Between Love and Revenge | Part 2 |

946496_536211199772635_1030316777_n

 

Judul= between love and revenge part  2.

Author= eva adeftsilla (hwank miyoung)

Main cast=  -jessica jung            -krystal jung.

-xi luhan                    -oh sehun.

Genre= romantis, sad, family.

 

# disini luhan sama krystal marganya pake choi.

# sehun marganya ganti jadi jung. Kalau jessica masih sama.

*****

 

 

 

 

 

 

Setelah menunggu kurang lebih satu jam, akhirnya krystal keluar juga dari kamarnya.

Jessica melihat penampilan krystal dari bawah, dan langsung berdercak pelan. Yeoja itu melipat kedua tanganya di depan dada.

 

 

“kau mau ke pup? Dressmu sangat pendek. Kenapa tak sekalian saja kau tak usah memakai pakaian?’’

 

 

Krystal langsung menatap jessica- kesal. Yeoja itu melangkahkan kakinya dan berdiri tepat dihadapan jessica, yang menatapnya santai.

 

 

“ya.. kau itu pengawal. Dan kau jangan ikut campur dalam busana yang kupakai. Ini masih tren. Cih.. dasar yeoja kampungan..’’

 

 

Jessica menggelengkan kepalanya pelan, sedikit menahan emosinya. Sungguh tak pantas sekali yeoja seperti ini menjadi putri seorang presiden, desisnya dalam hati.

 

 

Miyoung dan yuri yang berdiri dibelakang krystal melototi yeoja itu kesal, membuat jessica mau tidak mau harus mengulum senyumnya melihat tingkah 2 chingunya itu.

 

 

“krystal-ah… gantilah pakaianmu. Dress itu sangat pendek. Ingat, kau itu anak seorang presiden. Kau harus menjaga cara berbusanamu menjadi lebih sopan..’’ suara lembut eunji terdengar.

 

 

Krystal masih angkuh. Ia benar-benar kesal karna tak ada orang yang mau membelanya.

Masih dengan wajah angkuh, krystal mengamati jessica dari bawah sampai atas. Membuat jessica memutar matanya karna kesal.

 

 

“cih.. kau..’’ krystal memandang jessica tajam ‘’yeoja jelek. Miskin. Kampungan. Aku tahu, dari awal kau berkerja disini kau memang tak suka padaku. Makanya kau selalu bersikap seperti itu padaku. Dan… harusnya kau nilai penampilanmu terlebih dahulu, sebelum kau mengucapkan kalimat itu padaku. Dasar yeoja nerd.’’

 

 

Sempat terpanjing emosi, jessica mengulum senyum. Ia balas menatap yeoja yang sama tinggi denganya itu tajam, sama sekali tak takut dengan tatapan tajam yang diberikan krystal kepadanya.

 

 

“aku anggap ucapanmu barusan adalah suatu pujian’’  jessica tersenyum.

 

 

“dan…..’’ tatapan jessica kembali tajam ‘’orang-orang yang melihatlah yang bisa menilai baik siapakah aku atau kau dalam berbusana putri choi krystal..’’

 

 

Krystal langsung melayangkan tanganya, belum sempat ia menampar pipi jessica, tangan kananya telah dicekal kuat oleh yeoja berambut coklat itu. Membuat krystal mengerang sakit.

 

“jangan terbiasa menggunakan tanganmu ini untuk melakukan suatu hal yang sia-sia. Nilailah dirimu lebih dalam, benarkah kau tak pernah melakukan suatu kesalahan besar? ‘’

 

 

Benar dugaan jessica, wajah krystal langsung pucat mendengar ucapanya barusan.

 

 

Krystal menunduk, menyembunyikan wajah pucatnya. Kali ini ia tak bisa berkutik dengan jessica. Semua ucapan yang dilontarkan oleh jessica benar-benar membuatnya telak. Tak mungkin juga jessica tahu masalah yang sekarang ia hadapi. Berbagai macam opini singgap dalam benak krystal.

 

 

Jessica tersenyum sinis, ia tak akan kalah. Dengan sedikit kasar, jessica melepaskan cekalanya. Sengaja membuat krystal mengerang sakit.

Eunji, miyoung dan yuri hanya diam- dengan wajah yang terkejut melihat hal tersebut.

