Jealous (Jessica Version) | Oneshoot |

tumblr_mde2i6oiyW1re793jo2_400_副本_副本

Title : Jealous (Jessica Version)

Author : Жin Genie

Cast : Xi Luhan

Jessica Jung

Suport Cast : SNSD and EXO

Genre : Romance

Rating : PG – 15

Lenght : Oneshoot

Summary : Jessica jealous ketika melihat Luhan dekat dengan yeoja lain—terutama dengan Yoona!!

A / N : FF ini terispirasi ketika melihat foto LuYoon n sequel dari Jealous Luhan ver. Dan Maaf banget kalau ff ini sedikit ga nyambung atau ngaco. Saya juga gak tahu kenapa ff ini jadinya seperti ini*bow*.

***Jealous by Жin Genie***

 

“Dasar namja genit! Semua yeoja di dekati, maunya apa sih?”gumam seorang yeoja seraya menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal. Saat melihat namja chingunya tengah asik dengan seorang yeoja.

“Ternyata sifat playboynya tidak pernah hilang!”tambah yeoja itu lagi seraya mengerucutkan bibirnya.

“Kau kenapa Jess?”tanya Yuri kepada yeoja yang tadi sedang marah-marah dan ternyata yeoja itu adalah JESSICA JUNG member Girls Generation. Jessica menoleh ke arah Yuri dengan malas seraya memasang wajah kesalnya. Jessica tidak menjawab pertanyaan Yuri, ia hanya menunjuk seorang yeoja dan seorang namja yang tengah asik tertawa bersama.

Menyebalkan sekali mereka! Maki Jessica dalam hati.

“Ah bocah itu lagi?”ucap Yuri seraya tersenyum kikuk. Jessica menganggukkan kepalanya seraya menatap Luhan dengan seorang yeoja dengan cemburu. Sejak Jessica berpacaran dengan Luhan entah kenapa Jessica jadi kekanakan! Cepat cemburu jika Luhan dekat dengan yeoja lain. Seperti beberapa minggu lalu, Jessica mendiammi Tiffany selama tiga hari karena saat konser SM Town Tiffany terlalu dekat-dekat dengan Luhan-nya! Seharusnya Jessica bisa lebih dewasa lagi karena itu adalah fanservice yang harus Tiffany dan Luhan lakukan agar kolaborasi SNSD TTS dan EXO berjalan dengan baik dan terlihat kalau hubungan antara artis SM Entertaimen terlihat akrab.

“Kau jangan terlalu camburu Jess, mereka kan hanya foto bersama saja, tidak lebih”hibur Yuri. Jessica menatap Yuri kesal.

“Hanya foto bersama? Lalu itu apa namanya Yul~?”tanya Jessica seraya menunjuk Yoona dan Luhan yang tengah asik tertawa bersama.

Yuri menggaruk kepalanya bingung”Itu..emm tertawa bersama”jawab Yuri pelan. Jessica mendengus sebal. Sementara Yuri merutuki jawabannya barusan. Jessica meninggalkan tempat pemotretan begitu saja, untung giliran Jessica sudah selesai jadi tidak akan mengganggu jadwal mereka.

>>>

Hi Sicababy”sapa Luhan saat ia berpapasan dengan Jessica di lorong menuju kafetaria yang terdapat di dalam kantor SM Entertaimen untuk membeli minum. Jessica diam saja tidak membalas sapaan Luhan dan parahnya ia membuang muka saat melihat Luhan. Luhan mengerutkan keningnya bingung dengan sikap Jessica yang berubah dan tiba-tiba saja marah padanya.

Luhan menarik tangan Jessica dan mengarahkan wajah Jessica agar menatap tepat ke manic matanya”Kau kenapa hm?”tanya Luhan lembut seraya mengelus pipi Jessica dengan sayang. Untung di lorong itu sedang sepi tidak ada orang yang lewat jadi tidak ada yang melihat dua sejoli itu.

Diam. Lagi-lagi Jessica hanya diam, tidak seperti biasanya yang sangat cerewet dan suka bermanja-manja bila bertemu dengan Luhan.

“Ayolah Sicababy jangan mendiami aku seperti ini”rayu Luhan. Jessica masih diam, tapi kali ini menatap Luhan walaupun dengan malas.

“Minggir! Aku mau ke ruangan latihan!”ucap Jessica ketus seraya mendorong tubuh Luhan agar tidak menghalangi jalannya. Dengan cepat Luhan kembali menarik tangan Jessica dan membawanya ke dekat tangga agar tidak ada yang menyaksikan pertengkaran mereka karena di lorong terlalu beresiko.

“Lepaskan!”seru Jessica kesal seraya menghentakan tangan Luhan kasar.

“Kau kenapa?”tanya Luhan menuntut kejelasan. Ia sangat yakin bahwa yeoja cantik di depannya ini yang sudah resmi menjadi kekasihnya sejak dua bulan lalu itu sedang marah padanya.

Diam dan membuang muka. Hanya itu yang Jessica lakukan sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan Luhan.

“Ayolah Sicababy”rayu Luhan dengan memasang wajah melas andalannya yang bisanya selalu sukses membuat Jessica luluh padanya. Tapi kali ini trick yang Luhan lakukan agar Jessica melunakan sikapnya tidak berhasil! Itu artinya Jessica sedang marah besar. Satu pertanyaan yang dari tadi berada di dalam kepala Luhan. ‘Kenapa?’

