That Girl | Oneshoot |

That girl - Krissica

 

Title : That Girl

 

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Kris Wu

Suport Cast : Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Kai Kim

Lay Zhang

 

Genre : Sad

Rating : PG-15

Lenght : Oneshoot

Backsound : SNSD Taeyeon feat SNSD Tiffany – Lost in Love

SNSD : Mistake

 

 

***That Girl by Жin Genie***

 

 

 

“Aku ingin bertanya padamu”ucap seorang yeoja kepada namja di sampingnya yang sedang focus menyetir.

 

“Tanyakan saja”jawab namja di samping yeoja itu dengan pandangan yang focus ke depan.

 

“Aku ingin menceritakan tentang sebuah kisah padamu dan aku ingin kau memberi pendapat tentang kisah yang akan aku ceritakan”jelas yeoja itu.

 

“Baiklah, tidak masalah”sahut namja di sampingnya dengan santai.

 

Yeoja itu tersenyum kecil kepada namja di sampingnya—walaupun namja di sampingnya tidak menyadari senyuman tulusnya itu.

 

“Ini kisah tentang seorang yeoja”ucap yeoja itu memulai ceritanya.

 

Yeoja itu mempunyai namja chingu dan dia sangat mencintai namja chingunya itu. Ia rela melakukan apapun untuk namja chingunya itu, bahkan jika namja chingunya itu memintanya mendaki gunung yang penuh jurang sekalipun ia pasti akan melakukannya karena ia yang terlalu mencintai namja chingunya. Tapi namja chingunya ini tidak menyukai yeoja itu, yeoja itu tahu bahwa namja chingunya tidak menyukainya, melainkan menyukai yeoja lain dan yeoja itu tahu bahwa namja chingunya hanya memanfaatkannya saja, tapi dengan setulus hati yeoja itu masih mencintai namja chingunya itu”yeoja itu menarik napasnya dalam untuk melanjutkan ceritanya. Seketika bayangan dimana ia mendengar percakapan namja chingunya dengan temannya kembali berputar di otaknya—dimana dengan jelas dan secara langsung ia mendengar bahwa namja chingunya itu hanya memanfaatkannya saja.

 

“Kulihat kau semakin mesra saja dengannya”ucap seorang namja berlesung pipi kepada namja jangkung di sampingnya yang saat ini tengah asik memakan ramen yang ia beli.

 

“Mesra dengan siapa maksudmu?”tanya namja jangkung itu cuek seraya terus memakan ramennya yang tinggal setengah lagi.

 

“Tentu saja kau dan yeoja chingumu itu!”jawab namja berlesung pipi itu jadi kesal sendiri karena tidak di pedulikan.

 

“Oh dengannya”respon namja jangkung itu cuek dan tidak peduli.

 

“Iya dengan yeoja chingumu itu, yang seorang chaebol”ucap namja berlesung pipi memperjelas.

 

“Oh ya siapa nama yeoja chingumu itu?”tanya namja berlesung pipi penasaran.

 

Namja jangkung itu dengan santainya mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu, aku hanya tahu nama panggilannya dari teman-temannya saja”jawab namja itu seraya menegak habis air mineralnya.

 

Namja berlesung pipi itu membulatkan matanya tidak percaya. “Yang benar saja? Kau tidak tahu nama yeoja chingumu sendiri?”seru namja berlesung pipi terlalu terkejut.

 

“Untuk apa aku tahu namanya? Aku tidak suka padanya, aku berpacaran dengannya hanya ingin memanfaatkan kekayaannya saja, kau pikir aku suka dengan yeoja manja dan ceroboh seperti dia?Tidak! Aku tidak pernah menyukainya sedikitpun dan tidak akan pernah menyukainya!!”jelas namja jangkung itu dengan mudahnya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun dalam setiap kata yang keluar dari mulut pedasnya.

 

“Jadi selama ini kau berpacaran dengannya tanpa ada rasa cinta sedikitpun padanya?”tanya namja berlesung pipi itu penasaran.

 

“Yah begitu lah, menjadi sepasang kekasih tidak harus saling mencintai cukup dengan menyatakan ‘yes’saat dia menyatakan cintanya saja sudah cukup”jawab namja jangkung dengan santainya.

 

“Dasar nappeun namja”cibir namja berlesung pipi seraya memukul pelan bahu namja jangkung itu.

 

“Salahnya sendiri terlalu bodoh”ujar namja jangkung itu.

 

“Hahaha”kedua namja itu tertawa—menertawakan kebodohan seorang yeoja yang mencintai seorang namja dengan setulus hati.

 

Tanpa namja jangkung dan namja berlesung pipi itu sadari bahwa ada seorang yeoja yang mendengar perkataan mereka dengan hati yang berdenyut sakit. Yeoja yang sekarang ini mereka tertawai sedang berdiri di belakang mereka—mendengar dengan jelas semua perkataan mereka.

 

 Tanpa bisa dicegah air mata yeoja itu mengalir dengan deras membasahi kedua pipinya. Hatinya begitu sakit mendengar secara langsung bahwa namja yang berstatus sebagai kekasihnya ternyata tidak mencintainya, dan lebih parahnya hanya memanfaatkan kekayaannya saja.

 

Yeoja itu membalikkan badannya—berbalik arah. Niat awalnya ingin menemui namja chingunya harus ia kubur dalam-dalam. Ia tidak ingin namja chingunya itu tahu bahwa ia telah mendengar percakapan yang seharunya tidak ia dengar.

