D’Popular | Part 4 |

D'popular-hansica

Title : D’Popular

Author : Winda Kurnia Prado

Editor : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Tiffany Hwang

Park Chanyeol

Suport Cast : Member SNSD and EXO

Genre : Romance

Rating : Teen

Length : Chapter

Part 4

 

“Pagi Sooyeon-ssi”sapa Luhan setibanya Jessica di kelas. Saat ini Luhan sudah ada di hadapan Jessica dengan seringai di wajahnya. Hari ini ia sengaja datang lebih pagi agar bisa membalas perbuatan Jessica kemarin yang sudah menguras uanganya.

Tidak ada jawaban dari Jessica. Luhan sudah menduganya. Sementara Jessica menatap Luhan malas, ia yakin Luhan pasti berencana sesuatu padanya.

“Bagaimana keadaanmu?”tanya Luhan pura-pura peduli dengan keadaan Jessica.

Jessica melirik Luhan sinis”Menurutmu?”balas Jessica ketus.

“Oh pasti sudah sembuh, secara kemarin kau sudah meminta uang padaku sebanyak 500.000 Won untuk mengobati semua lukamu itu”ujar Luhan seraya tersenyum merendahkan kepada Jessica.

“Aku baru tahu kalau berobat di Seoul bisa semahal itu hanya untuk luka ringan saja. Ckck, pasti kau di tipu oleh pihak rumah sakit yang menangani lukamu itu Sooyeon-ssi”ujar Luhan lagi berpura simpatik padahal maksudnya yang sebenarnya itu untuk mempermalukan Jessica dan membuat Jessica di anggap yeoja matrealistis yang suka memeras orang lain. Sungguh pintar Xi Luhan kali ini.

Semua murid 2-A kini menatap Jessica tidak suka, bahkan Jieun dan teman-temannnya menatap Jessica dengan pandangan merendahkan seolah Jessica ini tidak memiliki arti di mata mereka.

Sial, rupanya dia membalas dendam padaku. Runtuk Jessica dalam hati. Benar dugaannya tadi bahwa namja menyebalkan di hadapannya ini—Xi Luhan mempunyai rencana buruk padanya. Jessica terdiam sejenak, ia cukup terkejut dengan pembalasan dendam Luhan yang menurutnya terlalu cepat ini.

Jessica tersenyum tipis ke arah Luhan”Waeyo Luhan-ssi? Kau tidak rela memberikannya padaku dan berniat memintanya kembali? Oh, aku pikir kau ini adalah orang yang terkaya di sekolah ini, tapi ternyata kau sama miskinnya denganku? Uang 500.000 Won saja kau ingin minta kembali? Sungguh tidak bisa di percaya”balas Jessica pura-pura melas, tapi di balik itu semua ia memasang wajah menyebalkannya pada Luhan.

Saat ini Luhan lah yang terdiam karena Jessica membalikkan keadaan, jadi ia yang terpojok”Untuk ku uang yang kemarin aku berikan padamu itu tidak ada artinya. Bukan maksudku untuk menyombongkan diri, tapi uang yang aku miliki itu tidak akan pernah habis Sooyeon-ssi”ucap Luhan sombong.

Jessica menatap Luhan muak. Jessica memang sangat tidak suka kepada orang yang suka memamerkan kekayaan keluarganya. Garis bawahi, kekayaan orangtuanya! Bukan hasil kerja kerasnya sendiri.

“Lagi pula tadi aku hanya menanyakan keadaanmu saja Sooyeon-ssi. Tidak salah bukan? Aku takut karena kecerobohan ku yang tidak sengaja menyenggol sepedamu tempo hari, kau jadi menderita”tambah Luhan. Rupanya Luhan belum puas setelah menyombongkan dirinya, ia juga nerpura-pura baik di depan teman sekelasnya.

Jessica tersenyum tipis”Bagus lah kalau kau tidak berniat meminta uangmu kembali”ujar Jessica santai.

“Tadi kau bilang uang 500.000 Won tidak ada artinya bukan? Jadi kalau aku membutuhkan uang aku bisa meminta padamu?”tanya Jessica seraya memberikan seringainya kepada Luhan.

