Miss Sial!! | Oneshoot |

Miss sial Lusica-hansica

Title : Miss Sial!

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Suport Cast : Lee Donghae

Oh Sehun

Genre : Romance

Rating : PG-15

Lenght : OneShoot

Summary : JESSICA JUNG seorang yeoja berwajah Barbie serta berambut blonde yang sangat cantik, tapi apa jadinya jika nasibnya tidak secantik wajahnya karena ia selalu saja SIAL!!

                                                     ***Miss sial by Жin Genie ***

JESSICA JUNG seorang siswi di Hanyang Senior High School tingkat 2 yang berwajah barbie serta berambut blonde keturunan Amerika-Korea yang sangat cantik, tapi nasibnya tidak seindah wajahnya karena ia selalu saja SIAL! Mulai dari keSIALan yang kecil sampai yang besar.

Contohnya saat dini hari pukul 00.30 KST saat ia menyaksikan pertandingan sepak bola bersama daddynya. Ia dan daddynya bertaruh ketika pertandingan sepak bola baru saja dimulai. Pertandingan yang sedang ia tonton adalah pertandingan sengit anatara Manchester United melawan Chelsea. Jessica bertaruh dengan memilih Manchester United Karena ia sangat yakin kalau Manchester United akan menang melawan Chelsea. Sementara daddynya memegang Chelsea karena hanya tinggal itu saja yang tersisa, sebenarnya Mr. Jung juga penggemar berat Manchester United, berhubung Jessica sudah memilih Manchester United Mr. Jung mengalah dan mendukung Chelsea. Tapi memang mungkin karena Jessica yang dasarnya sangat SIAL. Pertandingan yang berakhir pukul 02.00 KST itu di menangkan oleh Chelsea dengan skor akhir 0-2. Chelsea menang tanpa balas atas Manchester United. Sebagai hukuman karena tim yang Jessica pilih kalah uang jajannya selama seminggu di potong! Itu adalah keSIALan Jessica yang PERTAMA di hari itu.

Gara-gara menonton pertandingan sepak bola dengan daddynya sampai dini hari ia jadi bangun kesiangan. Itu adalah keSIALan Jessica yang ke DUA.

“Jessie ayo bangun!”teriak Mrs. Jung dari luar kamar Jessica.

“Sebentar lagi mom, please”pinta Jessica tanpa membuka matanya.

Whatever, tapi jangan salahkan mommy kalau kau terlambat datang ke sekolah karena ini sudah pukul 08.30 KST dan itu artinya 30 menit lagi sekolahmu akan masuk Jessie!”peringat Mrs. Jung seraya meninggalkan kamar anak pertamanya itu.

Mata Jessica langsung terbuka lebar ketika mommynya bilang sekarang sudah pukul 08.30 KST”mati aku!”gumam Jessica panik lalu beranjak dari kasur queen sizenya dengan terburu.

“Ah mom kenapa tidak membangunkanku dari tadi”keluh Jessica menyalahkan mommynya seraya berjalan ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.

Jessica mandi dengan sangat singkat, bayangkan saja Jessica mandi hanya dalam waktu lima menit. Setelah selesai mandi dan berpakaian Jessica segera turun dan menuju meja makan.

“Ini sarapanmu”ucap Mrs. Jung seraya menaruh roti selai cokelat dan juga satu gelas susu cokelat kesukaan Jessica di meja Jessica.

“Krystal dan daddy mana?”tanya Jessica seraya meminum susu cokelatnya.

“Sudah berangkat”jawab Mrs. Jung seraya menaruh piring kotor ke washing machine. Jessica menganggukkan kepalanya sebagai respon.

“Ya sudah mom, aku berangkat”pamit Jessica lalu mencium kedua pipi mommynya itu dengan roti cokelat yang ia gigit di mulutnya.

“Dasar anak itu”decak Mrs. Jung melihat kelakuan Jessica.

YA! WHAT THE HELL!!”teriak Jessica kesal ketika ia mendapati mobilnya tiba-tiba saja mogok padahal kemarin masih baik-baik saja saat Jessica membawanya pergi mengantar Krystal kerumah temannya. Dan itu adalah keSIALan Jessica yang ke TIGA. Baru di rumah saja Jessica sudah mendapatkan tiga keSIALan berturut-turut tanpa jeda, bagaimana di luar rumahnya?

“Ada apa Jessie?”tanya Mrs. Jung yang langsung keluar rumah ketika mendengar teriakan melengking Jessica.

“Mobilku mogok mom!”adu Jessica kepada mommynya.

“Ah daddy dan Krystal sudah pergi, kau sih susah di bangunkan”omel Mrs. Jung.

“Loh? Kenapa mommy jadi menyalahkanku?”protes Jessica.

“Ah sorry honey, ya sudah mommy telepon kan taxi untuk mengantarmu ke sekolah”ucap Mrs. Jung.

“Ah~ tidak usah mom, kalau harus naik taxi pasti aku akan sangat terlambat datang ke sekolah karena menunggu taxi yang mommy pesan datang lebih baik aku naik bus saja”putus Jessica lalu berjalan ke halte bus dekat rumhanya.

“Yasudah, hati-hati di jalan honey”ucap Mrs. Jung.

“Eum”sahut Jessica singkat.

