D’Popular | Part 6 |

D'popular-hansica

Title : D’Popular

Author : Winda Kurnia Prado

Editor : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Tiffany Hwang

Zhang Yixing

Kim Suho

Oh Sehun

Kim Jongin

Park Chanyeol

Nam Jihyun

Lee Jieun

Genre : Romance

Rating : Teen

Length : Chapther

Part 6

 

“Lay buka pintunya!”teriak Jessica kencang seraya menggedor pintu kamar kakaknya dengan brutal. Terdengar suara music rock dari dalam kamar kakaknya. Jessica yakin kakaknya itu sedang mendengarkan music rock kesukaannya. Mungkin Jessica tidak sopan memanggil Lay yang notabenya adalah kakaknya hanya dengan nama saja? tapi Jessica punya alasan tersendiri kenapa ia memanggil Lay tanpa embel ‘gege’ atau ‘oppa’.

Diam tidak ada respon dari kakaknya.

“Lay, buka pintunya! Aku tahu kau mendengarnya!”ucap Jessica mulai kehabisan kesabaran menghadapi kakaknya itu.

Kembali terdengar suara music rock dari dalam kamarnya kakakanya, tapi kali ini jauh lebih kencang. Jessica yakin kakaknya itu sengaja melakukannya untuk membuat kesabarannya habis.

“Menyebalkan!”seru Jessica kesal.

“Lay Jung, buka pintunya atau aku dobrak!”ancam Jessica kesal seraya memasang posisi kuda-kuda untuk mendobrak pintu kamar kakaknya itu.

Aigoo kenapa teriak-teriak seperti itu sayang?”tanya Mrs. Jung karena mendengar suara ribut dari lantai dua.

“Mom, bilang pada Lay untuk membuka pintunya atau aku akan mendobrak pintunya”ujar Jessica kesal.

“Loh? Kenapa begitu sayang? Memangnya ada apa sampai kau memaksa masuk kedalam kamar gegemu?”tanya Mrs. Jung lembut.

“Kenapa Lay menjadi guru di Hanyang mom?”tanya Jessica seraya mengerucutkan bibirnya dan melipat tangannya di dada.

“Ah itu rupanya, itu mommy yang memintanya untuk menjadi guru di Hanyang”jawab Mrs. Jung santai.

What?”seru Jessica keget dengan mata yang membulat sempurna.

“Tapi kenapa mom?”tanya Jessica bingung dengan jalan pikiran mommnya itu.

“Mommy khawatir kau sekolah di Hanyang, yah walaupun sekolah itu milik daddymu. Pasti kau tidak punya teman, iya kan? Mana mungkin kau memiliki teman di Hanyang jika penampilanmu kesekolah seperti murid nerd”jawab Mrs. Jung dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir itu. Wajar saja jika Mrs. Jung sangat mengkhawatirkan Jessica. Jessica adalah anak yeoja satu-satunya di keluarganya dan terlebih Lay yang sekarang tinggal di China.

Jessica tersenyum tulus pada mommnya itu. “Mom, percaya padaku, aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku tidak mau mereka berteman denganku hanya karena aku anak dari orang terpandang di Korea dan karena wajah cantikku saja. Aku mau mereka berteman denganku tulus dari dalam hati mereka”ucap Jessica panjang lebar.

“Mommy tentu masih ingat bukan kejadian saat aku masuk Junior High School? Mereka semua mendekatiku hanya karena aku anak dari seorang Jung Yunho dan Kwon Yuri. Pengusaha sukses Korea Selatan. Mereka semua berteman denganku hanya untuk memanfaatkanku saja dan aku tidak ingin kejadian itu terulang kembali mom”tambah Jessica seraya menerawang kembali kepada masa lalunya yang buruk itu.

Sorry Jessie, mommy tidak bermaksud untuk meningatkanmu pada kejadian waktu itu”sesal Mrs. Jung seraya memeluk Jessica.

“Ne, aku mengerti kalau mommy snagat mengkhawatirkan aku”ucap Jessica seraya membalas pelukkan mommynya.