Honey~

Jessica tetap tidak memperdulikan Luhan dengan segala tingkahnya.

Drttt drtt

Ponsel Jessica bergetar. Dilihatnya satu pesan masuk dan itu dari Taeyeon.

From : Taeng

Sica kau dimana? Cepat ke ruang latihan! Pelatih sudah datang dan dia menanyakanmu.

Itu lah isi pesan yang Taeyeon kirim kan. Memberi tahu Jessica agar cepat sampai di ruang latihan sekarang juga sebelum ia terkena marah dari pelatih.

Tanpa memperdulikan Luhan, Jessica pergi meninggalkan Luhan dengan sejuta pertanyaan di kepala Luhan.

>>>

Luhan terus menunggu Jessica di depan ruang latihan SNSD, ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Jessica malam ini juga kalau ia ingin malam ini tidur dengan nyenyak. Sudah lima jam lebih Luhan menunggu Jessica. Ia terus saja melirik ke arah jam tangannya putih yang ia kenakan.

“Kenapa lama sekali sih?”gumam Luhan resah.

“Kriyuk~!”perut Luhan berbunyi di waktu yang tidak tepat. Luhan memegangi perutnya yang memang belum ia isi itu. Mana mungkin Luhan enak-enak makan sementara kekasihnya saat ini tengah marah besar padanya.

“Perutku sayang tahan ya”ucap Luhan kepada perutnya sendiri seraya mengelus perutnya dengan sayang.

“Kriet”

Pintu ruang latihan SNSD akhirnya terbuka juga dan orang yang pertama keluar adalah Jessica. Jessica sempat terkejut melihat Luhan ketika ia membuka pintu, ia yakin bahwa Luhan sudah lama menunggunya. Terlihat dengan Jelas raut wajah Luhan yang nampak kelelahan dan kusut itu.

Sementara Luhan, saat melihat Jessica raut wajahnya langsung berseri yang awalnya sangat kusut itu.

Hi honey”sapa Luhan dengan senyum yang mengembang. Jessica tidak memperdulikan Luhan dan berjalan begitu saja tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Luhan berniat mengejar Jessica namun tangannya di tahan oleh seseorang. Luhan membalik kan tubuhnya dan mendapati Yuri lah yang menahan tangannya”Jangan menemuinya dulu saat ini”ucap Yuri singkat lalu pergi dari hadapan Luhan. Luhan menatap Yuri bingung.

“Luhan”ucap sebuah suara mengagetkan Luhan. Luhan kembali menoleh ke sumber suara dan kali ini mendapati Tiffany lah yang menyapanya.

“Tiffany noona”seru Luhan.

“Sedang apa kau disini malam-malam seperti ini?”tanya Tiffany penasaran.

Luhan tertsenyum kikuk seraya menggaruk tengkuknya”Menunggu Jessica”jawab Luhan.

“Loh? Jessie sudah keluar terlebih dahulu bersama Yuri, memangnya kau tidak melihatnya keluar?”selidik Tiffany bingung.

“Tadi aku sudah bertemu dengan Jessica, tapi dia pergi begitu saja dan sepertinya dia sedang marah besar kepadaku”jelas Luhan.

Tiffany menganguk paham”Ah, kau harus sabar dengannya Luhan entah kenapa sikap Jessica sekarang jadi kekanakan”nasihat Tiffany. Luhan menganggukkan kepalanya.

“Ingat kejadian seminggu yang lalu? Saat Jessica marah padaku karena saat SM Town aku memberikan fanservice bersamamu?”tanya Tiffany.

Luhan kembali menganggukkan kepalanya”Dia cemburu padaku dan dia mendiami ku selama tiga hari”cerita Tiffany.

“Jika dilihat dari cara dia marah dan mendiami mu mungkin ia kembali cemburu karena kau dekat dengan yeoja lain”ucap Tiffany menganalisis.

Mata Luhan langsung berbinar setelah mendengar penuturan Tiffany. Akhirnya ia tahu kenapa yeojanya itu mendiaminya seperti ini.

Gomawo noona, akhirnya aku tahu kenapa yeojaku itu mendiamiku seperti ini”ucap Luhan senang.

“Jangan memanggilku dengan embel-embel noona! Kesannya aku sudah sangat tua, jadi panggil aku Tiffany atau Fany saja, itu terdengar lebih baik”protes Tiffany cepat.

“Baiklah, Tiffany”ucap Luhan.

“Sebaiknya hari ini kau pulang dan istirahat saja, aku yakin kalau kau membujuk Jessica hari ini ia tidak akan memperdulikanmu. Biarkan ia menenangkan dirinya terlebih dahulu”nasihat Tiffany.

Luhan mengangguk patuh”Xie xie Tiffany jie”ucap Luhan.

YA! Sudah ku bilang jangan memanggilku seperti itu”omel Tiffany yang mengerti kalau Luhan memanggilnya dengan embel ‘noona’ lagi walaupun dalam bahasa yang berbeda.

Luhan terkekeh pelan karena berhasil mengerjai Tiffany”Ok Tiffany”

“Ya sudah aku pulang duluan”pamit Tiffany kepada Luhan.

