Lost | Oneshoot |

Lost-Hansica_lusica

Title : Lost

Author : Жin Genie

Cast : Xi Luhan

Jessica Jung

Suport Cast : SNSD and EXO

Genre : Romance

Rating : PG – 15

Lenght : Oneshoot

Backsound : KARA Nicole feat 2AM Jinwoon – Lost

Summary : Luhan dan Jessica memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka yang terasa sudah tidak cocok lagi. Akankah Jessica menyesali keputusannya dan bersatu kembali bersama Luhan?

A / N : FF ini terispirasi ketika mendengar lagu KARA Nicole feat 2AM Jinwoon – Lost. FF ini bisa di katakan sequel dari Jealous. Aku saranin sebelum baca ff ini liat MVnya Nicole dulu supaya feel pas baca ff ini lebih dapet. Sebelum baca ff ini di sarankan untuk membaca ff Oneshoot Hansica yang sebelumnya karena berhubungan jalan ceritanya.

***Lost by Жin Genie***

 

“Lebih baik kita putus saja, diantara kita sudah tidak ada kecocokan lagi, jika kita teruskan hubungan ini maka hanya akan menyakiti satu sama lain saja”ucap Jessica ketika ia dan Luhan bertemu di taman. Jessica memang sudah merencanakan untuk mengakhiri hubungannya dengan Luhan karena ia sadar ternyata banyak sekali perbedaan antara ia dan Luhan dan jalan terbaik dari hubungan mereka yang sudah tidak baik adalah untuk mengakhirinya—putus.

Luhan menatap Jessica nanar. Ia tidak menyangka Jessica mengajaknya bertemu karena ingin putus dengannya. Ia akui memang mereka sering bertengkar bahkan hal sepele pun mereka ributkan, tapi sungguh bukan perpisahan yang Luhan inginkan. Ia ingin mereka memperbaikinya bersama bukan seperti ini—putus.

“Kenapa harus putus? Kita kan bisa memperbaikinya bersama?”tanya Luhan lirih seraya menatap ke dalam manic mata Jessica penuh harap.

Diam. Tidak satu pun kata yang keluar dari mulut Jessica.

“Sungguh, aku tidak ingin putus denganmu Jessie. Aku mencintaimu, mungkin kau ragu dengan perasaanku karena aku lebih muda darimu dan aku sering bertingkah kekanakan. Tapi kumohon percayalah aku serius menjalani hubungan ini, aku benar-benar mencintaimu setulus hatiku”Luhan terus berusaha merubah keputusan Jessica yang menurutnya terlalu tergesa itu. Yah walaupun Luhan tahu merubah keputusan seorang JESSICA JUNG itu tidak lah mudah bahkan bisa di katakana sangat sulit.

Luhan menggenggam tangan Jessica erat”Kumohon, pertimbangkan lagi keputusanmu Jess demi hubungan kita”bujuk Luhan.

Jessica memejamkan matanya lalu menggeleng lemah”Ini sudah menjadi keputusanku Lu, kumohon terima lah. Selama kita putus kita bisa introspeksi diri sendiri dan memperbaikinya. Dan jika memungkinkan kita untuk kembali kita pasti kembali”ucap Jessica tetap teguh dengan pendiriannya. Jessica memutuskan Luhan bukan karena ia sudah tidak mencintai Luhan lagi atau karena ada namja lain. Sungguh, BUKAN itu alasannya. Jessica hanya ingin ia dan Luhan saling introspeksi diri saja.

“Introspeksi tidak harus putus Jessie”balas Luhan tetap berusaha mempertahankan hubungannya.

“Lu~”

“Aku takut Jess, aku terlalu takut kalau kau tidak kembali padaku. Aku belum siap, aku terlalu mencintaimu”ucap Luhan lirih.

“Chu”

Jessica mencium Luhan kilat”Aku yakin kau adalah namja yang kuat dan masalah kembali kita bisa bahas itu nanti setelah kita introspeksi diri”ucap Jessica mencoba menguatkan Luhan dan juga—dirinya sendiri.

“Tapi sampai kapan Jessie?”tuntut Luhan.

Jessica menggelengkan kepalanya”Aku juga tidak tahu Lu”sahutnya pelan.

Lemas! Tubuh Luhan tiba-tiba saja lemas mendengar jawaban Jessica yang tidak pasti itu.

“Jessie—“

“Lu~”potong Jessica seraya menatap ke dalam mata Luhan. Luhan menggeleng lemah.

“Aku harus pergi”ucap Jessica seraya melepaskan genggaman tangan Luhan.

“Tidak Jessie”cegah Luhan, tapi Jessica tetap bersikeras dengan keputusannya. Dengan sangat berat akhirnya Luhan membiarkan Jessica pergi. Luhan ingin memberi Jessica ruang untuk memikirkan kembali keputusannya.

