The Real Good Man | Oneshoot |

The Real Good Man

 

Title : The Real Good Man

Author : Жin Genie

Cast : Xi Luhan

Jessica Jung

Kwon Yuri

Genre : Romance

Rating : Teen

Length : OneShoot

 

 

*** The Real Good Man by Жin Genie***

 

 

 

“Bawakan tasku”perintah seorang yeoja kepada seorang namja dengan suara angkuhnya.

 

“Ne”balas sanga namja sambil tersenyum lalu membawakan tas yeoja yang lumayan berat, entah apa isinya. Si yeoja mengeram kesal, niatnya ingin membuat sang namja kesal tidak berhasil, malah dia yang dibuat kesal karena namja itu selalu sabar dan ramah atas semua sikapnya.

 

“Ini juga ya”ucap sang yeoja sambil tersenyum manis, tapi sayang itu hanya senyum palsu. Lalu ia menyerahkan kamus bahasa korea yang sangat tebal, tebal kamus itu sanggup membuat orang pingsan jika dipakai untuk memukul orang.

 

“Ne”sahut namja itu sambil tersenyum, tersenyum ramah dan tulus, sangat berbeda dari senyum yang tadi ia tunjukan.

 

Kenapa namja ini selalu tersenyum sih? Walaupun aku terus menerus memerintahnya. Apa dia gila? Pikir sang yeoja kesal karena semua rencananya untuk membuat namja itu kesal tidak berhasil sama sekali.

 

 

 

***The Real Good Man***

 

“Bantu aku”ucap seorang yeoja sambil memasang puppy eyes.

 

“Bantu apa?”tanya yeoja satunya lagi.

 

“Bantu aku untuk membuat Luhan tidak menyukaiku dan memutuskan pertunangan bodoh itu”ucap yeoja pertama.

 

Mata yeoja kedua terbelalak mendengar penuturan yeoja pertama“Ya! Jessica Jung, kau memang yeoja yang tidak tahu terima kasih”ucap yeoja kedua kepada sahabat baiknya itu yang ternyata bernama Jessica.

 

Jessica menyeritkan dahinya“Apa maksudmu Yuri-ah?”tanya Jessica bingung.

 

“Seharusnya kau berterima kasih kepada orangtuamu yang sudah memilihkan calon suami yang hamper sempurna seperti Luhan, bukannya malah ingin membuat Luhan tidak menyukaimu”ucap Yuri gemas. Jessica berpikir sejenak. Sebenarnya yang di upcakan Yuri benar. Hanya saja, ia jadi tidak begitu suka dengan namja yang di jodohkan dengannya ini, mungkin karena dijodohkan.

 

“Aku hanya sedang berusaha agar dia menunjukan sifat aslinya padaku Yuri-ah”bela Jessica.

 

“Bagaimana jika sifat aslinya yang memang baik?”tanya Yuri balik.

 

Jessica berpikir lagi“Maka dari itu kita perlu membuktikannya kan”jawab Jessica sekenanya, ia sendiri tidak yakin dengan apa yang ia katakan yang jelas ia hanya ingin membatalkan pertunangannya dengan namja yang bernama Luhan.

 

“Tersrerah kau sajalah, jangan sampai kau menyesal saja nantinya”nasihat Yuri seraya melirik Jessica malas. Ia sudah lelah meyakinkan temannya itu jika Luhan memang orang baik dan tidak sepantasnya diperlakukan buruk oleh Jessica.

 

“Deg”

 

Menyesal? Akankah aku akan menyesal? Entahlah. Tapi, oh c’mon ini tahun 2012 dimana orang bebas memilih apa yang ia mau, termasuk juga dengan urusan pendamping hidupku. Tapi kenapa orang tuaku itu kolot sekali, menjodohkanku dengan orang yang aku saja belum tahu sifat dan karakternya. Maka dari itu aku berusaha dengan keras agar orang yang di jodohkan denganku itu kesal dan bahkan marah padaku lalu memutuskan perjodohan ini. Sebenaranya orang yang di jodohklan dengannya itu tidak jelek, bahkan termasuk orang tampan yang pernah aku lihat, ia juga baik, pintar pula dan tak lupa juga dari kalangan orang berada, em bahkan jauh lebih berada dari keluargaku. Sebenarnya orang yang dijodohkan denganku adalah namja sempurna yang banyak diidamkan oleh kebannyakan yeoja di dunia ini. Tapi tetap saja aku tidak mau di jodohkan, aku ingin memilih orang yang akan mendampingiku itu sendiri, tidak salah bukan?pikir Jessica beragumen.