 

Yeoja itu menggigit bibirnya—mencoba menahan dirinya untuk tidak menangis karena mengingat kejadian yang sangat menyakitkan hatinya seminggu yang lalu itu.

 

“Menurutmu apa yang harus yeoja itu lakukan?”tanya yeoja itu kepada namja di sampingnya dengan senyum yang mengembang—senyuman yang selalu ia tunjukkan untuk namja chingunya—senyuman tulus penuh rasa cinta.

 

Hening. Tidak ada jawaban dari namja di sampingnya.

 

Yeoja itu mengalihkan pandangannya pada jalanan Seoul yang nampak senggang kala itu.

 

“Aku hanya ingin tahu pendatmu dari sudut pandang seorang namja”ucap yeoja itu tanpa menoleh kepada namja di sampingnya.

 

Hening. Namja di sampingnya masih belum  memberikan suaranya. Namja di sampingnya sedang sibuk dengan berbagai pemikiran di kepalanya tentang kisah ‘yeoja itu’.

 

Namja itu menoleh kepada yeoja yang duduk di sampingnya—mengamati yeoja di sampingnya.

 

“Kalau menurutmu apa yang harus yeoja itu lakukan?”namja itu balik bertanya.

 

Yeoja itu menoleh ke arah namja di sampingnya dan memasang senyum manis andalannya. “Kalau menurutku yeoja itu harus mempertahankan hubungannya dan ia  harus berusaha agar membuat namja chingunya itu benar-benar mencintainya, walaupun resiko sakit yang akan di terima yeoja itu besar. Menurutku cinta itu penuh pengorbanan”jawab yeoja itu panjang.

 

“Ah begitu”respon namja itu singkat.

 

“Jadi? Apa yang harus yeoja itu lakukan menurutmu?”tanya yeoja itu lagi.

 

Apa yang harus aku lakukan? Jawab aku. Ulang yeoja itu dalam hati.

 

“Seperti yang kau bilang, yeoja itu harus berusaha membuat namja chingunya benar-benar mencintainya walaupun kemungkinannya kecil bahkan tidak ada”jawab namja itu akhirnya.

 

“Ah begitu”respon yeoja itu seraya mengangguk mengerti.

 

“Apa kau mencintaiku?”tanya yeoja itu tiba-tiba dengan wajah penuh harap.

 

“CKIT”

 

Seketika namja itu merem mendadak.

 

“Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?”tanya namja itu penuh selidik.

 

Yeoja itu tersenyum manis kepada namja chingunya. “Aku hanya bertanya saja”jawabnya riang—menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.

 

“Ohh, tentu saja aku menyukaimu”jawab namja itu sambil tersenyum kecil.

 

Yeoja itu masih tersenyum manis ke arah namja di sampingnya.

 

Aku bertanya apa kau mencintaiku atau tidak, bukan menyukaiku atau tidak. ucap yeoja itu kecewa dalam hati. Ia hanya berani mengungkapkan perasaannya dalam hati.

 

 

 

***

 

Sebuah mobil mewah berwarna putih berhenti tepat di sebuah aprtemen yang terlihat sederhana. Mobil itu berhenti cukup lama di depan apartemen sederhana itu, hingga selang beberapa menit seorang namja masuk ke dalam mobil mewah tersebut yang di sambut senyuman hangat dari sang pemilik mobil tersebut—seorang yeoja cantik berambut cokelat terang. Panggil saja yeoja itu Jessica.

 

“Sudah lama Jess?”tanya namja yang baru saja masuk ke dalam mobilnya—namja chingu Jessica.

 

Jessica tersenyum manis kepada namja chingunya—Kris. “Tidak, aku baru saja sampai”bohong Jessica dengan senyum tulus yang terpancar dari wajah cantiknya. Tidak ada sedikit pun gurat kesedihan atau kecewa yang Jessica tunjukkan di depan Kris, walau ia sudah menunggu Kris cukup lama. Anggap saja Jessica munafik karena menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya. Jessica hanya ingin menunjukkan yang terbaik di depan Kris—namja yang sangat ia cintai itu. Ia tidak ingin sedikit pun terlihat buruk di mata seorang Kris.

 

“Kau sudah sarapan Kris?”tanya Jessica perhatian.

 

Kris menoleh ke arah Jessica yang duduk di sampingnya lalu tersenyum kecil. “Belum, kau tahu kan tidak ada makanan di dalam apartemen jelekku itu”jawab Kris seadanya lalu kembali focus pada kemudi.

 

Jessica tersenyum kecil lalu mengeluarkan kotak bekal dari dalam tas tangannya. Bekal yang ia masak khusus untuk seorang Kris. Lagi-lagi Jessica ingin terlihat baik dan sempurna di mata seorang Kris—namja yang ia amat sangat cintai.

 

“Aku tadi membuatkan sandwich kesukaanmu”ucap Jessica seraya menyodorkan sandwich buatannya kepada Kris. Kris menoleh ke arah Jessica lalu kembali tersenyum kecil.

 

“Aku bisa sendiri”ucapnya lalu mengambil sandwich dari tangan Jessica dan memakannya sendiri tidak mengijinkan Jessica untuk menyuapinya.

 

Gomawo sandwichnya”ucap Kris tanpa menoleh ke arah Jessica.

