D’Popular | Part 7a |

D'popular-hansica

Title : D’Popular

Author : Winda Kurnia Prado

Editor : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Tiffany Hwang

Zhang Yixing

Kim Suho

Oh Sehun

Kim Jongin

Park Chanyeol

Nam Jihyun

Lee Jieun

Genre : Romance

Rating : Teen

Length : Chapther

Part 7

“Sialan! Tamparan Jihyun ternyata sakit juga”gerutu Jessica seraya bejalan ke arah kaca yang terdapat di dalam toilet.

“Merah lagi”gumam Jessica seraya mengelus pipinya yang tadi mendapat tamparan dari Jihyun.

Jessica menarik ujung bibirnya menjadi sebuah seringaian kecil. “Sekarang kalian rasakan pembalasanku”ucap Jessica dengan wajah datarnya yang menakutkan.

“Akan aku tunjukkan siapa Jessica Jung yang sebenarnya”ucapnya lalu terkekeh pelan.

Jessica mengacak-acak rambutnya dan mengacak-acak seragam sekolahnya agar terlihat lebih berantakan dari sebelumnya dan terlihat mengenaskan.

“Sempurna!”ucap Jessica senang melihat penampilannya yang jauh lebih berantakan dan mengenaskan dari apa yang Jihyun dan teman-temannya lakukan padanya tadi.

“Kalau begini tidak akan ada yang curiga padaku lagi. Tidak sia-sia aku mempunyai otak yang cerdas. Dan untukmu Nam Jihyun, Lee Jieun dan Lee Jimin terima pembalasan dariku”ucap Jessica dengan seringai yang menghiasi wajah ‘cantiknya’.

Ternyata Jessica sudah merencanakan hal ini saat Jihyun dan teman-temannya membawanya keluar kelas dengan paksa.

Jessica berjalan menuju kelasnya dengan langkah gontai—yang tentu saja hanya sebuah acting semata. Jessica yang merupakan atlet Taekwondo tidak mungkin jika hanya di tampar dan di dorong saja sudah K.O.

“Tok tok”

Jessica mengetuk pintu kelasnya yang tertutup rapat karena sudah ada seonsaengnim yang mengajar. Jessica sengaja memperlambat jalannya menuju kelas untuk membuat seonsaengnim lebih dahulu sampai dan memperlancar rencana balas dendamnya kepada Jihyun dan teman-temannya.

“Masuk”

Perintah Park seonsaengnim yang pagi ini bertugas mengajar lagi di kelas Jessica.

“Kriet”

Saat pintu di buka oleh Jessica kini semua mata menatap heran dan kaget kepada Jessica yang saat ini kondisinya sangat mengenaskan.

“Kau kenapa Sooyeon?”tanya Park seonsaengnim seraya menghampiri Jessica.

Gwenchana seonsaengnim”ucap Jessica dengan nada lemah agar terkesan sangat mengenaskan dan jangan lupa kalau semua itu hanya acting.

“Siapa yang melakukan semua ini padamu Sooyeon?”selidik Park seonsaengni.

Jessica tidak menjawab pertanyaan Park seonsaengnim. Jessica menatap ke arah Jihyun dan teman-temannya dengan tatapan lemah dan memelas. Sontak saja Jihyun dan teman-temannya langsung memberikan death glare mereka kepada Jessica. Terutama Jihyun yang mengisyaratkan Jessica dengan mulutnya mati-kau-kalau-sampai-bilang-kepada-Park-seonsaengnim.

Melihat Jihyun dan teman-temannya ketakutan membuat ujung bibir Jessica terangkat dan yang melihat itu hanya Jihyun dan teman-temannya saja.

It’s Show time. Ucap Jessica dalam hati.

Dengan langkah gontai Jessica berjalan ke arah meja Jihyun dan teman-temannya. Tindakan Jessica itu membuat Jihyun dan teman-temannya menjadi gelisah serta ketakutan dalam waktu yang bersamaan.

Jessica mengeluarkan kacamatanya yang pecah dari saku bajunya.

“Aku tidak mampu membeli yang baru, jadi tolong belikan yang baru karena aku tidak ada uang untuk membeli yang baru  lagipula kacamata itu rusak karena tadi kau yang membuatnya jatuh di toilet yeoja”ucap Jessica seraya memberikan kacamatanya kepada Jihyun, tak lupa Jessica memberikan seringainya saat memberikan kacamatanya kepada Jihyun.

Seketika wajah Jihyun langsung pucat.

“Perasaan tadi rambutnya tidak seberantakan itu deh”bisik Jimin kepada Jihyun dan Jieun yang duduk di depannya.

“Sial kita di jebak!”seru Jieun kesal.

“Ternyata dia juga licik”timpal Jihyun dengan wajah yang kini sudah sangat kesal.

