D’Popular | Part 5 |

D'popular-hansica

Title : d’Popular

Author : Winda Kurnia Prado

Editor : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Tiffany Hwang

Zhang Yixing

Kim Suho

Oh Sehun

Kim Jongin

Nam Jihyun

Lee Jieun

Genre : Romance

Rating : Teen

                                                                Length : Chapther

Part 5

 

Hari ini Hanyang Senior High School kembali heboh dengan berita yang terdapat di madding sekolah. Berita kali ini juga tidak berbeda dari berita beberapa hari yang lalu masih seputar dengan Sooyeon—anak baru.

JUNG SOOYEON siswi nerd yang berani melawan seorang XI LUHAN siswa paling berkuasa di HANYANG! Bahkan JUNG SOOYEON berani meminta uang kepada  XI LUHAN!

JUNG SOOYEON siswi nerd yang tidak tahu malu!

JUNG SOOYEON yeoja MATREALISTIS! Ia bersembunyi di balik penampilang nerdnya yang terkesan seperti anak baik!

JUNG SOOYEON sang ratu POKER FACE!

Itu lah isi madding Hanyang pagi ini, penuh dengan berita tentang Jung Sooyeon sang murid baru!

Jessica berjalan menuju kelasnya dengan santai. Ia tidak tahu bahwa ia kembali menjadi bintang madding hari ini. beberapa murid Hanyang yang melihat Jessica menatapnya penuh kebencian.

Ada apa lagi ini? ucap Jessica dalam hati kesal seraya mempercepat jalannya untuk menuju kelasnya.

“Itu dia Jung Sooyeon”ucap seseorang dengan nada yang sangat sinis.

“Masih berani dia masuk sekolah ini?”

“Tidak tahu malu!”

“Aku kira dia adalah yeoja yang baik, tapi ternyata tidak lebih busuk dari Jieun dan teman-temannya”

“Memalukan sekolah kita saja, bagaimana kalau sampai berita ini tersebar? Pasti sekolah kita akan tercemar!”

“Betul sekali”

“ Jokwon pintar sekali mencari berita bagus seperti ini, kita jadi bisa tahu kebusukan anak baru itu”

Itu lah beberapa komentar murid Hanyang setelah melihat berita Jessica di madding. Jessica yang niat awalnya ingin cepat sampai di kelas mengurungkan niatnya itu. Dia sangat penasaran dengan berita dirinya di madding yang sampai membuat semua murid Hanyang mencemoohnya.

“Sangat tidak bermutu! Seharunya madding sekolah itu di isi dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bukannya dengan gossip murahan seperti ini!”komentar Jessica ketus setelah melihat berita tentang dirinya di madding.

“Apa yang kau katakana eoh?”tegus seorang namja dengan gaya yang cukup eksentrik.

“Tidak ada siaran ulang”ujar Jessica.

“Tsk, sombong sekali dirimu, ANAK BARU!”cibir namja itu seraya menekan dua kata terakhir.

“Kau tahu siapa aku?”tantang namja itu dengan sombongnya.

Jessica mentap namja itu dari atas sampai ke bawah lalu kembali ke atas dan berakhir dengan senyum sinis di wajahnya “Tidak! Tidak penting juga aku tahu siapa dirimu!”balas Jessica datar lalu berbalik untuk kembali dengan tujuan awalnya—kembali ke kelasnya.

“Bruk”

Jessica yang baru berjalan selangkah tersungkur dilantai akibat perbuatan namja yang tadi berbicara dengannya.

“Hahahaha”

Semua murid Hanyang menertawakannya Jessica yang saat ini tersungkur. Tidak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk membantu Jessica. Bahkan untuk menghentikan tawanya pun tidak ada.

“Rasakan!”ledek namja tadi seraya tersenyum penuh kemenangan.