“Sebaiknya kau menggunakan kunci cadagangan saja, jangan mendobrak pintu kamar gegemu. Anak yeoja tidak baik jika terlalu kasar”nasihat Mrs. Jung seraya melepaskan pelukkannya. Mrs. Jung menyerahkan kunci cadangan yang berada di tangannya kepada Jessica.

Jessica hanya tersenyum tiga jari “Ne, mommy ku sayang”ucapnya patuh seraya menerima kunci cadangan dari mommynya itu.

Tanpa membuang waktu lagi Jessica langsung membuka pintu kamar Lay—kakakanya.

“Cklek”

Saat Jessica masuk nuansa rock dan metal langsung terasa, dinding yang di penuhi oleh gambar-gambar band rock yang Jessica tidak kenal. Dan penuh dengan nuansa hitam khas kamar namja.

“Loh? Tidak jadi mendobrak pintunya? Ah padahal aku sudah siap-siap untuk menelpon daddy untuk membeli pintu baru”ujar Lay meledek Jessica begitu Jessica masuk ke dalam kamarnya.

“Untuk apa kau mengajar di sekolahku eoh? Kau pasti punya rencana jahat kan mengajar di sekolahku?”tanya Jessica langsung seraya duduk di samping Lay yang saat ini tengah focus dengan laptopnya di atas kasur King sizenya.

Lay menoleh ke arah Jessica. “Kan aku sudah menjawabnya tadi saat di sekolah”jawab Lay santai lalu kembali focus dengan laptopnya.

Jessica mengerucutkan bibirnya karena tidak puas dengan jawaban Lay.

“Oh ya, tadi kenapa saat di sekolah kau berpenampilan jelek sekali? Aku saja hampir tidak mengenalimu! Untung tadi kau bertengkar aku jadi mendengar nama Koreamu?”tanya Lay penasaran.

“Terus kenapa teman sekelasmu bersikap seperti itu padamu? Memangnya mereka tidak takut padamu? Apa mereka tidak tahu kalau kau ini jago bela diri dan juga kau adalah anak dari pemilik sekolah?”tanya Lay lagi.

YA! Kenapa pulang dari China kau jadi semakin cerewet Lay?”seru Jessica kesal karena Lay terus bertanya padanya.

“Aku kan hanya bertanya kenapa kau jadi marah-marah seperti itu”cibir Lay.

“Mereka tidak tahu kalau aku adalah anak dari pemilik sekolah, yang mereka tahu adalah aku yeoja miskin yang mendapatkan beasiswa untuk masuk Hanyang dan juga aku yang jelek”Jessica menjawab pertanyaan Lay tadi dengan santai.

“Untuk apa kau melakukan seperti itu Jessie? Seharusnya kau mensyukuri memiliki wajah yang cantik serta harta yang berlimpah”nasihat Lay bijak.

“Aku hanya ingin belajar dengan tenang saja di sana dan menjauh sejauh mungkin dari orang-orang munafik yang hanya berpura-pura baik saja padaku karena tahu aku adalah anak dari seorang Jung Yunho pengusaha terkaya di Korea”jelas Jessica dengan raut wajah yang datar serta dengan nada suara yang sangat dingin.

Lay yang memang tahu kejadian buruk yang menimpa dongsaengnya itu hanya diam tanpa berkomentar karena ia sangat tahu bahwa Jessica begitu sensitive jika sudah berhungan dengan masa lalunya itu.

“Aku mau tidur disini”ucap Jessica dan langsung berbaring di kasur King size Lay dengan seenaknya tanpa menunggu persetujuan dari Lay terlebih dahulu.

“Tapi kau jangan mengompol”ledek Lay seraya terkekeh pelan.

“Enak saja! Kau pikir aku bayi”seru Jessica tidak terima.

“Memang! Kau adalah bayi besar yang menyebalkan”

“Sudahlah tidak usah membahas yang tidak penting”

Bagaimana kabar Vcitoria jie?”tanya Jessica mengalihkan pembicaraan.

