Date | OneShoot |

Date-lusica-hansica

Title : Date

Author : Жin Genie

Cast : Xi Luhan

Jessica Jung

Suport Cast : SNSD and EXO

Genre : Romance

Rating : PG – 15

Lenght : Oneshoot

***Date by Жin Genie ***

“Sedang apa kau Sica?”tanya Taeyeon leader SNSD dengan keadaan masih mengantuk. Ia terbangun karena mendengar suara gaduh dari arah pantry .

Jessica menoleh ke arah Taeyeon lalu tersenyum sekilas”Masak”jawab Jessica singkat.

Mata Taeyeon melebar sempurna mendengar jawaban Jessica yang menurutnya sangat ajaib itu. Seorang JESSICA JUNG yang tidak suka dengan urusan dapur sekarang memasak? Bukankah itu suatu hal yang ajaib! Taeyeon buru-buru berjalan ke arah Jessica dan mendapati Jessica tengah memotong beberapa sayur dengan asal. Ada yang ukurannya terlalu kecil dan ada yang terlalu besar. Taeyeon melirik dapurnya yang sudah sangat berantakan. Banyak sayuran yang berceceran di lantai, minyak goreng yang tumpah di meja, telur yang pecah dan saus dimana-mana. Taeyeon mengerang frustasi lalu menatap Jessica yang masih asik memotong sayuran dengan sangat asal itu penuh emosi, tapi sebisa mungkin ia menahannya. Ia tidak ingin membuang enegrynya percuma hanya untuk memarahi Jessica karena jadwalnya hari ini sangat padat dan nanti pasti akan ada member yang akan memarahi Jessica.

“Sebenarnya kau ingin masak apa Sica?”tanya Taeyeon bingung setelah ia bisa menahan amarahnya.

Jessica menghentikan kegiataannya sebentar untuk berpikir beberapa detik kemudian ia mengangkat bahunya lalu melanjutkan memotong sayuran yang tinggal sedikit lagi.

“Lihat saja”ucap Jessica seraya menunjuk panci kecil di atas kompor.

Taeyeon melirik masakan Jessica dengan ngeri. Berbagai sayur ada di dalam panci Jessica, telur dan juga cangkangnya pun ada. Taeyeon berdoa agar masakan Jessica tidak beracun.

Taeyeon mendesah pelan”Memangnya untuk apa kau memasak?”selidik Taeyeon.

“Aku ingin piknik dengan Luhan selagi aku dan dia tidak ada jadwal”Jelas Jessica seraya tersenyum manis membayangkan betapa bahagianya ia dan Luhan yang sedang piknik berdua.

Taeyeon menatap Jessica horror “Memangnya kalian akan piknik di mana?”tanya Taeyeon cukup penasaran dengan HanSica couple yang menurutnya unik itu.

“Entahlah, urusan tempat Luhan yang akan mengurusnya, sementara aku menyiapkan makanan untuk piknik”jawab Jessica lalu memasakukkan sayuran yang sudah ia potong ke dalam panci lalu mengaduk-aduknya.

“Ahh begitu”respon Taeyeon singkat.

“Yack! Tidak enak!”ucap Jessica ketika mencicipi masakannya itu. Jessica langsung memuntahkan makanannya kembali, rasanya sungguh tidak karuan!

Jessica melirik Taeyeon dengan mata berbinar”Taeng~”ucap Jessica dengan suara yang di buat seimut mungkin.

Mwoya ?”sahut Taeyeon.

“Bantu aku memasak”ucap Jessica dengan puppy eyesnya.

“Tidak bisa, hari ini aku harus ke KBS untuk syuting sampai malam”tolak Taeyeon halus.

Jessica mengerucutkan bibirnya”Dengan Hyoyeon saja”usul Taeyeon seraya berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Mata Jessica langsung berbinar lagi”Ah kau benar Taeng”ucap Jessica. Ia segera menuju kamar Hyoyeon dengan semangat menggebu.

“Hyo~”panggil Jessica seraya mengetuk pintu kamar Hyoyeon tidak sabaran.

“Apa?”sahut Hyoyeon dengan mata masih terpejam.

”Bantu aku memasak”Jawab Jessica cepat dengan senyum tiga jari yang mengembang di wajah cantiknya itu.

Sama seperti Taeyeon tadi, mata Hyoyeon langsung terbuka lebar begitu mendengar jawaban ajaib Jessica”Tadi kau bilang apa Sica? Sepertinya telinga ku sedang tidak berfungsi dengan baik hari in”’ucap Hyoyeon seraya menyentuh telinganya.

Jessica mendesah pelan”Bantu aku masak Hyo!”pinta Jessica lagi.

“Jadi tadi aku tidak salah dengar”gumam Hyoyeon pelan, tapi masih bisa di dengar dengan baik oleh Jessica.

“Tentu saja kau tidak salah dengar! Memangnya ada yang salah kalau aku mau memasak”cibir Jessica seraya mengerucutkan bibirnya.

Hyoyeon hanya tersenyum tiga jari mendengarnya”Baiklah, aku akan membantumu memasak”ucap Hyoyeon merasa tidak enak.

Jongmal? Ah gomawoyo Hyo”seru Jessica senang seraya memeluk Hyoyeon dengan sangat erat.

YA! Aku tidak bisa bernafas bodoh!”omel Hyoyeon seraya mendorong tubuh Jessica menjauh.

Mian Hyo”sesal Jessica.

“Sudahlah ayo”seru Hyoyeon lalu berjalan ke arah pantry .

Igeo mwoya ?”seru Hyoyeon kaget melihat pantry yang sangat berantakan.

Jessica merutuki hasil ‘karyanya’ itu, sebentar lagi pasti Hyoyeon akan mengamuk kepadanya karena membuat panrty menjadi sangat berantakan.

“Ada apa Hyo?”tanya Yuri yang tidurnya terganggu karena teriakan Hyoyeon barusan.

“Lihat!”perintah Hyoyeon seraya menunjuk pantry yang sudah tidak karuan.

Yuri terbelalak melihat keadaan pantry dorm nya yang sangat berantakan”Apa dorm kita kemalingan Hyo?”tanya Yuri bingung.

