Second Chance (Between First Love and Last Love) | part 2 |

Title : Second Chance (Between First Love and Last Love)

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Suport Cast : Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Kim Suho

Im Yoona

Genre : Romance

Rating : PG-15

Lenght : Chapther

Summary : Jika datang kesempatan kedua dalam hidupmu untuk mendapatkan cinta, mana yang akan kau pilih first love or last love.

Backsound : Jessica SNSD – Unstoppable Tears

                                                            SNSD – Time Machine

***Second Chance by Жin Genie ***

Jessica menghela napasnya pelan, tidak tahu itu sudah yang ke berapa dalam hari ini. Membuat Tiffany khawatir saja.

”kau kenapa Jessie? Ku perhatikan dari tadi kau hanya menghela napas terus? Apa ada masalah yang mengganggumu?”tanya Tiffany—teman dekat Jessica sekarang.

”kau bisa cerita padaku—kalau kau mau”tambahnya.

Jessica menoleh kearah Tiffany yang saat ini tengah duduk di samping kanannya, sekarang mereka tengah di dalam bus menuju mall terdekat untuk membeli perlengkapan masa orientasi mereka di kampus baru mereka . Jessica tersenyum tipis kepada Tiffany.

”semalam aku bermimpi”Jessica memulai ceritanya lalu menghela napas lagi.

”lalu?”Tiffany mulai penasaran.

”aku bermimpi tentang kejadian saat aku masih di Junior High School . Saat bersama dengan..dengan first love ku”ujarnya.

”wah sepertinya menarik, apa kau masih memiliki perasaan dengan first love mu itu?”tanya Tiffany antusias.

Jessica berpikir sejenak lalu mengangkat kedua bahunya”entahlah, aku tidak tahu”jawab Jessica seadanya seraya menerawang kembali pada mimpinya semalam.

”ayo ceritakan tentang first love mu itu Jessie”pinta Tiffany semangat dengan mata berbinar. Jessica terkekeh pelan melihat sikap temannya itu.

”dia bernama Xi Luhan”Jessica mendesah pelan setelah menyebutkan nama Luhan.

”Xi Luhan?”gumam Tiffany.

”iya, kau mengenalnya?”tanya Jessica.

Tiffany menggelengkan kepalanya”tidak tidak, aku hanya bingung dengan namnya. Sepertinya dia bukan orang korea”jawab Tiffany menjelaskan takut Jessica salah sangka.

”memang, dia orang China yang tinggal dan tumbuh besar di Korea”sahut Jessica.

”ah pantas saja”

”ayo ceritakan tentang Luhan-mu itu”seru Tiffany tidak sabaran.

Deg!

Entah kenapa jantung Jessica berdetak cepat saat Tiffany mengatakan ‘Luhan-mu’. Ah betapa bahagianya jika Luhan memang pernah menjadi miliknya.

”baiklah”sahut Jessica saat dirinya sudah tidak lagi berada dalam dunia khayalnya. Dunia yang hanya ada dirinya dengan semua imajinasinya.

”dia junior ku saat di Junior High School . Aku mulai mengenalnya lebih jauh saat dia ternyata satu club denganku, yaitu club music . Tentu saja dia menjadi junior ku disana”Jessica member jeda sebelum melanjutkan ceritanya.

”Awal pertama aku melihatnya, aku kira dia kembar dengan Sehun”Jessica terkekeh kecil mengingat kejadian itu.

”kalian kembar?”tanya Jessica kepada kedua hoobaenya yang duduk paling belakang. Saat ini Jessica tengah mendata murid baru yang mendaftar menjadi anggota club music.

Kedua hoobaenya itu saling menatap satu sama lain, lalu terkekeh pelan. ”tidak sunbae”balas keduanya dengan serempak. Membuat Jessica semakin yakin kalau mereka kembar. Padahal tadi mereka sudah jelas bilang kalau mereka tidak kembar.

”ah tapi kalian sangat mirip, aku saja tidak bisa membedakan kalian”Jessica terus bersikeras.

Kedua hoobaenya kembali bertukar pandang”mungkin kami memang terlihat mirip, tapi kami tidak kembar. Kami saja baru bertemu kali ini”jelas hoobae Jessica yang terlihat lebih manis.

”betul sunbae”timpal hoobae Jessica yang satunya, yang duduk di samping hoobaenya yang terlihat manis itu. Tapi kali ini hoobaenya itu terlihat tampan dan keren.

Jessica menganggukkan kepalanya sebagai respon”baiklah, kalian tidak kembar. Lalu perkenalkan diri kalian dan asal kelas kalian, ini sebagai data club”ucap Jessica.

”Xi Luhan imnida. Aku berasal dari kelas I.C”ucap hoobae Jessica yang manis itu. Jessica hanya menganggukkan kelapalanya.

yang manis namanya Luhan’ucap Jessica dalam hati seraya mengingat hoobaenya itu agar tidak lagi keliru.

 

”Oh Sehun imnida. Aku berasal dari kelas I.D”ucap hoobae Jessica yang tampan itu seraya tersenyum manis. Lagi-lagi respon Jessica hanya sebuah anggukan kepala, walaupun sebenarnya Jessica sedikit tertarik dengan Sehun apalagi saat Sehun tersenyum. Sangat tampan!

‘oh jadi namanya Sehun, ah sepertinya aku menyukainya’ucap Jessica dalam hati.

Jessica sedikit menaruh hati kepada hoobaenya yang bernama Sehun itu. Ya wajar sajalah, Sehun tampan dan keren apalagi sepertinya dia blasteran. Menambah nilai plus untuk Sehun.

”loh tadi kau bilang, kalau first love mu itu Xi Luhan. Tapi kenapa kau malah menyukai Sehun?”Tiffany yang bingung memotong cerita Jessica.

”kau harus mendengarnya sampai habis, jangan memotong”ujar Jessica sedikit kesal.

”baiklah. Ayo lanjutkan”seru Tiffany.

”ah aku lupa tadi sampai mana?”tanya Jessica bingung.

”tadi kau bercerita sampai kau menyukai Sehun”jawab Tiffany seraya menggelengkan kepalanya.

”ah iya”ucap Jessica seraya tersenyum tiga jari.

”awalnya aku memang menyukai Sehun, seperti yang ku bilang tadi, dia tampan dan keren. Terbukti dengan banyak anggota club music yang menyukainya. Tapi aku tegaskan, aku hanya MENYUKAINYA tidak MENCINTAINYA”cerita Jessica seraya menerawang—kembali ke masa dimana ia bertemu dengan Xi Luhan—first lovenya.

Tiffany mendengarkan cerita Jessica dengan serius. Menurutnya cerita Jessica cukup menarik untuk disimak dan sayang jika dilewatkan.

”ah, dulu aku tidak tahu kalau perasaan yang kumiliki itu disebut cinta. Yang ku tahu hanya aku menyukainya dan merasa senang jika dia di dekatku. Aku dulu masih terlalu awam untuk mengetahui tentang cinta. Aku tidak pernah menyangka perasaanku pada Luhan akan berkembang terus dan lambat laun menjadi sebuah cinta”cerita Jessica seraya tersenyum tipis.

”ceritakan bagaimana kau bisa menyukai Luhan-mu itu”pinta Tiffany semangat.

”baiklah”sahut Jessica dan kembali menerawang tentang masa lalunya bersama Luhan.

