D’Popular | Part 2 |

D'popular

Title : D’Popular

Author : Winda Kurnia Prado

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Tiffany Hwang

Park Chanyeol

Suport Cast : Member SNSD and EXO

Genre : Romance

Rating : Teen

Length : Chapther

Part 2

 

 

“Jessie ayo ceritakan tentang sekolah barumu?”pinta Tiffany, yang saat ini tengah berada di kamar Jessica untuk mendengarkan cerita Jessica tentang sekolah barunya.

“Biasa saja”jawab Jessica sambil merebahkan dirinya di kasur queen size-nya. Tiffany menatap Jessica tidak percaya.

“Tidak ada yang perlu diceritakan Tiff, biasa saja”tambah Jessica dengan malas.

“Bagaimana dengan namja disana? Apakah ada yang tampan?”Tanya Tiffany lagi dengan semangat. Jika menyangkut dengan ciptaan tuhan yang satu itu Tiffany pasti akan sangat semangat.

“Sama saja seperti di Dongguk tidak jauh berbeda”jawab Jessica.

“Ada yang menarik perhatianmu?”Tanya Tiffany terus menerus.

Jessica menggeleng, sebagai jawaban tidak!

“YA! Jangan-jangan kau tidak normal Jessica Jung!”ucap Tiffany asal seraya menatap Jessica horror.

“Pletak”

“Aww”ringis Tiffany karena Jessica memukul kepalanya dengan cukup kencang.

“Makanya kalau bicara jangan asal Hwang Miyoung!”ucap Jessica kesal.

“Jangan panggil aku dengan nama itu!”seru Tiffany tidak suka seraya mengerucutkan bibirnya.

“Lalu kenapa sampai sekarang kau tidak punya namja chingu eoh?”ujar Tiffany.

“Karena tidak ada namja yang bisa membuatku tertarik padanya”balas Jessica santai.

“Iya, karena kau tertarik pada yeoja”cibir Tiffany.

“YA!”marah Jessica seraya hendak memukul Tiffany lagi, tapi kali ini Tiffany berhasil menghindar.

“Aku hanya bercanda”cengir Tiffany.

“Jessie aku sekolah ditempatmu ya”bujuk Tiffany.

“Tidak!”tolak Jessica cepat.

“Aku kesepian Jessie tidak ada kau disekolah”

“Lihat lah sekarang siapa yang tidak normal“seru Jessica bercanda.

“Jessie aku serius!“omel Tiffany.

Jessica mulai serius“Ayolah Tiff, jangan begini, kita kan masih bisa bertemu sepulang sekolah seperti sekarang ini tanpa harus kau sekolah di tempatku sekolah”jelasnya dengan sabar.

“Tapi aku ingin satu sekolah denganmu”Mohon Tiffany sambil memasang wajah memelas andalannya.

“Tetap tidak bisa!”tolak Jessica tegas.

“Kau menyebalkan!”cibir Tiffany.

“Memang”balas Jessica cuek.

***

Hari ini Jessica berangkat ke sekolah menggunakan sepeda, supaya penyamarannya sebagai yeoja miskin yang nerd lebih meyakinkan.

“Ada apa ? kenapa ramai sekali di depan madding?”gumam Jessica ketika dia sudah berada di sekolah dan hendak menuju parkiran yang melewati madding sekolah. Walau penasaran, tapi Jessica tetap melanjutkan langkahnya dan tidak terlalu memusingkan apa yang sedang tepasang di madding sehingga membuat kehebohan di pagi hari.

Tanpa Jessica sadari banyak siswa-siswi yang sedang memperhatikannya. Dengan cuek Jessica berjalan menuju kelasnya, karena dia tidak suka keramaian terlebih menjadi pusat keramaian itu. Sesampainya Jessica di kelas dia baru sadar kalau teman-temannya memperhatikannya.

“Ada apa? Kenapa mereka memperhatikan aku seperti itu? Memangnya ada yang salah denganku”Tanya Jessica mulai risih dengan beberapa pandangan teman sekelasnya, Jessica bertanya kepada teman sebangkunya. Walaupun Jessica tidak yakin teman sebangkunya ini akan menjawab pertanyaannya.