Jessica mengepalkan tangannya—menahan amarahnya yang akan meledak. Semur hidup tidak ada yang pernah berani berbuat seperti ini padanya dan menertawakannya. Jessica bangun dari jatuhnya lalu menghampiri namja yang tadi membuatnya terjatuh. Jessica hanya terdiam seraya menatap namja di depannya ini tajam, untung saat ini ia sedang di hadapan banyak orang. Jika tidak mungkin Jessica sudah menghajar namja di depannya ini sampai ia masuk rumah sakit.

“Kenapa kau menatapku seperti itu eoh? Mau membalas?”ledeknya seraya tersenyum sinis untuk menutupi rasa takutnya akan tatapan tajam Jessica.

Jessica tesenyum manis—yang sudah sangat jelas di paksakan “Aku anggap ini adalah salam perkenalan darimu untuk murid baru sepertiku”ucap Jessica seraya terus menatap namja di depannya ini tajam.

“Dan tunggu lah salam perkenalan dariku”tambahnya lalu membalikkan badanya untuk menuju kelasnya.

Aku tidak akan menjadi Geum Jandi kedua yang diam saja di siksa, tapi aku akan menjadi Makino Sukushi yang kedua. Yang akan membalas semua orang yang pernah berbuat jahat padanya. Tunggu saja! ucap Jessica dalam hati.

“Itu dia datang”ucap Luhan ketika Jessica memasuki kelas dengan wajah yang di tekuk. Luhan tersenyum kecil, sepertinya nasib Kai akan lebih parah darinya saat ia melihat raut wajah Jessica yang di tekuk itu.

“Lihat aksiku Xi Luhan”ucap Kai dengan penuh percaya diri tanpa tahu siapa yang sebenarnya ia hadapi.

“Iya!”sahut Luhan.

Dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi Kai berjalan menuju meja Jessica, tanpa membaca raut wajah kesal Jessica yang siap meledak itu.

“Sooyeon-ssi ayo kita sarapan di kantin”ajak Kai langsung tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

Kini semua mata tertuju pada Kai yang sedang berusaha membujuk Jessica sarapan bersamanya. Jelas saja semua mata kini tertuju pada Kai dan Jessica, karena Kai juga merupakan salah satu namja yang paling popular di Hanyang sama seperti Luhan, Suho dan Sehun.

Luhan yang terkenal karena suara merdunya, ketampanannya serata keluarganya yang sangat terpandang di Korea Selatan itu. Kai terkenal karena dancenya yang tidak perlu di ragukan lagi. Lain lagi dengan Sehun, Sehun terkenal karena kemampuannya untuk merayu seorang yeoja tidak di ragukan lagi, jika sudah Sehun yang merayu seorang yeoja kecil memungkinannya untuk yeoja itu menolaknya. Kalau Suho, terkenal karena keahlian bermain musiknya yang sangat luar biasa. Tapi yang harus di ingat bahwa Luhan adalah murid paling menakutkan di Hanyang. Jangan tertipu dengan wajah tampan dan manisnya karena saat Luhan marah ia akan sangat menyeramkan melebihi Kai yang bertampang sedikit menyeramkan itu. Dan yang paling penting mereka semua tampan dan merupakan keluarga terpandang di Korea selatan. Keluarga mereka lah yang selalu menyumbangkan dana untuk Hanyang Senior High School ini. keluarga mereka juga dekat dengan pemilik Hanyang Senior High School.

Jessica menatap Kai dari atas kebawah lalu kembali keatas dengan wajah datarnya yang menurut Luhan—orang yang pernah Jessica perlakukan seperti itu—sangat menyebalkan.

Apa lagi yang mereka rencanakan sebenarnya? Pikir Jessica kesal.

“Biar tahu rasa Kai bagaimana seorang Jung Sooyeon itu”ucap Luhan yang memperhatikan aksi kai.

“Jahat kau Lu”komentar Sehun dan Suho bersamaan.

