D’Popular | Part 8 |

D'popular-hansica

 

Title : D’Popular

 

 

 

Author : Winda Kurnia Prado

 

 

Editor : Жin Genie

 

 

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Kris Wu

Tiffany Hwang

Zhang Yixing

Kim Suho

Oh Sehun

Kim Jongin

Park Chanyeol

Nam Jihyun

Lee Jieun

 

 

Genre : Romance

 

 

Rating : Teen

 

 

Length : Chapther

 

 

 

Part 8

 

 

 

Jessica melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan wajah yang berseri karena kembali berhasil mengerjai orang sombong seperti Suho—salah satu murid popular di Hanyang yang sangat sombong.

 

“Kenapa kau baru pulang Jess?”selidik Lay ketika melihat Jessica memasuki rumah menuju tangga.

 

“Ada urusan”jawab Jessica cuek lalu berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua meninggalkan Lay di ruang televisi sendiri.

 

“Aneh!”cibir Lay yang melihat kelakuan Jessica yang tidak seperti biasanya itu.

 

Tak lama setelah Jessica masuk ke dalam rumah, Tiffany berjalan ke dalam rumah Jessica dengan santainya seolah rumah Jessica adalah rumahnya sendiri.

 

“Stephanie”seru Lay ketika melihat Tiffany hendak menaiki tangga menuju lantai dua—kamar Jessica.

 

“Lay gege!”seru Tiffany kaget. Tiffany mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat Lay lagi setelah sekian lama tidak pernah bertemu dengan Lay. Tiffany tidak menyangka ia akan bertemu dengan Lay lagi. Ia kira Lay tidak akan kembali ke Korea dan menetap di China untuk selamanya.

 

“Wah sekarang kau semakin cantik ya, setelah beberapa tahun tidak bertemu. Aku sampai tidak mengenalimu tadi”ucap Lay jujur dengan wajah yang berseri. Maklum saja Lay berkata seperti itu karena ia tidak pernah melihat Tiffany lagi setelah ia memutuskan untuk kuliah di China. Dulu Tiffany masih begitu polos, tidak seperti sekarang yang cantik dan begitu modis sama seperti Jessica.

 

Xie xie”balas Tiffany dengan bahasa China seadanya seraya tersenyum kecut.

 

“Aku permisi ke kamar Jessi Lay gege”pamit Tiffany cepat.

 

“Ah ne”sahut Lay.

 

Tiffany menaiki tangga dengan begitu terburu, ia ingin cepat-cepat pergi dari hadapan Lay.

 

“Jessi!”seru Tiffany dengan suara nyaringnya begitu ia sudah sampai di kamar Jessica. Ia langsung menjatuhkan tubuhnya begitu saja di atas kasur queen size milik Jessica tanpa permisi.

 

“Apa?”respon Jessica singkat dari dalam kamar mandinya.

 

“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau Lay gege ada di Korea eoh?”tanya Tiffany kesal seraya memukul boneka Hello kitty milik Jessica dengan brutal.

“Ah itu, sorry aku hanya tidak ingin kau mengingatnya saja”jawab Jessica seraya keluar dari dalam kamar mandinya dengan handuk yang berada di kepalanya.

 

“Kau tadi bertemu dengannya?”selidik Jessica seraya menggosok rambutnya dengan handuk untuk mengeringkan rambutnya yang basah.

 

“Iya, tadi aku bertemu dengannya di bawah dan ia sangat menyebalkan!”adu Tiffany kepada Jessica dengan suaranya yang terdengar sangat manja.

 

“Memangnya apa yang di lakukan oleh Lay gege?”tanya Jessica penasaran seraya menghampiri Tiffany yang kini tengah duduk di kasur queen sizenya.

 

“Lay gege bilang sekarang aku semakin cantik saja Jess”jawab Tiffany seraya mengerucutkan bibirnya.

 

“Tsk, dasar playboy!”cibir Jessica ikut kesal kepada Lay.

