Between Love and Revenge | Part 5 |

946496_536211199772635_1030316777_n

 

 

 Judul= between love and revenge part 5
                         Author= eva adeftsilla (hwank miyoung)
                         Main cast=  -jessica jung           -krystal jung.
                                             -xi luhan                 -oh sehun.
                           Genre= romantis, sad, family.
                         # disini luhan sama krystal marganya pake choi.
                         # sehun marganya ganti jadi jung. Kalau jessica masih sama.

                                                                                         ********

 

jessica pov*
                         
Aku berjalan mondar- mandir di lobi perusahaan choi Hyundai- perusahaan yang kini menjadi milik namja menyebalkan itu, siapa lagi kalau bukan luhan- choi luhan.
Aku sangat ingin melihat krystal, aku takut terjadi apa-apa dengan yeoja itu. Karna aku yakin sehun pasti  merencanakan sesuatu. Saking khawatirnya, entah sudah berapa kali aku menelfon miyoung, eunji dan yuri- menanyakan keadaan krystal, membuat 3 chingulku itu sempat marah-marah.
Dan akhirnya luhan datang juga, namja itu berjalan diapit oleh 2 yeoja dan dibelakangnya kurang lebih ada 6 namja berpakaian dengan setelan jas. Bisa kulihat kalau orang-orang itu sangat menghormati luhan.
              ‘’ oke, kalau begitu aku pulang dulu. Ne, aku senang dengan kerja kalian.’’
luhan tersenyum ramah, yang langsung dibalas dengan orang-orang itu. Sebelum pergi, mereka sempat membungkukan tubuhnya kepada luhan, dan seperti biasa namja itu membalasnya dengan senyuman. Baru setelah itu mereka langsung pergi.
Masih bisa kulihat beberapa yeoja-yeoja sedang berbisisk-bisik sambil  memandangi wajah luhan, dengan sorot.. eeng.. kagum. luhan sendiri terlihat cuek, bahkan dia tidak merasa kalau yeoja-yeoja itu memandanginya.
                  ‘’ acara perkenalanmu lama sekali’’ ucapku- setelah masuk kedalam mobil.
Luhan  hanya tersenyum, namja itu mengeluarkan i-phonenya dan entah melakukan apa.
Sambil mengemudi, sekali-kali aku melirik wajahnya. Aiish, bagaimana caranya aku bilang kepada dia kalau aku ingin pergi ke kampus krystal?
              ‘’ kau baru sadar kalau aku ini tampan?’’ ucapan luhan, tanpa menoleh padaku.
Ternyata namja itu tahu kalau dari tadi aku meliriknya terus.
                  ‘’ aiiish… kau pd sekali.’’ Jawabku, masih salah tingkah.
luhan kembali tersenyum, entah apa yang membuatnya tersenyum, mungkin dia membaca sms-sms dari yeoja-yeoja penggemarnya. Eeh… knapa aku jadi menebak-nebak apa yang namja ini lakukan?
                   ‘’ luhan-ag…. Aku akan turun di halte bus, nanti kau pulang sendiri ya..’’
Kali ini luhan benar-benar menghentikan aktifitasnya bermain i-phone, dia menatapku penuh tanya.
                  ‘’ aniya… aku tak mau. Lagi pula kau mau kemana? Mau pulang? Ini masih jam 11 siang, dan pulangmu jam 5 sore.’’  Ucap luhan.
Namja ini benar-benar membuat kesabaranku habis.
              ‘’ aku ingin  ke universitas kyunghee, menemui donsaengku sebentar. Jangan menuduhku dulu’’
Jawabku- berbohong, karena sebenarnya bukan sehunlah yang ingin kutemui tapi dongsaengmu.
               ‘’ bukankah itu universitas yang sama dengan krystal? ‘’ tanya luhan mungkin dia masih menatapku. Aku hanya mengangguk.
Hampir 5 menit namja ini tidak mengeluarkan suara, hingga..
            ‘’ kajja, kita ke universitas kyunghee. Aku juga ingin bertemu dengan dongsaengmu itu’’
               ‘’MWO?’’ tanpa sadar aku menjerit- syok mendengar ucapan namja ini.
luhan memegangi kedua telinganya, sepertinya dia terkejut dengan jeritanku.
                 ‘’ kau dan krystal sama saja, senang sekali membuatku terkejut dengan jeritan-jeritan kalian’’ ucapnya membuatku meringis kecil.
