D’Popular | Part 1 |

D'popular

Title : D’Popular

Author : Winda Kurnia Prado

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Tiffany Hwang

Park Chanyeol

Suport Cast : Member SNSD and EXO

Genre : Romance

Rating : Teen

Part 1

 

“OMO! Jessica sunbae semakin cantik saja ya”

“Lihat matanya yang indah, aku iri sekali pada Jessica sunbae

“Iya, dia juga pintar dan kaya. Membuat kita iri saja”

“Tapi sayang dia agak sombong”

“Wajarlah sombong, dia kan sempurna” itu lah gosip para yeoja yang satu sekolah dengan Jessica.

“Ya ampun Jessica sunbae semakin cantik saja”

“Akhh~ aku semakin suka dengan Jessica sunbae

“Jessica sunbae saranghae~”

“Ya ampun semakin manis saja Jessica, jadi tidak ingin cepat-cepat lulus. Aku masih ingin melihat dirinya setiap hari di sekolah kita”

“Iya, aku juga tidak ingin cepat lulus”seperti inilah yang setiap hari para namja ucapkan setiap melihat Jessica—sang bintang sekolah.

Jessica, bernama lengkap  Jessica Jung, siswi tingkat 2 di Dongguk Senior High School. Yeoja berambut blonde yang popular, kaya, cantik, pintar, jago bela diri, hampir sempurna hanya saja sedikit sombong, tapi tetap saja banyak yang mengaguminya.

Pernah ada seorang sunbae yang melabraknya karena sikap sombongnya, tapi bukannya Jessica yang terluka, melainkan sunbae itu sendiri. Karena Jessica menghajarnya, dan semenjak itu tak ada lagi yang berani kapada Jessica. Sebenarnya Jessica tidak jahat ataupun kasar, hanya saja dia tidak suka diganggu.

“Tidak ada bosannya mereka terus berkata seperti itu setiap hari, aku saja yang mendengarnya sudah sangat bosa”gumam Jessica cuek sambil terus berjalan menuju kelasnya, yaitu kelas 2-A.

“Pagi Jessie”sapa Tiffany sahabat Jessica satu-satunya yang sama-sama popularnya dengan Jessica, walaupun lebih popular Jessica.

“Pagi”jawab Jessica lemas, sambil duduk di kursinya di samping Tiffany.

“Kenapa?”Tanya Tiffany khawatir melihat Jessica sangat tidak semangat hari ini.

“Bosan, setiap hari selalu saja seperti ini”keluh Jessica seraya menaruh kepalanya di meja.

Tiffany terkekeh mendengar keluhan sahabatnya itu“Nikmati sajalah. Bukankah menyenangkan?”hibur Tiffany.

“Apanya yang menyenangkan? Selalu menjadi pusat perhatian dan tidak mempunyai ruang gerak sedikitpun. Apa itu yang kau maksud menyenangkan??”sahut Jessica sedikit kesal.

“Dan apa kau tidak merasa terganggu?“tanya Jessica bingung.

“Sama sekali tidak, malah menyenangkan selalu jadi pusat perhatian”jawab Tiffany dengan senyum manisnya.

“Tapi lama-lama mengganggu Tiff”keluh Jessica lagi.

“Hmm.. memang sih, tapi sudahlah nikmati saja. Tak ada salahnya kan menjadi seorang yang popular? Bahkan diluar sana banyak orang yang ingin popular seperti dirimu”jelas Tiffany.

“Jessica”panggil seorang namja dari luar kelas, lalu namja itu menghampiri meja Jessica dan Tiffany.

“Ada apa sunbae mencariku?”Tanya Jessica malas sambil mengangkat kepalanya.

“Akh, aku hanya ingin mengajakmu sarapan di kantin”jawab sang sunbae sambil tersenyum manis. Melihat senyum itu membuat Jessica muak. Menurutnya senyum itu tidak tulus dan mengandung arti lain.

Mianhae Changmin sunbae, aku sudah sarapan”tolak Jessica halus.