“Tidak tahu! Aku sudah putus dengannya satu bulan yang lalu”jawab Lay kembali focus dengan laptop di hadapannya saat Jessica menyinggung Victoria.

“Yah kenapa kalian putus?”tanya Jessica kecewa.

“Pasti kau selingkuh! Iya kan?”tuduh Jessica.

“Buk”

Lay memukul Jessica pelan menggunakan bantalnya “Enak saja! Jangan menuduh sembarangan”ujar Lay sedikit kesal.

“Lalu? Vcitoria jie yang selingkuh?”tanya Jessica lagi.

“Tidak! Jangan asal tebak Jess Victoria bukan orang yang seperti itu”seru Lay.

“Lalu?”

“Dia di jodohkan oleh orangtuanya”ucap Lay pelan nyaris tak terdengar.

Jessica tertawa mendengar penuturan Lay barusan.

Lay menatap Jessica bingung.

“Kenapa tertawa? Memangnya ada yang lucu?”tanya Lay tidak suka.

“Sekarang aku tahu kenapa kau kembali ke Korea! Karena putus cinta”jawab Jessica jahil.

“Ughh kasihan gegeku”ledek Jessica seraya memasang wajah memelas yang lebih tepatnya meledek kepada Lay.

“Diam lah Jess, sudah jangan terus meledekku. Lebih baik kau tidur saja”perintah Lay dengan nada sedikit ketus.

“Giliran di ledek balik marah”cibir Jessica seraya merebahkan dirinya di kasur king size Lay.

“Aku dengar Jess!”seru Lay.

Jessica langsung menarik selimut sampai menutupi kepalanya dan pura-pura tertidur untuk menghindari Lay.

Lay menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya itu. “Dasar anak itu”gumam Lay pelan. Lay kembali focus kepada laptop di depannya dan kembali mengerjakan beberapa tugas kampusnya yang masih terisisa.

Empat jam berlalu..

Lay masih saja berkutat dengan laptopnya sampai lupa waktu sudah hampir tengah malam, waktunya ia untuk tidur agar esok dapat beraktivitas seperti biasanya.

“Hoam”Lay menguap pelan lalu mengalihkan pandangannya kepada Jessica yang sudah tertidur di samping kanannya. Lay kembali menoleh pada laptopnya untuk melihat jam. 01:22 itu lah yang tertera di laptopnya.

“Ternyata sudah malam”gumam Lay pelan seraya merenggangkan ototnya yang sedikit terasa kaku lalu ia mematikan laptopnya dan menaruhnya di meja samping tempat tidurnya.

Lay kembali menoleh ke arah Jessica yang tertidur, ia tersenyum kecil melihat wajah polos Jessica saat tertidur.

Seperti bayi. Itu lah yang ada di pikiran Lay saat melihat wajah damai Jessica yang sedang tertidur.

“Aku sayang padamu Jessie, walaupun kau itu menyebalkan”ucap Lay seraya mengelus kepala Jessica lembut. Menyalurkan rasa rindunya kepada adik satu-satunya itu setelah cukup lama tidak bertemu karena ia harus kuliah di China.

“Penampilan luar saja yang rock dalamnya mellow”cibir Jessica secara tiba-tiba. Ia membuka matanya lalu tersenyum mengejek kepada Lay yang saat ini tengah menatap Jessica terkejut.

“Kau belum tidur?”tanya Lay kikuk karena ketahuan oleh Jessica.

“Sebenarnya sudah, hanya saja tidak terlalu nyenyak, jadi saat kau berbicara dan mengelus rambutku aku terbangun”jawab Jessica seraya memamerkan sederet gigi putihnya.

“Sial! Kau membuatku malu!”seru Lay menahan malu.

Jessica tertawa kecil mendengar perkataan jujur Lay—kakaknya.

“Tenang Lay, cintamu tidak bertepuk sebelah tangan. Aku juga sayang padamu”ucap Jessica dengan nada meledek.

