Beautiful Memory | Part 1 | TwoShoot |

Beatiful-memory-Hansica-lusica

Title : Beautiful Memory

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Other  Cast : Victoria Song

Cho Kyuhyun

Zhang Yixing

Genre : Romance / Angst

Type : Twoshoot

Backsound : SNSD Jessica – Unstopabble Tears

*** Beautiful Memory by Жin Genie ***

“Pagi Luhan”sapa seorang yeoja dengan ramah.

Namja yang bernama Luhan dan bernama lengkap Xi Luhan iyu hanya diam saja, tidak menjawab sapaan dari yeoja tadi. Dengan santai dan tanpa rasa bersalah ia langsung duduk di kursinya dan memasang earphone untuk menghindari percakapan dengan yeoja yang tadi menyapanya.

“Huft~” sang yeoja menghembuskan napasnya dengan kasar, sudah biasa Luhan memperlakukannya seperti ini.

“Luhan, kau sudah sarapan belum? ”tanya sang yeoja tidak menyerah begitu saja.

Tapi tak ada jawaban dari Luhan.

“Hari ini  aku sengaja tidak sarapan agar bisa sarapan dengan Luhan, aku tahu kalau Luhan pasti belum sarapan”ucap yeoja tadi panjang lebar walaupun ia tahu Luhan belum tentu mendengarkannya.

“Luhan mau roti selai cokelat atau mocha?”tanya yeoja itu seraya menunjukkan selai cokelat dan mocha ke hadapan Luhan.

Tidak ada respon, Luhan tidak menoleh sedikitpun“Ah pasti cokelat, Luhan kan suka cokelat”ucap yeoja tadi menjawab pertanyaanya sendiri karena Luhan tidak menjawab pertanyaanya.

Sebenarnya yeoja tadi tahu jika Luhan memakai earphone hanya untuk menghindari percakapan dengannya saja, yeoja tadi tetap mengajak Luhan berbicara karena ia sudah terbiasa seperti itu. Walaupun yeoja tadi tahu Luhan tidak akan membalas ucapannya ataupun menjawab pertanyaanya seperti tadi. Orang lain yang melihatnya merasa kasihan pada sang yeoja, karena ia terus saja di acuhkan oleh Luhan.

“Luhan?”panggil yeoja tadi.

Luhan tetap tidak menyahut.

“Luhan”panggil yeoja tadi sekali lagi.

Luhan melepaskan earphone-nya dengan kasar, dan menatap yeoja tadi dengan tajam. Sang yeoja yang ditatap seperti itu oleh Luhan merasa takut, tapi yeoja tadi berusaha menatap mata Luhan.

“Jessica Jung bisa tidak, kau tidak menggangguku. Aku bisa gila jika kau terus menggangguku”teriak Luhan marah, membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian kelasnya.

“Tapi Luhan, aku hanya ingin mengajakmu sarapan, bukan mengganggumu”balas yeoja tadi yang ternyata bernama Jessica Jung cepat sebelum Luhan semakin salah paham, tapi yang Jessica lakukan hanya menambah kekesalan Luhan bertambah saja.

“Tapi itu menggangguku Jessica Jung! Kau itu benar-benar yeoja yang tidak tahu malu ya? Sudah berapa kali aku menolakmu eoh? Tapi kau tetap mengejarku, murahan sekali kau sebagai yeoja”hina Luhan dengan suara yang keras.

Ucapan Luhan membuat banyak teman sekelasnya—terutama Jessica tercengang—tak percaya bahwa yang barusan mengucapkan kata-kata kasar adalah seorang Xi Luhan, siswa teladan di sekolah.

Jessica yang mendengar ucapan Luhan benar-benar sakit hati, dia tidak menyangka Luhan bisa mengucapkan kata-kata sekasar itu padanya.

“Kenapa Luhan?”tanya Jessica sambil menahan air matanya yang sudah di pelupuk matanya.

“Kenapa kau begitu membenciku, apa salahku padamu?”tanya Jessica lagi yang sekarang sudah mengeluarkan air matanya.

“Kau ingin tahu salahmu apa eoh?”tanya Luhan dengan nada suara yang sangat dingin

“Te—tentu saja”jawab Jessica terbata.

“Pertama, kau ini sangat banyak bicara, aku tak suka yeoja yang suka banyak bicara sepertimu. Kedua, kau ini seperti anak kecil, lihat saja rambutmu yang selalu kau kuncir dua, memalukan. Ketiga, kau itu—”

Stop!”potong Jessica yang sudah tidak tahan dengan semua ucapan yang keluar dari mulut tajam Luhan yang menurutnya terlalu menyakitkan itu.

