aku tidak mau pindah appa”serunya.

“waeyo?”tanya eomma Jessica bingung.

Aku menunggu Luhan eomma.

 

“aku tidak ingin meninggalkan Korea dan teman-temanku eomma”jawab Jessica bohong. Tidak, Jessica tidak sepenuhnya bohong.

“tapi disini kau ingin tinggal bersama siapa? Kita tidak punya saudara di Korea sayang”tanya eomma Jessica lembut.

“tidak masalah, aku bisa tinggal dirumah ini sendirian”jawab Jessica yakin.

“appa tidak setuju”tolak appa Jessica.

“waeyo appa?”

“kau ini anak appa satu-satunya, appa tidak ingin terjadi sesuatu padamu jika kau tinggal sendiri di Negara sekejam ini”jelas appa Jessica.

“tapi aku bisa menjaga diriku sendiri appa”yakin Jessica.

“appa tidak suka dibantah Jessica-ah”ucap sang appa tegas.

Jessica hanya mendengus sebal mendengar ucapan sang appa, ia sadar tidak bisa membantah ucapan appanya itu. Ia terlalu sayang kepada kedua orang tua-nya dan ia tidak bisa membantah semua perintah orang tuanya selama itu memang yang terbaik untuknya.

Tapi-bagaimana dengan Luhan? Bagaimana jika Luhan kembali dan tidak mendapati dirinya di Korea lagi? Atau mungkin Luhan tidak akan pernah kembali ke Korea lagi.

Banyak pikiran yang berkecambuk dalam otaknya”mungkin ini yang terbaik”gumam Jessica.

*** Beautiful Goodbye***

“kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?”tanya Kris menuntut.

Jessica tersenyum lemah”mianhae, tapi aku juga baru tahu kemarin”jawab Jessica lembut.

Kris mengehmbuskan napasnya dengan berat”aku pasti akan merindukanmu”ucap Kris seraya memeluk Jessica erat.

“aku juga”ucap Jessica sambil membalas pelukan Kris

“jaga dirimu baik-baik”nasihat Kris.

Jessica menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

“kapan kau akan kembali?”tanya Kris sambil melepaskan pelukan mereka.

“entahlah tergantung appa, mungkin selamanya aku akan tinggal di Japan”jawab Jessica asal.

“haisst, lalu bagaimana denganku?”seru Kris frustasi.

“eh?”

“saranghae”ucap Kris sambil menatap kedalam mata Jessica.

Jessica tersentak kaget mendengar pengakuan Kris yang tak terduga olehnya itu. Jessica menundukan kepalanya”mianhae”serunya pelan.”tapi aku tidak ada perasaan padamu”tambahnya.

“aku tahu”ucap Kris berusaha tegar”tapi aku akan membuatmu menyukaiku dan menjadi milikku”tambah Kris percaya diri.

Jessica mendongakan kepalanya menatap Kris dengan pandangan yang sulit diartikan”jangan memaksakan dirimu”ucapnya lirih.

Seketika kepercayaan diri Kris yang tinggi jatuh terperosok mendengar ucapan Jessica yang membuatnya sedikit patah semangat”kita lihat saja nanti”tekatnya.

Jessica hanya bisa menatap namja dihadapannya ini dengan tatapan sendu dan menghela napas dalam”aku pergi”pamitnya dan perlahan siluet tubuh Jessica nampak semakin menjauh.

“aku pasti bisa mendapatkanmu Jessica-ah”ucap Kris pada dirinya sendiri.

*** Beautiful Goodbye***

Sudah empat tahun Jessica berada di japan dan hari ia resmi bergelar sarjana dan ia berencana untuk kembali ke Korea, berharap jika Luhan sahabat kecilnya itu juga sudah kembali ke Korea, menepati janji. Ia nekat pergi ke Korea tanpa orang tuanya karena ia mereasa ia sudah bersar dan mampu hidup sendiri.