“Biarkan saja, siapa suruh dia menghinaku”balas Luhan dengan mata yang terus terfokus kepada Kai dan Jessica.

“Sudah lah kita lihat saja aksi Kai”ucap Suho.

“Sooyeon-ssi ayo kita sarapan di kantin”ulang Kai karena tadi Jessica tidak memberi respon tentang ajakannya itu. Kai terus tersenyum manis kepada Jessica, beranggapan bahwa Jessica akan menyukai senyum manisnya itu dan memudahkan langkahnya untuk mendapatkannya.

No thank’s”tolak Jessica masih halus.

“Ayolah”bujuk Kai.

“Aku tidak mau!”tolak Jessica lagi.

“Ayolah, kapan lagi ada namja sekeren dan setampan diriku mengajakmu untuk sarapan bersama?”Kai terus berusaha untuk membujuk Jessica. Ia tidak akan menyerah sebelum Jessica mau sarapan bersamanya.

“Aku bilang, aku tidak mau! Apa masih kurang jelas yang ku katakan padamu!”ujar Jessica mulai kesal dengan namja hadapannya ini.

Kai mulai kehilangan kesabarannya terhadap penolakan yang terus saja Jessica lakukan padanya. “Aku tidak suka di tolak Sooyeon-ssi, jadi kau harus mau”ucap Kai memaksa.

“Dan aku tidak suka di paksa! Jadi kau jangan coba memaksaku Kai-ssi!”ujar Jessica tegas.

“Ayolah Sooyeon-ssi”bujuk Kai melembutkan suaranya tidak seperti tadi.

Jessica membuang napasnya kesal. Sepertinya menolak Kai dengan baik-baik itu akan percuma. Ia sama seperti Luhan, harus di permalukan terlebih dahulu baru akan mundur. Jessica tersenyum dalam hati saat mendapatkan ide untuk membuat Kai malu dan kapok untuk mendekatinya lagi.

Jessica menggenggam pergelangan tangan Kai “Ini urat nadimu?”tanya Jessica seraya tersenyum ke arah Kai—senyum palsu.

Sontak saja perbuatan Jessica yang tidak di duga itu membuat seisi kelas 2-A menatap Jessica tidak percaya. Bahkan Luhan, Sehun dan Suho di buat tercengan karenanya.

Sebelum menjawab pertanyaan Jessica, Kai menoleh ke arah Luhan lalu tersenyum penuh kemenangan. Seolah ia telah berhasil menaklukkan Jessica.

“Iya, memangnya ada apa dengan urat nadiku?”tanya Kai penasaran.

“Kalau urat malu mu dimana? Sudah putus kah? Tadi aku sudah menolakmu secara halus, tapi kau tetap bersikeras bahkan memaksaku terus! Tidak tahu malu sekali! Bukankah kau ini namja popular Hanyang? Tetapi mengapa mengemis padaku seperti ini? Tidak memiliki harga diri sama sekali!”ucap Jessica ketus seraya menghempaskan tangan Kai secara kasar.

Kai mematung di tempatnya setelah mendengar kata-kata pedas Jessica. Ia tidak menyangka akan ada seorang yeoja yang berkata seperti itu padanya.

“HAHAHAHA”

Seketika tawa Luhan, Sehun dan Suho meledak setelah mendengar perkataan Jessica. Berbeda dengan murid yang lain, mereka tidak berani menertawakan Kai. Atau mereka akan bernasib buruk.

“Kalau kau tidak ingin semakin aku buat malu, sebaiknya kau kembali ke kursimu dan jangan pernah ganggu aku lagi Kai-ssi”ucap Jessica tajam serta dengan nada suara yang sangat menakutkan untuk Kai.

Kai benar-benar di permalukan oleh Jessica, bahkan ia sampai tidak bisa membalas perkataan Jessica. Dengan patuh Kai kembali ke kursinya lalu terduduk lemas di kursinya.

