Between love and revenge | Part 1 |

946496_536211199772635_1030316777_n

 

Judul= between love and revenge part 1

 

Author= eva adeftsilla (hwank miyoung)

 

Main cast=  -jessica jung           -krystal jung.

 

-xi luhan                 -oh sehun.

 

Genre= romantis, sad, family.

 

lenght= chapter.

 

 

 

 

# disini luhan sama krystal marganya pake choi.

# sehun marganya ganti jadi jung. Kalau jessica masih sama.

 

 

 

 

 

 

************************************

                           

 

 

Kubuka mata untuk menatap realita yang ada. Setelah sebelumnya kuhabiskan waktu setengah jam lebih untuk memantapkan keputusanku ini. Ooh jessica jung, ayolah langkahkan kakimu, masuklah kedalam gedung ini, dan katakanlah kalau kau  bersedia bekerja disini, jangan banyak berfikir.  bukankah ini salah satu dari misi rahasiamu? Ku anggukan kepalaku mantap. Dan dengan langkah yakin, kulangkahkan kakiku memasuki gedung yang sangat besar ini.

 

 

“Anyeonghaseyo…”ucapku-diiringi dengan sedikit membungkukan tubuh. yeoja  yang kusapa itu melakukan hal yang sama.

 

 

“Ada yang dapat kami bantu aggaessi?’’ tanya yeoja itu dengan ramah.

 

 

“Aaya, Jessica Jung Sooyeon, dan saya ingin bertemu dengan Seung Hoo sajangnim.’’ Jawabku dengan tersenyum.

 

 

“Oooh, baiklah aggaessi, sebentar akan saya telfon Seung Hoo sajangnim’’

 

 

Setelah menelfon—yeoja itu menatapku, masih dengan ukiran senyum yang ramah.

 

 

“ Mari, saya antar aggaessi ke ruang seung hoo sajangnim’’ ucapnya.

 

 

Aku tersenyum, dan mengikuti langkahnya dari belakang.

 

 

 

 

*************

 

 

 

 

“silahkan duduk Sooyeon-sshi’’  ucap seung hoo sajangnim mempersilahkanku untuk duduk.  Dengan tersenyum, kulakukan perintahnya itu. Mungkin umur seung hoo sajangnim lebih tua dariku 3 tahun, bisa kulihat dari gurat wajahnya yang masih muda.

 

 

“apa kali ini, anda akan menerima tawaran saya? Atau, Ada hal lain yang ingin sooyeon-sshi  tanyakan?’’ tanya seung hoo sajangnim, masih dengan ukiran senyum.

 

 

Ayolah jessica, katakan kalau kau menerima tawaranya- bisik hatiku.

 

 

“sajangnim, saya…. Saya… ingin menerima tawaran yang sajangnim pernah berikan kepada saya, apa masih berlaku?’’ alih-alih menjawab, aku malah memberinya pertanyaan.

 

 

ia diam, tapi detik berikutnya ia bertepuk tangan cukup keras, diiringi dengan senyum leganya- entahlah, menurutku itu senyum kelegaan.

 

 

“akhirnya anda menerima tawaran saya juga. Saya sudah menduga kalau anda pasti akan menerimanya’’ lanjutnya.

 

 

“ne sajangnim,mianhae, saya baru memberi keputusanya sekarang,’’ ucapku.

 

 

Seung hoo sajangnim kembali tersenyum, ia memberikan sebuah softdrink kepadaku.

 

 

“tak apa. Walau sampai 1 tahunpun kau berfikir, tawaran ini masih tetap ada untukmu’’  jawabnya-yang membuatku tanpa sadar mengernyitkan dahi-bingung.

Belum sempat aku bertanya, seung hoo sajangnim kembali tertawa- aiiish, kenapa namja ini sangat senang untuk tertawa?

