D’Popular | Part 7b |

D'popular-hansica

 

Title : D’Popular

Author : Winda Kurnia Prado

Editor : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Tiffany Hwang

Zhang Yixing

Kim Suho

Oh Sehun

Kim Jongin

Park Chanyeol

Nam Jihyun

Lee Jieun

 

Genre : Romance

Rating : Teen

Length : Chapther

Part 7

Saat bel istirahat berbunyi Jieun, Jihyun dan Jimin langsung ikut Park seonsaengnim keruangannya untuk mendapatkan hukuman. Semenatara Sehun memulai aksinya untuk mendapatkan Jessica. Sehun berjalan menuju meja tempat Jessica dengan ragu, ia melakukan ini semua karena tantangan dari Luhan. Sebenarnya ia sangat takut jika bernasib sama dengan Luhan dan juga Kai.

 

“Sooyeon”panggil Sehun ragu.

 

Jessica menoleh ke arah Sehun lalu menatap Sehun tajam.

 

“Glek”

 

Dengan susah payah Sehun menelan salivanya saat melihat  tatapan tajam yang di tunjukkan oleh Jessica kepadanya.

 

“Korban baru”bisik Kris pelan lalu meninggalkan Jessica berdua dengan Sehun.

 

Jessica menyeringai kecil begitu mendengar bisikan dari Kris. Entah kenapa setelah Kris berbisik kepadanya ide cemerlang langsung melintas di otaknya itu untuk mengerjai Sehun—sang korban baru.

 

Sehun yang baru pertama kali melihat seringai Jessica pun langsung merasakan firasat tidak enak yang menandakan sesuatu yang buruk sebenatar lagi akan terjadi padanya. Ingin sekali Sehun pergi dari meja Jessica dan menjauh sejauh mungkin. Sekarang baru ia rasakan apa yang selama ini Luhan dan Kai rasakan saat berhadapan dengan Jessica.

 

“Ada apa?”respon Jessica akhirnya.

 

Sungguh Sehun berharap Jessica tidak merespon panggilannya tadi lalu pergi dari hadapannya begitu saja tanpa berbuat buruk padanya. Entah kenapa nyalinya langsung ciut saat berhadapan dengan Jessica secara langsung.

 

“Emm aku ingin mengajakmu makan di kafetaria sekolah”ucap Sehun akhirnya.

 

“Yah! Aku membawa bekal untuk makan siang”ucap Jessica dengan nada suara yang terdengar sangat menyesal.

 

“Yah~”desah Sehun pura-pura sedih walaupun dalam hati ia bersorak senang, itu artinya ia tidak harus mengajak Jessica berbicara lagi. Sehun tidak ingin membuat Jessica kesal padanya dan membuatnya seperti Luhan dan Kai—dipermalukan di depan umum.

 

“Ekh, tapi boleh juga kalau makan di kafetaria, bosan juga setiap hari makan bekal dari rumah. Aku juga ingin makan makanan enak di kafetaria selagi ada yang mau membayarkan makananku”ucap Jessica panjang lebar seraya berdiri dari kursinya.

 

“Ayo”ajak Jessica kepada Sehun yang saat ini tengah berdiri mematung di tempatnya.

 

Ne”balas Sehun lemas.

 

Punya rencana apa yeoja ini?. ucap Sehun dalam hati khawatir.

 

Akhirnya tanpa bersusah payah Sehun berhasil mengajak Jessica makan di kafetaria. Awal yang bagus untuk Sehun.

 

“Loh? Kok Sooyeon mau di ajak pergi oleh Sehun?”tanya Kai bingung sekaligus tidak percaya.

 

“Ah pangil Sooyeon mau mengerjai Sehun di kafetaria, sebaiknya kita juga ke kafetaria”ucap Luhan santai.

 

“Ok”sajut Kai dan Suho lalu ketiganya menyusul Sehun dan Jessica yang saat ini tengah berjalan menuju kafetaria.

 

Sementara Sehun terus waspada saat berjalan beriringan dengan Jessica menuju kafetaria sekolah mereka. Ia tidak ingin tiba-tiba sesuatu yang buruk menimpanya, mengingat yeoja di sampingnya itu juga melakukan hal yang sama kepada dua temannya yang lain—Luhan dan Kai.