“jika sudah sampai telpon eomma”ucap eomma Jessica mengingatkan.

Jessica tersenyum mendengar ucapan eommanya itu”ini sudah yang ke-10 kali-nya eomma berkata seperti itu”balasnya sambil tersenyum.

Eomma Jessica menghela napas panjang”apa kau yakin akan tinggal disana?”tanya eomma Jessica khawatir.

Jessica menganggukan kepalanya mantap”aku sudah besar eomma, aku sudah bisa menjaga diriku sendiri, jadi eomma tidak perlu khawatir”ucap Jessica sambil tersenyum.

“iya kau jangan khawatir, aku sudah menitipkan Jessica kepada Kris”timpal appa Jessica.

“baiklah, hati-hati di Korea kalau ada masalah langsung hubungi eomma”

“ne”

*** Beautiful Goodbye***

“Ya ! kenapa kau tidak memberitahu ku sebelumnya kalau kau sudah sampai di Korea hari ini?”cecar Kris.

“kan aku sudah bilang, ini kejutan”balas Jessica santai.

“tapi kan—“

“ini tidak akan menjadi kejutan jika aku memberitahumu”potong Jessica cepat.

Kris menghela napas panjang, percuma berdebat dengan yeoja di depannya ini. Ia tidak akan menang!

“lalu, sampai kapan kau disini?”tanya Kris antusias.

“aku akan tinggal disini lagi”jawab Jessica. Seketika bibir Kris membentuk sebuah lengkungan”jeongmal?”tanya-nya tak percaya. Jessica menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Sontak Kris langsung memeluk Jessica”aku senang”ujarnya.

*** Beautiful Goodbye***

“apa kau yakin akan tinggal disini?”tanya Kris kurang yakin.

“Kris, kau sudah mengatakan itu lebih dari 20 kali. Kau tenang saja, aku sudah besar, aku pasti bisa jaga diriku sendiri”jelas Jessica yang ke- 20 kali juga.

“tapi—“

“jika kau terus seperti ini, aku tidak mau menghubungi mu lagi”ancam Jessica dan melangkah masuk kedalam rumahnya yang dulu ia dan keluarganya tinggali. Jessica sengaja kembali menempati rumah ini lagi, ia berharap suatu saat nanti Luhan akan kembali. Kembali padanya.

“tapi tadi appamu menitipkanmu padaku Jessica-ah”ujar Kris.

Jessica berbalik, menatap Kris sebal”sebaiknya kau pulang saja Kris, aku butuh istirahat”ucap Jessica ketus dengan wajah datar.

“apa kau masih menunggu Luhan?”tanya Kris tajam.

Deg

Kenapa kau menanyakan itu Kris. Kurasa kau sudah tahu dengas jelas apa jawabannya.

 

“tolong Kris”

“sampai kapan kau akan seperti ini Jessica-ah? Dia tidak akan kembali!”ujar Kris kesal. Sebenarnya Kris tidak ingin membahas ini, karena ia tahu jawabannya pasti “iya” dan itu akan menyakitinya.

“kalau ia kenapa?”tantang Jessica. Jessica menatap kedalam mata Kris dengan tajam, ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan orang lain.

“tidak bisa kah sekali saja kau melihatku? Aku yang selama ini berada disampingmu. Aku yang selama ini mencintai dan menyayangimu”ucap Kris lirih.

Deg

Jessica menundukan kepalanya”aku sudah bilang padamu Kris, berhentilah mencintaiku karena aku tidak bisa membalasnya”

“sampai kapan kau akan menunggunya seperti ini?”tanya Kris mengulang pertanyaanya yang tak sempat terjawab.

“sampai ia datang padaku”jawab Jessica.

“sudahlah Kris, hari ini aku lelah”Jessica berjalan memasuki kamarnya yang berada dilantai dua dan meninggalkan Kris yang masih mematung karena jawaban Jessica.

