Beautiful Memory | Part 2 (END) | TwoShoot |

Beatiful-memory-Hansica-lusica

Title : Beautiful Memory

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Other  Cast : Victoria Song

Cho Kyuhyun

Genre : Romance / Angst

Type : Twoshoot

Backsound : SNSD Jessica – Unstopabble Tears

*** Beautiful Memory by Жin Genie ***

“Jessica kau mau kemana?”tanya sang eomma yang sedang menyiapkan sarapan.
“Tentu saja ke sekolah eomma”jawab Jessica lalu mengambil roti dan memasukannya ke kotak bekalnya yang selalu ia bawa jika ia malas sarapan atau bangun kesiangan.

“Tapi kau masih sakit sayang, sebaiknya hari ini kau jangan sekolah dulu”nasihat sang eomma.

“Aniyo eomma, aku harus sekolah, sebentar lagi aku akan ujian akhir jadi harus rajin sekolah”balas Jessica.

“Tapi Sica—“

Bye eomma”ucap Jessica sambil berlari keluar dan tidak menghiraukan ucapan sang eomma.

YA! Jessica Jung”teriak sang eomma.

Hari ini Jessica sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya, bahkan ia sengaja tidak sarapan agar bisa datang lebih awal dan Jessica berniat mengajak Luhan sarapan bersamanya—lagi.

***

Di Dongguk Senior High School pagi-pagi sudah heboh dengan kedatang murid baru, dia seorang yeoja yang sangat cantik dan manis.

Tapi yang anehnya yeoja itu tidak tampak seperti murid baru biasanya yang akan kebingungan mencari kelasnya, murid baru itu dengan santainya masuk ke kelas 3-A, dimana Jessica dan Luhan berada.

Lalu dengan santainya yeoja itu duduk di kursi Jessica.

Sorry, kursi itu sudah ada yang menempati”ucap Yixing kepada sang yeoja.

“Aku tahu”jawab sang yeoja santai.

“Lalu kenapa kau duduk disana?”tanya Yixing bingung.

“Karena aku memang duduk disini”balasnya.

“Eh?”

“Aku Jessica Jung”ucap sang yeoja yang mengerti kebingungan Yixing.

“Benarkah kau Jessica?”tanya Yixing lagi untuk memastikan.

“Tentu saja”

“Astaga, kau cantik sekali Jessica, sangat berbeda dari Jessica yang kemarin-kemarin”ucap Yixing takjub.

Thank’s”balas Jessica seadanya.

Tak lama Luhan pun datang, dia bingung melihat ada yeoja cantik yang duduk di temapat Jessica. Tapi Luhan berusaha tak peduli walaupun sebenarnya dia cukup penasaran.

“Pagi Luhan”sapa Jessica ramah dengan senyum yang mengembang—sama seperti biasanya.

“Kau siapa?”tanya Luhan dengan nada dingin.

“Kau tak mengenaliku?”tanya yeoja itu balik yang tak lain adalah Jessica, hanya saja Luhan tak menyadarinya karena Jessica yang merubah penampilannya. Biasanya Jessica akan di kuncir dua lalu menggunakan beberapa aksesoris berwarna Pink—hampir di seluruh tubuhnya. Tapi Jessica yang saat ini adalah seorang yeoja cantik dan manis yang menggerai rambut blonde panjanganya serta tidak ada lagi aksesoris Pink yang melekat ditubuhnya. Jessica menggantinya menggunakan warna putih. Wajar jika Luhan tidak mengenali Jessica karena memang Jessica sangat berbeda dari yang biasanya.

“Tidak”jawab Luhan singkat.

“Kau siapa?”tanya Luhan lagi dengan nada tidak suka.

“Aku Jessica Jung”jawab Jessica sambil tersenyum, senyum yang selam 2 hari tidak Luhan lihat dan tanpa ia sadari ia merindukan senyuman itu.

“Benarkah?”tanya Luhan memastikan.

Ne, aku cantik ya? Samapi kau tak mengenaliku”ucap Jessica percaya diri berusaha membuat Luhan tersenyum. Tapi percuma, setelah Luhan tahu itu adalah Jessica ia jadi langsung bersikap dingin seperti biasanya.

“Tidak sama sekali!”balas Luhan.

”Kau berubah seperti ini untuk menarik perhatianku?”tanya Luhan dengan nada yang meremehkan.

“Tentu saja”jawab Jessica jujur sambil tersenyum.

Hari ini Jessica selalu tersenyum, terutama untuk Luhan, pujaan hatinya.

“Percuma saja, karena aku sama sekali tidak tertarik padamu”ucap Luhan dingin.

Seperti tersambar petir, itulah yang Jessica rasakan setelah mendengar ucapan Luhan. Dia tidak menyangka usahanya berubah demi menarik perhatian Luhan sia-sia sama sekali.

Jessica menundukkan kepalanya“Lalu dengan cara apa agar aku bisa menarik perhatianmu?”tanya Jessica pelan.

“Apa pun yang kau lakukan, aku tidak akan tertarik padamu, jadi berhentilah mengejarku”ucap Luhan kencang.

Ucapan Luhan yang kencang membuat murid yang lain memperhatikan mereka. Semua murid yang menyaksikan Luhan dan Jessica, menatap Jessica dengan kasihan, karena Luhan selalu memperlakukan Jessica dengan kasar dan dingin. Tapi jika terhadap yang lain, Luhan selalu baik dan ramah.

“Bruk”

Jessica yang memang kesehatanya belum pilih pun jatuh pingsan setelah mendengar ucapan Luhan yang menyakitkan ditambah Jessica memang belum sarapan, sontak itu membuat yang lain kaget dan menghampiri Jessica.

“Luhan, bawa Jessica ke UKS”perintah Yixing.

“Kenapa harus aku?”protes Luhan.

“kan kau yang membuatnya seperti ini, sudah cepet bawa dia ke ruang kesehatan”perintah Yixing lagi.

“Haishh”dengus Luhan kesal.

Dengan kesal Luhan mengangkat tubuh ramping Jessica ke ruang kesehatan. Luhan terus menunggu Jessica sadar, tapi sudah 2 jam Jessica tidak sadarkan diri juga.

“Ya ampun dia pingsan atau tidur sih?”gumam Luhan kesal.

Apa sikapku terlalu keras kepada Jessica?’ucap Luhan dalam hati.

“Ayolah sadar Jessica Jung”ucap Luhan mulai khawatir.

“Nghh”lenguh Jessica pelan.

“Akhirnya kau sadar juga”seru Luhan lega.

“Luhan”panggil Jessica dengan suara yang sangat pelan. Kaget? Tentu saja!

“Apa?”tanya Luhan yang mendengar suara Jessica

“Aku akan berhenti mengganggumu dan akan menghilang dari kehidupanmu”ucap Jessica tiba-tiba dan itu membuat Luhan cukup kaget.

“Benarkah?”tanya Luhan memastikan. Ada rasa senang dalam hati Luhan mendengar ucapan Jessica barusan, tapi ada sebagian hatinya yang tidak menyukai ucapan Jessica.

Ne”jawab Jessica singkat.

“Baguslah”respon Luhan singkat.

“Tapi aku punya satu permintaan”ucap Jessica.

Mwo? Permintaan?”

Ne

“Apa?”tanya Luhan.

“Aku ingin kau menjadi pacarku selama satu hari dan berkencan bersamaku, apakah kau bisa mengabulkan permintaanku? Aku janji setelah itu aku tidak akan menganggumu lagi, mungkin aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi”ucap Jessica dengan suara yang terdengar pilu.