“Jika aku berubah, apakah kau mau bersikap lebih baik padaku?”tanya Jessica sambil menyeka air matanya, dia tidak mau Luhan semakin menganggap dia seperti anak kecil dengan menangis di hadapannya.

Luhan tidak menjawab ucapan Jessica, dia tidak mau memberikan harapan kosong untuk Jessica.

“Baiklah”ucap Jessica lalu pergi dari kelas.

Jessica sadar kalau Luhan teramat sangat tidak menyukainya dan bahkan menganggap Jessica pengganggu. Jadi walaupun ia berubah kemungkinan Luhan menyukainya sangat tipis, tapi walaupun tipis Jessica akan melakukannya karena ia sangat mencintai Luhan.

“Luhan”panggil Yixing sahabat Luhan.

“Apa?”tanya Luhan ketus.

“Aku merasa kau sudah berlebihan terhadap Jessica tadi dan kata-katamu itu terlalu kasar”komentar Yixing yang melihat Luhan memaki Jessica.

“Aku tidak peduli, lagipula aku berkata seperti tadi agar dia kapok dan tidak mengjarku lagi”balas Luhan sedikit emosi.

Yixing menghela napas pelan“Terserah padamu saja lah”ucapnya lalu pergi dari hadapan Luhan.

Sementara Jessica berjalan kearah Toilet, ucapan Luhan membuat Jessica sakit kepala. Dengan cepat Jessica mengeluarkan obat sakit kepala dari sakunya dan meminumnya di dalam toilet.

“Aku harus berubah demi Luhan!”ucap Jessica mantap seraya mengepalkan tangannya, setelah itu ia keluar dari toilet dan kembali ke kelas untuk belajar.

***

“Kumohon berhenti mengikutiku”pinta Luhan kepada Jessica yang selalu mengikutinya kemana pun itu.

“Aku tidak mengikutimu Luhan, rumahku juga kearah sini”balas Jessica tidak mau di salahkan.

“Kalau begitu kau duluan”ucap Luhan kesal.

“Kenapa tidak jalan bersama saja? Itu akan lebih menyenangkan”ucap Jessica seraya menunjukkan senyum terbaiknya berharap Luhan akan menyukainya.

“Aku tidak mau”tolak Luhan dingin.

“Kenapa?”tanya Jessica.

“Jika kau tidak ingin sakit hati, sebaiknya jangan bertanya lagi”ucap Luhan tajam.

“Tapi—“

“Luhan~”panggil seorang yeoja dari kejauhan dan membuat ucapan Jessica terpotong.

Aku hanya ingin berjalan disampingmu saja Luhan’sambung Jessica dalam hati dengan lirih.

Hi Vic”sapa Luhan ramah seraya tersenyum manis ke arah yeoja yang tadi memanggilnya—Victoria.

Hi juga”balas Victoria.

“Ekh, ada Jessica juga disini. Hi Jessica”sapa Victoria ramah.

Hi”balas Jessica seadanya sambil tersenyum paksa.

“Mau pulang bersama?”tanya Victoria kepada Luhan.

“Tentu saja”jawab Luhan sambil tersenyum ke arah Victoria.

“Jessica, kau mau pulang bersama kami?”tawar Victoria.

Belum sempat Jessica menjawab Luhan sudah mendahuluinya.

“Tidak, tadi dia bilang padaku katanya dia mau pulang sendirian saja”ucap Luhan bohong.

“Iya kan Jessica?”tanya Luhan kepada Jessica sambil memberikan death glarenya.

“Akh, iya. Kalian duluan saja”ucap Jessica lirih.

Hatinya terasa sangat sakit melihat orang yang amat sangat ia cintai akan pulang bersama dengan yeoja lain. Ia ingin menangis saat ini juga, tapi sebisa mungkin Jessica tahan tangisnya itu agar tidak di angap anak kecil lagi oleh Luhan.

“Baiklah, bye Jessica”seru Victoria sambil melambaikan tangan ke arah Jessica.

Perlahan Luhan dan Victoria berlalu dari hapadan Jessica, meninggalkan Jessica sendiri dengan rasa sakit di dalam hatinya.