 

“Kenapa Lay gege kembali ke Korea Jessi? Di saat aku sudah bisa melupakannya?”tanya Tiffany kesal.

 

“Aku tidak mau jatuh cinta padanya lagi, sangat menyakitkan”gumam Tiffany pelan, tapi dengan jelas Jessica dapat mendengar apa yang Tiffany katakan.

 

“Jessi ayo kita jalan-jalan, aku sedang bad mood”cerocos Tiffany tanpa membiarkan Jessica berkata sedikitpun.

 

“Nanti saja Tiff, hari ini aku lelah sekali”tolak Jessica halus.

 

“Lelah kenapa? Memangnya apa yang kau lakukan?”selidik Tiffany.

 

“Pulang sekolah tadi aku habis berjalan jauh sekali”ucap Jessica malas.

 

“Untuk apa kau berjalan? Kau kan bisa memintaku untuk menjemputmu di sekolah barumu?”ucap Tiffany.

 

“Dan membuat penyamaranku terbongkar begitu saja”timpal Jessica cepat.

 

“Kau kan bisa naik bus, tidak mungkin ada yang curiga jika kau pulang naik bus, bukankah hampir semua murid menggunakan bus untuk kendaraan mereka ke sekolah”sergah Tiffany.

 

“Ah aku curiga!!”seru Tiffany tiba-tiba yang mengerti dengan situasinya.

 

Jessica tersenyum tiga jari. “Tadi aku habis mengerjai teman sekelasku yang suka cari gara-gara denganku”ucap Jessica senang.

 

“Dasar!!”cibir Tiffany yang sudah menduganya.

 

“Memangnya kau tidak takut di musuhi anak Hanyang karena kau mengerjai murid-murid idola di sana?”tanya Tiffany penasaran karena perubahan sikap Jessica yang akhir-akhir ini suka sekali mengerjai orang. Sangat berbeda dengan Jessica saat masih sekolah di Dongguk dulu.

 

“Hey memangnya siapa yang berani dengan Jessica Jung eoh?”Jessica balik bertanya dengan gaya sombong dan tak lupa dengan seringai khasnya.

 

“YA! Mereka kan tidak tahu kalau kau adalah seorang Jessica Jung anak pemilik sekolah, yang mereka tahu kau adalah Jung Sooyeon yeoja miskin dan jelek”omel Tiffany.

 

“Tetap saja mereka tidak akan berani denganku, aku kan sabuk hitam Taekwondo yang tak terkalahkan”ucap Jessica tetap menyombongkan dirinya.

 

“Ya ya ya”sahut Tiffany malas seraya menggelengkan kepalanya.

 

“Hahaha”Jessica tertawa senang melihat Tiffany yang kesal padanya.

 

Tiba-tiba raut wajah Tiffany menjadi serius. “Bagaimana bila ada yang menyelidikimu Jessi?”tanya Tiffany khawatir.

 

“Itu dia yang aku juga khawatirkan Tiff”desah Jessica pelan.

 

“Yasudah kalau begitu kau mengaku saja”saran Tiffany asal.

 

“Dan kembali seperti di Dongguk!”tambah Jessica malas.

 

“Mungkin kau memang sudah di takdirkan tuhan untuk menjadi orang popular Jess”komentar Tiffany.

 

“Kata-katamu membuatku tidak semangat Tiff”seru Jessica lemas. Jessica menggelengkan kepalanya membayangkan kehidupannya yang sangat membosankan seperti di Dongguk dulu.

 

“Sudah kau tenang saja Jessi, tidak usah terlalu kau pikirkan. Bagaimana kalau malam ini kita pergi ke club saja?”usul Tiffany.

 

Jessica menatap Tiffany tanpa minat. “Malas, untuk apa pergi ke club? Malam itu untuk tidur!”tolak Jessica lalu membaringkan tubuhnya yang terasa lelah di kasur queen size miliknya.

 

“Kita cari udara segar”bujuk Tiffany belum menyerah.