“Entah lah”ucap Hyoyeon. Hyoyeon melirik ke arah Jessica yang sedang ketakutan”Tapi kurasa tidak Yul”ucapnya lagi.

“Maksudmu?”

“Kurasa kau tahu Sica, ulah siapa ini?”ujar Hyoyeon seraya menatap Jessica tajam.

Jessica tersenyum tiga jari seraya menggaruk tengkuknya”Aku, aku yang membuat panrty sedikit berantakan”ucap Jessica takut-takut.

“Kurasa maksudmu sangat berantakan bukan sedikit Jess”ralat Yuri cepat.

“Yah begitu lah”sahut Jessica pelan.

“Kau harus membersihkannya sekarang juga Sica!”ucap Hyoyeon tegas.

“Tapi Hyo, hari ini aku ada janji dengan Luhan”sergah Jessica cepat.

“Aku tidak peduli, kalau kau ingin aku memabantumu memasak kau harus membersihkan semuanya terlebih dahulu seperti sebelum kau menghancurkannya. Ingat, seperti sebelum kau menghancurkannya!”tekan Hyoyeon lalu pergi menuju ruang santai.

Jessica membuang napasnya berat lalu mulai membersihkan hasil ‘karyanya’ itu.

“Biar aku bantu”ucap Yuri seraya membantu Jessica.

Jessica menoleh ke arah Yuri lalu tersenyum hangat” Gomawo Yul, kau memang sangat baik”ucap Jessica senang.

“Eum, memangnya kau ingin pergi kemana dengan bocah itu?”tanya Yuri penasaran.

“Piknik”jawab Jessica riang.

“Piknik?”ulang Yuri tidak yakin.

“Iya, piknik. Ada yang salah?”tanya Jessica bingung.

Yuri menggeleng pelan“Ah aniyo , hanya saja kau ingin piknik dimana? Ingat kalian itu seorang bintang idola”seru Yuri memperingatkan Jessica akan statusnya sebagai idola itu.

“Iya aku ingat, kalau masalah tempat aku tidak tahu, Luhan yang akan mengurusnya, aku hanya mengurus masalah makanan saja”Jawab Jessica.

“Ah begitu”seru Yuri singat.

Sekitar lima belas menit Jessica dan Yuri membersihkan pantry yang berantakan. Lima belas menit merupakan waktu yang cukup singkat untuk membersihkan pantry yang sangat berantakan karena ulah Jessica itu.

“Hyo aku sudah selesai membersihkan pantry”ucap Jessica senang.

“Ah baiklah”Hyoyeon beranjak dari sofa putih yang ia duduki”Memangnya kau ingin masak apa Sica?”tanya Hyoyeon.

Jessica mengekor di belakang Hyoyeon”Apa saja yang kau bisa”jawab Jessica cepat.

“Baiklah”

***

“Ya ampun aku kesiangan!”seru Luhan panik ketika ia melihat ke jam digitalnya yang berada di meja—samping tempat tidurnya itu sudah menunjukkan pukul 08.04.

“Kenapa tidak ada yang membangunkanku”gumam Luhan seraya berjalan ke arah kamar mandi. Luhan mendapati pintu kamar mandi yang tertutup—tanda jika ada yang sedang menggunakan kamar mandi itu.

“Tok tok”Luhan mengetuk pintu kamar mandi dengan tidak sabaran.

“Siapa di dalam?”teriak Luhan.

“Aku ge”ucap Tao.

“Cepat Tao, aku ada janji pagi ini”seru Luhan.

“Tidak bisa ge, aku baru saja masuk”balas Tao dari dalam kamar mandi.

“Ya sudah kalau begitu kita mandi bersama saja”ucap Luhan enteng.

YA! Tidak mau!”tolak Tao lagi.

“Kalau begitu keluar, aku duluan yang mandi”tawar Luhan.

Tao keluar dengan handuk melilit pinggangnya dan sikat gigi di mulutnya, Tao mengambil sikat giginya dengan kesal”Pengganggu”cibir Tao kesal. Sementara Luhan hanya tersenyum tiga jari dengan tanpa dosa membuat Tao semakin kesal saja dengan Luhan. “Ge, kau ku beri waktu lima menit untuk mandi”ujar Tao galak. Tao tidak ingin mandi bersama orang lain apalagi bersama dengan Luhan yang jahil itu.

Xie xie”cengir Luhan dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.

Sudah lima belas menit lebih Tao menunggu Luhan di depan kamar mandi, tapi Luhan tidak juga keluar. Membuat kesabaran seorang Huang Zhi Tao habis.

Ge cepat! Tadi kan aku bilang lima menit, tapi kenapa sudah lima belas menit tidak keluar juga eoh?”omel Tao dari luar kamar mandi.

“Sebentar lagi Tao, aku harus mandi yang besih agar Sicababy semakin cinta padaku”ujar Luhan lalu terkekeh pelan.

Ya! Kau menjijikan ge! Cepat keluar, atau aku dobrak pintunya!”Tao mulai marah dengan ulah Luhan.

“Iya, sebentar lagi Zhi Tao”sahut Luhan dari dalam.

Lima menit kemudian Luhan keluar dari kamar mandi dengan santainya seraya menggosok-gosok kepalanya yang basah. Tao menatap Luhan tajam, sementara Luhan tersenyum kikuk. Luhan segera berlari ke kamarnya sebelum Tao benar-benar mengamuk padanya.

“Tumben kau sudah bangun hyung”ucap Kyungsoo heran dari arah pantry seraya membawa makanan yang sudah ia masak untuk di sajikan di meja makan.

“Ah paling mau menemui Jessica noona”cibir Kai seraya terus mengekor pada Kyungsoo. Luhan tidak ambil pusing dengan cibiran Kai, dengan santainya ia duduk di meja makan.

“Berhentilah mengikuti ku Kai!”ujar Kyungsoo kesal karena Kai terus saja mengikutinya.

Kai tersenyum tiga jari melihat Kyungsoo marah padanya”Aku kan hanya ingin membantu hyung”ucap Kai santai seperti tanpa dosa.

Kyungsoo menghela napas pelan”Baikah, akan aku buat kan kau Jajangmyeon”ucap Kyungsoo mengalah.