 

 

 

*** The Real Good Man ***

 

Hari ini aku akan memulai aksiku lagi. Aku akan menyuruhnya menjemputku dan mengantarkanku ke kampus. Sebenarnya aku tahu kalau hari ini ia juga sedang ada jadwal kuliah. Aku ingin membuatnya marah-marah padaku? Hehe, pintarkan aku? Pikirku senang karena ia merasa rencananya kali ini akan membuahkan hasil.

 

Yeoboseo”ucap ku.

 

“….”

 

“Jemput aku sekarang, dalam waktu 30 menit kau harus sudah sampai di rumahku. Sebentar lagi aku ada kuliah”ucapkku dan langsung memutuskan sambungan telepon tanpa menunggu jawabannya.

 

Awas saja kalau sampai ia terlambat, aku akan memarahinya habis-habisan. Aku sangat yakin kalau ia akan terlambat menjemputku karena rumahnya yang memang jauh dari rumahku. Rumahku yang berada di kawasan Dongdaemul dan rumahnya yang berada di kawasan Kangnam. Waktu yang di butuhkan untuk sampai dirumahku adalah 45 menit, itupun kalau ia tidak terkena macet. Aku terkikik senang membayangkan Luhan marah-marah padaku lalu memutuskan pertunangan bodoh itu.

 

Sudah 30 menit, Luhan belum juga datang, sesuai dengan perkiraanku. Aku akan menyiapkan makian untuknya, hehe.

 

Sekitar 10 menit kemudian barulah mobil audi hitamnya memasuki parkiran rumahku. Aku langsung bergegas keluar dan menghampirinya.

 

aku memasang wajah dingin dan melipat kedua tanganku di depan dada.“Kau terlambat 10 menit 50 detik”ujarku ketus.

 

Luhan tersenyum manis kearahku. Hei? Apakah dia gila? Aku sedang marah padanya, kenapa ia malah tersenyum manis seperti itu? Pikirku kesal.

 

“Kenapa kau malah tersenyum seperti itu?”tanyaku bingung.

 

“Ah, mianhae. Aku terlambat karena aku tadi membelikanmu ini”ucapnya sambil memberikanku sekotak Brownnis cokelat kesukaanku. Hei, bagaimana ia tahu kalau aku suka Brownnis? Dan lagi ini kan Brownnis dari Kara bakery yang terkenal kelezatanya di Seoul dan jika ingin mendapatkannya harus mengantre panjang.

 

“Dari eommamu, aku tahu kau sangat suka Brownnis cokelat dan juga tentang kebiasaanmu yang tidak suka sarapan. Jadi kau bisa makan Brownnis ini jika kau merasa lapar”ucapnya sambil tersenyum. Oh my.. bisakah sehari saja dia tidak tersenyum seperti itu? Senyumnya itu membuatku tidak karuan. Dan tunggu, dia menyakan semua itu kepada eommaku? Ah, aku lupa kalau eomma adalah orang yang paling setuju dengan perjodohan ini.

 

“Ohh”responku singkat.

 

“Hari ini kau tidak ada jadwal kuliah?”tanyaku berbasa-basi.

 

“Sebenarnya ada dan seharusnya aku sudah masuk dari 30 menit yang lalu”ucap Luhan.

 

Aku tertawa senang dalam hati.

 

“Tapi kau tenang saja, aku sudah meminta Kyosunim untuk menunda jam kuliahku jadi aku masuk dua jam lagi”tambah Luhan sambil tersenyum manis.

 

Ah rencanaku gagal, kenapa sih dia selalu saja beruntung dan lagi-lagi dia harus tersenyum seperti itu. Menyebalkan!

 

“Oh”responku singkat—lagi.

 

 

 

*** The Real Good Man ***

 

“Wah, sepertinya enak”seru Yuri dan hendak mengambil Brownnisku, tapi dengan cepat kuhalangi tangannya.

 

“Kau tidak boleh memakannya”omelku sambil memukul pelan tangan Yuri yang hendak mengambil Brownnisku.

 

Yuri menyeritkan dahinya“Wae?”tanya bingung.

 

“Aku sedang lapar, jika kau minta nanti aku jadi tidak kenyang”jawabku seadanya.

 

“Pelit”cibir Yuri sambil mengerucutkan bibirnya, haha lucu sekali ekspresinya yang seperti itu. Bayangkan saja seorang yeoja tomboy tapi bertingkah seperti itu.

 

“Biar”balasku sambil me-meletkan lidah.