“Apa kau tidak malu jika di anggap yeoja yang matrealistis Sooyeon ssi?”Luhan balik bertanya.

“Untuk apa aku malu? Bukan kah semua orang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya?  Terlebih aku orang miskin! Kau pun sama denganku Xi Luhan, membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupmu,  hanya saja cara kita mendapatkannya yang berbeda”jawab Jessica santai.

“Satu lagi, bukankah uangmu tidak akan pernah habis? Jadi tidak ada salahnya berbagi dengan orang miskin sepertiku Luhan ssi”lanjut Jessica.

“Tentu saja, kapan pun kau membutuhkan uang kau bisa datang padaku”

“Perkataanmu barusan sudah membuktikan padaku bahwa orang miskin itu adalah orang yang tidak memiliki harga diri—hanya bisa meminta belas kasih orang lain”ujar Luhan sinis.

Jessica diam seraya menatap Luhan tajam, jika ia membalas perkataan Luhan sekarang itu akan menguntungkan Luhan dan ia tidak ingin itu terjadi. Melihat Jessica terdiam, seringai Luhan semakin lebar saja”Satu sama Jung Sooyeon”bisik Luhan seraya berlalu dari hadapan Jessica. Ia puas hari ini sudah membalas Jessica.

Kau berurusan dengan orang yang salah Jung Sooyeon! Ucap Luhan dalam hati.

Luhan langsung di sambut oleh ketiga temannya begitu ia sampai di kursinya”Kau keren Luhan”ucap Kai bangga.

“Tentu saja, Xi Luhan”ucap Luhan seraya melirik ke arah kursi Jessica. Pada saat itu Jessica juga tengah menatap Luhan. Luhan kembali memberikan seringainya kepada Jessica. Sementara Jessica mentap Luhan tajam tanpa berkedip sedikitpun.

Menyebalkan! runtuk Jessica dalam hati.

“Tapi kalau kau terus bersikap seperti itu kepadanya, kau akan kalah taruhan dengan kami Luhan”ucap Kai senang. Itu tandanya ia tidak perlu meminjamkan mobil barunya.

Senyum Luhan langsung memudar mendengar perkataan Kai. Ada benarnya juga perkataan Kai. Sepertinya Luhan harus merubah rencananya dan menunda perang antara dirinya dengan Jessica sampai taruhan mereka selesai. Baru setelah itu ia bisa balas dendam sepuasnya kepada Jessica.

Thank’s Kai sudah mengingatkanku”balas Luhan tenang.

Sehun menggelengkan kepalanya”Bodoh!”cibirnya kepada Kai. Suho mengangguk setuju dengan Sehun. Sementara Kai menatap Sehun dan Suho bingung.

“Sabar Sehun-ah”ucap Suho seraya menepuk punggung Sehun pelan.

“Aku selalu sabar terhadapnya”balas Sehun seraya melirik Kai menggunakan ujung matanya.

“Kalian sedang membicarakan apa? Aku tidak mengerti”tanya Kai polos.

Sehun dan Suho menghela napas pelan.

Sementara Luhan tersenyum kecil. “Sudah tidak usah di pikirkan Kai-ah”ujarnya seraya menepuk punda Kai pelan. Kai mengangguk patuh.

“Sepertinya perang antara dirimu dan Luhan akan berlangsung lama”komentar Kris yang ternyata sudah datang.

“Eh?”seru Jessica kaget. Terlalu focus dengan Luhan membuat Jessica tidak sadar dengan kehadiran Kris di sampingnya.

“Berhati-hati lah dengan Luhan”nasihat Kris kepada Jessica.

Jessica terdiam sejenak “Tentu!” sahutnya mantap tanpa melepaskan pandangannya sedikit pun dari Luhan yang juga tengah menatapnya.

***

“Jung Sooyeon!”panggil Luhan.

Jessica membalikkan badanya malas karena tahu siapa orang yang memanggilnya itu—Luhan.

“Ada apa?”tanya Jessica ketus.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu”jawab Luhan.