“Yey”seru Kai senang.

Saat Kyungsoo dan Kai berdebat kesempatan itu Luhan manfaatkan untuk sarapan terlebih dahulu.

“Plak”

Kyungsoo memukul tangan Luhan yang hendak memasakukan makanan ke dalam mulutnya”Tunggu yang lain hyung”omel Kyungsoo tegas. Akhirnya Luhan tidak jadi sarapan terlebih dahulu dan menunggu teman-temannya yang lain.

“Kai panggilkan yang lain”perintah Kyungsoo.

“Siap eomma”sahut Kai seraya hormat kepada Kyungsoo laksana prajurit yang memberi hormat kepada atasannya. Dengan secepat kilat Kai langsung berlari sebelum mendapat jitakan dari Kyungsoo. Luhan terkekeh melihat kelakuan dua dongsaengnya itu.

“Kau memang seperti eomma Kyungsoo-ah”ucap Luhan lalu terkekeh.

“Terus saja meledekku hyung agar aku tidak membuatkan mu makan malam”ancam Kyungsoo.

Seketika itu juga Luhan langsung berhenti terkekeh”Jangan marah Kyungsoo-ah aku hanya bercanda”bujuk Luhan.

“Makan makan”seru Baekhyun heboh saat sudah sampai di meja makan.

“Wah makanan hari ini enak sekali”ujar Chanyeol tak kalah heboh dari Baekhyun. Yang lain hanya menggelengkan kepalanya memaklumi sikap Baekhyun dan Chanyeol yang memang kekanakan itu. Setelah semua member EXO berkumpul baru mereka semua mulai makan. Seperti biasa suasana di meja makan itu akan ramai karena ulah Baekhyun dan Chanyeol yang berebut makanan.

***

“Mau kemana hyung?”tanya Sehun pensaran melihat Luhan yang sedang memakai sepatu.

“Aku akan piknik dengan Jessica”jawab Luhan seraya tersenyum manis. Bila mengingat dan menyebutkan nama Jessica Luhan selalu saja ingin tersenyum.

“Ah aku iri dengan kalian”ucap Sehun seraya mengerucutkan bibirnya.

“Makanya cepat nyatakan perasaanmu kepada Krystal!”nasihat Luhan.

“Tapi dia suka dengan Minho hyung, kemungkinan aku di terima sangat kecil hyung”ujar Sehun pelan. Luhan menepuk pundak Sehun—memberi semangat”Bagaimana kau tahu hasilnya kalau kau tidak mencobanya? Kau ingatkan aku juga pernah di posisimu sebelum aku menyatakan perasaanku kepada Jessica. Awalnya aku mengira kalau dia tidak menyukaiku dan menyukai Kris, tapi lihat sekarang. Aku bersamanya dan kami bahagia”ujar Luhan panjanga lebar berbagi pengalamannya dengan Sehun—dongsaeng kesayangannya.

“Kau hanya butuh keberanian untuk menyatakannya Sehun-ah”lanjut Luhan seraya tersenyum”Aku pergi dulu”pamit Luhan.

Ne, semoga piknik kalian menyenangkan hyung”balas Sehun. Setelah Luhan pergi Sehun memikirkan semua perkataan Luhan barusan. Tidak ada salahnya bukan kalau ia mencobanya? Krystal dan Minho pun belum resmi berpcaran.

***

“Ting tong”Luhan memencet bel dorm SNSD dengan tidak sabaran.

“Sebentar”teriak suara dari dalam.

“Kriet”Seohyun—maknae SNSD lah yang membukakan pintu.

“Ah Luhan ge”seru Seohyun ketika membuka pintu.

“Jessica ada kan?”tanya Luhan basa-basi.

“Ada ge, sedang berdandan”jawab Seohyun”Ayo masuk ge”ajaknya.

Seohyun membawa Luhan ke ruang santai SNSD. Saat di ruang santai Luhan langsung di sambut ke enam member SNSD—minuse Taeyeon—yang memang sedang asik di ruang santai. Sementara Jessica—orang yang di cari Luhan tengah sibuk berdandan di kamar.

“Asik nih yang mau kencan”ledek Yoona saat Luhan sudah duduk di sofa. Luhan hanya tersenyum simpul sebagai respon.

“Kau jangan menggoda Luhan Yoong, nanti kau akan di amuk oleh ice princess”ledek Sooyoung. Member SNSD terkekeh mendengar perkataan Sooyoung termasuk juga Luhan. Tentu ia sangat ingat dengan kejadian dua bulan lalu itu. Dimana Jessica marah besar kepadanya karena ia dekat dengan Yoona dan Tiffany, tapi untunglah ia bisa berbaikan kembali dengan Jessica.

Orang yang di tunggu Luhan akhirnya keluar lalu menghampiri Luhan”Sudah lama?”tanya Jessica riang.

“Tidak, aku baru saja datang”jawab Luhan.

“Ada yang aku ingin tunjukkan padamu”ucap Jessica lalu menarik tangan Luhan ke dalam kamarnya. Member SNSD kaget dengan kelakuan Jessica yang menurutnya terlalu terang-terangan itu.

“Ini kan masih pagi”ujar Sooyoung.

“Iya, kalau mau melakukannya kan bisa di malam hari dan tidak di dalam dorm juga”tambah Sunny.

Eonni~ apa yang kau lakukan di dalam eoh?”teriak Yoona heboh.

YA! Jangan berpikir yang tidak-tidak Yoong!”balas Jessica galak dari dalam kamarnya. Sooyoung dan Sunny hanya tersenyum tiga jari karena sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang Jessica dan Luhan. Member SNSD hanya menggelengkan kepalanya maklum kepada SooSun couple yang memang terkenal sedikit yadong itu.

Selang beberapa menit Jessica keluar dari kamarnya dengan senyum yang mengembang”Ayo Lu keluar”seru Jessica gemas karena Luhan tidak mau keluar kamar juga.

“Aku tidak mau!”tolak Luhan cepat.

“Ayo”Jessica menarik Luhan keluar dengan paksa. Saat Luhan keluar kamar semua member SNSD menatap Luhan tidak percaya. Bahkan Sooyoung, Tiffany dan Seohyun menatap Luhan dengan mata yang bulat sempurna dan mulut yang terbuka.