Perlahan sosok Jessica semakin menjauh dari pandangan Luhan dan menghilang di gelapnya malam. Luhan jatuh terduduk setelah kepergian Jessica. Hatinya sakit! Sakit karena tidak bisa menahan Jessica pergi. Ia merasa dirinya adalah namja yang paling lemah saat ini, ia merasa seperti pecundang dan ia benci dirinya yang sekarang—sangat!

***

“Loh? Kenapa cepat sekali kencannya hyung? Apa kalian tidak jadi berkencan?”tanya Sehun begitu ia melihat Luhan pulang cepat setelah berpamitan ingin menemui Jessica. Biasanya jika sudah bertemu dengan Jessica, Luhan akan lupa waktu bahkan harus di ingatkan untuk pulang.

Luhan menatap dongsaeng kesayangannya itu yang juga tengah menatapnya penuh tanya”Ada apa hyung? Apa ada masalah? Apa kalian ketahuan fans, jadi tidak jadi berkencan?”tanya Sehun lagi dengan berbagai macam pertanyaan. Ia benar-benar penasaran dengan apa yang hyung kesayangannya itu rasakan.

Luhan menggeleng pelan lalu masuk ke dalam kamarnya. Sehun menatap pintu kamar Luhan dengan dahi berkerut”Aneh sekali! Pasti ada masalah dengan Jessica noona”gumam Sehun lalu masuk begitu saja ke dalam kamar Luhan yang memang tidak di kunci itu.

Sehun mendapati Luhan yang tengah berbaring di ranjangnya dengan mata yang terpejam, tapi Sehun yakin hyungnya itu belum tidur.

Sehun menghampiri Luhan dan duduk di samping Luhan“Katakan lah, hyung bisa cerita masalah hyung padaku”ujar Sehun langsung. Ia tahu betul seperti apa hyung kesayangannya itu dan ia sangat yakin sekarang hyungnya itu sedang ada masalah yang cukup besar hingga membuatnya seperti sekarang ini.

“Jessica memutuskanku”ucap Luhan lirih tanpa membuka kedua matanya.

Mwo? Bagaimana bisa? Bukankah hubungan hyung dan Jessica noona baik-baik saja selama ini, yah walaupun sering bertengkar”tanya Sehun tidak percaya dengan apa yang hyungnya itu katakan.

“Jessica merasa hubunganku dengannya sudah tidak cocok lagi dan memutuskan untuk berpisah agar bisa saling introspeksi diri dan jika memang setelah masa introspeksi kita masih saling mencitai kita bisa—kembali”jelas Luhan lirih dan di akhir kalimat ia terdengar ragu mengatkannya.

Sehun meringis mendengar cerita hyungnya itu, walaupun ia tidak terlalu dekat dengan Jessica, tapi ia cukup tahu tentang sifat Jessica dari Krystal—yeoja yang saat ini ia sukai. Krystal sering membicarakan Jessica ketika mereka sedang bertemu dan Krystal sangat menyayangi kakak perempuannya itu. Jadi jika Jessica sudah memutuskan sesuatu susah untuk membujuknya merubah keputusannya itu walaupun yang memintannya keluarganya sendiri. Sehun takut putusnya hubungan Luhan dan Jessica mempengaruhi hubungannya dengan Krystal yang masih dalam tahap pendekatan karena Krystal tahu ia dan Luhan sangat dekat. Tapi untuk saat ini ia tidak ingin memikirkan itu terlebih dulu, yang lebih penting sekarang adalah menghibur hyung kesayangannya itu.

“Tenang hyung, aku yakin pasti hyung dan Jessica noona akan bersama lagi”ucap Sehun menyemangati.

Luhan tersenyum kecil dalam keadaan matanya yang masih terpejam”Gomawo sudah menghiburku Sehun-ah”ucap Luhan tulus.

Ne

***

Jessica masuk ke dalam kamarnya begitu saja tanpa menyapa ataupun menoleh kepada member groupnya itu membuat semua member SNSD menatap pintu kamar Jessica dengan penuh tanda tanya besar.

“Jessica kenapa lagi?”tanya Sooyoung bingung. Dengan kompak semua member SNSD—kecuali Jessica dan Sooyoung menggelengkan kepalanya.

“Apa karena bocah itu lagi?”gumam Yuri pelan. Yuri memutuskan untuk menyusul Jessica ke dalam kamarnya dan mencoba menannyakan masalah apa yang sedang di hadapi sahabatnya itu.

“Jess”panggil Yuri sebelum masuk ke dalam kamar Jessica.

Tidak ada jawaban. Yuri putuskan untuk langsung masuk. Ia mendapati Jessica yang sedang membaringkan tubuhnya di kasurnya dengan posisi memunggunginya. Yuri melihat punggung Jessica yang berguncang, ia yakin kalau sekarang Jessica sedang menangis. Yuri menghampiri Jessica dan duduk di samping Jessica.

“Kau kenapa Jess?”tanya Yuri khawatir seraya mengelus punggung Jessica pelan.