Rasakan kalian semua! Makanya kalian jangan berani bermain api denganku. Ucap Jessica dalam hati bersorak senang seraya terus memberikan seringainya kepada Jihyun dan teman-temannya.

“Nam Jihyun, Lee Jieun dan Lee Jimin setelah pelajaran saya kalian ikut saya ke ruangan saya”ucap Park seonsaengnim tegas yang mengerti pesan ‘tersembunyi’ yang Jessica berikan.

“Sooyeon sebaiknya kau parikan penampilanmu”ucap Park seonsaengnim kepada Jessica.

“Ne”sahut Jessica patuh.

Jessica berjalan menuju kursinya dengan wajah yang ia buat semenderita mungkin agar membuat yang lain merasa iba dengan keadaannya sekarang. Lalu dengan santainya Jessica berjalan menuju kursinya.

“Ini, Sooyeon pakailah sisirku untuk merapikan rambutmu itu”ucap teman sekelas Jessica yang dari name tag-nya bernama Goo Hara.

Ne gomawoyo Hara-ssi”ucap Jessica seraya mengambil sisir yang Hara berikan padanya.

Ne”balas Hara singkat.

“Ini, kau tidak mungkin menyisir rambutmu tanpa melihat pada kaca”ucap Park Gyuri teman sebangku Hara.

“Ah ne gomawoyo Gyuri-ssi”ucap Jessica seraya menerima kaca yang Gyuri berikan padanya.

Ne”balas Gyuri singkat.

Jessica tersenyum senang melihat perlakuan baik Hara dan Gyuri, itu sudah menjadi bukti kalau mereka mulai menerima kehadiran Jessica dalam kelas itu dan Jessica yakin perlahan yang lainnya pun akan menerimanya.

Rencanaku berjalan lebih mulus dari yang aku bayangkan. Ucap Jessica dalam hati.

“Kau licik juga”komentar Kris tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca begitu ia sudah mengerti dengan situasinya.

Jessica mengangkat satu sudut bibirnya. “Itu bukan licik, tapi pintar memanfaatkan situasi yang ada. Lagipula orang seperti mereka memang harus diberi ‘sedikit’ pelajaran agar lebih menghargai orang lain”balas Jessica seraya merapikan penampilannya yang tadi ia buat berantakan.

“Aku sudah curiga kenapa kau bisa pasrah saat mereka menindasmu, ternyata kau sudah mempunyai rencana yang pintar untuk membalas perbuatan mereka”ucap Kris lalu terkekeh pelan yang terdengar agak aneh.

“Kau terlalu mencurigaiku”cibir Jessica.

“Awalnya aku memang tidak ingin membalas perbuatan mereka, tapi jika aku biarkan mereka akan terus menindasku dan aku tidak akan membiarkan itu terus terjadi padaku. Aku tidak ingin menjadi ‘Geum Jandi’ yang tidak berbuat apa-apa saat ditindas, aku akan menjadi ‘Makino Tsukushi’ yang kuat dan melawan semua yang menganiaya dirinya tanpa terkecuali”ucap Jessica berapi dan di akhiri dengan sebuah seringaian di akhir perkataannya.

“Aku rasa kau lebih cocok menjadi gadis China ‘Shan Chai’ atau China dan Korea”komentar Kris santai.

Mwo?”seru Jessica kaget.

Dengan cepat Jessica menoleh ke arah Kris yang sekarang sedang mencatat contoh soal yang di tuilis oleh Park seonsaengnim di papan tulis.

Wae? Ada yang salah dengan ucapanku Sooyeon-ssi?”tanya Kris santai seraya menoleh ke arah Jessica dengan senyum manis yang menurut Jessica sangat mencurigakan.

Jessica menatap Kris dengan cermat, apakah ucapan Kris tadi menandakan kalau Kris sudah tahu siapa dirinya yang sebenarnya yang masih keturunan China-Korea-AS atau hanya asal menanggapi saja.

“Apa maksud perkataanmu tadi Kris-ssi?”tanya Jessica menyelidik seraya menatap Kris intens. Ia benar-benar harus hati-hati dengan Kris karena ia rasa Kris bukan orang yang akan bicara sembarangan yang tidak penting.

“Tidak ada maksud apa-apa, hanya memberi pendapat saja”ucap Kris seraya memberikan senyuman manisnya yang mengandung arti lain seraya membalas menatap mata Jessica.

Kini mata keduanya saling bertemu.

Sekali lagi Jessica menatap Kris cermat, berusaha mencari tahu sesuatu yang mencurigakan dari gelagat Kris.

Sepertinya aku harus sangat berhati-hati dengan Kris. Ucap Jessica dalam hati cukup khawatir.

“Oh”respon Jessica singkat lalu mengalihkan pandangannya kepada papan tulis sekaligus memutuskan kontak mata antara keduanya.