*** Beautiful Goodbye***

Sudah dua tahun Jessica tinggal di Korea, tapi orang yang ia harapakan akan kembali tak kunjung kembali.

“Jessica”panggil Kris. Saat ini ia dan Jessica sedang makan malam berdua.

“em”respon Jessica.

“kurasa kau tahu betul bagaimana perasaanku padamu”ucap Kris.

Jessica tersenyum kecut mendengar ucapan Kris, ia tahu benar arah pembicaraanya kali ini akan kemana.

“lalu?”

Kris mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah dari saku jasnya“will you marry me?”tanya dan membuka kotak itu yang sudah kita tahu bahwa isinya adalah cincin. Jessica takjub melihat pengorbanan Kris selama ini, Kris sudah menyatakan cintanya dari 9 tahun yang lalu, tapi Jessica tidak pernah menerimanya.

“aku tahu kau mencintai orang lain, tapi tolong beri aku kesempatan untuk mengisi hati dan harimu”tambahanya.

Jessica menghela napas panjang“bisakah kau beri aku waktu Kris”ujarnya sedikit ragu.

“apakah waktu sembilan tahun tidak cukup untukmu Jessica?”tanya Kris lembut.

“beri aku waktu sedikit lagi Kris, aku mohon ada yang harus aku pastikan terlebih dahulu”pinta Jessica.

“baiklah”pasrah Kris, ia sadar ia tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada Jessica.

“gomawo”ucap Jessica tulus.

*** Beautiful Goodbye***

Hari ini Jessica berjanji bertemu dengan client-nya yang baru datang dari Japan“maaf membuatmu menunggu lama”ucap seorang namja.

“oh ok tidak masa—“Jessica tidak mampu melanjutkan kata-katanya saat melihat siapa orang yang berdiri dihadapannya ini.

“Lu-Luhan-ah”ujarnya lirih.

Orang yang dipanggil Luhan terdiam sejenak, mengingat-ingat apakah ia mengenal orang yang berada dihadapannya ini. Seketika mata namja yang di panggil Luhan itu terbelalak.

“kau..kau Jessica Jung sahabat kecilku?”tanya-nya tak percaya.

Jessica menganggukan kepalanya. Sontak Luhan yang merupakan sahabat kecil Jessica itu langsung memeluk Jessica erat. Melepaskan rasa rindu diantara mereka karena sudah sekian lama mereka tidak bertemu.

“hiks hiks”suara isakan terdengar dari mulut Jessica. Ia tidak bisa menahan haru saat ia bertemu kembali dengan sahabat kecilnya itu setelah ia hamper menyerah menunggu-nya.

Luhan mengeratkan pelukan diantara mereka dan tidak ingin melepaskan pelukannya. Seolah jika ia melepaskan pelukannya maka orang yang berada dalam dekapannya ini akan menghilang untuk selamanya.

“aku sangat merindukanmu Jessica-ah”ucap Luhan tepat di telinga Jessica.

“hiks aku juga”balas Jessica masih terisak. Luhan melepaskan pelukannya walaupun terasa berat untuknya. Ia ingin melihat wajah sahabatnya dari dekat setelah sekian lama tidak bertemu.

“kau berubah, kau semakin cantik saja”ujar Luhan sambil menghapus air mata Jessica yang terus mengalir di kedua pipinya.

“tentu saja, aku kan Jessica Jung yeoja yang paling cantik”balas Jessica sambil bercanda dan kembali memeluk Luhan dengan erat”kau jahat”gumamnya pelan, tapi masih terdengar oleh Luhan.

“mianhae”hanya kata itu yang dapat Luhan katakan. Ia tidak dapat berkata apa-apa lagi selain ‘mianhae’ karena hanya kata itu yang cocok.

“kau tahu, aku sangat menderita tanpa dirimu”ucap Jessica sambil memukul punggung Luhan pelan. Luhan semakin mengeratkan pelukannya dan tidak memperdulikan tatapan pengunjuk café yang lain. Yang sedang mentap mereka intens.