Ne gwenchana”ujar Changmin lalu pergi. Lagi-lagi Changmin gagal mengajak Jessica sarapan bersamanya. Selalu saja ada alasan yang keluar dari mulut Jessica.

“Jessica kau tega sekali, kasihan Changmin sunbae kau tolak terus ajakannya”omel Tiffany setelah Changmin pergi.

“Mengertilah Tiff, aku tak suka padanya”balas Jessica malas.

Wae?”desak Tiffany.

“Dia itu playboy, memang kau tidak tahu?”Tanya Jessica .

“Tahu, bukankah semua namja seperti itu?”ujar Tiffany membalikan.

Jessica terkekeh pelan“Memang, makanya aku malas dengan Changmin sunbae”balas Jessica.

***

“Jessica sayang kenapa makannya tidak dihabiskan?”tanya Mrs. Jung lembut.

“Aku sedang tidak selera makan mom”jawab Jessica dengan malas.

Wae? Apakah kau ada masalah disekolah?”tanya Mr. Jung khawatir.

“Hmm…aniyo, hanya saja aku merasa bosan dengan kehidupan ku yang sekarang ini”curhat Jessica kepada kedua orangtuanya.

Kedua orangtua Jessica menaikan sebelah alisnya—bingung“Lalu kamu mau bagaimana honey?”Mrs. Jung lagi.

“Aku tidak tahu mom”jawab Jessica seadanya.

“Kring Kring Kring”telepon rumah kediaman Jung berbunyi.

“Biar aku saja yang angkat”seru Jessica cepat dan mengangkat telepon tersebut.

Yeoboseo”seru Jessica

“…..”

Daddy sedang makan malam, apa perlu aku panggilkan”tawar Jessica.

“…..”

Ne, akan saya sampaikan”

“…..”

Ne”lalu sambungan telepon terputus.

“Telepon dari siapa Jessie?”tanya Mrs. Jung setelah Jessica kembali bergabung ke meja makan.

“Dari sekertaris Park, daddy diminta menandatangani berkas-berkas tentang Hanyang Senior High School”jelas Jessica kepada kedua orangtuanya.

“Ohh”respon Mr. Jung singkat.

“Memang daddy menjabat sebagai apa di Hanyang?”Tanya Jessica penasaran.

Daddy yang punya sekolah itu”jawab Mr. Jung santai seraya menyeruput air putih yang sudah di sediakan oleh istinya.

MWO? Daddy punya sebuah sekolah? Kenapa aku tidak tahu?”Tanya Jessica lagi.

“Memangnya sejak kapan kau tertarik dengan pekerjaan daddy  dan apa yang daddy punya hm?”tanya Mr. Jung balik.

Daddy~”

“Hahaha”tawa Mr. Jung.

“Tidak lucu dad, sungguh!”seru Jessica kesal.

***

“Drrrttt drrrttt” ponsel Jessica bergetar ada sebuah pesan singkat.

From : Baekhyun

Jessica noona, ada acara tidak malam ini?

Jessica membaca pesan dari Baekhyun dengan malas, masalahnya setiap malam selalu saja Baekhyun mengiriminya pesan singkat yang sama, yang intinya mengajak Jessica pergi keluar bersamanya.

To : Baekhyun

Aku tidak mau, sudah berapa kali aku katakan kalau aku tidak mau. Kau cari saja yeoja lain, jangan mengirimi aku sms lagi!

Jessica langsung membalas pesan Baekhyun dengan kata-kata yang ketus. Setelah pesan terkirim, Jessica langsung mematikan ponsel-nya, agar tidak ada lagi yang mengganggunya.

***

Annyeong haseyo Jessica sunbae”sapa hoobae Jessica.

annyeong haseyo“balas Jessica dengan tersenyum manis.

OMO! Jessica sunbae membalas sapaanku dan dia tersenyum padaku”teriak sang hoobae senang dan membuat yang lain iri. Karena baru kali ini ada yang mendapat senyum dari Jessica. Wajar dia sangat senang, karena selama ini Jessica dikenal dengan pelit senyum. Apalagi kepada orang yang tidak di kenal, Jessica akan sangat jutek.