Jessica melirik ke arah jam tangan putihnya”Ah aku sudah sangat terlambat”Seru Jessica panik saat ia melihat ke jam tangannya waktu sudah munjukkan pukul 08.55 KST. Sementara waktu yang ia butuhkan untuk sampai sekolahnya sekitar 20 menit itupun kalau tidak terkena macet dan menggunakan mobilnya. Jessica menarik napasnya panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan dan langsung berlari dengan kencang menuju halte bus agar tidak semakin terlambat. Sekitar lima menit Jessica berlari ke halte bus akhirnya sampai juga di halte bus. Kalau ia berjalan seperti biasa bisa-bisa sepuluh menit lebih ia baru sampai halte bus.

“Hosh hosh”deru napas Jessica yang tidak beraturan. Jessica kembali menarik napasnya dalam untuk memulihkan pernapasannya dan membuangnya memalui celah mulutnya.

Jessica duduk di halte bus dengan gelisah masalahnya sudah cukup lama ia menunggu, tapi bus yang akan membawanya ke sekolah tidak kunjung datang.

“Cepatlah sedikit”gumam Jessica panik.

“Ah itu dia”seru Jessica senang ketika ia melihat bus yang ia tunggu datang. Jessica menaiki bus dengan terburu, ia tidak ingin tertinggal bus jika ia tidak cepat-cepat masuk apalagi dengan kondisinya yang sudah terlambat seperti sekarang. Saat Jessica sudah masuk ke dalam bus ternyata bus itu penuh, sesak dan itu tandanya Jessica harus BERDIRI sampai sekolahnya. Oh my..runtuk Jessica kesal.

Jessica melihat ada sebuah bus yang mendahului busnya dan bus itu juga melewati sekolahnya. Jessica mendengus sebal. Jessica mendengus sebal karena bus yang mendahului busnya itu ternyata masih ada kursi yang kosong. Ah andai saja tadi ia tidak terlalu terburu mungkin sekarang ia sedang duduk santai di dalam bus itu. Tidak berdiri dan berdesakan seperti sekrang. Dan sekarang adalah keSIALan Jessica yang ke EMPAT! Jessica berusaha sabar dengan nasib SIAL yang selalu saja menimpanya—mungkin ini cobaan dari tuhan.

***

Saat sampai di sekolahnya pintu gerbang sekolahnya sudah tertutup rapat. Tentu saja, karena ia terlmbat lebih dari tiga puluh menit dari ketentuan sekolahnya. Jessica menarik napasnya panjang sebelum masuk ke area sekolahnya dan bersiap menerima hukuman dari dewan siswa yang bertugas menangani murid yang bermasalah seperti dirinya ini.

“JESSICA JUNG!”terdengar suara yang sudah tidak asing lagi bagi telinga Jessica. Pemilik suara itu adalah Lee Donghae—ketua dewan siswa sekaligus mantan kekasih Jessica. Tapi mereka sudah putus dua bulan yang lalu karena Donghae memutuskan Jessica dengan alasan ia tidak tahan bila terus saja berada di dekat Jessica. Karena saat ia berada di dekat Jessica ada saja keSIALan yang ia alami.

Dengan enggan Jessica membalik kan badanya dan menghadap Donghae.

“Lari mengelilingi lapangan sebanyak lima putaran!”perintah Donghae tegas. Donghae memang selalu tegas dalam mengambil kepututsan dan karena ketegasannya itulah Jessica akhirnya menyukai Donghae dan memutuskan menerima pernyataan cinta Donghae.

Jessica meringis pelan”Baiklah”serunya pasrah. Tidak ada pilihan lain bukan selain pasrah dan menerima hukuman dari Donghae.

Jessica yang lemah dalam hal olahraga pun berlari dengan pelan. Donghae terus saja mengawasi Jessica yang tengah berlari mengelilingi lapangan sendirian karena yang terlambat paling akhir adalah Jessica. Sesekali Donghae terkekeh pelan melihat cara berlari Jessica yang cukup unik itu. Sebenarnya Donghae masih mencintai Jessica hanya saja sekarang ia ingin sendiri dulu dan focus dengan sekolahnya karena ia sudah tingkat 3 Senior High School. Dan ia juga tidak ingin jika tidak lulus hanya karena mendapatkan keSIALan jika berada di dekat Jessica.

Kurang lebih tiga puluh menit waktu yang Jessica butuhkan untuk menyelesaikan hukuman yang Donghae berikan padanya. Sudah di peringatkan sebelumnya kalau seorang JESSICA JUNG lemah dalam olahraga, jadi wajar saja jika ia membutuhkan waktu tiga puluh menit lebih untuk menyelesaikannya dan terlebih lagi lapangan yang harus Jessica kelilingi itu sangat LUAS!

“Hosh hosh”deru napas Jessica yang sangat tidak beraturan. Jessica duduk begitu saja di pinggir lapangan seraya meluruskan kakinya sehabis berlari. Ia juga mengatur napasnya agar normal kembali.

“Capek”keluh Jessica seraya mengelap keringat di keningnya.

“Ini”ucap Donghae tiba-tiba seraya menyodorkan minuman kaleng dingin di pipi Jessica.

“Ah segarnya”seru Jessica senang dan langsung menerima minuman kaleng yang Donghae berikan.

“Jangan dimunum dulu!”larang Donghae seraya menahan tangan Jessica agar tidak membuka minuman kaleng itu.

Jessica mengernyitkan keningnya bingung”Kenapa? Aku haus oppa!!”protes Jessica kesal seraya mengerucutkan bibirnya.