                  ‘’ mainhae.. lagi pula ucapanmu membuatku syok’’
Lampu merah. Dan kini aku bisa memandang wajah namja ini.
Luhan yang ternyata juga memandangku, tersenyum. Membuatku entah kenapa mearasa jengah. Tapi sebisa mungkin, aku bersikap dengan biasa.
            ‘’ hanya ingin melihat, cantik siapa kau dengan dongsaengmu nanti’’
Aku langsung tertawa, mendengar ucapanya. luhan menatapku- bingung.
               ‘’ waeyo? Apa ada yang salah?’’ tanyanya- masih dengan wajah bingung.
Sebisa mungkin aku menahan tawa yang tak ingin berhenti ini.
            ‘’ aku yakin lebih cantik aku kemana-mana, karena dongsaengku itu namja luhan-ag..’’
Jawabku, masih sedikit tertawa. luhan langsung mengalihkan pandanganya, dia terlihat malu karena salah menebak. Membuatku kembali tertawa.
                                                                                                                         **********
Aku turun dari mobil, begitupula dengan luhan- sebelumnya kami sempat bertengkar karena aku yang tak mau membukakan pintu mobil untuk namja itu.
Aiish… memangnya dia siapa?
Kutolehkan kepala ke kanan dan kekiri, mencari sosok krystal dan juga sehun. Semoga dongsaengku itu belum melakukan apa –apa.
luhan menghampiriku, dengan kedua mata yang kini memakai kaca mata hitam dan sebuah bandana, dia menatapku.
           ‘’ mana adikmu?’’ tanyanya.
Aku hanya diam, masih sibuk mencari keberadaan sehun dan krystal tentunya.
Hingga tiba-tiba aku melihat krystal belari kearah kami, untunglah yeoja itu masih baik-baik saja. Tapi…..
Bukankah itu sehun? Dongsaengku itu seperti memegang sebilah pisau di tanganya, walau dia memakai jaket hitam, dan memakai tudungnya juga dengan kaca mata hitam aku masih bisa mengenalinya.
 sehun berjalan di samping krystal, sedangkan 3 chingulku itu berada dibelakang krystal.
Ini tak boleh terjadi, aku langsung berlari menuju krystal  sebelum sehun melakukan hal itu.
Hingga akhirnya waktu seperti berjalan begitu cepat- kutarik krystal kebelakangku, dan pisau yang akan sehun tancapkan kepada krystal mengenaiku-sekilas hanya lenganku yang terkena.
Rasa perih dan sedikit sakit membuatku meringis kecil, darah mulai keluar dari lenganku.
Sehun menatapku -terkejut, kurasa semua orang telah memandang kami.
        ‘’ cepat lari, jangan hiraukan nona’’ bisikku tentu dengan suara pelan.
Dongsaengku itu malah mendekatiku, dan aku merasa luhan  dan 3 chingulku berlari menuju kami. Aku langsung menatap sehun tajam, berharap dia menuruti perintahku. Hingga akhirnya dongsaengku itu berlari. Membuatku bernafas lega.
          ‘’ omona sica-ag, lenganmu mengeluarkan banyak darah.’’
yuri, dengan wajah terkejutnya kini memandang lenganku cemas, begitu pula dengan miyoung dan eunji- yang kini sedang berjongkok dan memenangkan krystalyang sepertinya terlihat syok.
            ‘’ sica-ag, gwenchana?’’ namja itu-luhan memegang lenganku- membuatku meringis kesakitan.
 Saat ini sudah banyak orang yang mengerumuni kami, yuri dan eunji langsung membawa krystal pergi, yang kulihat tadi wajahnya masih pucat.
            ‘’ akan kukejar namja itu, mungkin dia belum terlalu jauh’’
            ‘’ ani…. Biar aku saja miyoung-ag, kau cepat ikuti yuri dan eunji. Mereka membutuhkanmu untuk menjaga krystal.’’ Ucapku- mencegah miyoung mengejar sehun.
miyoung  memandangku, masih dengan raut cemasnya.  Hingga akhirnya chingulku itu pergi setelah luhan menyuruhnya untuk menjaga krystal.
Saat aku akan berlari- mengejar sehun, luhan langsung memegang lengan kiriku. Membuat lengan kananku yang masih mengeluarkan darah  tambah terasa sakit.
        ‘’ lenganmu terluka, lebih baik kita pulang, untuk mengobati lukamu itu’’ ucapnya khawatir.