Suatu hari setelah pulang dari kegiatan club, Jessica dan Luhan tidak sengaja pulang bersama. Ah, tidak bisa dibilang pulang bersama juga. Hanya satu bus yang sama saja karena arah rumah mereka yang searah. Saat itu Jessica pulang bersama dengan Taeyeon—teman dekat Jessica saat di club music. Dan Luhan pulang sendiri, tidak bersama Sehun ataupun Chen—teman sekelas Luhan yang ternyata anggota club music juga. Saat bus akan melaju, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya yang masuk. Semua kursi penumpang sudah penuh terisi dengan gentle-nya Luhan memberikan kursinya untuk wanita paruh baya itu dan ia akhirnya berdiri. Jessica yang melihat apa yang dilakukan Luhan merasa tersentuh. Sudut bibirnya tertarik menjadi sebuah lengkuangan–senyuman manis.

‘namja yang baik’ucap Jessica dalam hati.

Entah mengapa, setelah kejadian di bus waktu itu Jessica menjadi sering memperhatikan Luhan dan mengacuhkan Sehun—namja yang awalnya ia sukai. Tapi untung saja seperti itu karena Sehun ternyata adalah seorang PLAYBOY. Baru sekitar satu bulan saja ia di club music, ia sudah memacari lima orang yeoja. Dan Jessica sangat bersyukur kepada tuhan karena ia tidak menyukai Sehun lebih jauh.

Jessica terdiam sejenak. Membuat Tiffany bingung dan semakin penasaran dengan kelanjutan kisah first love Jessica.

”kenapa berhenti Jessie? Apa kau lupa lagi?”tanya Tiffany.

Jessica menggeleng lalu mulai melanjutkan ceritanya lagi.

Entah sejak kapan dan bagaimana Jessica dan Luhan bisa menjadi dekat. Mereka sering bercanda bersama. Luhan sering sekali menggoda dan menjahili Jessica. Sampai ada yang menggosipkan mereka berpacaran.

”cie sekarang kau dan Luhan sudah sangat dekat”goda Taeyeon saat Jessica dan Taeyeon tengah istirahat di cafetaria sekolah mereka.

Wajah Jessica langsung merona mendengar nama Luhan disebutkan. Ah baru namanya saja bisa membuat Jessica seperti itu, bagaimana jika dengan orangnya langsung.

Jessica menyeruput milkshakenya untuk sedikit menghilangkan kegugupannya. ”menurutmu apa dia menyukaiku juga?”tanya Jessica kepada Taeyeon.

Taeyeon berpikir sejenak, ia sengaja membuat Jessica harap-harap cemas. Sangat menyenangkan menggoda Jessica jika sedang seperti itu. Jessica mulai sebal karena Taeyeon terlalu lama berpikir. Apa susahnya tinggal menjawab ‘iya’ atau ‘tidak’. Pikir Jessica kesal.

”ayolah Taeng lebih cepat sedikit”seru Jessica mulai kesal karena Taeyeon terlalu bertele-tele.

Taeyeon melirik Jessica lalu terkekeh. Sungguh, menggoda Jessica sangat menyenangkan. Karena jika ia sedang kesal ia akan mengembungkan kedua pipinya dan meniup poninya dan itu membuatnya terlihat sangat imut.

”menyebalkan!!”geram Jessica seraya melipat kedua tanganya di dada karena ia tahu bahwa Taeyeon sedang mempermainkannya.

Lagi-lagi Taeyeon terkekeh pelan”ayolah Jess, jangan marah. Aku hanya bercanda”ucap Taeyeon sedikit merasa bersalah. Jessica mengacuhkan Taeyeon.

”tentu saja Luhan menyukaimu, aku bisa melihatnya dari cara dia menatapmu”ucap Taeyeon berusaha menarik perhatian Jessica. Tapi yang di ucapkan Taeyeon adalah yang sebenarnya, yang dirasakan Taeyeon selama ia melihat kedekatan Luhan dan Jessica. Bukan hanya sekedar bualan agar Jessica tidak lagi kesal padanya.

Berhasil, perkataan Taeyeon mampu menarik perhatian Jessica. Bahkan kini Jessica tengah menatap Taeyeon dengan mata berbinar”benarkah? Apa kau yakin?”tanya Jessica antusias. Apapun tentang Luhan pasti akan membuat Jessica sangat antusias.

Taeyeon menganggukkan kepalanya yakin”tentu saja”

”coba kau tes saja”ucap Taeyeon memberi usul.

Jessica menaikan sebelah alisnya”tes?”ulangnya ragu.

”ya, untuk membuktikan dia mencintaimu atau tidak”jelas Taeyeon.

”ah boleh juga, tapi bagaimana?”gumam Jessica bingung.

”emm..”Taeyeon nampak berpikir keras.

”buat dia cemburu”ujar Taeyeon tiba-tiba.

”eh? Tapi..”

”bagaimana kalau kau buat cemburu Luhan dengan Suho. Kau sepertinya juga dekat dengan Suho”

”Suho?”ulang Jessica ragu.

”iya, aku yakin Luhan pasti cemburu. Aku pernah melihat kau yang sedang asik bercanda dengan Suho dan Luhan menatap kalian dengan tatapan kesal. Aku yakin sekali kalau Luhan cemburu dengan kedekatan kalian”jelas Taeyeon panjang lebar.

”aku yakin setelah itu Luhan pasti akan menyatakan perasaanya padamu”tambah Taeyeon seraya terkikik pelan. Membayangkan rencananya berhasil.

”bagaimana? Kau setuju?”tanya Taeyeon semangat.

”eum”jawab Jessica.

”ternyata keputusanku saat itu salah besar”ujar Jessica lemas lalu menundukkan kepalanya.

”salah besar bagaimana?”tanya Tiffany bingung.

”Luhan memang cemburu pada kedekatan ku dan Suho. Tapi dia tidak pernah menyatakan cinta padaku. Dia malah menyatakan cintanya kepada Yoona—hoobae yang juga cukup dekat denganku”jelas Jessica sedih. Mengingat kembali tentang first lovenya sama saja membuka luka lama hatinya. Tapi walaupun begitu ia sangat senang bila bisa mengenang tentang first lovenya itu.

”setelah Luhan memberitahuku kalau dia berpacaran dengan Yoona, aku mulai menjauhinya. Aku tidak mau mengganggu hubungan mereka dan perlahan tapi pasti hubungan kami yang awalnya cukup dekat semakin lama semakin merenggang. Aku dan dia tidak lagi saling bercanda bahkan bertegur sapapun tidak”lanjut Jessica.

”sungguh miris”tambah Jessica dengan lirih.

Tiffany yang mendengar cerita Jessica hanya bisa diam dan menunggu Jessica menyelesaikan ceritanya. Ia sendiri bingung untuk berkata apa saat ini, ia tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa first love temannya itu akan sangat menyakitkan seperti itu. Ia mengira first love Jessica akan penuh dengan tawa dan tingkah konyol para remaja yang baru mengenal cinta. Tapi kenyataan yang ia dengar sekarang adalah kisah cinta yang memilukan yang harus dialami seorang remaja yang baru mengenal yang namanya CINTA. Sungguh, mungkin jika ia menjadi Jessica ia akan merasa sangat tertekan.

”kejadian itu berlangsung sampai aku lulus. Hingga suatu hari setelah aku lulus dari Junior High School dan sudah menjadi murid di sebuah Senior High School aku bertemu dengan Chen. Aku sempat berbincang cukup banyak dengannya. Dan setelah aku berbincang dengan Chen suatu rahasia yang tidak pernah aku ketahui terkuak”Jessica memberi jeda sebelum melanjutkan ceritanya. Menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan melalui celah mulutnya.