 

“Eum”sahut Jessica dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya—senyum yang tidak akan pernah luntur jika untuk Kris.

 

“Bagaimana kalau pulang kuliah kita ke super market untuk membeli kebutuhanmu”usul Jessica.

 

“Tidak usah, aku tidak ingin merepotkanmu”tolak Kris halus.

 

“Tidak merepotkan sama sekali, aku kan yeoja chingumu”sergah Jessica cepat.

 

“Terserah padamu saja”ucap Kris pasrah dengan senyum kikuk di wajahnya.

 

Ok”seru Jessica riang.

 

 

 

***

Hi!”seru Jessica senang seraya melambaikan tangan kanannya ketika melihat kedua sahabatnya—Tiffany dan Yuri yang berjalan ke arahnya dan Kris.

 

Seketika Kris melepaskan tautan tangannya dengan Jessica ketika kedua sahabat Jessica sudah datang.

 

Hi Jess, Kris”sapa Tiffany ramah dengan eyes smilenya.

 

Hi Jess, Kris”sapa Yuri dengan gaya santai.

 

Hi Yuri, Tiff”sapa Kris hangat membalas sapaan yang Yuri berikan seraya tersenyum lebar. Jessica menatap Kris dengan menahan napas lalu ia menatap Yuri yang juga kini tengah menatap Kris dengan tatapan yang sulit Jessica artikan.

 

Kenapa? Kenapa saat melihat Yuri, Kris bisa tersenyum lebih lebar di bandingkan dengan melihatnya? Selalu itu yang Jessica pertanyakan selama ini saat melihat senyuman tulus Kris.

 

Apa Kris menyukai Yuri? Pikir Jessica untuk kesekian kalinya, tapi pemikiran itu selalu ia buang jauh-jauh saat ia ingat bahwa Kris adalah namja chingunya. N-A-M-J-A-C-H-I-N-G-U-N-Y-A!

 

“Hey Jess kenapa kau melamun?”tanya Tiffany seraya mengibaskan tangannya di depan wajah Jessica saat Jessica tidak mendengarkan perkataannya karena terlalu asik dengan pemikirannya tentang perasaan Kris terhadap Yuri.

 

“Eoh?”seru Jessica bingung.

 

Sorry”ucapnya seraya membuang napasnya pelan. Bersamaan dengan itu juga ia membuang kembali pikiran buruknya tentang Kris—namja chingunya.

 

“Kau kenapa Jess?”tanya Kris perhatian seraya tersenyum kecil ke arah Jessica.

 

“Ah aniyo, tadi aku hanya sedang memikirkan apa ada tugas yang tertinggal di rumah”jawab Jessica bohong—lagi. Untuk kedua kalinya ia berbohong pagi itu.

 

“Ah begitu”respon Kris singkat.

 

“Kenapa kau datang terlambat hari ini eoh? Kau sudah melewatkan mata kuliah dari Joon kyosunim”tanya Tiffany penasaran.

 

Jessica mengigit bibirnya lalu melirik Kris yang kini tengah menatapnya. “Aku lupa”jawab Jessica dengan cengiran khas miliknya. Bohong! Untuk ketiga kalinya Jessica berbohong hari itu dan entah ia akan berbohong berapa kali lagi hanya untuk Kris, Kris dan Kris.

 

“Kebiasaan!”cibir Yuri dan Tiffany bersamaan.

 

“Hehe”lagi-lagi Jessica hanya memberika cengiran khasnya.

 

“Oh ya Jess, aku harus ke kelas karena sebentar lagi aku ada jam dari Kim kyosunim”pamit Kris.

 

Ne”sahut Jessica.

 

Kris lalu berlalu begitu saja tanpa ada kalimat romantic atau pelukkan sebagai salam perpisahan yang biasa di lakukan pasangan kebanyakan.

 

Jessica menghela napasnya pelan setelah melihat punggung Kris yang menghilang di balik tikungan gedung fakultasnya.

 

“Sudah jangan kau pandangi terus”ledek Yuri lalu terkekeh pelan bersama Tiffany.

 

 

 

***

Jessica, Yuri dan Tiffany tengah berjalan menuju parkiran kampus mereka. Mereka bertiga berjalan sambil tertawa riang. Menertawakan kejadian lucu yang terjadi dalam kelas mereka saat mata kuliah Jang kyosunim. Tanpa mereka sadari ada sebuah motor sport yang lewat dekat mereka dan tanpa sengaja Jessica menyenggol badan Yuri yang berada di pinggir sebelah kirinya dan menyebabkan Yuri tersenggol oleh motor sport itu.

 

“Bruk”

 

Yuri jatuh tersungkur.

 

“Yuri~!”teriak Jessica dan Tiffany histeris melihat Yuri yang jatuh tersungkur.

 

“YURI!”teriak sebuah suara dari arah belakang Jessica dan Tiffany.

 

Suara itu. Ucap Jessica dalam hati.

 

Suara Kris. Lanjut Jessica sedih seketika tubuh Jessica membeku di tempat.

 

YA! Kenapa kalian berdua hanya diam saja? Apa kalian tidak ingin menolong Yuri eoh?”omel Kris yang melihat Jessica dan Tiffany hanya diam saja karena terlalu terkejut dengan apa yang baru saja terjadi kepada Yuri.

 

“Haissh kalian berdua sahabat yang tidak berguna!!”geram Kris lalu membawa Yuri menuju mobil Jessica.