Eonni  dia Luhan?”tanya Yoona tidak percaya.

Jessica mengangguk dengan bangga”Bagaimana menurut kalian?”tanya Jessica antusias. Sementara Luhan hanya mengerucutkan bibirnya.

Yeppo!”ucap member SNSD dengan kompak. Senyum Jessica semakin mengembang.

“Aku sengaja mendandanninya menjadi seorang yeoja agar tidak ada yang mengenaliku dan Luhan nanti saat kami piknik. Aku tidak mau piknik pertama ku terganggu!”ucap Jessica. Member SNSD mengangguk paham. Jessica juga menggunakan penyamaran, hanya saja ia hanya menggunakan rambut palsu pendek dan kaca mata tebal untuk penyamarannya. Tidak seperti Luhan yang benar-benar ia rubah seperti seorang yeoja.

“Kau pintar Jessie”seru Tiffany lalu terkekeh pelan saat melihat wajah Luhan yang sudah Jessica rubah menjadi seorang yeoja yang sangat cantik. Jujur saja, jika tadi Jessica tidak bilang itu Luhan mungkin member SNSD yang lain tidak akan ada yang sadar kalau itu Luhan versi yeoja.

“Sepertinya idemu ini bisa aku pakai saat kencan dengan Kyungsoo”ucap Hyoyeon seraya terkekeh.

“Benar, aku juga akan mencobanya saat kencan dengan Chanyeol”timpal Tiffany semangat.

“Dengar Lu, mereka semua mengaggumimu”seru Jessica senang. Sementara Luhan lagi-lagi hanya mengerucutkan bibirnya.

“Kau tahu Lu, kau ini sangat cantik, cocok kalau menjadi yeoja”goda Jessica seraya mencolek dagu Luhan genit.  Saat ini Jessica sangat mirip dengan ahjussi mesum yang sedang menggoda anak sekolah yang masih polos.

“Hahaha”semua member SNSD tertawa melihat kelakuan jahil Jessica yang sedang kambuh itu.

“Sudah ayo”seru Luhan menarik tangan Jessica keluar dari dorm sebelum semua member SNSD menertawakannya lagi.

“Sudah puas kau melihatku di tertawakan?”seru Luhan kesal. Saat ini Luhan dan Jessica tengah berjalan ke halte bus.

Aigo! Jangan marah Luney”bujuk Jessica. Jessica sengaja memanggil Luhan dengan panggilan sayangnya yaitu Luney yang artinya ‘Luhan honey’ agar Luhan tidak lagi marah padanya.

Luhan menghela napas kasar”Kali ini aku tidak akan luluh Jess”seru Luhan dingin.

“Chu”

Jessica mencium singkat bibir Luhan lalu tersenyum tiga jari ke arah Luhan”Bagaimana?”tanya Jessica tanpa dosa.

Wajah Luhan merah merona karena tersipu dan karena menahan malu. Luhan selalu saja luluh jika Jessica sudah menggunakan jurus andalannya yang selalu mampu membuatnya luluh yaitu ciuman”Jess kau tidak lupa kan kalau aku sedang menyamar menjadi yeoja”bisik Luhan seraya melihat sekelilingnya.

“Glek”

Luhan menelan salivanya ketika ia melihat banyak pasang mata yang tengah menatap mereka dengan tatapan jijik dan sebagainya. Sekarang mereka berdua terlihat seperti pasangan Yuri karena ulah Jessica barusan.

“Tentu saja tidak! Aku tidak peduli dengan pandangan orang lain tentang kita”sahut Jessica santai. “Bukankah bagus, tandanya penyamaran kita berhasil”tambah Jessica cuek. Luhan menarik napasnya panjang lalu menggenggam tangan Jessica erat. Jessica menoleh ke arah Luhan kaget”Sudah terlanjur bukan”ucap Luhan tanpa menoleh ke arah Jessica yang berada di sampingnya. Hari ini Luhan tidak ingin berdebat dengan Jessica karena hari ini adalah pertama kalinya mereka piknik dan Luhan tidak akan membuat hari ini menjadi buruk untuk di kenang. Ia juga ingin memiliki hari dimana tidak ada perdebatan mereka walaupun itu perdebatan kecil.

Jessica tersenyum manis ke arah Luhan”Wo ai ni Luney”ucap Jessica manja. Sifat manja Jessica memang selalu di tunjukan jika ia sedang berdua dengan Luhan ataupun dengan orang terdekatnya.

Saranghae Sicababy”balas Luhan seraya merangkul pundak Jessica dengan mesra. Sepanjang perjalanan menuju halte bus Luhan terus merangkul pundak Jessica mesra dan sesekali mereka tertawa bersama menertawakan apa saja yang menurut mereka lucu. Kini Luhan dan Jessica tidak lagi mempedulikan tatapan orang-orang yang melihat mereka dengan tatapan jijik, mencela atau sebagainya. Untuk mereka saat ini kebersamaan mereka berdua lah yang harus mereka pedulikan.

Saat Luhan dan Jessica masuk ke dalam bus banyak pasang mata yang melihat mereka dengan tatapan jijik dan sebagainya karena mereka berpegangan tangan dengan sangat erat layaknya sepasang kekasih yuri dan itu artinya penyamaran Luhan sebagai yeoja benar-benar berhasil. Sementara Luhan dan Jessica yang melihat tatapan tidak suka dari orang sekitarnya hanya tersenyum simpu saja sebagai tanda kalau mereka tidak peduli dengan pandangan orang lain.

Luhan dan Jessica sengaja memilih bangku untuk dua orang agar tidak ada yang mengganggu mereka.

“Kau bawa apa saja untuk bekal piknik kita?”tanya Luhan seraya menarik bahu Jessica agar merapat padanya saat ia dan Jessica sudah mendapat tempat duduk. Mereka mendapat tempat duduk di belakang dan itu bagus untuk mereka berdua.

“Rahasia”seru Jessic seraya memeletkan lidahnya ke arah Luhan. Luhan terkekeh melihat tingkah kekanakan Jessica lalu menarik hidung mungil Jessica cukup kencang membuat sang empunya hidung mengaduh.