Lay mencibir pelan mendengar ledekan Jessica. Sementara Jessica tertawa senang.

“Sudah tidur, besok kau harus mengajar di sekolahku kan”ucap Jessica memperingatkan.

“Iya adikku sayang”ucap Lay patuh.

“Hoek”seru Jessica seraya memasang ekspressi seperti orang yang ingin muntah. Jessica langsung mengambil posisi untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu oleh Lay.

Lay mematikan lampu kamarnya lalu menyusul Jessica tidur, dengan posisi saling memunggungi dan dibatasi oleh sebuah guling. Jessica dan Lay memang sering tidur bersama dan kadang saling menceritakan masalah pribadi mereka masing-masing. Tapi mereka tidak pernah melakukannya lagi setelah Lay lulus dari Senior High School lalu memutuskan melanjutkan kuliahnya di China. Mungkin malam ini bisa dikatakan sebagai reunian kecil dari kakak beradik keluar Jung itu setelah cukup lama tidak bertemu secara langsung.

***

Lay menarik selimut yang Jessica kenakan, “Jessie bangun”seru Lay seraya mengguncang tubuh Jessica dengan pelan.

“Sebentar lagi, aku masih mengantuk”balas Jessica dengan mata yang masih terpejam erat seraya menarik kembali selimut yang tadi sempat ditarik oleh Lay.

Melihat itu Lay hanya menggelengkan kepalanya, ternyata adiknya itu belum banyak berubah. Buktinya ia masih sangat susah di bangunkan.

“Ini sudah siang Jess, nanti kau terlambat ke sekolah”ujar Lay masih berusaha membangunkan adiknya itu.

“Memangnya sekarang sudah jam berapa Lay?”tanya Jessica dibalik selimut tebal milik Lay.

Lay menarik kembali selimut yang Jessica pakai dan memperlihatkan wajah berantakan Jessica. “Sekarang sudah jam 08:19 KST, cepat bangun atau kau akan terlambat Jessica Jung!”jawab Lay dengan volume suara yang dinaikan yang terkesan memerintah.

“Hah?”seru Jessica kaget seraya bangun dari tidurnya. Matanya kini sudah terbuka dengan sempurna.

“Aduh kenapa kau baru membangunkanku sekarang Lay? Telat kan aku!”ucap Jessica marah-marah tidak jelas kepada Lay yang sudah membangunkannya. Dengan keadaan panik Jessica berlari menuju kamar mandi Lay.

Melihat itu Lay hanya bisa menggelengkan kepalanya—memaklumi sikap Jessica yang seperti itu.

Selagi menunggu Jessica selesai mandi Lay menyiapkan beberapa keperluan untuk membantu ia mengajar.

“Hah? Sudah selesai?”tanya Lay tidak percaya begitu Jessica keluar dari kamar mandinya. Jessica baru saja masuk ke dalam kamar mandi Lay sekitar lima menit yang lalu dan sekarang Jessica sudah selesai mandi.

Jessica pergi begitu saja dari kamar menuju kamarnya tanpa peduli dengan tatapan tidak percaya yang ditunjukan oleh Lay.

Lima menit kemudian Jessica sudah siap.

“Kau berangkat sekolah bersamaku”ucap Lay seraya menarik tangan Jessica masuk ke dalam mobilnya.

“Kau hanya tinggal bilang pada mereka kalau kau bertemu aku dijalan dan aku yang mengajakmu untuk berangkat ke sekolah bersama”ujar Lay yang tahu Jessica akan protes padanya.

Jessica hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon.

“Makanlah”ucap Lay seraya menyodorkan roti isi buatan eomma mereka.

“Kau memang gege yang paling baik di dunia”puji Jessica seraya mengambil roti isi dari tangan Lay.

“Sudah jangan banyak bicara, cepat makan”seru Lay yang saat ini tengah focus menyetir.