“Kau habis berlari, tidak boleh minum minuman dingin itu berbahaya!”jelas Donghae.

“Lalu kenapa memberikan ku minuman dingin”cibir Jessica masih kesal.

Donghae terkekeh pelan melihat tingkah Jessica yang seperti anak kecil itu. Tidak berubah. Pikir Donghae senang.

“Untuk membuatmu lebih segar—mungkin”sahut Donghae.

“Kau bau!”cibir Donghae tiba-tiba seraya menutup hidungnya berpura-pura kalau badan Jessica bau.

“Memangnya aku seperti ini karena siapa eoh?”balas Jessica tidak mau kalah.

“Tentu saja karena kau datang terlambat nona L-Jung!”ralat Donghae cepat.

“Tapi kan oppa bisa saja pura-pura tidak melihatku atau hukumannya lebih ringan sedikit”rajuk Jessica.

“Ah mianhae”ucap Donghae menyesal seraya mengelap keringat di kening Jessica.

“Selalu saja meminta maaf kalau sudah terdesak!”ucap Jessica ketus seraya menyingkirkan tangan Donghae dari keningnya dengan lembut.

Gomawo atas minumannya dan juga hukumannya”ucap Jessica sebelum pergi meninggalkan Donghae menuju kelasnya. Itu adalah keSIALan Jessica yang ke LIMA karena mendapatkan hukuman dari Donghae walaupun ada juga keberuntungan yang terselip di dalamnya karena minuman yang Donghae berikan padanya. Tapi Jessica sudah tidak ingin jatuh terperangkap dalam pesona Donghae untuk ke dua kalinya dan merasakan sakit untuk yang ke dua kalinya juga. Jessica tahu betul kalau Donghae masih ada perasaan padanya. Ia bisa melihat itu dari tatapan Donghae dan cara Donghae memperlakukannya.

Jessica tertinggal satu pelajaran karena waktu pelajaran pertama telah habis oleh ia yang datang terlambat dan juga karena ia harus berlari mengelilingi lapangan sebagai hukuman dari datang terlambat. Dan SIALnya pelajaran yang Jessica tinggalkan adalah pelajaran Seni yang hari ini akan pengambilan nilai praktek musik. Padahal Jessica sudah berlatih keras memainkan biola untuk praktek kali ini. Itu adalah keSIALannya yang ke ENAM pagi itu. Setelah hukumannya selesai Jessica masuk kelas saat jam pelajaran ke dua—Matematika! Oh sungguh Jessica sangat membenci mata pelajaran itu karena pelajarannya yang susah dan juga karena gurunya yang sangat galak! Shin seonsaengnim masuk kelas dengan wajah sangar yang sudah menjadi cirikhasnya.

”Silahkan kumpulkan home work kalian!”Seru Shin seonsaengnim setibanya ia di kelas 2-C.

Jessica terbelalak’ home work? ‘ pikir Jessica bingung. Seingatnya tidak ada home work dari Shin seonsaengnim. Jessica mengedarkan pandangannya ke seisi kelas, semua temannya mengeluarkan tugas dari Shin seonsaengnim dan itu artinya hanya ia yang lupa akan tugas dari Shin seonsaengnim. Bagus sekali, matilah kau Jessica Jung! . Runtuk Jessica dalam hati.

”Jessica Jung. Mana tugasmu?”tanya Shin seonsaengnim dengan aura membunuh andalannya yang selalu sukses membuat semua muridnya takut tak terkecuali Jessica.

”Jika kau tidak mengerjakannya silahkan keluar dari kelas saya!”Seru Shin seonsaengnim galak. Baru saja Jessica akan memberikan alibi, tapi Shin seonsaengnim galak itu sudah mengusirnya. Walaupun Jessica memberikan alibi ia akan tetap saja di hukum. Jessica melangkah gontai keluar kelas untuk menerima hukuman yang kedua kalinya di hari ini. Itu adalah keSIALan Jessica yang ke TUJUH di hari ini. Entah berapa kali lagi Jessica akan mendapatkan keSIALan untuk hari ini. keSIALannya yang ke ENAM dan ke TUJUH dapat di kategorikan ke dalam keSIALan besar karena berhubungan dengan nilainya. Jessica sudah pasrah jika nilainya nanti akan jelek dan ia akan kena marah oleh kedua orangtuanya.

”Ya tuhan kenapa aku selalu saja sial?”gumam Jessica lirih. Ia menghela napas pelan lalu menjalani hukumannya. Tapi baru lima menit Jessica di hukum ia malah tertidur dengan ke adaan sambil berdiri. Dasar Jessica Jung!

***

Setelah istirahat pertama adalah pelajaran olahraga, Jessica terus saja berdoa dalam hati agar ia tidak mengalami keSIALan saat pelajaran olahraga berlangsung.

”Loh? Kau siapa? Kenapa duduk di sini??”tanya Jessica bingung ketika ia kembali ke kelasnya untuk mengambil seragam olahraganya dan ia mendapati seorang namja asing tengah duduk di samping kursinya.

Namja itu menoleh ke arah Jessica seraya tersenyum manis.

”Deg!”seketika jantung Jessica berdebar kencang saat melihat senyum namja asing di depannya itu.

”Aku Xi Luhan murid baru pindahan dari China”ucap namja asing bernama Luhan itu dengan bahasa Korea yang sangat fasih walaupun ia bukan orang Korea.