Setelah cukup lama berpelukan, Luhan pun melepaskan pelukannya.

“kau belum menjawab pertanyaanku”omel Jessica pura-pura kesal.

“haha, baiklah. Aku tahu, karena aku juga menderita tanpamu”jawab Luhan

“apa yang ingin kau katakan?”tanya Jessica tidak sabar dengan maksud Luhan disuratnya waktu itu.

“eh, kau membca surat itu?”tanya Luhan kaget. Jessica menganggukan kepalanya”cepat katakan”serunya lagi.

Luhan terdiam, ia bingung apakah harus ia mengatakannya.

“ayo katakan”tuntut Jessica.

“aku..aku mencintaimu”ucap Luhan akhirnya.

“Luhan”teriak seorang yeoja. Sontak membuat perhatian Luhan dan Jessica mengalihkan perhatiannya kepada sumber suara itu, begitupula dengan pengunjung café yang lain.

“Tiffany-ah”gumam Luhan lemah.

“hiks kau jahat”cecar yeoja bernama Tiffany itu sambil menangis. Luhan menghampiri Tiffany yang sedang menangis itu lalu memeluknya”uljima”ucap Luhan sambil mengelus punggung Tiffany lembut. Tiffany melepaskan pelukannya dengan Luhan lalu mentap kedalam mata Luhan—meminta penjelasan.

Jessica kaget melihat perlakuan Luhan terhadap yeoja yang tadi memanggilnya. Luhan yang mengerti arti tatapan Jessica dan Tiffany pun menghela napas dengan berat. Seolah ada beban yang sedang ia tanggung.

“aku..aku mencintai Jessica”ucapnya. Ia menghela napas dan melanjutlan perkataannya. Jessica tersenyum mendengar ucapan Luhan, sementara Tiffany menatap Luhan dengan tatapan terluka”tapi itu dulu”tambahnya. Kali ini membuat perkataan Luhan Jessica dan membuat Tiffany semakin bingung.

“Jessica adalah Cinta pertamaku. Jujur sekarang pun aku masih mencintainya dan mungkin rasa ini tidak akan pernah hilang. Akan selalu ada tempat di hatiku untuk jessica”Jelas Luhan.

“tapi Tiffany adalah masa depanku, dia adalah yeoja yang saat ini mengisi hatiku, mungkin tidak hanya untuk saat ini tapi untuk selamanya. Dia adalah istriku yang paling berharga”tambahnya lagi. Ia menundukan kepalanya tidak berani menatap Jessica yang saat ini tengah terluka dengan pengakuannya. Semakin cepat ia mengatakan ini, maka akan semakin baik. Ia tidak ingin dua wanita yang sama-sama ia cintai dan ia sayangi terluka. Dan ia putuskan untuk memilih Tiffany—istrinya.

Air mata Jessica sudah tidak dapat di bendung lagi mendengar ucapan Luhan. Penantiannya selama sepuluh tahun kandas begitu saja.

“Jessica kumohon maafkan aku”ucap Luhan yang saat ini tengah memeluk Jessica. Jessica kembali terisak di pelukkan Luhan. Sungguh, sebenarnya hatinya sangat sakit mendengar perkataan Luhan tadi, tapi sebagian hatinya lagi merasa lega.

“ini bukan salahmu Luhan”ucap Jessica berusaha tegar. Perlahan Tiffany menghampiri mereka. Terselip rasa cemburu di dalam hatinya, tapi ia juga mengerti dengan apa yang saat ini Jessica rasakan karena ia juga wanita yang sama-sama mencintai Luhan.

“bolehkah aku minta satu permintaan”ucap Jessica tiba-tiba.

Luhan melepaskan pelukannya”apa?”tanya-nya antusias.

“aku..aku ingin bersamamu satu hari saja”ucapnya.