Ya!”protes Jessica tidak terima seraya mengerucutkan bibirnya—membuat ia semakin terlihat seperti anak kecil di mata Luhan. lagi-lagi Luhan terkekeh melihat tingkah Jessica.

“Chu”

Secara tiba-tiba Luhan mencium bibir Jessica sekilas. Jessica mengerjapkan matanya beberapa kali karena kaget.

Saranghae”ujar Luhan lalu merangkul pundak Jessica lagi.

Wajah Jessica merah merona karena perlakuan Luhan padanya”Wo ai ni”balas Jessica seraya membenamkan wajahnya di dada Luhan.

“Belajar dari mana kau bisa menggunakan bahasa mandarin hm?”tanya Luhan penasaran seraya mencium puncak kepala Jessica.

“Kris”jawab Jessica seraya meledek Luhan.

Mata Luhan membulat sempurna mendengar jawaban Jessica, Jessica segera melepaskan pelukkannnya dan menatap Luhan”Aku bercanda Luney, jangan marah. Aku mencarinya dari google penerjemah dan juga dari kamus”seru Jessica sebelum harinya ini berubah buruk karena Luhan yang cemburu. Tentu saja Jessica masih ingat bagaimana Luhan yang mendiaminya berhari-hari karena cemburu dengan Kris dan Jessica tidak mau itu terulang lagi.

Luhan menatap Jessica tidak percaya”Sungguh”ujar Jessica meyakinkan Luhan.

“Luney~”rajuk Jessica manja—salah satu jurus andalan Jessica saat membujuk Luhan yang sedang marah padanya.

Luhan menarik napasnya dalam lalu tersenyum ke arah Jessica”Iya, aku percaya padamu, tapi awas saja kalau kau berani selingkuh dengan namja lain apalagi dengan Kris!”seru Luhan tegas. Jessica tersenyum lalu menganggukkan kepalanya mantap”Tenang, aku tidak akan selingkuh di depanmu”ujar Jessica lalu terkekeh. Luhan kembali menarik hidung mungil Jessica”Berhentilah memanasiku nyonya Xi”ujar Luhan gemas.

Jessica berhenti tertawa lalu menatap Luhan dengan serius”Aku tidak akan menghiantimu Lu”ucap Jessica yakin.

Luhan menganggukkan kepalanya”Aku tahu itu, kau tidak mungkin menghiantiku karena kau cinta mati padaku”ujar Luhan sangat percaya diri.

“Tsk, percaya dirimu sungguh tinggi tuan Xi”cibir Jessica.

“Tapi kau suka kan?”kali ini giliran Luhan yang menggoda Jessica.

“Yah”sahut Jessica malas. Luhan terkekeh dan tak lama Jessica juga ikut terkekeh karenanya.

***

“Kau sudah mencarikan tempat untuk kita piknik kan Luney?”tanya Jessica. Saat ini Jessica dan Luhan tengah berjalan di taman di daerah perbukitan yang akan mereka jadikan tempat untuk piknik pertamanya. Taman yang Luhan pilih masih alami dengan udara yang sangat segar saat di hirup. Luhan menganggukkan kepalanya seraya menggenggam tangan Jessica erat”Tentu saja, aku sudah memilih tempat yang bagus untuk piknik kita”ujarnya yakin.

Luhan membawa Jessica ke sebuah pohon rindang yang di dekatnya terdapat beberapa bunga-bungan cantik serta letaknya dekat kolam buatan yang terdapat banyak ikan hias. Tempat itu sangat pas untuk piknik mereka. “Bagaimana?”tanya Luhan bangga. Senyum manis langsung merekah di wajah cantik Jessica begitu ia melihat tempat yang Luhan pilihkan”Sangat bagus Luney, aku sangat menyukai tempat ini”jawab Jessica dengan antusias.

Luhan tersenyum bangga”Baguslah kalau kau menyukainya”seru Luhan senang. Lalu mulai mempersiapkan tempat untuk mereka piknik. Mulai dari menggelar tikar untuk alas mereka dan menyusun makanan yang juga di bantu oleh Jessica tentunya.

“Ah ternyata seperti ini rasanya piknik”seru Luhan senang seraya menaruh kepalanya di paha Jessica. Jessica mengelus kepala Luhan lembut”Memangnya kau belum pernah piknik dengan mantan kekasihmu hm?”tanya Jessica.

Luhan menggeleng pelan”Tidak, tidak pernah terpikir untuk piknik seperti ini”jawab Luhan”Bagaimana denganmu? Apa kau pernah piknik dengan mantan kekasihmu?”tanya Luhan balik. Jessica juga menggelengkan kepalanya”Saat dengan mantan kekasihku aku jarang punya waktu luang, sekalinya aku punya waktu luang jadwalnya sangat padat jadi tidak pernah piknik seperti ini walaupun aku menginginkannya sudah lama sekali dan baru denganmu keinginanku bisa terwujud”Jawab Jessica panjang lebar.

“Bagus! Jadi aku adalah orang pertama yang piknik denganmu dan hanya aku yang akan piknik denganmu”ujar Luhan mantap”Berjanjilah jangan pernah piknik dengan namja lain”pinta Luhan seraya mengacungkan jari kelikingnya ke arah Jessica. Jessica menatap jari kelingking Luhan sebentar lalu menautkan jari kelingkingnya”Iya aku berjanji. Hanya denganmu aku berpiknik seperti ini”ujar Jessica.

Luhan tersenyum mendengar perkataan Jessica”Saranghaeyo Sicababy”ucap Luhan.

Wo ai ni Luney”balas Jessica lalu mengecup bibir Luhan sekilas.

“Apa kau lapar hm?”tanya Jessica seraya mengelus kepala Luhan lagi dengan lebut.

Luhan menggelengkan kepalanya pelan”Tidak, nanti saja. Aku ingin seperti ini dulu”jawab Luhan seraya memejamkan kedua matanya—menikmati seuntuhan lembut Jessica di kepalanya.