“Kau tidak tahu?”tanya teman sebangku Jessica balik dengan dingin dan tanpa menoleh dari buku yang sedang ia baca.

“Tidak, kalau aku tahu, aku tidak akan bertanya padamu, buang-buang waktu saja”balas Jessica tak kalah dingin.

“Dasar kudet!”serunya .

“Hey! Aku bertanya bukan memintamu mengejekku!”balas Jessica dengan emosi. Entah mengapa pagi ini Jesssica tidak bisa mengendalikan emosinya.

“Pagi-pagi sudah buat orang bad mood”tambah Jessica lagi, lalu pergi keluar kelas dan menuju kantin, karena Jessica belum sarapan.

Jessica terus berjalan ke kantin, tapi kali ini dengan risih, karena banyak orang yang memperhatikannya selama perjalanan menuju kantin. Jessica melirik kearah mereka dengan tajam dan sukses membuat orang-orang yang dari tadi memperhatikannya pergi.

Ada apa sih?’ batin Jessica kesal, dan Jessica mempercepat langkahnya menuju kantin.

Ahjussi, aku pesan roti cokelat 2 dan susu cokelat 1 “ucap Jessica kepada penjual makanan yang berada di Hanyang Senior High School.

Ne agasshi

Tak lama pesanan Jessica pun datang, dengan santai Jessica memakan makanannya. Selang 10 menit makanan yang tadi Jessica pesan sekarang sudah habis. Karena masih ada waktu sekitar 7 menit sebelum bel masuk berbunyi, Jessica memutuskan untuk ke toilet terlebih dahulu, untuk merapihkan penyamarannya.

Didalam toilet Jessica mendengar percakapan sekumpulan yeoja yang ternyata sedang membicarakannya, Jessica yang mendengarnya dari balik toilet sengaja tidak keluar agar dapat mengetahui apa yang sedang mereka gosipkan.

“Eh, kau tahu tidak anak baru yang kemarin masuk?”Tanya yeoja pertama dengan suaranya yang nyaring.

“Yang mana?”Tanya yeoja ke dua.

“Itu yang nerd, kalau tidak salah namanya Sooyeon ah iya Jung Sooyeon”jawab yeoja pertama.

“Oh iya, aku tahu”seru yeoja ke dua dan ketiga, karena orang yang sedang membicarakan Jessica berjumlah tiga orang.

“Tadi dia membuat madding heboh loh”ucap yeoja pertama dengan antusias

.

“Membuat heboh bagaimana maksud mu?”Tanya yeoja ketiga.

“Kemarin menurut berita dari anak kelas 2-A dia dilabrak Jieun dan teman-temannya”

“Ah itu kan sudah biasa, setiap murid baru di sekolah kita pasti mereka kerjai baik itu yeoja atau pun namja”seru yeoja kedua dan mendapat anggukan dari yeoja ketiga.

“Memang, kalau itu pun semua murid Hanyang tahu! Kau tahu apa yang membuat heboh?”tanyan yeoja pertama dan mendapat gelengan kepala dari yeoja kedua dan ketiga.

“Saat Jieun hendak menampar anak baru itu tangan Jieun di tahan olehnya dan dia melawan Jieun dan buat Jieun memohon padanya agar melepaskan cengkramannya!”jelas yeoja pertama.

“Hah? Hebat banget anak baru itu”seru yeoja kedua kaget.

“Tapi kasian pasti nanti dia akan di keluarkan, Jieun kan salah satu penyumbang dana terbesar di sekolah kita”ucap yeoja ketiga prihatin dengan nasib Jessica selanjutnya.

Jieun mau mengeluarkanku dari sekolah yang daddy dirikan? Tsk, tidak akan bisa. Siapa yang berani mengeluarkan ku? Jessica Jung! Anak dari Jung Yunho pemilik sekolah ini!’batin Jessica somnong karena kesal.

“Iya dan juga siapa orang yang berani pasang berita itu di mading coba? Cari gara-gara saja”timpal yeoja kedua.

“Siapa lagi kalau bukan Jokwon anak 2-C si penyebar berita ter-update di sekolah kita”seru yeoja pertama.

Teng Teng Teng

Bel tanda masuk di Hanyang sudah berbunti, itu artinya semua murid Hanyang harus cepat-cepat masuk ke dalam kelas masing-masing.