 

 

“ ganti pakaianmu sekarang..!!!’’ perintah tak terbantah keluar dari mulut jessica.

 

 

Krystal menganggukan kepalanya pelan. Yeoja itu langsung berjalan dan masuk kedalam kamarnya.

 

 

 

 

********

 

 

 

 

“ lihatlah putri presiden yang sombong itu. Sekarang kemana-mana ia akan selalu dijaga oleh pengawal-pengawalnya. Cih.. dasar yeoja penakut.’’

 

 

Suara itu terdengar dari seorang yeoja dengan chingulnya. Krystal yang merasa ucapan tadi dilontarkan untuknya langsung menghapiri 2 yeoja itu.

 

 

Jessica tersenyum dalam hati, kali ini ia akan membiarkan 2 yeoja itu terus mengejek krystal yang harusnya ia jaga. Jessica mengikuti krystal dari belakang, begitu pula dengan 3 chingulnya.

 

 

“ ya… bilang saja kalian iri padaku. ‘’ bentak krystal.

 

 

2 yeoja itu hanya tersenyum- yang siapapun melihat akan tahu kalau itu senyum meremehkan.

 

 

“aniya… kami hanya tak senang dengan sifat sombongmu yang berlebihan. Itu mengapa dari dulu kau tak pernah mempunyai chingu..’’

 

 

Krystal jelas marah dengan ucapan yeoja itu. Jessica tersenyum. Begitu pula dengan miyoung dan yuri- kecuali eunji yang diam tanpa exspresi.

 

 

“ya.. kau’’ jari krystal menunjuk yeoja itu “yeoja miskin, nerd. Sombong sekali kau berbicara seperti itu kepadaku..’’

 

 

Semua orang telah memperhatikan mereka. Jessica yakin, yeoja itu akan menampar pipi krystal. Tapi sayang, eunji langsung menahanya sebelum hal yang ditunggu oleh jessica itu terjadi. Membuatnya mendesis kecewa.

 

 

“silahkan anda pergi. jika anda tak ingin melihat tangan anda ini memerah.’’ Ucap eunji, pelan tapi tajam. Ia memang jarang berbicara, tapi apapun ucapan dari mulutnya yang keluar apalagi ia sedang marah. Membuat siapa saja yang melihatnya akan takut dan memilih untuk mundur.

 

 

Benar saja, setelah eunji melepaskan cekalanya, 2 yeoja itu langsung pergi dengan wajah menunduk. Kerumunan orang-orangpun langsung bubar, karna takut dengan tatapan tajam eunji.

 

 

Yuri tersenyum- senyum yang benar-benar takjub.

 

 

“jadi, sekarang bilang saja kalau putri krystal sangat membutuhkan kami.’’ Ucapnya.

 

 

Krystal hanya mendengus kesal mendengarnya, tak dipungkiri jika ia bersyukur karena kehadiran 4 pengawal  yang ditugaskan untuk menjaganya itu, yah… tentu tidak untuk jessica. karena yeoja itu merasa kalau jessica tak pernah menjaganya.

 

 

Krystal langsung masuk dalam ruanganya. Meninggalkan jessica, yuri, miyoung dan eunji dalam gelak tawa kemenangan- harus diberi tanda kutip, karena eunji hanya tersenyum.

 

 

************

 

 

jessica berjalan menuju ruang nyonya choi berada. setelah sebelumnya, salah seorang pelayan rumah memberitahunya kalau ia dipanggil oleh istri dari presiden tersebut.

 

“nyonya choi sudah menunggu anda, pengawal jung sooyeon-sshi….”

 

 

ucap seorang namja berbalut pakaian hitam membukakan pintu untuk jessica. yeoja itu hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam ruangan tersebut.

 

 

“anyeonghaeseyo, nyonya choi hyerin” jessica sedikit membungkukan tubuhnya.

 

 

nyonya choi tersenyum, ia menyuruh jessica untuk duduk dihadapanya.

 

“sooyeon-sshi, aku senang kau datang kesini.”

 

 

jessica memandang yeoja setengah baya dihadapanya dengan kening sedikit mengerut.- senang? nyonya choi senang ia datang kesini? apa maksutnya? tanya jessica dalam hati.

 

 

menyadari jessica yang sedikit bingung, nyonya choi langsung mengalihkan topik. ia sadar, kalau ia terlalu berlebihan.