Ne”sahut Luhan.

Luhan tersenyum lebar, akhirnya Luhan mendapat sebuah titik terang atas masalahnya dengan Jessica kali ini dan malam ini  ia bisa tidur walaupun tidak di kategori kan ke dalam tidurnya nyenyak karena masalahnya sama belum selesai.

>>>

Pagi-pagi sekali Luhan sudah rapi dan wangi. Kai yang kebetulan lewat karena baru saja dari kamar mandi kaget melihat Luhan sudah bangun terlebih dengan pakaian yang rapi”Mau kemana hyung?”tanya Kai pensaran.

Luhan membalik kan badanya ke arah Kai”Dorm SNSD””jawab Luhan santai seraya membetulkan bajunya.

“Untuk apa?”selidik Kai.

“Tentu saja menemui yeoja chinguku—Jessica”jelas Luhan santai seraya bersiul-siul senang. Melihat itu Kai hanya menggelengkan kepalanya—maklum.

“Jangan lupa hyung nanti siang kita ada latihan sampai malam”ujar Kai mengingatkan. Luhan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

>>>

Luhan mengeluarkan ponsel putihnya untuk melihat jam di ponselnya 07.19 itu lah yang tertera di ponselnya. Luhan kembali memasukan ponselnya ke dalam saku jaketnya.

“Sepertinya aku datang terlalu pagi”gumam Luhan seraya menggosok-gosokkan tangannya karena udara Seoul yang sangat dingin pagi itu.

“Seharusnya tadi aku memakai sarung tangan”keluh Luhan. Karena terlalu semangat akan bertemu dengan Jessica Luhan menjadi lupa memakai sarung tangan padahal udara di Seoul sudah memasuki musim dingin. Luhan terus saja menggosok-gosokkan tangannya berusaha membuat tangannya tetap hangat. Luhan sengaja tidak memencet bel dorm SNSD dan lebih memilih menunggu di luar dan memberikan Jessica kejutan.

Sudah dua jam Luhan menunggu di depan dorm SNSD namun tidak satu pun member SNSD yang keluar. Sekarang Luhan sudah mulai menggigil karena terlalu lama berada di luar.

Sementara di lain tempat ke Sembilan yeoja cantik tengah sibuk pemotretan di sebuah studio di kawasan Kangnam untuk album baru mereka. Kesembilan yeoja cantik itu adalah SNSD atau Girls Generation.

Jessica terus saja menggigit bibirnya tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak enak. Yuri yang dari tadi berada di samping Jessica merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu.

“Kau kenapa Jess?”tanya Yuri khawatir.

“Eh?”seru Jessica seraya menoleh ke arah Yuri.

“Kau kenapa?”ulang Yuri.

“Tiba-tiba saja perasaanku tidak enak Yul”cerita Jessica.

“Apa perasaan tidak enak mu itu ada kaitannya dengan bocah itu?”selidik Yuri.

Jessica nampak berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya lemah”Iya, tiba-tiba saja aku kepikiran Luhan dan perasaanku langsung tidak enak Yul”jelas Jessica.

“Kalau kau khawatir padanya hubungi saja dia”saran Yuri.

Jessica menggelengkan kepalanya cepat”Tidak! Aku sedang marah padanya Yul, aku tidak mau menghubunginya terlebih dahulu”Jessica langsung menolak saran Yuri. Yuri hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Jessica yang terlalu kekanakan itu.

“Yasudah itu terserah padamu, tapi kau harus focus dengan pemotretan hari ini agar cepat selesai agar kita bisa langsung latihan dan istirahat”nasihat Yuri. Jessica menganggukkan kepalanya pelam lalu menghela napas berat.

“Jessica”panggil sang foto grafer. Jessica langsung bersiap.

“Tersenyum”ujar sang foto grafer memberi aba-aba.

“Klik”

Foto grafer itu melihat hasil jepretannya lalu raut wajahnya berubah”Jessica kita ulangi yang tadi”ucap sang foto grafer. Jessica hanya mengangguk lemah.

“Tersenyum, kau harus tersenyum dengan alami”foto grafer itu memberikan pengarahan. Lagi-lagi Jessica hanya menganggukkkan kepalanya saja.

“Klik”

“Kurang bagus”komentar sang foto grafer itu melihat foto hasil jepretannya lagi.

“Ayolah Jessica, ini mudah”ujar sang foto grafer mulai kesal. Jessica menggigit bibirnya dan mengangguk patuh.

Focus! Kau harus focus Jessica Jung!’ucap Jessica dalam hati.

“Ok, kita mulai lagi. Ingat tersenyum dengan alami”seru sang foto grafer.

“Klik”

Foto grafer itu melihat hasil jepretannya dan senyumnya pun mengembang”Bagus”ucapnya. Jessica menghela napas lega.

Yuri langsung menghampiri Jessica dan memberikan minum kepada Jessica”Kalau kau khawatir hubungi lah dia”nasihat Yuri lagi. Jessica menggeleng. Yuri menghela napas psarah membujuk seorang JESSICA JUNG memang tidak mudah.

Sementara Luhan masih saja menunggu di depan dorm SNSD. Ia melirik ponsel putihnya, tidak ada satu pun pesan masuk atau panggilan masuk. Dia menghela napas lemah lalu ia melihat jam di ponselnya jam sudah menunjukkan 11.43, itu tandanya ia harus segera ke ruang latihan EXO.