Diam. Jessica masih sibuk dengan berbagai pemikiran aneh di otaknya setelah melihat senyuman Luhan. Jessica malah memegangi dadanya yang masih saja berdebar kencang itu.

”Kau kenapa? Sakit?”tanya Luhan khawatir karena Jessica diam saja, terlebih saat ini Jessica malah memegangi dadanya.

”Glek”dengan susah payah Jessica menelan salivanya saat Luhan mendekat untuk memeriksa keadaanya.

Jessica memandangi wajah Luhan tanpa berkedip sedikitpun membuat Luhan semakin khwatir saja.

”Kumohon bicaralah! Kau membuatku khawatir!”seru Luhan frustasi seraya mengacak rambutnya karena baru kali ini Luhan di hadapkan dengan kondisi seperti ini. Dimana ada seseorang yang tidak bicara padanya dan saat di tanya ia diam seraya memegangi dadanya. Luhan benar-benar khawatir, ia takut di salahkan jika sesuatu terjadi kepada yeoja cantik di depannya ini.

”Tampan”gumam Jessica seraya terus memandangi wajah Luhan.

”Eh?”Luhan tidak begitu mendengar apa yang yeoja di depannya ini katakan.

”Kau sangat tampan!”ucap Jessica kelepasan.

”Ooppss”Jessica segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya begitu ia tersadar dengan ucapannya barusan.

Xie xie”ucap Luhan tersipu malu dengan bahasa Chinanya.

Jessica segera mengambil seragam olahraganya yang berada di dalam tasnya yang tepat berada di samping Luhan. Dengan secepat kilat Jessica pergi dari kelas dan menuju ruang ganti yeoja setelah ia mendapatkan seragam olahraganya.

”Hey tunggu! Siapa namamu?”teriak Luhan penasaran. Percuma Jessica tidak akan mendengar teriakan Luhan kerena Jessica berlari dengan begitu cepat dan walaupun ia mendengar pertanyaan Luhan ia tidak akan menjawabnya. Ia masih malu dengan Luhan akibat perkataannya tadi.

***

Ternyata doa Jessica tidak di dengar oleh tuhan Karena saat tadi ia selesai berganti baju dan pergi ke toilet untuk merapikan diri ia terpeleset di dalam toilet dengan posisi bokongnya yang menyentuh lantai terlebih dahulu dan hasilnya sekarang bokong Jessica terasa sangat sakit. Itu adalah keSIALan Jessica yang ke DELAPAN.  Jessica berjalan ke arah lapangan olahraga dengan sedikit meringis—menahan sakit di bokongnya. Sepanjang perjalanan dari toilet Jessica terus saja berdoa supaya ia tidak lagi SIAL untuk hari ini saja.

“Kau kenapa Jessica Jung?”tanya Choi seonsaengnim seraya menghampiri Jessica karena merasa cara jalan Jessica yang tidak wajar.

Jessica tersenyum tiga jari”Terpeleset di toilet seonsaengnim”jawab Jessica jujur. Choi seonsaengnim mengangguk paham karena ia sudah tahu kalau Jessica itu sering SIAL.

“Apa kau bisa ikut olahraga kali ini?”tanya Choi seonsaengnim memastikan.

Jessica menganggukkan kepalanya lemah”Ne”sahut Jessica sedikit ragu.

“Baiklah”

“Sebelum kita memulai materi bola basket hari ini, sebaiknya kita pemanasan terlebih dahulu. Lari lima putaran agar otot kalian tidak tegang!”perintah Choi seonsaengnim. Mata Jessica terbelalak’Lari lagi? Lima putaran pula!’keluh Jessica dalam hati. Ia tidak berani protes kepada Choi seonsaengnim walaupun Choi seonsaengnim baik, tapi ia paling tidak suka di bantah.

“Mulai”Choi seonsaengnim memberi aba-aba. Semua murid 2-C mulai berlari mengelilingi lapangan basket tidak terkecuali Jessica. UNTUNG saja lapangan basket tidak seluas lapangan yang ada di halaman sekolah mereka yang tadi di jadikan hukuman untuk Jessica dan beberapa murid yang datang terlambat.

Sekitar sepuluh menit murid kelas 2-C sudah selesai mengelilingi lapangan basket untuk pemanasan.

Sekarang Choi seonsaengnim sedang menjelaskan sedikit tentang bola basket. Mulai dari sejarah bola basket itu sendiri sampai bagaimana cara memainkan bola basket dengan baik dan benar.

Latihan pertama untuk murid namja, Choi seonsaengnim mencontohkan bagaimana cara bermain basket yang baik dan benar. Lalu semua murid namja mempraktek kan apa yang sudah Choi seonsaengnim contohkan satu persatu. Hampir semua para namja bisa mempraktek kan apa yang Choi seonsaengnim contoh kan. Sekarang tiba waktunya para yeoja yang mendapat pelajaran dari Choi seonsaengnim. Setelah di berikan beberapa menit untuk melancarkan apa yang sudah di praktek kan Choi seonsaengnim. Sekarang tiba saatnya para yeoja yang harus mempraktek kan apa yang sudah ia pelajari dari Choi seonsaengnim. Praktek yang di lakukan oleh para murid yeoja tidak sebagus yang di lakukan namja karena kebanyakan murid yeoja tidak bisa olahraga. Choi seonsaengnim memberi tahu kalau Kamis depan adalah pengambilan nilanya.

