Beauty is Pain | OneShoot |

Beauty is pain

 

Title : Beauty is Pain

 

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Kris Wu

Oh Sehun

Genre : Romance

Rating : PG-15

Length : OneShoot

“Aku tidak ingin dia berpaling dariku, jadi aku harus selalu tampil cantik. Beauty is pain. Itu adalah konsekuensi yang harus diambil jika ingin tetap tampil cantik”

 

“Apa cinta itu begitu dangkal? Melihat sesuatu hanya dari fisik saja?”

 

“Kau tidak mengerti”

 

“Iya, aku memang tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti tentang cinta!!”

17:38 WIB

Senin, 18 Februari 2013

***Beauty is Pain by Жin Genie***

 

 

“Hoek hoek”

 

Terlihat seorang yeoja tengah memuntahkan kembali semua makanan yang tadi masuk ke dalam tubuhnya.

 

Noona , kau baik-baik saja kan?”tanya seorang namja dari luar toilet yeoja. Namja itu terlihat sangat khawatir, terlihat jelas dari raut wajahnya saat ini.

 

Ne, aku baik-baik saja Sehun-ah”balas yeoja itu dari dalam toilet yeoja .

 

“Hoek hoek”

 

Lagi-lagi yeoja itu memuntahkan isi perutnya.

 

“Jessica noona kau benar-benar baik-baik saja kan?”tanya Sehun semakin khawatir karena Jessica terus saja memuntahkan isi perutnya.

 

Tidak ada jawaban. Yang terdengar oleh telinga Sehun hanya suara Jessica yang sedang muntah.

 

“Sica noona”panggil Sehun dengan nada suara yang terdengar sedikit putus asa.

 

Tidak ada jawaban.

 

Sehun semakin panik.

 

“Jessica noona”panggil Sehun sekali lagi.

 

Hening. Kembali tidak ada jawaban dari Jessica.

 

Noona, jika dalam hitungan ke tiga kau tidak menyahut aku akan mendobrak pintu ini”seru Sehun serius karena Jessica yang tidak memberika respon saat ia memanggilnya.

 

“Satu”ucap Sehun.

 

“Dua”Sehun mulai memberi ancang-ancang untuk mendobrak pintu.

 

Sehun menunggu reaksi dari Jessica, namun cukup lama Sehun menunggu tetap saja tidak ada reaksi dari Jessica.

 

“Ti—”

 

“Kriet”

 

Jessica membuka pintu toilet. Wajah pucat Jessica langsung terlihat jelas di mata Sehun. Membuat Sehun sangat khawatir.

 

Noona”ucap Sehun pelan dengan nada suara yang terdengar sangat lirih seraya menangkup kedua pipi Jessica dengan kedua tangannya.

 

Jessica tersenyum tipis kepada Sehun yang sangat mengkhawatirkannya itu. “Aku baik-baik saja Sehun-ah, jangan khawatir”ucap Jessica berusaha membuat Sehun tidak terlalu khawatir dengan keadaannya.

 

Sehun menggelengkan kepalanya kuat, ia tidak setuju dengan ucapan Jessica barusan. “Noona terlihat sangat pucat”komentar Sehun lirih masih dengan tangannya yang menangkup kedua pipi Jessica.

 

Jessica tersenyum manis ke arah Sehun walau terlihat jelas di paksakan.

 

“Aku baik-baik saja, sungguh!”Jessica berusaha meyakinkan Sehun tentang kondisinya seraya menyingkirkan tangan Sehun dari pipinya secara halus.

 

“Kenapa noona menjadi seperti ini?”tanya Sehun semakin lirih ketika Jessica berusaha menutupi keadaannya yang sebenarnya.

 

Hening. Tidak ada jawaban dari Jessica.

 

“Apa ini karena model sombong itu?”seru Sehun dengan volume suara yang dinaikan.

 

“Bukan karena dia Sehun-ah”ujar Jessica lembut.

 

Sehun memutar matanya. “Sebelum noona berpacaran dengan model sombong itu, noona tidak seperti ini. Noona tidak pernah memuntahkan makanan yang sudah noona makan. Porsi makan noona juga jauh lebih banyak dari sekarang, bahkan sekarang noona kadang tidak makan hanya karena model sombong tidak ingin mempunyai yeoja chingu yang tidak langsing. Lihatlah sekarang, noona sudah seperti mayat hidup karena terlalu kurus!”seru Sehun menjadi emosi meluapkan semua kekesalannya yang selama ini ia tahan karena merasa tidak enak dengan Jessica.

 

“Sudah jelas ini karena model sombong itu—Kris Wu!”tambah Sehun semakin emosi.

 

“Cukup Oh Sehun! Ini bukan salahnya!”ujar Jessica membela Kris—namja chingunya. Baru kali ini Sehun melihat Jessica marah padanya dan membentaknya.

 

“Kau tidak akan mengerti”gumam Jessica lemah.

 

Sehun menatap Jessica dengan tatapan terluka dan kecewa.

 

“Aku mengerti noona”ucap Sehun.

 

“Tidak, kau masih kecil untuk mengerti semuanya”balas Jessica.

 

Sehun tersenyum sinis. “Tsk, noona selalu saja menganggap aku masih kecil, tapi nyatanya aku bukan lagi anak kecil noona! Aku sudah besar, aku sudah bukan Sehunie dongsaeng kecilmu lagi. Aku sudah menjadi Oh Sehun, seorang namja!”ucap Sehun sinis serta dengan nada suara yang terdengar dingin dan tajam.