”bahwa sebenarnya Luhan menyukaiku, ia tidak pernah menyukai Yoona. Ia berpacaran dengan Yoona hanya sebuah kebohongan belaka karena ia mendengar kabar kalau aku dan Suho berpacaran. Dia..dia hiks ternyata..benar-benar cemburu dengan kedekatanku dengan Suho”ucap Jessica dengan diiringi isak tangisnya. Tiba-tiba saja rasa sesak yang selama ini Jessica rasakan kembali menyeruak begitu saja kedalam hatinya tanpa bisa ia tahan.

Tiffany yang melihat itu mengusap punggung Jessica lembut. Memberi dukungan untuk Jessica agar kuat.

”Jessica sunbae”panggil seorang namja.

”ah ye”sahut Jessica yang merasa namanya di panggilpun menoleh dan mendapati Chen tengah berdiri tidak jauh darinya. Saat ini Jessica tengah berada di sebuah cafe yang berada di pusat perbelanjaan ternama di Seoul.

”ah ternyata benar anda Jessica sunbae”seru Chen sopan.

Jessica tersenyum tipis”kau Chen kan?”serunya.

Chen menganggukkan kepalanya”iya ini aku Chen. Ah sepertinya sunbae hanya hapal dengan Suho dan Luhan saja ya”goda Chen.

Deg!

Jessica tersenyum kikuk saat Chen menyebutkan nama Luhan dengan santainya. Nama yang selama ini Jessica berusaha hindari.

”ah tidak seperti itu”elak Jessica.

”silahkan duduk Chen”Jessica menawari Chen duduk di mejanya.

”apa tidak ada yang marah kalau aku duduk dengan sunbae?”tanya Chen.

Jessica tersenyum kecil”tidak ada”sahut Jessica.

Akhirnya setelah Jessica menjelaskan bahwa ia sedang sendiri di cafe itu barulah Chen mau duduk di hadapannya.

”oh ya, sekarang sunbae sekolah dimana?”tanya Chen mengawali pembicaraan setelah dirinya duduk.

Jessica menyeruput orange juice pesanannya sebelum menjawab pertanyaan Chen”Seoul Senior High School”jawabnya.

”bagaimana dengan dirimu dan emm..Luhan?”tanya Jessica sedikit ragu untuk menyebutkan nama Luhan.

Chen terkekeh pelan melihat bagaimana ekspressi Jessica saat menyebutkan nama Luhan”aku di Dongguk Senior High School dan Luhan di..”Chen sengaja memotong ucapannya. Ia menunggu bagaimana reaksi Jessica. Jessica menunggu Chen melanjutkan perkataaanya dengan menahan napas dan menatap Chen intens. Chen mengulum senyum melihat ekspressi Jessica yang nampak lucu itu.

”Ya! Kenapa lama sekali”protes Jessica kesal.

Chen terkekeh”baiklah baiklah, sepertinya sunbae sangat tidak sabar menunggu jawabanku. Luhan sekarang di China. ah Luhan pasti senang bila mendengar sunbae menanyakannya”goda Chen lagi.

Jessica mengerutkan keningnya”China?”gumam Jessica ragu.

”iya, setelah mendengar kabar sunbae berpacaran dengan Suho, Luhan menjadi sering marah tidak jelas di kelas maupun di club dan saat sunbae lulus Luhan memutuskan untuk pindah ke China bersama keluarganya. Ia tidak ingin terus berada di Seoul dan mengingat sunbae. Ia ingin belajar merelakan sunbae dengan Suho dan melupakan cintanya kepada sunbae”jelas Chen panjang lebar.

Tes tes

Setelah mendengar penuturan Chen tentang Luhan membuat air mata Jessica menetes begitu saja. Menyesal! Hanya satu kata yang bisa mendeskripsikan perasaan yang saat ini tengah ia rasakan. Ia menyesal kenapa memilih untuk membuat Luhan cemburu. Kenapa tidak langsung mengatakan perasaannya saja kepada Luhan waktu itu. Mungkin ia dan Luhan akan bersama. Ah penyesalan selalu datang di akhir. Disaat tidak bisa lagi bisa menjangkaunya. Penyesalah itu akan datang. Dan sangat menyiksa batin.

”sunbae gwechanayo?”tanya Chen kaget melihat reaksi Jessica yang tidak ia sangka. Ia kira Jessica akan biasa saja mendengar kabar tentang Luhan karena setahunya Jessica tidak menyukai Luhan lalu kenapa reaksinya seperti itu.

Jessica menggelengkan kepalanya”anio, appoyo”ujar Jessica terisak seraya memukul dadanya yang terasa sangat sesak.

”appoyo”ujar Jessica frustasi.

Melihat itu Chen menarik tangan Jessica supaya Jessica tidak memukul dadanya.

”aku menyesal Chen”isak Jessica pilu. Siapapun yang mendengar isak tangis Jessica saat ini akan sangat tersentuh dan mungkin jika yang tidak kuat akan ikut meneteskan air matanya.

”kenapa waktu itu aku harus membuat Luhan cemburu agar Luhan menyatakan perasaannya padaku. Kenapa tidak..tidak..tidak aku saja yang menyatakan perasaanku terlebih dahulu padanya. Aku menyesal Chen, sungguh aku sangat menyesal”ujar Jessica dengan nada suara semakin pilu. Ingin sekali Chen memeluk sunbaenya ini sekedar meredakan tangis pilu Jessica yang sangat memekakan hatinya itu. Tapi ia tidak bisa, biar bagaimana pun Jessica adalah yeoja yang sangat disukai sahabatnya. Ia tidak berani bahkan hanya sekedar untuk membuat Jessica lebih tenang dengan memeluknya.

”sunbae”gumam Chen yang merasa kasihan melihat kondisi Jessica sekarang. Ia tidak menyangka ternyata Jessica mempunyai perasaan yang sama dengan temannya—Luhan. Bahkan sangat dalam. Selama ini ia dan Luhan beranggapan jika Jessica menyukai Suho dan begitupun sebaliknya karena mereka sering terlihat bercanda bersama. Dan terlihat sangat dekat dan kompak.

”hiks hiks”Jessica terus saja menangisi kebodohannya. Kebodohannya yang membuat orang yang dicintainya perlahan menjauh dan meninggalkannya. Sungguh bodoh bukan seorang Jessica Jung. Jessica terus saja menangis walapun ia tahu tangisnya tidak bisa membuat dirinya kembali ke masa lalu. Masa dimana ia masih bisa melihat Luhan dan dekat dengannya. Bahkan karena kebodohannya sekarang mereka menjadi pusat perhatian pengunjung café lainnya. Tapi Jessica tidak peduli akan hal itu. Menurutnya sekarang menangis adalah hal penting yang harus ia lakukan untuk sedikit mengurangi rasa sesak yang melandanya.

”sunbae”panggil Chen ragu, ia tidak tahan jika terus mendengar tangis pilu Jessica.

”mwo?”seru Jessica masih dengan isak tangisnya.

 

”ah ya, kau kan temannya Luhan, bisakah aku meminta nomer ponsel Luhan”ucap Jessica tiba-tiba seraya menyeka air matanya.

Chen mendesah pelan”mianhae sunbae, tapi sekarang aku sudah hilang kontak dengan Luhan setelah ia memberitahuku kalau ia pindah ke China”sesal Chen.

Jessica menahan napasnya sejenak, dadanya terasa sangat tercekat. Hari ini ia mendapatkan kabar yang tak terduga secara berturut-turut dan semua kabar itu sangat menyesakkan hatinya. Sekarang hilang sudah harapannya untuk bisa bertemu dengan Luhan. Entah kapan ia bisa bertemu dengan Luhan lagi dan itupun jika tuhan mengijinkannya untuk bertemu dengan Luhan.