 

Sepanjang perjalanan Jessica dan Sehun menuju kafetaria banyak pasang mata yang menatap mereka bingung dan bercampur dengan tidak suka. Jangan lupa, Sehun merupakan salah satu namja yang paling popular di Hanyang bersama Luhan, Kai dan Suho. Jadi wajar saja jika mereka kini menjadi pusat perhatian. Terlebih Sehun memiliki fans yeoja terbanyak setelah Luhan—sang pemimpin kelompoknya yang berparas manis namun menyeramkan dalamnya.

 

“Kau boleh makan apapun yang kau mau”ucap Sehun saat ia dan Jessica sudah berada di kafetaria. Saat Sehun dan Jessica memasuki kafetaria banyak teriakan dari para yeoja—teriakan kekecewaan dan cemburu—mungkin.

 

“Tenang, aku yang akan bayar”timpal Sehun cepat.

 

“Kau yakin?”tanya Jessica basa-basi. Jessica yakin orang seperti Sehun pasti akan membayarkan makanan yeoja yang ia ajak untuk menarik hati para yeoja itu.

 

“Tentu saja”jawab Sehun berusaha santai dan terlihat biasa saja.

 

“Baiklah”sahut Jessica.

 

Jessica berjalan menuju tempat memesan makanan dan Jessica memesan semua jenis makanan yang ada di kafetaria sekolahnya itu.

 

“Kau yakin akan memakan makanan sebanyak ini?”tanya Sehun tidak yakin saat semua makanan yang tadi Jessica pesan kini sudah berada di meja mereka—memenuhi meja mereka yang besar itu. Makanan dengan porsi besar yang cukup untuk sepuluh orang.

 

“Tentu saja, aku sangat lapar. Lagipula kapan lagi aku bisa makan memakan makanan seenak ini apalagi dengan geratis”jawab Jessica sambil memulai memakan makanan yang sudah tersedia di meja mereka.

 

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau berubah pikiran dan tidak mau membayar makananku?”tanya Jessica dengan mulut penuh makanan bahkan ada beberapa makanan yang menyembur dari mulutnya dan mengenai tangan Sehun yang berada di meja.

 

Sehun membuang napasnya panjang—mencoba untuk tidak marah kepada yeoja kurang ajar dan jorok di depannya ini—Jessica.

 

Dengan gerakan perlahan Sehun menghapus tangannya yang terkena makanan Jessica dengan menggunakan sapu tangannya.

 

“Kau tenang saja, aku yang akan membayar semua makanan ini”jawab Sehun seraya menahan amarahnya yang sangat terlihat jelas itu.

 

“Baguslah”sahut Jessica santai.

 

Aku tahu sebenarnya ini salah satu rencanamu Jung Sooyeon untuk mempermalukan aku di depan umum, baiklah kita lihat siapa yang akan tahan kau atau aku. Ucap Sehun dalam hati.

 

Otak Jessica yang cerdas mempunyai rencana untuk mengerjai Sehun saat ia melihat Sehun hanya diam saja, tidak menyentuh makanan yang ia pesan sedikitpun.

 

“Kau tidak makan?”tanya Jessica basa-basi seraya menyendokan makanan kedalam mulutnya.

 

“Aniyo, aku tidak lapar”tolak Sehun halus.

 

Jessica mengerutkan keningnya—berpura-pura terlihat bingung dengan jawaban Sehun barusan.

 

“Bukankah tadi kau yang mengajakku untuk makan di kafetaria kenapa sekarang kau tidak mau makan?”tanya Jessica.

 

“Emm..tiba-tiba saja napsu makanku hilang”jawab Sehun sekenanya.

 

“Kau yakin? Makanan disini semuanya enak loh?”tawar Jessica lagi seraya berusaha untuk menyuapi Sehun dengan makanannya.

 

“Aniyo!”tolak Sehun seraya menepis tangan Jessica cukup kasar.

 

“Prak”

 

Tangan Jessica menyenggol jus strawberry dan jus itu tumpah mengenai seragam yang Sehun kenakan dan yang lebih parahnya lagi jus itu mengenai sepatu kesayangan Sehun.

 

“Sepatu kesayanganku”gumam Sehun tidak percaya saat melihat sepatu kesayangannya penuh dengan jus strawberry.

 

“Opps bukan salahku loh, tadi kau yang menepis tanganku dengan kasar”ucap Jessica cepat sebelum disalahkan oleh Sehun dengan raut wajah tanpa penyesalan sama sekali malah terlihat seperti mengejek Sehun.