 

Jessica terdiam mendengar kata-kata Sehun barusan. Ia lupa kalau sekarang Sehun memang bukan Sehunie dongsaeng kecilnya lagi. Bukan lagi anak kecil yang harus ia lindungi dari orang-orang jahat disekitarnya. Bukan lagi anak kecil yang akan menangis merengek padanya hanya karena tidak dibelikan game terbaru oleh appanya. Bukan lagi anak kecil yang takut tidur sendirian saat orangtuanya pergi dinas keluar kota. Sekarang dia sudah menjadi Oh Sehun, mahasiswa jurusan modern music yang sebentar lagi akan mendapat gelar sarjana. Dia seorang namja yang sudah bisa melindungi dirinya sendiri, bahkan sekarang malah Sehun yang melindunginya.

 

Karena tidak ada reaksi dari Jessica Sehun memutuskan untuk meninggalkan Jessica sendirian di depan toilet yeoja.

 

Jessica menatap kepergian Sehun dengan pandangan terluka sekaligus menyesal.

 

Mianhae Sehun-ah”gumam Jessica pelan.

 

 

***

 

 

Seorang yeoja terlihat duduk dengan gelisah di tempatnya seraya menatap pintu cafe. Sesekali ia menatap jam tangan putihnya dengan raut wajah cemas. Sudah dua jam ia berada dalam cafe itu.

 

“Apa anda ingin memesan sekarang nona?”tanya pelayan cafe itu untuk kesekian kalinya.

 

Yeoja itu menatap pelayan itu penuh rasa bersalah. Ia merasa tidak enak membuat pelayan itu berkali-kali datang ke mejanya hanya untuk menanyakan pesananya karena dari dua jam yang lalu ia memang belum memesan apa-apa.

 

Strawberry tea “jawab yeoja itu akhirnya.

 

“Ada lagi?”tanya pelayan itu setelah mencatat pesanan yeoja itu.

 

Yeoja itu menggeleng pelan.

 

“Baiklah, harap ditunggu”ucap pelayan itu lalu meninggalkan yeoja itu sendiri.

 

Yeoja itu menghela napas pelan lalu mengeluarkan ponsel putihnya dari dalam tas tangannya yang juga berwarna senada dengan ponselnya.

 

Ia menatap wallpaper ponselnya dengan senyum mengembang. Rasa kecewanya sedikit terobati setelah melihat wallpaper ponselnya yang memperlihatkan foto ia dan kekasihnya yang sedang tersenyum.

 

Sorry Jess aku terlambat”ucap seorang namja jangkung.

 

Senyum manis langsung mengembang dari yeoja itu—Jessica Jung karena orang yang dari dua jam lalu ia tunggu akhirnya datang—Kris Wu.

 

Kris menarik kursi yang berada di hadapan Jessica lalu duduk. Ia melepaskan kacamata hitamnya serta masker yang menutupi wajahnya.

 

“Kau pasti sudah menunggu lama”ucap Kris dengan nada yang menyesal.

 

Jessica tersenyum tipis. “Tidak terlalu lama”ujar Jessica bohong agar kekasihnya itu tidak terlalu merasa menyesal.

 

“Tiba-tiba saja aku ada pemotretan mendadak”ucap Kris menjelaskan.

 

Jessica menggenggam tangan Kris lembut. “Aku mengerti”ucapnya dengan senyum yang mengembang.

 

Gomawo Jess, kau memang kekasihku yang paling baik”puji Kris.

 

Semburat merah langsung muncul di wajah cantik Jessica. Ia selalu saja merasa malu saat Kris memujinya.

 

“Ini pesanan anda”ucap seorang pelayan seraya menaruh Strawberry tea pesanan Jessica.

 

“Maaf tadi aku memesan terlebih dahulu”ucap Jessica.

 

“Tidak apa-apa”serga Kris cepat.

 

Hot cappucino satu”ucap Kris kepada pelayan tadi.

 

“Baiklah, ada lagi?”tanya pelayan itu setelah mencatat pesanan Kris.

 

“Cukup, kurasa itu saja dulu”jawab Kris.

 

“Baiklah, harap ditunggu”ucap pelayan itu lalu meninggalkan Kris dan Jessica.

 

Setelah pelayan itu pergi Kris memandangi wajah cantik Jessica.

 

“Jangan menatapku seperti itu”ucap Jessica seraya menundukkan kepalanya menyembunyikan semburat merah yang menghiasi wajahnya.

 

“Jess”panggil Kris pelan.

 

“Em?”sahut Jessica.

 

“Pipimu terlihat lebih gemuk”ucap Kris.

 

Sontak Jessica memegangi kedua pipinya.

 

“Ingat Jess, kau harus menjaga penampilanmu! Kau itu—”

 

“Iya iya aku tahu, aku adalah kekasih dari super model Kris Wu”potong Jessica cepat karena sudah sangat hapal dengan apa yang akan Kris katakan.

 

“Baguslah kalau kau tahu”sahut Kris enteng.

 

“Ini pesanan anda”ucap pelayan yang mengantarkan pesanan Kris.

 

Kamsahamnida”ucap Kris.

 

Ne”sahut pelayan itu lalu pergi.

 

Drtt drtt

 

Ponsel hitam Kris bergetar.

 

Yeoboseyo”ucap Kris.

 

“ ….”

 

Ne, hyung aku akan kesana”

 

“ ….”

 

Annyeong

 

Sambungan terputus. Kris memasukan ponselnya ke dalam kantung celananya.

 

“Ada apa?”tanya Jessica dengan raut wajah tidak suka.

 

Managerku tadi telpon, aku harus ke lokasi pemotretan lagi karena ada beberapa foto yang hasilnya kurang memuaskan dan aku diminta untuk mengulangnya lagi”jawab Kris seraya menyeruput Hot cappucinonya.

 

“Ah begitu”respon Jessica singkat.

