D’Popular | Part 3 |

D'popular-hansica

Title : D’Popular

Author : Winda Kurnia Prado

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Tiffany Hwang

Park Chanyeol

Suport Cast : Member SNSD and EXO

Genre : Romance

Rating : Teen

Length : Chapther

Part 3

 

“Aku pulang”seru Jessica lemas dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarg setibanya ia di dalam rumah mewahnya. Hari ini Jessica sangat lelah karena ia harus mengayuh sepeda dari sekolahnya sampai rumahnya yang cukup jauh itu, terlebih dengan kondisinya yang habis terserempet mobil.

Oh my god ada apa denganmu Jessie? Kenapa bisa seperti ini eoh”tanya Tiffany cemas melihat kondisi Jessica yang mengenaskan, dengan luka ditangan dan lutut Jessica.

“Tiff? Kenapa kau disini?”Jessica balik bertanya karena bingung melihat Tiffany ada di dalam rumahnya.

Tiffany memiringkan kepalanya“Eh? Aku kan memang selalu datang kerumahmu setiap pulang sekolah”jawab Tiffany menjadi ikut bingung.

“Oh ya, aku lupa”balas Jessica seraya tersenyum tiga jari ke arah Tiffany.

Tiffany menatap Jessica dengan dahi berkerut“Jessie, kau aneh!”komentarnya setelah melihat sikap Jessica hari ini.

Jessica diam saja tidak menyahut ucapan Tiffany, biasanya diejek sedikit saja Jessica akan langsung menjitak kepala Tiffany. Tapi kali ini ia memilih diam karena tenaganya sudah terkuras cukup banyak.

“Kau kenapa Jessie?”tanya Tiffany khawatir.

“Aku sedang lelah dan juga kesal Tiff”jawab Jessica.

“Dengan siapa? Memangnya ada yang berani membuatmu kesal?”tanya Tiffany lagi.

“Tentu saja ada!”

“Siapa?”

Jessica mengehela napas pelan“Yang pertama teman sebangku ku, dan yang kedua orang yang sudah menyerempetku tadi”jelas Jessica kesal.

“Eh?! Kau diserempet Jessie? Bagaimana bisa?”tanya Tiffany tidak percaya.

“Kau tidak melihat luka di sekujur tubuhku ini eoh?”omel Jessica.

“Aku pikir kau hanya terjatuh dari sepeda saja bukan karena kau di serempet”sergah Tiffany cepat. Tiffany menatap lutut dan siku Jessica yang berdarah dengan takut lalu meringis pelan.

“Iya, aku memang jatuh dari sepeda, tapi aku jatuh dari sepeda karena diserempet orang”marah Jessica.

“Kau tahu siapa orangnya?”Tanya Tiffany.

“Tidak, tapi akan!”jawab Jessica mantap.

“Ternyata sekolah di sana adalah kesalahan untuk ku”desah Jessica lemas.

“Kenapa begitu?”

“Teman sebangku ku terlalu menyebalkan dan pintar”keluh Jessica.

“Memangnya apa yang di lakukan teman sebangkumu?”tanya Tiffany penasaran.

“Sepertinya dia curiga padaku dan bersikeras akan membongkar penyamanaranku”cerita Jessica.

“Bagaimana dia bisa curiga kepadamu? Memangnya kau membuat kesalahan?”

“Kurasa aku tidak melakukan sebuah kesalahan, hanya saja dia terlalu pintar dan jalan pikirannya yang tidak bisa aku tebak sama sekali membuatku khawatir akan penyamaranku di sekolah akan terbongkar olehnya”jelas Jessica panjang lebar.

Tiffany menganggukkan kepalanya sekilas“Selama ini aku selalu mengira kau adalah orang yang paling pintar, tapi ternyata ada yang lebih pintar darimu sampai membuatmu khawatir seperti ini”ucap Tiffany polos.

Jessica terkekeh pelan mendengar perkataan polos Tiffany, ini lah salah satu alasan Jessica mau berteman dengan Tiffany karena terkadang perkataan polos Tiffany adalah hiburan tersendiri untuk dirinya yang sedang kesal atau marah“Kau terlalu berlebihan Tiff, aku tidak sepintar yang kau bayangkan dan tentu saja banyak di luar sana orang yang jauh lebih pintar dariku“seru Jessica lalu kembali terkekeh pelan.