“Yah sudah bel masuk, ayo ke kelas”seru yeoja ketiga.

“Ayo”balas yeoja kedua dan ketiga.

Jessica keluar dari balik toilet dengan kesal, karena tujuan dia sekolah disini untuk tenang bukan untuk mendapat sorotan seperti ini.

“Bisa-bisa penyamaran ku terbongkar kalau terus seperti ini, menyebalkan!”gumam Jessica pelan seraya menuju kelasnnya.

Saat pelajaran berlangsung Jessica sama sekali tidak konsen dan terus memikirkan rencana bagaimana caranya membuat berita tentang dia hilang.

“Tidak usah kau pikirkan”ucap teman sebanghu Jessica pelan.

“Ekh, maksudmu?”Tanya Jessica bingung.

“Anggap saja kau beruntung, karena kau tidak perlu susah payah untuk menjadi popular”jelas teman sebangku Jessica datar.

“Aku tak suka jadi popular”balas Jessica ketus.

“Tak usah munafik, bukankah semua orang ingin popular?”

“Termasuk dirimu?”balas Jessica dingin.

“Tapi aku tak suka jadi popular, terlalu berisik dan mengganggu. Jadi jangan samakan aku denganmu dan orang lain, aku tak suka!”tambah Jessica.

Setelah percakapan singkat Jessica dengan teman sebangkunya, yang sampai sekarang Jessica belum tahu namanya. Jessica mencoba konsentrasi dengan pelajaran yang sedang di jelaskan oleh Jung seonsaengnim yaitu pelajaran bahasa Inggris.

Saat Jessica dan teman sekelas lainnya sedang konsentrasi dengan pelajaran, tiba-tiba ada seorang namja yang masuk begitu saja tanpa permisi, lalu dengan santainya dia duduk di kursinya yang terletak di pojok belakang baris pertama dari pintu. Jung Seonsaengnim yang melihat namja itu masuk terus melanjutkan pelajarannya karena sudah terbiasa namja tadi datang terlambat. Sementara Jessica terus memperhatikan namja tersebut dengan tatapan tajam, sempat sang namja menoleh kearah Jessica dan bertatap muka dengan Jessica walaupun Cuma sebentar lalu melanjutkan langkahnya ke kursinya.

“Tak usah menatapnya seperti itu, dia sudah biasa seperti itu”ucap teman sebangku Jessica.

“Dia kah namja paling popular di sekolah ini dan orangtuanya dalah penyumbang dana terbesar”ucap Jessica datar.

“Benar dan kau tahu kan apa yang harus kau lakukan bukan jika ingin terus sekolah di Hanyang?”Tanya teman sebangku Jessica.

“Tentu saja, menjauhinya dan jangan mencari gara-gara dengannya, atau aku tanpa sebab akan dikeluarkan dari sekolah ini”ucap Jessica datar sambil mencatat apa yang di tulis Jung seonsaengnim.

“Sepertinya kau sudah sangat mengerti”ucap teman sebangku Jessica.

“Tentu saja, ini sangat mudah ditebak”balas Jessica datar.

“oh ya, ngomong-ngomong siapa namamu?”Tanya Jessica yang merasa aneh, dia berbicara panjang lebar dengan seseorang tetapi tidak tahu siapa namanya.

“Dalam hitungan kelima kau akan tahu namaku”ucap namja itu santai.

“Ekh”seru Jessica bingung dan menoleh kapada teman sebangkunya.

“Hitunglah”perintah teman sebangku Jessica

“1”

“2”

“3”

“4”

“5”

“Kris Wu tolong kau kerjakan soal di depan”perintah Jung seonsaengnim.

Ne seonsaengnim”balas Kris, lalu Kris beranjak kearah papan tulis dan sempat memberikan smirknya kepada Jessica sebelum mengerjakan soal dari Jung seonsaengnim.

Jessica sempat terbengong beberapa saat, ketika Kris memberikan smirk kepadanya dan itu pertama kalinya ada namja yang mampu membuat Jessica terbengong hanya karena smirknya. Dan satu lagi yang membuat Jessica terbengong, karena Kris itu berbeda dari namja yang lainnya dan Kris satu-satunya namja yang jalan pikirnannya tidak bisa Jessica tebak.