Luhan berpikir sejenak, mempertimbangkan permintaan Jessica.

“Kumohon”pinta Jessica dengan memunjukan wajah paling melas, membuat Luhan sedikit kasihan.

“Baikalah, tapi kau harus janji tidak akan mengganguku lagi”ucap Luhan akhirnya.

Ne, aku janji”balas Jessica sambil tersenyum senang.

“Aku mau besok kita pergi berkencan”ucap Jessica.

“Huh? Tapi kan besok kita masih sekolah”protes Luhan.

“Bukankah lebih cepat lebih baik”

“Baiklah, kita bertemu dimana?”tanya Luhan.

“Jam 9 pagi, aku yang akan menjemputmu”jawab Jessica.

Ok

***

Jessica bangun pagi-pagi sekali, dia sibuk memilih baju apa yang akan ia kenakan. Dia ingin tampil beda untuk hari ini, karena hari ini ia akan berkencan dengan Luhan dan mungkin pertemuannya yang terakhir dengan Luhan.

“Yang putih atau yang pink ya?”gumam Jessica sambil melihat dirinya di kaca dengan kedua baju ditangannya.

“Yang pink saja”ucap eomma Jessica secara tiba-tiba mengagetkan Jessica yang sedang bingung itu.

“Ah eomma, mengagetkanku saja”seru Jessica sambil mengelus dadanya.

Mianhae, eomma tidak bermaksud seperti itu”sesal eomma Jessica.

Ne, aku tahu maksud eomma tidak seperti itu”balas Jessica.

“Kau mau pergi kemana Sica?”tanya Mrs. Jung seraya menghampiri putinya itu.

“Aku ingin berkencan”jawab Jessica senang.

Mwo? Dengan siapa?”kaget eommanya.

“Luhan”

“Luhan?”ulang Mrs. Jung pura-pura tidak tahu.

Ne”balas Jessica masih dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya. Apapun yang berhubungan dengan Luhan selalu membuat Jessica tersenyum, terlebih hari ini.

“Kalau begitu kau harus tampil cantik, eomma akan meriasmu”

“Benarkah?”

Ne

Gomawo eomma, aku sayang eomma”ucap Jessica dan memeluk eommanya.

Eomma juga menyayangimu”balas eomma Jessica.

***

Hi Luhan”sapa Jessica dan memperlihatkan senyuman andalannya.

“Hm”respon Luhan singkat.

Luhan diam terpaku melihat Jessica yang memakai dress pink, sungguh ia terlihat sangat manis dan cantik.

“Kau sudah siap?”tanya Jessica mengangetkan.

Ne, memangnya kita mau kemana?”tanya Luhan berusaha menetralkan kekagetannya.

“Sungai Han”jawab Jessica cepat.

“Hah? Sungai Han?”ulang Luhan.

Tiba-tiba wajahnya berubah pucat.

“Tenang, aku tidak akan mengajakmu berenang, karena aku tahu kau tidak bisa berenang”jelas Jessica cepat sebelum Luhan salah sangka dan berubah pikirannya—membatalkan kencannya hari ini.

Luhan bernapas lega setelah mendengar ucapan Jessica.

“Kenapa kau ingin kesana? Biasanya orang berkencan akan pergi ke taman bermain atau pantai?”tanya Luhan cukup penasaran.

“Karena aku berbeda dari orang lain, dari dulu aku selalu membayangkan piknik di tepi sungai, bermain sepeda dan melihat matahari terbenam dari sana”jawab Jessica sambil membayangkannya.

“Memangnya dari sana bisa melihat matahari terbenam?”tanya Luhan ragu.

Ne dan tidak kalah indah dari yang dipantai”jawab Jessica bersemangat.

“Oh ya, kita harus cepat sampai halte bus, karena perjalan kita cukup jauh dan memakan waktu yang lama”ucap Jessica mengingatkan seraya menarik tangan Luhan agar berlari bersamanya.

“Pelan-pelan saja Jessica”seru Luhan.

“Tidak bisa Luhan, nanti kita ketinggalan busnya!”balas Jessica cepat.

“Kan masih ada bus yang ke arah sana Jessica”

“Tapi itu tandanya kita harus menunggu satu jam lagi, aku tidak mau waktuku bersamamu berkurang Luhan”rajuk Jessica.

“Baiklah”ucap Luhan lalu gantian dia yang menarik Jessica.

Jessica sangat senang dengan perubahan sikap Luhan hari ini, dia benar-benar berbeda dari Luhan yang biasanya, yang selalu dingin padanya.

“Hosh hosh hosh untunglah kita tidak terlambat”ucap Luhan setelah duduk di salah satu kursi kosong.

“Hosh hosh hosh, Ne”seru Jessica dan duduk disamping Luhan.

Jessica dan Luhan mendapatkan tempat yang terdapat 3 bangku, jadi disamping Jessica masih ada sisa tempat.

Lalu Luhan mengeluarkan sebotol minuman dari tasnya, dan meminumnya. Jessica terus memperhatikan Luhan yang sedang minum.

“Kau mau?”tanya Luhan yang sukses mengagetkan Jessica.

“Ekh, ne”jawab Jessica.

Luhan menyodorkan Minuman yang tadi ia minum. Jessica menatap botol itu dengan seksama.

Ini kan botol bekas Luhan, kalau aku meminumnya itu sama dengan ciuman tidak langsung’batin Jessica senang.

“Kenapa? Kau jijik? Karena ini bekas mulutku?”tanya Luhan bingung karena Jessica tidak langsung meminumnya.

Aniyo”ucap Jessica dan mengambilnya dengan cepat sebelum Luhan berubah pikiran.

“Aku malah senang, ini sama saja dengan kita berciuman secara tidak langsung”tambah Jessica lalu meminumnya hinga tak bersisa.

“Deg”

Mendengar pengakuan jujur dari Jessica membuat  jantung Luhan tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat.

Ada apa dengan jantungku’ucap Luhan dalam hati sambil meremas jantungnya.

Apa aku menyukain Jessica? Ayolah Luhan kau tidak mungkin menyukai yeoja seperti Jessica

Luhan menarik napasnya dalam, mencoba menenangkan dirinya.

“Kau benar-benar haus ya?”ejek Luhan yang sudah bisa menetralkan detak jantungnya itu.

“Hm”gumam Jessica sambil menganggukan kepalanya.

Tiba-tiba ada seorang namja yang sedikit urakan yang duduk disebelah Jessica. Jessica sedikit risih dengan namja yang duduk disebelah kirinya, karena namja itu terlalu menempel padanya. Luhan yang melihatnya sangat tidak suka.

“Jessica kau pindah ketempatku”perintah Luhan dan berdiri dari kursinya agar Jessica dapat pindah ke kursinya.

Ne”balas Jessica dan langsung berpindah tempat.

Namja yang tadi duduk disamping Jessica langsung berdiri dan pindah tempat di belakang kursi Luhan dan Jessica.

“Loh kenapa dia ikut pindah?”tanya Jessica polos.

“Tidak perlu kau pedulikan”jawab Luhan dingin.

“Oh ne”ucap Jessica patuh.

Perjalanan yang memakan waktu cukup lama membuat Jessica jadi mengantuk dan tertidur. Luhan yang melihat Jessica tertidur dengan posisi kepala yang menempel ke kaca, sedikit khawatir jika sopir me-rem mendadak kepala Jessica akan terbentur kursi di depannya. Jadi Luhan berinisiatif memindahkan kepala Jessica ke pundaknya, agar Jessica lebih aman dan terlindungi. Lama kelamaan Luhan juga mengantuk, tanpa sadar kepalnya dan kepala Jessica menempel.