“Hiks hiks, kenapa kau setega ini kepadaku Luhan? Aku hanya ingin berjalan disampingmu. Apa itu terlalu berlebihan? Aku ingin merasakan bagaimana berjalan disampingmu, bukan di belakangmu”ucap Jessica sambil terisak pilu. Ia menutup mulutnya dengan tangan kanannya agar isak tangisnya tidak terdengar oleh orang lain. Ia tidak ingin membuat orang lain tahu kalau sekrang ia sedang sedih dan lemah. Terlebih ia tidak ingin melihat orang lain menatapnya dengan pandangan kasihan. Akhirnya air mata yang tadi Jessica berusaha tahan pun keluar dengan derasnya tanpa bisa ia kendalikan.

“JDER”

Suara petir yang sangat keras terdengar begitu jelas seiring air mata Jessica yang keluar semakin banyak, hari ini cuaca di Seoul memang sedang mendung dan mungkin sebentar lagi akan turun hujan.

“Tes tes tes”

Benar saja, sekarang di Seoul sudah di guyur hujan deras.

Bahkan langitpun mengerti keadaan Jessica yang sedang sedih, tapi kenapa Luhan tidak pernah mengerti keadaan Jessica dan besarnya cinta Jessica padanya. Sebegitu bodohkah Xi Luhan sehingga tidak menyadari cinta Jessica padanya yang begitu besar. Tidak, Luhan tidak sebodoh itu, sampai dia tidak menyadari kalau Jessica begitu mencintainya. Hanya saja Luhan tidak suka yeoja manja dan bertingkah kekanak seperti Jessica—sama seperti yang tadi ia katakan kepada Jessica secara langsung.

Rasanya benar-banar menyakitkan, Luhan orang yang dia cintai tapi begitu membencinya. Bahkan sangat membencinya, sehingga berjalan berdampingan saja dia tidak mau. Apa sebegitu menjijikan seorang Jessica Jung dimata Xi Luhan? Jessica berjalan dengan langkah gontai dan bercucuran air mata, banyak orang dijalan yang merasa kasihan melihat kondisi Jessica yang sangat mengenaskan itu. Tapi ketika ada orang yang akan menolongnya, Jessica selalu menolaknya.

***

“Jessica pulang”seru Jessica ketika sudah sampai di rumahnya.

Aigo Jessica, kenapa kau basah kuyup begini?”tanya eomma Jessica khawatir.

“Tad—“

“Bruk”

belum sempat Jessica menjawab pertanyaan eommanya, tapi dia sudah jatuh pingsan.

“Jessica, bangun sayang”ucap eomma Jessica sambil mengguncangkan tubuh Jessica, berharap Jessica akan sadar. Namun hasilnya nihil, Jessica sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda akan sadar.

“Kyuhyun~”teriak eomma Jessica memanggil Kyuhyun anak pertamanya—kakak lelaki Jessica.

“Kyuhyun, cepat kemari”teriak eomma Jessica lagi dengan suara yang lebih kencang dari sebelumnya.

Ne”sahut Kyuhyun dari dalam kamarnya yang berada di lantai dua.

“Ada apa eom- Jessica ~”ucap Kyuhyun panic melihat adik kesayangannya itu pingsan di pangkuan eommanya, dengan kondisi tubuhnya yang basah kuyup.

“Kenapa Jessica bisa pingsan eomma?”tanya Kyuhyun yang sekarang sudah ada di depan eommanya dan juga Jessica.

eomma juga tidak tahu Kyu, mungkin karena kehujanan. Sudah cepat bawa Jessica ke kamarnya”ucap eomma Jessica.

Ne”balas Kyuhyun patuh, lalu mengangkat tubuh Jessica menuju kamarnya yang berada di lantai dua, bersebelahan dengan kamarnya.

“Kyuhyun, tolong kau buatkan Jessica teh hangat”perintah sang eomma.

Ne eomma”jawab Kyuhyun lalu pergi ke dapur untuk membuatkan Jessica teh hangat. Sementara Kyuhyun membuatkan teh hangat untuk Jessica, eomma Jessica mengganti baju Jessica yang basah dengan baju hangat, agar Jessica tidak lagi menggigil kedinginan.

“Bagaimana eomma, apakah Sica sudah sadar?”tanya Kyuhyun cemas dengan keadaa adik kesayangannya itu.

“Belum Kyu”jawab Mrs. Jung—eomma Kyuhyun dan Jessica pelan.

“Sebaikanya kau ambilkan minyak angin Kyuhyun-ah”perintah sang eomma lagi.