 

“Untuk apa jauh-jauh mencari udara segar ke club?”canda Jessica.

 

“Jessi!!”geram Tiffany.

 

Jessica terkekeh pelan melihat wajah kesal Tiffany. “Aku hanya bercanda”ucap Jessica seraya membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.

 

“Tidak lucu!”ucap Tiffany kesal.

 

“Yah dia marah, ok kita pergi ke club malam ini”ucap Jessica setuju pada akhirnya dengan ajakan Tiffany—sahabat satu-satunya yang ia miliki.

 

Seketika wajah Tiffany langsung berseri-seri. “Nah begitu dong”serunya senang.

 

“Jam delapan malam kau harus jemput aku!”perintah Tiffany seenaknya.

 

“Mwo? Kau yang mengajakku kenapa aku yang harus menjemputmu?”protes Jessica tidak terima.

 

“Jangan lupa untuk berdandan yang cantik Jessi”seru Tiffany seraya pergi dari kamar Jessica begitu saja.

 

“Haisstt, dasar anak itu”gumam Jessica pelan melihat kelakuan Tiffany yang kadang suka seenaknya sendiri itu.

 

 

 

***

 

 

 

Jessica menunggu Tiffany dari dalam mobilnya, sudah sekitar sepuluh menit Jessica menunggu Tiffany, tapi yang di tunggu tidak juga menampakan dirinya.

 

“Tin tin”

 

Jessica membnuyikan klakson mobilnya dengan tidak sabaran, ini sebabnya kenapa Jessica tidak pernah mau jika ia harus menjemput Tiffany! Karena Tiffany selalu saja terlambat.

 

Setelah Jessica membunyikan klakson mobilnya dengan tidak sabaran secara beberapa kali barulah Tiffany keluar dari rumahnya dengan terpogoh-pogoh karena takut mendapat amukan dari Jessica.

 

“Kau ini tidak sabaran sekali”omel Tiffany ketika ia sudah berada di dalam mobil Jessica.

 

“Kau yang terlalu lama”balas Jessica sengit.

 

“Kau kan tahu Jessi jika—“

 

“Yeoja harus selalu tampil cantik agar tidak di remehkan oleh namja!”potong Jessica cepat karena ia sudah hapal dengan apa yang akan Tiffany katakan.

 

“Nah itu kau tahu”seru Tiffany dengan cengiran khas miliknya.

 

Jessica menatap Tiffany dingin dan seketika itu juga Tiffany langsung diam.

 

Jessica menghela napasnya pelan. “Kita akan ke club mana?”tanyanya seraya menghidupkan mobilnya dan mulai melajukkan mobilnya menembus kegelapan malam jalanan Seoul yang masih nampak ramai itu.

 

“Kita ke Genie club saja, ku dengar club itu banyak di kunjungi oleh namja yang berkualitas karena club itu hanya di buka untuk kalangan atas saja”jawab Tiffany semangat.

 

“Baiklah”seru Jessica pasrah.

 

 

 

***

 

 

 

“Waw sangat ramai”seru Tiffany senang ketika ia sudah berada di dalam Genie club yang memang terkenal itu.

 

Ok juga tempat ini”komentar Jessica yang melihat dekorasi Genie  club yang memang bisa di bilang sangat bagus itu. Walaupun Jessica malas pergi ke club bukan berarti ia tidak pernah pergi ke club sebelumnya.

 

Tiffany langsung menarik tangan Jessica menuju meja bar.

 

“Orang baru?”tanya seorang bartender yang dari name tagnya beranama Junsu.

 

Ne”jawab Tiffany seraya mengedarkan pandangannya ke penjuru club.

 

“Disini siapa namja yang paling keren dan popular?”tanya Tiffany penasaran.

 

“Emm sebentar”seru Junsu lalu mengedarkan pandangannya mencari orang yang di maksud oleh Tiffany.

 

“Nah itu dia, orang yang sedang duduk di bangku paling pojok”seru Junsu seraya menunjuk dua orang namja yang sedang asik mengobrol.