”Sakit. Rasanya sangat sakit saat mengetahui orang yang kau cintai sudah memiliki kekasih, terlebih kekasihnya itu adalah salah satu orang terdekatmu sendiri. Apalagi ketika kau tahu bahwa orang yang kau cintai yang selama ini kau kira tidak mencintaimu ternyata juga mencintaimu. Dan kau mengetahui semua kebenaran itu saat kau sudah belajar untuk melupakannya dari daftar kenanganmu. Disaat kau ingin memperbaiki semuanya lagi-lagi kau harus berhadapan dengan kenyataan yang membuatmu lebih sakit. Kenyataan bahwa kau sudah tidak bisa lagi bertemu dengannya”tambah Jessica.

”hiks hiks”Tiffany menangis mendengar cerita Jessica yang menurutnya sangat sedih itu.

”kisahmu tentang first lovemu sangat mengharukan Jessie”komentar Tiffany seraya menyeka air matanya.

”sorry Jessie, aku tidak bermaksud membuatmu mengingat tentang kejadian menyakitkan itu”sesal Tiffany.

”ini bukan salahmu Tiff, kau tahu Tiff, aku selalu bangga jika menceritakan tentang first loveku. Walaupun first loveku tidak berakhir dengan bahagia”ucap Jessica berusaha terlihat tegar seraya tersenyum tipis membuat Tiffany bingung. Ia menghapus air matanya yang tadi mengalir di kedua pipinya itu.

”kenapa?”

”karena dia adalah namja special yang pernah singgah di dalam hatiku dan akan selalu mendapat tempat khusus di hatiku sampai kapanpun karena dia adalah first loveku”jelas Jessica seraya tersenyum tipis.

”mungkin dia jodohmu dan tuhan memberikan petunjuk melalui mimpimu itu”ujar Tiffany tiba-tiba.

Jessica memiringkan kepalanya–memikirkan perkataan Tiffanya”tapi aku juga bermimpi tentang masa laluku bersama last loveku”ucap Jessica.

”apa dia juga jodohku? Kenapa jodohku ada dua?”gumam Jessica pelan.

”ah? Kau juga bermimpi tentang last lovemu?”ujar Tiffany jadi bingung sendiri.

”iya, semalam setelah bermimpi tentang first loveku, aku juga bermimpi tentang last loveku”jawab Jessica.

”ayo Jessie ceritakan tentang last lovemu, sepertinya tidak kalau serunya dengan first lovemu”seru Tiffany semangat.

”haruskah?”tanya Jessica ragu.

”harus”jawab Tiffany mantap.

Jessica menghela napas pelan”baiklah”ujarnya pasrah.

”tapi aku harus mulai dari mana?”tanya Jessica bingung.

”mungkin kau bisa memulai dari awal kau mengenal last lovemu dan akhirnya menyukainya”usul Tiffany.

Jessica mengangguk sekilas lalu menerawang kembali pada masa lalunya saat bersama dengan Kris– last lovenya itu.

“dia bernama Kris Wu”Jessica mengawali ceritanya dengan menyebutkan nama last love­nya.

“awalnya aku tidak menyukai Kris bahkan bisa dikatakan bahwa aku sangat membenci Kris pada saat pertama kali aku sadar dengan kehadirannya”Jessica terkekeh pelan mengingat betapa ia sangat benci dengan Kris pada awalnya.

“wah benci yang menjadi cinta”komentar Tiffany senang.

“ya begitulah”sahut Jessica dengan senyum tipis.

Jessica berjalan ke arah kelasnya dengan santai, hari ini ia tidak lagi telat datang ke sekolah seperti beberapa hari yang lalu. Saat di perjalanan menuju kelasnya ia melihat seorang namja jangkung tengah tersenyum tidak jelas kearahnya dari kejauhan. Jessica yakin senyuman itu memang ditunjukkan padanya karena di belakangnya tidak ada orang lain lagi dan sebelumnya ia sudah mengeceknya. Melihat itu membuat Jessica mengerutkan keningnya bingung.

 

‘kenapa dengan anak itu? Apa dia gila terus tersenyum seperti itu?’ucap Jessica ketus dalam hati.

 

Jessica menatap namja itu sinis serta dengan wajah datar sekaligus dinginnya yang selalu ia tunjuk kan kepada orang-orang yang tidak ia sukai. Tapi namja itu tetap melemparkan senyum kepada Jessica. Membuat Jessica muak.

 

‘tsk, kau pikir senyummu itu indah? Kau terlihat seperti orang bodoh dimataku dengan senyummu itu dan kau merusak pagiku yang indah!!’lagi-lagi Jessica berkata ketus tentang namja jangkung itu walaupun hanya dalam hati. Ia tidak mungkin mengatakan itu secara langsung, ia tidak ingin di kira gila. Jangan heran dengan sifat ketus Jessica tadi karena memang Jessica sangat tidak suka kepada namja yang sangat suka terbar senyum. Apalagi kalau senyum itu mengandung arti lain.

 

Saat perpapasan dengan namja itu Jessica sempat mendongak melihat senyum namja jangkung itu dari dekat dengan padangan-obatmu-habis?. Jessica yakin bahwa namja itu melihat ke arah Jessica dan lagi-lagi melemparkan senyum bodohnya itu lagi.

 

‘aku tidak akan tertarik melihat senyum bodohmu itu’ucap Jessica dalam hati. Lalu berjalan terus ke arah kelasnya yang tinggal beberapa langkah lagi.

 

“wah Jessie aku tidak menyangka kalau kau ternyata sangat dingin”komentar Tiffany tiba-tiba membuat cerita Jessica lagi-lagi harus terpotong oleh Tiffany. Tapi kali ini Jessica tidak marah.

Jessica menghela napasnya berat”mau bagaimanlagi sifatku memang seperti itu”ujarnya pasrah.

“ah ayo lanjutkan lagi”seru Tiffany.

Suatu hari Jessica terus melihat Kris. Saat keluar kelas sekedar untuk menghilangkan kepengapan dalam kelas, Jessica melihat Kris tengah bermain basket bersama teman-temannya karena tepat di depan kelas Jessica adalah lapangan basket dan terdapat pohon rindang yang biasa di jadikan tempat bersantai anggota team basket sekolahnya ataupun tempat para penonton yang ingin menyaksikan pertandingan basket. Melihat Kris yang tengah bermain basket membuat Jessica kembali masuk kedalam kelasnya dan mengurungkan niatnya untuk bersantai sejenak.

 

“loh kenapa masuk lagi? Tidak jadi bersantainya?”tanya Yuri bingung.

 

Jessica duduk disamping Yuri—yang memang tempatnya itu”tidak jadi, ada orang bodoh itu”ucap Jessica seraya menggelengkan kepalanya.

 

“orang bodoh?”gumam Yuri bingung.

 

“ia, namja jangkung itu”

 

“namja jangkung siapa? Ayolah di sekolah kita namja jangkung tidak hanya satu”gemas Yuri.

 

Jessica menatap Yuri malas”kalau tidak salah nama orang bodoh itu adalah Kris Wu”ujarnya lalu menaruh kepalanya di meja. Ia memutuskan untuk tidur saja selama pelajaran Choi seonsaengnim yang kosong.

 

“ohh”respon Yuri singkat.

 

 

>>> 

 

 

“Sica bangun!”teriak Yuri membangunkan Jessica yang sangat susah bangun jika sudah tidur.

 

“Sudah istirahat. Apa kau tidak ingin makan?”tanya Yuri.