 

Jessica diam mematung di tempatnya melihat Kris begitu perhatian kepada Yuri. Jessica tidak pernah melihat raut wajah Kris yang sekhawatir itu bahkan saat ia masuk rumah sakit karena jatuh dari tangga kampus satu bulan yang lalu. Tapi mengapa saat Yuri yang terluka Kris begitu khawatir?

 

Jessica meremas ujung kemeja putihnya untuk meredam rasa sakit yang amat menyiksa hatinya saat melihat namja chingunya sendiri lebih perahatian kepada orang lain dibanding dengan yeoja chingunya sendiri, terlebih orang lain itu adalah sahabatmu sendiri.

 

“Jess”panggil Tiffany pelan.

 

Tidak ada jawaban dari Jessica. Jessica sibuk dengan rasa sakit yang kini menyerang hatinya. Rasa sakit yang tidak terlihat, tapi rasanya seribu kali lebih sakit dibanding dengan yang terlihat. Rasa sakit yang begitu menyesakan sampai membuat Jessica lebih memilih mati dibanding harus merasakan rasa sakit ini.

 

“Jess”panggil Tiffany lagi, kali ini Tiffany menyentuh pundak Jessica lembut.

 

Mulut Jessica seakan terkunci rapat hanya untuk sekedar membalas panggilan dari Tiffany. Lehernya tercekat, membuatnya sangat sulit untuk berbicara dan bernapas. Jessica memukul-mukul dadanya kencang—berharap agar rasa sakit yang menyerang dadanya itu hilang. Napas Jessica terengah.

 

“Hosh hosh”deru napas Jessica yang memburu.

 

“Jess”panggil Tiffany sekali lagi seraya memeluk Jessica dari samping—menyalurkan tenaga untuk Jessica agar bertahan.

 

Jessica mendongakan kepalanya agar air matanya tidak tumpah. Ia tidak ingin menangis saat ini. Saat ini Yuri—sahabatnya mungkin membutuhkannya dan itu tandanya Jessica harus kuat.

 

“Tes tes”

 

Air mata yang Jessica susah payah tahan kini sudah mengalir deras di pipi Jessica tanpa bisa Jessica tahan. Terlalu menyesakan untuk tidak mengeluarkan air mata saat ini—dimana ia melihat namja chingu yang amat ia cintainya begitu khawatir dengan yeoja lain—walaupun yeoja itua dalah sahabat sendiri.

 

“K—Kris ju-ga akan seperti itu bukan Tiff ji-ka a-ku yang ada di po-si-si Yuri?”tanya Jessica dengan susah payah melawan rasa sesak yang begitu menyiksa hatinya.

 

“T—tentu saja, tentu Kris akan lebih khawatir kalau yang terluka itu dirimu”hibur Tiffany dengan suara pelan—menahan tangis. Tiffany tahu betul bagaimana perasaan Jessica saat ini karena Tiffany memang tahu semuanya—mengetahui Kris yang menyukai Yuri. Mengetahui seberapa besar cinta Jessica kepada Kris. Mengetahui seberapa besar perjuangan Jessica untuk mendapatkan Kris. Mengetahui seberapa besar pengorbanan yang Jessica lakukan selama ini untuk Kris. Mengetahui betapa menderitanya Jessica selama ini yang tersembunyi di balik wajah dan sikap cerianya. Tiffany memang tahu semuanya, tapi ia tidak bisa apa-apa untuk menolong Jessica. Ia hanya bisa menghibur Jessica—menenangkan Jessica untuk sesaat.

 

“Sakit Tiff”ucap Jessica dengan suara parau yang di sertai isak tangis. Jessica masih saja memukul dadanya yang terasa sangat sesak.

 

Tiffany menahan tangan Jessica agar tidak terus menyiksa dirinya sendiri. “Ada aku, ada aku disisimu Jess, ada aku yang akan selalu untukmu Jess, ada aku. Tiffany Hwang sahabatmu”ucap Tiffany yang kali ini sudah menangis bersama Jessica.

 

Neomu apa”ucap Jessica dengan isak tangisnya yang semakin menjadi. Tiffany memeluk Jessica semakin erat—untuk sekarang hanya itu yang bisa Tiffany lakukan.

 

“Jess mana kunci mobilmu?”tanya Kris sambil berteriak kencang dari arah mobil Jessica.

 

Dengan satu kalimat dari mulut Kris mampu membuat Jessica kuat menahan rasa sakit yang sekarang ia rasakan. Sungguh hebat seorang Kris Wu!

 

Ne”balas Jessica berlari kecil menuju mobilnya seraya menghapus air matanya dan memasang poker face andalannya lagi.

 

“Jess”gumam Tiffany lemah seraya menatap punggung Jessica nanar.

 

 

 

***

“Bagaimana Yuri bisa kau serempet eoh?”amuk Kris kepada Kai—sang pengendara motor yang menabrak Yuri.

 

Sorry Kris, aku tidak sengaja. Tiba-tiba saja Yuri berada di tengah jalan saat aku sedang melajukan motorku”ucap Kai berusaha menjelaskan.

 

“Bugh”

 

Satu pukulan Kris hadiahkan di wajah tampan Kai.

 

“Enak saja kau bilang tidak sengaja! Lihat sekarang hasil ketidak sengajaanmu itu bodoh!”omel Kris seraya mencengkram kerah baju Kai dengan penuh emosi.