“Jessie~”teriak Tiffany dari jauh dan menghampiri Jessica.

“Apa?”tanya Jessica ketika Tiffany sudah ada di dekatnya, Jessica sangat malas jika harus berteriak.

“Kau tidak sakit kan?”tanya Tiffany lalu menyentuh dahi Jessica, Tiffany sangat khawatir dengan perubahan sikap Jessica yang sangat derastis ini.

“Tentu saja tidak, aku baik-baik saja Tiff! Tananglah”ucap Jessica dan menepis tangan Tiffany dengan halus dari keningnya.

“Lalu? Kenapa kau membalas sapaannya dan bahkan kau tersenyum padanya. Kau aneh Jessie hari ini”ucap Tiffany dengan dahi berkerut.

Jessica terkekeh pelan“Tidak ada salahnya bukan beramah-tamah? Apalagi untuk yang terakhir kalinya”balas Jessica santai.

“Terakhir kalinya? Apa maksudmu?”tanya Tiffany bingung.

“Aku akan pindah sekolah”jawab Jessica enteng, lalu menaruh tasnya dan duduk di kursinya, karena sekarang mereka sudah sampai di kelas 2-A—kelasnya.

Mwo? Tapi kenapa Jessie?”Tanya Tiffany lagi dengan raut wajah yang sedih  karena Jessica adalah sahabat Tiffany satu-satunya dan hanya Jessica yang mengerti Tiffany.

“Aku bosan dengan kehidupanku yang sekarang dan aku akan memulai hidup baru di sekolahku nanti dengan tenang”jawab Jessica sambil membayangkan kehidupan sekolahnya nanti dengan wajah yang berbinar.

“Lalu bagaimana denganku?”Tanya Tiffany sedih.

YA! Kau akan tetap sekolah disini, walaupun aku tidak sekolah disini”jawab Jessica agak sedih karena melihat raut wajah Tiffany yang sangat sedih.

“Bagaiman kalau ada yang jahat padaku?”Tanya Tiffany lagi.

“Langsung bilang padaku, akan kuhajar siapapun yang menyakitimu!”ucap Jessica tegas.

“Tapi, aku mau sekolah ditempatmu sekolah”ucap Tiffany cepat.

Mwo? Tiff kau tidak boleh sekolah disana”tolak Jessica cepat.

Wae?”Tanya Tiffany bingung.

“Aku disana akan merubah penampilanku menjadi gadis kutu buku dan miskin. Apa kau mau jadi seperti itu?”tanya Jessica ragu.

“Aku mau”ucap Tiffany mantap.

“Pokoknya tidak boleh”ucap Jessica tegas. Bisa terbongkar penyamaran Jessica jika Tiffany juga ikut pindah ke sekolah barunya nanti.

“Kalau kau sekolah ditempat yang sama denganku, aku akan memusuhimu”ucap Jessica lagi, tapi kali ini lebih mirip sebuah ancaman.

Tiffany menghela napasnya pasrah. Membujuk Jessica memang bukan sesuatu yang mudah“ baiklah, tapi sepulang sekolah kita harus selalu bertemu”ucap Tiffany.

Jessica tersenyum ke arah Tiffany“Ok”balas Jessica cepat.

“Kau sudah membicarakan ini dengan orangtuamu?”Tanya Tiffany.

“Tentu saja”jawab Jessica.

***

Jessica melangkahkan kakinya dengan santai ke dalam sekolah barunya“Sama bagusnya dengan sekolahku yang lama”gumam Jessica setelah melihat bangunan sekolah barunya.

“Aku harus segera mencari ruang kepala sekolah”seru Jessica cepat dan menelusuri sekolah barunya sendirian, karena Jessica sadar dengan penampilannya yang seperti ini pasti tidak akan yang membantunya. Walaupun ada, pasti jarang!

Setelah menemukan ruang kepala sekolah, dan melapor Jessica diantar menuju kelas barunya kerana bel masuk sudah berbunyi.