 

 

“ha..ha..ha.. jangan memasang wajah seperti itu sooyeon-sshi,’’  ucapnya-masih dengan tawa. Kucoba untuk tersenyum. Mungkin kalimatnya tadi hanya candaan

 

 

“ saat pertama  aku melihatmu, aku sempat meragukan kemampuanmu, bisakah kau menjaga putri choi sajangnim, tapi setelah melihat kemampuanmu sendiri, aku yakin pilihan nyonya choi kali ini benar, kau bisa menjaga putri choi krystal’’ ucapan seung hoo sajangnim kali ini  benar-benar membuatku bingung, sekaligus terkejut

 

 

Jadi nyonya choi sendirilah yang meminta aku menjadi pengawal pribadi untuk krystal-putrinya?  Bukankah ini kesempatan yang tepat jessica? Kau bisa menggunakan kesempatan ini untuk melakukan balas dendam mu, tuhan memang memberi jalan untukmu. Tapi… kurasa ada yang mengganjal dengan semua ini.  Ahh.. sudahlah jessica, ini hanya perasaanmu.Tanpa sadar aku tersenyum.

 

 

“waeyo sooyeon-sshi?’’ pertanyaan seung hoo sajangnim membuatku sadar.

 

 

Kugelengkan kepalaku pelan-sembari mengukir senyum dibibir.

 

 

“aniya,, sajangnim.’’  Jawabku- sedikit kikuk.

 

 

“ ya sudah. Kalau begitu, kau bisa memulai pekerjaanmu besok. Jam 8 pagi- kuharap kau bisa sampai disini, dan aku yang akan mengantarkanmu ke rumah nyonya choi.’’  Ucap seung hoo sajangnim.

 

 

Kurasa sudah tak ada hal lain lagi yang hendak kuucapkan. Akupun berniat untuk pulang. Tapi seung hoo sajngnim menahanku.

 

 

“waejo sajangnim?’’  tanyaku bingung.

 

 

Seung hoo sajangnim tersenyum, ia berdiri- berjalan menuju sebuah lemari-mengambil  eemt, seperti sebuah bingkisan yang tertutup oleh plastic hitam dan memberikan bingkisan itu untukku.

 

 

“ini seragam yang harus kau pakai besok. Dan untuk hari sabtu-minggu. Kau bisa memakai baju semaumu’’  ucapnya. Membuat kebingunganku hilang, digantikan dengan- kubungkukan tubuh.

 

 

“kamsahamida sajangnim,’’ ucapku. Seung hoo sajangnim hanya tersenyum.

 

 

Dan setelah itu, akupun beranjak untuk pulang- setelah mengucapkan terima kasih kepadanya sekali lagi.

 

 

Jessica jung sooyeon…. Rencanamu akan berjalan lancar, kuyakin itu. Eomma. Appa. Disana kalian pasti mendukung rencanaku ini kan?  Tanya hati kecilku.

 

 

 

 

 

**************

 

 

 

 

Flashback.

 

 

 

“wae? Ani… ani… eomma dan appa tak mungkin  meninggalkan kita, sehun-ag. Ani… ini pasti salah. Kau sedang bercandakan? Jawab sehun-ah….’’ Ucapan sehun- adikku, benar-benar tak bisa kufahami. Namdongsaengku itu hanya  diam- tapi.. matanya mengeluarkan air mata.

 

 

Aku langsung terjatuh- bersimpuh dilantai koridor rumah sakit. Air mataku telah mengalir deras. Kupeluk kedua lututku erat. Tak mau menerima kenyataan ini. Tak mungkin eomma dan appa meninggalkanku begitu saja. Bukankah tadi pagi, aku sempat bercanda dengan mereka? Pergi bersama? Dan malam ini harusnya kami pergi keluar untuk merayakan kelulusan sehun. Iya harusnya seperti itu. Ini tak mungkin terjadi. Ini pasti mimpi.

 

 

Tangisku semakin menjadi, ketika kulihat tubuh eomma dan appa yang ditutup oleh kain keluar dari ruangan. Perawat-perawat itu hendak membawa appa dan eomma, entah kemana- . aku langsung berdiri dan memeluk tubuh eomma yang dingin.

 

 

“bangun eomma….. jangan pergi. Kumohon. Appa………’’ tak kuhiraukan tatapan orang-orang yang berlalu lalang dan perawat-perawat itu. Air mataku jatuh tepat diwajah eomma.

 

 

Tubuh yang terbaring dengan kedua mata tertutup itu sangat pucat. Tangisku kembali pecah. sehun memelukku erat- dan setelah itu,  eomma dan appa langsung dibawa pergi oleh perawat-perawat tersebut. Tubuhku terguncang hebat oleh tangisku yang semakin menjadi.