“Kalau urat malu mu dimana? Sudah putus kah? Tadi aku sudah menolakmu secara halus, tapi kau tetap bersikeras bahkan memaksaku terus! Tidak tahu malu sekali! Bukankah kau ini namja popular Hanyang? Tetapi mengapa mengemis padaku seperti ini? Tidak memiliki harga diri sama sekali!”ucap Luhan menirukan ucapan dan gaya Jessica saat mengerjai Kai.

“Hahahaha”

Tawa Luhan, Sehun dan Suho kembali meledak.

“Puas? Sudah puas kalian menertawa kan ku?”ujar Kai ketus.

“Belum”jawab Luhan santai.

“Ya sudah tertawa saja sampai puas”balas Kai kesal.

“Dia marah”ledek Suho.

“Ok, kita berhenti tertawa”ucap Sehun—kembaran Kai.

“Serius, Jung Sooyeon itu sangat menyebalkan! Aku menyerah! Aku tidak sanggup!”ujar Kai seraya menggelengkan kepalanya.

Karena saat ini kondisi kelas sedang ramai membicarakan Jessica yang sudah mempermalukan Kai, ucapan Kai dan teman-temannya jadi tidak terdengar.

“Baru tahu”cibir Luhan jahil.

“Pokoknya Lu kau tidak boleh mundur dari taruhan kita”seru Kai penuh semangat.

Wait? Kan kemarin kita sudah sepakat kalau taruhannya di batalkan kalau kau gagal menakluk kan Sooyeon”sergah Luhan cepat.

“Tapi ini demi harga dirimu dan juga aku Lu, kita harus memberi Jung Sooyeon itu pelajaran atas perbuatannya kepada kita”ucap Kai mengompori.

“Aku tidak mau di permalukan kembali olehnya!”tolak Luhan tegas. Ia tidak mau melanjutkan taruhannya untuk mendekati Jessica jika hanya untuk mempermalukan dirinya sendiri.

“Kau kan lebih pintar dariku Lu, kau masih bisa menjawab saat Sooyeon itu memojokkan mu. Sementara aku? Kau lihat sendiri kan? Dia baru berbicara sekali saja aku langsung K.O”jelas Kai.

“Tenang aku akan membantumu, iya kan Sehun-ah?”ucap Kai seraya melirik Sehun.

“Loh? Kenapa aku juga di bawa-bawa?”tanya Sehun bingung.

“Kau kan saudara kembarku, deritaku ya deritamu juga Sehun-ah”jawab Kai dengan cengiran khasnya.

“Giliran derita kau bagi padaku? Untuk masalah yeoja kau pelit padaku? Bagus!”cibri Sehun.

Kai hanya tersenyum tiga jari “Kau mau membantu kan Sehun-ah?”tanya Kai lagi.

“Iya!”sahut Sehun antara mau dan tidak mau.

“Suho juga pasti mau membantu!”

“Ya”

“Bagaimana Lu?”tanya Kai. “Ini demi harga diri Lu”Kai kembali mengompori Luhan.

“Baiklah aku setuju, tapi jika aku tetap gagal tidak ada hukumannya”ujar Luhan.

“Ya”

“Teng Tong Teng”

Bel masuk untuk seluruh murid Hanyang telah berbunyi. Murid Hanyang langsung memasuki kelas mereka sebelum guru piket mendapati mereka di luar kelas.

“Kris”panggil Jessica.

“Hm”respon Kris singkat karena saat ini Kris tengah membaca buku.

“Kau bisa memberitahuku murid yang bernama Jokwon?”tanya Jessica langsung.

“Untuk apa kau menannyakannya?”selidik Kris dengan pandangan yang masih focus kepada buku bacaanya.

“Aku hanya ingin memintanya untuk berhenti membuat gossip murahan tentangku di sekolah ini”jelas Jessica seperlunya.

“Ok, nanti saat istirahat aku akan memberitahumu”ucap Kris.