 

“Kau tidak marah kan?”tanya Kris memastikan.

 

“Aku marah pun kau pasti akan tetap pergi”gumam Jessica pelan.

 

“Kau bicara apa Jess?”tanya Kris yang tidak begitu jelas mendengar ucapan Jessica.

 

“Ah tidak”elak Jessica.

 

“Kau tidak marah kan?”ulang Kris.

 

Jessica tersenyum manis yang kali ini terlihat jelas di paksakan. “Tidak, aku mengerti”jawab Jessica pelan.

 

“Baiklah, aku harus pergi. Annyeong”pamit Kris seraya memasang lagi masker dan kacamata hitamnya lalu meninggalkan Jessica di cafe sendirian.

 

Jessica menatap punggung Kris sedih. “Ia tidak mencium keningku seperti biasanya”gumam Jessica sedih.

 

 

***

 

 

“Ting tong ting tong”

 

Sehun menekan bel apartemen Jessica dengan tidak sabar. Ia tersenyum senang menatap kantung kecil yang saat ini tengah berada di tangannya.

 

“Ting tong ting tong”

 

Sehun kembali menekan bel apartemen Jessica.

 

“Apa Sica noona masih tidur?”gumam Sehun pelan.

 

Ia melihat jam tangan hitam miliknya. 09:19. Itu lah yang tertera di jam tangan Sehun. Biasanya saat libur Jessica akan bangun jam sembilan pagi dan ini sudah lebih dari jam sembilan.

 

“Apa Sica noona pergi?”gumam Sehun lagi.

 

“Ting tong ting tong”

 

Sehun kembali menekan bel apartemen Jessica.

 

“Kriet”

 

Akhirnya Jessica membuka pintu apartemennya setelah cukup lama membuat Sehun menunggu.

 

“Sehun!”seru Jessica tidak percaya.

 

Sehun tersenyum manis ke arah Jessica. “Iya, ini aku noona”ucap Sehun langsung masuk begitu saja ke dalam apartemen Jessica. Meninggalkan Jessica yang mematung di depan pintu apartemennya sendiri.

 

“Kenapa masih berdiri di pintu? Ayo masuk noona”seru Sehun menyadarkan Jessica.

 

“Ah? Ne”sahut Jessica lalu menutup pintu apartemennya dan menyusul Sehun yang saat ini tengah duduk di sofa miliknya.

 

Jessica duduk di hadapan Sehun. “Kau sudah tidak marah?”tanyanya seraya menatap Sehun bingung.

 

Sehun memasang wajah cerianya. “Aku membawakan noona tiramisu kesukaan noona yang dari Kara Bakery”ucap Sehun mengalihkan pembicaraan tentang kejadian tiga hari yang lalu di purple cafe.

 

Jessica menghela napas pelan. Itu artinya Sehun masih marah padanya.

 

Melihat Jessica diam saja Sehun berjalan ke arah pantry lalu menaruh tiramisu yang ia bawa ke meja makan. Ia mengambil dua piring kecil dan dua sendok kecil lalu menaruh tiramisu yang ia beli ke piring kecil.

 

“Kemari lah noona, ayo kita makan tiramisu ini. Aku juga tadi membeli hot chocolate”seru Sehun dari arah pantry.

 

Jessica berjalan dengan gontai ke arah pantry lalu duduk di kursi meja makan yang berhadapan dengan Sehun. Menatap tiramisu itu nanar lalu menatap hot chocolate itu dan kini menatap Sehun.

 

“Ada apa?”tanya Sehun bingung melihat reaksi Jessica yang tidak biasanya itu. Biasanya Jessica akan sangat semangat jika Sehun membelikannya tiramisu terlebih jika ditambah dengan hot chocolate.

 

Jessica menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.

 

“Apa mau aku suapi?”goda Sehun jahil.

 

Jessica mengembungkan pipinya. “Aku bukan anak kecil Sehun-ah”ujarnya.

 

“Lalu?”tanya Sehun masih bingung.

 

“Aku sedang diet”jawab Jessica lemas.

 

Sehun menatap Jessica tajam setelah mendengar jawaban Jessica barusan.

 

“Diet? Noona sedang diet?”ujar Sehun dengan nada suara yang terdengar jelas sedang menahan marah.

 

“Iya”jawab Jessica pelan. Ia tidak menangkap nada suara Sehun yang sedang marah karena sekarang ia sedang fokus menatap tiramisu di depannya.

 

Tiba-tiba Sehun mencengkram pergelangan tangan Jessica dengan erat. “Lihat tangan noona, tangan noona sangat kecil dan kurus! Noona masih ingin diet? Apa noona ingin mati eoh?”seru Sehun marah.

 

Jessica diam. Ia kaget melihat Sehun yang semarah ini padanya.

 

“Kenapa diam noona? Jawab aku!”ujar Sehun.

 

Jessica menundukkan kepalanya takut menatap Sehun yang sekarang di depannya.

 

“Kris bilang kalau sekarang aku terlihat lebih gemuk”ucapnya pelan.

 

“Dia lagi!”gumam Sehun pelan menahan suaranya agar tidak terdengar oleh Jessica.

 

“Kau kan tahu Sehun-ah, kalau aku ini kekasih dari seorang super model, jadi aku juga harus ikut menjaga penampilanku agar tidak membuat Kris malu”ucap Jessica menjelaskan.

 

Sehun semakin kuat mencengkram pergelangan tangan Jessica. Saat ini ia benar-benar tidak bisa menahan emosinya.

 

Jessica mencoba menahan rasa sakit di pergelangan tangannya.