 

 

Setelah pemakaman eomma dan appa, aku hanya duduk diam di sofa rumahku, sambil memandang foto eomma dan appa. Saat itulah air mataku kembali keluar.

 

 

“ nona….  Sebelum appa meninggal, saat ia dalam keadaan kritis, ia memberiikan ini kepadaku, dan appa bilang yeoja inilah yang telah menabrak  eomma dan appa. Dan meninggalkan mereka begitu saja.’’ Ucapan sehun membuatku langsung menatapnya.  Ia memberikan sebuah kartu kepadaku, aku menerimanya dengan tangan yang kurasa tegang.

 

 

Tuhan…… yeoja ini, yeoja ini…yeoja ini bukankah……..

 

 

“ choi krystal. Putri bungsu dari presiden choi dan nyonya choi.’’  Ucap sehun dengan pandangan kosong. Ia menghela nafas panjang, aku masih diam. Tak percaya dengan semua ini. Putri yang sekarang ini sangat terkenal itu ternyata orang yang telah membunuh eomma dan appa.

 

 

 

“aku pun begitu nona, terkejut. Tak percaya. Dan kenyataanya, memang beginilah, aku tak menyangka putri yang sangat cantik dan kaya itu tega menabrak eomma dan appa. Dan bukankah putri itu tidak bisa menyetir? Jeongmal baboya. Dia harus masuk penjara nona. Walau tanpa sengaja menabrak, harusnya dia jangan melarikan diri. Dia harus bertanggung jawab. Gara- gara dia eomma danappa meninggal. Negara tak boleh membelanya walaupun dia putri seorang presiden, dia harus mendapat hukuman nona’’  kembali ucapan sehun yang penuh kebencian itu membuatku terdiam.

 

 

Benar apa yang dikatakan sehun, dia harus bertanggung jawab. Aku akan memberi pelajaran kepada yeoja itu, tak peduli jika dia putri presiden.

 

 

“dari mana appa mendapatkan kartu pelajar yeoja itu?’’ tanyaku.

 

 

“ kata appa, yeoja itu sempat ketakutan, saat melihat tubuh eomma dan appa yang terkapar di jalan dengan bersimbah darah. Dan yeoja itu langsung lari begitu saja, tanpa sengaja menjatuhkan kartu itu, appa langsung mengambilnya’’  jawab sehun, masih dengan pandangan kosong.

 

 

Kupandang kartu pelajar putri krystal, Dan meremasnya erat. Nyawa harus ditukar oleh nyawa. Tunggu saatnya tiba, kau harus membayar semua tindakanmu ini putri choi krystal.

 

 

 

***************

 

 

 

Flashback off

 

 

 

 

Dan disinilah aku sekarang, di sebuah rumah yang sangat besar. Dengan interior yang sangat mewah. Aku sempat kagum dengan rumah ini. Barang-barang yang menjadi hiasan, untuk rumah ini sangat unik-unik, dan kuyakin harganya sangatlah mahal. Dulu eomma dan appa sangat ingin memiliki rumah seperti presiden choi ini…. Dan, akupun selalu meyakinkan mereka kalau aku sudah bekerja nanti, aku akan mengumpulkan uang yang banyak dan membelikan mereka rumah yang besar.

 

 

Aku tersenyum getir, ketika mengingat hal tersebut. Eomma.. appa, kalaian disana pasti memiliki rumah lebih besar dari ini, aku yakin itu.

 

 

Seorang wanita separuh baya terlihat turun dari tangga, seluruh orang langsung membungkukan tubuh-  termasuk seung hoo sajangnim yang berdiri disampingku. Kurang lebih, ada 3 yeoja yang memakai pakaian sepertiku, kemeja hitam, celana hitam, dan rambut panjang yang diikat.

 

 

“anyeong nyonya choi’’ ucap seung hoo sajangnim, kulihat nyonya choi tersenyum, ahh… tak kusangka kalau ibu dari krystal seramah ini.

 

 

Nyonya choi memandangku, aku langsung membungkukan tubuhku.

 

 

“anyeong, nyonya choi’’ ia tersenyum.

 

 

“ apakah kau  jessica jung sooyeon?’’ tanya nyonya choi, masih dengan ukiran senyum. Aku hanya menganggukan kepala pelan.