 

 

“sebentar, aku ingin mengambil sesuatu.”  ucapnya- langsung beranjak dari duduknya.

 

 

ruangan ini sangat besar. pikir jessica. ada sebuah piano berwarna putih disini. jessica tersenyum getir, ia teringat dengan eommanya yang sangat senang bermain piano sambil bernyanyi. suara eommanya sangat indah. membuatnya dulu saat akan tidur selalu  saja merengek agar eommanya itu bernyanyi untuknya. itu hanya kenangan jessica, desisinya dalam hati.

 

 

tanpa sengaja kedua mata jessica menangkap sebuah figura foto besar yang menempel di dinding. disana ada foto nyonya choi, presdir choi, krystal dan…. foto seorang namja. iya, bukankah namja itu kakak Krystal? benar yang dikatakan oleh chingulnya. namja itu sangat tampan. membuatnya tanpa sadar mengulum senyum.

 

 

“ choi luhan- atau luhan, dia kakak krystal.”

 

 

suara nyonya choi membuat jessica sedikit terkejut. dengan cepat yeoja itu langsung mengalihkan perhatianya.

 

“mi..mianhae nyonya. saya tidak bermaksut untuk..”

jessica kehabisan kata-kata. entah mengapa ia merasa gugup, yeoja itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. sedikit untuk menghilangkan rasa gugupnya.

nyonya choi tertawa- semua hal yang dilakukan oleh jessica- cara bicaranya- exspresi wajahnya, membuat yeoja setengah baya yang masih terlihat cantik itu senang dan saking senangnya bahkan ia sampai tertawa, seperti kali ini.

setelah sekian detik, nyonya choi menghentikan tawanya. yeoja setengah baya itu memberikan sebuah kunci mobil kepada jessica.

“ luhan memang tampan. dia sangat tampan, wajahnya yang baby face, mempunyai nilai plus tersendiri untuknya. tak heran jika banyak yeoja yang mengagguminya. apa kau termasuk fangirl anakku itu jessica-sshi?”

“eh..?” jessica membulatkan matanya. bukan, dia tidak pernah mengaggumi namja bernama luhan itu. dia hanya.. er…,

nyonya choi kembali tergelak tawa.

“sudahlah.” nyonya choi tersenyum. ” itu kunci mobil kesayangan milik luhan. mobil yang diberikan oleh appanya karena dia berhasil mendapatkan beasiswa di hardvard.”

satu poin yang dapat jessica tahu, nyonya choi sangat membanggakan anak namjanya itu.

“’dan sekarang, dia akan pulang ke korea. tolong jemput luhan di bandara sooyeon-sshi”

nyonya choi masih tersenyum lembut- mengingatkan jessica akan senyuman eommanya.

belum sempat jessica menjawab, pintu ruangan nyonya choi terbuka tiba-tiba saja. krystal masuk begitu saja dan langsung memeluk nyonya choi.

jessica hanya menatap dalam diam, ia benar-benar merasa kasihan. sepertinya nyonya choi sangat menyayangi anaknya itu, apa ia tega akan membunuh krystal? yeoja yang telah membuat eomma dan appanya meninggal?

“ mau apa kau disini?”

suara krystal membuat jessica sadar, jessica dengan cepat menggeleng dan memaksakan untuk tersenyum.

nyonya choi menyuruh putrinya untuk duduk, yeoja setengah baya itu mengelus rambut putrinya sayang. membuat jessica kembali teringat dengan eommanya.

“ krystal-ah… eomma yang memanggil pengawal jessica kesini. kau tidak boleh berbicara seperti itu. anak eomma harus lembut. arraesso?”

suara lembut, tatap yang penuh sayang, nyonya choi benar-benar mengingatkan jessica akan mendiang eommanya.

jessica menunduk, menyembunyikan tangis yang harus ia tahan. aku tak boleh cengeng, desisinya dalam hati.

krystal menatap jessica sengit, sama sekali tak menyadari kalau yeoja didepanya ini sedang menahan tangisnya. tangis rindu akan eommanya.

“ arraesso. mianhae eomma. jadi, untuk apa yeoja ini eomma panggil?” tanya krystal kemudian.

“ eomma meminta bantuanya untuk menjemput oppamu dibandara.”