 

Mendengar kata ‘istirahat’ dan ‘makan’ seketika Jessica langsung bangun”tentu saja aku mau. Kau tahu, tadi selama aku tidur perutku terus berbunyi karena lapar”cerocos Jessica. Jessica memang akan menjadi orang yang sangat cerewet jika sedang lapar.

 

“dasar, giliran makan kau akan sangat semangat”cibir Yuri. Sementara Jessica yang dicibir hanya memberikan senyuman tiga jarinya.

 

“kajja”ajak Jessica langsung menarik tangan Yuri menuju cafeteria sekolahnya.

 

“ah pelan-pelan Sica”protes Yuri karena Jessica menarik tangannya terlalu kuat. Tapi Jessica tidak peduli dengan protes yang di lakukan Yuri.

 

“kita harus cepat Yul, kalau tidak kita akan kehabisan makanan enak”seru Jessica tidak sabar ketika melihat Yuri tertinggal cukup jauh darinya semenjak ia melepaskan tangannya dari Yuri.

 

“kalau begitu kau duluan saja”ujar Yuri santai.

 

“baiklah”ucap Jessica langsung berlari-lari kecil menuju cafeteria agar lebih cepat sampai. Saat ia akan memasuki cafeteria ia kembali berpapasan dengan namja jangkung dengan senyum bodohnya. Siapa lagi kalau bukan Kris Wu. Jessica menatap Kris datar lalu membuang napasnya kasar.

 

Jessica berjalan kearah kiri, Kris juga berjalan kearah kiri. Jessica berhenti sejenak lalu berjalan kearah kanan dan Kris juga berjalan kearah kanan. Jessica mulai geram, ia membuang napasnya kasar lagi.

 

“kau duluan saja / sunbae duluan saja”ucap Jessica dan Kris bersamaan.

 

Jessica menatap Kris yang jauh lebih tinggi daripada dirinya dengan datar”kau duluan saja”ucap Jessica dingin.

 

“ah baikalah”sahut Kris lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda karena berhalangan dengan Jessica.

 

Jessica merutuki nasib buruk yang menimpanya hari ini secara berturut-turut. Semua nasib buruk yang dialaminya karena namja jangkung dengan senyuman bodohnya—Kris Wu. Selera makannya yang tadinya sangat besar mendadak hilang setelah melihat Kris.

 

“ah kenapa aku harus bertemu dengannya sih”gumam Jessica kesal.

 

“kenapa masih disini? Katanya lapar?”tanya Yuri tiba-tiba.

 

“ah~ kau membuatku kaget Yul”ujar Jessica lemas.

 

“kau kenapa?”tanya Yuri bingung melihat Jessica yang tiba-tiba menjadi lemas, tidak seperti beberapa menit yang lalu.

 

“tadi aku berpapasan dengan namja jangkung dengan senyuman bodohnya itu lagi”adu Jessica kepada Yuri.

 

Yuri terkekeh pelan”sepertinya kalian jodoh”ujar Yuri asal.

 

“tuk”

 

Jessica memukul kepala Yuri pelan”Ya! Jangan asal bicara Kwon Yuri, aku tidak mau berjodoh dengannya”seru Jessica kesal.

 

“yasudah kalau begitu dia untukku saja”canda Yuri.

 

“terserah”balas Jessica malas lalu masuk kedalam cafeteria.

 

“yah dia marah”seru Yuri lalu menyusul Jessica masuk kedalam cafeteria.

 

 

>>> 

 

 

“Yul”panggil Jessica pelan. Karena sekarang tengah berlangsung pelajaran Jung seonsaengnim yang terkenal galak itu. Jessica tidak ingin suaranya sampai terdengar oleh Jung seonsaengnim.

 

“apa?”sahut Yuri pelan.

 

“aku kebelet pipis”bisik Jessica.

 

“haisstt, kau ini…makanya tadi kau jangan terlalu banyak minum”geram Yuri.        

 

“tadi aku kan sedang kesal dengan namja jangkung dengan senyuman bodohnya itu—“

 

“Kris”potong Yuri.

 

“iya maksudku dia, jadi untuk meredakan emosiku aku harus banyak minum”lanjut Jessica membela diri.

 

“terserah kau saja, yang jelas aku tidak mungkin mengatarmu ke toilet karena kau tahu sendiri kalau Jung seonsaengnim tidak suka jika ada murid yang keluar kelasnya bersama-sama walaupun itu hanya berdua”tolak Yuri langsung yang tahu tujuan terselubung Jessica. Membuat Jessica mekukan wajahnya.

 

“seonsaengnim”panggil Jessica seraya mengangkat tangannya.

 

“ada apa Jessica Jung?”tanya Jung seonsaengnim.

 

“aku ingin ijin ke toilet”ujar Jessica.

 

“yasudah sana, tapi jangan lama-lama”peringat Jung seonsaengnim.

 

“ne seonsaengnim”

 

Jessica berjalan keluar kelas dengan terburu menuju toilet, ia benar-benar sudah tidak bisa menahannya. Jessica masuk kedalam toilet yeoja yang untung saja sedang sepi itu, jadi ia tidak perlu repot mengantre.

 

Setelah melakukan aktivitas membuang air yang terlalu banyak dari dalam tubuhnya, Jessica berjalan kearah cermin untuk merapikan seragamnya.

 

“ah aku semakin cantik saja”ujar Jessica dengan sangat percaya diri itu. Ia sempat terkekeh pelan karena ucapannya sendiri. Jessica yang ingat sekarang pelajaran Jung seonsaengnim pun langsung bergegas meninggalkan toilet.

 

“eoh!”seru Jessica kaget saat keluar dari toilet yeoja ia kembali berpapasan dengan namja jangkung dengan senyum bodohnya—Kris. Tidak seperti kejadian di depan cafeteria tadi, kali ini tidak ada insiden saling menghalangi jalan satu sama lain. Karena saat bertemu dengan Kris barusan, Jessica langsung diam di tempat dan membiarkan Kris berjalan terlebih dahulu.

 

“benar-benar sial hari ini”gumam Jessica sebal.

 

 

>>> 

 

 

“Sica, hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu”ucap Yuri seraya memasuk kan alat tulisnya kedalam tas sekolahnya.

 

“waeyo?”selidik Jessica.

 

“hari ini club dance akan mengadakan rapat untuk kompetisi dance bulan depan”jelas Yuri.

 

Jessica menganggukkan kepalanya”ah arattseo”sahut Jessica”kalau begitu aku duluan Yul”pamit Jessica.

 

“ne, hati-hati dijalan Sica”

 

“ne”

 

Jessica berjalan kearah halte bus dekat sekolahnya dengan malas, hari ini ia tidak jadi pulang bersama Yuri dan ditambah hari ini cuaca kota Seoul sedang sangat panas.

 

“ah menyebalkan”seru Jessica kesal karena ia baru saja tertinggal bus dan itu artinya ia harus menunggu sekitar 30 menit lagi untuk mendapatkan bus dan itu sangat menyebalkan. Jika pulang menggunakan kereta bawah tanah itu artinya Jessica harus berjalan sekitar 20 menit untuk dapat sampai di stasiun dan Jessica tidak mau jika kulitnya terbakar terik sinar matahari yang sangat panas itu.

 

Jessica memutar ulang semua kejadian hari ini di dalam otaknya. Rasanya hari ini ia benar-benar hari sial untuknya.