 

Sehun menatap Jessica tajam.

 

“Tidak usah berlebihan seperti itu, sepatumu hanya terkena tumpahan jus jadi masih bisa di cuci”komentar Jessica santai melihat Sehun yang sepertinya sangat marah padanya.

 

“I—iya”ucap Sehun pelan dan terlihat kemarahannya yang sebentar lagi akan memuncak. Kalau bukan karena taruhan itu sudah daritadi Sehun pergi meninggalkan Jessica.

 

Seperti tidak punya dosa Jessica kembali melanjutkan makannya yang tertunda, ia tidak peduli dengan Sehun yang sekarang tengah menatapnya tajam.

 

Menyebalkan!! pantas saja Luhan dan Kai tidak tahan dengannya, dia sangat menyebalkan. runtuk Sehun dalam hati.

 

Aku harus sabar menghadapi yeoja sepertinya, menghadapi yeoja seperti Sooyeon memang harus penuh dengan kesabaran. Ucap Sehun dalam hati mencoba menyemangati dirinya sendiri agar bertahan dan memenangkan taruhannya dengan Luhan.

 

Jessica tersenyum puas dalam hati melihat Sehun berusaha keras menahan amarahnya atas kelakuan yang ia perbuat.

 

Kini Sehun kembali memfokuskan dirinya kepada Jessica yang masih asik makan di depannya seolah tidak terjadi apapun.

 

“Emm..nanti malam kau ada acara?”tanya Sehun.

 

“Nanti malam ya?”gumam Jessica tanpa menatap Sehun.

 

“Tidak ada”jawab Jessica santai seraya memasukan makanan kedalam mulutnya.

 

“Bagaimana kalau nanti malam kita pergi kencan?”tanya Sehun dengan segenap keberaniannya.

 

“Byur”

 

Jessica kembali menyemburkan makanan yang ada di dalam mulutnya yang kali ini tepat mengenai wajah Sehun yang berada tepat di depannya. Sontak perbuatan Jessica membuat semakin banyak yeoja yang menatap Jessica penuh kebencian karena berani menyemprotkan makanan ke wajah tampan milik Sehun.

 

Opps sorry aku tidak sengaja, aku terlalu kaget dengan ucapan yang barusan kau katakana”ucap Jessica berusaha membela diri—walaupun lagi-lagi itu hanya pura-pura. Jessica memang sengaja menyemburkan makanan ke wajah Sehun dan membuat Sehun malu di depan umum.

 

“Tapi kurasa aku salah dengar, tidak mungkin kau mengajakku KENCAN kan?”tanya Jessica memastikan dengan memberikan penekanan pada kata ‘kencan’ seraya membersihkan wajah Sehun dengan lap yang untuk membersihkan meja kafetaria.

 

“YA!”marah Sehun seraya menepis tangan Jessica dengan kasar dari wajahnya.

 

“Aku tahu kau sengaja kan melakukannya? Kau ingin membuatku malu kan?”tanya Sehun dengan emosi yang meledak.

 

“Dasar yeoja tidak kurang ajar!!”maki Sehun lalu pergi meninggalkan kafetaria untuk membersihkan wajahnya.

 

Jessica tersenyum dalam hati melihat Sehun pergi meninggalkannya—yang berarti bahwa ia menang.

 

“Hey! Bagaimana dengan makanannya?”tanya Jessica menggoda Sehun.

 

“Tetap kau yang bayar bukan?”tambah Jessica lagi dengan memasang wajah tanpa dosanya.

 

“Grrr”geram Sehun.

 

“Awas kau!!”seru Sehun kesal.

 

Hahaha rasakan kau Sehun!! Ucap Jessica dalam hati.

 

“Benar-benar keterlaluan!”geram Kai yang melihat kembarannya di permalukan di depan umum.

 

“Eh Kai kau mau kemana?”tanya Luhan seraya menarik tangan Kai.

 

“Memberi pelajaran kepada yeoja kurang ajar itu!!”ucap Kai seraya menunjuk Jessica.

 

“Sabar dulu, kalau kau memberinya pelajaran tanpa ada rencana yang ada kau akan kembali ia kerjai”nasihat Luhan.

 

“Benar kata Luhan, kau harus punya rencana kalau mau memberinya pelajaran”timpal Suho.