“mwo? berarti luhan oppa akan pulang? kalau begitu biar aku saja yang menjemputnya eomma”  pinta krystal.

nyonya choi menggeleng- membuat krystal mengembungkan pipinya lucu- mungkin ia kesal.

“ jangan krystal. eomma sangat khawatir. lagi pula kau belum bisa menyetir..”

DEG…

jessica langsung mengangkat wajahnya, yeoja itu terhenyak. satu bukti yang ia ketahui, ternyata benar. krystal tak bisa menyetir. dalam hati jessica terus merutuki yeoja dihadapanya itu- krystal. semua rasa kasihan yang dirasakanya hilang sudah, digantikan dengan rasa dendam yang amat sangat.

“ kalau begitu aku ikut pengawal jung sooyeon, ya eomma? jebal.” masih dengan wajah aegyonya.

nyonya choi menggeleng. masih kukuh dengan ucapanya barusan.

“ hari ini kau harus belajar. bukankah jing ah songsaengnim akan datang?”

kali ini krystal benar-benar kesal. yeoja itu langsung berdiri—dan melangkahkan kedua kakinya keluar ruangan. nyonya choi tidak menahanya, ia hanya tersenyum.

“sifatnya memang kekanakan sica-ah..” ucapnya.

jessica hanya tersenyum, ia langsung berdiri dan melangkahkan kedua kakinya keluar ruangan- setelah sebelumnya ia membungkukan tubunya sopan.

 

 

 

 

********

 

 

jessica pov.

Hampir 1 jam lebih aku berdiri di bandara incheon,  Di belakang banyak orang yang berdiri didepan pagar besi pembatas. Namja itu belum terlihat juga.

 

 

1 menit… 2 menit.. 3 menit. Dan akhirnya, pintu kaca yang lebar itu terbuka.Banyak orang keluar dari sana sambil mendorong trolli.  Orang-orang yang  berdiri dihadapanku langsung menjerit-jerit, memanggil nama seseorang yang tak mungkin aku kenal. Iyalah ini bandara jung sooyeon.

 

 

Aku celingukan mencari sosok choi luhan. sebentar- sebentar mengucapkan kata permisi, aku menyeruakkan ke posisi terdepan, agar lebih mudah menemukanya.

 

 

Tiba-tiba saja, kurasa ada seseorang memegang bahuku, membuatku berdiri diam. Siapa orang ini? Beraninya menyentuhku-

 

 

Dan ….

 

 

BUUUK..

 

 

Namja kurang ajar itu terjatuh, ketika kutarik tangan kanannya. Biar tahu rasa. Dia tidak tahu kalau aku ini juara taekwondo? Cih..

 

 

“appo…..’’

 

 

Namja itu mengaduh kesakitan, dia menunduk memegangi lengan kanannya.

 

 

Aku hanya menatapnya datar. Dia yang salah. Kuyakin saat ini semua orang menatapku- entah dengan exspresi apa. Tanpa menunggu waktu lama, akupun melanjutkan langkahku- tanpa menghiraukan namja itu. Tapi…..

 

 

“bukankah itu luhan oppa? Omona….. ternyata luhan oppa pulang ke korea’’

 

 

Suara seorang yeoja itu membuatku tertegun. Seluruh orang langsung berlari menujuku- tidak. Bukan menujuku, melainkan namja dibelakangku. Tidak… tidak mungkin namja itu choi luhan.

 

 

Dan saat aku menoleh kebelakang, namja itu sudah berdiri- menatapku tajam. Dia dikelilingi oleh banyak orang. Tuhan….. kenapa kau tak bilang kalau dia choi luhan?

 

 

“ mianhae luhan-ah. Saya tidak tahu kalau anda tenyata choi luhan. mianhae..’’ kuyakin seluruh orang kini ganti menatapku dengan tatapan seolah-olah mengatakan ‘’ dasar yeoja tak tahu sopan santun. Beraninya dia membuat luhan terjatuh’’

 

 

Aduh.. bagaimana ini? Karena semakin banyaknya orang yang mengerumuni kami, dan luhan yang kurasa merasa tak nyaman- banyak orang-orang memfoto dirinya- meminta tanda tangan. Akhirnya aku menarik lengan namja itu, dan membawanya lari. Mungkin dia terkejut. Tapi sudahlah, ini untuk keselamatan dia juga. karna kali ini, lebih banyak orang lagi yang mengejar kami, sambil meneriaki nama namja ini- choi luhan.