Ne eomma”sahut Kyuhyun dan bergegas mengambil minyak angin untuk Jessica.

“Ini eomma”ucap Kyuhyun seraya menyerahkan minyak angin kepada eommanya.

Mrs. Jung mengoleskan minyak angin di sekitar dahi Jessica, telapak tangan dan menciumkannya di dekat hidung Jessica, agar Jessica cepat sadar.

“Nghh”lenguh Jessica dan mulai sadar dari pingsannya.

“Untunglah kau sadar Sica”seru Mrs. Jung lega.

“Minumlah ini”dengan sigap Kyuhyun memberikan teh hangat yang tadi ia buat untuk Jessica.

Tanpa banyak bicara Jessica menuruti apa yang di perintahkan oleh oppanya itu.

“Sudah oppa”ucap Jessica dan mendorong gelas yang berisi teh hangat dari hadapannya.

“Kau harus habiskan Sica!”perintah Kyuhyun tegas.

“Tapi oppa—“

“Ini demi kebaikanmu”potong Kyuhyun cepat.

Tanpa membantah lagi Jessica menghabiskan tehnya.

Eomma buatkan bubur untukmu ya?”tawar Mrs. Jung.

Aniyo eomma aku tidak lapar”tolak Jessica halus, ia tidak ingin membuat eommanya itu sedih.

Eomma kenapa bertanya pada Jessica, sudah pasti dia akan menolaknya”sergah Kyuhyun.

“Oh ya, eomma lupa”ucap Mrs. Jung lalu menuju dapur untuk membuatkan Jessica bubur.

Oppa~! Aku tidak lapar, aku mau tidur”protes Jessica, tapi Kyuhyun tidak mempedulikannya.

“Kenapa kau hujan-hujanan eoh?”tanya Kyuhyun.

“Aku lupa bawa payung”jawab Jessica seadanya.

“Kau kan bisa menelpon oppa untuk menjemputmu”balas Kyuhyun cepat.

“Ponselku baterainya habis”elak Jessica.

“Kau kan bisa naik taksi, tidak perlu berjalan kaki dan hujan-hujanan seperti ini Sica”nasihat Kyuhyun yang sangat mengkhawatirkan Jessica dongsaeng satu-satunya.

“Sudahlah oppa, lupakan saja”rajuk Jessica ketika kalah bicara dengan oppanya itu.

“Selalu begitu”cibir Kyuhyun.

“Kali ini apa yang Luhan lakukan padamu?”tanya Kyuhyun mulai serius.

“Ini tidak ada hubungannya dengan Luhan, oppa”sela Jessica bohong.

“Tentu saja ada, siapa lagi yang bisa membuatmu bersikap bodoh seperti ini kecuali bocah itu”balas Kyuhyun dingin.

Oppa~”rajuk Jessica lagi.

“Sudah ceritakan saja, atau oppa akan beri pelajaran padanya”ancam Kyuhyun.

Oppa~”rengek Jessica.

“Katakan!”

“Pemaksaan”cibir Jessica seraya mengurucutkan bibirnya. Melihat itu Kyuhyun hanya tersenyum singkat seraya mengacak rambut Jessica lembut.

Dengan malas Jessica menceritakan semuanya pada Kyuhyun—oppanya. Memang Jessica sangat dekat dengan oppanya ini, Kyuhyun tahu semua perjuangan Jessica hanya untuk dekat dengan Luhan. Penolakan Luhan pada Jessica yang selalu berujung dengan sakitnya Jessica. Bagaimana Jessica menangisi Luhan setiap malamnya, karena selalu di perlakukan dingin oleh Luhan bahkan yang lebih parahnya tidak dianggap oleh Luhan.

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya erat mendengar cerita Jessica tentang yang Luhan lakukan padanya saat di sekolah tadi. Ia sakit hati dengan perlakuan Luhan kepada Jessica yang sudah sangat keterlaluan itu“Sudah oppa bilang, lupakan bocah itu!”seru Kyuhyun kesal.

“Kalau aku bisa, aku sudah melakukannya dari dulu, oppa. Tapi sayangnya aku tidak bisa oppa”balas Jessica lirih.

“Kau bukannya tidak bisa, tapi tidak mau”balas Kyuhyun sengit.

Kyuhyun sangat kesal jika penyakit keras kepala Jessica sedang kambuh, lebih tepatnya selalu kambuh bila berurusan dengan Luhan, Luhan dan Luhan.