Jang seonsaengnim masuk kelas membawa seorang yang di duga adalah guru baru. Saat guru baru itu masuk semua murid yeoja menjerit histeris. Terkecuali Jessica. Karena saat melihat gurg baru itu Jessica sangat terkejut “Pagi anak-anak”sapa Jang seonsaengnim.

“Pagi seonsaengnim”balas seluruh murid kompak terutama murid yeoja yang terdengar sangat bersemangat itu.

“Kalian mendapat guru baru hari ini, beliau akan menggantikan Hwang seonsaengnim untuk sementara waktu”ucap Jang seonsaengnim.

“Silahkan memperkenalkan diri anda”ujar Jang seonsaengnim mempersilahkan. Setelah itu Jang seonsaengnim meninggalkan kelas 2-A karena tugasnya masih banyak.

Annyeong haseyo. Aku adalah guru baru yang akan menggantikan Hwang seonsaengnim mengajar kalian olahraga untuk semenatara waktu”ucap guru baru itu.

Seonsaengnim namanya siapa?”tanya Jieun genit.

“Ah iya, sampai lupa karena terlalu tegang”ujar sang guru baru seraya tersenyum manis. Membuat murid yeoja kembali menjerit histeris karena melihat senyuman dari sang guru baru.

“Lay imnida”ucap sang guru baru.

“Namanya keren seperti orangnya”komentar Jihyun—teman sebangku Jieun yang tak kalah genitnya dengan Jieun.

“Terima kasih atas pujiannya”balas Lay seonsaengnim ramah.

Jessica menatap Lay seonsaengnim datar. Sangat menunjukkan ketidak sukaanya terhadap Lay—sang guru baru tersebut.

“Hati-hati matamu keluar”cibir Kris yang melihat Jessica menatap Lay seonsaengnim tanpa berkedip. Kali ini Jessica tidak mempedulikan cibiran Kris, ia masih focus dengan Lay seonsaengnim.

“Kau mengenalnya?”tanya Kris mengagetkan Jessica.

“Eh? Tidak!”jawab Jessica cepat.

“Lalu kenapa kau terus menatapnya seperti itu?”selidik Kris.

“Dia tidak cocok menjadi seorang guru, terlebih menjadi seorang guru olahraga”jelas Jessica tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Lay seonsaengnim. Jessica selalu mengikuti gerak-gerik Lay seonsaengnim. Membuat Kris semakin mencurigainya.

“Kenapa? Bukan kah tadi kau berkata bahwa kau tidak mengenalnya? Tapi mengapa perkataanmu seolah menunjuk kan kau sangat mengenalnya?”desak Kris.

Jessica membuang napasnya kasar lalu menoleh ke arah Kris dengan sebal karena Kris terlalu banyak bertanya padanya hari ini.

“Kau lihat saja penampilanya! Dia itu akan menjadi guru olahraga kita, tapi kenapa ia memakai sepatu bermerek yang untuk ke pesta orang ternama ke sekolah! Lihat tatanan rambutnya yang sangat rapi itu, aku yakin dia pasti habis dari salon mahal. Lalu kau lihat baju yang ia gunakan, terlihat jelas itu adalah baju untuk bersantai ke café, bukan untuk ke sekolah. Dia itu lebih cocok menjadi super model di bandingkan dengan guru olahraga!”Jessica mengkritik penampilang Lay seonsaengnim dengan sangat pedas.

Kris cukup tercengang mendengar penjelas Jessica tentang guru barunya itu, menurut Kris itu tidak menjadi masalah. Hanyang adalah sekolah swasta yang terkenal dengan muridnya yang berasal dari kalangan atas. Wajar saja jika guru barunya itu berpenampilan seperti itu.

“Kau sangat teliti rupanya”cibir Kris.

“Sepertinya kau sangat tahu bagaimana orang kalangan atas itu”sindir Kris.