“Jadi dia bernama Kris Wu, menarik!”gumam Jessica seraya tersenyum kecil.

Tanpa Jessica sadari namja yang tadi datang terlambat sedang memperhatikan Jessica dengan dahi berkerut.

“Dia siapa Suho-ah?”Tanya namja itu kepada temannya sebangkunya sambil menunjuk kearah Jessica. Namja itu adalah Xi Luhan—namja yang datang terlambat.

“Oh dia, anak baru”jawab temannya sebangku Luhan—Kim Suho

“Oh”respon Luhan singkat.

“Bagaimana kalau kita taruhan?”Tanya seorang namja yang duduk di depan meja Luhan dan Suho—Oh sehun.

“Boleh, apa taruahnnya?”Tanya Luhan tertarik.

“Bagaimana kalau taruhan kita kali ini adalah anak baru yang nerd itu”ucap teman sebangku Sehun—Oh Jongin aka Kai.

“Hah? Tidak salah kau Kai? Untuk apa dia di jadikan bahan taruhan, tidak ada yang lain eoh? Tidak penting!”ucap Luhan dengan sombongnya.

“Kau tidak tahu sih Lu, kemarin dia di labrak oleh Jieun dan teman-temannya, tapi dia yang malah membuat Jieun dan teman-temannya ketakutan”sela teman Suho.

“Masa sih? Kok aku merasa dia lemah dan biasa saja”komentar Luhan santai.

“Mau mencoba mendapatkannya tidak?”Tanya Sehun lagi.

“Apa yang akan aku dapat kalau aku bisa mendapatkannya?”tanya Luhan dengan sambongnya—ia terlalu memandang rendah Jessica dan yakin bisa mendapatkan Jessica dengan mudah.

“Aku yang akan membayar kau ke club selama sebulan penuh di club mana pun”ucap Sehun menawarkan.

Luhan menganggukkan kepala setuju serta di iringi senyuman yang mengembang di wajahnya.

“Kalau kau Suho?”tanya Luhan kepada Suho—teman sebangkunya.

“Aku akan membayar semua makananmu selama sebulan penuh“jawab Suho santai.

“Lalu kau Kai?“tanya Luhan kepada teman sebangku Sehun sekaligus kembaran Sehun—kai.

“Aku akan mengijinkanmu memakai mobil baru ku yang akan datang sebentar lagi” jawab Kai seraya menyeringai ke arah Luhan. Kai yakin Luhan tidak akan bisa menaklukan Jessica.

“Waw”seru Luhan sedikit tidak pecaya. Seorang Oh Jongin yang sangat pelit masalah mobil, apalagi ini adalah mobil baru rancangannya sendiri di pinjamkan. Hebat!

“Eitss, tapi dengan syarat tanpa lecet sedikitpun!”tekan Kai.

Ok

“Tawaran yang sangat menarik hanya untuk mendapatkan yeoja seperti dia“ucap Luhan meremehkan Jessica seraya melirik Jessica menggunakan ekor matanya.

“Dan untukmu Xi Luhan, kalau kau sampai tidak bisa mendapatkan dia selama seminggu, Kau harus dance lagunya KARA yang MR dengan kostumnya lengkap, di aula dan disaksiin oleh seluruh murid Hanyang dan kau harus melakukan apa yang tadi aku, Suho dan Kai ucapkan, tapi selama seminggu saja, bagaimana kalian semua setuju bukan?”ucap Sehun panjang lebar.

Luhan berpikir sejenak mengenai konsekuensi yang harus ia hadapi kalau tidak berhasil mendapatkan Jessica—sang murid baru yang sangat nerd!

“Aku sih setuju”ucap Suho.

“Aku juga”timpal Kai semangat.

“Bagaimana dengan mu Luhan? Hanya kau saja yang belum setuju, apa kau takut tidak bisa mendapatkan yeoja nerd itu?“tantang Sehun seraya memanasi Luhan.

Luhan menatap Sehun tajam“Tidak ada dalam kamus seorang Xi Luhan takut! Ok, aku setuju. Dan untuk kalian bertiga bersiaplah kalah”ujar Luhan dengan sombongnya.

“Kita lihat saja nanti siapa yang akan kalah Xi Luhan”bales Sehun, Kai dan Suho berbarengan.