Jessica mengerutkan keningnya seraya menatap Luhan tanpa minat sedikit pun “Tapi aku tidak mau berbicara denganmu”tolak Jessica langsung.

Mendengar penolakan Jessica Luhan menarik Jessica ke tempat yang lebih sepi walau pun kondisi sekolah sekarang sudah sepi karena jam pulang sekolah sudah usai dari tiga puluh menit yang lalu. Luhan tidak ingin ada yang melihat ia dan Jessica sedang berdua saja, itu akan merusak reputasinya di sekolah dan Luhan tidak ingin itu terjadi“Lepas!” ujar Jessica dingin karena tidak suka Luhan menariknya sesuka hati.

Luhan menatap Jessica tajam “Diam! Dan jangan protes!”ujanya tegas.

“Tsk!”decak Jessica kesal lalu melepaskan cengkraman tangan Luhan pada tangannya dengan mudah. Luhan kaget melihat Jessica yang berhasil meloloskan tangannya dengan mudah.

Kuat juga anak baru ini. Pikir Luhan cukup kaget.

“Sebenarnya apa mau mu Luhan ssi?”tanya Jessica kesal.

“Sudah ku bilang ada yang ingin aku bicarakan denganmu, tapi tidak disini”jawab Luhan tidak kalah kesal dengan Jessica. Siapa yang tidak kesal bila berhadapan dengan orang yang tidak disukai?

Jessica tersenyum sinis ke arah Luhan. “Kau takut jika ada murid Hanyang yang melihatmu berbicara denganku berdua reputasimu akan hancur?”ucap Jessica dingin.

“Jika kau sudah tahu sebaiknya kau diam dan jangan protes lagi! Atau kau akan di keluarkan dari sekolah ini”balas Luhan kesal.

Jessica memandang Luhan rendah.  Kau ingin mengeluarkan aku dari sekolah ini Xi Luhan? Silahkan saja kalau kau bisa melakukannya!. Ucap Jessica dalam hati.

Luhan tersenyum puas melihat Jessica diam dan menuruti perintahnya. Sepertinya ancamannya kepada Jessica berhasil.

Ternyata Luhan membawa Jessica ke taman belakang sekolah mereka yang sangat sepi itu“Katakan lah!”seru Jessica langsung ketika mereka sudah sampai di tempat yang di maksud oleh Luhan.

“Sebaiknya kita hentikan saja peperangan kita ini”ucap Luhan.

Mwo? Haha aku tidak salah dengar Luhan ssi? Di hentikan? Waeyo ? Apa kau takut padaku?”ujar Jessica seraya terkekeh pelan seakan perkataan Luhan barusan adalah sebuah lelucon yang sangat lucu.

“Aku takut padamu?”tanya Luhan sinis.

“Itu hanya ada di dunia khayalmu saja Sooyeon ssi”tambahnya.

“Aku menghentikan pertengkaran ini karena aku merasa kasihan padamu! Peperangan ini hanya akan merugikanmu saja! Kau tidak akan bisa menang dariku!”ujar Luhan sombong.

“Oh ya? Bagaimana kau tahu aku akan kalah dari orang sepertimu? Peperangan ini saja baru di mulai Luhan ssi. Terlalu dini menentukan pemenangnya sekarang”balas Jessica tenang.

“Jadi kau menolak tawaran damai dariku?”tanya Luhan memastikan.

“Kurasa kau sudah tahu jawabannya Luhan ssi”jawab Jessica mantap.

“Sebaiknya kau pikirkan lagi jawabanmu itu. Jika kau setuju kita bisa menganggap peperangan antara kita tidak pernah terjadi dan mungkin kita bisa jadi—teman”ucap Luhan meyakinkan Jessica agar merubah keputusannya walau pun di akhir kalimat Luhan terlihat sangat ragu saat mengucapkan kata ‘teman’.

Jessica terkekeh mendengar perkataan Luhan“Teman? Apa telingaku ini tidak salah dengar? Seorang Xi Luhan namja paling popular dan berpengaruh di Hanyang mau berteman dengan ku? Jung Sooyeon? Yeoja nerd dan miskin? Kurasa otakmu sudah rusak Xi Luhan”ujar Jessica sinis.