 

“Tapi yeoja itu benar-benar keterlaluan kepada Sehun dan sebagai kembaran Sehun aku tidak terima Sehun di perlakukan seperti itu!!”sungut Kai kesal.

 

“Aku tahu kau kesal dengannya, sama seperti aku dan Suho. Tapi kalau melawan yeoja pintar sepertinya kita harus mempunyai rencana terlebih dahulu”ucap Luhan berusaha menenangkan Kai yang sedang terbawa emosi.

 

“Kenapa kita jadi takut padanya? Kita kan yang berkuasa di sekolah ini?”tanya Kai kesal.

 

“Aku merasa dia bukan yeoja sembarangan, jadi lebih baik kita hati-hati”jawab Luhan santai yang sepertinya ia merasa ada yang aneh dari Jessica.

 

“Makusdmu?”tanya Kai tidak mengerti.

 

“Iya Lu, maksudmu apa?”tanya Suho yang juga tidak mengerti.

 

Luhan terus menatap Jessica tajam dari kejauhan. “Sudahlah yang penting sekang kau tenang saja dulu”ucap Luhan tidak berniat menjawab pertanyaan Kai dan juga Suho sekarang.

 

Cepat atau lambat aku akan tahu siapa sebenarnya kau Jung Sooyeon. Ucap Luhan dalam hati.

 

Ok deh”ucap Kai pasrah mengikuti ketuanya.

 

Luhan mengalihkan tatapannya dari Jessica kepada Suho.

 

“Sekarang saatnya kau Suho”ucap Luhan dengan seringainya.

 

“Glek”

 

Suho menelan salivanya dengan susah payah.

 

“Hugt~ baiklah”sahutnya pasrah.

 

“Semoga nasibku tidak seperti kalian bertiga”ucap Suho pelan.

 

“Kita lihat saja”ucap Kai dan Luhan bersamaan dengan seringai di bibir mereka masing-masing.

 

 

 

***

“Sooyeon”panggil Suho dari kejauhan.

 

Dengan malas Jessica membalikkan badannya dan mendapati Suho tengah berjalan ke arahnya.

 

Dasar namja bodoh! Apa dia tidak takut bernasib sama dengan ketiga temannya yang lain. Ucap Jessica dalam hati seraya menatap Suho malas.

 

“Ada apa memanggilku?”tanya Jessica saat Suho sudah sampai di hadapannya.

 

“Aku hanya ingin mengajakmu untuk pulang bersamaku”jawab Suho.

 

Jessica menatap Suho tidak percaya. “Tidak mau!”tolak Jessica langsung.

 

Dasar sok jual mahal! Maki Suho dalam hati. Tapi ia tetap mengejar Jessica yang sudah meninggalkannya.

 

“Ayolah, kau jangan menolak niat baikku ini Sooyeon-ssi”bujuk Suho—ia masih terus berusaha agar Jessica mau pulang bersamanya.

 

Jessica menghentikan langkahnya lalu membalikkan badanya menghadap Suho—menatap Suho penuh selidik.

 

“Sebenarnya apa maumu? Kenapa kau begitu memaksaku eoh?”tanya Jessica tajam.

 

“Aku—“

 

“Jika kau berniat untuk menculikku dan meminta tebusan kepada orangtuaku, sebaiknya kau urungkan saja niatmu itu karena aku bukan akan orang kaya. Orangtuaku tidak akan sanggup menebusku dan mungkin mereka tidak akan menebusku”ucap Jessica panjang lebar memotong ucapan Suho.

 

“Bukan, aku tidak berniat seperti itu”sela Suho cepat.

 

“Atau kau ingin menculikku lalu memperkosaku? Aku beritahu padamu, tubuhku tidak bagus”ucap Jessica cepat.

 

Siapa yang ingin memperkosamu eoh? Aku juga tahu tubuhmu jelek! Maki Suho dalam hati.

 

“Bukan itu juga”sela Suho lagi.

 

“Lalu?”tanya Jessica tanpa minat.

 

“Aku hanya ingin mengantarmu pulang, itu saja”ucap Suho sabar.

 

Jessica diam sebentar, mempertimbangkan ajakan Suho.

 

“Kau mau pulang bersamaku kan?”tanya Jessica.

 

“Iya”sahut Suho cepat. Ia pikir rencananya akan berjalan lancar.

 

“Yakin?”tanya Jessica memastikan dengan senyum yang mengembang.