Beberapa orang bahkan ada yang memfoto kami berdua, mungkin sebentar lagi kejadian ini akan menjadi hot topic di korea.
Aku menggeleng- mencoba meyakinkan luhan kalau lukaku tidak terlalu parah.
        ‘’ aku baik-baik saja luhan-ag, lukaku tidak terlalu parah. Lebih baik sekarang kau pulang, krystal lebih membutuhkanmu. Aku harus mengejar namja itu..’’ setelah mengucapkan kalimat tersebut aku langsung berlari.
Aku sempat mendengar suara luhan yang menjeriti namaku- entahlah, kuharap namja itu tidak mengejarku. Karena mungkin saat ini dia sedang dikelilingi oleh banyak orang.
                                                                                                                   *********
Aku terus berlari, tak kuhiraukan rasa sakit dan darah yang terus keluar dari lenganku ini.
Hingga akhirnya kutemukan dongsaengku itu, dia duduk di sebuah gazebo yang sepi. Aku menghela nafas lega, dengan sedikit tertatih aku menghampirinya.
                ‘’ nona…….’’
sehun langsung memelukku, aku merasa saat ini bahuku basah akan air matanya.
 Iya, dongsaengku itu menangis. Membuatku ikut meneteskan air mata.
             ‘’ jeongmal mianhae nona, aku tidak sengaja.’’ Lanjutnya. Masih dengan suara tangis.
Sebisa mungkin kutahan rasa sakit dilenganku ini, dan mengelus punggung sehun pelan.
          ‘’ nona khawatir padamu sehun-ag, disana banyak orang. Bagaimana jika kau sampai tertangkap? Disana juga ada 3 pengawal yeoja itu, kau terlalu gegabah. Nona mohon, jangan lakukan cara seperti ini lagi. Nona tak ingin kehilanganmu’’
sehun mengangguk pelan, hingga akhirnya dongsaengku ini melepaskan pelukanya.
sehun langsung memandang lenganku yang masih mengeluarkan darah. Dia terlihat cemas.
         ‘’ no..na… gwenchana? Sepertinya lukamu sangat parah. Ini semua salahku, mianhae nona….’’
sehun memegang lengan kananku, yang terluka. Dia menggulung sedikit lengan kemejaku, dan terlihatlah luka yang membuatku merasa sakit.
         ‘’ sica.. jessica, kau dimana?’’
Suara itu…. Bukankah luhan?
Aku dan sehun langsung saling pandang, dongsaengku ini terlihat takut dan sedikit cemas.
         ‘’ dia kakak krystal. Sekarang kau pergi, lepaskan jaket hitammu itu. Dan jangan pakai kaca mata, itu sangat mencolok. Langsung pulang ke rumah.’’ Sedikit kudorong tubuh sehun.
kurasa langkah luhan semakin mendekat, sehunpun langsung berlari- setelah sebelumnya dia mengecup keningku. Dan kurasa air matanya jatuh tepat diwajahku.
             ‘’ ternyata kau disini….. aiish… kau ini keras kepala sekali sica-ag’’
Ucap luhan, namja itu memandang lenganku. Aku sedikit tersenyum, ternyata dia bisa juga menghawatirkanku.
              ‘’ kukira ka…’’
Belum sempat aku melanjutkan kalimatku, luhan sudah membopong tubuhku. Membuatku langsung menjerit- karena terkejut dengan aksinya ini.
        ‘’TURUNKAN AKU LUHAN…….’’ Jeritku,
luhan berhenti melangkah, masih dengan membopongku. Dia menatapku, membuatku merasa jengah.
           ‘’ aku mau kali ini kau menurut saja, anggap ini perintah yang harus kau laksanakan. Aku…..’’
Luhan menatap kedua mataku, dan tiba-tiba saja dia menundukan wajahnya, membuatku tertegun, namja ini mengecup keningku pelan- dan cukup lama. Membuatku terkejut, tapi aku tidak bisa mengucapkan apa- apa. Tertegun dalam diam.
             ‘’ aku tak ingin kau kenapa-kenapa. Aku sangat khawatir’’ lanjutnya, setelah melepaskan kecupan itu. luhan masih menatap kedua mataku, membuatku terkunci dalam tatapanya. Entahlah.
Hingga akhirnya dia tersenyum dan melanjutkan langkahnya, masih dengan aku yang dibopongnya.
Perasaan apa lagi ini tuhan…?
                                                                                                                    ************
luhan pov