Karena Jessica yang pintar, jadi Jessica bisa masuk kelas 2-A yang berisi anak-anak pintar dan kaya kerana sekolah ini adalah sekolah swasta yang dikenal sangat mahal dan elit.

“Tok tok”

“Masuk”seru suara dari dalam, yang diyakini adalah guru di sekolah ini.

“Maaf mengganggu Kang Seonsaengnim, aku hanya mengantar anak baru ini”seru seorang guru yang mengantar Jessica.

“Terima kasih, Park Seonsaengnim”ucap guru yang sedang mengajar.

Ne”balas  Park Seonsaengnim lalu meninggalkan ruang kelas 2-A.

“Baiklah kau anak baru, silahkan perkenalkan dirimu”perintah Kang Seonsaengnim ramah.

Ne. Annyeong haseyo yeoreobun, Choneun Jung Sooyeon imnida. Aku pindahan dari Dongguk Senior High School, manaseo bangapseumida. Kamsahamnida”ucap Jessica memperkenalkan dirinya dengan ramah, tapi yang ia dapat adalah tatapan tidak suka dari para murid yang lain. Jessica tidak peduli dengan tatapan tidak suka yang di tunjuk kan teman sekelas barunya. Toh memang Jessica bersekolah di Hanyang bukan untuk mendapatkan teman, tapi untuk bersekolah dengan tenang.

“Ada yang mau bertanya?”tanya Kang Seonsaengnim.

“Bagaiman kau bisa sekolah disini?”tanya salah satu murid yeoja dengan sombongnya.

Tsk sombong sekali dia’batin Jessica muak.

“Aku bisa sekolah disini karena mendapatkan beasiswa”ucap Jessica sambil tersenyum ramah.

“Pantas, mana mungkin orang sepertimu mampu membayar uang sekolah di sini kalau tidak mendapatkan beasiswa!”ujar yeoja tadi dengan tatapan meremehkan melihat Jessica dengan penampilan barunya. Jessica menggunakan kaca mata, walaupun bukan kaca mata super tebal, tapi tetap saja akan dianggap nerd! Terlabih lagi baju seragam Jessica yang agak kebesaran, jauh berbeda dengan paa yeoja di sekolah ini, yang memakai seragam yang super ketat dan mini. Dan ditamah Jessica menggunakan rambut palsu yang sengaja Jessica kenakan—ia tidak mungkin menunjukkan rambut blondenya yang memang sudah bawaan dari lahir itu bisa membuat orang curiga dan tidak percaya dengan penyamarannya. Rambut palsu Jessica dikuncir seadanya serata dengan wajah tanpa make up. Walaupun tetap cantik, tapi itu akan dianggap nerd!

Gomawo atas pujiannya”balas Jessica sambil tetap tersenyum.

“Sudah cukup perkenlannya, kau boleh duduk di kursi yang kosong Jessica”perintah Kang Seonsaengnim cepat saat menyadari suasana yang tidak berubah menjadi tidak enak.

Ne Seonsaengnim”balas Jessica, lalu melangkah kearah kursi kosong yang terletak paling belakang.

“Aww”ringis Jessica saat dia terjatuh karena kakinya tersandung kaki seseorang, yang Jessica yakin adalah kaki yeoja sombong tadi.

Sorry aku tidak SENGAJA”ucap yeoja itu menekan kata sengaja.

“Hahaha”tawa murid yang lain melihat Jessica yang terjatuh.

“Kau kenapa Sooyeon?”tanya Kang Seonsaengnim yang melihat Jessica tersungkur di lantai.

Gwanchanayo Seonsaengnim”ucap Jessica cepat, lalu bangun dari jatuhnya dan menghampiri yeoja yang membuatnya jatuh tadi.

“Tidak masalah, aku juga tidak menyalahkan kakimu yang sengaja menghalangi jalanku”ucap Jessica sambil tersenyum ramah lalu dengan sengaja Jessica menjatuhkan tasnya yang penuh dengan buku-buku tebal tepat di kaki yeoja tadi.

“Aww”ringisnya kesakitan seraya menyentuh kakinya yang sekarang sedang berdenyut kesakitan.