Luhan menarik napasnya dalam mencoba menekan amarahnya agar tidak meledak sekarang juga“Tidak, telingamu tidak salah dengar dan otak ku tidak rusak. Aku Xi Luhan namja paling popular dan berpengaruh di Hanyang ingin mengajak Jung Sooyeon berteman”ucap Luhan sabar.

“Apa ada yang salah akan hal itu?”tanya Luhan santai.

“Tentu saja ada yang salah! Tidak mungkin orang sepertimu mau berteman denganku!”jawab Jessica cepat.

“Kenapa tidak mungkin?”sergah Luhan tidak mau kalah.

“Orang sepertimu ingin berteman denganku itu hanya jika ada perlunya saja. Apa yang kau ingin aku lakukan? Mengerjakan semua tugasmu? Jadi pesuruhmu? Atau menjadi bahan untuk kau kerjai?”tanya Jessica ketus.

“Aku terlalu pintar untuk kau bohongi dengan alasan berteman Luhan ssi. Mungkin orang lain mendengar perkataanmu akan sangat senang, tapi aku berbeda! Tidak mungkin kau ingin berteman denganku, tapi kau malah menabrakku lalu mempermalukan aku di depan kelas! Pakai otakmu jangan hanya di jadikan hiasan saja”tambah Jessica sinis.

Luhan tercekat. Ia tidak tahu harus berbicara apa lagi kepada yeoja di depannya ini. Rencananya untuk mengajak Jessica berdamai gagal total dan itu artinya ia harus mencari cara lain agar bisa mendapatkan Jessica dan memenangkan taruhan. Taruhan kali ini sangat berarti untuk Luhan. Bukan masalah hadiah saja, tapi ini juga mempertaruhankan harga dirinya.

Luhan menarik napasnya pelan“Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya dan mau berteman denganku?”tanya Luhan masih berusaha dengan rencana awalnya.

“Apa pun yang kau lakukan aku tidak akan percaya!”jawab Jessica tegas.

“Sombong!”cibir Luhan yang sudah kelewat kesal kepada Jessica.

“Aku tidak sombong, hanya saja jika berteman denganmu aku harus berpikir seribu kali”balas Jessica.

Luhan mengepalkan tangannya—kesal seraya menatap Jessica tajam. Jessica melihat Luhan mengepalkan tangannya tersenyum penuh kemenangan dalam hati. Akhirnya Luhan menyerah juga. Pikir Jessica.

“Apa masih ada yang ingin kau katakana kepadaku?”tanya Jessica santai.

“Tidak”jawab Luhan ketus.

Jessica membalikkan badanya hendak meninggalkan taman belakang sekolah, tapi sesaat ia kembali membalikkan badanya menjadi menghadap Luhan lagi“Oh ya, aku peringatkan padamu, jangan pernah menggangguku lagi! Aku di sekolah ini untuk menuntut ilmu bukan untuk mencari sensasi dan menjadi terkenal”ujar Jessica memperingatkan.

“Kau mengancamku Jung Sooyeon?”

“Sudah aku bilang, itu adalah peringatan!”sergah Jessica cepat.

“Oh ya satu lagi, jangan pernah mencoba untuk mengajakku berteman denganmu lagi karena jawabannya sudah pasti yaitu TIDAK!”ujar Jessica tegas seraya menekan kata terakhirnya lalu pergi dari hadapan Luhan.

Luhan menatap punggung Jessica yang semakin lama semakin menjauh itu penuh emosi“Kurang ajar”seru Luhan meluapkan emosinya yang tadi ia tahan.

“Lihat saja Jung Sooyeon aku akan membalas penghinaan yang kau lakukan hari ini padaku!”ujar Luhan penuh dendam.

“Aku harus mengganti rencanaku atau membujuk Sehun, Kai dan Suho untuk membatalkan taruhan kali ini”ujar Luhan pelan lalu berjalan meninggalkan taman belakang sekolah.

***

“Bagaimana Lu apa rencanamu berhasil mengajak Sooyeon menjadi temanmu?”tanya Suho ketika Luhan sudah sampai di tempat mereka biasa berkumpul—apartemen Sehun dan juga Kai.