 

“Aku tidak ingin dia berpaling dariku, jadi aku harus selalu tampil cantik. Beauty is pain. Itu adalah konsekuensi yang harus diambil jika ingin tetap tampil cantik”tambah Jessica berharap Sehun mengerti. Tapi perkataan Jessica membuat Sehun semakin emosi.

 

“Apa cinta itu begitu dangkal? Melihat sesuatu hanya dari fisik saja?”balas Sehun sisnis.

 

“Kau tidak mengerti”gumam Jessica lemah seraya menggelengkan kepalanya.

 

“Iya, aku memang tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti tentang cinta!”ujar Sehun penuh emosi, tanpa sadar Sehun semakin mencengkram pergelangan tangan Jessica semakin kuat.

 

“Sakit Sehun-ah”ringis Jessica merasakan pergelangan tangannya sakit akibat cengkraman Sehun.

 

Mendengar Jessica yang meringis kesakitan seolah menyadarkan Sehun dari amukannya tadi. Sehun melepaskan cengkramannya pada pergelangan tangan Jessica lalu mengusap wajahnya.

 

Mianhae noona”sesal Sehun. Sehun berjalan menuju westafel untuk membasuh wajahnya. Ia mencoba meredamkan amarahnya.

 

Setelah cukup tenang Sehun kembali menghampiri Jessica. “Sebaiknya aku pulang saja, kalau aku masih disini aku takut semakin menyakiti noona”pamit Sehun.

 

Jessica diam saja, tidak berusaha mengejar Sehun. Ia masih sibuk dengan pikiraanya antara mengejar Sehun atau tidak.

 

Akhirnya Jessica putuskan untuk mengejar Sehun.

 

“Tunggu Sehun-ah”seru Jessica mengejar Sehun yang berada lima puluh meter di depannya.

 

Sehun mendengar seruan Jessica, tapi ia tidak mengentikan langkahnya.

 

“Kumohon berhenti Sehun-ah”seru Jessica lagi. Kini jarak dirinya antara Sehun hanya sekitar tiga puluh meter.

 

“Tu—”

 

Belum sempat Jessica melanjutkan perkataanya, tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing karena belum mengisi tubuhnya dengan makanan dari kemarin sore dan ia pun pingsan.

 

“Bruk”

 

Mendengar suara benda jatuh Sehun segera membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya ia melihat Jessica tengah terbaring di lantai lorong apartemennya.

 

“Sica noona”seru Sehun panik dan berlari menghampiri Jessica.

 

Terlihat wajah pucat Jessica. Sehun langsung mengangkat tubuh Jessica dan membawanya menuju rumah sakit terdekat.

 

“Bertahan lah sica noona”gumam Sehun.

 

 

***

 

 

Sehun menggenggam tangan mungil Jessica dengan lembut, ia tidak ingin kembali menyakiti Jessica. Sudah sekitar tiga jam Sehun menunggu Jessica tersadar, namun Jessica masih belum sadar juga.

 

Mianhae noona”ucap Sehun pelan.

 

Sehun menatap Jessica sedih yang kini tengah terbaring lemah. Sebelum Jessica pingsan ia memang sangat kesal dengan Jessica karena sudah bertindak bodoh. Mengorbankan kesehatan dan juga tubuhnya hanya demi namja sombong seperti Kris. Tapi melihat keadaan Jessica yang seperti ini hati Sehun terasa sangat sakit.

 

Tiba-tiba saja Jessica menggerakan jari tangannya yang berada dalam genggaman Sehun.

 

“Enghh Se—Sehun”gumam Jessica pelan.

 

“Iya noona, ini aku Sehun”ucap Sehun senang karena Jessica sudah sadar.

 

Jessica membuka matanya perlahan“Sehun”ucapnya pelan.

 

“Ada apa noona?”tanya Sehun.

 

Mianhae”ucap Jessica lemah.

 

Sehun menggeleng kuat. “Tidak, seharusnya aku yang minta maaf pada noona atas sikapku saat di apartemen”sergah Sehun merasa bersalah.

 

“Aku terbawa emosi. Aku tidak suka noona mengabaikan kesehatan noona hanya karena dia”jelas Sehun.

 

Jessica tersenyum tipis seraya mengelus lengan Sehun lembut. “Aku mengerti Sehun-ah, kau begitu karena mengkhawatirkan noona bodohmu ini”ucap Jessica lembut.

 

“Kau memang dongsaeng yang baik”ucap Jessica tulus.

 

Seketika raut wajah Sehun berubah lemah ketika Jessica hanya menganggapnya hanya sebatas dongsaeng. Hanya dongsaeng, tidak lebih dan tidak akan pernah lebih!

 

Sehun hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Jessica.

 

“Emm..apa kau memberitahu Kris kalau aku sedang di rumah sakit?”tanya Jessica.

 

Sehun mendesah pelan. Lagi-lagi Kris ! Pikir Sehun kesal.

 

“Em sudah”jawab Sehun sekenanya.

 

“Tapi dia belum datang”tambah Sehun cepat dengan nada ketus.

 

“Dia pasti sibuk”gumam Jessica pelan. Terdengar kecewa mengetahui bahwa Kris belum datang padahal ia tahu dirinya sedang di rumah sakit.

 

Noona mau aku kupaskan apel?”tawar Sehun mengalihkan pembicaraan dari topik mengenai Kris.

 

Jessica tersenyum lemah ke arah Sehun. “Ne”sahutnya.

 

“Mau apel hijau atau merah?”tanya Sehun seraya menunjukkan apel merah dan apel hijau.

 

Jessica nampak berpikir. “Kurasa apel merah saja”jawabnya.

 

“Baiklah”seru Sehun dan langsung mengupas apel merah untuk Jessica.