“Sekarang acaranya bebas! Kalian mau bermain basket atau apapun boleh, asal jangan meninggalkan lapangan olahraga sebelum bel tanda pelajaran berakhir”ucap Choi seonsaengnim lalu meninggalkan murid 2-C.

Para namja langsung mengambil alih lapangan basket untuk bermain sementara para yeoja duduk santai di pinggir lapangan sambil bercanda dan ada pula yang bergosip ria.

Semenatara Jessica duduk cukup jauh dari dari keramaian ia tidak ingin orang di sekitarnya terkena SIALnya. Jessica menyaksikan para yeoja yang asik bercanda dengan tatapan iri, ia juga sebenarnya ingin seperti itu, tapi apa boleh buat.

Tanpa Jessica sadari seorang namja tengah memperhatikkannya dari kejauhan. Namja itu adalah Xi luhan sang anak baru.

Hi Luhan, kenapa tidak ikut bergabung bermain basket? Kulihat tadi praktek basketmu bagus?”tanya Sehun—teman sekelas Luhan dan juga Jessica tentunya.

Luhan menggelengkan kepalanya tanpa melepaskan tatapannya dari Jessica. Sehun mengikuti arah pandangan Luhan”Oh dia si Barbie girl Jessica Jung”ucap Sehun. Luhan masih saja tidak menoleh ke arah Sehun, ia masih asik memeperhatikan Jessica Jung sang Barbie girl.

“Dia memang sangat cantik, tapi ku sarankan kau jangan mendekati dia karena—“ucapan Sehun terpotong karena Luhan sudah pergi dari hadapannya dan menghampiri Jessica tanpa menunggunya menyelesaikan perkataannya terlebih dahulu.

“Karena dia itu SIAL dan orang yang dekat dengannya pun akan terkena SIAL”lanjut Sehun, tapi Luhan tidak mungkin mendengar perkataanya karena sekarang ia sudah ada di hadapan Jessica—sang Miss SIAL.

Hi”sapa Luhan kepada Jessica yang tengah asik melamun. Jessica menoleh dengan malas kepada orang yang menyapanya itu, tapi saat ia sudah melihat siapa namja yang menyapanya mata Jessica langsung melebar dengan sempurna. Apalagi saat Luhan tersenyum padanya jantung Jessica kembali berdetak tidak karuan. Ah sepertinya ia terkena penyakit jantung. Itulah yang Jessica pikir kan saat ini.

Hi”ulang Luhan dengan senyum manisnya lagi.

Jessica memegangi dadanya lagi karena detak jantungnya yang tidak karuan, ia takut kalau Luhan mendengar detak jantungnya yang tidak beraturan itu. Tiba-tiba saja Jessica berlari menghindari Luhan. Luhan bingung kenapa Jessica berlari menghindarinya? Iya bukan orang jahat yang harus Jessica hindari. Tidak mau ambil pusing dengan sikap Jessica Luhan mengejar Jessica. Terjadilah kejar-kejaran antara Luhan dan Jessica. Jessica terus saja menghindari Luhan dan Luhan terus saja mengejar Jessica. Beberapa orang tertawa menyaksikan aksi nekat Luhan yang mengejar-ngejar Jessica sementara beberapa lagi sibuk dengan urusan masing-masing seperti bermain basket.

“Jessica Jung”panggil Luhan seraya terus mengejar Jessica.

“Berhenti mengejarku!”omel Jessica.

“Kenapa?”tanya Luhan bingung.

“Pokoknya berhenti sebelum sesuatu terjadi—“

“Duk”

Terdengar suara benturan benda keras. Jessica segera menghentikan larinya dan menoleh ke arah belakang—Luhan. Dan benar kecemasan Jessica bahwa Luhan lah yang terkena benturan itu. Jessica langsung berlari ke arah Luhan. Dilihatnya Luhan yang tidak sadarkan diri akibat terlalu kerasnya benturan tadi.

BABO! Sudah aku bilang jangan mengikutiku jadi begini kan akhirnya!”omel Jessica kepada Luhan yang sedang tidak sadarkan diri.

“Kenapa diam saja? Cepat bawa Luhan ke ruang kesehatan!!”perintah Jessica galak.

Beberapa orang namja langsung menggotong tubuh Luhan dan membawanya ke ruang kesehatan untuk istirahat. Jessica putuskan untuk menjaga Luhan selama ia tidak sadarkan diri. Ia merasa ikut andil dalam pingsannya Luhan.

Selama Luhan tidak sadarkan diri kesempatan itu Jessica pergunakan untuk memperhatikan wajah Luhan dari dekat secara intens.

“Kau tahu, kau itu sangat menyebalkan! Jangan tersenyum padaku, senyummu itu membuat jantungku berdebar kencang bodoh!”omel Jessica kepada Luhan yang masih saja tidak sadarkan diri.

“Dan sudah aku ingatkan tadi jangan dekat-dekat denganku jadi seperti ini kan jadinya”Jessica terus mengomeli Luhan yang masih tidak sadarkan diri.

Jessica menghela napasnya berat lalu mengelus kepala Luhan yang tadi terkena lemparan bola basket.

“Pasti sakit”ucap seraya terus mengelus kepala Luhan.