***

Saat istirahat Luhan mulai melancarkan aksinya untuk mendapatkan Jessica. Luhan menghampiri Jessica di bangkunya dengan sangat percaya diri. Wajar jika Luhan sangat percaya diri, selama ini tidak ada yeoja yang menolak pesona seorang Xi Luhan.

Hi”sapa Luhan seraya tersenyum manis ke arah Jessica.

“Sok ramah”ucap Jessica dengan datar tanpa menoleh ke arah Luhan sedikitpun.

“Eh?”Luhan kaget dengan ucapan Jessica yang sangat tidak terduga itu.

Sorry, tadi kau bilang apa?”Tanya Luhan memastikan bahwa yang dia dengar tidak salah.

“Sok ramah”ulang Jessica dengan nada dan ekspresi yang sama seperti tadi, yaitu datar.

Luhan menganga tidak percaya bahwa yang ia dengar memang benar. Hey? Yang benar saja seorang Xi Luhan di perlakukan seperti itu oleh seorang yeoja nerd!

Tidak tahu diri sekali yeoja ini, sudah jelek, nerd sombong lagi‘maki Luhan dalam hati melihat kelakuan Jessica.

“Kenapa responmu seperti itu?”Tanya Luhan berusaha sabar, kalau bukan Karena dia sedang taruhan dia tidak akan SUDI mendekati Jessica.

“Lalu mau mu apa?”Tanya Jessica datar.

“Setidaknya kau membalas sapaanku tadi”jawab Luhan.

“Tsk, kau ingin sekali aku membalas sapaan tidak pentingmu itu hm?”Tanya Jessica dengan raut wajah semenyebalkan mungkin agar membuat Luhan segera pergi dari mejanya.

Luhan yang mendengar ucapan Jessica dan ekspresi wajahnya ingin sekali menghajarnya saat ini juga, tapi niat jahatnya itu ia urungkan karena ia ingat ia sedang taruhan untuk mendapatkan yeoja menyebalkan di depannya ini.

Kau harus sabar Xi Luhan, inget ini demi taruhan’ucap Luhan dalam hati berusaha sabar.

“Iya aku sangat ingin sekali kau membalas sapaan tidak penting ku”balas Luhan dengan meniru ekspresi dan suara Jessica.

Jessica jadi sedikit kesal dengan Luhan yang menirukan dirinya, lalu Jessica menatap Luhan dengan tatapan merendahkan.

“Hey! Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu!”seru Luhan tidak suka dengan tatapan Jessica.

Wae?”Tanya Jessica dengan wajah menantang.

Entah kenapa Jessica sangat sebal dengan orang seperti Luhan yang memfaatkan kekayaan orang tuanya, padahal dia juga bisa dibilang sama seperti Luhan.

“Tentu saja aku tidak suka!”ucap Luhan mulai kesal dengan sikap Jessica.

“Tapi aku sangat menyukainya! Bagaimana dong?”balas Jessica menantang.

“Terserah”ucap Luhan lalu pergi dari kursi Jessica karena sudah.

Jessica tersenyum tipis melihat Luhan pergi dari mejanya.

“Sebaiknya kau hati-hati dengannya”ucap Kris, yang dari tadi duduk disamping Jessica.

“Tsk, aku tidak takut padanya”balas Jessica dengan smirknya.

“Aku tahu, tapi rahasiamu bisa terbongkar”ucap Kris yang sedari tadi mendengarkan musik, atau pura-pura mendengarkan music.

“Rahasia? Rahasia apa? Ohh..jangan bilang kau masih menganggapku orang kaya yang menyamar?”ucap Jessica.

“Aku tidak bilang kau orang kaya!”balas Kris santai.

Jessica terdiam sesaat, Kris memang tidak pernah bilang kalau dia orang kaya.

“Tapi maksudmu seperti itu”ralat Jessica.

“Tapi aku benarkan?”ucap Kris datar.

“Hey ternyata aku benar, kau tidak sedang mendengarkan music”ucap Jessica mengalihkan pembicaraan.

“Jangan mengalihkan pembicaraan dengan kata-kata yang sama, akan ketahuan jika kau sedang terpojok”balas Kris tepat sasaran.