 

“Buka mulut noona, aku suapi”perintah Sehun setelah ia selesai mengupas apel untuk Jessica.

 

“Aku bisa sendiri Sehun-ah”tolak Jessica halus seraya ingin mengambil apel dari piring yang berada di tangan Sehun.

 

Dengan cepat Sehun menjauhkan apel yang sudah ia kupas dari Jessica. “Tidak! Aku mau menyuapi noona dan noona harus mau, ini paksaan!”ujar Sehun bersikeras.

 

Jessica mendesah pelan lalu tersenyum kecil ke arah Sehun. “Baiklah”sahutnya pasrah.

 

“Aaa”seru Sehun.

 

Tanpa adanya protes lagi Jessica memakan apel yang Sehun suapi ke dalam mulutnya.

 

“Enak?”tanya Sehun penasaran.

 

“Em”jawab Jessica seraya menganggukkan kepalanya semangat.

 

“Apel ini aku yang membelinya khusus untuk noona”ujar Sehun seraya menyuapi Jessica.

 

Gomawo Sehun-ah”ucap Jessica tulus.

 

Ne”sahut Sehun.

 

“Oh ya, malam ini orangtua noona akan datang menjenguk noona”ucap Sehun seraya terus menyuapi Jessica noona.

 

“Uhuk uhuk”

 

Jessica tersedak setelah mendengar perkataan Sehun yang memberitahu bahwa orangtuanya akan datang dari San Francisco malam ini.

 

“Hati-hati noona”seru Sehun panik.

 

“Ini”Sehun memberi Jessica segelas air minum.

 

“Glek glek”

 

Setelah minum air Jessica merasa lebih baik.

 

“Kenapa kau memberitahu orangtuaku?”semprot Jessica begitu ia sudah tidak tersedak.

 

“Kau pasti tahu bagaimana reaksi keluargaku saat tahu aku sakit”seru Jessica frustasi. Ia pusing membayangkan mommy dan Krystal yang akan sangat panik ketika datang menjenguknya.

 

Mianhae noona, tapi mereka harus tahu. Lagipula sudah menjadi tugasku melaporkan keadaan noona kepada orangtua noona karena mereka sudah mempercayakan aku untuk menjaga noona saat mereka tidak ada di Korea”jelas Sehun panjang lebar.

 

“Dan aku tidak ingin Soojung membunuhku karena tidak memberitahu kalau noona sakit”timpal Sehun dengan raut wajah horror saat membayangkan Krystal mengamuk padanya.

 

Arratseo”seru Jessica lemah.

 

 

***

 

 

“Bagaimana keadaan noona hari ini?”tanya Sehun ketika gilirannya untuk menjaga Jessica. Ia akan menjaga Jessica setelah pulang kuliah bergantian dengan keluarga Jessica.

 

“Memburuk”ucap Jessica ketus.

 

Sehun terkekeh pelan mendengarnya, ia tahu kenapa Jessica menjawab begitu.

 

“Jangan tertawa! Ini semua juga karena ulahmu. Aku tidak mungkin di ceramahi oleh mommy, daddy dan Krystal kalau kau tidak memberitahu mereka aku sakit!”omel Jessica kepada Sehun.

 

Sehun menanggapinya hanya dengan kekehan pelan.

 

“Berhenti tertawa Oh Sehun!”seru Jessica kesal seraya mengerucutkan bibirnya dan melipat tangannya di dada.

 

Ok ok”ucap Sehun berhenti tertawa.

 

Sehun duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Jessica.

 

Noona sudah makan siang?”tanya Sehun perhatian.

 

“Belum!”jawab Jessica ketus.

 

“Kalau begitu ayo makan”bujuk Sehun.

 

“Tidak mau!”tolak Jessica langsung.

 

Waeyo?”tanya Sehun bingung.

 

“Aku mau makan kalau Kris datang!”jawab Jessica.

 

Sehun mendesah kasar karena lagi-lagi Jessica terus mengingat Kris—orang yang mempunyai andil besar membuatnya terbaring di rumah sakit.

 

“Dia tidak akan datang!”ujar Sehun ketus.

 

“Kenapa begitu?”tanya Jessica dengan nada tidak suka.

 

Noona mau makan apa?”tanya Sehun mengalihkan pembicaraan.

 

Jessica menatap Sehun tajam. “Katakan padaku kenapa dia tidak akan datang!”seru Jessica dengan nada suara yang dinaikan.

 

Sehun menatap Jessica tak kalah tajam, ia sudah sangat kesal karena Jessica terus saja mengingat Kris.

 

“Karena..karena”Sehun tidak berani melajutkan perkataannya saat ia menatap mata Jessica yang penuh harap.

 

“Karena dia sibuk dengan pekerjaannya”jawab Sehun sekenanya.

 

Jessica mengembungkan pipinya. “Bahkan saat yeoja chingunya sakit ia lebih memilih pekerjaanya”gumam Jessica sedih.

 

“Apa perlu aku menjemput Kris kemari?”tawar Sehun.

 

“Tidak perlu, aku tidak ingin mengganggunya”tolak Jessica halus walaupun dalam hati ia sangat ingin bertemu dengan Kris.

 

“Sehun tolong hidupkan televisi, aku ingin menonton televisi”ucap Jessica.

 

Ne”sahut Sehun dan berjalan menuju televisi yang berada beberapa meter di depannya.

 

Noona ingin melihat chanel apa?”tanya Sehun.

 

“Infotaiment saja”jawab Jessica.

 

Super model Kris Wu semalam tertangkap kamera memasuki kamar hotel dengan seorang yeoja yang di duga adalah Kwon Yuri diva se—”

 

“Pip”Sehun langsung mematikan saluran televisi itu.