“Aku bukannya tidak mau oppa, tapi aku benar-benar tidak bisa melakukannya. Itu sangat sulit untukku oppa, kumohon mengerti lah”ucap Jessica dengan suara semakin lirih.

“Sebenarnya mudah, asalkan kau mau melakukan—“

“Cukup oppa, hiks aku tidak ingin kenangan tentang Luhan terhapus begitu saja hiks”potong Jessica yang mengerti arah dari ucapan Kyuhyun dan kini Jessica sudah mengeluarkan air matanya yang sudah susah payah ia tahan itu.

“Kenangan? Itu bukan kenangan Jessica Jung, tapi penderitaan! Mana ada kenangan yang hanya diisi oleh air matamu dan kesedihanmu saja. Kau harus sadar Sica, Luhan bukan untukmu. Oppa yakin banyak namja yang akan bisa membahagiakanmu, tapi orang itu bukan Luhan”ucap Kyuhyun sambil memeluk Jessica, berusaha menenangkan Jessica yang sudah terisak di hapadannya. Semarah apapun Kyuhyun kepada Jessica ia tidak akan sanggup melihat Jessica menangis terlebih di hadapannya langsung.

“Hiks hiks, tapi aku hanya mau dengan Luhan, oppa. Hanya dengan Luhan tidak dengan yang lain, kumohon mengertilah oppa hiks”balas Jessica seraya berontak dalam pelukan Kyuhyun.

“Tapi dia tidak mau denganmu Sica, jangan memaksakan diri”nasihat Kyuhyun dengan suara yang pilu.

“Besok oppa akan bilang pada appa, agar membawamu ke Japan”tambah Kyuhyun.

Andwae! Oppa, aku mohon hiks hiks”bujuk Jessica dengan menggunakan puppy eyes andalannya yang selalu berhasil membuat Kyuhyun memenuhi semua permintaanya.

“Tidak untuk kali ini nona Jung”tolak Kyuhyun tegas.

Jessica semakin keras menangis begitu mendengar penolakan dari oppanya.

Oppa, hiks berikan aku waktu satu minggu lagi. aku, hiks janji setelah ini, aku akan menuruti semua perintah oppa”ucap Jessica yang masih terisak.

Kyuhyun menatap Jessica dengan penuh keraguan. Sebenarnya Kyuhyun tidak tega memperlakukan Jessica seperti ini, Tapi ini demi kebaikan Jessica juga.

“Aku janji oppa”ucap Jessica lagi yang menyadari kalau Kyuhyun ragu padanya, bahkan Jessica mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya sebagai tanda bahwa ia benar-benar serius kali ini.

“Baiklah, hanya satu minggu dan kau harus mau oppa bawa ke Japan untuk—”

“Sudah cukup, aku tahu, oppa tidak perlu mengucapkannya”potong Jessica lagi.

Tanpa Jessica dan Kyuhyun sadari, Mrs. Jung mendengar semua percakapan mereka dari balik pintu. Betapa hancur hati Mrs. Jung saat tahu bahwa anaknya, yang sangat ia sayangi menderita, bahkan sangat menderita. Mrs. Jung merasa gagal menjadi orangtua karena tidak bisa membahagiakan anaknya.

Ya tuhan kenapa kau berika penderitaan ini kepada anakku, kenapa tidak padaku saja. Aku ini eommanya tuhan, seharusnaya kau berikan pendritaan itu padaku saja’ucap Mrs. Jung dalam hati sambil menangis pilu.

Mrs. Jung tidak berani masuk, dan melihat putri kesayanganya yang sedang menangis pilu.

Oppa sayang padamu Sica”ucap Kyuhyun dan kembali memeluk Jessica erat.

“Aku juga sayang padamu oppa”balas Jessica sambil membalas pelukan Kyuhyun.

Arghh sakit’rintih Jessica dalam hati dan memegang kepalanya yang sekarang terasa sangat sakit.

Oppa, aku mau tidur”ucap Jessica pelan.

“Oh ne”respon Kyuhyun lalu melepaskan pelukannya.

“Kenapa oppa tidak keluar?”tanya Jessica yang melihat Kyuhyun berjalan kearah sofa yang ada di kamarnya, bukannya kearah pintu.

Oppa ingin tidur disini, menemanimu”jawab Kyuhyun.

“tidak perlu oppa, aku baik-baik saja”tolak Jessica.

“Tapi—“

“Ayolah oppa”pinta Jessica.