Jessica mengangguk mengerti dan terus mengelus kepala Luhan dengan lembut serta penuh kasih sayang. Entah kenapa Jessica benar-benar merasa nyaman saat berada di dekat Luhan walaupun terkadang Luhan bersikap kekanakan sama seperti dirinya. Jessica sangat menyukai mata Luhan karena selalu memancarkan kehangatan dan rasa cinta—begitulah yang Jessica rasakan saat menatap ke dalam mata Luhan.

Jessica mengambil ponsel putihnya dari dalam tas tangannya lalu mengarahkan ponselnya ke wajah Luhan.

“Klik”

Jessica berhasil memotret wajah Luhan yang sedang memejamkan matanya—damai”Bagus”seru Jessica senang.

“Satu foto satu ciuman”ujar Luhan tiba-tiba dengan smirk di wajahnya.

“Pletak”

Jessica memukul kepala Luhan pelan”Dasar yadong!”cibir Jessica. Luhan hanya terkekeh pelan mendengar cibiran Jessica. Ia bangun dari posisi sebelumnya—berbaring di paha Jessica”Ayo kita selca”ucap Luhan bersemangat.

“Tidak ah, nanti satu foto satu ciuman”ledek Jessica.

“Tidak!”seru Luhan lalu mengambil ponsel Jessica dan mengarahkannya kepada dirinya dan juga Jessica.

“Klik”

Dengan cepat Luhan melihat hasil jepretannya itu”Ah jelek, ulang lagi”ujar Luhan ketika melihat hasil jepretannya itu. Di dalam foto itu wajahnya hanya terlihat separuh saja.

“Mendekatlah Jess”seru Luhan seraya menarik pinggang Jessica agar lebih dekat padanya. Tanpa prtotes Jessica mendekat ke arah Luhan.

“Klik”

Luhan langsung melihat hasil jepretannya”Nah ini baru bagus”seru Luhan senang melihat hasil jepretannya. Jessica mengangguk setuju. Di dalam foto itu Wajah Luhan dan wajah Jessica saling menempel serta dengan senyum yang mengembang di kedua wajah mereka.

“Sekali lagi”seru Luhan semangat. Luhan dan Jessica langsung memang pose.

“Klik”

Beberapa detik sebelum Luhan menekan ‘klik’ ia mencium pipi Jessica secara tiba-tiba dan hasil fotonya adalah wajah Jessica yang kaget karena ulah jahil Luhan.

“Sangat bagus!”ujar Luhan senang dan puas melihat hasil jepretanya barusan. Sementara Jessica hanya mengerucutkan bibirnya.

“Harus di jadikan wallpaper di ponsel kita masing-masing!”seru Luhan dan langsung mengirim foto tadi ke ponselnya. Setelah itu ia mengatur ponsel Jessica dan mengganti wallpapernya. Jessica mengambil ponselnya paksa dari Luhan”Jangan diganti! Kalau kau berani menggantinya aku akan mencium mu!”ancam Luhan. Jessica hanya mengerucutkan bibirnya.

“Aku lapar”rengek Luhan manja.

“Tidak ada makanan untukmu!”ujar Jessica ketus karena masih kesal dengan sikap Luhan barusan.

Aigo, jangan marah nona Xi”goda Luhan seraya menekan-nekan pipi Jessica. Diam. Jessica sengaja mendiami Luhan.

“Kalau kau masih marah aku cium”ancam Luhan.

“Pletak”

Jessica memukul kepala Luhan cukup keras”Dasar yadong!”omel Jessica lagi.

Luhan terkekeh”Seperti kau tidak saja”balas Luhan tidak mau kalah.

“Ayolah Jess beri aku makanan aku sudah sangat lapar, tadi aku tidak sempat sarapan”bohong Luhan.

Jessica menatap Luhan penuh selidik”Benarkah?”tanyanya ragu.

“Benar, lihat saja badanku yang kurus ini”jawab Luhan.

“Pembohong! Kau memang kurus dari dulu Xi Luhan”kesal Jessica.

“Ayolah Sicababy~”rajuk Luhan seraya memasang puppy eyes.

Jessica menghembuskan napasnya pelan”Baiklah”ucap Jessica pasarah. Jessica mengeluarkan bekal yang sudah ia siapkan.

“Waw pudding cokelat!”seru Luhan heboh ketika melihat makanan kesukaannya itu. Luhan langsung mengambil pudding cokelat itu dan memakannya.

“Bagaimana?”tanya Jessica dengan mata berbinar, berharap pudding yang sudah ia buat bersama dengan Hyoyeon itu enak. Seketika raut wajah Luhan langsung berubah. Jessica menggigit bibirnya—cemas.

“Bagaimana Lu? Katakan saja kalau tidak enak, aku tidak akan marah”ucap Jessica pelan. Niat Jessica untuk mengeluarkan makanan yang lain di urungkan. Ia tidak ingin membuat Luhan sakit perut dengan memakan makanan yang sudah ia buat.

“Sangat enak honey!”seru Luhan dengan semangat.

Jessica mengerjapkan matanya beberapa kali lalu menatap Luhan tidak percaya”Kalau enak kenapa raut wajahmu seperti tadi?”selidik Jessica.

“Aku hanya ingin mengerjaimu saja”jawab Luhan lalu terkekeh pelan. Mendengar perkataan Luhan Jessica hanya mengerucutkan bibirnya.

“Coba lah”ucap Luhan seraya menyuapi Jessica. Jessica membuka mulutnya lalu mengunyah pudding cokelat buatannya itu. Senyum langsung menghiasi wajahnya begitu ia memakan puddingnya itu. Tenyata benar-benar enak.

“Aku tidak tahu kalau kau pintar memasak”ujar Luhan seraya memakan pudding.

“Kau meremehkanku eoh?”ujar Jessica kesal karena kekasihnya sendiri meremehkannya.

Luhan langsung kembali menyuapi Jessica dengan pudding agar tidak marah lagi”Bukan begitu, yang aku tahu kau itu terkenal karena tidak bisa masak nona Xi. Kurasa seluruh Sowon di dunia ini tahu akan hal itu”jelas Luhan.

“Aku belajar dari Hyoyeon”ucap Jessica pelan.

“Ah pantas saja enak, pasti pudding ini buatan Hyoyeon noona”cibir Luhan.

“Enak saja! Aku juga ikut andil dalam pembuatan pudding ini”seru Jessica tidak terima.