Diam. Jessica masih sibuk dengan isak tangisnya.

“Katakanlah”ujar Yuri lembut.

“Aku…aku putus dengan Luhan Yul”ucap Jessica lirih. Yuri mendesah pelan, benar dugaannya semua ini ada hubungannya dengan bocah itu.

“Kenapa putus? Apa dia memutuskanmu?”selidik Yuri.

Jessica membalikkan badannya lalu langsung memeluk Yuri erat. Yuri membelas pelukkan Jessica”Bukan, aku yang memutuskannya”ucap Jessica seraya menggelengkan kepalanya lemah.

“Kenapa?”tanya Yuri bingung.

“Aku ingin kami saling introspeksi diri dan juga aku merasa kami tidak ada kecocokkan lagi”jelas Jessica masih dengan terisak.

“Lalu kenapa kau menangis?”tanya Yuri lagi.

“Karena aku masih sangat mencintainya Yul. Hiks hiks. Sejujurnya aku juga tidak ingin kalau kita harus berpisah, tapi aku merasa ini jalan yang terbaik untuk aku dan dirinya”jawab Jessica dengan suara yang pilu. Yuri terus mengelus punggung Jessica mencoba memberi kekuataan untuk Jessica.

Uljima, aku yakin kalian pasti akan kembali lagi”hibur Yuri.

Hening. Tidak ada respon dari Jessica bahkan isak tangisnya pun sudah tidak terdengar lagi.

“Jess”’panggil Yuri.

Tidak ada jawab.

“Jessica Jung”panggil Yuri sekali lagi.

Masih tidak ada jawaban. Yuri segera melepaskan pelukkan Jessica dan mendapati Jessica sedang tertidur”Huft sudah ku duga”gumam Yuri pelan.

***

Sudah sekitar seminggu sejak putusnya Jessica dan Luhan, sekarang Jessica seperti orang yang kehilangan semangat hidupnya. Tidak ada lagi suara lengkingan Jessica ketika ia memarahi Sooyoung yang mengambil makanannya. Kini Jessica lebih banyak diam dan melamun. Ia hanya bicara jika di tanya saja. Selebihnya? ia akan diam dan melamun! Jessica yang biasanya paling susah bangun pagi kini selalu bangun pagi atau memang ia yang tidak bisa tidur dengan nyenyak seminggu ini. Yuri melihat keadaan Jessica sekarang sangat sedih, ia tidak tega jika melihat sahabatnya seperti itu.

“Yul”panggil Tiffany saat mereka tengah bertugas menyiapkan sarapan untuk para member SNSD.

“Eum”sahut Yuri singkat karena sekarang ia sedang mencicipi makanan yang ia buat.

“Aku tidak tega melihat Jessie seperti sekarang”ucap Tiffany.

Yuri menghela napasnya pelan”Aku juga, tapi mau bagaimana lagi Fany-ah”desahnya pelan.

“Menurut kabar yang aku dengar dari member EXO keadaan Luhan juga tidak jauh berbeda dari Jessie bahkan lebih parah”cerita Tiffany.

Yuri diam sejenak”Sebenarnya apa yang di pikirkan gadis bodoh itu”gumam Yuri lemah.

“Fany-ah tolong kau panggil kan yang lain untuk sarapan sisanya biar aku yang mengurusnya”ucap Yuri.

Tiffanya mengangguk patuh dan segara berjalan ke kamar para member SNSD untuk menyuruhnya makan. Sementara Yuri dengan cekatan menata semua makanan yang sudah ia masak di meja makan dengan rapi. Sekitar lima menit semuanya sudah beres hanya tinggal menunggu member SNSD menuju meja makan saja.

“Yul”seru Tiffany panik.

“Apa?”sahut Yuri.

“Jessica tidak ada di kamarnya”jelas Tiffany.

“Ah coba kau cari di balkon dia sering disana sekarang”usul Yuri santai. Ia tahu betul di mana Jessica sekarang karena semenjak putus dengan Luhan Jessica menjadi sering berada di balkon.

Tiffany menurut dan berjalan terburu ke arah balkon dan benar apa yang Yuri katakan, Jessica ada di sana sedang melamun seraya menatap layar ponselnya yang terdapat foto Jessica dan Luhan yang tengah tersenyum bahagia. Setelah seminggu berpisah dengan Luhan, Jessica semakin merasa kehilangan sosok Luhan yang biasanya selalu ada untuknya itu. Ia mulai menyesali keputusannya mengakhiri hubungannya dengan Luhan. Sudah berkali-kali Jessica mencoba memberanikan diri untuk menghubungi Luhan untuk memintanya kembali tepapi niatnya itu ia urungkan karena ia takut Luhan sudah tidak lagi mencintainya karena ia memutuskan Luhan sepihak. Dan jadilah Jessica seperti yang sekarang ini yang suka melamun. Melihat keadaan Jessica yang sekarang ini membuat Tiffany sedih. Perlahan Tiffany mendekat ke arah Jessica lalu menyentuh bahu Jessica pelan.