Luhan menatapa Tiffany yang berdiri disamping kanannya. Tiffany tersenyum dan menganggukan kepalanya.

Sontak Jessica langsung memeluk Tiffany”kamsahamnida”ucap Jessica tulus.

*** Beautiful Goodbye***

“kenapa kita kemari?”tanya Luhan. Saat ini mereka tengah berada di taman belakang sekolah mereka saat di Junior High School dulu.

“kenapa? Kau tidak suka?”tanya Jessica.

“ia, aku sangat tidak suka tempat ini”jawan Luhan dingin.

“karena di tempat ini pertama kalinya aku melihatmu menagis dan itu semua karena aku. Karena tempat ini pula kau jadi menjauh dariku. Aku cemburu dengan tempat ini, karena tempat ini menjadi tempat sandaranmu—bukan aku. Aku sangat membenci tempat ini. Sangat!”ucap Luhan seraya menangis. Menangisi kisah cinta pertamanya yang tak pernah ia miliki walaupun mereka saling mencintai.

“tapi aku juga sangat menyukai tempat ini. Karena tempat ini adalah tempat pertama kali kita bertemu. Tempat yang sering kita habiskan bersama saat kita membolos dari pelajaran Park seonsaengnim yang membosankan itu”tambah Luhan seraya terkekeh kecil. Walaupun aneh, menangis dan tertawa dalam waktu yang hamper bersamaan.

“apa kau ingat itu?”tanya Luhan sambil merebahkan tubuhnya di rerumputan.

Jessica pun ikut merebahkan dirinya disamping“tentu saja, semua tentangmu akan selalu aku ingat”ucapnya seraya tersenyum. Mengingat kembali kenangan masa kecilnya.

Hening..

“apa kau menyesali takdir kita yang seperti ini?”tanya Luhan sambil menoleh kearah Jessica.

Jessica tersenyum kecut”tidak”jawabnya tegas tanpa menoleh kearah Luhan.

“waeyo?”

“walaupun aku menyesal, semuanya tidak akan bisa diputar kembali”jelasnya dan kali ini menatap Luhan.

Hening..

“kenapa kau baru kembali ke Korea?”tanya Jessica berusaha membuat topic baru.

“tidak, 6 tahun yang lalu aku kembali ke Korea untuk bertemu denganmu. Tapi saat aku kerumahmu, rumahmu kosong. Dan aku juga kuliah di Korea, tapi setelah aku mendapat gelar sarjana aku pindah ke Japan karena aku mendapatkan pekerjaan disana”jawab Luhan panjang lebar.

Jessica mendesah kesal mendengar ucapan Luhan.

“waeyo?”tanya Luhan bingung melihat reaksi Jessica.

“kita memang tidak berjodoh”jawabnya menggantung. Luhan menaikan sebelah alisanya.

“kau tahu, saat kita lulus dari Senior High School aku pindah ke Japan karena appaku mendapat tugas disana. Dan aku kembali ke Korea dua tahun yang lalu agar bisa bertemu denganmu”jelas Jessica.

“haha”tawa Luhan.

“sepertinya kita ditakdirkan hanya untuk berteman, tidak lebih”komentarnya.

“kau benar”desah Jessica lemah.

Hening..

Selalu seperti ini.

“apakah kau sudah punya kekasih?”tanya Luhan.

“entahlah”jawab Jessica seadanya.

“waeyo?”Luhan memasang wajah penasarannya.

“terlalu rumit dan aku sedang tidak ingin membahasnya sekarang”

“ayolah”bujuk Luhan memasang puppy eyes-nya.

“aku hanya ingin menghabiskan hari ini bersamamu tidak untuk yang lain”jelas Jessica.

“baiklah”ujar Luhan pasrah.

*** Beautiful Goodbye***

“gomawo sudah mengantarku pulang”ucap Jessica saat ia dan Luhan telah berada di halaman rumah Jessica.