 

 

 

 

 

************

 

Selama perjalanan pulang aku terus mengucapkan kata mianhae, walau sedang menyetir- sedikit-sedikit kubungkukan tubuhku berkali-kali, meminta maaf darinya, tapi sayang dia hanya diam saja.

 

 

“ luhan-ah, saya  benar-benar tak tahu jika namja yang menyentuh bahuku itu anda. Jeongmal mianhaeyo….’’ Entah sudah berapa kali aku mengucapkan kalimat itu.

 

 

luhan yang duduk disampingku, hanya diam. Dia malah membuka kaca mobil, dan memandang keluar. Membuatku benar-benar kesal, karna dia sama sekali tak menghiraukanku.

 

 

Ya sudah, kalau dia tak mau memaafkanku tak masalah, yang penting aku sudah meminta maaf darinya. Cih… dasar namja sombong.

 

 

Dan akhirnya sampailah aku di rumah presiden choi. Kuhentikan mobil di teras depan, ternyata sudah banyak orang berkumpul. Presiden choi, nyonya choi, dan krystal ada di depan, sementara dibelakang mereka terlihat pengawal-pengawal- untuk menyambut kedatangan luhan- namja, iyalah masa aku? Ckck.

 

 

“ oppa..”

 

 

Baru kulihat namja itu tersenyum, dia memeluk tubuh krystal , krystal dengan senyum mengembang membalas pelukan namja itu.

 

 

“ jeongmal bogosipoyo..”

 

Bisa kudengar krystal  mengucapkan kalimat itu, namja yang memiliki potongan rambut berwarna merah itu sedikit tersenyum ( tau model rambut luhan sekarang kan? Yang di mv wolf,)

 

 

Kulihat yuri dan miyoung memandang wajah namja itu dengan antusias, ahh… ternyata bukan hanya mereka berdua, tapi semua pengawal yeoja di rumah ini melakukan hal yang sama- berbisik-bisik, dengan mata memandang luhan- yang sekarang sedang berpelukan dengan nyonya choi- dengan pandangan sorot kagum.

 

“besok kau harus langsung berkerja. Appa akan mengenalkanmu dengan rekan kerja appa.’’

 

 

Presdir choi memegang kedua bahu ananknya- dengan sorot bangga. Aiiish… kenapa semua orang begitu menyukainya?

 

 

Dan setelah itu, presdir choi membawa anak sulungnya masuk kedalam rumah, nyonya choi dan krystal  berada disampingnya- dan tanpa dikomando, seluruh pengawal-pengawal dan pekerja rumah langsung mengekor dibelakang keluarga besar itu.-minus aku tentunya.

 

 

Pasti acara selanjutnya adalah makan siang- ya tentunya hanya untuk keluarga besar itu, dan orang-orang seperti aku yang statusnya sebagai pengawal atau pekerja rumah- hanya berdiri sambil melayani keluarga besar itu, ah.. membosankan.  Lebih baik sekarang aku pulang saja, karena waktu kerjaku sudah habis. Dirumah nanti aku akan mandi, tidur, dan makan. Asyiknya….

 

 

“ ya.. yeoja ceroboh.!!!!”

 

 

suara siapa itu? asing sekali. kutolehkan kepalaku kebelakang. ternyata….

 

 

“ besok kau harus mengantarkanku ke perusahaan appa. jam 6 kurang 5 menit kau harus sampai disini”

 

 

luhan- namja itu menatapku dengan kedua tangan dilipat didepan dada.

 

 

siapa namja ini? tugasku kan menjadi pengawal untuk krystal, bukan menjadi supirnya. enak saja.

 

 

“bukankah ada supir yang bertugas mengantarkanmu luhan-sshi?”

 

 

sebisa mungkin kutahan mulutku untuk tidak melontarkan kata-kata kasar, dan berbicara selembut mungkin.

 

 

“ne. aku tahu. tapi aku maunya kau yang mengantarkanku.”

 

 

benar-benar namja ini. sifatnya sama dengan krystal- adiknya. sungguh menyebalkan.

 

 

“ tapi aku bertugas menjadi pengawal untuk adikmu luhan-sshi. kau harus tahu itu.”

 

 

luhan- namja itu terlihat berfikir dengan tangan menopang dagunya. mebuatku muak melihatnya.