Sorry aku tidak SENGAJA”ucap Jessica mengulang kata-kata yeoja tadi tak lupa dengan  ekspressi menyebalkan yang sama.

“Ada apa lagi Sooyeon?”tanya Kang Seonsaengnim lagi.

“Tidak ada apa-apa Seonsaengnim”jawab Jessica cepat seraya tersenyum.

“Awas kau!”ucap yeoja itu marah, dan di balas senyuman oleh Jessica dan tentu saja membuat yeoja tadi semakin kesal.

Jessica berjalan menuju kursinya dengan santai, seolah kejadian barusan tidak pernah terjadi.

Ada yang kaget dengan sikap Jessica yang notabennya anak baru, tapi sudah berani melawan ketika dikerjai. Ada yang menganggapnya tidak penting, dan ada yang menganggap Jessica pengganggu, dan masih banyak lagi.

“Jung Sooyeon imnida”ucap Jessica memperkenalkan dirinya pada teman sebangkunya.

“Aku tidak bertanya namamu”ucap teman sebangku Jessica dingin.

“Ah~ sudah ku duga”ujar Jessica santai, lalu mulai konsentrasi dengan pelajaran.

***

Setelah beberapa jam berkutat dengan pelajaran, akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Banyak siswa-siswi yang berhamburan keluar karena perutnya yang sudah terasa lapar. Baru saja Jessica ingin pergi ke kantin, segerombolan yeoja tak diundang datang menghampiri mejanya.

“Ah~ sepertinya aku tidak jadi makan siang“gumam Jessica satelah melihat beberapa yeoja menghampirinya.

Teman sebangku Jessica yang sedang asik membaca buku pun menoleh kerarah Jessica dengan sedikit bingung, tapi setelah melihat arah pandangan Jessica dia pun mengerti. Lalu dia memasang earphone agar tak mendengar kicauan yeoja-yeoja yang ia anggap tidak penting.

“Brakkk”

Yeoja yang tadi membuat Jessica terjatuh memukul meja Jessica dengan cukup keras, membuat orang-orang yang masih berada di dalam kelas menoleh kearahnya. Jessica yang melihat perbuatan yeoja itu hanya cuek saja, seolah-olah tak terjadi apa-apa. Dan itu membuat yeoja itu semakin kesal.

“Wah, cari gara-gara nih anak baru Jieun”ucap salah satu yeoja yang sedang melabrak Jessica kepada temannya yang tadi memukul meja.

“Ekh anak baru”teriak Jieun kesal di hadapan Jessica. Jessica diam, tak merespon sama sekali teriakan Jieun, bahkan ia bersikap seolah tidak ada orang di depannya.

“Kau tuli eoh?”tanya Jieun marah.

“Hey! Jawab kalau ada orang yang bertanya”ucap temannya Jieun.

“Oh dia orang? Aku kira hewan! Kalau orang pasti punya sopan santun apalagi kalau bertanya dengan seseorang. Apa tidak pernah di ajari oleh orangtua kalian dan juga guru kalian saat masih di sekolah dasar?”ucap Jessica sinis sambil menunjuk Jieun dengan santainya.

“Kurang ajar!”ucap Jieun dan hendak menampar Jessica.

“Eits”sergah Jessica menahan tangan Jieun.

“Jangan main kasar, itu memalukan! Bukankah kalian menyebut diri kalian dari kalangan terhormat? Orang terhormat tidak akan melakukan cara rendahan seperti itu!”ucap Jessica mencengkram tangan Jieun kuat.

“Aww”ringis Jieun kesakitan.

“Lepas!”bentak Jieun.

“Aku akan melepaskannya, kalau kau memintanya dengan baik-baik”balas Jessica.

“Jangan harap!”seru Jieun kesal, berusaha melepaskan sengkraman Jessica, tapi NIHIL! Jessica malah mempererat cengkramanya.

Ok! Lepaskan tanganku, tolong!”ucap Jieun melembutkan suaranya.

“Nah begitu baru benar”balas Jessica lalu melepaskan cengkramanya.