 

Tiba-tiba saja Suho menjadi ragu dan perasaanya menjadi tidak enak. “Yakin!”jawab Suho berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

 

“Ayo”seru Jessica seraya menarik tangan Suho.

 

“Sebentar, aku akan mengambil mobilku terlebih dahulu”sela Suho.

 

“Aku tidak mau naik mobilimu”ucap Jessica.

 

“Lalu kita naik apa? Kita tidak akan naik bus kan?”tanya Suho dengan raut wajah khawatir.

 

Jessica tersenyum kecil. “Kau tenang saja, kita tidak akan pulang menggunakan bus”jawabnya.

 

Mencurigakan! Ucap Suho dalam hati melihat senyum Jessica.

 

“Jadi kita anak naik apa pulang?”tanya Suho memastikan.

 

“Naik sepatu”jawab Jessica asal.

 

“Hah?”seru Suho bingung.

 

“Kita jalan kaki! Kan tadi kau sendiri yang tidak ingin pulang naik bus, lagipula rumahku tidak terlalu jauh dari sekolah”jelas Jessica santai.

 

Mwo?”seru Suho kaget.

 

“Sudah ayo jalan”Jessica menarik tangan Suho untuk ikut jalan bersamanya di tengah cuaca Seoul yang saat ini tengah memasuki musim panas.

 

“Tapi—“

 

“Sttt”potong Jessica seraya menaruh telunjuknya di bibir—mengisyaratkan Suho untuk diam.

 

“Jalan itu sehat!!”tambah Jessica seraya terus menarik tangan Suho.

 

 

 

***

“Sial!!”runtuk Jieun kesal.

 

“Gara-gara Sooyeon si manusia jelek itu kita jadi harus membersihkan toilet sekolah yang menjijikan ini”maki Jihyun kesal seraya membanting alat pembersih lantai.

 

“Satu minggu pula”tambah Jimin.

 

“Bau”seru Jieun seraya menutup hidungnya.

 

“Iya”timpal Jihyun dan Jimin.

 

“Pokoknya kita harus membalas Sooyeon!!”ucap Jieun penuh dendam.

 

“Tentu saja!”balas Jihyun semangat.

 

“Tapi bagaimana?”tanya Jimin bingung.

 

“Kita akan pikirkan rencananya di rumahku hari ini”ucap Jieun.

 

“Ok”balas Jihyun dan Jimin bersamaan.

 

 

 

***

“Sialan tuh yeoja!”maki Suho saat ia sudah sampai di kamar Luhan. Hari ini mereka ada janji untuk berkumpul di rumah Luhan.

“Sudah datang terlambat, marah-marah lagi”cibir Kai dari arah toilet yang berada di kamar Luhan.

 

“Kenapa kau marah-marah seperti itu?”tanya Luhan melihat Suho marah-marah tidak jelas. Ia langsung menghentikan permainan PSnya bersama Sehun untuk menghampiri Suho.

 

“Ini semua karena yeoja menyebalkan itu!!”jawab Suho penuh emosi.

 

“Memangnya dia berbuat apa padamu?”tanya Luhan, Kai dan Sehun bersamaan. Mereka bertiga sangat penasaran dengan apa yang menimpa Suho.

 

Dengan penuh emosi Suho menceritakan semua yang ia alami bersama Jessica.

 

“Kau enak hanya dikerjai seperti itu, kami bertiga di permalukan di depan umum!”komentar Kai setelah mendengar cerita Suho.

 

“Iya, kau hanya di ajak berjalan kaki saja, sudah begitu rumahnya dekat”timpal Sehun.

 

“Enak apanya?”seru Suho kesal.

 

“Kau tidak tahu aku berjalan seberapa jauh”tambahnya.

 

“Memangnya kau berjalan seberapa jauh?”tanya Luhan.

 

“20 Kilo meter lebih dan itu belum sampai rumahnya. Setiap aku tanya apa rumahmu masih jauh, dia akan selalu bilang sudah dekat. Tapi sudah lebih dari tiga jam aku berjalan, tidak juga samapai di rumahnya!!”jelas Suho emosi.

 

“Sudah begitu hari ini panas sekali, kau tidak lihat wajahku penuh dengan bintik-bintik merah eoh! Kalian tahu kan kalau aku tidak bisa berada di bawah sinar matahari terlalu lama tanpa penghalang apapun, alergiku pasti kambuh!!“tambah Suho seraya menunjuk wajahnya yang penuh dengan bintik merah itu.