Kai pov*
Sekarang aku berada di rumah sakit. Saat diperjalanan tiba-tiba jessica jatuh pingsan.
Aku sangat khawatir dengan keadaanya, luka di lengannya sangat dalam. Darah terus keluar dari lengan kananya itu.
Seorang dokter keluar dari ruangan yang ditempati oleh jessica, aku langsung berdiri.
            ‘’ bagaimana keadaanya dok? jessica baik-baik saja kan?’’
Pertanyaan dengan nada cemas itu keluar dari mulutku.
Dokter itu tersenyum, dia menepuk bahuku pelan.
               ‘’ anda tidak perlu khawatir, nona jessica baik-baik saja, dia hanya kehabisan banyak darah dan kelelahan. Nona jessica yeoja yang sangat kuat’’ jawab dokter itu, membuatku bernafas lega.
Setelah aku mengucapkan terima kasih, dokter itu langsung pergi. Akupun langsung masuk kedalam ruangan jessica.
 Disana dia, lengan yeoja itu diperban. Wajahnya terlihat pucat, kedua mata indahnya itu terpejam. Dia tertidur, aku menghela nafas, kuselimuti tubuhnya. Dan duduk disampingnya.
                ‘’saat melhat namja itu menggores lenganmu, aku benar-benar terkejut. Tak menyangka semua itu akan terjadi. Aku sangat mencemaskanmu. Entahlah, tiba-tiba saja muncul perasaan kalau aku takut kehilanganmu, mungkin aku berlebihan, tapi memang itu yang kurasakan sica-ag’’
Yeoja ini masih memejamkan matanya, aiiish…. Kapan kau akan bangun jessica?
Aku ingin berbicara padamu-ani….. hanya ingin melihatmu sehat kembali.
Aku tersenyum tipis, entah apa yang membuatku tersenyum. Senang melihat wajahnya sedekat ini, kau selalu membuatku merasa nyaman jessica, membuat hariku penuh dengan senyuman dan tawa yang kau buat. Aku ingin kau cepat sembuh, dan kembali menjadi pengawalku lagi.
Masih dengan tersenyum, kuusap puncak kepalanya. Dan setelah itu, aku mengecup keningnya lembut.
                ‘’xi luhan…..’’
Suara itu membuatku terkejut, untung saja aku sudah melepaskan kecupanku tadi.
Eomma berdiri di ambang pintu bersama dengan appa. Mereka langsung menghampiriku.
                 ‘’bagaimana keadaaan pengawal sooyeon-sshi?’’ tanya eomma.
Eomma terlihat sangat khawatir, dan sepertinya eomma ingin menangis.  Sekarang saja eomma sudah memegang tangan jessica, apa eomma terlalu terharu karnajessica yang rela lenganya terluka untuk menyelamatkan krystal? Mungkin.
                 ‘’ kata dokter jessica baik-baik saja, yeoja itu sangat kuat eomma…’’ jawabku.
Eomma terlihat tersenyum lega- begitu pula dengan appa.
                   ‘’oooh, bagaimana keadaan krystal? Apa dia baik-baik saja appa?’’ tanyaku, sedikit cemas.
Karena setelah kejadian itu aku sama sekali belum melihatnya.
                ‘’ krystal sedikit syok, tapi kau tenang saja. Sekarang dia sedang istirahat, semua pengawal sudah appa suruh untuk lebih ketat  menjaga dongsaengmu itu’’ jawab appa dengan tersenyum.
Aku mengangguk, merasa lega. Eomma masih memandang wajah jessica.
                  ‘’ berita ini sudah menyebar kemana-mana luhan-ag, sudah banyak wartawan yang berada dirumah kita. Dan appa benar-benar terkejut ketika mendengar kabar ini. Appa tak menyangka kalau ada seseorang yang berniat membunuh krystal.’’appa terlihat khawatir.
Kulipat kedua tanganku didepan dada, mengangguk pelan. Membenarkan ucapan appa barusan.
            ‘’ bahkan ada beberapa wartawan yang datang kerumah sakit untuk menemuiku dan jessica, mereka ingin mendapatkan info sebanyak-banyaknya. Aku saja heran, kenapa wartawan-wartawan itu bisa begitu cepat mengetahui keberadaanku dan jessica, appa’’ tambahku- sambil mengingat bagaimana  susahnya aku membawa jessica masuk kedalam rumah sakit karena banyaknya wartawan yang datang.
             ‘’kau tenang saja, appa sudah menyuruh beberapa agen appa untuk membuat wartawan-wartawan itu pergi, dan juga menyelidiki kasus ini. Appa ingin memberi pelajaran kepada orang yang berniat membunuh krystal itu’’ ucap appa dengan nada yang sedikit geram.