“Siap boss”

***

Mobil Lay memasuki parkiran Hanyang yang sudah penuh dengan mobil mewah, karena Lay merupakan anak dari pemilik sekolah jadi ia mempunyai tempat parkir sendiri yang memang sudah di siapkan oleh pihak sekolah.

“Di sekolah jangan coba-coba mengajakku berbicara”ucap Jessica memperingatkan sebelum ia turun dari mobil Lay.

“Ada juga aku yang harus bilang seperti itu padamu, aku malu mengakuimu sebagai adikku kalau penampilanmu seperti ini. Lihat saja penampilanmu sangat berbeda denganku yang keren ini”balas Lay bercanda.

“Terserah”balas Jessica malas seraya membuka pintu mobil Lay untuk turun.

Lay menahan tangan Jessica. “Ada apa?”tanya Jessica bingung.

“Kurasa kau melupakan ini!”jawab Lay seraya menunjukkan kacamata Jessica.

Jessica menepuk keningnya pelan. “Ah iya, untung kau mengingatkan Lay. Bisa kacau kalau aku sampai tidak memakai kacamata ini”seru Jessica.

Xie xie”ucap Jessica tulus.

“Hm”balas Lay.

“Bruk”

Suara pintu yang tertutup. Jessica dan Lay keluar dari mobil, kini semua mata tertuju pada mereka berdua. Menatap keduanya dengan dahi berkerut.

“Ada hubungan apa Lay seonsaengnim yang tampan dengan Sooyeon?”

“Bagaimana bisa Sooyeon keluar dari mobil Lay seonsaengnim?”

“Apa Sooyeon sekarang berniat untuk memeras Lay seonsaengnim seperti yang ia lakukan kepada Luhan beberapa hari yang lalu?”

“Wah kalau begitu kasihan Lay seonsaengnim

Bisik-bisik tidak mengenakan mulai terdengar dari beberapa murid yang melihat Jessica keluar dari mobil Lay.

Kamsahamnida seonsaengnim sudah mau mengajak saya di menaiki mobil mewah anda”ucap Jessica seraya membungkukkan badanya Sembilan puluh derajat—acting yang bagus.

“Ya”sahut Lay singkat lalu pergi dari hadapan Jessica menuju ruang kerjanya agar Jessica tidak di curigai oleh murid Hanyang.

Jessica mulai melangkah menuju kelasnya, tatapan membunuh dari beberapa murid Hanyang seolah menyertai Jessica menuju kelasnya.

Jessica menarik napasnya dalam, bersiap menjalani hari ini karena ia yakin ia akan mendapat masalah baru hari ini.

“Kudengar kemarin Sooyeon mengancam Jokwon”ucap seorang murid yeoja Hanyang kepada temannya. Yeoja itu tidak tahu jika orang yang sedang ia bicarakan tepat berada di belakangnya yaitu Jessica Jung atau Jung Sooyeon.

“Yang benar?”tanya teman dari yeoja pertama dengan nada suara tidak percaya.

“Benar, semalam Jokwon mengirim pesan singkat kepada seluruh murid Hanyang tentang Jung Sooyeon yang mengancamnya”jawab yeoja pertama dengan menggebu.

“Memangnya kau tidak mendapat pesan dari Jokwon?”tanya yeoja pertama.

“Tidak, ponselku di sita oleh eommaku”jawab yeoja kedua.

“Sooyeon itu cari mati ya, semua murid yang berpengaruh di Hanyang ia lawan. Memangnya ia tidak takut di keluarkan dari sekolah ini?”komentar yeoja kedua.

“Tidak tahu tuh, seharusnya ia sadar diri dia masuk sekolah ini hanya karena beasiswa! Aku saja yang bayar tidak berani melawan Luhan dan kelompoknya”timpal yeoja pertama.

“Mungkin dia hanya cari sensasi saja agar menjadi popular di sekolah kita”cibir yeoja kedua.

“Atau mungkin saja sebenarnya ia adalah anak orang kaya yang sedang menyamar menjadi orang miskin, makanya ia berani melawan murid Hanyang seperti Jieun, Jokwon dan Luhan”ucap yeoja pertama yang seratus persen benar walaupun ia hanya asal ucap saja.