 

Dada Jessica langsung berdenyut sakit saat melihat tayangan di layar televisi yang memberitakan tentang kekasihnya yang masuk ke kamar hotel dengan yeoja lain.

 

Pandangan Jessica kosong menatap ke arah layar televisi di depannya. “Ti—tinggalkan aku sendiri Sehun-ah”ucap Jessica terbata dengan nada suara yang terdengar jelas menahan tangis.

 

Noona”panggil Sehun lirih. Ia tidak tahan melihat tatapan terluka Jessica.

 

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah perumpamaan yang cocok untuk Jessica saat ini. Saat dirinya sakit ia malah mengetahui kabar yang membuatnya semakin sakit. Jessica membaringkan tubuhnya membelakangi Sehun.

 

“Kumohon tinggalkan aku Sehun-ah, aku butuh sendiri dulu”ucap Jessica yang diiringi oleh isak tangis kecil di akhir ucapannya.

 

Punggung Jessica bergetar hebat menandakan Jessica yang sedang menangis tersedu.

 

“Apapun yang terjadi aku akan selalu ada di samping noona”ucap Sehun.

 

Sehun memilih untuk meninggalkan Jessica karena ia tahu saat ini Jessica memang membutuhkan ketenangan untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacau.

 

“Bruk”

 

Terdengar suara pintu tertutup yang menandakan bahwa Sehun sudah keluar dari ruang rawat Jessica.

 

“Arghh”Jessica menjerit kesal.

 

“Prang”

 

“Prang”

 

Jessica melemparkan apa saja yang berada di jangkauannya.

 

“Kenapa?”teriak Jessica kencang.

 

“Kenapa kau menghianatiku Kris? Aku sudah melakukan yang terbaik untukmu, tapi kenapa kau masih menghianatiku?”teriak Jessica yang diiringi dengan isak tangisnya.

 

“Hiks hiks, aku mencintaimu Kris, sangat mencintaimu hiks hiks”gumam Jessica lemah.

 

Jessica memukul dadanya berkali-kali berharap rasa sesak yang menyeruak dalam dadanya itu berkurang.

 

Neomu appo Kris, neomu appo”ucap Jessica dengan suara yang pilu.

 

“Arghhh Kris”Jessica kembali berteriak kencang seraya terus memukul dadanya.

 

Tanpa Jessica sadari Sehun menyaksikan apa yang Jessica lakukan dari kaca yang terdapat di pintu.

 

Sehun meremas dadanya yang terasa begitu sakit melihat Jessica—yeoja yang selama ini dicintainya secara diam-diam itu menderita. Ingin sekali Sehun masuk dan memeluk Jessica untuk menenangkannya. Tapi mengingat sifat Jessica yang keras, sehun mengurungkan niatnya. Ia tidak ingin sesuatu yang buruk akan terjadi saat ia masuk ke dalam, jadi ia putuskan untuk tetap menyaksikan Jessica dari balik kaca kecil yang terdapat pintu.

 

Noona ku mohon jangan seperti ini”gumam Sehun lirih.

 

“Tes tes”

 

Air mata yang sudah susah payah ia tahan akhirnya mengalir di kedua pipi indahnya. Namja mana yang akan tega jika melihat yeoja yang dicintainya itu menderita terlebih menderita karena namja lain.

 

Saranghae Jessica noona”gumam Sehun pelan.

 

 

***

 

 

“Ayolah noona makan”bujuk Sehun. Dari semenjak kejadian Jessica melihat berita Kris di televisi ia mogok makan. Ia tetap tidak mau makan walaupun yang memaksanya makan adalah keluarganya sendiri. Penolakan Jessica membuat Krystal frustasi dan memilih menyerah. Dan sekarang, Sehun berusaha membujuk Jessica makan.

 

“Kumohon noona”pinta Sehun memelas.

 

Jessica menggelengkan kepalanya kuat. “Aku akan makan kalau Kris ad—”

 

“Chu”

 

Ucapan Jessica terhenti karena Sehun yang menciumnya secara tiba-tiba dengan sangat kasar.

 

Jessica hanya dapat mematung di tempatnya karena perbuatan Sehun yang tidak pernah ia sangka sebelumnya itu.

 

Sehun terus saja melumat bibir tipis Jessica dengan begitu kasar–antara rasa cinta, amarah dan juga napsu menjadi satu.

 

Sehun mendorong tengkuk Jessica agar ciumannya semakin dalam.

 

Cukup lama Sehun melumat bibir tipis Jessica akhirnya ia melepaskan juga ciuman kasarnya itu.

 

“Plak”

 

Sebuah tamparan Jessica hadiahkan kepada Sehun atas tindakan kurang ajar yang baru saja Sehun lakukan padanya.

 

Mianhae atas perbuatan lancangku, tapi aku melakukan itu karena aku sangat mencintai noona. Aku—”

 

“Aku tidak mencintaimu, aku hanya menganggapmu sebagai dongsaengku saja”potong Jessica cepat.

 

Noona menolakku karena namja penghianat itu?”tanya Sehun tidak percaya.

 

“Aku yang selalu ada untuk noona, aku yang selalu mendukung noona, aku yang selalu melindungi noona dan aku yang selalu mencintai noona. Tapi kenapa noona mencintai namja brengs*k sepertinya. Dia tidak pantas untuk—”

 

“Cukup Sehun-ah!”sergah Jessica dengan nada suara yang dinaikan.

 

“Kau tidak mengerti”gumam Jessica lemah.

 

Sehun menyentuh pundak Jessica—memaksa Jessica agar menatapnya. “Kenapa noona selalu beranggapan aku tidak mengerti? Aku mengerti noona, aku mengerti!”ujar Sehun kesal karena selalu dianggap tidak mengerti apapun.