 

“Sudah Kris jangan pukul Kai lagi, kita harus tenang. Ini di rumah sakit”ucap Tiffany mencoba menengahi pertengkaran Kris dan Kai. Sementara Jessica terus menangis karena merasa bersalah kepada Yuri dan juga karena rasa sakit yang kembali ia rasakan saat Kris dengan begitu khawatir terhadap Yuri sampai memukuli Kai secara brutal.

 

Kris menatap Tiffany tajam. “Bagaimana mungkin kau menyuruhku untuk tenang sementara temanmu masih dalam keadaan tidak sadar gara-gara namja ceroboh ini”omel Kris kepada Tiffany.

 

“Dimana perasaanmu eoh?”bentak Kris kepada Tiffany.

 

Tiffany menundukkan kepalanya—takut menatap mata Kris yang saat ini tengah marah besar.

 

“Kecelakaan Yuri tidak sepenuhnya salah Kai”ucap Jessica pelan.

 

Seketika Kris melepaskan cengkramannya terhadap Kai lalu menatap Jessica penuh selidik. “Maksudmu apa Jess?”tanya Kris tajam.

 

“Aku juga bersalah atas kecelakaan Yuri karena aku tidak sengaja menyenggol Yuri sehingga ia tertabrak oleh Kai”ucap Jessica menundukkan kepalanya takut menatap Kris.

 

“Kau! Kau benar-benar yeoja yang tidak berguna! Lihat akibat perbuatan cerobohmu Yuri celaka! Seharusnya kau saja yang celaka!!”bentak Kris penuh emosi dan hendak menampar Jessica kalau saja tangannya tidak di tahan oleh Kai.

 

“Jangan sakiti yeoja!”ucap Kai tajam lalu menghempaskan tangan Kris kasar.

 

Kris menatap Kai dan Jessica penuh rasa benci lalu pergi begitu saja meninggalkan lorong rumah sakit yang kini pecah oleh suara tangis Jessica.

 

Jessica jatuh terduduk di lantai rumah sakit yang begitu terasa dingin menusuk kulitnya hingga menembus tulangnya.

 

“Hiks hiks”isak Jessica pilu. Dengan sigap Tiffany memeluk sahabatnya itu.

 

“Kumohon Jess jangan menangis”ucap Tiffany yang juga ikut menangis bersama Jessica.

 

“Aku tidak kuat Tiff, ini sangat sangat menyakitkan”ucap Jessica seraya memukul dadanya yang begitu terasa sakit. Jauh lebih sakit saat berada di parkiran kampus tadi.

 

Bagaimana mungkin Jessica tidak sakit hati saat namja yang di cintainya menginginkan dirinya lah yang celaka!

 

“Aku mau mati saja Tiff, aku tidak kuat lagi”ucap Jessica parau.

 

Andwae!!”seru kencang.

 

Kini Tiffany dan Jessica saling menangis di depan kamar rawat Yuri. Menangis dengan suara tertahan.

 

“Lalu aku harus bagaimana Tiff? Aku sudah tidak sanggup lagi, ini benar-benar menyakitkan”ucap Jessica dengan suara yang teramat parau.

 

“Kris mau aku yang celaka Tiff, mungkin jika aku yang celaka Kris tidak akan semarah itu padaku Tiff. Aku aku tidak ingin Kris marah padaku apalagi membuat Kris membenciku Tiff, aku tidak mau”rancau Jessica semakin parau.

 

Tiffany semakin mengeratkan pelukkannya kepada Jessica. Sungguh ia juga bingung harus berbuat apa sekarang, kedua sahabatnya saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik.

 

“Jangan berbicara seperti itu Jessi, Kris hanya sedang emosi saja”ucap Tiffany dengan air mata yang terus membanjiri kedua pipinya.

 

“Tidak Tiff—“

 

“Sttt, tenang lah Jessi—kumohon”pinta Tiffany dengan suara yang sangat lembut.

 

“Semuanya pasti akan baik-baik saja”ucap Tiffany mencoba menenangkan Jessica yang semakin di luar kendali.

 

Jessica diam. Tidak ada lagi rancauan yang keluar dari mulut kecilnya, yang ada hanya suara isak tangis yang begitu memilukan hati.

 

Kai diam di tempatnya melihat Jessica yang terisak pilu dalam pelukkan Tiffany. Entah mengapa ia kasihan melihat kondisi Jessica saat ini. Sangat kacau dan mengenaskan!

 

 

 

***

Dengan keberanian penuh Jessica berajalan menuju taman belakang rumah sakit tempat Yuri di rawat—menghampiri Kris yang sedang duduk diam di salah satu kursi taman itu.

 

“Kris”panggil Jessica pelan. Jessica tercekat setelah menyebutkan nama Kris.

 

Kris membuang wajahnya tidak ingin menatap wajah Jessica yang saat ini begitu ia benci.

 

Hati Jessica sakit melihat sikap Kris kepadanya, tapi Jessica memberanikan diri untuk duduk di samping Kris.

 

That girl it’s me”ucap Jessica pelan namun masih dapat Kris dengar dengan jelas.

 

Yeoja itu aku, yeoja yang aku ceritakan padamu dua minggu itu aku Kris”ucap Jessica lagi dengan suara yang sangat jelas menahan tangis.

 

“Hiks”

 

Satu isakan lolos dari mulut Jessica. Secara reflex Jessica menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Bahunya berguncang hebat karena tangisnya.