 

“Hah?”seru Jessica kaget setelah melihat orang yang di maksud oleh bartender itu.

 

“Ada apa Jessi?”tanya Tiffany penasaran.

 

“Mereka adalah teman sekelasku Tiff, yang sering aku kerjai”bisik Jessica dengan raut wajah khawatir.

 

“Pengunjung bar ini banyak dari Hanyang Senior High School”tambah sang bartender.

 

“Ayo kita pulang Tiff”seru Jessica cepat seraya menarik tangan Tiffany.

 

Aniyo, aku ingin berkenalan dengan yang menggunakan baju hitam itu Jessi”tolak Tiffany seraya menatap namja yang mengenakan baju hitam dari kejauhan. Yang Jessica tahu namja itu adalah Suho—orang yang siang tadi ia kerjai.

 

No! cari namja yang lain saja, masih banyak namja yang lebih dari namja itu”tolak Jessica langsung.

 

“Aku mau dengannya Jessi, aku yakin aku bisa melupakan Lay gege kalau dengannya, ayolah Jessi mereka tidak akan mengenalimu”bujuk Tiffany dengan puppy eyes andalannya yang selalu berhasil membuat Jessica luluh.

 

“Tapi kalau mereka mengenaliku kau harus tanggung jawab Stephanie Hwang”ancam Jessica.

 

Ne, kau tenang saja”balas Tiffany santai.

 

Jessica merutuki nasibnya yang selalu saja kalah jika sedang berhadapan atau berdebat dengan Tiffany.

 

 

 

***

 

 

“Lu, ada yeoja cantik”seru Suho.

 

“Dimana?”tanya Luhan penasaran saat mendengar ada ‘yeoja cantik’.

 

“Arah jam Sembilan”jawab Suho seraya terus menatap yeoja yang tadi ia bilang cantik.

 

Luhan menoleh ke arah yang Suho maksud.

 

“Boleh juga”komentar Luhan saat ia melihat yeoja yang Suho maksud.

 

“Aku suka dengan yeoja yang menggunakan dress berwarna soft pink”ujar Suho cepat, takut yeoja yang ia maksud sama dengan yang Luhan suka.

 

“Kalau aku jelas lebih suka dengan yeoja yang menggunakan dress hitam”seru Luhan santai seraya terus memperhatikan yeoja yang menggunakan dress hitam.

 

“Aku yakin bisa mendapatkan yeoja itu”ucap Luhan sombong.

 

“Bagaimana kalau kita taruhan?”tantang Suho.

 

“Taruhan lagi?”tanya Luhan memastikan.

 

“Iya, santai saja Lu taruhan kita kali ini sangat mudah. Siapa yang bisa mengajak yeoja incarannya ke dance floor lebih dulu, dia lah yang menang. Bagaimana? Mudah bukan?”ucap Suho santai.

 

“Mudah memang, tapi—“

 

“Yang kalah harus mengerjakan apa yang di perintahkan oleh yang menang selama satu minggu? Menarik bukan?”sergah Suho cepat.

 

“Bagaimana? Kau tertarik? Atau kau takut kalah Lu?”ledek Suho.

 

“Ets, tidak ada kata takut kalah dalam kamus seorang Xi Luhan”ujar Luhan sombong.

 

“Bagaimana?”

 

“Baiklah, aku setuju”ucap Luhan akhirnya.

 

“Ayo kita kesana Lu”ajak Suho.

 

Dengan senang hati Luhan menerima ajakan Suho. “Ok”sahutnya.

 

Luhan dan Suho berjalan dengan perlahan tapi pasti menuju yeoja yang tadi mereka incar.

 

Hi”Sapa Suho saat ia sudah berada di depan yeoja incarannya—Tiffany.

 

Hi”balas Tiffany.

 

“Suho”ucap Suho memperkenalkan dirinya kepada Tiffany—yeoja incarannya. Ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Tiffany.