Tiffany hanya membulatkan mulutnya sebagai respon“Lalu apa rencanamu selanjutnya?”tanya Tiffany.

Jessica langsung berhenti terkekeh lalu berpikir dengan serius“Untuk saat ini aku akan lebih berhati-hati dengannya dan focus untuk mencari tahu siapa dia sebenarnya dan kenapa dia terus saja mendesakku untuk memberitahu siapa diriku yang sebenarnya”jelas Jessica panjang lebar.

“Ah begitu, hwaiting Jessie”ucap Tiffany memberi semangat dan memukul tangan Jessica lumayan kencang.

“Awww!”ringis Jessica kesakitan karena ulah Tiffany itu.

“Ah sorry Jessie, aku tidak sengaja”ucap Tiffany menyesal.

“Kau ini”geram Jessica.

“Lebih baik kita obati lukamu sebelum parah“seru Tiffany.

“Hm”respon Jessica.

“Pokoknya besok aku akan mengantarmu kesekolah”ucap Tiffany.

“Tidak!”tolak Jessica cepat. Ia yakin kalau Tiffany mengantarnya kesekolah pasti akan terjadi kehebohan baru.

“Harus mau, kalau tidak aku akan menghasut mommy mu agar memindahkanmu lagi kesekolah yang lama, bersamaku”ancam Tiffany.

Jessica menghela napas pelan jika Tiffany sudah membawa mommynya ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena mommynya pasti akan lebih mendengarkan Tiffany dari pada dirinya. Entah apa yang Tiffany katakan pada mommynya, yang pasti mommynya akan lebih mendengarkan Tiffany.

“Dasar licik”cibir Jessica kesal.

Thank’s atas pujianmu”balas Tiffany santai. Jessica menatap Tiffany datar.

***

“TIFFANY HWANG MIYOUNG CEPAT!!”teriak Jessica murka di telepon.
Aduh Jessie, bisa tidak volume suaramu itu di kecilkan! Kau tahu karena suaramu itu Princess bangun!”omel Tiffany dari sebrang telpon.

Princess?”

Ne, wae?”

“Jangan bilang kau masih dirumah Tiffany Hwang?”Tanya Jessica tajam.

Tiffany terkekeh pelan“Tapi aku sudah mau—

“Lima menit lagi kau harus sudah ada dihadapanku”Jessica memotong perkataan Tiffany.

“Tut tut”sambungan telepon terputus.

“Dasar tidak sabaran”cibir Tiffany, lalu keluar kamarnya dan bergegas kerumah Jessica.

“Choi ahjussi, antarkan aku kerumah Jessica terlebih dahulu, dalam lima menit harus sudah sampai disana, bagaimanapun caranya”perintah Tiffany kepada supir keluarganya itu.

“Baik nona”sahut Choi ahjussi patuh.

Dengan kecepatan tinggi Choi ahjussi menerobos jalanan di Seoul, agar samapi dirumah Jessica dalam lima menit.

“Choi ahjussi pelan-pelan!”ucap Tiffany ketakutan.

“Bukankah tadi nona yang meminta saya agar sampai dirumah Jessica nona dalam waktu lima menit”balas Choi ahjussi.

Tiffany hanya mendengus sebal.

“Kau telat tiga puluh detik”ucap Jessica dingin ketika Tiffany sampai dihadapannya.

“Hah? kau jangan berlebihan Jessie, sudah cepat masuk”seru Tiffany.

Tanpa banyak bicara lagi Jessica masuk ke dalam mobil Tiffany.

“Choi ahjussi kita ke Hanyang Senior High School terlebih dahulu”perintah Tiffany.

“Baik nona”

Mobil Tiffany malaju dengan kecapatan tinggi untuk mengejar waktu ke Hanyang Senior High School.

“Choi ahjussi berhenti disini saja”ucap Jessica tiba-tiba.

“Loh? Tapikan Hanyang Senior High School masih jauh Jessie?”Tanya Tiffany bingung.

“Aku tahu, aku akan jalan kaki dari sini”ucap Jessica.

“Tapi kau kan lututmu masih sakit Jessie”sergah Tiffany cepat.

“Hanya luka seperti ini bukan masalah bagiku”sahut Jessica santai.

“Tapi—“

“Aku harus menjaga rahasiaku Tiff”Jessica memotong perkataan Tiffany.