Aku hanya diam, terserah saja apa yang ingin appa lakukan. Kini muncul 1 pertanyaan dalam benakku, apa tujuan orang itu ingin membunuh krystal? Tak mungkin jika dia antis. Kalau benar keterlaluan sekali.
Apa orang itu musuh krystal? Karena aku pernah mendengar eomma bilang kalau krystal tidak mempunyai teman dikampus, dongsaengku itu sepertinya sangat dibenci oleh teman-temanya. Apa mungkin ada sangkut pautnya dengan hal itu?
     Cause baby tonight the dj got’s fallin in love again.
Suara nada panggilan dari i-phone jessica berbunyi, aku langsung mengambilnya di meja dan keluar ruangan.
            ‘’nona…. Kenapa kau tak pulang-pulang? Aku sangat menghawatirkanmu’’
Suara seorang namja, sepertinya ini dongsaeng jessica.
          ‘’ mianhae… saat ini jessica sedang dirawat di rumah sakit. Kau tak perlu khawatir, nonamu baik-baik saja’’ ucapku.
Lama tidak ada jawaban dari namja ini, hingga…
         ‘’ tolong jaga nonaku, kalau dia sudah sadar katakan kalau  aku sangat menyayanginya.’’
TUUT….
Sambungan telfon terputus tiba-tiba. Membuatku mengerutkan kening- bingung. Kenapa dengan namja itu? Aneh sekali?
Tanpa sengaja aku melihat wallpaper di i-phone jessica, ada fotonya tengah tersenyum lebar, dengan seorang namja yang mencium pipinya, dibawah foto mereka ada tulisan. Nona sayang sehun, dan juga- sehun sayang jessica nona. Aku tersenyum tipis melihatnya. Mereka terlihat seperti aku dan krystal.
Iseng, aku membuka galeri foto dii-phone jessica, ternyata yeoja ini suka berfoto juga ya? Kugelengkan kepala pelan, dari foto saja jessica sudah terlihat cantik.
Kumasukan i-phone jessica dalam sakuku- setelah sebelumnya aku mengirimkan beberapa foto yeoja itu kedalam i-phoneku. Heee..
                                                                     *********
          ‘’ eomma dan appa pulang dulu ya luhan, jaga jessica. Nanti kalau dia sudah siuman, sampaikan salam eomma untuknya. Kau sudah eomma bawakan kemeja, ganti pakaianmu yang penuh dengan noda darah itu..’’
Sekarang eomma dan appa akan pulang, mereka menyuruhku untuk menjaga jessica, aku hanya mengangguk. Dan setelah itu mereka langsung pergi keluar.
Hari sudah mulai gelap,kenapa yeoja ini tidak bangun-bangun juga ya?
Aiish… sudahlah, lebih baik aku mandi saja.
                                                                         **********
jessica*pov.
Kubuka mata pelan, rasa sakit di kepala dan juga lengan langsung menyambutku. Aku sedikit meringis kecil, tak berniat untuk duduk, karna memang aku merasa belum bisa menggerakan tubuhku yang lemas ini.
Apa aku ada dirumah sakit? Mungkin. luhan, apa namja itu yang membawaku kesini?
Tanpa sadar aku memegang keningku, teringat dengan kecupan yang diberikan oleh namja itu. Tapi cepat-cepat aku langsung menggeleng, lantas tersenyum. Apa yang aku fikirkan sekarang ini? Namja itu benar-benar……
             ‘’ akhirnya kau bangun juga. Aku bahkan sampai ingin memukul tubuhmu jika kau tak bangun-bangun.’’ Itu suara luhan.
Aku mendengus kesal mendengar ucapanya, itu candaan atau hinaan?
luhan berdiri di ambang pintu kamar mandi, rambut namja itu sedikit basah, wajahnya juga terlihat lebih segar, dan dengan t-shirt biru, membuatnya lebih terlihat tampan. Haht, tampan? Apa yang sedang aku fikirkan? Kenapa aku bisa mengucapkan kalimat itu? Untung hanya di dalam hati, kalau luhan sampai mendengarnya, bisa-bisa dia langsung menggodaku terus.
             ‘’ kau tidur sangat lama. Setengah jam lebih, bahkan saat eomma dan appa datang kesini saja, kau tidak bangun-bangun juga. Aiish, dasar yeoja…’’
            ‘’ yeoja apa?!’’ potongku cepat- memandangnya tajam.
             ‘’ yah… yeoja, kau memang yeoja kan?’’ sangkalnya- sarat dengan senyum takut tercetak di bibirnya. Aku tersenyum dalam hati.
 luhan duduk di sofa panjang, namja itu mengambil sebuah majalah dan mulai membacanya
.
              ‘’ tadi kau bilang nyonya choi dan presdir choi datang kesini, untuk apa?’’ tanyaku-