 

Lembut. Pikir Suho saat tangannya bersentuhan dengan tangan Tiffany.

 

“Tiffany”ucap Tiffany seraya membalas uluran tangan Suho.

 

Keren dan wangi. Komentar Tiffany dalam hati setelah melihat namja incarannya lebih dekat.

 

“Nama yang indah seperti orangnya”puji Suho.

 

“Rayuan murahan!”cibir Jessica mendengar pujian yang Suho berikan kepada Tiffany seraya menaatap Suho tajam.

 

Suho yang melihat tatapan tidak suka dari Jessica langsung merasa kikuk sendiri.

 

Sepertinya aku mengenal tatapan tajam itu. Pikir Suho dalam hati.

 

Tiffany yang melihat perubahan raut wajah Suho pun langsung menoleh ke arah Jessica dan benar saja dugaan Tiffany bahwa saat ini Jessica sedang menatap tajam Suho. Langsung saja Tiffany menyenggol Jessica.

 

“Ada apa?”tanya Jessica bingung seraya menoleh ke arah Tiffany.

 

“Bersikaplah lebih baik lagi Jessi”bisik Tiffany pelan di telinga Jessica. Mendengar protes dari Tiffany Jessica hanya mencibir.

 

“Aku Luhan”ucap Luhan memperkenalkan dirinya sendiri.

 

“Tidak ada yang menannyakan namamu”cibir Jessica ketus.

 

Luhan yang mendengar perkataan menyakitkan dari Jessica langsung terdiam.

 

Cantik-cantik tapi bermulut pedas. Ucap Luhan dalam hati.

 

Tiffany langsung menatap Jessica tajam yang dibalas senyum lima jari oleh Jessica—seperti tanpa dosa.

 

“Tiffany dan ini temanku Jessica”ucap Tiffany yang merasa tidak enak seraya menunjuk Jessica memperkenalkan dirinya.

 

Dance floor?”tawar Suho kepada Tiffany yang ingat dengan taruhannya bersama Luhan tadi.

 

Ok”jawab Tiffany dengan senang hati.

 

Tiffany dan Suho langsung menuju dance floor meninggalkan Jessica dan Luhan berdua dengan keadaan canggung.

 

Aku tidak boleh kalah oleh Suho. Tekat Luhan dalam hati.

 

“Jessica-ssi”panggil Luhan formal.

 

“Jika kau berniat mengajakku seperti yang temanmu itu lakukan, sebaiknya kau urungkan saja niatmu itu karena aku tidak mau!”ucap Jessica yang tahu tujuan Luhan selanjutnya.

 

Sial! Runtuk Luhan dalam hati merutuki nasibnya.

 

Rasakan kau playboy. Ucap Jessica senang dalam hati melihat wajah melas Luhan karena penolakannya.

 

“Junsu”panggil Luhan kepada bartender.

 

“Seperti biasa”ucap Luhan.

 

“Oh ok”seru Junsu mengerti dengan maksud Luhan. Lalu Junsu langsung memberikan segelas Margarita yang biasa Luhan minum jika mengunjungi Genie club.

 

“Kau ingin minum?”tanya Luhan berusaha beramah tamah kepada Jessica walaupun Jessica sudah bersikap ketus padanya. Saat ini Jessica tengah duduk di samping Luhan dengan matanya yang menatap lurus ke depan—mengawasi Tiffany dan Suho yang sedang asik berada di dance floor.

 

Ne”jawab Jessica dengan pandangan yang masih focus kepada Tiffany dan Suho.

 

“Kau tenang saja, temanmu itu tidak akan di apa-apakan oleh temanku”ucap Luhan berusaha membuat Jessica lebih tenang dan membuat  Jessica memperhatikan Suho dan Tiffany lalu focus padanya.

 

“Kau pikir aku akan percaya begitu saja dengan apa yang kau katakan? Maaf saja Luhan-ssi aku bukan orang bodoh seperti yang kau pikirkan”balas Jessica ketus.