Jessica menghembuskan napasnya dengan kasar, Jessica sangat kesal dengan Kris jika seperti ini. Kris sangat pintar, sangat berbeda dengan namja-namja lain, walaupun Jessica sedikit tertarik dengan Kris, tapi jika Kris membahayakan penyamarannya ia harus waspada dengan Kris.

“Aku tanya sekali lagi, siapa kau?”Tanya Kris.

“Seharusnya aku yang tanya, siapa kau sebenarnya? Dan kenapa kau sangat ingin tahu tentangku eoh?”balas Jessica sengit.

“Jangan bertanya jika kau sedang ditanya, itu tak sopan!”ucap Kris.

“Dan jangan bertanya dengan pertanyaan yang sama jika orang yang kau tanya tidak suka dengan pertanyaanmu itu. Itu juga tidak sopan!”balas Jessica tidak mau kalah.

“Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi, akan langsung ku bongkar siapa dirimu!”seru Kris santai.

“Terserah”ucap Jessica kesal.

***

Saat ini Jessica sedang mengayuh sepedanya menuju rumahnya yang luamyan jauh sekitar 5 kilo meter lagi. Selama perjelanan Jessica terus saja bergumam tidak jelas, meruntuki kesialannya hari ini. Pertama, dia kesal karena sekarang dia menjadi permbicaraan satu sekolah. Kedua, dia kesal dengan Kris yang mendesaknya untuk mengatakan siapa dia sebenarnya. Ketiga, dia kesal dengan Luhan, melihat tingkah belagu Luhan membuat Jessica kesal.

“Akh sial”teriak Jessica.

“BRUK”

Jessica tersungkur ke aspal, ketika mobil Audi hitam menyerempetnya  dan membuat Jessica terjatuh dan berdarah pada lutut dan sikunya.

“Kurang ajar, jalan luas kenapa masih menyerempetku? Haistt!”marah Jessica dan melihat plat mobil yang tadi menyerempetnya dan menghapalnya.

“Benar-benar sial”gumam Jessica semakin kesal.

*****D’Popular*****

A/N : banyak respon ff ini akan di lanjut!

Iklan

20 pemikiran pada “D’Popular | Part 2 |

  1. huahhh,, seruu banget ^^ kris tuh susah ditebak banget ya !! Sica oww,,hati2 dngn krisss.. Luhan huh,sombong amat .. Klo ga berhasil ,,mati engkau.. Next part cpet dilanjut yaa.. Perpanjang lgi critanya.. Hwaiting chingu 😉

  2. Kereen!!!
    eh itu kris berbahaya banget, lulu juga sombong amat.
    kalo masalah ending aku serahin ke author aja. Kalau pun bukan sama lulu juga gak apa2. Tapi ingat JANGAN PAIRINGIN LULU SAMA YEOJA LAIN!!!!
    eh…eh… Jangan gitu dong, lanjut ya thor.
    hwaitaeng^^)9

  3. Wahwahwah!!! Ternyata part 2 lbh seru!!! Saya suka krissica & hansica. jadi saya lanhsung suka ff ini… ceritanua juga baguuuus banget! Daebak! 🙂
    Thor͵ lanjut ya??? Saya g sabar baca part 3 nya…. cepet lanjut ya ^^

  4. jessica “Karena tidak ada namja yang bisa membuatku tertarik padanya”
    kayanya kris deh salah satu yg membuat jessica tertaarik.
    hehhhhehhe..

    wah luhan sombong sekali dia, .
    sepertinya sica eonni rus wanti wanti ma kris, jangan sampe terbongkar ID nya.

    sica eonni gwencana?
    siapa tuh yg nabrak sica enni?.
    nyari perkara aja.
    lanjut

  5. widih luhan dkk bikin taruhan. makin asik aja. ceritanya ini kok kayak yg di FTV SCTV dulu itu ya. mirip bgt. cewenya nyamar jd cewe jelek trus juga dibikin taruhan sama cowo disitu. bedanya cuma sahabat jessica aja hehehe

  6. OH AYOLAH JESS BERKENALAN LAH DENGAN TEMAN SEBANGKUMU! Aku rada penasaran, itu yeoja atau namja yg jadi temen duduknya sica, hum?._. mungkin di part selanjutnya akan terjawab kekeke~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s