Love In A charred Piece of cake | Oneshoot

988542_360129817442698_346763636_n

 

Judul : Love In A charred Piece of cake

Author : Liu Han

Main Cast : – Jessica Jung – Xi Luhan

Other Cast : – Choi Sooyoung – Park Chanyeol

Genre : Comedy, Romance, School life

Rating : G

Disclaimer : All cast belong to god. Whether it be movies, novels, and
my own thoughts. Don’t Bash.

Enjoy ~

 

“Pengumuman.. Pengumumaaaan.. Pengumumann..!”
Satu dua orang menoleh pada Park Chayeol yang sedang berdiri angkuh didepan kelas, tetap masih sangat banyak lagi yang tidak peduli dan hanya beberapa saja yang melihatnya. Park Chanyeol berkacak pinggang.

 
“Heiii..! Ada pengumuman penting..!” seru Chanyeol sambil menggebrak meja keras keras seperti seorang yang sering muncul di televisi dan kini tengah banyak diperbincangkan dimasyarakat karena keterlibatannya dengan gurunya sendiri (?).

BRAK.. BRAK.. BRAK..

Kali ini berhasil. Keributan dikelas itu berhenti. Perhatian mulai tertuju pada ketua kelas mereka Park Chanyeol yang sedang berdiri didepan kelas.
“Eh ada Chanyeol,” kata Sooyoung sambil tersenyum manis seperti seorang putri.
“Ah. Aku tahu” kata Jessica, gadis yang duduk disebelah Sooyoung.
“Chanyeol pasti sedang mencari Princess yang cantik dan baik hati sebagai yeojachingu Prince Yeolli. Ya kan, Chanyeol?”
Sooyoung menatap Chanyeol. “Waaaah.. Kalau Prince nya seperti  Prince William aku mau.. Tapi kalau Prince dari kerajaan kepiting sih aku tidak mau.”
Chanyeol melotot pada Sooyoung dan Jessica. Sadar jika dipelototi begitu, Sooyoung dan Jessica malah tersenyum manis mungkin sangat manis.
“Ada apa,?” tanya Luhan.
Mendengar nama Prince Luhan mulai bersuara, Jessica diam tak berkoar koar lagi.
“Ada pengumuman dari wali kelas,” kata Chanyeol. “Sekolah kita akan mengadakan acara bazar dan pentas seni. Untuk yang mau menyanyi boleh saja, asalkan suara tidak seperti tikus kejepit pintu. Yang bisa dance boleh, silahkan” kata Chanyeol memperjelas pengumuman yang masih belum dimengerti oleh teman temannya.
“Dapat hadiah tidak, Yeol?” tanya Baekhyun yang memang suka dengan sesuatu berbau hadiah.
“Ada,” sahut Chanyeol “Performance terbaik akan dapat hadiah..”Chanyeol berseru lagi.
“Hadiahnya apa, Yeol?” tanya Sooyoung.
“Bebas home work selama satu tahun?” lanjut Sooyoung, dan Chanyeol hanya cuek.
“Kalau bazarnya. Apa Yeol?” tanya Luhan untuk kedua kalinya.
“Apa saja boleh. Makanan, pakaian, aksesoris, mau jualan piring pecah juga boleh,” sahut Chanyeol.

 

“Pokoknya murah meriah.” lanjutnya lagi.
“Kita bazar buku saja,” usul Tao.

 

“Aku tahu ada buku yang super tebel tapi bisa dijual murah. Buku baru, lagi.”
“Buku apa?” tanya Chanyeol tertarik.
“Buku petunjuk telpon.” jawab Tao cuek.
Chanyeol mengacak acak rambutnya, hingga rambutnya yang keriting seperti mie kini semakin keriting saja. Kelas itu akhirnya sepakat untuk membuka bazar makanan. Pilihan yang sangat prktis : kalau laku syukur.. Kalau tidak laku ya dimakan atau dibawa lagi kerumah, gampang kan? Yang menjadi penanggung jawab stand makanan tentu saja Luhan. Luhankan anak pemilik toko paling ‘TOP’ di Seoul.
“Kita buat tim yang terdiri dari beberapa orang. Tiap orang membuat kue yang berbeda. Jessica bisa, kan?” tanya Luhan sambil menatap Jessica.

Bingo! Jessica gelagapan. Lho? Mengapa jadi begini?