 

“Terserah”balas Luhan dengan nada yang putus asa.

 

“Junsu, orange juice satu”ucap Luhan kepada Junsu yang sedang sibuk membersihkan gelas.

 

“Ok”seru Junsu seraya mengacungkan jempolnya kepada Luhan.

 

“Kalau itu untukku, aku tidak mau”tolak Jessica langsung.

 

“Lalu kau ingin minum apa? Disini hanya itu minuman yang tidak mengandung alcohol”jelas Luhan sabar.

 

Tequila”jawab Jessica cepat.

 

Mwo? Kau yakin ingin meminum itu? Kadar alcohol dalam Tequila sangat tinggi”seru Luhan ragu dengan apa yang Jessica pesan.

 

“Jika hanya ingin memesan orange juice untuk apa aku datang ke club, aku bisa memesannya di café, ckck”seru Jessica ketus kepada Luhan.

 

Mendengar ucapan ketus dari Jessica membuat Luhan semakin frustasi karena ia salah menyukai yeoja yang bermulut pedas seperti Jessica.

 

Kenapa akhir-akhir ini banyak yeoja yang bersikap ketus kepadaku? Apa pesonaku sudah tidak kuat lagi. Pikir Luhan bingung.

 

“Jadi orange juice or Tequila?”tanya Junsu bingung yang dari tadi hanya melihat Jessica dan Luhan berdebat.

 

Tequila”jawab Jessica cepat.

 

“Aku saja hanya minum Margarita, dia yang seorang yeoja meminum Tequila”gumam Luhan pelan.

 

“Hoy”seru Kai mengagetkan Luhan yang sedang asik merutuki nasibnya.

 

“Haisstt”dengus Luhan kesal. Kedatangan Kai hanya memperburuk suasana hatinya saat ini saja.

“Bisa kan kalau kau tidak membuatku kaget?”seru Luhan kesal.

 

“Kau kenapa Luhan?”tanya Sehun yang merasa suasana hati Luhan sedang tidak bagus.

 

“Tidak apa-apa”jawab Luhan bohong. Tidak mungkin ia cerita bahwa ada seorang yeoja yang menolaknya. Bisa-bisa kedua manusia itu akan menertawainya seumur hidup.

 

“Aku ada kabar bagus Lu”seru Kai tiba-tiba dengan wajah berseri.

 

Luhan menatap Kai tanpa minat. “Apa?”tanyanya ketus.

 

“Aku mendapat ide untuk mengerjai Sooyeon di sekolah”jawab Kai seraya menyeringai penuh kemenangan.

 

“Apa?”tanya Luhan mulai tertarik saat Kai menyebut nama Sooyeon—musuh besar mereka di sekolah.

 

“@#$&(!^!%!)*$#&!”bisik Kai di telinga Luhan.

 

Tanpa mereka bertiga sadari Jessica terus mencuri dengan percakapan Kai dan Luhan yang berniat mengerjainya di sekolah nanti.

 

Sial! Aku tidak bisa mendengarnya. Ucap Jessica dalam hati.

 

“Tumben idemu bagus”puji Luhan dengan raut wajah terlihat lebih bahagia.

 

Kai hanya mencibir mendengar pujian dari Luhan yang lebih tepat berupa hinaan secara tidak langsung.

 

“Jadi kapan kita akan menjalankan rencana ini?”tanya Luhan antusias.

 

“Terserah”balas Kai yang masih kesal kepada Luhan.

 

“Bagaimana kalau besok saja, lebih cepat lebih baik bukan”ucap Sehun membuka suaranya.

 

“Ok, aku setuju”respon Luhan setuju.

 

Hi cantik”goda Kai kepada Jessica. Kai baru sadar akan kehadiaran Jessica yang duduk tidak jauh dari kursi Luhan.

 

Jessica menoleh ke arah Kai dan tersenyum manis. Lebih tepatnya berpura-pura tersenyum manis.