 

 

Nyonya choi kembali tersenyum, dan saat kupandang kedua matanya…

 

 

DEG……

 

 

Ada apa ini? Perasaan hangat tiba-tiba mengalir dalam hatiku. Kedua  mata itu…. Kedua mata itu sangat mirip dengan kedua mata eomma. nyonya choi seperti menahan air mata, tapi ia cepat- cepat mengalihkan pandanganya. Mungkinkah itu hanya persaanku saja?

 

 

“ aku senang kalian mau berkerja disini, menjadi pengawal pribadi untuk putri bungsuku, choi krystal. Aku harap kalian bisa berkerja professional. Jangan sampai kalian membuat putriku terluka, kalian harus selalu menjaganya. Dimanapun dia pergi, kalian harus berada disampingnya. Banyak orang-orang yang tak senang denganya, entah iri atau apa, karna dia putri seorang presiden’’

 

 

Sekilas nyonya choi memandangku- membuatku langsung menunduk. Tak mungkin dia tahu niatku sebenarnya, dia tak mengenalku dan aku tak mengenalnya.

 

 

 

“kalian juga harus memahami sifat kekanak-kanakanya, dia memang yeoja yang sedikit angkuh, pemalas, manja, dan sedikit susah dalam belajar, aku harap kalian bisa membantu krystal juga dalam hal belajar, tapi aku yakin, sebenarnya krystal putri yang baik, dia hanya  perlu waktu untuk beradaptasi dengan orang-orang yang baru ia kenal’’ lanjut nyonya choi.

 

 

Cih.. yeoja baik? Yeoja baik tak mungkin menabrak seseorang hingga membuatnya tewas, dan melarikan diri begitu saja.  Umpatku dalam hati.

 

 

Setelah selesai  berucap, nyonya choi langsung memandangku, dia mendekatiku.

 

 

Tiba-tiba saja dia memegang tangan kananku, membuatku sedikit terkejut.

 

 

“kupercayakan krystal kepadamu’’

 

 

DEG..

 

 

Tatapan itu… tatapan itu sangat kurindukan. Caranya memegang tanganku sama persis ketika eomma melakukanya. Siapa dia sebenarnya?

 

 

Setelah dia pergi, aku baru sadar. Kupandangi nyonya choi dengan bingung.

 

 

“ nyonya choi, sangat menyukaimu, sica-ah,’’ bisik seung hoo sajangnim pelan.

 

 

Aku hanya tersenyum kikuk. Dia mempercayaiku untuk menjaga putri bungsunya, tapi aku sendirilah yang akan membunuh putrinya.

 

 

 

 

*****************

 

 

 

“ ani… aku tak butuh pengawal-pengawal itu eomma…’’

 

 

Ucap yeoja berumur  19 tahun itu dengan nyonya choi-eommanya. Kupandangi wajahnya, masih belum percaya kalau wajah angkuh dan manja sepertinyalah yang telah membuat kehidupan keluargaku hancur. Eomma dan appa  meninggal karena dia.

 

 

Nyonya choi tersenyum, ia mengelus rambut putrinya penuh sayang.

 

 

Anda pasti terkejut kalau mengetahui putri anda ini, telah melakukan suatu hal yang salah nyonya. Ucapku dalam hati.

 

 

“krystal-ah, mereka itu akan menjagamu. Eomma tak mau, kau kenapa-kenapa. Mereka akan selalu berada disampingmu, kemanapun kau pergi- sekolah-tempat kau bermain, dan dimanapun itu.  Eomma sangat menghawatirkanmu krystal-ah’’ kembali nyonya choi berucap dengan nada  keibuanya.

 

 

Tuhan… kenapa wanita sebaik dan sesabar nyonya choi dikaruniai anak seangkuh dan sejahat dia?

 

 

“aiiish… krystal sudah besar eomma. krystal tidak  butuh pengawal-pengawal itu. Mereka akan membuat krystal tak bebas, melakukan semua hal yang krystal mau’’ krystal masih tak mengalah.

 

 

Cih… dasar yeoja tak tahu diri. Eommamu itu sangat menyayangimu. Tentu kalimat itu hanya bisa kuucapkan dalam hati.

 

 

“terserah- apapun penolakan yang kau ucapkan. Tapi eomma, tetap menyuruh mereka untuk menjagamu.’’