 

Yuri menautkan kedua alisnya bergaya seperti detektif yang sedang menangani kasus berat dan aku tidak suka itu. “Tapi tunggu, bagaimana kau bisa mendapatkan Brownnis dari Kara bakery? Tidak mungkin kan kalau kau mau mengantre panjang”selidik Yuri.

 

Benarkan? Dia menyebalkan jika sudah bertingkah seperti itu.

 

“Dan tidak mungkin juga jika eommamu yang membelikannya karena beliau adalah orang yang sibuk”tambah Yuri.

 

Aku benci kenapa mempunyai sahabat sepintar Yuri, aku jadi tidak bisa berbohong padanya, menyebalkan.

 

“Deg”

 

“Memang bukan aku atau eomma yang membelinya”jawabku sesantai mungkin, supaya ia tidak curiga. Aku malas jika harus diintrogasi olehnya.

 

“Lalu siapa?”selidiknya lagi.

 

Banyak tanya kau Kwon Yuri.

 

“Rahasia”ucapku sambil me-meletkan lidah.

 

“Ck, paling juga yang membelikannya Luhan”cibir Yuri.

 

Kenapa tebakkan Yuri selalu benar? Runtukku dalam hati.

 

“Bagaimana kau menyimpulkan kalau yang membelikannya itu Luhan? sok tahu sekali”elakku.

 

Ayolah Yuri jangan membuatku semakin pusing dengan pertanyaanmu itu.

 

“Ck, tak usah bohong, aku tahu pasti kalau yang membelikannya itu Luhan”ucap Yuri yakin seraya memasang wajah sok tahunya yang sangat menyebalkan.

 

“Sepertinya kau sudah menyukai Luhan, buktinya saja kau tidak ingin berbagi denganku makanan darinya”tambah Yuri semakin sok tahu.

 

Ya! Kenapa kau berpikir seperti itu sih? Kan tadi aku sudah bilang, kalau aku ini sedang lapar”elakku lagi.

 

“Jessica Jung, aku mengenalmu bukan dari kemarin tapi melainkan dari 5 tahun yang lalu, jadi aku hapal betul kebiasaanmu yang tak akan mau berbagi apapun jika itu pemberian dari orang yang kau suka”jelas Yuri membuatku kalah telak dan tak bisa membantah ucapannya lagi.

 

“Deg”

 

Apakah benar yang dikatakan Yuri? Bahwa aku menyukai Luhan? Ah tapi tidak mungkin, aku kan baru sebenatar mengenalnya. Lagipula aku kan hanya tidak ingin berbagi makanan kesukaanku saja karena aku sedang lapar. Tapi…bagaimana jika ucapan Jessica memang benar? Arghh aku pusing.

 

Ya! Kenapa kau bengong eoh?”tanya Yuri mengagetkanku. Aku menggelengkan kepalaku”aku tidak bengong kok”elakku.

 

“Haha. Semakin kau mengelak semakin jelas terlihat kalau kau memang menyukainya”goda Yuri seraya menunjuk wajahku dengan begitu senang.

 

“Terserah”balasku malas.

 

 

 

*** The Real Good Man ***

 

Aku terus memikirkan perkataan Yuri kemarin siang. Apakah aku benar-benar menyukai Luhan?

 

“Pluk”

 

“Aww”ringis Jessica dan mengelus kepalanya yang terkena lemparan spidol.

 

“Jessica Jung jangan melamun di kelas saya”ucap Park kyosunim tegas.

 

Ne kyosunim”balas Jessica patuh.

 

Sial, ini semua karena Luhan. Runtukku dalam hati.

 

Selama pelajaran Park kyosunim aku tidak bisa konsentrasi sedikitpun, pikiranku  tertuju pada Luhan, Luhan dan Luhan.

 

Kenapa harus Luhan yang ada dalam pikiranku. Menyebalkan!

 

 

 

*** The Real Good Man ***

 

Jessica menatap namja yang sedang mengemudi disampingnya dengan intens.

 

“Kenapa kau menatapku seperti itu?”tanya Luhan tanpa menoleh kearah Jessica. Ya, orang yang sedang di perhatikan Jessica adalah Luhan.

 

Jessica tidak menjawab pertanyaan Luhan, dia masih terus memperhatikan Luhan dengan cermat.

 

“Apa sekarang kau sudah menyukaiku?”tanya Luhan sekali lagi, tapi kali ini sambil menoleh kearah Jessica dan tersenyum manis. Sontak Jessica langsung salah tingkah, karena Luhan memergokinya sedang menatap-nya.