Drtt drtt

Tiba-tiba saja ponsel putih Luhan bergetar satu pesan masuk. Mata Luhan langsung berbinar ia berharap pesan itu dari Jessica, tapi raut wajah Luhan langsung kembali seperti awal saat nama Sehun lah yang tertera di layar ponselnya.

From : Sehun

Hyung, ada kabar bagus, hari ini latihan di batlakan!

Luhan menarik ujung bibirnya membaca pesan dari Sehun, itu artinya ia bisa lebih lama bertemu Jessica hari ini.

To Sehun

Gomawo informasinya Sehun-ah

 

Luhan segera membalas pesan dari Sehun. Ia jadi sedikit lebih semangat untuk menunggu yeoja chingunya itu.

Drtt drtt

Ponsel Luhan kembali bergetar dengan cepat Luhan lansung membukan pesannya masih berharap bahwa kali ini yang mengiriminya pesan adalah Jessica. Tapi lagi-lagi Luhan harus menelan kekecewaan karena Sehun lah yang kembali mengiriminya pesan.

From : Sehun

Iya hyung, apa hyung sudah selesai bertemu dengan Jessica noona?

 

To : Sehun

Memangnya ada apa?               

 

Send

Drttt drtt

Ponsel Luhan kembali bergetar dan pesan singkat dari Sehun lah yang tertera di ponsel Luhan.

From : Sehun

Kami berencana bermain di Lotte World, apa hyung mau ikut bersama kami?

Luhan menggigit bibirnya memikirkan ajakan Sehun yang cukup menarik. Luhan memang sudah lama ingin pergi ke Lotte World, tapi ia masih belum berbaikan dengan Jessica bahkan bertemu dengan Jessica hari ini pun belum.

To : Sehun

Tidak

Send

Luhan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Luhan menghebuskan napasnya pelan sudah lama ia menunggu di depan dorm SNSD, tapi tidak ada seorang pun yang keluar.

“Apa mereka sedang latihan ya?”pikir Luhan bingung.

Luhan kembali mengambil ponselnya untuk mengirim pesan ke pada salah satu member SNSD dan Tiffany adalah member yang ia pilih dan kebetulan ia mempunyai nomer ponsel Tiffany.

To : Tiffany

Tiffany sekarang kau ada dimana?

Tanya Luhan langsung lalu Luhan menekan bacaan send.

Luhan menunggu balasan dari Tiffany, tapi sudah sekitar dua puluh menit Tiffany masih belum juga membalas pesannya.

“Apa mereka sedang latihan?”gumam Luhan lagi. Luhan melihat jam di ponselnya dan jam di ponselnya sudah menunjukkan 13.09 itu artinya sudah lewat dari jam makan siang dan Luhan masih saja setia menunggu Jessica di depan dorm SNSD.

Drtt drttt

Ponsel Luhan bergetar dan akhirnya Tiffany membalas pesannya.

From : Tiffany

Sorry Luhan aku lama membalas pesanmu tadi aku ada sesi pemotretan. Sekarang aku di kawasan Kangnam sedang pemotretan untuk album terbaru kami. Memangnya ada apa?

Luhan membuang napasnya lemas. Pantas sudah lama ia menunggu, tapi tidak ada satu pun member yang keluar.

To : Tiffany

Ah pantas saja tidak ada yang keluar, yasudah lanjutkan saja

Send

Luhan kembali memasukkan ponselnya ke dalam tasnya. Ia sudah terlanjur menunggu Jessica di depan dorm jadi ia putuskan untuk melanjutkannya. Suhu di Seoul semakin dingin saja, sekarang salju mulai turun. Luhan kembali mengosok-gosokkan kedua tangannya agar mendapatkan kehangatan yang cukup.

Drtt drrtt

Ponsel Luhan kembali bergetar satu pesan masuk dari Tiffany.

From : Tiffany

Memangnya sekarang kau sedang di depan dorm kami?

To : Tiffany

Iya, aku sedang menunggu Jesssica di depan dorm kalian.

 

Send

 

Setelah pesan terkirim tiba-tiba saja ponsel Luhan mati karena baterainya habis”Ah kenapa habis di saat yang tidak tepat seperti ini sih”gumam Luhan kesal seraya menatap ponselnya yang berwana hitam itu dengan kesal. Luhan menarik napasnya panjang lalu membuangnya melalui mulut—mencoba menahan emosinya.

“Dingin”gumam Luhan seraya menggosok-gosokkan tangannya. Luhan tetap bertahan menunggu Jessica walaupun ia tahu sekrang Jessica tidak ada di dorm, ia ingin menyelesaikan masalahnya hari ini juga. Ia tidak kuat berlama-lama tidak bertemu Jessica, rasa cintanya kepada Jessica semakin hari semakin bertambah.

Sementara di tempat lain perasaan Jessica semakin tidak enak saja dan membuat pekerjaannya menjadi berantakan karena fokusnya terbagi. Hari ini saja ia harus melakukan pemotretan berkali-kali karena hasil foto yang tidak bagus. Ekspresi gelisah Jessica tertangkap jelas di kamera, itu membuat fotografer tidak puas dan akhirnya Jessica harus mengulang berkali-kali.