“Maaf kita sudah sampai”ucap sang sopir membangunkan Luhan dan Jessica yang masih berada di alam mimpinya.

“Maaf kita sudah sampai”ulang sanga sopir menaikan nada suaranya.

“Nghh”lenguh Luhan dan Jessica bersamaan setelah mendengar suara sang sopir.

Mata Luhan dan Jessica beradu beberapa saat, seketika jantung Jessica berdebar sangat cepat. Ini pertama kalinya ia bertatapan dengan Luhan, terlebih dengan jarak yang sangat dekat seperti ini. Luhan terpesona melihat Jessica dengan jarak yang sangat dekat, tidak bisa Luhan pungkiri jika jantungnya berdetak lebih kencang saat dia menatap mata Jessica.

“Maaf, tapi kalian harus turun”ucap sang sopir mengagetkan Luhan dan Jessica yang sedang asik bertatapan.

“Oh ne”balas Jessica lalu berdiri dan disusul Luhan.

“Dasar anak muda jaman sekarang, maunya nempel terus”gumam sang sopir ketika Luhan dan Jessica sudah turun.

“Akhirnya sampai juga”seru Jessica senang.

“Capek juga di bus selama tiga jam”keluh Luhan seraya merentankan tangannya yang terasa pegal.

Ne, tapi jika melihat pemandangan sungai Han yang indah jadi tidak menyesal”ucap Jessica.

“Kau benar juga, sungai Han ternyata sangat indah kalah dari sudut ini”timpal Luhan yang juga kagum dengan keindahan sungai Han.

“Aku tidak pernah berpikir jika sungai Han adalah tempat yang bagus untuk berkencan. Ternyata kau pintar memilih tempat juga Jessica”puji Luhan.

“Hehe, aku jadi berbunga karena di puji olehmu Luhan”ucap Jessica jujur seraya memberikan Luhan cengiran khasnya yang ia tunjukan jika sedang bersama keluarganya itu.

Kenapa anak ini jujur sekali’ucap Luhan dalam hati.

“Dasar”decak Luhan.

“Ayo kita berteduh, disini panas”ucap Luhan lalu menarik tangan Jessica ke pohon rindang yang terdapat di sekitar sungai Han.

OMO! Luhan pegang tangan ku, Kyaaa senangnya’ucap Jessica dalam hati sambil tersenyum senang.

“Jessica”panggil Luhan ragu-ragu saat dirinya dan Jessica sudah dibawah pohon yang rindang. Jessica tidak menyahut panggilan Luhan karena ia masih sibuk dengan dunia khayalnya.

“Jessica”panggil Luhan lagi sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Jessica.

“Ekh, ada apa Luhan?”tanya Jessica yang sudah sadar dari dunia khayalnya itu.

“Kau baik-baik saja kan?”tanya Luhan bingung.

“Tentu saja, waeyo?

“Kenapa kau senyum-senyum terus”ujar Luhan ngeri melihat Jessica yang tidak berhenti tersenyum.

“Hehe, aku hanya sedang senang”

“Aneh”cibir Luhan.

“Hehe”cengir Jessica menanggapi cibiran Luhan.

“Oh ya Luhan, kau lapar tidak?”tanya Jessica.

“Hmm..lapar”ucap Luhan seraya mengelus perutnya.

“Kalau begitu kita makan dulu”seru Jessica riang lalu menggelar tikar untuk tempat duduknya dengan Luhan. Baru setelah itu dia mengeluarkan makanan dari dalam tasnya dan mengambil bekal makan yang memang sudah ia siapakan untuknya dan Luhan.

“Ini untukmu Luhan”ucap Jessica dan menyerahkan bekal makan yang berwarna biru dan merah muda untuknya.

“Yah~ kenapa ada sayurnya? Aku tidak suka sayur!”ucap Luhan lalu mendorong bekal makan untuknya dan mengambil bekal makan yang ada di tangan Jessica.

“Loh? Tapi itu untukmu Luhan, yang merah muda punyaku”seru Jessica dan hendak mengambil bekal makannya, tapi tangan Luhan bergerak cepat dan menjauhkannya dari jangkauan Jessica.

“Tidak bisa, kau yang ada sayurnya. Aku mau yang ini titik!”ucap Luhan bersikeras mempertahankan bekal yang berada di tangannya.

“Kalau kau tidak mau merelakannya kencan kita batal”ancam Luhan dan dengan sukses membuat Jessica merelakan bekal makan sianganya.

Jessica hanya bisa menghela napas pasrah.

“Bagaimana kalau kita makan berdua saja bekal yang itu, aku juga mau. Aku sudah lama tidak makan udang, ayolah Luhan”bujuk Jessica dengan memasang wajah memelasnya.

“Baiklah”ucap Luhan akhirnya.

“Hore”seru Jessica senang dan menggoyang-goyangkan tangannya keatas—seperti anak kecil yang baru di belikan balon oleh ibunya. Melihat tingkah kekanakan Jessica Luhan hanya menggelengkan kepalanya saja.

“Pluk”sumpit yang Jessica pegang terjatuh akibat tingkah kekanakannya itu.

“Yah~ sumpitnya jatuh”seru Jessica dan mengambil sumpitnya kembali.

“Jangan diambil, itu sudah kotor, nanti kau bisa sakit jika memakai sumpit itu”ucap Luhan melarang Jessica untuk memakai sumpitnya yang sudah jatuh ke tanah.

“Lalu aku makan dengan apa Luhan?”tanya Jessica bingung, masalahnya dia tidak membawa sumpit cadangan.

“Kita gantian saja pakai sumpitnya”ucap Luhan.

“Memangnya boleh?”tanya Jessica memastikan.

“Tentu saja boleh, ini kan punyamu”ucap Luhan.

“Tapi aku terlebih dulu yang memakannya”tambah Luhan dan memulai makan bekal dari Jessica.

“Bagaimana rasanya?”tanya Jessica penasaran.

“Hmm”dengan raut wajah yang kurang suka Luhan terus mengunyah makanan Jessica.

“Apakah kau belum mencicipinya?”tanya Luhan sambil terus mengunyah.

“Belum,aku ingin kau yang pertama mencicipinya”

“Tidak enak ya”tanya Jessica dengan nada suara yang terdengar lemas lalu menundukkan kepalanya tidak berani menatap Luhan.

Luhan tidak menjawab pertanyaan Jessica karena sibuk mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.

“Aku sudah membuatnya dengan sepenuh hatiku dan kemamampuanku, tapi tetap saja rasanya tidak enak. Tahu begini aku meminta eomma saja yang membuatnya”ucap Jessica yang tak mendengar jawaban dari Luhan, jadi Jessica mengambil kesimpulan kalau Luhan tidak suka makanannya.

“Cobalah”ucap Luhan dan menyuapkan makanan yang Jessica buat.

“Ekh?”keget Jessica.

“Buka mulutmu!”perintah Luhan lalu menyuapi Jessica dengan makanan yang di buat oleh Jessica sendiri. Tanpa protes Jessica membuka mulutnya dan memakan makanannya sendiri.

“Bagaimana rasanya?”tanya Luhan.

“Eum, enak”jawab Jessica sambil mengunyah makanannya.

“Tapi kenapa tadi kau bilang tidak enak?”seru Jessica kesal lalu memukul lengan Luhan cukup kencang karena merasa di kerjai oleh Luhan.