“Deg!”

Jantung Jessica berdetak lebih cepat dari biasanya, napasnya sedikit tercekat saat mendengar perkataan yeoja di depannya itu.

Gawat! Pikir Jessica panik. Ia tidak habis pikir bagaimana yeoja di depannya itu bisa menebak dengan benar, apa penyamarannya kurang meyakinkan?

“Coba kau pikir lagi, Sooyeon sudah membuat Jieun dan Luhan malu, tapi ia masih belum di keluarkan dari sekolah kita, bukankah itu sedikit aneh”tambah yeoja pertama.

Jessica semakin menajamkan pendengarannya untuk mencuri dengar percakapan dua yeoja di depannya itu.

“Kalau ia masih melawan saat murid Hanyang menindasnya, kemungkinan apa yang kau katakana tadi memang benar”komentar yeoja kedua.

Ok, kita lihat saja selanjutnya seperti apa”ujar yeoja pertama.

Lalu kedua yeoja tadi masuk kedalam kelas mereka yang ternyata terletak di samping kelas Jessica.

Sial! Masa aku harus diam saja saat ditindas. Pikir Jessica kesal.

Jokwon Jokwon Jokwon, sebenarnya mau dia apa? Karena ulahnya penyamaranku jadi dicurigai dan hampir terbongkar!. Runtuk Jessica dalam hati.

Jessica masuk kelasnya dengan wajah di tekuk, suasana hatinya saat ini benar-benar sedang tidak baik karena ulah Jokwon!

“Hey miskin”seru sebuah suara yang akhir-akhir ini sangat sering Jessica dengar dan ia muak mendengar suara ini.

Jessica yang baru masuk langsung disambut oleh seruan tidak bersahabat dari Jihyun—salah satu musuhnya sama dengan Jieun.

Jessica menatap Jihyun malas.

“Tadi kenapa kau keluar dari mobil Lay seonsaengnim eoh?”semprot Jihyun seraya mendorong bahu Jessica dan membuat Jessica terdorong beberapa langkah karena tidak siap menerima serangan mendadak dari Jihyun yang tenaganya cukup besar itu.

Ini lagi!. Geram Jessica dalam hati.

“Lalu apa hubunganya denganmu Nam Jihyun? Memangnya kau siapanya Lay seonsaengnim eoh?”balas Jessica santai, tapi dengan nada suaranya yang terdengar sangat datar tidak terselip sedikitpun rasa takut akan kemarahan Jihyun.

“Kenapa nada bicaramu seperti itu!Aku tanya kau malah balik bertanya! Kau mengajakku berkelahi hm?”seru Jihyun semakin kesal kepada Jessica lalu mendorong Jessica kencang membuat Jessica jatuh terduduk karena ulah Jihyun itu.

“Aww”ringis Jessica pelan.

Dengan cepat Jessica bangun dari posisi jatuhnya.

“Aku sedang malas bertengkar denganmu, jadi minggirlah”balas Jessica masih berusaha tenang setelah apa yang telah dilakukan oleh Jihyun kepadanya. Dengan tenang Jessica berjalan menuju kursinya.

Hampir semua murid kelas 2.A terkejut mendengar perkataan Jessica barusan, tidak biasanya Jessica seperti itu. Biasanya hanya ditanya saja ia sudah mengeluarkan aura yang tidak enak, tapi kali ini Jessica tidak melawan sama sekali.

“Tumben sekali dia tidak membalas”komentar Jieun melihat reaksi Jessica.

“Mungkin dia takut padamu”ujar Jimin—teman Jieun dan Jihyun.

“Benar juga katamu, tapi bukankah itu bagus dia tidak akan melawan kita lagi”ucap Jihyun dengan senyum sinis yang mengembang diwajahnya.

“Bagaimana kalau kita ke mejanya lalu melabraknya lagi”usul Jieun yang ternyata masih sangat dendam kepada Jessica atas perbuatan Jessica sebelumnya.