 

“Sudah aku duga tidak mungkin Sooyeon mau begitu saja pulang bersamamu kalau dia tidak punya rencana untuk mengerjaimu“komentar Luhan.

 

“Pokoknya aku akan balas dendam padanya! Tidak peduli dengan cara apapun!”ucap Suho dengan penuh kebencian kepada Jessica.

 

“Aku juga”seru Kai dan Sehun bersamaan.

 

“Aku sudah pasti”timpal Luhan dengan seringainya.

 

 

 

***D’popular***

Iklan

34 pemikiran pada “D’Popular | Part 7b |

  1. Penasaran banget ni..
    Dilanjutkan ya chingu.
    Luhan sudah mencurigakan sica unnie tu.
    Jihyun cs merancang untuk kenakan sica unnie.
    Habis lah sica unnie….

  2. wah wah wah… Luhan cs dendam banget nih kayaknya.. Sica mesti ati-ati nih…
    Oiya, lay dimunculin lagi dong thor… ^^

  3. Penasaran gmana reaksi temen Sica kalau rahasia Sica terbongkar 😀 hahahahaa #evillaugh
    Kris menurutku sexy banget kalau misterius jadi pengen meluk 😛
    Thor,saranku kalau ff chapter di ff yang baru dikasih link chapter2 yang sebelumnya jadi biar bisa baca ulang dan tau ceritanya^^ maaf bawel thor XD

  4. yahh! yahh!
    bahaya tingkat geledek, guntur, petir donk klo kyk gini jdnya! kekeke
    sekedar usul ching, gmna klo luhan cs ngerjain sicanya di luar sekolah ..? that’s just my opinion, okey ..,

  5. Gomawo..Gomawo udah buat ff lusica. Aku suka nih couple 😀
    blog yg bkin lusica gk bnyak, jd rada2 susah nyarinya. Untung ktemu blog ini. Ff ny daebakkk!

  6. Lanjut thor^^
    jangan lama lama dipostnya , soalnya penasaran . .

    aku ketawa pas baca bagian suho sumpah lucu banget suhonya disitu ..
    gimana ya klo sehun , luhan , suho , kai pada tau kalo sooyeon itu jessica cewe terpopuler yg lagi nyamar ..
    wah , pasti mereka langsung jatuh cinta nih xD
    lanjut ya , jangan lama-lama . .

  7. ada typo tuh ,..

    typo.a bagian yang ini

    “Ah pangil Sooyeon mau mengerjai Sehun di kafetaria, sebaiknya kita juga ke kafetaria”ucap Luhan santai.

    udh itu aja,..

    cuman mau coment itu aja,. gak pake basa-basi,..

    soal.a aq udh baca yg versi sedikit melenceng yaoi tp jdi GS,.. udh gitu aja coment nya,..

  8. Duuh kasihan bgt ya Sehun… Dipermalukan Sica eon didepan umum…

    Lengkap sudah penderitaan Luhan CS dikerjain sama Sica eon habis2an…

    Sica eon banyak bgt sih idenya buat ngerjain org…
    Tapi yg pasti ceritanya jadi tambah seru…

    Ditunggu kelanjutan ceritanya… Jgn lama2 ya…

  9. Semoga jessica eonnie selamat dari niat balas dendam-nya Luhan CS #LOL xD
    Keren thor! ngga sabar kapan kedok jessica eonnie yang sebenar-nya terbuka!
    pasti mereka yang udah ngerendahin sica bakal shock berat! hahaha! #ketawa bonamana (?)
    Lanjutannya ditunggu^^
    Hwaiting!!

  10. haduh korban barunya sica eonnie *mengheningkancipta

    penasaran ma lanjutannya thor
    next chapter jebal 😥

    FIGHTING FIGHTING!!! XD

  11. wkwk pada mau balas dendam nih. jessica emang pinter bisa bikin mereka sampe gitu. wkwk konfliknya makin klimaks nih.. aku suka yang begini. karakter2 tokohnya juga sama dg apa yg aku inginkan. daebak thor 🙂

  12. oh tuhan………………………………….bias utama gue di kerjain jessica /gulingguling/
    bagus, tp agak ngegantung. kurang panjang juga sih, disini bener – bener part hunho ke siksa ya? HAHAHAHAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s