Jessica menggigit bibir bawahnya lalu bersikap tenang, menghadapi seorang seperti Kris ia memang harus tenang. “Aku sering melihatnya di televisi”balas Jessica.

“Ah begitu rupanya”respon Kris.

“Tapi jangan menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja, penampilan luar bisa menipu”ujar Kris seraya melirik Jessica. Jessica merasa Kris sedang menyindirnya.

 Aku tahu dia luar dalam Kris! Ucap Jessica dalam hati. Jessica kembali mengalihkan perhatiannya kepada Lay seonsaengnim.

“Lay seonsaengnimm kenapa anda ingin menjadi seorang guru disini? Aku sangat yakin dengan wajah anda yang sangat tampan itu anda bisa menjadi seorang selebriti atau seorang super model?”tanya Jessica dengan nada yang terdengar ketus.

YA! Jung Sooyeon, terserah kepada Lay seonsaengnim dia mau menjadi apa”balas Jieun sengit.

“Lee Jieun sejak kapan namamu berubah menjadi Lay seonsaengnim eoh?”balas Jessica tidak mau kalah. Jieun pun terdiam.

“Ah mengapa menjadi berdebat seperti ini”seru Lay seonsaengnim menengahi perdebatan kecil antar muridnya itu.

“Baiklah aku akan menjawab pertanyaan dari Sooyeon-ssi. Pertama aku ucapkan terima kasih atas pujianmu yang mengatakan aku tampan dan cocok menjadi super model”ucap Lay seonsaengnim seraya tersenyum manis.

Jessica muak melihat Lay seonsaengnim tersenyum manis seperti itu.

“Aku disini hanya untuk menjadi guru pengganti saja, bukan menjadikan guru sebagai pekerjaan tetapku. Lagipula aku sedang liburan ke Korea dan aku juga ingin melihat dongsaeng ku yang cantik belajar”tambah Lay santai dengan senyum yang tak pernah hilang di wajah tampanya.

Jessica semakin menatap Lay seonsaengnim tajam terlebih setelah mendengar jawaban dari Lay seonsaengnim.

“Jadi yeodongsaeng seonsaengnim sekolah di Hanyang juga? Siapa dia? Kelas berapa seonsaengnim?”tanya Jihyun penasaran.

“Rahasia”jawab Lay seonsaengnim.

“Yahh”desah murid yeoja yang tidak puas dengan jawaban dari Lay seonsaengnim itu.

Sepertinya masalahku akan bertambah banyak. Pikir Jessica frustasi.

“Ah ya, maaf jika penampilanku tidak seperti guru olahraga lainnya, tadi aku terlalu bersemangat sangat mendapat telpon dari pihak sekolah”ucap Lay seonsaengnim tidak enak.

Gwenchanayo  Lay seonsaengnim”balas murid yeoja dengan kompak—kecuali Jessica.

“Sepertinya guru baru ini mengerti arti ucapanmu tadi”ucap Kris pelan.

“Bagus lah jika seperti itu”balas Jessica datar.

***

“Itu dia orang yang bernama Jokwon”ucap Kris seraya menunjuk seorang namja jangkung yang sedang berbicara dengan beberapa yeoja. Jessica menatap orang yang beranama Jokwon itu sinis. Jadi orang yang tadi pagi mencari gara-gara dengannya adalah orang yang ia cari. Sungguh kebetulan yang bagus!

Thank’s”ucap Jessica kepada Kris karena sudah mau memberitahu Jokwon—orang yang sudah menyebarkan gossip tentangnya di Hanyang.

Kris tidak membalas perkataan Jessica, ia membalikkan badannya meninggalkan Jessica sendiri.

Setelah Kris pergi meninggalkannya Jessica mulai menghampiri Jokwon.

“Jokwon-ssi”panggil Jessica.

Namja yang bernama Jokwon menoleh dan mendapati Jessica lah yang memanggilnya barusan.

“Apa?”sahut Jokwon malas.