“Hei, aku tidak bilang makananmu tidak enak. Kau sendiri yang menyimpulkannya seperti itu”sanggah Luhan seraya mengelus tangannya yang tadi dipukul Jessica.

“Sakit juga pukulanmu”komentar Luhan sambil tersenyum, memperhatikan tingkah Jessica.

“Rasakan, habisnya wajahmu menunjukan kalau kau tak suka makanan yang kubuat”balas Jessica kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

“Haha. Wajahku kan memang seperti ini”ucap Luhan, lalu memakan makanan Jessica lagi.

“Ya Xi Luhan Jangan dihabiskan aku juga mau!”protes Jessica lalu mengambil paksa sumpit yang sekarang berada di tangan Luhan.

“Jessica jangan ambil udangnya terlalu banyak, nanti aku kehabisan, kau kan bisa membuatnya lagi”ucap Luhan yang tak rela jika Jessica menghabiskan udangnya.

“Biar”balas Jessica dan hendak memasukan makanannya.

“Ya! Kenapa kau mabil Luhan”marah Jessica karena makanan yang sebentar lagi sampai ke dalam mulutnya di ambil paksa oleh Luhan.

“Hoho, kau terlalu lama Jessica”ejek Luhan sambil mengunyah.

“Menyebalkan!”desis Jessica kesal.

“Yasudah sekarang giliranmu”bujuk Luhan seraya menyodorkan sumpit kepada Jessica.

“Tidak mau!”tolak Jessica lalu membuang wajahnya dari hadapan Luhan.

“Yakin?”goda Luhan.

“Yakin”balas Jessica cepat.

“Hmm,, udangnya sangat lezat”Luhan terus saja menggoda Jessica yang sedang kesal padanya.

“Yakin tidak mau?”

“Yakin”

“Yasudah aku habiskan”ucap Luhan lalu memakan udang kesukaan Jessica.

“Enak~”seru Luhan menggoda Jessica. Jessica terus menatap Luhan yang sekarang sedang menikamati udang buatannya dengan wajah yang sangat melas.

“Haha, lihat wajahmu Jessica”tawa Luhan melihat wajah Jessica yang menderita karena ulahnya.

“Jahat!”cibir Jessica lalu merebut bekal makan yang sekarang berada ditangan Luhan, lalu memakannya dengan lahap.

“Katanya tidak mau”goda Luhan.

“Aku lapar Luhan, jangan menggodaku terus!”omel Jessica.

Ya! Jangan dihabiskan Jessica, aku masih lapar”seru Luhan dan berusaha merebut kotak bekal dari tangan Jessica, tapi kali ini Jessica tidak mau menyerahkannya begitu saja kepada Luhan.

“Luhan, lepaskan”seru Jessica dengan masih menarik kotak bekalnya.

“Kau saja”balas Luhan tidak mau kalah.

Eomma lihat kakak itu, sudah besar tapi masih berebut makanan”ucap seorang anak sambil menunjuk Jessica dan Luhan, sontak saja Jessica dan Luhan menghentikan aktivitasnya sejenak dan menoleh kearah seorang anak kecil dan seorang wanita paruh baya yang diyakini sebagai ibunya.

“Dasar tidak tahu malu, berebut makanan di depan anak kecil, memberi contoh yang buruk saja!”cibir sang eomma, lalu menuntun anaknya agar berjalan lebih cepat dan meninggalkan Jessica dan Luhan yang sekarang sedang mematung.

Jessica melirik Luhan, begitupun sebaliknya.

“Hahaha”tawa keduanya setelah ibu dan anak tadi sudah jauh.

“Kita diamarahi anak kecil Jessica”seru Luhan.

“Baru kali ini aku dimarahi karena berebut makanan”ucap Jessica lalu kembali terkekeh.

“Sama, aku juga”timpal Luhan lalu ikut terkekeh.

Saat Luhan lengah Jessica menarik kotak makan, sehingga sekarang kotak bekal berada di tangan Jessica.

“Kau curang”cibir Luhan.

“Kita makan berdua saja”usul Jessica.

“Hmm,, tapi kau suapi aku”pinta Jessica.

Mwo?”

“Ayolah Luhan, ingat hari ini kau pacarku”seru Jessica mengingatkan.

“Baiklah”ucap Luhan lalu mengambil kotak bekal yang berada di tangan Jessica. Jessica tersenyum senang karena Luhan mau menuruti keinginannya.

“Aaa”seru Luhan seraya menyuapi Jessica.

“Kenapa cuma nasi saja?”protes Jessica.

“Yang pentingkan aku suapi”balas Luhan sambil menyeringai penuh kemenangan.

“Tapi Luhan, aku mau lauknya. Tidak enak jika hanya nasi saja”protes Jessica lagi sambil menunjuk lauk dengan wajah murungnya.

 

Seperti anak kecil. pikir Luhan, tapi entah mengapa ia menyukainya.

“Kau ini bawel sekali, makan atau tidak akan aku suapi”ancam Luhan.

“Dasar tukang mengancam”cibir Jessica seraya mengerucutkan bibirnya.

“Ttidak romantic, mana ada orang berkencan yang seperti ini”gerutu Jessica masih kesal. Luhan terkekeh melihat tingkah Jessica.

“Sudah makan saja, sekarang buka mulutmu”perintah Luhan. Dengan malas Jessica membuka mulutnya.

“Anak pintar”ucap Luhan seraya tersenyum manis lalu mengelus kepala Jessica lembut.

“Deg!”

Jantung Jessica berdetak lebih cepat dari biasanya melihat Luhan tersenyum untuknya. Itu adalah senyum pertama yang Luhan perlihatkan jika di dekat Jessica dan Jessica sangat menyukai senyum Luhan itu. Jantung Jessica terus saja berdetak lebih cepat dari biasanya karena perlakuan lembut Luhan yang mengelus kepala Jessica. Hari ini benar-benar hari keberuntungan Jessica.

“Luhan”ucap Jessica pelan lalu memegang tangan Luhan lembut.

“Apa?”tanya Luhan.

“Apa benar kau Luhan yang aku kenal?”tanya Jessica polos.

“Tentu saja, waeyo?”tanya Luhan balik.

“Kau berbeda sekali hari ini, kau yang sekarang sangat baik tidak seperti Luhan yang ku kenal”jawab Jessica.

“Benarkah? Apa kau ingin aku seperti biasanya?”tanya Luhan.

Aniyo, aku ingin kau seperti ini terus”jawab Jessica cepat sambil menggelengkan kepalanya.

“Yasudah sekarang kau makan lagi”perintah Luhan.

“Tapi pake lauknya juga Luhan”rajuk Jessica.

“Iya, kau ini cerewet sekali”cibir Luhan.

“Kau juga harus makan Luhan, aku yang suapi”ucap Jessica dan hendak menyuapi Luhan.

“Tidak usah, aku bisa sendiri”tolak Luhan cepat.

“Ayolah Luhan kali ini saja”rajuk Jessica dengan memasang muka melas andalannya yang biasa ia pakai untuk meluluhkan hati Kyuhyun—oppanya.

“Baiklah”ucap Luhan pasrah.

“Hehe”cengir Jessica merasa menang.

“Aaa”ucap Jessica sambil menyodorkan sumpit yang sudah terisi makanan.

“Seperti anak kecil”komentar Luhan.

“sSudah makan saja”ucap Jessica sambil tersenyum.

Dengan sedikit terpaksa akhirnya Luhan memakannya.

“Akhirnya habis juga”gumam Jessica senang.

“Luhan, kau mau pudding cokelat?”tanya Jessica sambil membereskan bekal makan yang tadi sudah mereka habiskan.