 

“Kau tidak mengerti”

 

“Apa yang tidak aku mengerti?”tanya Sehun menantang.

 

“Cinta itu tidak seperti yang kau pikirkan”jawab Jessica lemah.

 

“Memang noona tahu apa yang aku pikirkan? Memangnya noona tahu cinta seperti apa yang aku rasakan selama ini terhadap noona?”tanya Sehun bertubi-tubi.

 

Noona tidak tahu! Karena selama ini noona tidak pernah melihatku, noona tidak pernah memandang diriku sebagai seorang namja!”ujar Sehun dingin.

 

Noona tidak pernah tahu betapa besar cintaku kepada noona. Yang ada dalam pikiran dan pandangan noona hanya ada Kris Kris Kris—namja brengs*k itu!”Sehun terus saja mengeluarkan isi hatinya yang selama ini ia pendam.

 

“Bruk”

 

Setelah mengatakan semua isi hatinya Sehun pergi meninggalkan Jessica.

 

Jessica mematung di depannya mencerna setiap perkataan Sehun. Rasanya sangat sesak saat Sehun mengatakan isi hatinya.

 

“Sehun-ah mianhae”ucap Jessica pelan dengan suara yang terdengar sangat lirih.

 

 

***

Seorang yeoja memeluk namja di depannya yang saat ini tengah menatap pemandangan malam kota Seoul dengan secangkir hot coffee di tangannya.

 

“Kapan kau akan menikahiku?”tanya yeoja itu manja seraya menaruh kepalanya di punggu namja yang sekarang sedang ia peluk itu.

 

Namja itu terkekeh pelan lalu membalikkan tubuhnya menghadap yeoja yang tadi memeluknya yang sekarang statusnya adalah tunangannya itu.

 

“Kenapa sekarang jadi noona yang merengek untuk aku nikahi? Bukankah waktu itu noona ragu padaku dan selalu menganggapku anak kecil yang tidak tahu apa-apa”cibir namja itu yang di akhiri dengan kekehan pelan dari mulutnya.

 

“Apa sekarang seorang Jessica Jung sudah berubah”ledek namja itu.

 

Jessica itu memukul dada namja di depannya cukup kencang. “Kau meledekku eoh?”tanya Jessica itu seraya mengerucutkan bibirnya.

 

“Tidak”jawabnya enteng.

 

“Kau menyebalkan Oh Sehun!”seru yeoja itu kesal.

 

Sehun terkekeh pelan. Ia menaruh cangkir hot coffeenya di tepian balkon lalu memeluk Jessica yang berada di depannya dengan erat.

 

“Aku sudah tua Sehun-ah, umurku sudah dua puluh enam tahun, sudah waktunya untuk menikah! Lagipula kita sudah menjalin hubungan selama tiga tahun lebih dan sudah bertunangan satu tahun yang lalu, tapi kenapa kau tidak juga menikahiku?”ucap Jessica manja.

 

“Memangnya apa yang kau tunggu eoh?”tanya Jessica seraya menatap wajah tampan milik Sehun.

 

“Aku kira selama ini noona belum siap menikah denganku”jawab Sehun seraya membalas tatapan Jessica.

 

“Kalau noona ingin cepat menikah, bagaimana kalau kita menikah minggu depan”usul Sehun.

 

“Tuk”

 

Jessica memukul kepala Sehun pelan. “Aku serius Sehun-ah”seru Jessica kesal.

 

“Aku juga serius noona”balas Sehun.

 

“Banyak yang perlu disiapkan untuk melangsungkan sebuah pernikahan, tidak mungkin dalam waktu seminggu semuanya beres”ucap Jessica.

 

“Sebenarnya aku sudah menyiapkan semuanya saat aku melamar noona satu tahun yang lalu”ujar Sehun dengan senyum mengembang.

 

Mwo?”seru Jessica kaget.

 

“Jadi bagaimana noona mau menikah denganku?”tanya Sehun memastikan.

 

Jessica menganggukkan kepalanya mantap “Tentu saja aku mau”jawabnya seraya menundukkan kepalanya menutupi semburat merah yang menghiasi wajah cantiknya.

 

Sehun mengangkat wajah Jessica dengan perlahan. Lalu ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Jessica.

 

“Chu”

 

Ciuman ringan ia daratkan di bibir tipis Jessica.

 

Saranghae Jessica noona”ucap Sehun tulus.

 

Na ddo saranghae Oh Sehun”balas Jessica.

 

“Ayo kita masuk dan makan malam”ajak Sehun seraya menarik pinggang Jessica.

 

“Tidak”tolak Jessica.

 

Waeyo noona?”tanya Sehun bingung.

 

“Aku harus diet, lihat pipi sekarang chubby, aku tidak mau nanti saat pernikahan kita aku terlihat gendut dan tidak ideal”jawab Jessica.

 

Sehun mendesah pelan. Penyakit Jessica kambuh lagi.

 

“Tapi aku tidak pernah mempermasalahkan fisik noona”seru Sehun.

 

“Tetap saja aku ingin tampil cantik di acara pernikahanku”balas Jessica bersikeras.

 

“Tapi tidak harus diet dan menyiksa tubuh noona, aku tidak mau noona sakit”Sehun juga bersikeras melarang Jessica untuk diet.

 

Beauty is pain. Itu adalah—“

 

“Konsekuensi yang harus diambil jika ingin tetap tampil cantik”lanjut Sehun malas, terlalu sering ia mendengar Jessica mengatakan itu sehingga ia sudah sangat hapal.

 

“Itu kau tahu”ucap Jessica enteng.