 

“sepertinya ini teguran dari tuhan karena minggu-minggu ini aku jarang beribadah”gumam Jessica kepada dirinya sendiri. Jessica menyandarkan tubuhnya di kursi halte bus untuk mencari posisi nyaman karena ia ingin menggunakan 25 menit untuk tidur jadi ia hanya sekitar 5 menit menunggu bus. Jessica mengambil ponselnya dari dalam saku jas sekolahnya dan men-setting alaram di ponselnya lalu kembali memasukkan ponselnya kedalam saku jas sekolahnya.

 

“lumayan”ujar Jessica senang. Tidak butuh waktu lama Jessica sudah berada di dalam dunia mimpinya.

 

Tanpa Jessica sadari seorang namja jangkung menghampirinya yang sedang tertidur di halte bus. Namja itu menggelengkan kepalanya”bagaimana kau bisa tidur di tempat seperti ini? bagaimana jika ada orang jahat yang menganggumu”ujarnya lalu duduk disamping Jessica—menjaga Jessica selama dirinya terlelap.

 

Namja itu terus memperhatikan wajah Jessica yang sedang terlelap, sesekali membenarkan rambut Jessica yang berantakan karena tertiup angin. “tenang saja, aku akan menjagamu”ucap namja jangkung itu dan tanpa di ketahui namja jangkung itu Jessica tersadar dari tidurnya karena sentuhannya. Jantung Jessica berdegup kencang, ia takut jika orang yang duduk disampingnya itu orang jahat. Walaupun tadi ia sempat mendengar kalau orang yang duduk di sampingnya itu berkata ‘akan menjaganya’ tapi tetap saja Jessica harus waspada. Apalagi dari suara orang orang yang duduk disampingnya itu Jessica yakin bahwa orang itu seorang namja.

 

‘ya tuhan selamatkan aku’ucap Jessica dalam hati. Dengan segenap keberaniannya Jessica mencoba mengintip siapa orang yang duduk disampingnya itu dan betapa terkejutnya Jessica saat melihat orang itu ternyata namja jangkung dengan senyuman bodohnya lah—Kris yang duduk disampingnya dan akan menjaganya.

 

‘apa ia benar akan menjagaku?’ucap Jessica dalam hati khawatir.

 

Ternyata namja jangkung dengan senyuman bodohnya—Kris benar-benar menjaga Jessica selam Jessica tertidur, ah lebih tepatnya pura-pura tidur. Dan saat alaram ponsel Jessica berbunyi Kris segera pergi dari samping Jessica. Jessica berpura-pura merenggangkan badanya—seolah-olah ia memang benar bangun tidur. Tak lama bus yang Jessica tunggu datang, dengan santai Jessica masuk kedalam bus. Hari ini bus nampak sangat ramai, tidak ada tempat duduk yang tersisa. Mau tidak mau Jessica harus berdiri sampai ada penumpang yang turun cukup banyak baru ia bisa duduk.

 

Jessica sedikit khawatir karena yang berdiri hanya dirinya yang seorang yeoja, yang lainnya adalah namja sekolah dan para ahjussi yang mungkin pulang kerja. Jessica takut jika akan ada yang berbuat tidak baik padanya. Dijaman seperti ini orang baik tinggal sedikit, jadi Jessica harus waspada.

 

Bus mulai berjalan dengan kecepatan sedang, sejauh ini masih aman-aman saja dan semoga seterusnya seperti ini.

 

CKIT!!

 

Tiba-tiba saja bus berhenti mendadak, membuat orang-orang yang berdiri terlempar kedepan.

 

Deg!

 

Jessica tercekat sesaat, hal yang ia takuti ternyata benar-benar terjadi. Ada sebuah tangan jahil yang menyentuh bokongnya. Jessica yang sangat ketakutan tidak berani berbuat apa-apa bahkan untuk sekedar menolehk saja ia tidak berani. Namja kurang ajar itu—sudah pasti namja karena yang berdiri semuanya namja kecuali—jessica yang tadi hanya menyentuh bokong Jessica kini berani meremas pelan bokong Jessica. Jessica hanya bisa menggelengkan kepalanya ketakutan. Ia berharap tuhan mengirimkan orang baik untuk menolongnya.

 

“arghh”tiba-tiba saja terdengar suara rintihan kesakitan dari belakang Jessica dan saat yang bersamaan orang kurang ajar itu tidak lagi menyentuh bokong Jessica. Tapi walaupun seperti itu Jessica tetap tidak berani membalikkan badanya.

 

“ampun-ampun”rintih orang itu dengan suara kesakitan.

 

“berjanjilah kau tidak akan melakukannya lagi atau kupatahkan tangan kurang ajarmu ini”ujar seorang namja dengan suara bassnya. Sontak saja sekarang namja itu dan namja kurang ajar yang sudah berani melecehkan Jessica menjadi pusat perhatian. Sementara Jessica sendiri hanya menunduk kan kepalanya.

 

“ahjussi tolong berhenti”ucap namja bersuara bass itu. Seketika bus berhenti dan sebuah tangan menarik Jessica keluar dari dalam bus. Meninggalkan namja kurang ajar yang sudah melecehkan Jessica itu dikerumuni masa dan mungkin sebentar lagi ia akan dihakimi masa yang berada di dalam bus.

 

“seharusnya sunbae tadi berteriak jangan diam saja di lecehkan seperti tadi”omel orang yang menarik tangan Jessica. Dengan takut-takut Jessica mengangkat kepalanya dan mendapati namja jangkung dengan senyum bodohnya—Kris yang sudah menolongnya. Seketika tangis Jessica pecah.

 

“hiks hiks”isak Jessica.

 

“aku takut”ucap Jessica pelan.

 

Kris yang melihat itu menarik Jessica kedalam pelukkannya”sudah jangan menangis, sekarang sunbae aman bersamaku”ujarnya melembutkan nada suaranya. Jessica mengangguk kan kepala di dalam pelukkan Kris.

 

Hangat!!

 

Itu yang Jessica rasakan saat berada di dalam pelukkan Kris.

 

‘ternyata aku salah menilainya selama ini’ucap Jessica dalam hati menyesal.

 

“lain kali sunbae harus hati-hati kalau pulang sendiri menggunakan transportasi umum, kejadian seperti tadi bisa saja terulang kembali kalau sunbae tidak hati-hati”nasihat Kris searaya mengeratkan pelukkannya.

 

“hiks iya”sahut Jessica patuh seraya berusaha melepaskan pelukkan Kris karena merasa tidak enak dan terlebih lagi mereka saat ini tengah berada di pinggir jalan. Tapi Kris tidak mau melepaskan pelukkannya dan malah semakin erat saja. Jessica akhirnya membiarkan saja Kris memeluknya.

 

“aku mau pulang”ucap Jessica takut-takut saat ia merasa sudah terlalu lama Kris memeluknya. Mendengar itu Kris langsung melepaskan pelukkannya.

 

“aku antar”ujar Kris tiba-tiba.

 

“tidak usah, aku akan naik taksi”tolak Jessica.

 

“di dalam taksi pun belum tentu aman sunbae”sahut Kris cepat.

 

“tapi—“

 

“taksi”teriak Kris lalu sebuah taksi menepi kearah mereka. Tanpa aba-aba Kris langsung menarik tangan Jessica masuk kedalam taksi. Akhirnya Jessica masuk kedalam taksi, sebenarnya ia juga masih khawatir jika menggunakan taksi sekalipun.

 

“kemana tujuan kalian?”tanya supir taksi.

 

“perumahan di daerah Gangnam blok J no. 18”ucap Jessica.

 

“ah baiklah”sahut sang supir taksi lalu mulai menajalankan taksinya.