“Akhirnya selesai juga”seru Sooyoung senang.

“Yul hari ini kau harus mentraktir kita semua”ucap Sooyoung seraya menghampiri Yuri.

“Arratsseo”sahut Yuri mengerti. Hari ini adalah hari ulang tahunnya dan Sooyoung meminta Yuri untuk mentraktir semua member SNSD untuk merayakan ulang tahunnya dan juga untuk merayakan berakhirnya syuting pembuatan untuk album mereka.

“Horee”seru member SNSD senang—kecuali Jessica ia masih saja merasa gelisah.

Tiffany yang melihat ekspresi Jessica yang nampak murung sedikit khawatir”Kau kenapa Jessie?”tanya Tiffany khawatir seraya menyamakan langkahnya dengan Jessica yang berada di depannya.

Jessica tersenyum singkat ke arah Tiffany”Aku tidak apa-apa hanya saja perasaanku dari tadi tidak enak”jawab Jessica seadaanya.

Tiffany menganggukkan kepalanya”Apa kau akan ikut untuk merayakan ulang tahun Yuri?”tanya Tiffany lagi. Jessica dan Tiffany masuk ke dalam Van mereka yang akan membawa mereka ke sebuah café ternama yang masih di daerah Kangnam.

“Tentu saja, mana mungkin aku tidak ikut merayakan ulang tahun Yuri”lanjut Jessica setelah menemukan tempat yang nyaman di dalam Van di samping Tiffany. semua member SNSD yang lain kecuali—Jessica dan Tiffany sedang merengek kepada Yuri agar memesan makanan yang mereka inginkan.

“Tapi kasihan Luhan Jess”seru Tiffany tiba-tiba mengalihkan topic pembicaraan. Jessica mengerutkan keningnya”Untuk apa mengasihani orang yang suka selingkuh! Aku yakin sekarang ia sedang asik dengan yeoja lain di luar sana!”ujar Jessica berubah menjadi ketus saat Tiffany membahas Luhan.

Tiffany menghela napas lemah. Ternyata Jessica masih marah kepada Luhan, pantas saja tadi Luhan mengiriminya pesan singkat yang secara tidak langsung menannyakan keberadaan Jessica”Tapi dia sekarang sedang tidak seperti yang kau tuduhkan Jessie”ucap Tiffany membela Luhan.

Jessica tersenyum kecut”Tahu darimana kalau sekarang ia tidak sedang asik bersama yeoja lain hm?”tanya Jessica ketus.

“Tadi dia mengirimi aku pesan singkat”jawab Tiffany kelepasan. Ia meruntuki kebodohannya itu.

“Waw bagus sekali! Aku saja yang masih berstatus yeoja chingunya tidak dikirimi pesan, tapi kau yang bukan yeoja chingunya dikirimi pesan”ucap Jessica dingin. Jessica membuang wajahnya dari Tiffany jadi menatap jalanan di Seoul yang sedang padat itu tanpa minat sama sekali. Ia sekarang menjadi benar-benar kesal kepada Luhan dan niatnya untuk memaafkan Luhan ia urungkan! Bisa-bisanya Luhan mendekati Tiffany dan Yoona yang norabennya adalah sahabat sekaligus teman satu grupnya. Sekarang Luhan dimata Jessica benar-benar buruk.

Sorry Jessie maksudku bukan seperti itu”ujar Tiffany berusaha menjelaskan duduk perkaranya agar Jessica tidak salah paham dengan Luhan dan semakin marah dengan Luhan. jessica tidak menghiraukan perkataan Tiffany. Ia mengeluarkan ponsel putihnya lalu memasang headsetnya dan menaikan volume suara agar tidak mendengar perkataan Tiffany apalagi jika menyangkut tentang manusia bernama Xi Luhan. Melihat sikap Jessica yang sudah seperti itu Tiffany tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia hanya bisa pasrah pasti Jessica juga marah kepadanya sama seperti kepada Luhan dan juga Yoona.

Saat di pesta ulang tahun Yuri semua member bersenang-senang kecuali Jessica. Pesta Yuri tidak bisa membuatnya senang karena perasaanya yang semakin tidak enak dan ditambah lagi setelah percakapannya dengan Tiffany yang membuat moodnya menjadi sangat buruk.

Jessica memutuskan untuk pulang ke dorm lebih awal karena pikirannya yang sedang kacau. Jessica pulang ke dorm menggunakan transportasi umum—taxi. Saat ia sudah sampai di lorong apartemennya ia melihat ada seseorang yang tengah tertidur—mungkin— di depan dormnya. Seketika napas Jessica tercekat, apa mungkin orang itu adalah penjahat?. Pikir Jessica takut. Jessica menarik napasnya dalam mencoba mengumpulkan keberaniannya, ia melepas high heels yang ia kenakan untuk dijadikan senjata melawan bila di perlukan. Jessica semakin mendekat ke arah orang yang ia duga penjahat itu karena orang itu duduk tepat di depan pintu dormnya. Jessica terus memperhatikan orang yang sedang duduk itu dengan seksama. Kenapa Jessica merasa seperti mengenali orang itu. Sepatu cokelat yang digunakan orang itu nampak sangat familiar di mata Jessica terlebih postur tubuh orang itu. Jessica semakin mendekat ke arah orang itu untuk memastikan bahwa ia benar-benar mengenali orang itu. Saat jarak Jessica dengan orang itu sudah semakin dekat ia mencium bau harum parfume yang sangat familiar di hidungnya dan ia sangat menyukai sekaligus mengenali bau ini, ini adalah bau parfume—Luhan!