“tidak masalah, apa sih yang tidak untuk my lovely”gombal Luhan.

“ck”

“sudah sana pulang”usir Jessica.

“kau mengusirku eoh?”

“ne, waeyo? Jangan bilang kau ingin menumpang dirumahku”ledek Jessica.

“Ya! Kenapa kau jadi pelit seperti ini eoh kepada orang yang kau cintai”cibir Luhan.

“sudah sana pulang”usir Jessica sambil mendorong tubuh Luhan masuk kedalam mobil.

“haistt, arra arra”ujar Luhan pasrah.

“Chu~”Luhan mencium kening Jessica. Jessica memjamkan matanya, menikmati kah? Mungkin.

“Jessica”teriak seorang namja yang turun dari dalam mobilnya.

Dengan segera Luhan melepaskan bibirnya dari kening Jessica.

“eh Kris”ujar Jessica kaget.

Kris menatap Luhan tajam, sementara orang yang ditatap bingung.

“em, kenalkan ini Luhan, sahabatku”ucap Jessica.

“Kris”ucap Kris sambil mengulurkan tangannya.

Dengan senang hati Luhan membalas uluran tangan Kris”Luhan”ucap Luhan. Kris menggenggam tangan Luhan dengan erat membuat sang empunya tangan sedikit meringis. Sekarang Luhan mengerti kenapa namja ini menatapnya dengan tajam dan ia pun membalas tatapan tajam Kris dengan sebuah seringai. Jessica yang menyadari situasi ini pun segera mencairkan suasana.

“Luhan bukankah kau ingin pulang”ucap Jessica mengingatkan.

Kris yang mendengar ucapan Jessica segera melepaskan genggamannya.

“eh iya. Jangan lupa besok ok”ucap Luhan sambil mengedipkan matanya kearah Jessica. Ia sengaja melakukannya untuk menggoda Kris.

Sukses! Kris kembali mentapannya dengan tajam.

“ne”balas Jessica sambil tersenyum. Kali ini giliran Jessica yang mendapat tatapan tajam dari Kris. Jessica yang mendapat tatapan seperti itu pun jadi salah tingkah karena takut. Akhirnya Luhan pergi meninggalkan Jessica dan Kris berdua di halaman rumah Jessica.

Setelah Luhan pergi, secara tiba-tiba saja Kris juga meninggalkan Jessica.

“Kris kau mau kemana?”tanya Jessica kaget.

Kris tidak membalas ucapan Jessica, malah semakin mempercepat langkahnya menuju mobil.

“Kris”teriak Jessica dan menarik tangan Kris lalu memeluk Kris dari belakang.

“lepas”ujar Kris dingin.

“aniyo”tolak Jessica dan semakin memper-erat pelukkannya.

“apa maumu sekarang eoh?”sentak Kris.

“aku mau Kris Wu”ucap Jessica.

“bukankah orang yang kau cintai itu sudah kembali, kenapa kau menginginkanku? Apakah aku ini nampak seperti lelucon dimatamu?”cecar Kris.

“bukan begitu Kris”seru Jessica cepat.

“lalu?”

“aku memang senang dia kembali, tapi aku tidak mungkin bersamanya”jelas Jessica.

“waeyo?”

“karena dia sudah punya istri Kris”

Kris tertawa mendengar ucapan Jessica”jadi kau memilihku karena dia sudah punya istri? Kau jadikan aku pelampiasanmu? Sungguh, kau wanita yang licik”ucap Kris dan melepaskan pelukan Jessica.

“aniyo, bukan begitu”ucap Jessica dan kembali menahan Kris agar tidak kembali masuk kedalam mobil.

“lepaskan aku”seru Kris dan mengehmpaskan Jessica.

Bruk

Sukses Jessica terjatuh akibat di hempaskan oleh Kris.