 

“Cinta itu memang penuh pengorbanan”ucap Jessica diiringi dengan isak tangisnya.

 

“Dan pengorbananku untuk cintaku adalah melepaskan—cintaku”ucap Jessica lagi dengan berat. Sebenarnya ia tidak ingin melepaskan namja yang ia cintai, tapi menurutnya ini yang terbaik untuk semuanya—untuk dirinya dan juga Kris.

 

“Aku sangat mencintaimu lebih dari yang kau tahu, tapi cintaku tidak cukup besar untuk sampai hatimu—untuk dapat membuatmu membalas rasa cintaku”tambah Jessica.

 

“Aku melepasmu karena aku mencintaimu, aku ingin yang terbaik untukmu—hiks hiks”Jessica terus berbicara walaupun diiringi oleh isak tangisnya. Ia hanya ingin memberitahu Kris tentang seberapa besar cintanya pada Kris.

 

Jessica berdiri dari duduknya. “Berbahagialah dengan Yuri, aku tahu kau menyukainya”ucap Jessica dengan sangat berat.

 

“Deg”

 

Seketika Kris menoleh ke arah Jessica—menatap Jessica tidak percaya. Jadi selama ini Jessica tahu bahwa ia menyukai Yuri dan selama itu pula Jessica diam saja.

 

Perasaan iba seketika melanda hati Kris—melihat Jessica menangis untuk pertama kalinya di hadapannya entah mengapa hatinya juga ikut terenyuh sakit.

 

“Terima kasih untuk waktumu selama ini dan maaf aku sangat mengecewakanmu, aku memang bukan yeoja yang baik dan yang kau inginkan”lanjut Jessica.

 

Jessica membuang napasnya pelan dan terasa begitu berat. “Dan satu lagi, namaku Jessica Jung”ucap Jessica lalu meninggalkan Kris sendiri di kursi taman.

 

“Deg”

 

Tiba-tiba jantung Kris berdetak lebih kencang dari biasanya. Kris terpaku di tempatnya, ia tidak tahu kalau Jessica mendengar percakapannya dengan Lay beberapa waktu yang lalu. Ia juga tidak tahu bahwa selama ini Jessica menyadari tentang dirinya yang hanya memanfaatkan Jessica semata. Memang tidak ada yang ia ketahui tentang yeoja itu, bahkan namanya saja ia baru tahu tadi—saat yeoja itu mengatakannya. Entah kenapa tiba-tiba saja hatinya terasa sesak. Rasa sesak yang amat menyiksa. Membuatnya sulit bernapas.

 

Apa ini yang dia rasakan selama ini? pikir Kris bingung.

 

Kris menatap punggung Jessica yang semakin lama semakin menjauhinya.

 

“Tes tes”

 

Untuk pertama kalinya ia menangis, menangisi seseorang yang tidak penting dalam hidupnya. Orang yang hanya ia manfaatkan saja. Orang yang keberadaannya tidak pernah ia harapkan selama ini. Orang yang dengan tulus mencintainya namun ia sia-sia kan begitu saja.

 

Mianhae”ucap Kris dengan suara serak.

 

Mianhae Jessica Jung”ucap Kris lagi dengan penuh penyesalan.

 

 

 

***

“Tiff”panggil Jessica pelan melihat Tiffany yang berdiri di depannya dengan tangan yang membekap mulutnya sendiri—meredam agar isak tangisnya tidak terdengar. Bahu Tiffany bergetar hebat. Ia mendengar semua yang Jessica katakan kepada Kris.

 

Tiffany berlari kecil menghampiri Jessica lalu memeluk Jessica dengan erat.

 

“Hiks hiks”

 

Terdengar suara isak tangis memilukan dari Jessica dan Tiffany—keduanya sama-sama menangis. Jessica yang menangisi tentang kisah cintanya yang tidak berakhir bahagia seperti di drama yang biasa ia lihat. Sementara Tiffany menangisi sahabatnya—Jessica yang begitu menderita karena mencintai seorang namja.

 

“A—aku aku sudah benar kan Tiff?”tanya Jessica dengan suara paraunya.

 

“Apa yang aku lakukan sudah benar kan Tiff hiks hiks?”tanya Jessica lagi seraya membalas pelukkan hangat Tiffany.

 

Tiffany menganggukkan kepalanya. “Iya, yang kau lakukan sudah benar Jessi”jawab Tiffany pelan. Tiffany mengelus punggung Jessica dengan lembut—membuat agar Jessica lebih tenang.

 

“Aku menyayangi mereka Tiff”ucap Jessica pelan.

 

“Iya, aku tahu Jess”

 

“Aku harap mereka bahagia Tiff”bisik Jessica pelan.

 

Diam. Tiffany tidak tahu harus membalas seperti apa.

 

Dan aku harap kau pun akan bahagia Jessi. Doa tulus Tiffany dari dalam hati.