 

 

“ kalau begitu aku mau kau menjadi pengawal untukku. lagi pula krystal sudah dijaga oleh 3 pengawal sekaligus.”

 

 

tuhan…. kenapa engkau menciptakan manusia seprti ini?

tujuanku berkerja disini agar lebih dengan krystal- adikmu. jeongmal baboya.

 

 

“ aku tak mau.”

 

 

luhan melototiku tajam. memangnya aku takut kepadamu? ckckckck. namja itu langsung berjalan menghampiriku, dan sekarang dia berdiri tepat dihadapanku. membuatku mundur selangkah.

 

 

“beraninya kau menolak perintahku.”

 

 

“kau bukan orang yang menggajiku. aku tak akan takut jika menolak perintahmu. lagi pula aku ditugaskan untuk menjaga krystal. bukan kau..”

 

 

kalimat itu keluar begitu saja dari mulutku. kulipat tanganku didepan dada, sama sekali tak takut dengan tatapan tajamnya.

 

 

luhan berdercak pelan, masih dengan kedua tangan dilipat didepan dada.

 

 

“pokoknya mulai sekarang aku mau kau menjadi pengawal untukku. aku tak mau tahu. dan juga, kau tenang saja. gajimu akan tetap mengalir. aku akan membicarakan hal ini kepada eomma. dan untuk bonus, gajimu akan ditambah. arraesso?”

 

 

setelah mengucapkan kalimat itu luhan langsung berjalan masuk kedalam rumahnya. aku melongo tak percaya.

 

 

eoothoke?  bagaimana ini? rencanaku akan semakin sulit kulakukan.

 

 

 

TBC

 

 

mianhae kalau ffnya jelek.

ckckck. jangan lupa komen oke?

 

kira-kira..

apa yang akan dilakukan oleh luhan kepada jessica ya?

Iklan

44 pemikiran pada “Between Love and Revenge | Part 2 |

  1. Luhan mahu jessica menjadi pengawalnya.
    Baru ada moment hansica, walaupun suasana tegang.
    Penasaran banget.
    Nyonya choi sayang banget sama jessica.
    Apa hubungan nyonya choi dengan jessica?
    Sepertinya tatapan nyonya choi mirip banget dengan ibunya jessica.
    Nyonya choi dan ibu jessica ada hubungan apa-apa?
    Ditunggu lanjutannya.

  2. aiii jessie pertemuan pertama udah bikin ribut aja.
    aaaa luhan kamu ada modus yah maunya jessie
    ah lanjutannya jangan lama lama ya

  3. lanjut saeng…..
    ini rini eonni…. 🙂
    hansicca couple nya ditambah ya saeng…
    daebak dehh pokoknya…
    fighting ya…
    jangan lupa belajar.. 🙂

  4. eh knp tuh luhan kok ngotot banget sica suruh jd pengawalnya, luhankan namja udh 24thn lg, ms dikawal ma yoja.
    luhan gangg rencana sica nih..

    lanjut
    HWAITING (Y)

  5. waaaa… luhannya pasti suka sama jessica juga kan…
    penasaran banget apa yg akan dilakukan Luhan..
    ditunggu part selanjutnya thor ^^

  6. ih krenn…. q pnsarn ni sm nyonya choi,kyak’a ada ketertarikn sndiri sm sica, apa mreka ada hubungan.
    q suka miment lusic wktu sica narik tgan luhan dr blakang smpi jtuh… & q ykin distu luhan psti udh suka sm sica…. jrg kn cwe kyak sica brani melkukn itu trhdap putra presiden choi luha hqhaha……
    next thor

  7. Horraaay! Lusica~
    suka banget sama moment Jess jemput Luhan di bandara, gila bener tuh jess main taekwondo aja -_-
    Yang bikin aku penasaran adalah Nyonya Choi.. Apa jangan-jangan dia ibu kandungnya Jessica? /Hanya author yang tau jawabannya (?)
    Aku juga suka cara Luhan maksa Jessica jadi pengawalnya. Ngebayangin kesehariannya Jess sama Luhan.. pasti moment mereka waw banget /plak

  8. komen chapter sebelumnya aku jadiin satu di sini ya?
    Ibunya krystal kok baik banget ke jessi? Pasti ada apa-apanya… Luhan maksa-maksa jessi lucu juga hehe :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s