“Baiklah”ucap Kyuhyun menyerah dan berjalan keluar kamar.

belum sempat Mrs. Jung pergi dari tempat persembunyiannya, Kyuhyun sudah keluar terlebih dahulu.

Eomma”seru Kyuhyun kaget saat mendapati eommanya itu tengah terisak pilu di dekat pintu kamar Jessica dengan nampan berisi bubur di sebelah kanannya.

“Sedang apa eomma disini?”tanya Kyuhyun.

Eo-eomma ingin mengantarkan bubur”jawab sang eomma sambil terbata.

“Tapi Jessica sudah mau tidur eomma”sergah Kyuhyun.

Eomma tahu”

Eomma mendengar pembicaraanku dan Jessica?”tanya Kyuhyun curiga karena melihat mata eommanya yang sembap seperti habis menangis.

Aniyo”elak sang eomma.

“Sudahlah eomma jangan bohong”ucap Kyuhyun yang tahu bahwa sang eomma sedang berbohong.

Eomma bukan eomma yang baik Kyu, eomma tidak bisa membantu Sica”ucap sang eomma tiba-tiba sambil menangis.

Kyuhyun yang melihat eommanya menangis pun langsung memeluknya“Aniyo, eomma adalah eomma terbaik di dunia ini”ucap Kyuhyun tulus.

“Kyuhyun -ah, siapa itu Luhan?”tanya sang eomma.

“Bukan siapa-siapa eomma”elak Kyuhyun.

“kau jangan bohongi eomma, eomma mendengar semuanya. jadi jelaskan pada eomma siapa Luhan itu?”pinta sang eomma.

“Dia namja yang disukai Jessica, eomma. Tapi dia tidak menyukai Jessica”jawab Kyuhyun lirih.

“Dia tinggal dimana?”

Eomma mau apa?”tanya Kyuhyun curiga.

Eomma akan temui dia, eomma akan memohon padanya agar ia mau bersikap lebih baik pada Jessica. Bila perlu eomma akan bersujud di kakinya Kyu”jawab sang eomma sambil menangis tersedu.

“Jangan eomma!”cegah Kyuhyun.

Wae? Apa kau tidak kasihan melihat Jessica menderita seperti itu eoh?”tanya sang eomma.

“Aku kasihan eomma, hanya saja jika aku melakukan itu, itu akan membuat perjuangan Jessica selama ini sia-sia saja. Biarkan Jessica berusaha sendiri untuk kali ini saja”jelas Kyuhyun.

“Tapi—“

“Percayalah pada Jessica eomma”ucap Kyuhyun.

“Tapi kau tahu kan kalau Jessica itu—”

“Justru karena itu, biarkan Jessica berjuang sendiri untuk cintanya dan hidupnya”sergah Kyuhyun cepat.

“Baiklah”ucap sang eomma akhirnya.

***

Sudah 2 hari Jessica tidak masuk sekolah, tidak ada satupun teman sekolahnya yang tahu Jessica kenapa, karena Jessica di sekolah tidak mempunyai teman. Dia sibuk mengikuti kemana Luhan pergi dan berusaha mencari perhatian dari Luhan, walaupun selalu gagal. Jujur saja, selama 2 hari Jessica tidak masuk Luhan merasa ada yang kurang, terasa sepi dan hampa. Biasanya setiap dia datang selalu ada suara cempreng Jessica yang menyambutnya dan dengan senyum khas yang selalu Jessica tunjukan untuk Luhan, dan itu hanya untuk Luhan.

Iklan

18 pemikiran pada “Beautiful Memory | Part 1 | TwoShoot |

  1. aduh penasaran nih… Jessie kenapa sih? Sakit? Kok kayaknya kyu maksa banget biar jessie dibawa ke jepang…

    Oh iya, ff series yang lain masih dilanjut kan? Aku tunggu kelanjutannya 😀

  2. reader baru ~
    uhmm, ssica kenapa? dia sakit apaaaa
    kenapa luhan jahat? ya walaupun dua hari gak ada ssica dia kehilangan juga kaannnn
    lanjutannya jangan lama yaww

  3. Ahhhhhh seruuuu thorrr pokoknya wajib lanjut ne? 😉
    Aku gak tau ad typo ad G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡  soalnya aku terlalu focus mikirin alur,,dannnnn smoga lanjutannya cepet!! Jangan lama2!!!
    Mianhae klo jadi reader yang G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡  baik 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s