 

Selama perjalanan menuju rumah Jessica, tidak ada satu patah katapun yang terucap dari bibir Kris maupun Jessica. Keadaan seperti ini membuat Jessica mengantuk, apalagi setelah tadi ia menangis membuatnya sangat mudah tertidur. Dalam sekejam Jessica sudah memasuki dunia mimpinya. Kris melirik kearah Jessica lalu menggelengkan kepalanya.

 

“benar-benar ceroboh”gumam Kris seraya tersenyum tipis.

 

“semenjak itulah aku menyukai Kris”jelas Jessica.

“wah Kris keren”puji Tiffany setelah mendengar cerita Jessica.

“kuakui memang”Jessica membetulkan perkataan Tiffany.

“bagaimana kelanjutannya? Apa kalian langsung berpacaran setelah itu?”tanya Tiffany sangat penasaran.

Raut wajah Jessica kembali murung”aku dan Kris tidak pernah berpacaran”jawab Jessica jujur. Tiffany membelalakan matanya—kaget.

“bagaimana bisa? Bukankah sudah jelas Kris menyukaimu?”selidik Tiffany.

“pada kenyataanya memang tidak, Kris berpacaran dengan Yuri—sahabatku”ucap Jessica lirih.

“HAH?”Tiffany benar-benar kaget mendengarnya.

“ternyata Yuri juga menyukai Kris hanya saja dia tidak pernah cerita padaku dan saat dia mengakuinya mereka sudah menjadi sepasang kekasih”ujar Jessica seraya tersenyum miris dan kembali menerawang ke masa dimana ia masih di Seoul Senior High School.

 

“Yul”panggil Jessica saat ia dan Yuri tengah berada di dalam toilet untuk merapikan seragam mereka dan sedikit berdandan.

 

“apa?”sahut Yuri tanpa menoleh kearah Jessica karena ia sedang sibuk memakai lipgloss di bibirnya.

 

“eum…sepertinya aku mulai menyukai Kris”ujar Jessica pelan, tapi karena jarak Yuri dan Jessica yang dekat dan karena toilet sedang sepi jadi Yuri dapat dengan jelas mendengarnya.

 

“MWO?”seru Yuri kaget sampai lipgloss yang ia pakai pun melenceng jauh dari bibirnya.

 

“apa kau yakin?”tanya Yuri ragu.

 

Jessica mengangguk kan kepalanya mantap”ya”sahutnya.

 

“tapi..kenapa bisa?”

 

Jessica diam sejenak dan menceritakan kejadian apa yang dialaminya kemarin—hanya yang di dalam bus. Yuri tercengan mendengar cerita Jessica.

 

“tapi kau tidak apa-apa kan?”tanya Yuri khawatir.

 

“sekarang sudah tidak berkat Kris yang menolongku, mungkin jika Kris tidak menolongku sekarang aku sedang menangis dirumah karena pelecehan kemarin”jawab Jessica.

 

“ah baguslah”timpal Yuri.

 

“oh ya, aku akan membantumu untuk dekat dengan Kris bahkan mungkin sampai kau menjadi kekasihnya Kris”ujar Yuri.

 

Mata Jessica langsung berbinar karena ucapan Yuri”benarkah? Ah tapi aku tidak ingin merepotkanmu”ucap Jessica tidak enak.

 

“tak apa, kita kan sahabat”ucap Yuri.

 

“ah kau memang sahabat terbaikku Yul”balas Jessica seraya memeluk Yuri erat. Saat itu Jessica tidak tahu akhir menyakitkan yang akan menimpanya.

 

 

>>> 

 

 

Semenjak kejadian di dalam bus, diam-diam Jessica jadi suka memperhatikan Kris. Bahkan ia sekarang seperti penguntit saja yang selalu mengikuti Kris yah walaupun tidak setiap saat. Saat pelajaran kosong yang biasanya Jessica gunakan untuk tidur di kelas atau sekedar bercanda dengan teman sekelas lainnya, kini Jessica gunakan untuk melihat Kris bermain basket. Biasanya Jessica yang tidak suka mendengar gossip-gossip tidak jelas kini sering mendengarkan gossip-gossip tidak jelas itu karena orang yang digossipkan adalah—Kris Wu. Jessica berubah menjadi dirinya yang dulu saat ia menyukai Kris. Sama seperti saat ia menyukai Luhan. Ia akan bertingkah konyol dan kadang memalukan. Pernah ketika Jessica sedang memperhatikan Kris yang tengah bermain basket ia menabrak tempat sampah kerena matanya terus ke arah Kris bukan ke arah jalan di depannyna. Dan sialnya Kris melihat kejadian itu dan ikut menertawakannya seperti murid yang lain. Kejadian memalukan itu tidak akan pernah Jessica lupakan seumur hidupnya. Tapi kekonyolan Jessica berhenti ketika Yuri memberitahunya kalau ia dan Kris sedang berpacara. Kaget? Kesal? Kecewa? Semua itu yang Jessica rasakan saat Yuri—sahabatnya yang ia percayai itu menghianatinya. Jessica sempat seminggu tidak masuk sekolah untuk menenangkan dirinya dan setelah itu ia memutuskan untuk pindah sekolah walaupun semester pertama tengah berlangsung. Ia tidak ingin bertemu Yuri dalam waktu dekat itu karena rasa kecewanya terhadap Yuri sangat besar. Dan lagi ia tidak akan sanggup jika harus melihat Kris dan Yuri bermesraan. Untung saja orangtua Jessica mengerti akan kondisi anaknya itu dan mengijinkan Jessica pindah ke San Francisco—bersama dengan neneknya.

 

“semenjak itu aku tidak pernah bertemu dengan Yuri dan Kris lagi”ucap Jessica.

“aku tidak menyangka Yuri akan berbuat seperti itu”komentar Tiffany.

“apalagi aku, aku sudah sangat percaya kepadanya”timpal Jessica.

“ah kenapa kisah cintamu harus berakhir seperti itu Jessie, padahal kau orang yang baik”ucap Tiffany perihatin.

“entahlah, aku tidak tahu”

 

”oh ya, mana yang lebih kau sukai first love or last love ?”tanya Tiffany. Pertanyaan Tiffany membuat Jessica bingung.

”aku tidak tahu”sahut Jessica lemas.

>>>

”apa lagi yang belum kita beli?”tanya Jessica seraya terus memperhatikan isi kantung belanjaannya yang sudah penuh dengan barang-barang keperluan masa orientsi di kampus barunya.

Tiffany juga memperhatikan isi kantung belanjaannya”sepertinya semua yang kita butuhkan sudah ada”jawab Tiffany yakin. Jessica menganggukkan kepalanya sekilas.

”pulang atau..?”tanya Jessica.

”kita jalan-jalan saja, siapa tahu ada hal menarik disini”jawab Tiffany dengan semangat.

“baiklah”

Jessica dan Tiffany menelusuri pertokoan yang berada di pusat perbelanjaan itu, sesekali mereka masuk kedalam toko yang menjual pakaian yeoja dan membeli beberapa baju.

“Jessie”panggil Tiffany.

“eum”sahut Jessica tanpa melepaskan pandangannya dari ponsel putihnya.

“bagaimana kalau kita kesana?”ucap Tiffany sambil menunjuk sebuah stand peramal.

“kau yakin?”tanya Jessica ragu.

“ya”angguk Tiffany semangat.

“baiklah”

Tiffany dengan semangat yang menggebu menarik tangan Jessica menuju stand peramal yang tadi ia tunjuk. Tujuan Tiffany kesana untuk meramalkan nasib Jessica.