 

Luhan kaget melihat Jessica tersenyum manis kepada Kai. Tadi saat bersamanya tidak pernah ia melihat Jessica tersenyum sedikitpun  padanya.

 

“Sendirian saja nih?”tanya Kai basa-basi.

 

“Tidak”jawab Jessica sok manis di depan Kai.

 

“Lalu kemana pasanganmu?”tanya Kai bingung.

 

“Kamu”jawab Jessica menggoda Kai seraya menunjuk Kai dengan gaya genit yang biasa yeoja-yeoja lain pakai.

 

“Aww, kau sangat pandai merayu rupanya”puji Kai seraya mencolek dagu Jessica genit.

 

Jessica kaget dengan tangan kurang ajar Kai—tapi ia berusaha terlihat senormal mungkin.

 

Awas kau, akan aku balas. Ucap Jessica dalam hati.

 

“Biasa saja”balas Jessica malu-malu—ingat hanya acting.

 

“Dance floor?”tanya Kai.

 

“Bagaimana kalau minum dulu?”tawar Jessica seraya menuyodorkan Tequilanya yang belum sempat ia minum.

 

“Boleh”jawab Kai cepat dan langsung meminum gelas yang berikan tanpa tahu isinya.

 

“Ahhh”seru Kai ketika Tequila yang Jessica berikan sudah habis ia minum.

 

“Oh ya, Kai”ucap Kai memperkenalkan dirinya kepada Jessica seraya mengulurkan tangannya kepada Jessica. Sesekali Kai menggelengkan kepalanya saat Tequila itu mulai bereaksi.

 

Jessica menerima uluran tangan Kai. “Jessica”jawab Jessica sambil tersenyum.

 

“Nama yang indah seperti orangnya”puji Kai.

 

“Gomawo”balas Jessica.

 

Luhan yang melihat sikap Jessica yang begitu berbeda saat bersamanya dan Kai menjadi kesal sendiri.

 

Kini Kai dan Jessica sedang berjalan menuju dance floor bersama Suho dan juga Tiffany yang sudah terlebih dahulu.

 

“Sial! Aku kalah oleh Kai”ucap Luhan kesal.

 

Tequila satu”ucap Luhan kepada Junsu dengan mata yang terus saja mengawasi Kai dan Jessica. Kini Kai sedang berbisik di telinga Jessica.

 

“Ini”ucap Junsu.

 

Tanpa mengalihkan pandanganya dari Jessica dan Kai, Luhan langsung meminum Tequila itu sampai habis dalam satu kali teguk.

 

“Sial!”runtuk Luhan yang melihat Kai dan Jessica semakin dekat saja.

 

 

 

***D’Popular*** 

 

 

 

 

Iklan

54 pemikiran pada “D’Popular | Part 8 |

  1. Lanjutkan ya chingu…
    Penasaran banget nih…
    Semakin seru saja ceritanya…..
    Sica unnie ingin tahu rahsia apa yang direncanakan?
    Ditunggu chingu…

  2. kyaaaah!! akhirnya author apdet juga !! kyaaa… thor.. tahu kah kau seberapa lamanya aku menunggu ff d’popular ? *okeinilebay*
    kapan nih si jessi katauan ? sumfeh penasaran banget sama ff ini !! =DD
    next part di tunggu ^^
    oh iya.. password partner boleh kali thoor .__.
    bagi dund thor pw nyah… bagi duund *toel”author*

  3. wah,,Makin Seruu nih!!
    Luhann gege cemburu nih wkwkwk 😀 kai oppaaa,,langsung beraksii ajaaa XD ..
    #Next chap update son,Ne chinguu..
    #Ditunngu banget loh,,Hwaiting 😉

  4. Ahhhhhh .
    Bahagia akhirnya Di publish .
    Waw seru . Sica udah berani buka penyamaran tanpa ketahuan .
    Aitttsss sica sedang merencanakan untuk membuka mulut kai .
    Aw aw aw luhan cemburu .
    Ih seru seru seru Thor jangan lama” yah lanjutt

  5. Wahhh akhirnya lanjut juga~
    Maaf baru coment dipart ini.
    Karena aku reader baru ._.

    FF nya bagus eon~

    Tapi, ngomong-ngomong authornya bkn xin genie eon ya?
    Aku kira authornya xin genie .-.