 

 

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, nyonya choi langsung beranjak pergi dari kamar krystal.

 

 

Kulihat yeoja itu hanya mendengus kesal. Kugelengkan kepalaku pelan.

 

 

Harusnya yeoja sepertimu bersyukur mendapatkan eomma seperti nyonya choi. Jeongmal baboya.

 

 

 

“YA.. MAU APA KALIAN MASIH DISINI? PERGI…’’

 

 

Jeritan dan bentakan itu membuatku terkejut.  Lee eunji, kwon yuri, dan hwang miyoung – 3 rekan kerjaku yang sama-sama berkerja sebagai pengawal yeoja itu sama terkejutnya. Kami saling pandang, masih berdiri tanpa sedikitpun akan keluar dari kamar ini.

 

 

Dan saat krystal mengambil sebuah kanvas-seperti akan melemparkanya,-dengan cepat kutahan hal itu sebelum terjadi. Pergelangan tanganya kucekal erat. Ia menjerit kesakitan.

 

 

“ya..ya…ya.. appo. Lepaskan. Kau melukai tanganku’’  ucapnya, masih dengan erangan kecil.

 

 

Kupandang miyoung yang berdiri disamping krystal. Yeoja itu seperi mengerti dengan maksud pandanganku. Dengan cepat dia mengambil kanvas itu dari tangan krystal. Baru setelah itu kulepaskan cekalanku.

 

 

Saat krystal akan kembali memberontak, yuri dan eunji lebih cepat. Kedua yeoja itu, memegang kedua  bahu krystal dari kanan dan kiri. Membuat krystal yang duduk, tak bisa bergerak.

 

 

“akan kuadukan kalian kepada eomma dan appa. Kalian pasti akan dipecat karna melukaiku’’ ancamnya, dengan sorot benci.

 

 

Aku tersenyum. Senyum remeh. Dasar anak kecil. Kau tak tahu beradapan dengan siapa?

 

 

“adukan saja. Kami tak akan takut. Dan kami yakin, kau lah yang akan dimarahi oleh eommamu, karna kau akan melakukan suatu kejahatan. Kau yang akan melemparkan kanvas kaca itu- tak memandang. Coba bayangkan kalau pecahan kanvas itu mengenai kami? Dan jika salah satu dari kami tak terima, kami akan melaporkanmu kepada pihak berwajib. Tak peduli kau anak siapa.’’

 

 

Kali ini aku yakin, dialah yeoja yang telah menabrak eomma dan appa. Karna setelah mengucapkan kalimat yang panjang itu, krystal seperti ketakutan. Wajahnya langsung pucat.

 

 

“jangan…ja..ngan adukan hal ini… kumohon. Mianhae jeongmal mianhae’’

 

 

Krystal membungkukan tubuhnya berkali-kali. Masih disertai dengan wajah pucat.

 

 

Aku hanya memandanginya. Tanpa berkata. Dan akupun langsung pergi dari kamar ini.

 

 

 

 

 

*************************

 

 

 

 

Universitas kyunghee.

 

 

Café coffe, 15.30 kbs.

 

 

 

Kuaduk ice coffeku tanpa berminat.   Krystal. Krystal. krystal. Wajah angkuh yeoja itu benar-benar membuatku muak. rasanya aku ingin  langsung membunuhnya. Tapi semua ini butuh waktu. Aku tak mau nantinya semua rencanaku gagal.

 

 

‘’sica-ah..’’

 

 

‘’Kutolehkan kepalaku untuk memandang  asal suara tersebut. Ahh. Ternyata miyoung. Tidak, bukan hanya dia, ternyata dibelakangnya ada yuri. Aku tersenyum.

 

 

‘’Ternyata kau ada disini. Kami mencarimu kemana-mana’’ ucap yuri.

 

 

Yeoja tinggi, dan kulit kecoklatan. Yang membuatnya terkesan manis. Aku hanya tersenyum.

 

 

Memang jam ini, krystal  sedang berkuliah, dan kami wajib mengantarkanya. Tapi karna bosan, dan perut yang tadinya lapar, akupun pergi menuju kafe, yang tak begitu jauh dari kampus krystal.

 

 

“Oooh, eunji dimana?’’ tanyaku.