“Tentu saja! Kau tidak bisa merasakan kalau kepalaku benjol eoh?”ucap Luhan secara tiba-tiba. Jessica terbelalak karenanya dengan cepat ia menarik tangannya dari kepala Luhan, tapi ternyata tangan Luhan jauh lebih cepat dari pergerakan tangan Jessica. Luhan menahan tangan Jessica agar tetap di kepalanya.

“Lanjutkan rasanya enak sekali!”ucap Luhan dengan senyum tiga jarinya.

“Deg!” lagi-lagi jantung Jessica berdetak tidak karuan saat melihat Luhan terlebih lagi saat Luhan sedang tersenyum.

“YA! Kau ingin membunuhku eoh?”omel Jessica lagi.

Luhan mengernyitkan dahinya—bingung kenapa Jessica bisa semarah itu padanya”Mwo?” seru Luhan bingung.

“Jangan terus tersenyum seperti itu! Kau tahu senyummu itu berpotensi untuk membunuhku secara perlahan dalam waktu dekat”Jelas Jessica sedikit berlebihan.

Luhan semakin bingung”Sudahlah! Intinya kau jangan tersenyum di depannku!”seru Jessica cepat.

Luhan diam saja ketika Jessica mengomelinya.

YA! Kau tidak pingsan?”tanya Jessica yang sadar kalau Luhan tiba-tiba saja sadar.

“Mana mungkin aku pingsan hanya karena terkena bola, tadi itu aku hanya berpura-pura agar kau berhenti berlari dan mengkhawatirkan aku dan lihatlah sekarang kau disini karena khawatir padaku kan?”ucap Luhan percaya diri.

“Pletak”Jessica menjitak kepala Luhan cukup kencang.

“Awww”ringis Luhan kesakitan seraya mengelus kepalanya.

“Serius! Di pukul olehmu jauh lebih sakit dibanding terkena bola tadi”ujar Luhan. Melihat Luhan yang sepertinya sangat kesakitan itu Jessica jadi merasa bersalah. Jessica mengelus kepala Luhan yang tadi ia pukul lalu meniupnya.

Mianhae, aku tidak bermaksud kasar padamu”ucap Jessica menyesal.

“Aku tahu kau tidak mungkin kasar kepada namja yang kau sukai kan?”ujar Luhan sangat amat percaya diri.

Mwoya?”seru Jessica kaget.

“Sudahlah mengaku saja kalau kau menyukaiku”goda Luhan.

“Tidak”elak Jessica cepat seraya memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Aku tahu kau malu, lagipula tadi aku sudah mendengarnya dengan jelas”

“Haistt menyebalkan!”

Luhan bangun dari posisi tidurnya dan menyentuh wajah cantik Jessica dengan kedua tangannya agar Jessica menatap matanya”Kenapa kau menghindariku?”tanya Luhan serius.

“Bukan urusanmu!”

“Ayolah~”bujuk Luhan dengan puppy eyesnya.

“Deg!”lagi-lagi jantung Jessica berdetak tidak karuan karenanya. Sepertinya apapun yang Luhan lakukan akan selalu membuat jantung Jessica berdengup dengan kencang.

“Kau tahu kenapa kau terkena bola basket”tanya Jessica lirih.

“Tentu saja aku tahu, itu semua karena yang bermain basket itu tidak bisa bermain basket dengan benar!”jawab Luhan cepat.

Jessica menggelengkan kepalanya pelan”Itu semua karena aku, karena aku ini selalu SIAL dan akan membuat siapa saja orang yang di dekatku SIAL dan tadi buktinya kau sudah merasakannya sendiri”jelas Jessica lirih.

BABO! Mana ada yang seperti itu, aku terkena lemparan bola basket bukan karena aku di dekatmu dan lantas aku juga jadi SIAL seperti dirimu itu semua karena aku tidak memperhatikan sekitarku karena terus mengejarmu”balas Luhan seraya mengelus kepala Jessica lalu terkekeh pelan.

“Tidak Luhan, kau tidak mengerti aku memang SIAL dan juga membuat orang di sekitarku SIAL. Mungkin aku memang pembwaSIAL”gumam Jessica sedih.

Jessica menceritakan semua yang ia alami hari ini mulai dari malam saat ia bertaruh saat menonton bola dengan daddynya dan juga tentang Donghae—mantan namja chingunya yang memutuskannya karena dirinya yang SIAL!

“Itu bukan karena kau yang SIAL tapi karena kau ceroboh dan tidak bisa mengatur waktumu”ujar Luhan bijak.

“Coba saja kalau kau tidak menonton bola dengan daddymu kau tidak akan bangun ke siangan dan kau bisa menumpang dengan adikmu Krystal untuk ke sekolah atau dengan daddymu karena mobilmu yang menurutmu tiba-tiba mogok. Kau tidak perlu berlari ke halte bus dan berdesakan di dalam bus. Dan kau juga tidak akan di hukum oleh si Donghae itu. Kau bisa mengikuti praktek seni dan kau mungkin bisa menyalin tugas temanmu sebelum pelajaran Shin seonsaengnim di mulai”tambah Luhan. Luhan jadi sinis saat menyebutkan Donghae setelah ia tahu kalau Donghae adalah mantan namja chingu Jessica—cemburu!

Jessica memikirkan semua yang Luhan katakan, ada benarnya juga! “Tapi—“ucapan Jessica terpotong oleh perkataan Luhan.