“Apa yang kau lakukan?”ledek Luhan.

“Mengaduknya”jawab Jessica polos. Luhan mendesah pelan, ia sudah menduga akan hal itu.

“Apa ada makanan yang kau buat sendiri?”tanya Luhan. Wajah Jessica langsung berseri lalu menganggukkan kepalanya dengan semangat”Tentu, aku membuat pudding strawberry sendiri dan special untukmu”ucap Jessica riang. Luhan segera menghabiskan pudding cokelat yang hanya sisa sedikit itu dengan cepat. Jessica mengeluarkan pudding strawberry dengan wajah bangga, ia sangat yakin kalau pudding buatannya tidak kalah enak dengan buatan Hyoyeon.

“Sepertinya buatanmu jauh lebih enak”ujar Luhan lalu mengambil pudding strawberry dari tangan Jessica. Jessica hanya tersenyum mendengar pujian dari Luhan.

Raut wajah Luhan langsung berubah begitu ia melihat penampilan pudding Jessica yang ‘sedikit berantakan’, tapi ia langsung merubah raut wajahnya seperti semula—senang.

“Glek”

Luhan menelan salivanya dengan susah payah saat ia akan memasukan pudding strawberry buatan Jessica ke dalam mulutnya. Sebelum memakan pudding buatan Jessica, Luhan berdoa dalam hati agar ia tidak keracunan setelah memakan makanan buatan Jessica.

Mata Luhan langsung terbelalak semupurna saat pudding strawberry buatan Jessica itu sampai di mulutnya. Rasanya benar-benar di luar dugaan Luhan sebelumnya.

“Uhuk uhuk”Luhan terbatuk setelah memakan pudding strawberry.

“Kau tidak apa-apa kan Lu?”tanya Jessica khawatir seraya memberi Luhan air minum yang ia bawa.

Luhan tersenyum ke arah Jessica”Aku baik-baik saja, tadi aku hanya tersedak karena memakan pudding buatanmu terlalu semangat”ujar Luhan bohong. Luhan tidak mungkin mengatakan kalau ia tersedak karena memakan pudding strawberry ah itu lebih tepat di sebut pudding garam di banding pudding strawberry karena rasanya yang sangat ASIN!

“Ahh begitu, lain kali jangan seperti itu. Aku membuatku takut dan berpikir kalau kau tadi itu karena memakan makanan buatanku”ucap Jessica pelan.

Aku seperti tadi memang karena memakan makanan buatanmu Sicababy. Ucap Luhan dalam hati, ia tidak sampai hati mengatakan semua itu kepada Jessica.

“Iya aku akan lebih hati-hati lagi, jadi kau tidak usah khawatir”ucap Luhan lembut.

Jessica tersenyum”Suapi aku”pinta Jessica manja seraya menunjuk bibirnya.

“Glek”

Luhan kembali menelan salivanya dengan susah payah. Ia bingung apa yang harus ia lakukan, ia tidak ingin membuat Jessica sedih karena tahu bahwa pudding buatannya itu sangat amat tidak enak dan berpotensi membunuh orang. Luhan menggelengkan kepalanya”Aku tidak akan membaginya denganmu!”ucap Luhan seraya menjauhkan pudding strawberry dari jangakauan Jessica.

“Kau pelit sekali Xi Luhan!”cibir Jessica kesal.

“Biar, lagi pula kau membuat ini untukku kan? Jadi yang boleh memakannya hanya aku”ujar Luhan tidak mau kalah. Sejujurnya kalau bukan Jessica yang membuat pudding ini sudah dari tadi Luhan membuang pudding beracun ini.

Mendengar itu Jessica hanya mengerucutkan bibirnya kesal. Yang benar saja masa ia yang membuat, tapi ia tidak boleh memakannya. Ia juga ingin tahu bagaimana rasa pudding buatannya itu.

Luhan memakan pudding strawberry buatan Jessica dengan cepat, ia tidak akan menyisakannya sedikitpun. Walaupun setelah ini mungkin ia harus masuk rumah sakit, yang penting untuknya saat ini adalah kebahagian Jessica.

Jessica menatap pudding strawberry buatannya yang hanya tinggal beberapa potong lagi dengan intens seraya memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa memakan pudding buatanya itu. Beberapa detik berikutnya Jessica bersorak dalam hati karena sudah menamukan ide yang bagus.

“Donghae oppa!”seru Jessica seraya melambaikan tangannya. Mendengar nama Donghae di sebutkan, Luhan yang memang sensitive dengan nama itu pun Langsung membalikkan badannya karena penasaran.

“Kena kau Xi Luhan”gumam Jessica sangat pelan. Saat Luhan tengah sibuk mencari Donghae kesempatan itu Jessica gunakan untuk mengambil satu potong pudding strawberry di tangan Luhan dan secepat kilat memakannya.

“Mana Dong—“

“Yack! Cuih! Tidak enak”ujar Jessica setelah memakan pudding buatannya sendiri. Mendengar itu Luhan langsung menoleh ke arah Jessica dan betapa terkejutnya ia melihat sepotong pudding strawberry di tangan Jessica.

Jessica menatap Luhan kesal lalu membuang sisa pudding yang ada di tangan Luhan”Kenapa kau memakannya eoh? Bagaimana kalau kau sakit setelah memakan itu?”omel Jessica lalu memeluk Luhan erat dan menangis di pelukkan Luhan.

“Bagaimana jika kau sakit Luney”ujar Jessica sambil terisak. Luhan mengelus punggu Jessica lembut dan penuh kasih sayang.

“Aku tidak mungkin sakit hanya karena memakan pudding buatanmu”ucap Luhan santai lalu terkekeh pelan.

“Tidak lucu Luney!”omel Jessica seraya memukul dada Luhan pelan. Luhan hanya tersenyum simpul sebagai respon walaupun ia sadar kalau Jessica tidak akan melihat senyumnya itu.

“Kenapa kau memakannya?”tanya Jessica.

“Karena itu buatanmu, apapun dan bagaimana pun rasa masakanmu kalau kau yang memasaknya sendiri, aku akan memakannya sampai habis”jawab Luhan mantap.