“Jessie”panggilnya.

Jessica menoleh dan menatap Tiffany dengan tatapan kosong. Ah Tiffany semakin tidak tahan melihat keadaan Jessica. Secara tiba-tiba Tiffany langsung memeluk Jessica”Jessie kumohon jangan begini”pinta Tiffany seraya menangis.

Tidak ada respon dari Jessica membuat Tiffany semakin erat memeluk tubuh Jessica”kembali lah dengan Luhan, jangan siksa dirimu seperti ini. Aku tahu kau dan Luhan masih saling mencintai, jadi kembali lah dengannya dan buat dirimu seperti dulu lagi. Aku merindukanmu yang seperti dulu lagi Jessie, aku tidak suka kau yang sekarang!”ucap Tiffany lirih.

Diam. Jessica hanya diam di dalam pelukkan Tiffany.

***

Hyung tadi aku habis beli kaset PS baru, mau mencobanya?”tawar Sehun kepada Luhan yang saat ini sedang duduk di ruang santai dorm EXO menyaksikan acara televisi.

Diam. Luhan tidak menjawab ucapan Sehun. Sehun menghela napas berat. Ia yakin Luhan tidak menjawab perkataannya bukan karena ia sedang focus menyaksikan acara di layar televisi, tapi karena sedang melamunkan Jessica noona.

“Hyung ada Jessica noona”ucap Sehun bohong.

“Mana? Mana? Mana?”respon Luhan penuh semangat saat nama Jessica di sebutkan. Ia langsung mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya—mencari keberadaan Jessica.

Luhan mendesah pelan lalu bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya, tapi dengan cepat member Kris menutup pintu kamar Luhan. Dari tadi ia dan member EXO yang lain terus memperhatikan Luhan yang asik dengan dunianya sendiri—melamun dan objek lamunannya adalah Jessica.

“Kau tidak bisa terus seperti ini terus Lu”ucap Kris yang mendapatkan anggukkan dari member EXO yang lain.

Luhan menatap Kris tanpa minat sama sekali”Minggir Kris, aku ingin masuk”ucap Luhan datar.

Kris menggeleng, Luhan memaksa masuk akhirnya Kris mendorong Luhan hingga jatuh ke sofa”Sadarlah Xi Luhan, kau tidak bisa seperti ini hanya karena seorang yeoja!”nasihat Kris.

Luhan menyeringai ke arah Kris”Apa pedulimu? Bahkan dulu kau juga mengincar Jessica kan?”ujar Luhan ketus.

Diam. Harus Kris akui kalau ia sempat menyukai Jessica mungkin sampai sekarang pun ia masih menyukai Jessica, hanya saja ia mengalah demi kebahagiaan Jessica dan tentu saja juga Luhan.

“Kenapa diam? Benar kan apa yang aku katakan!”tambah Luhan semakin emosi. Luhan menarik kerah kemeja Kris”Jawab Yifan!”tekan Luhan.

“Benar, kau benar! Aku memang menyukai Jessica, tapi aku sudah merelakannya denganmu Luhan”ucap Kris akhirnya seraya menepis tangan Luhan dari kerah kemejanya.

“Merelakannya? Tsk, apa yang kau maksud merelakannya itu seperti sering menelponnya malam-malam dengan sembunyi agar aku tidak tahu. Apa itu yang kau maksud dengan MERELAKANNYA eoh!”balas Luhan cepat.

“Kau pikir aku tidak tahu kalau selama ini kau masih mengharapkan Jessica!”

“Sudahlah hyung jangan bertengkar, hari ini kita ada rapat besar di kantor SM”ucap Sehun menengahi seraya menarik Luhan keluar dorm.

“Argghh!”teriak Kris kesal setelah Luhan keluar dengan Sehun. semua member EXO—kecuali Sehun dan Luhan menatap Kris dengan tatapan sulit di artikan perlahan satu persatu dari mereka keluar meninggalkan dorm menuju kantor SM.

Kris jatuh terduduk”Kau tidak tahu kan Luhan apa yang Jessica bicarakan saat di telpon bersamaku?”gumam Kris pelan seraya menarik rambutnya—frustasi.

“Dia selalu membicarakanmu Luhan! Menanyakan apa yang kau suka dan apa yang tidak kau sukai. Tidak tahu kah kau perasaan ku sangat sakit saat itu, aku ingin sekali menghancurkan hubungan kalian, tapi aku tidak melakukannya karena aku sudah merelakan kalian bersama”tambah Kris semakin frustasi. Ia tidak akan menyangka Luhan mengetahui kalau ia dan Jessica sering telponan di malam hari dan yang parahnya Luhan salah sangka dengannya.

Ge”ucap sebuah suara. Kris menoleh dan mendapati Tao tengah berdiri di belakangnya seraya menatapnya dengan tatapan sedih.