 

 

 

12:22WIB

Selasa, 16 April 2013

 

 

***That Girl by Жin Genie***

 

 

 

A/N : Aku buat FF ini sambil nangis, ga tahu kenapa ff ini begitu menyesakkan buatku u,u

Kalian gimana? Ada yang nangis kah? #sodorin tisu

Iklan

86 pemikiran pada “That Girl | Oneshoot |

  1. Nangis beneran#author tanggung jawab ni jadi nangis

    bkin sequel yak kira jessica bahagia ..
    #pengen banget nampar kriss #evil laugh

  2. Yaampun jessi TT aku smp nangis baca ff ini. Pengorbanannya bener2 gila. Kris nyebelin bgt-_- ngefeel bgt kalau baca ff jessica-kris TT

  3. Ada, aku thor T.T #ambil tisu
    Baru” buka internet nemu ff genre sad gini, nyesek jadinya Jess eon dapet peran kayak gni 😦 btw nice ff 😀

  4. sbgitu besarkah pengorbanan jessie kpda kris. ToT
    gk tega liat sica , Kris nya jahat bngt , orng sbaik sica di sakitin hati’nya ToT *pukul.kris
    Tiffany jdi shabat baik bngt , jdi mau pnya shbt kya tiffany 😦

    1. Saya doakan dengan ketulusan hati… #pret!! Semoga eonnie hidup bahagia dan rezeki eonnie bertambah…. yang pentingkan kita ambil pesan yang mulia dari semua peristiwa2x yang kita alami. FIGHTING JUNG AH RA EONNIE!!!

  5. Sedih banget….Dapat banget feelnya…
    Tega banget kris….
    Sica unnie sudah berkorban untuk cintanya…..
    Sica unnie memang seorang gadis kuat banget….
    Krisnya watak anagonis yah chingu…
    Daebak!!!!

  6. hikz hikz
    ikutan nangis baca ni ff..
    sica e0n sabr yah lupain kris ja,lagian msh da luhan,kai dll..
    tgal pilih gratis kq…
    hebat chingu

  7. Hallo salam kenal 🙂
    aku readers bru dsni 😀

    hmm.. sumpah ini ff nyesek bgt, kesian jess eonni 😦 rasanya pengen nonjok bgt muka kris !!! feelnya dpt bgt, athour daebbak deh ^^

  8. krisss,you` re a bad boy.jahat banget,sebel banget sama kriss…
    hikks,sica onnie,onnieku kasian banget,gak tega liat onnie nangis tertahan gitu,huwaa,baiknya dirimu onnie T.T
    author,bikinnin sequel dong sama kai,aq pingin sica onnie dibantu kai buat ngelupain kris,biarin kris,jauhin kris,dan kai nunjukin perhatiannya buat sica
    bagus banget thor ffnya,bikin sequel ya pleasee

  9. Sumpah q baca FF INI NANGIS .
    Menderita sekali .
    Dan q benci ama kris .
    Dia menyakiti unnie sica …
    Seharusnya ada luhan biar sica ama luhan biar ga sakit hati

  10. Sumpah q baca FF INI NANGIS .
    Menderita sekali .
    Dan q benci ama kris .
    Dia menyakiti unnie sica …
    Seharusnya ada luhan biar sica ama luhan biar ga sakit hati ….
    #plakganyambung

  11. #ngambil tisu dari author
    hiks hiks
    nyesek banget sumpah… Untung jessi masih punya tiff…
    Aku sedikit berharap kai bakal ngehibur sica, tapi emang sepertinya peran kai di sini cuma buat nabrak yuri wkwkwk…

  12. author , ffnya ngegantung banget 😥
    kasian banget jessica yg cintanya ga terbalas oleh kris 😦 padahal kan jessica udah cinta banget ama kris ..
    sumpah baca ff ini buat aku menitikkan air mata ditambah dengerin lagu taeyeon feat tiffany – Lost In Love >< tambah nyesek banget bacanya ..#maaf kalo terlalu banyak omong ^^

  13. Makasih tisunya .. Sampe loh kesini.
    Rasanya aku kurang puas liat kris menderita disini, aku pengennya kris lbih mnderita lagi lebih dari yg sica rasain.
    Ada pesan lain loh disini “persahabatan” terharu banget ngebayangin prshabatannya jess ama tiff disini, apalagi fany bias keduaku di seonyuh, aku pikir kai suka ama sica, padahal klo bener pasti rame bgt tuh jadinya.
    I need a sequel ~!~

  14. Kris jahat amat ye-_- aku suka peran jessica disini yang mau ngerelain kris buat orang lain ahaha aku ngebayangin kalo jessica dapet pengganti luhan ato gak kai *senyum ala kyuhyun gak jadi* hehe thor buat squel napa-_- tp yg ini dah bagus juga,fighting ye! (•̅_•̅ )

  15. Sedih jga sih bacanya aku dapat merasakan kesedihannya sica buat dong sequel nya yuri kan ceritanya dari dlu uda menyukai kai dan yuri kan belum sadar nnti kai yg menjaga & merawatnya soalnya kan dia kan nabrak yuri harus tanggung jawab dong ∂ï stu tumbuh benih2 cinta di antara mereka dan klu kris setelah dia tau perasaan yg sangat sakit dirasakan sica lama2 dia menyukai sica jga kan jd happy ending KaiYul & KrisSica pokoknya harus tetap bersama #maksa

  16. Trnyata ff yg ini yg bkin author nangis.ga sngaja kmrn2 baca status di fb ~
    aku juga nangis pas baca ini.ikut sakit liat pengorbanan sica *leboy.berapa kali sica mesti bohong ke kris.dasar kris nappeun namja,nama yeojachingunya aja ga tau dan kris lu ga nyadar apa klo cinta sica gede bgt buat lu.masa pas sica cerita lu ga nyadar elahh *kris telmi*.tapi emg sih kris ini cocok bgt klo jadi tokoh nappeun namja.daebak thor !