    Ditunggu lanjutannya! Hwaiting!

  6. Nexttt chap ditungguuuuuu,,,
    oh ternyata tiffany suka sama lay dulunya,,,,hmmm ff ini tidak terduga2,,,,klo bsa chapter selanjutnya ada hansica moment dongggg hehehehehe gk terlalu sweet jga gk apa2 asalkan ada moment hansica hehehe
    chap 9 ditunggu segera dan harus panjang#plak :p

  7. Wah akhirnya niy ff yang kutunggu” mungcul juga
    Duh keren banget thor tapi kenapa pas lagi seru mbaca kenapa harus selesai dulu sih thor aku kan masi pingin membaca kelanjutanya T__T okay yang pasti ditunggu kelanjutanya jangan lama-lama ya thor udah pingin banget mbaca kelanjutanya

  8. yesssss akhir’a dipublish jg part 8’a gk sbr thor nggu part2 lain’a… brasa cndu ama ni ff,smpai kpn ea slesai’a prselisihan mreka…
    gomawo ea thor udh bwd q slalu greget bc ni ff q suka bget ma karakter sica,kyak dia bget…
    pkok”a ttep dehc nggu….

  9. 🙂 wahhh thor ceritanya makin seru az
    ^.^ jd pnsran rencana kaihan apa
    smga aja rencana nya gagal 🙂 kan kasihan eon sica
    lanjut thor!!!

  10. hahaha kasihan banget ya Luhan oppa diketusin sama sica eonni mulu…

    Oke jadi semakin menarik ada Sufany, couple favoritku ketiga setelah KrisSica dan HanSeo pastinya…

    Lanjut penasaran apa rencana Kai oppa buat Ngerjain Sica eonni…

  11. Hahahahhaha
    gila!!
    Part special ngakak! Ngebayangin luhan yg ditolak mentah2 bikin ktawa2 sndiri!
    Waktu ama luhan jessica bukan ice princess lagi tapi ice queen, tapi kira2 apa yah tujuan sica sok manis sama si kkamjjong?? Pasti ada udang dibalik batunya nih! Ckckck ..
    Bdw luhan kuat g tuh minum tequilla yg berkadar alkhol tinggi itu??? Kekekeke

  12. uwaaa,kapan jessica ngaku y thor? -,-
    suka banget sama karakter jessica disni 😀
    oh iya thor,tema wpnya kan papan tulis tp kq pas ke bawah2 jd smkin putih?
    akhirnya aku block aja tulisannya biar bisa dibaca
    ditunggu next chap^^

  13. wkwkwkk..
    disini sica kocak banget. tapi tetep ada kesen dinginya..
    moga luhan cepet nyadar deh kalau sica tu anaknya yang punya sekolah, dan cantik pula. biar kapok. nyesel deh tu si luhan. wkwkwkw
    lanjut thor. tak tunggu part berikutnya..

  14. wkwkwk luhan kalah sama temen2nya masa. kasian banget. sampe pesen tequila yang dia blm berani minum. eh kayaknya suho curiga deh kalo jessica itu sooyeon. tadi soal tatapan matanya dibahas sama suho. tp semoga aja sih jessica nggak ketauan. tp besoknya dia mau dikerjain neh, moga aja dia bisa ngindarin itu. hehehe. keren keren

  15. oh ya tuhan. stephanie, tidak di sangka pernah menyukai seorang lay. omo.
    kenapa luho ngga sadar yah kalo itu jess? Dan sepertinya suho menyukai tiffany. Apa reaksi mereka berdua yah kalo mereka tau itu jessica si anak yg ngerjain mereka terus? lol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s