“Kau belum pergi?”tanya Kris basa-basi.

Tao menggelengkan kepalanya lemah”Mana mungkin aku pergi tanpa mu ge”jawab Tao seraya mendekat ke arah Kris lalu menyentuh pundak Kris”Aku percaya kau tidak akan menusuk Luhan ge dari belakang”ucap Tao lalu tersenyum simpul.

Kris membalas senyum Tao”Xie xie”ucap Kris tulus.

Tao menganggukkan kepalanya”Ayo ge kita sudah terlambat”ajak Tao seraya membangunkan Kris.

***

Saat di lobby kantor SM Entertaiment member SNSD bertemu dengan member EXO yang juga akan menuju ruang rapat. Akhirnya kedua mata itu saling bertemu pandang setelah selama seminggu mereka tidak bertemu bahkan saling memberi kabar pun tidak—mereka adalah Luhan dan Jessica. Kesempatan ini mereka gunakan untuk mengobati rasa rindu satu sama lain.

Luhan tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Jessica, ia terus menatap Jessica tanpa berkedip. Tidak jauh berbeda dengan Luhan, Jessica pun tidak melepaskan pandangannya dari Luhan sedikitpun.

Luhan ingin sekali memeluk Jessica seperti yang sering ia lakukan saat bertemu dengan Jessica, tapi keadaannya sekarang tidak memungkinkan untuk ia memeluk Jessica. Yang ia bisa lakukan sekarang hanya menatap Jessica dari kejauhan saja.

Hi pretty Sica”sapa seorang namja kepada Jessica—namja itu adalah Lee Donghae member Super Junior.

Jessica tahu betul siapa yang memanggilnya karena hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu dia adalah Lee Donghae. Jessica sedikit enggan untuk melepaskan pandangannya dari Luhan dan beralih pada Donghae.

Hi oppa”balas Jessica seraya tersenyum palsu. Ia tidak ingin ada yang tahu kondisinya yang sedang terpuruk kecuali member SNSD. Bahkan hubungannya dengan Luhan pun yang tahu hanya member SNSD, EXO dan  Krystal—adiknya yang lainnya tidak ada yang tahu hubungannya dengan Luhan sama sekali. Ia memang sengaja merahasiakannya agar tidak tericum oleh netizen Korea yang terkenal sangat jeli itu.

“Kau semakin cantik saja”gombal Donghae.

Jessica terkekeh pelan mendengar gombalan Donghae yang ia anggap hanya candaan Donghae saja, lalu menggeleng pelan seperti mereka sudah sangat lama tidak bertemu saja padahal beberapa hari yang lalu mereka bertemu di kafetaria.

Sekilas Jessica mencuri pandang agar bisa melihat Luhan walau hanya menggunakan ekor matanya. Ia mendapati Luhan tengah menatapnya dengan tatapan sedih. Sekilas Jessica tersenyum karenannya itu tandanya Luhan masih memiliki perasaan padanya.

“Kau kenapa tersenyum seperti itu Sica?”tanya Donghae bingung.

“Eh? Eoh aniyo oppa”jawab Jessica seraya tersenyum kikuk kepada Donghae.

“Baguslah, aku kira kau membutuhkan Rumah Sakit Jiwa”canda Donghae.

YA! Oppa!”kesal Jessica seraya memukul Donghae cukup kencang.

“Aww! Appoyo, haistt kau tidak berubah!”seru Donghae seraya mengacak rambut Jessica.

“Deg!”

Jantung Jessica berdebar tidak karuan saat Donghae mengacak rambutnya. Jessica berdebar BUKAN karena ia masih memiliki perasaan kepada Donghae, tapi ia takut Luhan salah sangka padanya dan Donghae. Jessica menggigit bibirnya lalu memberanikan menoleh ke arah member EXO dan mendapati Luhan tengah menatapnya dengan tatapan terluka. Cukup lama Jessica dan Luhan saling betatapan lalu Luhan mengalihkan pandangan dari Jessica dan Donghae karena hanya akan membuatnya sakit.

Sementara member SNSD melihat Donghae dan Jessica dengan tatapan miris. Mereka tahu bagaimana kondisi Jessica saat ini, kedekatan Jessica dan Donghae hanya akan membuat Luhan semakin tersakiti.

“Kau kenapa Sica?”tanya Donghae.

“Ah aniyo oppa”jawab Jessica bohong.

“Ayo kita ke ruang rapat”ajak Donghae seraya menarik tangan Jessica. Jessica menatap tangannya yang di genggam oleh Donghae lalu melepaskannya.

Donghae membalikkan tubuhnya dan menatap Jessica dengan penuh tanya”Tidak enak jika dilihat yang lain”jelas Jessica. Donghae menganggukkan kepalanya sekilas lalu tersenyum manis ke arah Jessica.