 

 

 

“Dia menjaga tuan putri, diluar kelas, tadinya kami akan pergi bersama. Tapi karna takut krystal kabur tiba-tiba, akhirnya eunji mengalah untuk menjaganya.’’

 

 

Kali ini suara miyoung. Atau lengkapnya hwang miyoung. Yeoja yang sama tinggi dengan yuri, tapi kulitnya lebih putih. Dia  sangat cantik. Dengan kedua mata yang indah.

 

 

Aku kembali tersenyum. Sekarang aku memiliki sahabat-sahabat baru.

 

 

“sica-ah, Ucapanmu benar-benar hebat. Membuat putri yang angkuh itu ketakutan. Dan sampai sekarangpun dia tak berani berbuat ulah.’’ucap miyoung, diikuti oleh anggukan kepala yuri. Kedua chinguku itu tersenyum.

 

 

“ hanya sekedar ucapan miyoung-ah. Jangan terlalu memuji’’ jawabku.

 

 

“ani. Kita sangat kagum padamu, sica-ag. Putri itu benar-benar angkuh dan sombong. Ternyata sekali dibentak saja langsung ketakutan. Cih.. dasar anak kecil’’

 

 

Kali ini yuri. Aku baru tahu kalau chingulku ini memiliki omongan yang cukup pedas.

 

 

Dan seperti biasa aku hanya membalas ocehan mereka dengan tersenyum.

 

 

Ternyata bukan hanya aku yang membenci yeoja itu. Dan ucapan nyonya choi yang mengatakan kalau banyak orang yang tak menyukai putrinya itu- kuyakin bukan karna factor dia seorang putri presiden. Tapi karna sifatnyalah yang membuat orang-orang tak menyukainya.

 

 

“oooh, yuri-sshi, sica-sshi. Apa kalian tahu kalau krystal mempunyai seorang kakak laki-laki?’’ tanya Miyoung. Masih dengan topic krystal.tapi kali ini dengan tema berbeda.

 

 

Yuri mengangguk antusias, dan aku hanya menggelengkan kepalaku pelan. Karna aku memang tak tahu apa-apa tentang keluarga kaya tersebut. Termasuk kalau krystal mepunyai seorang oppa.

 

 

“ ne. choi luhan. biasa dipanggil dengan nama luhan .namja berusia 24 tahun, yang masih melanjutkan kuliahnya di hardvard, amerika serikat. Mengambil jurusan bisnis untuk melanjutkan bisnis keluarga besarnya. Namja yang sangat pintar, dan sangat tampan.dia dinobatkan sebagai pangeran korea. Bukan karna dia seorang anak dari presiden, tapi karna charisma yang ia miliki.”

 

 

Aku diam melongo mendengarkan penjelasan yuri barusan?. Omo… apakah dia fangirlnya namja itu? Yuri benar-benar tahu siapa itu.. aiish, siapa namanya tadi? Ahh, choi luhan. dan kuyakin miyoung pun demikian, chingulku itu juga pasti seperti yuri.

 

 

Miyoung  tersenyum. Wajahnya sangat antusias. Dan mulailah mereka berdua menggosip tentang namja itu. Dimulai dari kepribadianya, parasnya yang kata mereka bak malaikat. Senyum yang bisa membuat siapa saja yang melihatnya akan meleleh. Berlebihan sekali.  Kepintaranya, dan semua sifat sikapnya yang membuat namja itu dicintai banyak orang. Sebegitu poppulerkah namja tersebut? Tapi kenapa aku sama sekali tak mengerti siapa itu choi luhan? atau akunya saja yang tak pernah mengikuti kabar?

 

 

“ya, jessica jung sooyeon. Kau jangan berbohong, pasti kau tahu kan siapa itu choi luhan?’’ tanya miyoung. Aku menggeleng. Memang aku tak tahu siapa itu choi luhan.

 

 

“omona……jangan bilang kalau kau tak pernah melihat fotonya?’

 

 

Kali ini yuri. Aiish, memangnya   salah kalau aku tak tahu siapa itu choi luhan?

 

 

miyoung dan yuri menggeleng bersamaan dan memendang aku dengan pandangan seolah-olah mengatkan ‘’kau itu dari dunia mana sica-ah?’’ membuatku mendengus kesal.