“Mau”seru Luhan cepat.

“Buka mulutmu aku yang suapi”perintah Jessica. Tanpa ada perotes Luhan membuka mulutnya.

“Bagaimana rasanya?”tanya Jessica penasaran.

Mashita”jawab Luhan seraya mengacungkan kedua jempolnya.

“Hehe, gomawo”cengir Jessica senang.

“Sekarang buka mulutmu lagi”ucap Jessica.

Dengan senang hati Luhan membuka mulutnya. Jessica menyuapi Luhan dengan perasaan yang berbunga-bunga.

“Romantic sekali mereka”ucap seorang yeoja yang melewati sungai Han bersama teman-temannya.

“Iya, mereka juga sangat serasi, membuat iri saja. aku juga akan melakukannya dengan namja chinguku”seru yeoja yang satu lagi.

Ne aku juga”balas yeoja yang pertama.

Jessica yang mendengar pujian dari dua orang yeoja pun semakin senang. Terlihat jelas dari wajahnya yang sekarang merah merona karena malu dan senang yang menjadi satu. Luhan yang melihat Jessica salah tingkah menjadi membuatnya ikut salah tingkah.

“Mau lagi Luhan”tanya Jessica sambil menundukan wajahnya yang sekarang merah merona.

“Tentu, sayang jika melewatkan makanan seenak ini”jawab Luhan.

Tanpa ada percakapan lagi diantara mereka berdua, rasa malu terlalu mendominasi mereka berdua. Jessica terus menyuapi Luhan pudding yang memang Khusus ia buatkan untuknya itu.

“Kenyang”seru Luhan dan membaringkan tubuhnya di rerumputan yang menjadi alas duduk mereka. Luhan menatap langit hari ini yang memang sedang sangat cerah, padahal bulan ini sudah masuk bulan desember, yang dimana menjadi bulan penghujan.

“Apa kau senang Luhan?”tanya Jessica dan ikut berbaring disamping Luhan.

Ne, kau juga kan?”tanya Luhan balik masih tetap memandangi lagit yang cerah.

Ne, sangat”balas Jessica. Jessica terus saja menatap Luhan yang sedang mempergatikan indahnya lagit hari ini.

“Apa sebegitu menarik kah wajahku?”tanya Luhan mengagetkan Jessica dan menghadap Jessica.

“Glek”

Jessica menelan ludah dengan susah payah saat Luhan menoleh kearahnya Karena jarak antara mereka yang sangat dekat. Luhan pun sama, dia sangat kaget begitu menoleh kearah Jessica, wajahnya dengan Jessica sudah sangat dekat. Dengan cepat Luhan membalikan badanya, ia tidak ingin wajahnya yang merah merona dilihat oleh Jessica. Bisa besar kepala nanti, itu lah yang Luhan pikirkan.

Ya tuhan, aku tidak ingin kenangan indah bersama Luhan terhapus begitu saja. Ini terlalu berharga di banding dengan apapun. ucap Jessica dalam hati.

“Luhan lihat awannya membentuk hati”ucap Jessica terdengar sangat antusias.

“Bagus sekali”gumam Jessica masih dengan sangat antusias. Sementara Luhan diam saja mendengarkan setiap ocehan Jessica.

“Luhan kita naik sepeda yuk”ajak Jessica tiba-tiba.

“Sepeda? Memangnya disini ada sepeda?”tanya Luhan bingung.

“Di dekat sini ada tempat penyewaan sepeda”jawab Jessica.

“Ayo kita bersepeda”ajak Jessica dan menarik tangan Luhan supaya bangun.

“Baiklah”ucap Luhan seraya bangun dari tidur santainya.

“Jauh tidak?”tanya Luhan yang saat ini sudah bangun dan mulai berjalan mengikuti Jessica yang berjalan terlebih dahulu.

“Di perempatan sana belok kiri, seingatku disana”ucap Jessica agak ragu.

“Jessica kau jalan jangan terlalu cepat, aku masih kekenyangan”protes Luhan karena tidak bisa menyusul Jessica.

“Cepat sedikit, aku takut kita kehabisan sepedanya, karena tempat penyewaan sepedanya sangat ramai”seru Jessica sambil menunggu Luhan yang tertinggal.

“Kenapa tidak bilang dari tadi”ucap Luhan dan berlari agar cepat sampai.

“Luhan tunggu aku”ucap Jessica yang sekarang gantian ia yang tertinggal.

“Hosh hosh”dengan napas yang tidak teratur akhirnya Jessica sampai di tempat penyewaan sepeda.

“Bagaimana Luhan? Apa kita ke bagian sepedanya?”Tanya Jessica masih dengan napas yang tidak teratur.

Ne, tapi hanya satu”jawab Luhan.

“Yah~”desah Jessica kecewa.

“Loh itu masih ada dua Luhan?”tanya Jessica bingung karena ia masih melihat dua sepeda lagi.

“Itu, itu sudah ada yang pesan, iya sudah ada yang pesan”jawab Luhan sedikit terbata.

“Kalau begitu kita bermain sepedanya bergilir saja”usul Jessica dengan nada suara yang terdengar kecewa. Awalnya ia ingin bermain sepeda bersama dengan Luhan, tapi apa boleh buat sepedanya hanya sisa satu.

“Kalian sepasang kekasih?”tanya pemilik peminjaman sepeda.

Jessica terdiam sejenak.

Ne, kami sepasang kekasih”ucap Luhan lalu menggenggam tangan Jessica sebagai bukti.

Jessica kaget dengan apa yang Luhan lakukan, tapi di dalam hati Jessica sangat senang dengan perlakuan Luhan barusan.

“Memangnya ada apa ahjumma?”tanya Luhan.

Aniyo, kalian sangat serasi. Yang satu cantik dan yang satu tampan”jawab ahjumma sambil tersenyum.

Kamshamnida ahjumma”balas Luhan, sementara Jessica sedang berusaha menyembunyikan wajahnya yang lagi-lagi merah merona karena malu.

“Ayo naik”ucap Luhan.

“Naik? Aku naik dimana Luhan? Sepeda ini tidak ada boncengannya”tanya Jessica bingung.

“Disini”jawab Luhan dan sambil menepuk bagian sepeda yang akan menjadi tempat Jessica duduk.

“Hah disitu? Kau yakin Luhan?”tanya Jessica memastikan.

Ne, sudah cepat naik”seru Luhan tidak sabaran.

“Tidak akh, pasti sakit kalau duduk disitu”tolak Jessica sambil menggelengkan kepalanya.

“Tidak, kau coba saja dulu”bujuk Luhan.

“Tapi—“

“Sudah jangan membantah terus. Cepat naik!”ucap Luhan, tapi lebih tepat sebuah perintah dari Luhan.

Dengan wajah tidak yakin Jessica akhirnya naik sepeda bersama Luhan, Jessica duduk di depan Luhan. Karena sepeda yang mereka sewa memang tidak ada boncengan di belakangnya.

Kamsahamnida ahjumma’ucap Luhan tanpa suara hanya mulutnya saja yang bergerak.

Ahjumma yang melihatnya hanya tersenyum, sebagi balasan dari ucapan terima kasih Luhan.

“Kau kenapa yeobo?”tanya suami ahjumma pemilik sepeda.

“Kau lihat anak muda yang sedang naik sepeda?”tanya ahjumma.

Ne, wae?”

“Tadi yang namja bilang padaku kalau ia ingin mengajak kekasihnya naik sepeda berdua, tapi karena sepedanya ada tiga ia terpaksa berbohong kepada kekasihnya. Dia sangat romantic, naik sepeda di sore hari adalah hal yang sangat romantic”ucap ahjumma menjelaskan.