“aww”ringis Jessica karena tubuhnya menghantam aspal. Kris yang mendengar ringisan Jessica pun segera berbalik dan menolong Jessica. Rasanya cintanya terlalu besar untuk Jessica, ia tidak bisa membiarkan Jessica terluka sedikitpun walaupun banyak luka yang Jessica berikan untuknya.

“seharusnya kau lebih hati-hati”omel Kris khawatir.

“mwo? Hati-hati? Ini semua kan karena kau”balas Jessica.

Kris mendesah pelan”baiklah, mianhae”ucapnya tulus. Jessica tersenyum melihat Kris yang masih perduli padanya.

“kenapa kau tersenyum seperti itu? Apa kepalamu terbentur”Kris segera mengecek seluruh tubuh Jessica, ia takut ada luka yang serius.

“saranghaeyo”ucap Jessica.

Deg

Jantung Kris berdetak dengan tidak beraturan hanya karena mendengar satu kalimat itu saja”mwo?”seru Kris kaget.

“saranghaeyo Wu Yifan”ulang Jessica sambil menyebutkan nama asli Kris.

Kris yang sudah memastikan bahwa telinganya masih berfunsi dengan normal langsung memeluk Jessica”nado sanghaeyo Jessica Jung”balas Kris senang.

“eh tunggu”seru Kris dan melepaskan pelukkannya.

“waeyo?”tanya Jessica bingung.

“jelaskan semuanya padaku, alasan semua ini”tuntut Kris.

Jessica berdecak“apakah masih butuh penjelasan?”

“tentu saja, aku tidak ingin dipermainkan—lagi”

“aku memang menunggu Luhan, menunggu ia mengembalikan hatiku yang sudah ia curi. Dan akan aku gunakan hatiku hanya untuk mencintaimu. Sebenarnya aku juga mencintaimu, tapi aku masih ragu dengan perasaan itu makanya waktu itu aku minta kau untuk memberikanku waktu”jelas Jessica.

“sejak kapan kau mencintaiku?”Kris penasaran.

“sejak kau selalu memberikan perhatian padaku dan tidak pernah lelah mencintaiku”

Kris memeluk Jessica lagi”saranghae”ucapnya.

“nado saranghae”

*** Beautiful Goodbye***

“pokoknya aku ingin menjodokan anak kita”ujar Jessica. Saat ini ia sedang berada di bandara untuk mengantar Luhan dan Tiffany kembali ke Japan.

“aku tidak mau”tolak Luhan cepat.

“waeyo?”tanya Jessica kesal.

“kasihan anakku menikah dengan anakmu, anakmu pasti jelek. Eommanya saja jelek”ledek Luhan.

“mwo? Enak saja kau bicara. Mana mungkin anaknya jelek jika eommanya secantik aku”balas Jessica dengan sangat percaya diri.

“hahaha”tawa Kris dan Tiffany melihat tingkah konyol Jessica dan Luhan yang seperti anak kecil.

“aku setuju kalau kita menjodohkan anak kita kelak”ucap Tiffany. Sontak Jessica langsung tersenyum penuh kemenangan dan me-meletkan lidahnya kearah Luhan.

“chagia”rajuk Luhan.

“kau harus janji Tiffany-ah”ucap Jessica cepat sebelum Tiffany terkena hasutan Luhan.

“ne, aku janji”ucap Tiffany sambil tersenyum.

“sudah, kalian harus cepat-cepat bersiap, sebentar lagi giliran pesawat kalian”ucap Kris memperingatkan.

“baiklah”ucap Luhan lalu memeluk Kris. Selanjutnya memeluk Jessica”It’s Beautiful Goodbye right?”bisik Luhan.

Jessica menganggukan kepalanya”Yes, It’s Beautiful Goodbye”balas Jessica sambil seraya tersenyum. Sekarang giliran Tiffany yang memeluk Kris dan Jessica bergantian.

Bye, jangan lupa hubungi kami”ucap Tiffany. Yang dibalas anggukan oleh Kris dan Jessica

“jaga diri kalian”ucap Luhan.