              ‘’ menjengukmu, kau juga dapat salam dari eomma’’
luhan menjawab tanpa memandangku- kedua mata namja itu masih focus dengan majalah yang dipegangnya, membuatku mencibir kesal.
Saat aku akan kembali memejamkan mata, suara luhan terdengar.
                ‘’ jangan tidur terus. Tadi dongsaengmu juga menelfon, dia menitipkan salam untukmu, dia juga bilang kalau dia sangat menyayangimu’’
DEG….
sehun, dongsaengku itu sekarang pasti sedang mencemaskanku. Dia pasti ketakutan, aku tak boleh membiarkanya sendiri. Aku harus pulang.
                  ‘’ ya… kau mau kemana?’’
luhan memegang lengan kiriku- ketika namja itu melihatku yang berniat akan turun dari ranjang.
Dengan pelan kulepaskan pegangan namja itu dari lengan kiriku.
                   ‘’ aku harus pulang luhan-ag.’’ Jawabku- masih berniat akan turun dari ranjang, tapi sial, namja itu malah mencengkram kedua bahuku kuat, membuatku mau tidak mau kembali berbaring di ranjang. Namja itu menatapku tajam. Membuatku merasa jengah.
                 ‘’ kau masih sakit. Jangan keras kepala lagi, besok aku janji akan mengantarkanmu pulang,’’ ucapnya- masih dengan kedua mata yang menatapku.
Aku diam, tak menjawab ucapanya barusan, dan setelah namja itu melepaskan cengkramanya, aku langsung memejamkan kedua mataku. Karna….. karna aku tak berani menatap kedua mata namja itu, aku merasa….. aku merasa…. Entahlah.
Aku masih belum bisa tidur, tapi kedua mata ini masih terpejam. Dan tiba-tiba saja, aku merasakan ada seseorang yang mengelus puncak kepalaku pelan. Sangat pelan, seakan dia takut kalau aku terbangun. Hingga kurasakan, ada sebuah kecupan di kening yang sangat lembut. Membuatku sedikit tersentak, kecupan itu sama seperti luhan yang melakukanya. Mungkinkah….
                  ‘’ mungkin aku jatuh cinta padamu..’’
Suara luhan. Tuhan….. perasaan apa lagi ini? Kenapa aku sangat senang mendengar ucapan namja itu?
Author pov*
08.00, seoul hospital.
jessica sejak tadi hanya diam. Tiap kali luhan mengajaknya mengobrol, jessica hanya menjawabnya dengan senyuman, kalau tidak ya hanya dengan gumaman. Membuat namja itu bingung.
luhan sendiri tidak tahu kalau sekarang jessica sedang mengontrol perasaanya sendiri, yeoja itu sangat gugup ketika luhan mengajaknya mengobrol, apalagi ketika namja itu menatapnya. Membuatnya salah tingkah.
                  ‘’ terima kasih atas semua bantuanmu luhan-ag. Kalau begitu aku pulang dulu, anyeong….’’ jessica membungkukan tubuhnya sedikit, luhanmenatapnya diam.
Hari ini jessica memang diizinkan oleh pihak rumah sakit untuk pulang kerumahnya, tapi yeoja itu diharuskan beristirahat lebih, karena luka dilenganya belum sembuh total.
Selama perjalanan jessica terus mengomel, kenapa luhan sama sekali tidak mengejarnya? Apa namja itu tidak khawatir melihatnya pulang sendirian dengan keadaan yang seperti ini? Sekarang yeoja itu harus menopang lengan kirinya yang masih diperban, mengingat lengan kirinya belum sembuh total. Tidakkah namja itu merasa cemas?
Tiba-tiba saja sebuah mobil yang fammilier bagi jessica, berhenti tepat disamping yeoja itu. Seseorang yang sejak tadi terus difikiran yeoja tersebut turun dari mobil dan langsung membukakan pintu mobil untuknya.
          ‘’ Masuklah. Bukankah aku sudah berjanji akan mengantarkanmu pulang?’’
Suatu pertanyaan yang tandas dengan pernyataan. Sedikit pelan luhan mendorong tubuh jessica kedalam mobil, dan bodohnya yeoja itu hanya menurut tanpa sedikitpun menolak.
          ‘’dimana rumahmu?’’ tanya luhan- yang sekarang sedang menyetir.
jessica diam, yeoja itu menggigit bibir bawahnya pelan, dia tidak senang dengan perasaamya ini. Yeoja itu ingin cepat-cepat pergi dari namja yang duduk disampingnya ini.
          ‘’ ya…. Kau tak mendegar pertanyaanku? Kau melamun?’’ luhan mencubit pipi jessica pelan, membuat yeoja itu langsung menjerit- antara kaget dan sakit. luhan malah tertawa melihatnya.