“Ternyata benar kau yang bernama Jokwon orang yang suka menulis gossip di madding”ucap Jessica ketika ia sudah berada di hadapan Jokwon.

“Kalau iya memangnya kenapa?”tantang Jokwon dengan wajah menyebalkannya.

“Berhenti menulis gossip di madding tentang diriku”ucap Jessica tegas.

Jokwon tersenyum mengejek kepada Jessica. “Memangnya kau siapa melarangku? Punya kekuasaan apa kau melarangku?”tanya Jokwon dengan nada merendahkan kepada Jessica.

Jessica menyeringai ke arah Jokwon “Sebaiknya kau dengarkan peringatanku saat aku masih berbicara baik-baik denganmu”jawab Jessica santai namun terdengar tegas dan menakutkan.

Jokwon tertawa sinis. “Tsk, orang miskin sepertimu berbicara seperti itu padaku? Tidak tahu malu!”cibir Jokwon.

Jessica memejamkan matanya sejenak untuk menahan emosinya saat berbicara dengan Jokwon yang terlalu banyak mulut itu. “Terserah dirimu mau berkata dan menghinaku seperti apa! Tapi yang penting kau berhenti menulis gossip tentangku”balas Jessica berusaha santai. Walaupun dalam hati ia sudah sangat ingin menghajar Jokwon saat ini juga.

“Aku tidak mau dan tidak akan pernah mau menuruti perkataanmu itu”ujar Jokwon seraya mendorong bahu Jessica kasar lalu pergi dari hadapan Jessica. Jessica terdorong sedikit akibat perbuatan Jokwon itu.

“Sayang sekali kau memilih pilihan yang salah Jokwon-ssi dan berurusan denganku”gumam Jessica seraya menarik ujung bibirnya.

*****D’Popular*****

Iklan

17 pemikiran pada “D’Popular | Part 5 |

  1. Hallo thor, aq readers baru dsni ^_^
    Wuidiiihhh…
    ff ini seru !!! + keren !!!
    aq udh bca dri part 1 dan memukau…
    Suka sama ini ff, lanjut thor !!!

  2. wow,,makin seruu nihh.. Gmna yaa reaksi murid2 hanyang kalo tau sica itu anak pemilik sekolah itu??mungkin bakal speecels ya mereka apalagi luhan CS ..
    Penasaran sma kelanjutaannyaaa.. Cpet dilanjut ya thorr,aku selalu menunggu Hwaiting 😉

  3. lay kakak’y sica ?
    Ah, nggak sabar gimana ntar reaksi mereka kalau udah tau siapa jessica sebenernya.
    Banyakin lusica’y yah.. 🙂

  4. Ga sabar tunggu selanjutnya…
    Jokwon pasti tak akan menyebar gosip tentang jessi kalau
    udah tahu sapa tu dirinya sebenar.
    FF ya daebak!!!
    Hansica fighting!!!

  5. aku baca dari part 1 – 5 dan mutusin buat komen di part ini ^^
    karena aku reader baru jadi semua partnya udah banyak 🙂
    ceritanya menarik thor ^^
    suka banget sama tema ff nya 🙂
    Author daebakkk ^^

  6. wedeh jessica itu adeknya lay itu……..
    taruhannya masih lanjut masa. seru seru. kitain tadi beneran berenti kalo kai kalah. ternya masih lanjut. makin seru aja, apalagi lay yang kakaknya jessica jd guru pengganti disitu, makin seru lah pokoknya ini mah 😀

  7. Bisa dikatakan part ini sangat lucu hahaha. Apalagi saat sehun dan suho kompak begitu *maklumotphunho*. Tapi kenapa kai sm sehun di jadikan kim bersaudara? sehun kan marganya oh hehehe, ngga bisa berhenti tertawa di part ini. Apalagi kris selalu membuatku penasaran, siapa sih sebenernya kris di dalam tokoh ini heung._.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s