Ok, apapun yang orang lain katakan tentang dirimu aku tidak peduli, satu hal yang aku peduli bahwa aku menyukaimu. Mungkin ini kedengarannya terlalu mengada-ada karena baru hari ini aku mengenalmu. Tapi percayalah cinta datang kadang tidak butuh waktu yang lama dan tidak bisa di prediksikan”jelas Luhan sabar.

“kau percaya Love at the first sight?”tanya Luhan seraya menatap ke dalam bola mata Jessica.

Jessica berpikir sejenak lalu menggelengkan kepalanya, tapi setelah itu ia menganggukkan kepalanya”YA! Yang jawab benar, percaya atau tidak?”tanya Luhan kesal.

“Percaya!”sahut Jessica.

“Itulah yang aku rasakan padamu”ucap Luhan seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica. Semakin dekat saja jarak antara wajah Luhan dengan Jessica. Kini hindung keduanya beradu. Napas Luhan dapat dengan jelas Jessica rasakan, begitupun sebaliknya.

“Tunggu!”ucap Jessica tiba-tiba seraya menjauhkan wajahnya dari wajah Luhan.

“Apa?”tanya Luhan frustasi masalahnya sedikit lagi mereka akan berciuman!

“Kau ingin menciumku?”tanya Jessica polos.

“Menurutmu?”seru Luhan semakin frustasi.

“Aku belum siap”ucap Jessica seraya menundukkan kepalanya. Luhan menghela napasnya pelan lalu menarik Jessica ke dalam pelukkannya.

Mianhae aku terlalu cepat, aku hanya takut si Donghae itu mendapatkanmu terlebih dahulu daripada aku”ucap Luhan lembut lalu mengecup puncak kepala Jessica.

Hangat dan nyaman! Itulah yang Jessica rasakan saat ini—di dalam pelukkan Luhan.

“Jadi saat tadi kita bertemu di kelas kau langsung menyukaiku?”tanya Jessica yang masih berada di dalam pelukkan Luhan.

“Bukan”jawab Luhan cepat.

“Lalu? Saat di lapangan basket?”tanya Jessica lagi.

“Bukan juga”jawab Luhan.

“Jangan bilang kau sekolah disini karena sudah lama menyukaiku. Kau ini adalah seorang secreat admirer ku begitu?”tebak Jessica asal.

“Tidak seperti itu juga”

“Lalu?”selidik Jessica.

“Aku menyukaimu saat pertama kali aku melihatmu di hukum di depan kelas”jelas Luhan.

“Eh? Tapi kenapa aku tidak melihatmu”bingung Jessica.

“Bagaimana kau akan melihatku kalau kau tertidur!”sindir Luhan.

Jessica tersenyum tiga jari”Aku mengantuk, kan tadi aku sudah cerita kalau aku menonton bola besama daddy”bela Jessica.

“Tetap saja, ah bagaimana kalau Shin seonsaengnim tahu ya?”goda Luhan.

YA! Jangan bilang padanya, dia itu galak!”

“Apa untungnya untukku kalau aku tidak memberitahukannya kepada Shin seonsaengnim?”tanya Luhan.

“Apa untungnya kalau kau memberitahukannya kepada Shin seonsaengnim?”Jessica balik bertanya dengan kesal.

“Tentus aku akan untungk karena akan menjadi murid kesayangan Shin seonsaengnim”jawab Luhan santai.

“Cari muka!”cibir Jessica.

“Biar”sahut Luhan santai.

“Oh ayolah Xi Luhan jangan bilang kepada Shin seonsaengnim kalau aku tertidur saat ia hukum”mohon Jessica.

“baiklah, tapi ada syaratnya”tawar Luhan.

“Apa itu?”tanya Jessica.

“Tutup matamu”jawab Luhan.

“Hanya itu?”selidik Jessica.

“Iya”

“Baiklah, tapi kau berjanji tidak akan memberitahukannya kepada Shin seonsaengnim kan?”tanya Jessica untuk meyakinkan dirinya.

“Iyaaa”sahut Luhan gemas.

Jessica memejamkan matanya”Memangnya kenapa aku harus memejamkan mataku?”tanya Jessica masih penasaran.

“Sudah diam saja atau aku mengadukannya kepada Shin seonsaengnim”ancam Luhan.

“Iya, tapi kau jangan macam-ma—“ucapan Jessica terpotong.

“Deg!”

Jantung Jessica kembali berdetak tidak beraturan saat ia merasakan sebuah benda melingkar di lehernya. Ia menyentuh benda itu—kalung. Jessica membuka matanya dan mendapati kalung berbandul hati melingkar dengan manis di lehernya.

“Kapan kau membelinya?”tanya Jessica pensaran.

“Apa kau suka?”tanya Luhan.

Jessica menganggukkan kepalanya”Sangat!”ucap Jessica mantap.

“Aku membelinya saat di China ketika aku sedang mengantar Han gege membeli cincin untuk calon istrinya di toko perhiasan. Saat melihat kalung itu aku langsung suka dan membelinya. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalau menemukan yeoja yang aku cintai aku akan langsung memberikan kalung itu padanya dan yeoja itu adalah kau—JESSICA JUNG”ucap Luhan menjelaskan asal usul kalung itu.

“Ah goma—“ucapan Jessica terhenti saat ia membalikkan badanya untuk mengucapkan terima kasih kepada Luhan!

Tiba-tiba saja sebuah benda lunak menempel—ah tidak hanya menempel melainkan juga melumat birirnya. Benda lunak itu adalah bibir Luhan dan itu artinya sekarang ia dan Luhan sedang BERCIUMAN!