 

“Tapi jika noona sakit noona harus berhenti diet!”ucap Sehun tegas.

 

“Siap boss”seru Jessica patuh.

 

Sehun terkekeh melihat tingkah Jessica yang kadang kekanakan itu. Ia menarik Jessica supaya lebih dekat dengannya lalu memelukanya dengan erat.

 

“Berjanjilah noona tidak akan menyakiti diri noona hanya untuk terlihat cantik dimataku karena noona selalu cantik dimataku walaupun dengan tubuh gendut sekali pun”bisik Sehun pelan ditelinga Jessica.

 

“Ne aku janji”ucap Jesssica.

 

 

The End

 

 

 

Epilogue

 

Setelah Sehun pergi, Krystal masuk ke dalam kamar ramat Jessica“Eonni”panggil Krystal pelan.

 

Diam. Jessica tidak menyahut panggilan dari Krystal, sekarang ia sibuk dengan berbagai pikiran dalam otaknya.

 

Eonni”panggil Krystal lagi seraya menepuk bahu Jessica pelan membuat Jessica tersadar.

 

“Krystal”seru Jessica kaget.

 

“Kejarlah Sehun eonni”ucap Krystal.

 

Jessica memandang Krystal bingung.

 

“Sehun sangat mencintaimu eonni, ia sudah menyukaimu semenjak dirinya Junior High Scahool, saat pertama ia pindah rumah di samping rumah kita”jelas Krystal yang mengerti tatapan bingung Jessica.

 

“Untuk apa?”tanya Jessica.

 

“Aku tahu sebenarnya eonni juga menyukai Sehun hanya saja eonni belum menyadarinya karena eonni terlalu terobsesi dengan Kris oppa”jawab Krystal tenang.

 

“Kau jangan sok tahu Krys!”ujar Jessica dingin.

 

“Aku memang tahu eonni, sekarang pejamkan mata eonni dan eonni akan tahu sebenarnya siapa orang yang selama ini eonni cintai”seru Krystal.

 

Jessica memejamkan matanya dan bayang-bayang dirinya dengan Sehun pun terus berputar di otaknya seperti film dokumenter.

 

“Deg”

 

Jantung Jessica berdetak lebih cepat dari biasnya saat mengingat kenanganya bersama Sehun.

 

Kenangan saat dirinya Sedih Sehun lah orang pertama yang membuatnya kembali tersenyum cerah. Saat dirinya terpuruk Sehun juga orang pertama yang mendukungnya untuk kembali bangkit. Saat dirinya rapuh dan lagi lagi Sehun lah orang pertama yang melindunginya. Begitu banyak yang telah Sehun lakukan untuknya. Tapi dengan bodohnya ia tidak sadar akan semua perjuangan dan pengorbanan Sehun selama ini.

 

Jessica membuka matanya. “Sehun”ucap Jessica pelan.

 

“Kejarlah eonni”ucap Krystal.

 

Jessica langsung turun dari ranjangnya untuk mengejar Sehun.

 

 

23:54 WIB

Rabu, 20 Februari 2013

 

 

 

 

***Beauty is Pain by Жin Genie***

 

 

 

A/N : Sebenarnya ff ini mau aku buat gantung sampe Sehun yang ninggalin Jessica dirumah sakit karena udah terlalu kecewa dengan Jessica, tapi aku males kalau nanti dimintain sequelnya karena aku bener-bener ga kepikiran untuk buat sequelnya.

Sorry kalau ffnya gaje coz dapet inspirasinya juga gara-gara liat syahrini di infotaiment yang lecet karena maksain pake sepatu yang cocok untuk bajunya dan syahrini bilang beauty is pain dan aku juga yang maksain buat pake sepatu yang senada sama baju aku biar keliatan cocok. Jadilah ff gaje ini.. aku harap ada yang suka dan komen pembaca sangat di harapkan untuk buat aku jadi semangat buat ff yang lain.

 

Iklan

33 pemikiran pada “Beauty is Pain | OneShoot |

  1. kris jahat.. Kasian kan sica eonn jadinya tersiksa gitu =.= sehun emng Angles bangett,,pengertian dan ga ngeliat dri fisik.. Sehun Daebakkk Dewasa bangetttt…
    #ditunggu FF author yg lainnyaa..
    #Hwaiting 😉

  2. Keren sih ceritanya,,

    HunSica couple, cocok juga…

    Tapi aku rada gak rela Kris oppa dpt peran kyak gitu,, berasa dia jadi jahat bgt,,

    buat cerita HunSica lagi ya….

  3. Kris jahat banget.. untung ada malaikat penolong yaitu ” Sehun”
    Bikin nangis dan nusuk banget dari kata-katanya.. Feelnya dapet..
    Keren. Lanjut berkarya.. 🙂

  4. Kris jahat TT .
    tapi gmnapun Thehun ama Jessica reaknya kayag kka ade .
    lebih HOT Krissica . LOL 😡
    tapi tetep deh , gmana pun FF nya selalu ada nuansa ((bening) baru .

  5. aduh maaf baru komentar sekarang 😥 … ini ff ada sedih” nya *menurutAku* … aakkuu sukkaaa HunSica couple …. ini Romantis + Kereenn .. AAAAA *teriak*

  6. Kyyyaa Eonni mianhae, aku baru baca soalnya aku kira Krissica ‘-‘)V tapi ternyata Hunsica, aku feel bener deh soalnya lagi suka Hunsica aoks ._. Jessica berasa kek Syahrini masa, tapi lucu yaa.

  7. Uwow ! 😀 sebenernya ceritanya simpel tapi author pinter milih diksi jadinya ffnya feelnya bagus dan menghanyutkan ^ ^
    buat ff krissica dong eon :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s