Wajah Luhan langsung bertambah murung mendengar nama Sooyeon di sebutkan“Gagal total! Yeoja nerd itu benar-benar menyebalkan!”jawabnya penuh emosi.

“Lalalalalala lalalalalala”ejek Suho jahil.

“Menyebalkan!”maki Luhan.

Suho terkekeh mendengar makian Luhan.

“Bagaimana kalau taruhan kali ini dibatalkan saja?”tanya Luhan dengan mata berbinar berharap Suho setuju.

“Tidak bisa!”tolak Suho cepat.

“Ayolah, masa kau tega melihatku di permalukan di aula”bujuk Luhan tidak mau menyerah atau reputasinya hancur.

Suho nampak memikirkan permintaan Luhan“Aku harus tanya pendapat Sehun dan Kai terlebih dahulu”ucap Suho.

“Sehun, Kai kemari!”perintah Suho kepada duo Kim—Kai dan Sehun yang saat ini sedang asik bermain PS itu.

“Ada apa sih?”tanya Kai kesal karena kesenangannya terganggu. Dengan malas Kai dan Sehun menghampiri Suho dan Luhan yang sedang duduk di ruang makan.

“Luhan ingin membatalkan taruhan kita”ucap Suho.

Mwo?”seru Kai dan Sehun kaget seraya memasang wajah tidak percaya.

“Aku tahu kalian kembar, tapi tidak usah seperti itu”cibir Luhan.

“Aku tidak salah dengar? Kau ingin membatalkan taruhan kita Lu?”tanya Sehun memastikan bahwa telinganya masih berfungsi dengan baik.

“Kalian tidak salah dengar”jawab Luhan pelan. Malu? Tentu saja! Seorang Xi Luhan membatalkan taruhan? Itu adalah hal yang memalukan, tapi akan lebih memalukan lagi kalau ia harus mempermalukan dirinya di depan orang banyak.

“Dia benar-benar Luhan teman kita kan?”tanya Kai tidak percaya.

“Jangan berlebihan Kim Jongin!”seru Luhan kesal.

“Seorang Xi Luhan menyerah begitu saja? Waw!”ledek Kai dengan wajah yang menyebalkan.

“Pletak”

Kai berhasil mendapatkan satu hadian pukulan dari Luhan di kepalanya.

“Aww”ringis Kai seraya mengelus kepalanya yang sakit.

“Kau meledekku seperti itu karena kau tidak tahu Sooyeon itu yeoja seperti apa. Coba kau dekati dia, jika kau berhasil kau boleh mengejekku sepuasnya”ujar Luhan menantang Kai.

“Ok aku terima tantanganmu Lu, tapi jika aku bisa mendapatkan Sooyeon gelar namja terpopular dan paling berpengaruh di Hanyang pindah padaku”ujar Kai balik menantang Luhan.

“Ok, tapi jika kau gagal taruhan kita batal, bagaimana?”

“Setuju”ucap Kai.

“Aku juga setuju”ucap Suho.

Sehun diam.

“Bagaimana denganmu Sehun?”tanya Kai.

“Jangan buat aku malu”ancam Sehun.

“Kau tenang saja Sehun-ah”ucap Kai santai.

“Baiklah, aku setuju”ucap Sehun akhirnya.

*****D’Popular*****

Iklan

17 pemikiran pada “D’Popular | Part 4 |

  1. hahaha luhan nyerah… Sekarang gantian kai yang beraksi!! Terus kalau kai nyerah, gantian sehun suho yang ngedeketin sica hahaha 😀

  2. akhirnya dilanjut jugaaa,,makin seruu aja nihh!! Perang dimana2 hahaha XD sica eonn memang Daebakkk Berani bangett!! Next chap ditunggu bangett thorr,,hwaiting 😉
    #semoga kai Kalah amin..

  3. luhan akhirnya menyerah juga. namanya juga jung sooyeon, nggak akan ada yang bisa mengalahkan dia. hwhwhw… wah penasaran abis sama taruhan selanjutnya antara kai dan luhan hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s