“Luhan!”ujar Jessica kaget sekaligus tidak percaya karena mendapati Luhan di depan dormnya.

Mendengar suara, orang yang Jessica duga adalah Luhan itu pun terbangun dan mengangkat wajahnya untuk melihat siapa pemilik suara yang tadi memanggilnya dan saat ia menatap orang itu senyumnya langsung mengembang” Honey ! Dingin”ucap orang itu senang dan ternyata orang itu benar Luhan. Setelah mengatakan itu Luhan langsung pingsan! Membuat Jessica panik bukan main. Wajah Luhan terlihat sangat pucat membuat Jessica iba dengan keadaan Luhan sekarang walaupun sekarang ia sedang marah kepada Luhan. Sudah bukan rahasia lagi jika yeoja mudah sekali merasa iba.

Jessica mengahmpiri Luhan lalu menyentuh kening Luhan”Panas!”ujar Jessica tambah panik. Ia menggigit bibirnya karena merasa bingung. Jujur saja ia tidak tahu cara merawat orang sakit dengan benar. Ia bukanlah Hyoyeon atau Taeyeon yang biasa dalam urusan seperti ini.

Jessica segera membuka pintu dorm lalu membawa masuk Luhan ke dalam dormnya dan membaringkan Luhan di sofa. Ia tidak  berani membaringkan Luhan di kamar karena di dorm sedang tidak ada orang lain lagi kecuali mereka berdua. Setelah membaringkan Luhan di sofa Jessica segera berlari ke kamarnya untuk mengambil selimut yang akan ia kenakan untuk Luhan.

Jessica menatap Luhan yang sekarang tengah terbaring—pingsan—di sofa itu dengan bingung. Ia benar-benar tidak tahu harus memulainya darimana. Jessica langsung mengambil ponsel putih di dalam tas lalu mencari nama Taeyeon di list kontaknya.

“Tutt tutt”terdengar suara menunggu. Jessica langsung mematikan sambungannya karena Taeyeon tidak juga mengangkat telpon darinya. Jessica sampai lupa kalau saat ini member SNSD sedang berpesta dan mungkin saja tidak mendengar panggilan darinya. Jessica memutar otaknya mencari orang yang bisa ia hubungi dan di mintai tolong. Jessica langsung ingat kepada eommanya. Dengan cepat Jessica langsung menghubungi eommanya.

“Tutt tutt”terdengar suara menunggu.

Yeoboseo”sapa eomma Jessica dari sebrang telpon.

Eomma”rengek Jessica.

Waeyo Jessie?”tanya eomma Jessica lembut.

“Bagaimana cara merawat orang sakit eomma?”Jessica balik bertanya dengan nada yang terdengar panik.

Eh? Orang sakit? Memangnya siapa yang sakit Jessie?”eomma Jessica jadi ikut panik.

“Luhan”jawab Jessica cepat.

Bagaimana bisa?”selidik eomma Jessica.

“Tidak tahu eomma, aku menemukannya di depan dormku dengan keadaan sudah menggigil kedinginan dan saat aku menyentuh dahinya terasa sangat panas”jelas Jessica.

Aigo pasti dia sakit karena berada di luar terlalu lama dengan suhu sedingin ini Jessie”komentar eomma Jessica.

“Mungkin, lalu aku harus bagaimana eomma?”tanya Jessica bingung.

Apa di dormmu ada obat penurun demam?”tanya eomma Jessica.

Jessica langsung berlari menuju tempat obat dan mencari obat yang di maksud oleh eommanya”Tidak ada eomma”jawab Jessica setelah mencari obat penurun demam”Apa tidak ada cara lain eomma?”tanya Jessica.

Ada, kau harus mengompresnya, tapi itu akan memakan waktu lebih cepat kalau kau minum obat”jawab eomma Jessica.

Jessica berpikir sejenak”Ok, kalau begitu aku akan membeli obat. Annyeong eomma”pamit Jessica.

Ne, hati-hati Jessie”sambungan telpon pun terputus.

Jessica segera kembali ke ruang santai dormnya untuk melihat keadaan Luhan yang masih pingsan. Jessica mengelus kepala Luhan sayang”Kenapa kau bisa seperti ini Lu? Apa kau menunggu ku?”tanya Jessica kepada dirinya sendiri.

“Apakah kau rindu kepadaku?”tanya Jessica lagi.

“Tapi kalau kau merindukanku kenapa Tiffany yang kau hubungi? Kenapa tidak aku Lu? Apa yang ada di pikiranmu hanya Tiffany? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?”gumam Jessica sedih.

“Jessica Jessica Jessica”tiba-tiba saja Luhan menyebut nama Jessica berkali-kali seraya menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, tapi dengan keadaan mata yang masih menutup.