“ne”balas Kris dan Jessica bersamaan.

“cepat susul kami”tambah Luhan.

“pasti”kali ini Kris yang membalasnya dengan mantap. Sementara Jessica yang berada disampingnya wajahnya sudah bersemu merah.

***The End***

By Жin Genie

Sunday, march 25, 2012

Iklan

19 pemikiran pada “Beautiful Goodbye | OneShoot |

  1. Wah͵ Daebak banget ff nya!!! Dibuatnya udah lama kok baru dipost sekarang? tapi g apa2lah. ffnya tetep baguuuuus banget 🙂
    Saya kira akhirnya hansica͵ tapi ternyata krissica. tp berhubung saya suka kedua couple itu͵ jadi g masalah.
    Saya boleh minta squelnya gak??? Squelnya dong͵ thor…. Saya mau tau gmn selanjutnya. OK!!!

      1. Cheon… 🙂
        Iya͵ saya minta squelnyaa. kalo udah dapet inspirasi cepet dibuat lalu dpost ya͵ thor. saya tunggu… ^^

      2. Iya… saya lagi suka banget sm exoshidae. awalnya saya suka sama sugen. tp pas baca ff exoshidae jadi kecanduan. ga tau knp͵ saya langsung dapet feelnya. hehehe… 😀

  2. bener2 menguras emosi..
    Apalagi pas LuSica ktemuan lg n ternyata luhan udah punya istri.. T.T bener2 mengharukan
    (sempet nangis juga T.T)
    tapi pas bagian KrisSica (stelah ktemu luhan) ceritanya romantis banget.. 🙂
    awalnya udah dilema dulu klo ada couple kris-sica-han, maklum.. Mereka bias aq semua.. 🙂
    ffnya keren ! Aq suka n khusus ff yg ini bner2 memuaskan, panjang soalnya.. Hehe n alurnya sangat bagus
    oya, ff yg ‘because your lips’ kpn lanjut ? Aq suka juga sama ff itu soalnya 🙂

    mian klo koment qu bner2 kpanjangan..

  3. sumpah ni ff bikin perasaan campur aduk antara nesek-seneng-nyesek(?),,,,,,,
    daebak walaupun ada sedikit typo but tidak masalah pokonya terus berkarya author,ku tunggu ff lusicanya,,,,,heheheheh^^

  4. Aduh bacanya sampe meneteskan air mata terlalu mengharukan
    Luhan setiba dari jepang udah dapet istri sedangkan jessica mencintai luhan tapi.pada akhir nya jessica sama kris padahal kan aku udah berharap kalu luhan sama jessica
    tapi so sweet………

  5. Endingnya krissica. .
    Haha,
    suka sama semua couple sica eon deh,
    awalnya nyesek bgt baca bagian awal sampe yang sica tau kalo luhan udah punya istri,
    T,T
    tp endingnya gokil,
    apalagi waktu di bandara,
    sukses bikin senyum gaje,
    Nice FF. .

  6. Hanya bisa nangis author.. Tapi akhirnya tersenyum deh 🙂
    Untung ada malaikat paling ganteng itu, hahaha komplit dah suka ini FF!

  7. yak!!! krissica<3
    entahlah aku bingung ngepair krissica apa hansica ;_;
    mereka pairing fav ;_;
    FF NYA BAGUS IH;_; JESSICA ADUH;_;
    KRIS SETIA SAMA JESSICA ADUH HUWEEE ;_; TERHARU(?)
    NICE FF^^ BUAT FF KAYAK GINI LAGI PLEASE /PUPPY EYES/ /SLAPPED/

  8. sempet nyesek pas bagian luhan bilang kalo tiffany adalah istri masa depannya itu bagaikan bom yg meledak tepat di hati. feelnya kerasa bgt thor. sumpah keren banget ff ini. nggak nyangka sampe aku ikutan nyesek kayak jessica

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s