“Mereka terlihat serasa”komentar ahjuss.

Ne”balas ahjumma.

“Luhan awas”teriak Jessica panic. Karena Luhan membawa sepedanya tidak hati-hati dan hamper menabrak pohon.

“Aku mau turun”ucap Jessica kesal.

Wae?”

“Aku tidak mau jatuh Luhan, naik sepeda seperti ini berbahaya”jelas Jessica sambil mengomel.

“Tidak akan jatuh kok, kau tenang saja”balas Luhan.

Dengan santai Luhan mengayuh sepedanya, menikmati indahnya langit sore di tepian sungai Han.

“Aku sangat senang hari ini”teriak Jessica sambil merentangkan tanganya menikmati angin yang berhembus kearahnya.

“Luhan, apa kau senang?”tanya Jessica sambil menoleh kearah Luhan yang berada di belakangnya.

“Chu”

Bibir Jessica dan bibir Luhan bertemu, Jessica mengerjapkan matanya berkali-kali tanda ia sedang gugup dan kaget. Mata Jessica dan Luhan bertemu, wajah Jessica mulai memerah lagi, tapi kali ini sangat merah seperti buah tomat. Sedang Luhan mulai memejamkan matanya menikmati ciuman tidak sengaja ini, sementar Jessica terus memeperhatikan Luhan tanpa berkedip sedikitpun.

“BRUK”

Dengan sukses mereka berdua terjatuh dari sepeda karena Luhan yang tidak memperhatikan jalan. Posisi mereka sekarang adalah Jessica di bawah Luhan, lagi-lagi mata mereka bertemu.

“Deg!”

Entah jantung siapa yang sekarang sedang berdetak dengan cepat, atau mungkin jantung keduanya.

Perlahan wajah Luhan mendekat ke wajah Jessica dan sekarang diantara mereka sudah tidak ada jarak lagi. Luhan mulai memejamkan matanya dengan perlahan tapi pasti bibir Luhan menempel dengan bibir Jessica. Jessica pun mulai memejamkan matanya dan membalas ciuman Luhan. Cukup lama mereka berciuman membuat Luhan maupun Jessica kehabisan oksigen untuk bernapas. Dengan terpaksa mereka berdua melepaskan tautan bibirnya.

“Hosh hosh”deru napas Luhan dan Jessica.

Mianhae, aku terbawa suasana”ucap Luhan menyesal atas perbuatanya barusan.

Ne, aku juga minta maaf”balas Jessica dengan suara parau karena mendengar ucapan Luhan. Bahwa ia hanya terbawa suasana bukan karena ia menyukai Jessica.

Suasana menjadi canggung setelah kejadian tadi. Baik Luhan maupun Jessica tidak berani menatap satu sama lain. Jessica sibuk menundukan kepalanya sedangkan Luhan berdiri dan menghampiri sepeda yang tergeletak tak jauh dari tempat mereka terjatuh.

Pasti Luhan marah. runtuk Jessica dalam hati.

“Ayo naik”seru Luhan dai atas sepeda.

“Ekh?”kaget Jessica sambil mendongakan kepalanya menghadap ke Luhan.

“Sudah cepat naik”perintah Luhan.

“Lupakan saja kejadian yang tadi, anggap itu tak pernah ada”ucap Luhan dengan nada yang dingin.

Mwo? Lupakan? Jadi itu semua tidak ada artinya untukmu Luhan-ah? Tapi maaf, aku tidak bisa melupakan kejadian itu. Ucap Jessica dalam hati.

Ingin sekali Jessica menangis sekarang karena ucapan Luhan, tapi ia tidak mau merusak kencan pertama dan terakhirnya dengan Luhan.

Ne”balas Jessica dengan sangat berat hati.

Jessica mulai menghampiri Luhan dan menaiki sepeda.

Sadar Jessica Jung, Luhan tidak akan menyukaimu. Ini semua dia lakukan karena tidak ingin di ganggu olehmu. Runtuk Jessica dalam hati.

Selama bersepeda kali ini tidak ada yang berbicara baik itu Luhan atau pun Jessica. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Luhan”panggil Jessica memecah kesunyian diantara mereka.

“Hm”respon Luhan singkat.

“Kita berhenti disini saja, aku ingin melihat sunset dari sini”seru Jessica.

Ne”balas Luhan.

Akhirnya mereka berhenti bersepeda dan duduk di tepi sungai Han dan menunggu matahari ternbenam dari sana.

“Luhan”panggil Jessica lagi.

“Hm”respon Luhan tanpa menoleh kearah Jessica.

“Apa impianmu?”tanya Jessica tiba-tiba.

“Impian?”ulang Luhan.

Ne, impianmu?”jelas Jessica.

“Simple, menjadi orang yang sukses dan hidup bahagia dengan keluargaku kelak”jawab Luhan dengan mata yang masih focus ke depan.

“Kau sendiri?”tanya Luhan.

“Aku? Impianku adalah bisa terus bersamamu”jawab Jessica malu seraya menundukan kepalanya. Luhan menoleh kearah Jessica setelah mendengar ucapan Jessica.

“Tapi aku sudah sangat senang hari ini bisa bersamamu, walaupun ini yang terakhir kalinya. Aku akan menyimpan kenangan ini di dasar hatiku”tambah Jessica dengan air mata yang mengalir di pipinya.

Luhan tertergun dengan ucapan Jessica, sebesar itukah rasa cinta Jessica kepadanya.

Gomawo kau sudah mau mengabulkan permintaanku, hari ini sangat berharga untukku”ucap Jessica sambil menghapus air matanya.

“Hm, aku juga senang hari ini bersamamu”balas Luhan dan memeluk Jessica dibawah matahari terbenam.

~seminggu kemudian~

“Kau Luhan?”tanya Kyuhyun langsung kepada namja yang ia yakin bernama Xi Luhan, orang yang disukai Jessica, dongsaengnya.

“Iya, kau siapa?”tanya Luhan balik.

“Aku Kyuhyun, oppanya Jessica”jawab Kyuhyun.

“Oh, mianhae hyung”ucap Luhan merasa tidak enak.

“Tidak apa, kau panggil aku Kyuhyun saja, kita seumuran”balas Kyuhyun.

“Bagaimana bisa?”tanya Luhan tidak mengerti.

“Aku dan Jessica selisih tiga tahun”jawab Kyuhyun.

Luhan semakin tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun, bagaimana bisa ia seumuran dengan oppanya Jessica, sementara dia setara dengan Jessica, adiknya Kyuhyun.

“Jessica mati-matian ikut kelas akselerasi”ucap Kyuhyun.

“Kau tahu kenapa?”tanya Kyuhyun.

Luhan menggelengkan kepala tanda ia tak tahu.

“Karena dirimu Luhan”jawab Kyuhyun.

“Maksudnya?”tanya Luhan lagi.