“Setuju”ucap Jihyun dan Jimin bersamaan dengan seringai diwajahnya.

“Ya! JUNG SOOYEON!”teriak Jihyun lantang seraya memukul meja Jessica dengan kencang menimbulkan suara gaduh yang sangat mengganggu.

Kini semua mata tertuju pada Jihyun, Jieun dan Jimin yang sedang melabrak Jessica.

Jessica menghela napas sebentar sebelum menyahut panggilan tidak bersahabat dari Jihyun.

“Apa?”tanya Jessica tanpa minat sedikitpun dan bahkan ia tidak mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca.

“Lihat aku kalau aku sedang berbicara padamu”ujar Jihyun kesal.

Tsk, memangnya kau pikir kau ini siapa ingin dilihat olehku eoh? Ucap Jessica dalam hati.

Dengan malas akhirnya Jessica menatap wajah Jihyun.

“Ikut aku”seru Jihyun dan langsung menarik Jessica dari kursinya. Semua murid kelas 2.A kini tengah menatap Jessica yang ditarik paksa oleh Jihyun, ada diantara mereka yang merasa kasihan kepada Jessica, ada yang tidak peduli dan ada diantaranya yang merasa senang. Saat Jihyun menarik Jessica keluar kelas itu membuat murid Hanyang yang lainnya berhamburan keluar untuk melihat aksi Jihyun dan Jessica—yang akhir-akhir ini menjadi sorotan murid Hanyang. Jessica terlihat pasrah saat Jihyun dan teman-temannya menariknya paksa, tidak ada niat untuknya melawan Jihyun dan  temna-temannya. Jihyun dan teman-temanya membawa Jessica ke toilet yeoja.

“Bugh”

Tubuh Jessica di hempaskan ke dinding begitu Jihyun dan teman-teman sudah sampai di toilet yeoja.

“Awww”ringis Jessica pelan. Hempasan itu terasa cukup sakit.

“Sebenarnya apa maumu?”tanya Jessica.

Jihyun tersenyum mengejek kepada Jessica. “Mauku? Mauku adalah kau menjauhi Lay seonsaengnim karena Lay seonsaengnim itu MILIKKU!”jawab Jihyun seraya menekan kata ‘milikku’.

Dalam hati Jessica menertawai Jihyun yang mengatakan Lay adalah miliknya. Jessica yakin Lay tidak akan tertarik pada yeoja seperti Jihyun, Jihyun bukanlah type yeoja yang disukai oleh Lay—kakaknya.

“Siapa juga yang dekat-dekat dengan Lay seonsaengnim? Tadi Lay seonsaengnim hanya mengajakku menumpang pada mobilnya karena ia melihatku sedang berjalan terburu menuju sekolah”jelas Jessica masih berusaha sabar terhadap Jihyun dan teman-temannya.

Terlihat Jihyun menatap Jessica sinis—tidak percaya dengan apa yang Jessica katakana barusan.

“Sudah lah jangan berlebihan, aku tidak akan menyukai Lay seonsaengnim dan jangan ganggu aku lagi. Aku sekolah disini untuk belajar bukan untuk mencari masalah”tambah Jessica dengan santai.

Jihyun menggenggam dagu Jessica erat. “Jika kau tidak ingin mendapat masalah dan tidak ingin kami mengganggumu ada dua syarat yang harus kau penuhi. Pertama kau harus menjauhi Lay seonsaengnim karena Lay seonsaengnim adalah MILIKKU! Kedua, kau jauhi Luhan dan teman-temannya karena Luhan dan teman-temannya tidak pantas untukmu! Kalau kau melanggar dua syarat itu aku jamin kau akan di keluarkan dari sekolah tercinta kita ini”bisik Jihyun di telinga Jessica lalu menghempaskan dagu Jessica begitu saja saat ia sudah selesai berbicara.