  17. thor sumpah ni bnar2 sdih,gk rela q sica dugituin ma namja,thir buatin sequel’a dong. kyak sica ktemu cwok lain yg mnyukai sica… trus lama klmaan kris cemburu sma sicq & dia mulai mrasa law dia udh mlai suka sm sica,& bwd kris myesal….
    itupun law thor bisa,readers gk mksa koq,cm brhrp!! hehe
    krn q msih rda gk rela law sica digtuin..
    ditggu thor krya2 mu yg good
    …gomawo

  18. sumpah nyesek banget baca cerita ini… Benar2 gak bisa berhenti air mataku selama baca cerita ini….

    Kasihan banget Sica eonni…
    Kris oppa kenapa harus setega itu sama Sica eonni…. 😥

  19. Ya ampun…Author…ceritanya bagus, keren, menyentuh bgt…sumpah ampe nangis bacanya…. 😦 tapi ada sequelnya ga thor?? Ugh, aku sebel deh ama Kris..jahat banget sih… x-(

  20. Hiks #mewek
    kau harus tanggung jawab thor..
    hatiku sakit,bantalku basah habis baca FF ini 😦 ga tega thor…
    sequel ya,please thor 🙂

  21. Annyeong saya readers baru…

    Huaaaa 😥 kasian jessica eonni, sequel dong…
    Kris bodoh banget…
    Aku pengen jessica eonni bahagia….
    Tapi jangan sama Kris, sama luhan aja…

  22. *ngambil tisu * huwaaaaa sedih banget T.T
    kasian sica unnie pengorbanannya besar bgt buat kris oppa..
    Thor bikin SEQUEL NYA DONG.. yg happy ending

  23. Huaaa~ Beneran deh aku nangis baca FF ini ‘-‘
    FFNYA DAEBAK BANGET THOR~~
    Tapi endingnya gantung masa u.u
    SQUEL DONG THOR T^T

  24. Kshan jessica, krisnya ga brperasaan. JAHAT !!!
    Eonni, please bkin sequel nya n sica hrus bhagia. Ga adil clo cma jessica yg mnderita..

  25. Akuuuuu! Aku nangis hiks hiks tapi disini gak ada tissue jadi aku lap pake baju nya kyungsoo oppa #plakk
    Keren thor, keren banget!
    Bikin sequel dong, tapi ntar Jess sama namja lain, bukan Kris keke ^^

  26. sediihhh sumpahhh…
    Baru pertama kali baca ff krissica yang kris.y senyebelin ini !!
    Feel.y dapett :’)

  27. Wuahhh author tanggung jawab ! Aku mewek nih –v
    Thor , bikin sequel nya dong , kira2 nanti Sica-eon nya gimana , bikin yaa thor *puppy eyes *
    Oke deh itu aja … Annyeong ! ^^

  28. Kris… Nappeun namja … pingin mukul kris…
    kasian kan jessicanya yg sayang banget kris.. *sigh
    ceritanya seru thor ^^ dan ff nya bikin greget juga 🙂

  29. For Heaven Sake!! Kris jahat banget :(((
    Padahal udah seneng kris sama jessica,tapi ternyata aww 😦
    keep writing ya thor!
    Aku tetep nunggu another krissica moment hehe

  30. T^T nyesek senyesek nyeseknya. ya ampun author kirain happy ending ternyata bukan.
    kris jahat bgt sumpah, minta ditabokin. kasian sica eonni nya. feel ff nya dapet bgt. kalo bisa sequel ya author, tapi happy ending jebal.

  31. Duh sedih T^T kesian sica noni…. Rasanya pengen tampar wajah so cool nya kris,, duh berharap di akhir nya sica noni sama kai,, tapi kayanya kai cuma asal lewat doang yah, yah debak lah thor

  32. Aku nangis thorrrr nangis terisak u,u kris jahat banget padahal aku udah seneng ada krissica eh kris gitu, bikin sequel’y thorr bikin kris menyesal karna nyia-nyiain jessica thorrr u,u

  33. kriss jahat yaaaa….

    minta sequel nya dong… tapi sica nya bahagia… oh ya, kalo kai jadian sam sica, trus kriss nyesel deh… ahhh pokoknya gitu dehhh…

  34. Tanggung jawab Eonnie :’)
    Aku bener-bener nangis :’)
    Apalagi sambil dengerin lagunya jessica ft krystal yang Someday , feel nya dapet bener :’)

    Good Job Eon (y)

  35. ahhh tidaaaakkk aku nangis beneraaaan><
    klo bisa bikin sequel thor. bikin Kris nyesel sejadi-jadinya. akhh pengen nonjok kria deh rasanya

  36. ada yang punya golok? *nanya sambil nangis ga karuan*
    kalo ada mau pinjem buat bunuh Kris ntar sore..

    tanggung jawab lo thor! eomma ku ngeliat aku nangis!!
    aku ga boleh nangis depan eomma!!!! 😥
    tapi aku rela deh nangis buat jessica eonnie…. Daebak!

  37. Setelah kepergian Jessica dr GG, FF ini makin terasa pas bacanya duhh. Tiffany, dia baikkkk bgt, andai dia melakukan yg sama setelah Jessica didepak dr GG. Memeluknya dan nangis bareng dan bilang kayak diatas “ada aku, tiffany hwang sahabat mu….”

    Duhh sakit bgt Thor baca iniiiiii. Sumvah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s