***

“Kasihan juga tuh si Sooyeon”ucap Suho melihat betapa mengenaskannya keadaan Jessica sekarang.

“Iya”sahut Sehun setuju dengan perkataan Suho.

“Kalau aku tidak dan tidak akan pernah!”ujar Luhan ketus seraya menatap Jessica dengan senyum yang mengembang dibibirnya. Ia senang karena setidaknya ada orang yang sudah membalaskan dendamnya kepada Jessica secara tidak langsung.

“Aku juga tidak, biar tahu rasa yeoja menyebalkan sepertinya!”tambah Kai menyetujui perkataan Luhan karena ia juga memeliki dendam tersendiri kepada Jessica karena sudah mempermalukkannya.

“Kalian berdua tidak punya perasaan”komentar Suho.

“Kau berkata seperti itu karena kau belum pernah merasa di permalukkan oleh Sooyeon, aku yakin kalau kau pernah merasakannya sama seperti aku dan Kai kau pun akan setuju dengan perkataanku”balas Luhan yang masih mengingat perlakuan tidak mengenakan Jessica kepadanya.

“Betul, aku saja masih sangat sakit hati kepada Sooyeon”tambah Kai lagi.

“Hahaha”

Suho dan Sehun tertawa cukup puas mendengar cuahan hati Luhan dan Kai secara tidak langsung itu.

“Kenapa kalian tertawa?”tanya Luhan tidak suka.

“Aku baru melihat seorang Xi Luhan yang sangat di takuti oleh seluruh murid Hanyang ini takluk oleh seorang yeoja yang sangat nerd dan miskin seperti Sooyeon, menyedihkan!”ejek Sehun dengan wajah yang menurut Luhan sangat menyebalkan.

“Aishh! Aku bukan takluk olehnya, aku hanya malas saja dengannya. Secara tidak ada yang menarik darinya,  wajahnya cantik juga tidak, keren juga tidak, sederajat juga tidak. Udah gitu dia itu sangat menyebalkan!”kilah Luhan yang tidak mau di pandangan remeh oleh temannya.

“Ngeles”cibir Sehun.

“Begini saja, supaya adil kau dan Suho juga ikut mendapatkan Sooyeon”usul Luhan.

“Aku setuju! Kalian juga harus mendekati Sooyeon, supaya adil”timpal Kai cepat menyetujui usulan Luhan yang senasib dengannya—korban Jessica.

“Glek”

Sehun dan Suho menelan salivanya dengan susah payah. Jujur saja sebenarnya mereka berdua juga takut untuk mendekati Jessica dan bernasib sama seperti Luhan dan juga Kai yang di permalukan di depan umum oleh Jessiaca.

“Kalau kalian merasa kalian ini benar-benar namja pasti kalian akan menerima tantangan dariku ini”pancing Luhan karena tidak ada respon dari Sehun dan juga Suho.

“Aku buat ini lebih menarik, siapa yang bisa mengajak Sooyeon keluar atau date kalian akan mendapat vocer belanja sepuasnya di department appaku”tawar Luhan.

Sehun dan Suho saling menatap satu sama lain lalu menatap Luhan.

“Menarik kan penawaran dariku?”tanya Luhan dengan ujung bibir yang ditarik menjadi sebuah lengkungan.

“Ok, aku terima”ucap Sehun setuju.

“Aku juga”timpal Suho.

“Bagus”seru Luhan dan Kai senang.

“Di mulai dari Sehun terlebih dahulu”ucap Luhan.

“Kenapa aku?”tanya Sehun tidak terima.

“Karena daritadi kau yang meledekku dan kurasa kau sudah sangat siap untuk mengajak Sooyeon pergi denganmu bukankah untukmu yeoja itu sangat mudah untuk di taklukkan”balas Luhan santai.

“Udah lah terima aja Hun, nasibmu tidak akan jauh berbeda denganku dan juga Luhan. Bukankah lebih cepat lebih baik”seru Kai seraya menepuk pundak Sehun.

Sehun menatap kembarannya kesal. Bukannya menyemangati malah menjatuhkan mental Sehun sebelum berperang.

“Terserah kalian saja!”ujar Sehun kesal.

“Luhan, Kai, Sehun dan Suho cepat kalian mencatat jangan berbicara terus atau saya keluarkan kalian dari kelas saya!”ujar Park seonsaengnim tegas.

Ne seonsaengnim”sahut Luhan, Kai, Sehun dan Suho patuh sebelum di keluarkan dari kelas Park seonsaengnim dan mendapat hukuman.

Next >>

Iklan

15 pemikiran pada “D’Popular | Part 7a |

  1. Sica eon hebat bgt… Ngebalas Jihyun CS Tanpa harus keluar tenaga banyak, cuman perlu acting ajj…

    Kris oppa misterius juga ya…

    Makin seru ceritanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s