Jessica mengerutkan keningnya—bingung dengan ulah Jihyun dan teman-temannya.  Apa Jihyun dan teman-temannya merasa terancam dengan dirinya? Oh ayolah, saat ini penampilangnya sangat tidak mendukung untuk bisa mengalahkan Jihyun dan teman-temannya.

Jessica tersenyum sinis ke arah Jihyun dan teman-temannya. “Apa kau merasa terancam dengan kehadiranku? Apa ini cara kalian agar membuat kalian menjadi popular dan paling berkuasa di Hanyang? Mengancam orang miskin dan lemah sepertiku dengan kekayaan dan kekuasaan keluarga kalian?”ujar Jessica ketus.

“Tsk, cara yang kalian pakai itu sudah tidak jaman dan kampungan”tambah Jessica.

Terlihat rahang Jihyun mengeras—menahan amarahnya yang siap meledak.

“Masih berani melawan rupanya!”ujar Jieun dengan nada merendahkan.

“Pegangi tangannya!”seru Jihyun.

Jieun dan Jimin langsung memegangai kedua tangan Jessica dengan erat.

“Plak”

Satu tamparan di hadiahkan oleh Jihyun kepada Jessica karena kencanganya tenaga Jihyun saat menampar Jessica sehingga membuat kacamata yang Jessica kenakan jatuh dan pecah.

Jessica mengepalkan tangannya erat, kesabarannya benar-benar di uji sekarang,

“Dengar Jung Sooyeon”ujar Jihyun seraya menjambak rambut Jessica membuat Jessica mendongkan kepalanya ke atas.

Sakit! Itu yang Jessica rasakan.

“Kau jangan banyak tingkah di sekolah ini, jika kau masih ingin sekolah disini lebih lama lagi. Kau harus sadar Sooyeon-ssi kau itu bukan siapa-siapa disini, jadi jangan coba-coba melawan kita atau nasibmu akan lebih buruk dari ini”ujar Jihyun tepat di wajah Jessica.

“Kau akan mendapatkan tambahan masalah kalau kau melaporkannya kepada seonsaengnim!”ancam Jihyun seraya mendorong kepala Jessica kebelakang.

“Ayo pergi”seru Jihyun yang sudah puas melihat keadaan Jessica yang sangat mengenaskan saat ini.

***D’popular***

A/N : kalau ff ini responnya sedikit aku akan stop..

Iklan

37 pemikiran pada “D’Popular | Part 6 |

  1. kyaaaa,,akhirnya dilanjutkann..
    Bener2 aku nunggu banget kelanjutan FF ini!!
    Jgn di stop dong,kalo di stop author “Jahat” T.T
    aku masih penasaran gmna reaksi murid2 hanyang klo udh tau jessica itu anak orng kaya dan pemilik sekolah itu .. Bener deh thorrr jng di stop yaaa jeball…
    #aku pasti akan slalu RCL janji 😉
    #ditunggu Next Chap nyaaa..
    #cpet di post yaaa..
    #Hwaiting ^^

  2. Jihyun cs ya tega banget sama sica unnie.
    Apa yang akan berlaku seterusnya kepada sica unnie.
    Harap kelanjutannya ada yang menolong sica unnie.
    Penasaran banget. Kesian sica unnie ditampar.
    Thor jangan distopkan ya…
    Alur ceritanya menarik..
    Saya suka baca ff ya..
    Dalam chapter ni watak luhan dengan kris tiada.
    Harap kelanjutannya ada watak hansica dan krissica.
    Suka banget watak lay. Lay ya sayang banget sama sica unnie.
    Jangan lama2 ya dipublishkan.
    Penasaran banget…
    Sentiasa bersemangat ya thor 🙂
    Daebak fighting!!!!!!

  3. lay. lay. dan lay. tidak menyangka kalau jessica memiliki kakak seperti lay. ya sepertinya itu tidak jadi masalah jika itu bukan tao lol.
    Watak lay disini bagus, tp heung~ ini lebih ke hubungan lay-sica yah?._.
    tumben banget sica ngga berontak~ biasanya dia udah marah2 duluan lol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s