            ‘’ luhan-ag… kau tak tahu kalau aku sedang sakit? Jangan seenak jidatmu mencubiti pipi orang yang sedang sakit ini. Menyebalkan sekali’’
Kembali luhan tergelak tawa, entah apa yang membuat namja tampan itu tertawa selepas ini. Ucapan jessica kah? Entahlah. Yang pasti itu malah membuat jessicamerengut kecil.
luhan tersenyum, menyadari kalau jessica sedang kesal-mungkin karna tawanya yang sejak tadi tak kunjung reda. Tangan namja itu terangkat, dan mengacak puncak kepala jessica pelan- fokusnya masih berada dijalan. Tak menyadari jika saat ini jessica tertegun- tertegun dengan perlakuan luhan barusan, yang sukses membuat jantungnya berdegup kencang.
                                                                        *************
                 ‘’ kau tak mempersilahkan aku untuk masuk kedalam rumahmu nona jung?’’
luhan berdiri disamping jessica- dengan kedua tangan dilipat didepan dada. jessica merengut kecil.
                ‘’ kalau kau ingin masuk, masuklah. Toh, rumahku tidak sebesar rumahmu, kau pasti akan menyesal masuk kedalamnya’’ ucap jessica cuek- yeoja itu langsung masuk kedalam rumahnya.
luhan mencibir kesal, sedikit tersinggung dengan ucapan yeoja itu barusan. Masih dengan tampang kesal, namja tampan itu mengikuti langkah jessica dari belakang.
Rumah ini tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Sederhana. Satu kata yang pas untuk menggambarkan keadaan rumah jessica, menurut luhan.  Banyak hiasan dinding yang mewarnai keadaan rumah jessica, yang menurutnya sangat nyaman.
luhan duduk disofa panjang, jessica entah kemana. Ketika kedua matanya menangkap sebuah figura foto yang terpajang di meja yang berada disampingnya- namja itu langsung mengambilnya.
Senyum simpul menghiasi bibirnya ketika melihat foto yang berada dalam figura cantik itu, keluarga yang sepertinya sangat bahagia, jessica yang saat itu masih memakai seragam sekolah merangkul seorang namja- yang juga memakai seragam sekolah. Namja setengah baya, dengan yeoja sepantaranya tersenyum lebar. Sama dengan jessica dan namja- yang luhan duga sebagai namdongsaeng yeoja tersebut.
          ‘’ ehem’’
Suara deheman itu sukses membuat luhan sedikit terkejut, namja itu langsung mengembalikan figura tersebut ketempatnya semula. Jessica datang dengan tangan kanan membawa secangkir minuman. Luhan tersenyum.
         ‘’tak usah repot-repot nona jung…’’ ucapnya manis, membuat jessica muak mendengarnya.
luhan meminum teh itu pelan, setelahnya ia menaruh teh itu dimeja.
        ‘’orang tuamu dimana? Dongsaengmu juga tidak terlihat.’’ Tanya luhan polos.
Pertanyaan itu malah sukses membuat jessica terhenyak, sebisa mungkin dia bersikap wajar.
        ‘’ orang tuaku sudah tiada. Sedangkan sehun- namdongsaengku itu sedang kuliah’’ jawab jessica tanpa memandang wajah luhan, yang menatapnya sedikit kaget.
Namja itu tidak menyangka kalau orang tua jessica telah tiada, ia merasa menyesal telah mengucapkan pertanyaan tadi. Namja itu merutuki kebodohanya dalam hati.
Mereka meningggal karna dongsaengmu luhan-ag…. Tentu kalimat itu hanya bisa jessica ucapkan dalam hati, yeoja itu menahan air matanya yang ingin keluar.
          ‘’  mianhae luhan-ag, aku ingin ke kamar mandi dulu.’’ Setelah mengucapkan kalimat tersebut jessica langsung pergi dari hadapan luhan. Meninggalkan namja itu yang menatapnya- menyesal.
                                                                                                                                 TBC….
hyaaa..
akhirnya selesai juga. kesel. cape ngetik, nyarii inspirasi kemana-mana..
sebelumnya minal aidhin yaaa. maafnya kalo author yg kece ini dikit salahnya banyak baiknya. haha..
okok..
jangan lupa komen oke? sorry kalo ffnya makin geje aja.
tinggal 2 part lagi menjelang ENDING santai, aku bakal banyakin luhan-jessica momentnya.
buat readers yg pingin ada moment hunstal, ntar aku selipin dikit-dikit deh. haha..
biar adil. semuanya, bagi rata. oke???