“Aku mengerti”

Sementara di lain tempat Luhan tengah menatap Jessica dan Donghae dari kejauhan dengan hati yang hancur berkeping-keping. Ia memegngi dadanya yang berdenyut sakit lalu meremasnya berharap rasa sakitnya akan berkurang. Tapi yang Luhan lalukan tidak berdampak apapun terhadap dadanya yang semakin sakit itu. Sehun yang sedari tadi berada di samping Luhan menatap hyung kesayangannya itu iba, ia benar-benar tidak tega melihat keadaan Luhan saat ini yang bisa di katakan jauh dari kata baik itu. Member EXO yang lain pun menatap Luhan iba setelah melihat moment Donghae dan Jessica yang tengah bersenda gurau.

“Ah kita sudah terlambat ayo cepat sedikit”seru Suho agar Luhan dan yang lainnya tidak memikirkan Jessica dan Donghae.

“Iya kita sudah terlambat”timpal Chanyeol.

Luhan masih diam di tempatnya dan terus memegangi dadanya seraya menata Donghae dan Jessica.

“Ayo hyung”seru Sehun seraya menarik Luhan tanpa ada protes dari Luhan.

Setelah member EXO datang, selang beberapa menit Donghae dan Jessica pun datang bersamaan dan rapat pun langsung di mulai karena rapat sempat tertunda karen menunggu Donghae dan Jessica yang belum datang.

Luhan terus memperhatikan Donghae dan Jessica dengan tatapan terluka mulai dari saat mereka datang sampai duduk di depannya walaupun tidak tepat di hadapannya langsung. Donghae dan Jessica duduk bersebelahan seraya sesekali Donghae yang terlihat menggoda Jessica. Semenatara Jessica sendiri beberapa kali menoleh ke arah Luhan berada. Luhan sama sekali tidak focus dengan jalannya rapat karena ia terus saja memperhatikan Donghae dan Jessica tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari Donghae dan Jessica.

Ketakutan Luhan selama ini akhirnya terjadi sudah. Ia sangat takut kehilangan Jessica dan sekarang ia benar-benar kehilangan Jessica karena sepertinya Jessica sangat bahagia bersama Donghae.

Beberapa lembar kenangan saat ia dan Jessica kembali terbuka, diama saat ia menyatakan cintanya kepada Jessica yang saat itu sebenarnya kondisinya tidak memungkin kan untuk menyatakan perasaannnya kepada Jessica, tapi karena ia takut Jessica jatuh ke namja lain akhirnya Luhan menyatakan cintanya kepada Jessica di tengah guyuran hujan di parkiran kantor SM Entertaiment. Luhan terkekeh mengingat kejadian itu karenan ulahnya setelah kejadian itu ia dan Jessica terkena demam.

Luhan kembali mengingat saat ia cemburu dengan Jessica karena Jessica terlalu dekat dengan Kris yang ia tahu kalau Kris juga menyukai Jessica. Dan Jessica memberinya sebuah ciuman agar ia tidak lagi mendiaminya dan ciuman Jessica selalu ampuh untuk meluluhkan hatinya dalam kondisi apapun. Luhan jadi ingat kejadin di dorm tadi, ia jadi merasa bersalah denngan Kris dan ia akan meminta maaf saat di dorm.

Lalu saat Jessica cemburu padanya karena memberikan fanservice bersama Tiffany saat di SM Town. Jessica juga cemburu saat melihat ia tengah tertawa bersama dengan Yoona dan itu membuat Jessica mendiaminya berhari-hari. Tapi akhirnya ia dan Jessica kembali bersama. Dan kali ini pun Luhan yakin ia pasti bisa kembali bersama dengan Jessica lagi.

Ah Luhan juga ingat saat ia dan Jessica piknik di taman agar tidak ketahuan kalau mereka adalah artis Idola ia dan Jessica menyamar. Dan parahnya Jessica mendandani dirinya seperti yeoja dengan alasan wajahnya itu manis seperti yeoja. Untungnya ide Jessica berhasil dan mereka kencan tanpa di ketahui oleh fans, tapi mereka dirikira pasangan Yuri oleh beberapa orang yang melihat mereka saling menyuapi makanan. Lalu kejadian pudding asin yang Jessica buat. Luhan tidak akan melupakan kencan konyolnya bersama Jessica. Kencan yang paling berarti yang pernah ia lakukan dan itu hanya dengan Jessica.

Setelah mengulang kembali kenangannya dengan Jessica, Luhan kembali melirik ke arah meja Jessica dan mendapati Donghae yang terus saja menggoda Jessica. Luhan menarik napasnya dalam dan mengeluarkannya perlahan, ia harus menahan emosinya.

Tak terasa sekitar empat jam penuh rapat berlangsung akhirnya selesai juga. Lee Sooman sang pemimpin rapat pun meninggalkan ruang rapat. Terdengar suara riuh peserta rapat yang mengeluh karena rapat kali ini dua kali lebih lama dari rapat yang bisanya mereka lakukan. Sementara ada seorang namja yang langsung meninggalkan ruang rapat begitu rapat telah selesai. Orang itu adalah Xi Luhan. Jessica menatap kepergian Luhan lalu bangun dari kurisnya.