 

***

 

“Demi tuhan.. Sooyoung!! Bagai mana ini?” tanya Jessica panik.
“Tenang saja Jessie, Stay Cool” ujar Sooyoung.
“What? Tenang? What the hell?” ucap Jessica dengan berbicara ala orang orang berkulit putih dan berambut putih atau orange itu. Sooyoung meringis.
“Aku tidak bisa membuat kue Youngi babo!!” gemas Jessica sambil menarik narik kerah baju Sooyoung.
“Memang aku bisa? Sungguh Jessie aku minta maaf, aku takut kebagian tugas. Jika disuruh makan sih aku mau” ucap Sooyoung santai. Jessica semakin kesal. Oke, ini sungguh menyebalkan! Batin Jessica.

 

***

 

 

Bagaimapun Jessica mengeluh, ia tetap harus mengerjakan tugasnya membuat kue. Menyerah? Oh my..! Itu akan menghancurkan reputasinya dimata Luhan.
Jessica mulai mencari resep kue yang enak dan gampang dibuat. Jessica juga kursus memasak kepada eommanya. Mulai dari cara mengaduk telur, membuat kulit kue pie yang bagus dan tidak retak, hingga menghias pie.
Jessica, bisa saja meminta eommanya untuk membuatkan kue atau yang lebih gampang beli saja kue yang sudah jadi ditoko. Asal bukan ditoko eommanya Luhan, pasti akan terbongkar dan menurunkan reputasinya. Tapi, Jessica memilih membuat kue sendiri.
“Bagaimana Jessie? Buat kue pienya jadi kan?” tanya Luhan.
“O-oh jadi dong..” sahut Jessica terbata bata. “Mau kue pie apa, Lu? Apel? Duren? Jengkol? Pisang? Pete china? Sambal kimchi?”

Luhan tersenyum. “Apa saja, Jessie” sahut Luhan.
“Benar apa saja? Terserah Jessie?” tanya Jessica, Luhan mengangguk.
“Aku yakin, kalau Jessie yang buat, pasti enak,” ujar Luhan.
Jessica jadi salah tingkah. Dan Bluss. Pipi nya memerah seperti kepiting rebus buatan restoran bintang lima(?) Sedangkan hari pelaksanaan bazar dan seni tinggal menghitung minggu.

 

***

 

Sooyoung menatap kagum pada Jessica, dan ingat ini kali pertama Sooyoung kagum pada Jessica.
“Huaaa Jessie! Sungguh aku tidak menyangka jika kau benar benar bisa
membuat kue pie,” ujarnya sambil bertepuk tangan seperti seorang anak yang baru saja dibelikan mainan oleh orang tuanya. Sooyoung malam ini menginap dirumah Jessica untuk membantu sahabat yang paling bodoh menurutnya.
“Jessicaaa..!” kata Jessica sambil menepuk dada.
“Kelihatanya enak..” kata Sooyoung mengomentari, Jelas saja enak tidak enak dia akan memakannya, sungguh ratu makan.
Jessica tersenyum puas. “Pasti nya..”
“Kau belajar pada Ryeowook Sunbae atau Hyoyeon Subae? Atau jangan jangan belajar pada eommanya Luhan?” tebak Sooyoung.
Jessica masih tersenyum, mungkin jika orang lain melihatnya akan mengangap dirinya orang gila.
“Salah semua. Aku belajar dari cinta” ujar Jessica.
“Dari cinta? Maksudmu?” tanya Sooyoung heran.
“Belajar dengan cinta, memasak dengan cinta, hasilnya.. Hmm penuh dengan cinta,” kata Jessica sambil mengerjap ngerjapkan matanya lucu.
“Hahaha cinta, membuatmu semakin bodoh Jessie” seru Sooyoung dan pukulan kecil dari Jessica mendarat di kepala Sooyoung.
“Aww.. Tapi dulu gengsi, sekarang cinta. Mana yang lebih menyenangkan menurutmu?” tanya Sooyoung.
Jessica tersenyum, tidak mengindahkan ledekan dari si ratu makan.
“Dalam setiap potongan kue pie ini ada cinta untuk Luhan” kata Jessica.
“Kenapa kue pie nya tidak dibuat dalam bentuk hati saja, Jessie?” tanya Sooyoung, lagi.
Jessica tersenyum. “Maunya begitu. Tapi aku tidak dapat cetakan berbentuk hati,” ujar Jessica.