 

Iklan

37 pemikiran pada “Between Love and Revenge | Part 5 |

  1. Wahh, romantiss banget eon luhan sama jessica nya *O*
    itu sehun kelewatan masa noonanya sendiri ditusuk(?)#plakk #kidd
    Luhan kayaknya doyan bener sama jidat(?)nya jessica ya? :v wkwk
    banyakin ya eon hansica momentnya 😀
    Ngomong2 part ini bikin senyum2 sendiri XD Keren banget! ditunggu part 6 nya 😀

  2. Hiahahah/? –_– #abaikan
    Keren lhooo ‘-‘
    Koq selalu lama sih lanjutnya 😦 #plakk
    Oh ne, Nado Minal Aidzin ._.
    Dilanjut ne thor , jangan lama2^^

  3. yahhh TBC padahal bentar lg aku pengen nangis nihh
    ehh malah gajadi tapi gapapa dahh 😀
    ditunggu chap 6nya yaaaaaa
    jangan lama2 lhoo

  4. Akhirnya di lanjut juga..
    Kyaaa, sica eonni terluka..
    HanSica 😀
    Kenapa sehun bicara ke luhan untuk menjaga sica???
    Huaaa, di tunggu kelanjutanya…

  5. haha thor kyak bgi beras j dpet rata. oh ea ff’a ttep bgus… moment lusica bkin senyum2 sndri. so sweet.
    minal aidhin walfaizin jg thor…
    ditgu ea part slnjut’a.

  6. huaaa .. akhirnya part yg aku tunggu2 datang jga . ceritanya makin seru . daebbak deh ff nya . ditunggu kelanjutannya “jagn lama2 di post part slanjutnya” 😀

  7. akhirnyaaaaaaaaaaaa lusic is back XD
    ih so sweet loh thor disini
    banyakin lagi ya adegan romantisnya
    ditunggu kelanjutannya dalam 5… 4… 3… 2… 1…

  8. Luhan khawatir banget pada jessica.
    Penasaran banget dengan ibu luhan sangat khawatir dengan jessica.
    Apa ibu luhan tahu keluarga jessica?
    Ceritanya semakin seru.
    Sayang banget sehun pada jessica.
    Luhan suka pada sica ni.
    Lanjut!!!

  9. Eh, luhan suka sama jidatnya jessica ya?
    Apa karena jenong? -_-
    Banyak lusic momentnya :3
    Nanti ada hunstal moment?
    Gapapa sih. Asal gak pacaran aja :3 atau saling suka gitu.
    Kalo hunstal pacaran lusicnya gabisa nikah dong?/ :3

  10. sehun gegabah nekat banget sih,..
    kan udh dibilangin ma sica jngn turun tangn, sica g mau kehilangan dongsaeng yg caem ky sehunnn..
    cius mi apa luhan , knp g nembak langsung sica ja, eh g deh langsung jak nikah aja,..
    apa hubungannya sica n eomma luhan?
    lanjut
    Hwaiting(Y)

  11. Keren thor, moment hansica nya bikin nyengir gaje xD
    Oke, ditunggu moment HunStal nya yaa thor!! XD dipublishnya jgn lama2… 😀

  12. HIYAAAAAAAH!!!!!! AUTHOR!!!! PLISSS DEH YAAA!!! INI FF KECE BEUD TAU GAK?! GATAU KAN?! MAKANNYA NIH GUE KASIH TAUUU!!!!!!!!!! *CAPS DITELEN AURA FANGIRLING#PLAKK#ABAIKAN

    LUHAAAAN!!!! JESSICAAAAAAA!!! HIYAAAAA!!! KALIAN BERDUA KOK SO SEWIT BINGIT SIH YAAAPZZ!!!! KYAAAAAAAAA!!!!! *TERIAK PAKE TOA

    KRYSTAL SEHUUN!!!!! KALIAN BERDUA BERSATU AJA COBA SANA!!! KALO GA BERSATU NTAR GUE HANYUTTIN DI SUNGAI NIIILL!!!!!!!(?)

    Eh, bentar2, ini gue kenapa? -_- BEHAHAHAHA,,, lupakan dah comment diatas,,

    NEXT CHAPTER DITUNGGU THOR!!!!!! *TERIAK SEMANGAT 45

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s