Seketika jantung Jessica berdekat semakin tidak beraturan dari yang sebelumnya dan kali ini juga wajahnya terasa panas.

Sementara Luhan masih saja asik memainkan bibirnya di bibir Jessica—mendominasi ciuman.

Setelah cukup lama berciuman Luhan melepaskan bibir Jessica. Dan Luhan melihat wajah Jessica yang sangat merah itu.

“Dasar Barbie girl-ku”ujar Luhan seraya mengacak-acak rambut Jessica sayang.

Jessica masih saja diam—karena terlalu shock!

“Sekarang kau adalah yeoja chinguku”putus Luhan.

“Eh? Tapi kan aku belum bilang ‘iya’ “seru Jessica.

Luhan melirik Jessica tajam”Sudah di beri kalung dan berciuman denganku kau masih tidak mau menjadi yeoja chingu ku? Wah parah!”Seru Luhan seraya menggelengkan kepalanya.

“Tapi kau kalung ini kau yang memberikannya dan ciuman tadi juga kau yang mulai bukan aku”Protess Jessica.

“Tapi kau juga tidak menolaknya! Sudahlah aku tidak mau berdebat, pokoknya kau adalah yeoja chingu ku sekarang. Dan tidak akan aku biarkan kau dekat-dekat namja lain termasuk si Donghae itu”Seru Luhan mantap.

Apakah Jessica harus memasukkan kejadian tadi ke daftar keSIALannya atau malah KEBERUNTUNGANNYA?

The End

Epilogue

 

 

Seorang namja berhenti tepat di hadapan seorang yeoja berwajah baebie dengan rambut blonde yang saat ini tengah di hukum di luar kelas. Yeoja berwajah Barbie berambut blonde itu adalah Jessica Jung, namja itu terus saja memper hatikan Jessica.

“Astaga dia tertidur!”Seru namja itu kaget saat menyadari sekarang Jessica sedang tertidur sambil berdiri.

Namja itu terus saja berdiri di samping Jessica yang masih tertidur. Saat sedang asik memandang wajah Jessica tiba-tiba saja jantungnya berdebar kencang.

“kenapa dengan jantungku?”gumam namja itu bingung seraya memalingkan wajahnya dari Jessica.

“Apa aku jatuh cinta dengan yeoja ceroboh ini?”tanya namja itu kepada dirinya sendiri, ia kembali menoleh ke arah yeoja di sampingnya dan jantungnya semakin berdetak tidak karuan.

“Sepertinya aku memang jatuh cinta pada yeoja ceroboh ini pada pandangan pertama”gumam namja itu yang dari name tagnya bernama Xi Luhan. Sudah ia putuskan kalau ia akan mendapatkan yeoja di sampingnya itu dengan cara apapun!

23:58 WIB

Senin, 10 Desember 2012

***Miss sial by Жin Genie ***

Iklan

18 pemikiran pada “Miss Sial!! | Oneshoot |

  1. Kyaaa.kerenn!!!
    gemes sama kelakuan jessie.
    Ahh cinta pandangan pertama.
    keren bikin ff exosica + hansica terus ya.
    maklum GorJess + hansica shipper nyasar. 😉
    hwaitaeng ^.^)9

  2. sica di bilang pembawa sial ??? *ganyangka* jahat skali kalian huhh !! Donghae lgi percya U.U,, untung ada luhan c’penyelamat Eonnikuu,,*pelukLuhan* bner bgt apa yg dikatakan luhann Sesuju *triakpketoa* aku jdi pingin tau gmna reaksi donghae stelah sica pacaran sma Luhann,,bikin epilogue nya yg kejadian itu dong !! Pasti makin seruuuuu ..
    #over all nice FF
    #di tunggu FF kmu yg lainnya
    #Hwaiting chingu 😉

  3. Kya~ FF ini Bagus banget! DAEBAK!!!! Saya suka banget͵ nge-fans berat sma ff ini!!! feelnya dapet banget. ditambah saya adalah hansica shipper! tambah suka sm ff ini deh. hehehe 🙂
    Thor͵ saya tunggu ff exosica selanjutnya ya…. dan maaf saya baru bisa baca skrng….
    FF ini Daebak banget! ^_^

  4. Bingung mau ngomen apa.. gak bisa di ungkapkan *cielah bahasanya*
    Daebak+keren+nyampai yang dirasain Luhan, campur aduk lah *eh*
    Bikin FF lain ya, yang bagus. Fighting!

  5. wwaaahhhh…
    luhan tau ja cara melakukan perempuan.
    buktinya dia tidak menganggap wanita pembawa sial, hany saja wanita yg ceroboh, mungkin dengan hadirnya luhan bisa mengubah sica yg super ceroboh “bukan sial”

  6. uuuhhhhh.
    luhan opppa so sweet banget, iri deh waktu luhan opppa ngasih kalung ke sica eonni. hiks.. hiks..
    tapi nggak pa2 lah, akus senang kalau luhan oppa sudah menemukan penggantiku. (ditabok sama fansnya han oppa)
    lanjut ff hansica couplenya thor. seruuuuuu.

  7. sebenernya aku lebih suka HaeSica,, tapi LuSica lumayan juga sih xD
    untuk Luhan ya pasti dimasukin ke daftar keberuntungan doong :p
    siapa yg ga mau sama namja kece kaya dia xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s