“Mungkin kau sudah tidak ingat kejadian 6 tahun yang lalu, dimana ada seorang yeoja kecil yang jatuh dari sepedanya, dia terluka dan menangis. Ada seorang namja baik hati yang menolongnya dan membalut lukanya dengan sapu tangannya. Yeoja itu Jessica dan namja itu kau, Luhan. Jessica tidak sempat berterima kasih padamu dan menanyakan namamu. Untung saja di saputanganmu terdapat namamu, jadi Jessica tahu namamu dari saputangan itu. Keesokan harinya, Jessica mencari tahu dimana dirimu untuk mengembalikan saputanganmu dan mengucapkan terima kasih, tapi pagi itu sebelum Jessica sempat bertemu denganmu, kau sudah pindah ke Seoul bersama keluargamu. Jessica tidak tahu alamat barumu, yang Jessica tahu adalah kau pindah ke Seoul dan keinginanmu yang ingin melanjutkan sekolah di Seoul. Selama 3 tahun Jessica mencari informasi tentangmu, namun Jessica tidak menemukan petunjuk atau informasi tentang keberadaanmu. Selama ini Jessica belajar mati-matian agar bisa setara denganmu, Jessica mengikuti kelas akselerasi dan akhirnya 1 tahun yang lalu Jessica sudah bisa setara denganmu. Kebetulan sekali orang suruhan appaku berhasil mengetahui keberadaanmu. Dan Jessica meminta hadiah sebagai keberhasilannya mengikuti kelas akselerasi dan hadiah itu adalah pindah ke Seoul. Akhirnya aku dan keluargaku pindah ke Seoul dan  Jessica ia pindah ke sekolah yang dimana kau juga bersekolah disana, bahkan Jessica meminta agar dia bisa sekelas denganmu. Dengan sedikit kekuasaan appaku, akhirnya Jessica bisa satu kelas denganmu. Entah jodoh atau bukan, kau dan Jessica bisa satu tempat duduk. Betapa bahagianya Jessica katika itu, hingga ia terus bercerita padaku, bahkan sampai aku bosan mendengarnya”jelas Kyuhyun panjang lebar sambil mengenang masa lalunya bersama Jessica.

“Jadi yeoja yang menangis ditaman waktu itu Jessica?”tanya Luhan memastikan.

“Ne, apa kau mengingatnya”jawab Kyuhyun serta tanyanya.

“Kenapa dia tidak cerita padaku?”gumam Luhan.

“Bagaimana mungkin Jessica cerita padamu, jika kau sangat membencinya dari awal ia masuk ke sekolah yang sama denganmu”jawab Kyuhyun dengan sedikit membentak, jika mengingat Jessica yang selalu disakiti oleh Luhan.

Mianhae, hanya saja aku tidak suka yeoja manja dan kekanakan seperti Jessica”sesal Luhan.

“Percuma kau minta maaf padaku, karena yang kau sakiti bukan aku”balas Kyuhyun datar, ia tidak bisa lagi menyembunyikan kekesalannya pada Luhan yang selalu menyakiti dongsaengnya.

“Oh ya, aku sampai lupa, aku kesini hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dari Jessica dan dia juga menitipkan ini untukmu”ucap Kyuhyun dan memberikan Luhan sebuah kotak kecil yang dibungkus rapi dan diberi hiasana pita biru.

“Kenapa tidak Jessica saja yang memberikannya langsung?”tanya Luhan sambil mengambil kota pemberian Jessica.

“Dia tidak bisa”jawab Kyuhyun dingin dan menatap Luhan dengan tajam.

Wae?”

“Ini semua karena dirimu, jika waktu itu kau tidak berciuman denga yeoja lain. Pasti Jessica yang akan meyerahkannya langsung padamu”jelas Kyuhyun marah sambil mencengkram kerah baju Luhan. Karena lagi lagi Luhan membuat Jessica menderita.

Mwo? Aku tidak berciuman dengan siapapun”jelas Luhan.

“Bohong! Jessica melihatnya sendiri kau berciuman dengan seorang yeoja di taman belakang sekolah”

“Ditaman belakang sekolah?”

Ne

“Ya ampun, Jessica sudah salah paham, waktu ditaman aku tidak berciuman dengan Victoria, matanya kemasukan debu dan aku hanya membantu meniup matanya saja, tidak lebih.”jelas Luhan.

“Oh, jadi yeoja itu bernama Victoria, bukankah dia adalah yeoja yang selalu menempel padamu”ucap Kyuhyun dingin.

“Jadi Jessica mengira aku dan Victoria ada hubungan?”tanya Luhan kaget.

“Sudah jelas, kau sangat baik padanya, Jessica selalu cerita padaku”jawab Kyuhyun.

“Aku dan Victoria adalah sepupu”ucap Luhan.

“Sepupu?”ulang Kyuhyun.

“Ne, dia sepupuku, anak dari ahjummaku”jelas Luhan.

“Jadi cuma salah paham”gumam Kyuhyun.

Ne, aku ingin bertemu dengan Jessica dan menjelaskan semuanya”pinta Luhan.

“Kau tidak bisa bertemu dengan Jessica”tolak Kyuhyun.

Wae?”tanya Luhan bingung.

Kyuhyun terdiam sejenak.

“Apa kau ingin bertemu dengan Jessica?”tanya Kyuhyun.

“Tentu saja”jawab Luhan cepat.

“Baiklah”balas Kyuhyun dan beranjak dari tempat mereka berbicang.

“Ikut aku”perintah Kyuhyun.

Luhan mengikuti Kyuhyun dan masuk kedalam mobil Kyuhyun.

“Sebenarnya kita mau kemana?”tanya Luhan saat mereka sedang dalam perjalanan, tapi entah kemana Luhan tidak tahu karena Kyuhyun tidak memberitahunya.

“Ketempat Jessica”jawab Kyuhyun dan kembali focus ke jalanan karena sekarang ia sedang menyetir.

“Setahuku arah rumahmu bukan kesini”selidik Luhan.

“Aku tidak bilang kita akan kerumahku, aku bilang kita akan ketempat Jessica”jelas Kyuhyun dengan mata yang terus kedepan.

“Ohhh”seru Luhan mengerti dan tidak bertanya lagi.

Tak lama mobil Kyuhyun berhenti.

“Kenapa kita berhenti disini?”tanya Luhan bingung.

“Aku ingin bertemu Jessica”marah Luhan karena merasa dipermainkan oleh Kyuhyun.

“Sekarang Jessica tinggal disini”jawab Kyuhyun lemah.

“Maksudmu?”selidik Luhan.

“Sudah jangan banyak bicara dan ikuti aku saja”perintah Kyuhyun kesal karena Luhan banyak protes.

Lalu tanpa banyak bicara Luhan mengikuti Kyuhyun.

“Maksudmu apa Kyuhyun?”tanya Luhan saat dia dan Kyuhyun berhenti di sebuh makam, ya sekarang mereka sedang berada di pemakaman umum.

“Kau bisa membacanya kan”seru Kyuhyun dengan suarah lemah dan menahan air matanya, bagaimanapun sebenarnya dia belum siap kehilangan adik kesayanganya itu.

“Ta—tapi bagaimana bisa?”tanya Luhan tidak percaya, terakhir ia bertemu dengan Jessica, Jessica dalam keadaan sehat saja.

“Jessica mengidap penyakit tumor otak”jawab Kyuhyun dengan air mata yang bercucuran.

“Bukankah bisa sembuh dengan operasi?”tanya Luhan lagi.

“Memang, aku sudah lama membujuknya untuk operasi tapi dia selalu menolaknya”jawab Kyuhyun.

“Kau tahu kenapa?”tanya Kyuhyun.

Luhan menggeleng sebagai jawab tidak tahu.

“Karena dia tidak ingin kenangan tentangmu terhapus, dia sangat mencintaimu. Bahkan sebelum meninggal namamu yang ia sebut”cerita Kyuhyun dengan air mata yang terus mengalir dipipinya.

Seketika Luhan jadi lemas dan tersungkur ke depan makam Jessica. Air mata langsung membanjiri pipinya.