“Baiklah, hati-hati Jessie”ucap Tiffany.

Ne, bye

Masih sisa tujuh menit sebelum bel masuk berbunyi, tapi sekolah Jessica masih lumayan jauh, jadi Jessica harus berlari agar tidak terlambat.

“Sekalian olahraga pagi”gumam Jessica dan mulai berlari ke sekolahnya. Saat Jessica berlari terlalu kencang lututnya akan terasa sedikit ngilu karena belum sembuh benar.

“Hosh hosh hosh”deru napas Jessica yang tidak beraturan setelah berlari.

Mianhamnida seonsaengnim aku terlambat”ucap Jessica setelah berhasil menetralkan napasnya.

“Keluar!”balas Park seonsaengnim yang terkenal galaknya dan sangat disiplin itu.

Jieun dan teman-temannya tersenyum penuh kemenangan melihat Jessica yang di usir oleh Park seonsaengnim.

“Hahaha, rasakan”ucap Jieun senang.

“Tapi seonsaengnim—“

“Kau pikir kau siapa bisa datang terlambat dalam pelajaran saya”potong Park seonsaengnim.

Jessica tersenyum kecil mendengar perkataan Park seonsaengnim yang terlalu merendahkannya hanya karena penampilannya itu. Seketika ide muncul di otak Jessica, dengan santainya ia merapikan seragamnya yang sedikit berantakan.

Apa setelah ini anda akan tetap melarang sayang masuk Park seonsaengnim. Ucap Jessica dalam hati seraya menyeringai.

“Ah kau murid baru yang kemarin rupanya”ucap Park seonsaengnim yang tiba-tiba berubah jadi ramah dan itu membuat seluruh murid di kelas 2-A kaget.

Tsk! Bermuka dua! Jessica memandang Park sonsaengnim rendah.

Ne seonsaengnim”jawab Jessica.

“Kalau begitu kau boleh mengikuti pelajaran saya, saya memaklumi untuk murid baru sepertimu”ucap Park seonsaengnim.

Kamsahamnida seonsaengnim”balas Jessica seraya membungkuk.

Ne

Jessica berjalan ke kursinya dengan santai.

“Park seonsaengnim baik ya”ucap Jessica sengaja ketika sudah duduk di kursinya.

“Aneh”komentar Kris.

“Apa yang aneh?”tanya Jessica pura-pura bodoh.

“Apa yang kau lakukan?”tanya Kris curiga.

“Memang apa yang aku lakukan?”tanya Jessica balik.

“Pasti ada yang kau lakukan hingga Park seonsaengnim mengijinkanmu masuk”selidik Kris.

“Kau terlalu curiga padaku, kau lihatkan aku tidak melakukan apa-apa”jelas Jessica santai.

“Park seonsaengnim saja yang memang orang baik”tambah Jessica.

Kris yang memang belum menemukan bukti tentang Jessica, hanya diam tidak membalas ucapan Jessica. lalu mereka kembali memperhatikan pelajaran Park seonsaengnim, yaitu Matematika.

***

Saat istirahat Luhan kembali melanjutkan aksirnya untuk mendekati Jessica“Hi”sapa Luhan ramah.

Luhan masih berusaha untuk mendapatkan Jessica, dia tidak ingin manari di aula dan kalah dalam taruhan ini. Harga dirinya sebagai namja Ter-popular dan keren disekolah ini di pertaruhkan dalam taruhan kali ini.

Pengganggu datang! Ucap Jessica dalam hati seraya menatap Luhan datar.

Dengan santainya Jessica menengadahkan tangannya, membuat Luhan bingung.

“Apa maksudmu?”tanya Luhan bingung tidak mengerti dengan maksud Jessica.

“500.000 Won untuk biaya berobat siku dan lututku”jawab Jessica santai.

“Kenapa kau meminta uang padaku?”tanya Luhan lagi.

Audi TT Coupe LS. JH 1820, atas nama Xi Luhan”jawab Jessica.

Sial, bagaimana bisa dia tahu kalau itu adalah mobilku, yang tahu bahwa itu adalah mobilku hanya Suho, Sehun dan Kai saja. Ucap Luhan dalam hati.