“Aku disini Lu, tenang lah”ujar Jessica menenangkan Luhan. Jessica menggenggam tangan Luhan erat seketika Luhan kembali tenang. Sekarang Jessica bingung apa ia harus membeli obat dan meninggalkan Luhan di dalam dorm sendiri atau ia mengopres Luhan. Jessica berjalan ke arah pantry yang artinya ia akan mengompres Luhan—semalaman—mungkin. Jessica membawa wadah yang berisi air penuh dan selembar handuk kecil.

Jessica tersenyum tipis melihat Luhan di hadapannya”Ternyata seberapapun kau menyakitiku aku akan tetap mencintaimu”ucap Jessica lirih. Jessica menyingkirkan beberapa helai rambut Luhan yang menghalangi keningnya serta wajah tampannya dari pandangan Jessica. Jessica mencelupkan handuk kecil yang tadi ia bawa ke dalam wadah yang berisi air dingin lalu memerasnya. Setelah itu ia meletakan handuk basah itu di kening Luhan dengan sangat perlahan.

Saranghae”ucap Jessica lalu mengecup bibir Luhan sekilas.

Jessica terus melakukan itu setiap dua puluh menit sekali agar menjaga handuk itu tetap basah dan demam Luhan cepat sembuh. Jessica melirik ponsel putihnya yang terletak begitu saja di meja. Ia melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 00.42. Sudah sangat larut tapi member SNSD yang merayakan ulang tahun Yuri belum juga pulang, Jessica sudah sangat mengantuk.

“Hoam”

Jessica merenggangkan otot tubuhnya lalu menaruh kepalanya di dekat Luhan—mencari tempat senyaman mungkin untuk sekedar menaruh kepalanya. Perlahan tapi pasti Jessica pun tertidur di samping Luhan—hanya kepalanya saja.

***

“Nghh”lenguh Jessica seraya menggeliat pelan. Perlahan Jessica membuka matanya dan mendapati dirinya berada di ruang santai dormnya. Jessica terdiam sejenak mengumpulkan semua nyawannya yang belum kembali sempurna.

“Luhan!”seru Jessica panik saat ia ingat kejadian semalam. Jessica segera bangun dari tidurnya yang tiba-tiba saja ia sudah berada di sofa. Seingatnya semalam ia tidak tidur di sofa. Jessica segera mencari Luhan di kamar mandi namun ia tidak memukan Luhan disana. Tidak menyerah begitu saja Jessica mencari Luhan ke pantry namun kali ini pun sama ia tidak bisa menemukan Luhan disana.

“Luhan~!”Jessica meneriakan nama Luhan dengan panik.

Tiba-tiba saja ada yang memeluk Jessica dari belakang”Tidak usah sepanik itu honey”ucap sebuah suara yang Jessica yakin itu adalah Luhan.

Jessica mendesah lega lalu membalikkan badannya menghadap Luhan”Kau membuatku takut”ujar Jessica lalu memeluk Luhan erat seraya terisak. Ia sangat ingat bagaimana Luhan pingsan di depan matanya karena kedinginan dan saat itu ia benar-benar sangat takut.

Mianhae”ucap Luhan seraya membalas pelukkan Jessica.

Jessica melepaskan pelukkannya dan menatap Luhan sedih bercampur sebal, tapi masih tetap terisak”Uljima”ucap Luhan seraya menghapus air mata Jessica menggunakan kedua ibu jarinya.

“Kau jahat!”

Mianhae”ucap Luhan lagi.

“Kau kan sudah mempunyai aku kenapa kau harus dekat-dekat dengan Tiffany dan juga Yoona. Terlebih kemarin kau malah mengirim pesan singkat kepada Tiffany bukan padaku! Yeoja chingumu itu aku atau Tiffany”omel Jessica seraya memukul dada Luhan dengan cukup pelan.

Luhan menahan tangan Jessica”Mau mendengarkan penjelasanku hm?”tanya Luhan lembut seraya menatap ke dalam bola mata Jessic. Jessica hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

“Emm pertama tentang Tiffany. Aku mengirimi dia pesan singkat untuk menannyakan keberadaanmu karena aku menunggu di depan dorm kalian lama, tapi tidak ada satu pun yang keluar sampai akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Tiffany”jelas Luhan.

“Kenapa tidak bertanya langsung padaku saja!”sergah Jessica cepat.

“Kau kan sedang marah padaku, aku sangat yakin pesan singkatku tidak akan kau balas”balas Luhan. Jessica hanya diam mendengar penjelasan Luhan. Memang benar apa yang di katakana Luhan, kalau Luhan mengiriminya pesan singkat ia tidak akan membalas karena masih marah.

“Ok masalah tentang Tiffany aku maafkan, lalu bagaimana dengan Yoona?”selidik Jessica.

“Aku tidak tahu kalau aku berbincang dengan Yoona kau akan marah, aku mengira kau hanya akan  marah kalau aku dekat dengan Tiffany saja, jadi aku kira tidak akan ada masalah tentang itu. Tapi ternyata dengan Yoona pun kau cemburu”

“Tentu saja aku cemburu! Biar bagaimana pun Yoona tetap seorang yeoja dan kau seorang namja!”seru Jessica kesal.

“Ayolah Jessie aku dan Yoona hanya teman biasa, mungkin kalau aku terlihat akrab karena kami seumuran dan aku tidak perlu menggunakan bahasa formal saat berbicara dengannya lagi pula yang aku bicarakan dengan Yoona adalah dirimu”Luhan mencoba menjelaskan.