 

 

Yuri mengeluarkan handfonenya, dia memperlihatkan wallpaper hpnya kepadaku.

 

 

Namja berkulit putih. Memakai t-shirt biru, wajah yang sangat imut. Tengah tersenyum sembari memegang setangkai bunga mawar.

 

 

“ masih lebih tampan adikku’’ ucapku asal.

 

 

PLETAK…

 

 

Kupegang bekas jitakan tiba-tiba dari miyoung. Yeoja itu memandangku marah.

 

 

“aiiish. Jeongmal baboya. Dia itu sangat tampan sica-ah. Kenapa kau tak mau mengakuinya?’’  miyoung berusaha menahan emosinya. Aku masih memegangi kepalaku.

 

 

“kami berkerja di keluarga  presiden, semata-mata untuk melihat luhan oppa lebih dekat. Karna tinggal beberapa hari lagi pangeran itu akan kembali ke korea, melanjutkan bisnis keluarganya.’’

 

 

Yuri berucap. miyoung, ikut mengangguk. Aku masih malas untuk menimpali. Semoga hanya mereka berdua saja orang yang begitu fanatic dengan sosok namja itu, dan eunji- Aku berharap chingulku itu tidak seperti yuri dan miyoung.

 

 

 

 

 

****************

 

 

 

 

 

Kujatuhkan tubuhku di  sofa panjang depan ruang tengah keluargaku. Walaupun rumahku ini tidak terlalu besar, tapi aku merasa nyaman berada disini. Disini, di tempat inilah aku dibesarkan oleh eomma dan appa yang sangat kucintai. Di rumah inlah, aku mengukir banyak kenangan bersama dengan eomma dan appa. Canda tawa, suka maupun duka. Jeongmal boggosipoyo, eomma. appa..

 

 

“ kau sudah pulang noona?’ sehun duduk disampingku.

 

 

Aku hanya menganggukan kepal pelan. Malas untuk mengeluarkan suara.

 

 

“bagaimana dengan pekerjaanmu noona?’’ tanya sehun- sembari mengambil remote tv, dan menekan salah satu tombolnya.

 

 

“yah….. suatu pekerjaan pasti melelahkan sehun-ah’’ jawabku tanpa menoleh padanya. Tapi aku tahu kalau dongsaengku itu memandangku.

 

 

“dan choi krystal…. Bagaimana?’’ pertanyaan itu akhirnya keluar juga.

 

Aku yakin sehun akan menanyakan yeoja itu. Kupaksakan untuk tersenyum. Tanganku terangkat, dan mengelus rambut pirangnya pelan

 

 

“ kau tenang saja. Yeoja itu akan segera mendapatkan balasanya. Tapi semuanya butuh waktu sehun-ah.’’ sehun – namdongsaengku yang baru menginjak umur 19 tahun itu  hanya diam- membuatku tersenyum.

 

 

Kupeluk tubuhnya lembut. Dan detik berikutnya dia membalas pelukanku. Lebih erat.

 

 

sehun, noona janji, noona akan memberi  yeoja itu pelajaran. Untuk eomma dan appa. Dan juga kau.

 

 

 

 

 

******************

 

 

 

 

 

 

 

ckckckck..

ditunggu komenya…

mianhae, kalau ff yang terkesan membosankan.

Iklan

30 pemikiran pada “Between love and revenge | Part 1 |

  1. menarik ceritanya.

    banyak yg bikin qu pensran nih, apalgi sm sikap eommanya krystal ke sica eonni.
    ahhhh, ..
    lanjut
    hwaiting (Y)

  2. Kyknya nanti bakal ada action’a yahh,,,
    kasian juga sehun sama sica jadi anak yatim piatu disini, moga2 luhan bisa menyadarkan jessica nantinya
    wokehh dehh lanjut dulu yoo ^o^

  3. kren ni thor crita’a… jrg ni sica sm krystal mlsh msuhan…. msih pnsarn dm lnjutn’a…
    & gmn reaksi sica ttg luhan yg sbenar’a….

  4. Bagus! Entah apa yang harus kukatakan, dari awal sampai akhir bagus ko.
    Tapi kenapa kalau nyebut nama jessica pake ‘Jessica Jung Sooyeon’?
    Okeh, sekian dari saya dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s