“permisi”ujar Tiffany saat ia dan Jessica masuk kedalam stand peramal itu. Gelap dan mistis. Itulah yang Tiffany dan Jessica rasakan saat memasuki stand peramal itu.

“Tiff”panggil Jessica pelan.

“eum”sahut Tiffany.

“aku takut”ujar Jessica seraya mengeratkan pegangannya kepada Tiffany.

“tenang saja, ada aku”ucap Tiffany menenangan Jessica walaupun sebenarnya ia sendiri ketakutan, tapi ia tidak akan mundur lagi. Ia ingin tahu bagaimana nasib Jessica. Ia yakin mimpi Jessica itu mengandung arti—bukan hanya sekedar bunga tidur.

“annyeong haseyo”ucap Tiffany memberi salam kepada seorang peramal wanita yang tengah duduk dengan bola krystal di hadapannya.

“silahkan duduk”ujar peramal itu mempersilahkan Tiffany dan Jessica duduk di hadapannya. Jessica yang ragu menarik tangan Tiffany agar tidak duduk begitu saja. Tapi Tiffany kembali menenangkan Jessica dengan sebuah senyuman kecil.

“apa yang ingin kalian ketahui?”tanya peramal itu langsung.

“dia”ujar Tiffany seraya menunjuk Jessica.

Jessica terbelalak karenanya”kenapa aku?”tanya Jessica tidak terima.

“tanya kan arti mimpimu itu Jessie”perintah Tiffany cepat.

“ulurkan tanganmu”ujar sang peramal itu. Jessica menggelengkan kepalanya sebagai tanda penolakan. Melihat penolakan yang di lakukan Jessica, Tiffany langsung menarik tangan Jessica.

“silahkan dilihat”ucap Tiffany. Dengan gerakan cepat peramal itu menarik tangan Jessica dan menggenggamnya erat. Membuat jantung Jessica berdetak tidak karuan karena ketakutan.

Peramal itu pertama-tama mengusap tangan Jessica”santai saja”ujar peramal itu yang tahu Jessica sedang sangat ketakutan. Jessica menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan melalui celah mulutnya. Mencoba membuat dirinya setenang mungkin.

Untuk pertama kalinya setelah Tiffany dan Jessica masuk peramal itu tersenyum”kau sungguh beruntung”ujarnya menggantung.

Jessica sedikit lega mendengarnya. Setidaknya bukan sesuatu yang buruk yang ia dengar dari mulut peramal itu. Awalnya ia sangat takut jika peramal itu meramalkan yang buruk tentang hidupnya.

“beruntung kenapa?”tanya Tiffany antusias.

“tuhan memberikanmu kesempatan kedua dalam hidupmu dan kau harus memanfaatkannya dengan sangat baik karena kesempatan ini tidak akan pernah datang lagi. Dan jika kau sampai melewatkannya kau akan sangat menyesalinya seumur hidupmu. Jangan samapai kau salah memilih untuk kali ini”jelas peramal itu.

Glek.

Dengan susah payah Jessica menelan salivanya—tenggorokannya tercekat mendengar lanjutan perkataan peramal itu.

“mulai sekarang kau harus menguatkan hatimu karena untuk mendapatkan kebahagian ini kau akan merasakan sakit lagi dan itu akan menjadi ujian terberat terakhir dalam hidupmu. Kau harus sudah menentukan pilihanmu sejak awal dan meyakinkan bahwa pilihanmu itu yang terbaik untuk dirimu dan juga hatimu”tambah sang peramal. Jujur saja Jessica tidak terlalu mengerti maksud dari ucapan peramal itu.

Jessica terdiam sesaat—mencoba mencerna setiap perkataan peramal itu. Secara tiba-tiba Jessica berdiri dari kursinya.

“kamsahamnida”ucap Jessica sopan seraya membungkukkan badanya lalu pergi dari tempat itu begitu saja. membuat Tiffany bingung. Sementara peramal itu tersenyum kecil melihat sikap Jessica.

“kadang, sedikit jahat dan egois itu di perlukan dalam hidup. Itu tidak akan membuatmu menjadi orang jahat”teriak peramal itu sebelum Jessica pergi dari tempatnya. Jessica berhenti sejenak mendengarkan perkataan terakhir peramal itu lalu melanjutkan langkahnya di susul Tiffany yang menyusulnya dari belakang.

“kenapa kau pergi begitu saja?”tanya Tiffany bingung saat ia dan Jessica sudah keluar dari stand peramal tadi.

“aku tidak percaya padanya dan aku yakin apa yang dia ucapkan itu hanya omong kosong belaka”jawab Jessica tanpa berhenti maupun menoleh kearah Tiffany.

“tapi Jessie—“

“kumohon Tiff, jangan bahas tentang ini lagi”potong Jessica cepat. Tiffany hanya bisa pasrah.

08.01 WIB

Senin, 19 November 2012

***Second Chance by Жin Genie ***

Iklan

14 pemikiran pada “Second Chance (Between First Love and Last Love) | part 2 |

  1. Penasaran sama kelajutannya,,jadi pengen tau gimana perasaan kris sama luhan ke sica eonn sekarang!!dan gimana ceritanya kris&luhan bisa ketemu sica ,,dan moment2 mereka deh !!
    #pokoknya penasaran bgt !! Thor cepet di post ya kelanjutannya,,
    #hwaiting thor 😉
    #over All nice FF 🙂

  2. wahhhhhhhhh bkin deg2an aja nich crita ,.. grrrrr #gigit luhan

    lanjutan nya jangan lama2 dunkk ,. !! pilih luhan aja ,… !!! dia baikkkkkkkkkkkkkkkk llohhhhhhh,.. !!!

    kekekeke~ jangan mau sama tiang listrik #dibakar kris

  3. kira-kira nanti akhirnya sica eonnie ma siapa luhan or kris,?,,aku paling gak suka baca ff yang trianglenya krissicahan saolnya aku selalu bingung milih yang mana,gak bisa nentuin gitu,,,tapi itulah yang selalu bikin penasaran ,next part datanglahhhhhhh!!!!!!!

  4. Wahhhhh!!! ternyata part 2 lebih seru ya! Saya sampai senyum2 sendiri lho 🙂
    Trus pas chen menceritakan kebenarannya͵ saya nagis masa…. soalnya feelnya dapet banget! Krissicanya juga dapet kok feelnya…
    Thor͵ cepet dipost ya part selanjutnya…. sekali lagi mian saya baru bisa baca skrng…. pokoknya saya tunggu part selnjutnya ^_^

  5. Thorr ini kok G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡  di next sihhh -,-
    Padahal seruuuuuu,,sayanglohh klo G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡  dilanjutt -_-
    Ini cerita seru dan menenggangkan#apadah
    Aku harap akhir cerita hansica no krisica titik G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡  pake koma andina cantik banyak yang punya#plak

  6. Kayaknya ribet banget yak hidup percintaannya Sica di ff ini. But, over all, FFnya bagus.. Ngena bngt, bnyk hal yg bsa kudapatkan dari FF ini. Ini FF juga sayang kalau gak dilanjutin. Feel triangel love’na terasa banget. Mohon dilanjut ff’na ya…. 🙂 🙂 🙂 Gamsahamnida….. HANSICA, KRISSICA, KYUSICA, HAESICA JJANG!!!

  7. Tiffany kepo bgt ampe maksa2 sica buat ceritain first love dan last love nya*bayangin fany dengan poker face* peace fany 😀

  8. Huuuuaaa miris banget kisah cinta jessica.. tapi kaya.a bakalan ketemu lagi sama kris n Luhan..??

    HanSica Couple yaaaaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s