Sooyoung meringis. “Buat berapa,Jessie?” tanya Sooyoung.
“Karena ukuran kue pie nya kecil kecil seperti Sunny, mungkin 60 biji,” sahut Jessica.
Sooyoung menhitung hitung kulit kue pie yang sudah jadi. “Baru setengahnya” ujar Sooyoung.
“Yapp. Sambil menunggu yang ini matang, yang sudah dingin kita isi buat, yuk” ajak Jessica. Sooyoung menggangguk.
Bukan Jessica dan Sooyoung kalau berkumpul tanpa bergosip ria. Dengan begitu, pekerjaan menghias kue pie akan lebih cepat.
“Cantik sekali” kata Sooyoung mengagumi hasil karya mereka.
“Luhan pasti suka,” ujar Jessica.
“Luhan lagi” ledek Sooyoung.
“Pasti..” sahut Jessica. “Kalau aku jago membuat kue pie kan tidak memalukan kalau suatu saat nanti Luhan mengajakku untuk bertemu eommanya.”
“Kyyaa~..” seru Sooyoung.
Jessica tersenyum senang.
“Eh Jess, ini bau apaan?” tanya Sooyoung sambil mengendus endus. Dengan bibir masih menyunggingkan senyum, kini Jessica ikut menendus endus udara, mencoba mnegenali bau yang dicium Sooyoung. Detik berikutnya, senyum Jessica menhilang. Ia menjerit histeris sambil
meloncat dari tempat awal ia duduk.”Kue pie nyaaaaaaa”

***

 

 

“Kue pie nya tinggal segini, Jessie?” tanya Luhan. “Jessie buat enam, kan?” Jessica mengganguk kaku.
“Waw.. Laku keras nih. Pasti enak ya, Jessie,” kata Luhan.

 

“Aku belum mencicipi satupun.” Jessica menggigit bibirnya.

 

“Aku beli yang ini satu Jessie,” kata Luhan sambil mengambil satu potong kue pie.
“Penasaran dengan kue pie buatan Jessie..” Jessica menatap Luhan.
“Ditoko eomma sebenarnya ada kue pie. Hanya saja kue pie buatan Jessie pasti berbeda ya, Jess. Kata eomma, kalau tangan yang membuatnya berbeda, hasilnya juga pasti akan berbeda,” ujar Luhan.
Jessica masih diam, dia memperhatikan Luhan yang mulai menggigit kue pie yang baru saja dibelinya. Luhan memakan kue pie nya sampai habis. Kepalanya mengangguk angguk.
“Enak,” kata Luhan singkat.
Pujian dari Prince toko kue ternama di Seoul itu seharusnya membuat Jessica tersenyum sumringah. Namun Jessica malah meringis.
“Beneran enak,” kata Luhan lagi. “Jago juga Jessie,” Jessica meringis lagi.

 

“Eh Lu.. Sebenarnya..” Jessica ragu ragu. Meskipun Jessica sudah sumpah setia akan tutup mulut, Jessica merasa tak enak jika berbohong pada Luhan sang Prince.
“Ne?”
“Sebenarnya.. Em.. Sebenarnya kue pie yang dijual hanyaa.. Eem.. Tiga.” kata Jessica terbata bata.
Luhan mengangkat alis. “Lho?”
“Ada kecelakaan” kata Jessica tanpa berani menatap Luhan buktinya saja ia kini hanya menundukan kepalanya.
“Gosong?” tebak Luhan. Jessica mengangkat wajahnya. Terkejut. Sungguh.
“Lho kamu tahu?” tanya Jessica polos.
Luhan malah tertawa kecil.”Itu kan kecelakaan yang paling umum pada orang yang baru belajar membuat kue,” kata Luhan cuek.
Wajah Jessica terasa panas. Kecelakaan paling umum! Tentu saja Luhan tahu! Eommnya kan Luhan kan ahli.
“Jessie, kue pie gosong kamu buang?” tanya Luhan.
Jessica menggeleng. “Sebenarnya tidak terlalu gosong, Lu. Hanya saja ya tidak layak jual” ujar Jessica.
“Gosong sebagian ya?” tebak Luhan lagi.
Jessica mengganguk. Ragu ragu Jessica mengeluarkan sebuat kotak besar dari dalam tasnya dan memberikannya pada Luhan. “Ini.”
Luhan membuka kotak itu. Tiga puluh kue pie tertata rapi didalam kotak itu. Mulai dari yang hanya gosong setengah hingga yang nyaris tidak dapat dikenali lagi sebagai sebuah kue pie.
Senyum Luhan tak tetahan lagi ketika melihat kue pie didalam kotak itu. Jessica memperhatikan senyum itu sambil menggigit bibir.