Kau pikir yang bisa memanfaatkan kekayaan orangtua hanya kau dan teman-temanmu saja eoh! ucap Jessica sambil memberikan sebuah seringai kepada Luhan.

“Mau mengganti rugi atau mau aku laporkan kepada polisi, atas tuduhan tabrak lari dan kau akan didenda 75 juta Won atau di penjara selama 3 tahun”jelas Jessica panjang lebar.

Luhan menatap Jessica sebal“Iya aku akan membayar ganti rugi!”ucap Luhan kesal lalu mengeluarkan uang dari dompetnya.

“Sudah sana kau pergi, aku muak melihat wajahmu!”usir Jessica setelah Luhan menyerahkan uangnya.

Mata Luha melebar sempurna mendengar usiran Jessica. Baru pertama kali ada seorang yeoja yang berani mengusirnya seperti ini‘Dasar yeoja menyebalkan! Lihat saja aku akan membalasmu!’batin Luhan kesal dan meninggalkan meja Jessica.

“Rasakan! Memangnya enak aku kuras isi dompetmu!”ucap Jessica ketika Luhan sudah sampai di kursinya.

“Tidak usah menatapku seperti itu, nanti kau akan suka padaku!”ucap Jessica yang tahu Kris sedang memperhatikannya.

“Tsk! Rasa percaya dirimu terlalu tinggi!”cibir Kris.

Jessica hanya tersenyum kecil mendengar cibiran dari Kris.

“Jung Sooyeon, kau dipanggil Park seonsaengnim”ucap teman sekelas Jessica.

“Ah baiklah”

Dengan santai Jessica berjalan ke arah ruang guru untuk menemui Park sonsaengnim.

“Duduklah”ucap Park seonsaengnim ketika Jessica sudah ada di hadapannya.

Ne seonsaengnim

“Ada apa seonsaengnim memanggilku?”tanya Jessica ketika ia sudah duduk. Sebenarnya Jessica sudah tahu kenapa Park sonsaengnim memanggilnya, ia bertanya hanya sebagai basa-basi saja.

“Apakah bross yang kau pakai itu punyamu?”tanya Park seonsaengnim sambil menunjuk bross yang Jessica kenakan.

“Tentu saja, waeyo seonsaengnim?”tanya Jessica pura-pura tidak mengerti maksud Park seonsaengnim.

“Bross yang kau kenakan itu sama dengan milik dari pemilik sekolah ini”ucap Park seonsaengnim.

“Apa anda tahu namaku Park seonsaengnim?”tanya Jessica santai.

“Jung Sooyeon”jawab Park seonsaengnim.

“Apa anda sudah sadar sesuatu seonsaengnim?“ucap Jessica.

“Emm marga kalian sama“ucap Park seonsaengnim.

“Silahkan anda cek di data sekolah siapa nama dari orangtuaku“

Park sonsaengnim langsung melihat ke arah komputer sekolah lalu mencari data murid Hanyang dan betapa terkejutnya Park sonsaengnim saat tahu nama kedua orangtua Jessica adalah Jung Yunho dan Kwon Yuri.

“Ternyata kau adalah anak dari pemilik sekolah ini”ucap Park seonsaengnim kaget.

“Tolong kecilkan suara anda seonsaengnim, jika ada yang mendengarnya anda harus bersiap untuk mencari pekerjaan baru”ucap Jessica santai.

“Baiklah”balas Park seonsaengnim patuh.

“Oh ya, tolong seonsaengnim jangan perlakukan aku berbeda dari yang lainnya, itu akan membuat yang lain curiga padaku”ucap Jessica lagi.

Ne

“Ada yang ingin dibicarakan lagi seonsaengnim?”tanya Jessica.

“Tidak ada, kau bisa kembali ke kelas”

“Baikalah”

***

“Arghh”desah Luhan kesal.

“Kau kenapa Luhan-ah?”tanya Suho teman sebangku Luhan.

“Sial, yeoja nerd itu sangat menyabalkan dan sudah di dekati, kau tahu tadi dia habis merampokku!”cerita Luhan dengan berapi.

“Bagaimana bisa?“tanya Sehun dan Kai bersamaan. Dasar kembar!

“Dia meminta uang ganti rugi padaku! Dia tahu kalau yang menyerempetnya kemarin adalah aku, padahal aku sudah memakai mobil baru kemarin untuk menyerempetnya dan yang tahu itu mobil baruku hanya kalian bertiga saja!”jawab Luhan panjang lebar.