“Kenapa Jessica? Kenapa kau tidak memberitahuku tentang penyakitmu ? Kau jahat Jessica, disaat aku sudah mencintaimu, kau malah meninggalkanku. Kau jahat”rancau Luhan terus.

“Kau tahu Luhan, saat kau dan Jessica kencan itu adalah hari ulang tahunya, dia bercerita padaku itu adalah hari ulang tahunya yang paling berkesan”ucap Kyuhyun.

Itu membuat Luhan semakin merasa bersalah, karena semasa Jessica hidup Luhan selalu mengacuhkannya bahkan membuatnya sakit hati.

“Jessica~”teriak Luhan kencang.

“Kenapa kau meninggalkanku? Apakah kau benci padaku? Katakana Jessica, katakan”ucap Luhan tak terima Jessica meninggalkannya.

“Sudahlah Luhan, relakan Jessica”ucap Kyuhyun menenangkan Luhan yang histeris.

“Manamungkin Kyuhyun, aku sangat mencintainya. Kau tahu kenapa aku dulu bersikap kurang baik kepada Jessica? Karena aku menanti gadis kecil yang pernah aku tolong, dan bodohnya aku, ternyata orang itu Jessica”ucap Luhan frustasi.

“Aku memang bodoh”ucap Luhan sambil memukul kepalanya sendiri.

“Hentikan Luhan, kau menyakiti dirimu sendiri”marah Kyuhyun.

“Aku tidak perduli”balas Luhan dan terus memukul dirinya.

“Jangan lakukan lagi, Jessica berpesan padaku agar kau hidup bahagia”ucap Kyuhyun.

“Bagaimana aku bisa bahagia, bila kebahagiaanku telah pergi”balas Luhan dengan nada yang sangat parau.

“Kau harus kuat ini demi Jessica”

“Sebaiknya kita pulang, sebentar lagi hujan”ucap Kyuhyun mengingatkan.

“Tidak, aku masih ingin disini”tolak Luhan cepat.

“Baiklah”seru Kyuhyun dan meninggalkan Luhan sendiri.

Luhan menatap kuburan Jessica dengan pandangan kosong, ia tidak menyangka jika Jessica akan secepat itu meninggalkannya.

Saranghae Jessica Jung”ucap Luhan tulus.

The End

 

Epilouge

 

 

Lima tahun kemudian. Luhan sekarang sudah mendapat gelar sarjana dan sekarang ia sedang berada di bandara Incheon untuk berangkat menuju Japan—tempat kerjanya.

“Bruk”

Karena terlalu terburu Luhan bertabrakan dengan seseorang”Sorry”ucap Luhan.

It’s ok”ucap orang itu.

“Deg!”

Suara orang yang di tabraknya sangat mirip dengan seseorang yang ia kenal dan sangat berarti untuknya. Luhan menatap seorang yeoja yang tengah membereskan barang-barangnya akibat bertabrakan dengannya. Luhan terus saja mentap yeoja di depannya, ia ingin melihat wajah yeoja yang di tabraknya.

“Ini”ucap Luhan membantu yeoja di depannya membereskan barang-barangnya.

Thanks”ucap yeoja itu seraya mengambil barangnya yang berada di tangan Luhan.

Saat itu lah pandangan Luhan dan yeoja itu bertemu.

“Deg!”

Luhan mematung di tempatnya dengan jantung yang berdetak tidak karuan.

“Jessica”gumam Luhan pelan.

Ne? Apa kau mengenalku?”seru yeoja itu kaget.

“Namamu Jessica?”tanya Luhan memastikan.

Ne

Tiba-tiba saja Luhan memeluk yeoja yang mirip dengan Jessica—dari masa lalunya.

Bogoshipoyo Jessica Jung”ucap Luhan seraya terus memeluk Jessica dengan erat.

“Eh?”

“Apa kita saling mengenal?”tanya yeoja itu bingung.

A/N : Ff ini adalah ff lamuku yang aku edit ulang jadi ff Hansica. Maaf kalau ceritanya aneh dan maksa 😀 tadinya ini adalah ff Sad ending tapi karena dibuat jadi Hansica aku ga tega kalau sampe sad ending jadinya endingnya gantung deh 😀

00:29 WIB

Jumat, 18 Januari 2013

*** Beautiful Memory by Жin Genie ***

Iklan

34 pemikiran pada “Beautiful Memory | Part 2 (END) | TwoShoot |

  1. huaaaaaaaaaaa jessica nya meninggal 😦
    hiks..hiks.. kasihan luhan …
    tp ff nya bgus kok chingu, wlaupun mngkin ad beberapa yg kesan ny maksa..
    tp gk pa2 over all bagus kok 🙂
    bikin lg ff hansica yah chingu 😀

  2. AAA akhirnya luhan luluh juga(?) Daebak eoniii~~ ini ff udah kutungguin lama-,- kkk ditunggu next chapternya d’popular ya eonn!^^

  3. ouuu,,Sadd bangettt ,, pas sica udh ga ada.. Rasanya
    “sakit” bangett,,kalo ngebayangin kesalahan apa yg luhan lakuin ke sica dulu hiks..hikss..hikss.. Feelnya dapet bangett Authorr daebakkk.. ^^
    #Next story ditunggu,,Hwaiting 😉

  4. huaaa thor sedih banget.. aku aja nangis bacanya 😥
    knp jessica.y meninggal thor? huaaaaaa *nangis kenceng
    tpi daebak thor! 😀 bikin HanSica lg ya thorr ditunggu lo 😉

  5. Sedih banget…
    Tersentuh hati membacanya.
    Tapi sica unnie meninggal.
    Ceritanya koq end gantung sih?
    Saya reader baru, maaf baru komentar.
    Suka dengan hubungan berkaitan tentang
    HANSICA,HAESICA,KYUSICA,JAESICA!!!!
    JESSICA UNNIE DAEBAK!!!

  6. Ya ampun chingu
    Baca ini aku sampai nangis masa TT^TT
    Apalagi pas Jessica bilang ke luhan ‘ Kencan Terakhir ‘
    Aku udh duga kalau ending nya Jessica begitu TT^TT
    Huaaa, aku bener2 nangis ToT
    Ini FF nya daebak chingu!
    Aku sampai nangis

  7. Love it,
    FF nya luar biasa,
    keren bgt,
    sampe gtw mau komen apa,
    walau ada typo dikit,
    tp alur, karakter, n semuanya keren bgt,
    romance, sad, campur aduk,
    endingnya juga sjujurnya bikin pnsaran sih,
    kesimpulan nya (?),
    DAEBAK deh bwt FF ini,
    ‘-‘)9

  8. Apapun ff hansica pasti bagus,,
    Awalnya Sempet nyesek pas Jessica di jahatin sama luhan..
    Terus senyum senyum sendiri pas mereka nge date di sungai Han
    Sekarang nangis gara gara sica meninggal
    Lalu penasaran siapa itu yang ketemu sama luhan di bandara…
    Sequel dong… please….

  9. Huaaa…sedihhh T.T tapi seneng gara-gara Luhan akhirnya juga mencintai Sica dengan tulus walaupun udah meninggal…huah?! itu yang ketabrak Luhan di bandara Jessica??? endingnya gantung nih…

  10. nangis ngebacanya….. luhan paboooooooooooo yeoja secantik jessica dicuekin diambil kris baru tau #plak ditabok krissica shipper…

  11. baguss thor..ini gag ada lanjtan nya ya??yg d bandara itu jessica ya??dy k jepang bwt operasi bukan??krn kyu oppa blg gtu kan d..hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s