Oh my, Habis sudah, tidak mungkin bisa pendekatan lagi, mana mungkin anak pemilik toko kue paling terkenal diseoul ini mau dengan pembuat kue gosong. Tidak mungkin kalau Luhan harus berkata begini pada eommanya “Eomma, kenalkan ini Jessica, yeojachingu Luhan. Jessica ini jago
membuat kue pie gosong lho. Eomma”
Batin Jessica.

Cemar sekali! Ah! Dasar babo. Kenapa juga harus menunjukan kue piegosong itu pda Luhan? Seharus nya dikubur saja dalam dalam dikebunbelakang rumah.
Bola mata Jessica melebar ketika melihat Luhan mengambil sepotong kuepie gosong dan menggigitnya.
“Eh, Lu! Jangan..”

Luhan tetap mengunyah kue pie gosong itu. “Enak,”kata Luhan setelah menghabiskan sepotong kue pie.
“Mwo?” tanya Jessica. “Jangan bercanda, Lu”
“Aku serius,” kata Luhan. “Semua kue ditoko eomma selalu mulus, bersih, dan matang sempurna. Tidak ada yang agak gosong begini. Padahal aku lebih suka yang begini. Enak.” Jessica melongo.
“Yang ini aku beli semua,ya?”
“Jangan!” kata Jessica. “Em maksudku, itu.. Untuk Luhan. Tidak usah dibayar. Ambil saja. Isi kue pie nya juga special untuk Luhan kok.”
“Isinya apa?” tanya Luhan sambil menatap Jessica tanpa berkedip. Jessica tersipu.
“Kue pie gosong itu berisi cinta.” Luhan hampir tersendakmendengarnya. Kue yang dimakannya pun meluncur lewat ternggorokan tanpa harus dikunyah. Huff! Nampaknya kue pie gosong berisi cinta
buatan Jessica kini sudah bersarang dihati Luhan.. Of course!! Kk~

END

FF nya gaje bener, mianhae fiuh~ thank eon udah mau post FF ku di wp
eon yang istimewa ini 😀 Typo ~ oh my Demi Luhan!! Sorry banget :v

 

 

Iklan

35 pemikiran pada “Love In A charred Piece of cake | Oneshoot

  1. ceritanya keren dan kocak juga ..
    tapi aku baca ff ini , serasa bukan gaya nulis unnie seperti biasanya 😀 hehe itu cuman perasaan aku ajh 🙂

  2. authorr,,kmna aja nih ditunggu2 loh!! Asikk kue pie isi cinta nyoba dong Eommaa.. Jng kasih ke appa teruss *HansicaShirpperKumat
    Next story ditunggu thor 😀
    #Ga tau knp pas bca FF ini,,feel nya sma kya aku bca novel Soba Nu Iruyo keren

  3. WAHHHHHHH EONNI DAEBAK
    seneng banget deh kalau ngeliat mereka so sweet banget kaya gini
    sica sampai rela belajar bikin kue cuma buat luhan 😀
    hueeeee eonni tanggung jawab ini aku jadi jatuh cinta banget sama pairing ini ><

  4. FFnya bagus chingu 🙂 ada lucunya dan ada romantisnya gitu XD cuman kata katanya diperbaiki lagi ya, biar reader yg baca dapet feelnya gitu dan ngerti 🙂
    jujur aja, aku agak ga ngerti ama jalan ceritanya :)hehe
    tapi tetep aku suka kok ama FFmu 🙂 apalagi pairingnya HanSica ..
    hwatting..

  5. Lucu eon ceritanya aku ampe ketawa-ketawa gaje *gila -..-“..hansicashipperku langsung kumat baca nie ff wkwkwk ditunggu yah thor hansica lainnya

  6. Hy, aku readers baru kamu^^
    Aku suka sm FF disini, apa lagi yg ini, bikin ketawa2 sendiri >,<
    Ending nyaaaa, lucu bgtttt, suka suka suka ^^

  7. salam kenal thor… reader bru disini..!! ^^

    waaaaaaahhhh…. ceritanya kocak…. senyum2 sendiri bacanya… haha…
    ya ampun jessie polos bget kmu disini…!! ckckckck

  8. eonnie eonnie kalo udh gak bisa masak gak usah dipaksa… tuhkan jadinya gosong…
    btw sica eonni aku bisa jadi penerusmu #SamaSamaGakBisaMasak ._.
    Nice FF 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s