Donghae menahan lengan Jessica“Kau mau kemana Sica?”tanyanya.

“Ah? Toilet”jawab Jessica singkat.

“Tidak ingin aku antar?”tanya Donghae lagi.

Jessica menggeleng pasti”Tidak”jawabnya singkat. Jessica ingin sekali segera menyusul Luhan dan menjelaskan tentang ke dekatannya dengan Donghae.

“Tumben”komentar Donghae.

“Aku bukan Jessica yang dulu lagi oppa”ucap Jessica lalu segera pergi sebelum Donghae kembali menghambatnya.

Donghae menatap punggung Jessica nanar. Ada dua yang ia tangkap dari kalimat yang baru saja Jessica katakan. Pertama ia sudah tidak lagi penakut dan kedua ia sudah tidak lagi memiliki perasaan  kepada dirinya walaupun hanya sedikit.

Donghae tersenyum miris”Aku sudah sangat terlambat rupanya”gumam Donghae lemah.

Sementara Jessica terus berlari agar bisa menyusul Luhan. Ia ingin sekali menjelaskan kepada Luhan tentang ia dan Donghae karena ia yakin Luhan pasti salah paham. Terhadap Kris saja ia bisa salah paham yang notabennya adalah teman segrupnya apalagi jika ia dengan Donghae yang memang dulu pernah ada hubungan.

“Ah itu Luhan”seru Jessica senang saat melihat Luhan berjalan menuju lift.

“Lu—“ucapan Jessica terhenti saat ia melihat Luhan berpelukkan dengan seorang yeoja yang Jessica yakini adalah training di SM dan kalau ia tidak salah informasi yeoja itu pernah dekat dengan Luhan saat Luhan masih training.

Jessica menghela napas pelan. Sakit dan sesak itu yang sekarang ia rasakan saat melihat Luhan dan seorang yeoja berpelukkan. Jessica melihat Luhan dan yeoja itu berjalan menuju lift. Dengan cepat Jessica berjalan menuju lift dan saat pintu lift akan tertutup sepenuhnya ia segara memasukkan tangannya untuk mencegah lift tertutup rapat tanpa dirinya.

Saat pintu lift terbuka dan mendapati orang yang menahan lift itu adalah Jessica, Luhan sangat terkejut, tapi sebisa mungkin ia merubah raut wajahnya menjadi biasa kembali.

Annyeong haseyo sunbae”sapa yeoja tadi kepada Jessica dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

Annyeong”sahut Jessica seraya tersenyum manis walaupun senyum itu adalah senyum palsu. Jessica tidak mungkin bisa ramah kepada orang yang ia anggap sudah berani dekat-dekat dengan Luhannya. Ah Luhannya ya? Sekarang Luhan bukan lagi miliknya dan ia harus terbiasa akan hal itu. Jessica melirik Luhan yang tengah menatap lurus kedepan.

Jessica menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya secara kasar, ia melakukan itu agar amarahnya tidak memuncak karena sekarang Luhan dan yeoja itu dengan asik bersenda gurau.

“Test”

Tak terasa air mata Jessica jatuh begitu saja karena terlalu sakit melihat namja yang ia cintai tengah asik dengan yeoja lain terlebih kejadiannya itu terjadi di depannya matanya langsung.

“Loh? Sunbae kenapa menangis?”tanya yeoja itu yang ternayata mendapati Jessica tengah menangis.

Dengan cepat Jessica menghapus air matanya”Ah hehe aniyo, aku baik-baik saja”ucap Jessica lagi-lagi dengan senyum palsunya seraya terus menghapus air matanya yang terus saja mengalir walaupun Jessica sudah berkali-kali menghapusnya. Rasa sakitnya melihat Luhan sudah bersama yeoja lain benar-benar membuat Jessica kehilangan kendali atas dirinya.

“Hannie kau bawa tisu tidak? kasihan Jessica sunbae”ucap yeoja itu kepada Luhan yang berada di samping kanannya.

“Ah iya”sahut Luhan cepat lalu mengambil tisu di dalam tasnya yang selalu ia bawa kemana-mana.

Honey?”gumam Jessica pelan seraya menatap Luhan nanar. Secepat itukah Luhan berpaling darinya dan mencari yeoja lain.

“Ini sunbae”ucap yeoja itu seraya menyodorkan sebuah tisu.

Jessica mengambil tisu itu, tapi tatapannya tertuju pada Luhan”Kamsahamnida”ucap Jessica dengan masih menatap Luhan terluka.

Cheonmaneyo sunbae”balas yeoja itu.

Drttt drtt

Tiba-tiba saja ponsel Jessica bergetar dilihatnya ‘My lovely Twins calling’ segera saja Jessica mengangkat panggilan dari kembarannya itu—Kim Heechul.