“Oh jadi kalian membicarakanku di belakangku?. Bagus!”ujar Jessica semakin kesal.

Luhan mendesah pelan”Tidak seperti itu Jessica Jung! Yang aku maksud membicarakanmu adalah membahas tentang dirimu—lebih tepatnya aku bertanya kepada Yoona tentang dirimu. Apa yang kau sukai dan yang tidak kau sukai. Aku ingin lebih mengenalmu Jessie”Jelas Luhan sabar.

Jessica terdiam. Jadi selama ini ia salah paham dengan kedekatan Luhan dengan Yoona dan juga dengan kedekatan Luhan dan Tiffany?

“Tapi kan kau bisa bertanya tentangku kepada Yuri dia lebih tahu diriku daripada member SNSD yang lain”ucap Jessica.

“Emm memang, tapi aku takut dengan Yuri sunbae. Menurutku dia menyeramkan! Apalagi saat dia menatapku ah sepertinya ia sangat tidak suka padaku. Mana mungkin aku bertanya tentangmu kepada Yuri yang tidak menyukaiku”jelas Luhan lagi.

“Tapi Yuri baik”sergah Jessica.

“Aku tahu”sahut Luhan.

Hening. Tiba-tiba saja menjadi hening baik Luhan dan Jessica tidak ada yang berbicara, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Jadi?”tanya Luhan memulai.

“Apa?”tanya Jessica bingung.

“Kita baikkan?”jelas Luhan.

Ne”sahut Jessica.

Luhan langsung memeluk Jessica erat begitu mendengar Jessica sudah memaafkannya”Percayalah Jessie apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu”ucap Luhan lalu mencium puncak kepala Jessica dengan sayang.

“Eum”sahut Jessica singkat”Wo ai ni”ucap Jessica menggunakan bahasa Mandarin.

Saranghae”balas Luhan.

Jessica melepaskan pelukkannya“Oh ya apa kau sudah sembuh?”tanyanya khawatir lalu mengecek kening Luhan.

“Tentu saja karena kau yang merawatku”jawab Luhan.

“Bagaimana kau bisa pingsan eoh?”selidik Jessica.

“Aku menunggumu dari pagi di depan dormmu”ujar Luhan.

“Mwo? Dari pagi?”seru Jessica kaget.

“Ne dan kau baru pulang malam hari, aku seharian di depan dormmu dengan keadaan kedinginan”

Mianhae Lu aku ada pemotretan di Kangnam sampai sore lalu Yuri mentraktir kami karena ia ulang tahun” ucap Jessica menyesal.

“Sudahlah lupakan! Aku tadi sudah membeli makanan di dekat sini, ayo kita makan”ucap Luhan mengalihkan topic.

“Ah aku memang sudah sangat lapar Lu”seru Jessica senang.

The End

 

 

Epilogue

Member SNSD kembali ke dorm sekitar jam dua dini hari setelah pesta Yuri selasai dan mendapati Jessica tengah terduduk di samping seorang namja yang di ketahui adalah Xi Luhan member EXO-M. karena tidak ingin mengganggu Luhan dan Jessica yang mungkin saja sedang dalam tahap berbaikan akhirnya semua member SNSD—kecuali Jessica pergi ke rumah Sooyoung untuk bermalam. Dan untung saja selama seminggu SNSD mendapat libur sebagai bonus karena pembuatan album mereka sudah selasai semuanya dan mereka hanya menunggu comeback saja.

00.11 WIB

Kamis, 27 Desember 2012

***Jealous by Жin Genie***

Author note : maaf kalau jelek n banyak typo coz ga sempet ngedit

Iklan

21 pemikiran pada “Jealous (Jessica Version) | Oneshoot |

  1. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa daebak thor 😀
    q ska …q ska…
    Bikin lagi donk thor ff yg pairing ny HanSica 🙂

    oyah thor boleh tau apa nma fb auothor? aq pengen lebih kenal auothor aja..
    auothor hansica shipper kan? aq jg hansica shipper thor 🙂
    kita memiliki kesukaan yg sama 🙂
    klo gk bleh jg gk pa2 kok 🙂

  2. Kereen, unyu banget ceritanya.
    aku juga sama, aku JEALOUS kalau lulu dipairingin sma YEOJA LAIN kecuali SICA!!!#teriakpaketoa.
    Ff ber-chapter yang lain tolong dilanjut ya?
    hwaitaeng^^)9

  3. Ahhhh…. akhirnya sica ver. dipost juga! Daridulu saya nunggu ff ini! Soalnya penasaran banget kalo yg cemburu sica bakal gmn ya???
    Ternyata yg sica ver. g kalah seru! Malah lebih seru! Daebak banget deh ff nya! 🙂
    Thor͵ banyakin ff exosica ya? terutama hansica & krissica… saya lagi suka banget ^^

  4. Keren thor, mian bru bisa coment hehe ._.v
    bikin lgi dong thor HanSica, suka banget soalnya 😀 *gk ditanya
    So sweet bgt mereka 😀 suka, suka hehe.. bikin lgi ya thor 😀

  5. Sehati sama Sica~
    saya juga jealous kalo Luhan dipasangkan dengan gadis lain selain Jessica!!!
    aa~ saya suka FF ini~ daebak~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s