Lalu Jieun dan teman-temannya menatap Jessica dengan kesal.

“Kalian masih mau disini?”tanya Jessica dengan datar  ketika ia lihat Jieun dan teman-temannya masih dihadapannya.

“Guys, ayo pergi”ucap Jieun dingin karena sangat kesal terhadap Jessica.

“Sebenarnya kau siapa?”tanya teman sebangku Jessica ketika Jieun dan teman-temannya pergi.

“Eh?”

“Aku yakin kau mendengar pertanyaanku, jadi aku tak perlu mengulanginya kan”ucap teman sebangku Jessica datar.

“Jung Sooyeon imnida”ucap Jessica berusaha ramah.

“Aku tidak tanya namamu, yang aku tanya siapa kau sebenarnya? Tak mungkin jika kau hanya yeoja miskin yang masuk sekolah ini dengan beasiswa”tanyanya lagi masih dengan datarnya.

“Jadi dari tadi kau mendengar pembicaraanku dan mereka? Aku kira kau sedang mendengarkan music”ucap Jessica mengalihkan pembicaraan.

“Jangan mengalihkan permbicaraan!”balas teman sebangku Jessica sengit.

“Ck! Kau sangat menyeramkan”decak Jessica.

“Jawab saja”perintahnya.

“Aku Jung Sooyeon, anak dari seorang supir dan pembantu, puas kau!”ucap Jessica kesal.

“Aku tak percaya”

Up to you”balas Jessica kesal. Lalu tidak ada lagi percakapan antara mereka sampai jam pulang berbunyi.

*****D’Popular*****

Iklan

16 pemikiran pada “D’Popular | Part 1 |

  1. yeyyy ada FF bru hehe.. Keren deh critanya seru+menarik+mudah dipahami .. Next chap ditunggu banget..
    #Hwaiting chingu 😉

  2. Kereeen!!!
    ehk yang jadi temen sebangku sica itu kris atau lulu?
    Jadi penasaran nih.
    next chapter ditunggu ya.jangan lupa ff ber-chapter yang belum selesai dilanjut ya?
    hhe. Hwaitaeng^^)9

  3. Wah!!! FF ini baguuus banget! Alurnya menarik! DAEBAK!!! 🙂
    Oia͵ maaf saya baru baca skrng. saya baru bongkar (?) blog ini…. dan saya akhirnya tertarik untuk baca ff ini. ternyata ff ini DAEBAK!
    sekali lagi saya minta maaf baru bisa baca skrng. saya baca dulu yg part 2 nya….

  4. wah jessica berubah 100% nih, .
    demi mencari perdamaian nih hahhhah,.
    ayolah xan jangan ganggu sica eonni, dia pengen belajar bukan cari musuh.
    lanjut

  5. keren keren… jessica malah nyamar. harusnya sih dia agak lemah biar nggak ketauan. tp sih nggak papa. kalo tu jieun tau sebenernya jessica, pastilah bakalan malu banget. wkwkwk. bagus ini ff nya. suka bgt aku 😀

  6. Perbedaan sikap jessie antara di sekolah pertama dan kedua sangat berbeda! jujur aja, ini lucu dan aku suka karakter kris disini. ya mudah – mudahan aja author bikinnya krissica hehehe :3. Overall bagus, tp ada sedikit typo. ya tapi itu masih bisa di maklumi lah :D. Btw, aku ini readers baru lho! Salam kenal authornim~

  7. Weew.. Koq bisa aq baru baca ff ini??? Hahaha.. #Kemana ajeee gue.

    Aq suka sama cerita bertema sekolah dan tokoh utama yang seperti ini, misterius dan tegas. Apapun itu yang penting jessica jung^^ semoga ff ini disa terus lanjut sampe ending ne. Oia nanti bikin ff kaisica juga ne chingu. Hehehe.. Sekarang lumayan jarang bisa baca ff jessica yang bagus. Dan chingu adalah salah satu penulis yang menurutku setiap ceritanya punya alur yang menarik. Makanya, sangat” berharap agar chingu bisa terus berkarya. \(´▽`)/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s