“Waw! Hebat sekali yeoja itu”komentar Suho.

“Aku curiga padanya”ucap Luhan tiba-tiba.

“Curiga bagaimana?”tanya Kai bingung.

“Aku curiga bagaimana bisa dia tahu kalau yang menyerempetnya kemarin adalah aku”jawab Luhan.

“Dia kan bisa bertanya kepada polisi”ucap Sehun santai seraya menggelengkan kepala.

“Benar apa yang Sehun katakan, dia bisa bertanya polisi”timpal Kai.

“Iya sih, tapi kenapa ia tidak sekalian saja melaporkanku kepada polisi”ucap Luhan lagi.

Babo, memangnya kau mau di penjara?”tanya Suho sambil memukul kepala Luhan.

“Aww, sakit!”ringis Luhan seraya mengelus kepalanya yang terasa sakit akibat pukulan Suho.

“Seharusnya kau berterima kasih padanya karena tidak melaporkanmu kepada polisi”ucap Sehun.

Mwo? Berterima kasih? Padanya? Jangan mimpi! Aku tidak akan sudi berterima kasih padanya, lagi pula ia sudah merampok uangku 500.000 Won!”ujar Luhan kesal.

Ketiga teman Luhan terkekeh mendengar cerita Luhan“Jadi hasil dari kau mendekatinya adalah uang 500.000 Won mu hilang?“ledek Suho.

“Berhenti tertawa dan meledekku“omel Luhan kesal.

Teman macam apa mereka ini? Teman kesusahan malah di tertawakan! Ucap Luhan dalam hati.

“Sabar Lu, kan hanya 500.000 Won saja, jangan seperti orang miskin seperti itu“ledek Sehun. Luhan menatap Sehun tajam“Ini bukan masalah uang, tapi harga diri!“tekan Luhan kesal.

*****D’Popular*****

Iklan

24 pemikiran pada “D’Popular | Part 3 |

  1. Hahaha ngakak, sica kau ada2 aja ya XD
    wah kok tiff bisa gitu sih curang. kacian deh lulu, hahaha.
    next chapter ditunggu ya.
    HWAITAENG

  2. Ini akhirannya hansica kan?
    Bukan krisica?
    Pleaseeeee hansica dan please lanjutin chapternyaaaaa
    Ceritanya bagus dan seru,,tapi kadang alurnya susah dicerna(lu aja yang lola)
    >̴̴̴̴̴͡ .̮ Ơ̴͡Okåy…….sgitu aj yaa kritikan ku hahahahahhaha

  3. ahhh FF yg kutunggu2 datang juga….
    caritanya menarik untuk diikuti 🙂
    lanjut y chingu,oh iya ff part2 lain gmna klnjutannya chingu?

  4. Min lanjut donggg >,<
    Ini endingnya bkal hansica kan bkan krisica?
    Pleaseee hansicaaaaaaa
    Tolong moment krisica disedikitinnnnnnnnn,moment hansica dibanyakin yang romantis!!!
    Ini ff wajib di lanjut kloo enggakkkkkkkkkk luhan aku ambil#plak

  5. Ceritanya bagus chingu 🙂
    Ayo d’lanjut tapi jangan lama lama ya 🙂
    pasti setelah Luhan tau siapa jessica yang sebenarnya dia bakal jatuh cinta beneran tuh kayanya ^_^ HeHe
    L A N J U T ya chingu aku tunggu ^^

  6. wah kris makin curiga ja nih ma penyamaran sica eonni.
    *sica eonni hati hati ma kris.

    jd yg nabrak sica eonni luhan, luhan kok jahat sih…

    lanjut

  7. yaiyalah jessica tau, kan jessica pasti banyak kenalan polisi(?), kris nih semakin curiga aja deh sama jessica. tapi pasti lah ntar nya dia juga bakal ketauan. apalagi kalo ketauan sama seisi sekolah, terutama jieun, matilah kau jieun 😀

  8. oh ayolah, mengapa di fanfic ini tiffany begitu polos?/garukkepala/
    Jessica keren juga, bisa tau apa yang luhan perbuat. sungguh, luhan terlalu kejam!
    Haiiiish~ hahaha suho lucu sekali. Lanjut ya~ hwaitaeng~!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s