Jangan menangis bodoh, kau sangat jelek saat menangis!”omel Heechul dari sebrang telpon begitu Jessica mengangkatnya.

Jessica tersenyum tipis, mungkin memang benar ia dan Heechul adalah saudara kembar.

Ingat aku ini kembaranmu!

“Iya iya aku tahu”sahut Jessica akhirnya dengan suara yang terdengar jelas sedang menangis.

Pasti yang kau tangisi itu adalah bocah itu kan? Aduh aku lupa siapa namanya member EXO-M itu”serocos Heechul dari sebrang sana.

“Aku tidak akan memberitahumu oppa, aku tidak ingin dia tahu kalau kita sedang membahasnya”ucap Jessica.

Apa sekarang ia sedang di dekatmu?”tanya Heechul.

“Iya, walaupun aku dan dia jauh dia akan selalu di dekatku karena dia selalu ada di dalam hatiku”jawab Jessica.

Ya! Belajar dari mana kau kata-kata seperti itu eoh? Ah pasti dari si ikan itu”cibir Heechul.

Jessica terkekeh pelan”Sepertinya aku memang tertular menjadi penggombal seperti Donghae oppa”sahut Jessica masih terkekeh.

Mendengar nama Donghae di sebutkan Luhan langsung mengepalkan tangannya kencang dan semakin menajamkan telinganya agar mendengar percakapan Jessica yang selanjutnya.

Ah sekarang aku ingat namanya Luhan, ah seperti nama yeoja”cibir Heechul setelah mengingat nama Luhan.

Jessica kembali terkekeh”Sepertinya aku berhasil menghiburmu, yasudah aku harus kembali berjaga di pos ku. Saranghae my twins”ucap Heechul.

Na ddo saranghae oppa”balas Jessica lalu sambungan pun terputus.

Luhan semakin mengepalkan tangannya mendengar ucapan Jessica. Ia mendesah kecewa, ternyata Jessica memang sudah mencintai namja lain dan namja itu adalah Donghae!

“Wah sunbae sudah tidak menangis lagi setelah kekasih sunbae menelpon”komentar yeoja itu sok akrab.

“Sayangnya yang tadi menelpon ku bukan kekasihku tetapi kembaranku”ucap Jessica seraya tersenyum manis yang kali ini tulus.

“Ting”

Berakhirnya perkataan Jessica pintu lift terbuka”Aku duluan”pamit Jessica.

I’m lost without you’ucap Jessica lalu keluar dari lift.

“Eh memangnya Jessica sunbae punya kembaran? Setahuku dia hanya mempunyai adik dan adiknya itu Krystal member F(x)”gumam yeoja itu bingung.

Sementara Luhan sedikit menyunggingkan senyumnya mendengar bahwa namja yang tadi menelpon Jessica adalah Kim Heechul bukan Donghae yang seperti ia kira. Jessica pernah berkata padanya setelah ia dan Jessica menemui Heechul kalau Jessica tidak akan menyukai Heechul karena ia menganggap Heechul sebagai oppanya sendiri dan perasaan itu akan tetap sama sampai kapanpun! Tapi tetap saja tadi Jessica menyebutkan nama Donghae dan ia tidak suka itu!

“Apa kau tahu Hannie?”tanya yeoja itu kepada Luhan.

“Jangan memanggilku Hannie lagi! Bagaimana jika orang lain mengira kita pacaran eoh! Dan yang Jessica sunbae maksud dengan kembarannya itu adalah Kim Heechul member Super Junior yang saat ini tengah wajib militer”jelas Luhan panjang lebar.

“Ah baiklah, eh tapi sepertinya kau tahu banyak ya tentang Jessica sunbae ya?”goda yeoja itu.

tentu saja aku tahu Jessica adalah yeojaku yah walaupun itu seminggu yang lalu, tapi aku yakin kalau ia akan menjadi yeojaku lagi’ucap Luhan dalam hati.

“Kan ada di google”ucap Luhan lalu keluar dari lift terlebih dahulu dan mereka berpisah begitu saja karena tidak ingin ada scandal jika melihat mereka bersama.

Jessica Jung I miss you and I need you’ucap Luhan dalam hati.

Walaupun sekarang Jessica dan Luhan tidak lagi bersama, tapi dalam hati kecil mereka yakin suatu saat nanti jika mereka berjodoh mereka akan kembali. Entah itu dalam waktu dekat ini atau tidak tergantu bagaimana nantinya perkembangan hubungan mereka kedepannya.

The End

04.05 WIB

Kamis 20 Desember 2012

A/N : Maaf kalau ceritanya garing or gaje dan endingnya gantung 😀 namanya juga Cuma OneShoot

Iklan

15 pemikiran pada “Lost | Oneshoot |

  1. Sad endig T.T kirain bakal balikan thor… huaaa~
    sica ama dongek gapapa juga seh ._.v wahahahaha~
    semangat thor !! LuSica jjang !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s