“Kenapa?”selidik Jessica seraya melepaskan pelukkannya.

“Tentu saja karena aku mencintaimu”jelas Luhan yakin ah tidak, tapi sangat yakin.

Jessica kembali memeluk Luhan dengan erat”Wo ai ni Xi Luhan”ucap Jessica seraya terisak.

Saranghae Jessica Jung”balas Luhan seraya mengecup puncak kepala Jessica dengan lembut dan cukup lama—menyalurkan semua rasa cinta yang ia miliki.

Uljima”ucap Luhan.

“Bagaimana kalau kita membeli ice cream?”tawar Luhan. mendengar ‘ice cream’ Jessica langsung melepaskan pelukkannya dan menganggukkan kepalanya dengan semangat.

“Aku mau ice cream cokelat jumbo”ucap Jessica semangat.

“Baiklah, satu ice cream cokelat jumbo, tapi dengan satu syarat”ucap Luhan.

“Chu”

Jessica mencium bibir Luhan singkat”Itu kan syaratnya”ujar Jessica. Luhan menganggukkan kepalanya lalu tersenyum tiga jari, tenyata Jessica tahu apa yang ia inginkan. Entah kenapa Luhan sangat menyukai bibir mungil Jessica dan membuatnya candu untuk terus merasakan bibir mungil Jessica itu.

“Gendong Luney”pinta Jessica manja. Luhan terkekeh melihat sikap manja Jessica itu lalu ia berjongkok di hadapan Jessica”Yey”seru Jessica senang. Karena terlalu bahagia Jessica dan Luhan sampai lupa kalau sekarang Luhan sedang menyamar sebagai yeoja dan untung saja taman ini sedang sepi karena hari ini bukan hari libur nasional dan juga sekarang adalah jam orang sibuk.

“Aku mau saat kita mendapat libur kita piknik lagi”ucap Jessica riang. Ia sangat senang hari ini.

“Aku juga”sahut Luhan dengan senyum yang mengembang.

Jessica mengeratkan tangannya di leher Luhan”Wo ai ni”ucap Jessica tulus seraya mencium pipi Luhan sekilas.

Saranghae”balas Luhan.

Satu hal yang Jessica ambil dari pikniknya kali ini bersama Luhan. Bahwa Luhan benar-benar tulus mencintainya. Luhan rela memakan pudding garam yang ia buat dan tidak mengeluh atau pun protes karena rasanya yang sangat tidak enak itu. Jessica benar-benar beruntung karena memiliki Luhan sebagai kekasihnya saat ini dan ia berharap hubungannya akan berlangsung selamanya.

Wo ai ni Xi Luhan’ucap Jessica dalam hati.

The End

 

 

Epilogue

 

Saat ini Jessica dan Hyoyeon tengah membuat pudding untuk bekal piknik Jessica.

“Kau sudah bisa kan Sica caranya membuat pudding?”tanya Hyoyeon.

Jessica menganggukkan kepalanya”Tentu saja, tadi aku kan sudah melihat proses pembuatannya dan ternyata sangat mudah”ucap Jessica sedikit sombong.

“Bagus lah kalau begitu, aku jadi bisa meninggalkanmu sendiri di pantry karena aku ingin mandi”ucap Hyoyeon lalu berjalan ke luar pantry”Oh ya satu lagi, kau harus bisa membedakan yang mana garam dan yang mana gula Sica”ucap Hyoyeon mengingatkan.

“Tentu saja aku bisa membedakannya Hyo, garam itu rasanya asin sementara gula rasanya manis”sahut Jessica.

Jessica melirik dua toples yang berisi butiran krystal berwana putih—garam dan gula. Jessica memperhatikannya dengan seksama untuk mengenali mana yang gula dan garam.

“Ah pasti yang tutupnya berwarna merah ini adalah gula”ucap Jessica yakin tanpa merasakannya terlebih dahulu. Jessica memasukan butiran krystal putih itu sangat banyak kedalam adonan puddingnya berniat agar rasa puddingnya manis. Setelah adonan puddingnya itu matang dan merata Jessica mendinginkan puddingnya sejenak sebelum akhirnya ia masukkan kedalam lemari pendingin. Setelah acara memasakanya selesai Jessica segera bergegas untuk mandi, ia tidak ingin membuat Luhan harus terlalu lama menunggunya.

Selang setelah Jessica meninggalkan pantry Seohyun masuk untuk mengecek persediaan bahan makanan karena ia yang bertugas untuk membeli bahan makanan bersama dengan Sunny. Seohyun mencatat semua sayuran yang harus ia beli, tak sengaja matanya melihat toples dengan tutup merah yang kosong”Loh kok habis? Seingatku aku baru membeli garam minggu lalu! Kenapa bisa habis secepat ini? siapa yang menggunakan garam sebanyak itu”gumam Seohyun bingung.

“Seo sudah belum?”teriak Sunny dari ruang santai.

“Ah sudah eonni”sahut Seohyun lalu meninggalkan pantry.

09.05 WIB

Senin, 31 Desember 2012

***Date by Жin Genie ***

 

Iklan

15 pemikiran pada “Date | OneShoot |

  1. huaaaaaaaaaaaa daebak thor 🙂
    aq ska bgt..bgt kencan pikinik nya ..
    so sweat buanget deh ah 😀
    hhahahaha gk bsa byangin luhan di dandanin jd yeoja 😀
    buat lg ff HanSica nya yah thor 😀
    fighting !!!!!!!!!!!

  2. So sweet bgt mereka haha.. 😀 daebak thor fanficnya 😀
    bikin HanSica lg ya thor? soalnya aku suka bngt ma Hansica, hehe.. susah bgt cari ff mereka 😀
    semangat ya thor 😀 😀 mian bru bisa coment..

  3. Pasti Luhan cantik banget… xD
    pudding garam? jejes eonnie, lain kali hati-hati ya ._.
    Aaa~ saya suka FF ini karena banyak adegan kiss-nya~~~ xDv
    Buat FF lusica lagi ya thor~

  4. Baca ini FF kayak ikut ngerasain bahagia, Luhannya tulus banget ya..
    Lucu+Romantis+Bikin senyum-senyum gaje+paket komplit lah..
    Daebak FF!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s