 

“Pe-percaya diri sekali kau”elak Jessica dengan terbata dan muncul semburat merah di pipinya. Luhan tersenyum mendengar elakan Jessica. Padahal sudah sangat jelas terlihat dari cara Jessica menatapnya dan pipi Jessica yang sekarang memerah.

 

“Haha. Pipimu merah”ledek Luhan.

 

Mwo? Pipiku merah? Aiss, malu sekali.

 

Jessica memegang pipinya yang terasa panas dan melirik sekilas Luhan yang masih asik menertawai-nya.

 

Awas kau, akan kubalas !

 

 

 

*** The Real Good Man***

 

“Jessica-ya”panggil eomma Jessica yang sedang sibuk menonton Televisi itu. Jessica yang merasa di panggil pun menghampiri eommanya dan duduk di sebelah kiri eommanya.

 

“Bagaimana hubunganmu dengan Luhan?”tanya sang eomma sambil mengelusk Jessica dengan sayang.

 

“Biasa saja”jawab Jessica malas.

 

“Loh? Kenapa? Apa Luhan membuatmu kesal?”tanya eomma Jessica penasaran dengan reaksi anaknya itu.

 

“Ne, dia sangat menyebalkan”jawab Jessica ketus.

 

Mrs. Jung menyeritkan dahinya. “Aneh, setahu eomma Luhan itu orang yang sangat baik”ucap Mrs. Jung .

 

“Jadi eomma tidak percaya padaku?”rajuk Jessica.

 

Aniyo, bukan seperti itu Jessica-ya. Luhan yang eomma kenal sangat baik dan sopan”jelas Mrs. Jung sebelum anaknya itu salah paham dan marah.

 

“Mungkin dia di depan eomma pura-pura baik”ucap Jessica memanasi.

 

Eomma rasa tidak, saat eomma bertemu dengannya pertama kali waktu itu kami tidak saling kenal dan dia membantu eomma mengangkat belanjaan eomma yang banyak dan berat sampai parkiran”jelas Mrs. Jung. Jessica yang mendengar eommanya selalu membangga-banggakan Luhan pun merasa sebal. Secara tidak langsung eommanya menyalahkan dirinya karena atas sikap menyebalkan Luhan.

 

“Bagaiman kalau kau pergi kencan dengan Luhan agar kau lebih mengenalnya”ucap eomma Jessica tiba-tiba.

 

Jessica membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang di katakana eommanya itu. “Aku tidak mau eomma”tolak Jessica tegas.

 

“Ayolah eomma yakin kau akan menyukai Luhan setelah kau tahu betapa baik dan sopannya Luhan itu”bujuk Mrs. Jung.

 

Eomma, kalau aku bilang tidak ya tidak”ucap Jessica dengan sedikit member tekanan pada kata ‘tidak’. Mrs. Jung menghela napas pelan lalu raut wajahnya berubah jadi murung.

 

“Kau tidak sayang eomma lagi”ucap Mrs. Jung tiba-tiba dengan nada yang sedih.

 

Mendengar ucapan eommanya yang sedikit aneh sekarang giliran Jessica yang menghela napas pelan lalu dengan raut wajah yang melas. Jessica tahu betul jika eommanya sudah seperti itu mau tidak mau ia yang harus mengalah.

 

“Huft”

 

“Baiklah, aku akan kencang dengan Luhan, tapi ini yang pertama dan yang terakhir”ucap Jessica memberi syarat.

 

Wajah Mrs. Jung langsung kembali berseri. “Kau memang anak eomma yang paling baik” Mrs. Jung.

 

“Ya ya ya”sahut Jessica malas.

 

Eomma akan memberitahu Luhan kalau minggu ini kalian akan kencan. Pasti Luhan akan sangat senang mendengar kabar ini” Mrs. Jung sambil mencoba menghubungi Luhan-calon menantunya.

 

Jessica menatap eommanya malas lalu berjalan kearah kamarnya yang berada dilantai dua, ia malas mendengar percakapan eommanya dengan Luhan.

 

 

 

*** The Real Good Man***

 

“Kau kenapa? Kuperhatikan hari ini kau tidak semangat sekali?”tanya Yuri penasaran apa yang membuat sahabatnya ini menjadi sangat pendiam seperti ini.

 

Saat ini Yuri dan Jessica tengah makan di salah satu restoran langganan mereka. Jessica menyeruput Orange Juice pesanannya lalu menghela napas pelan.

 

“Kenapa dia selalu saja beruntung?”ucap Jessica menggantung.

 

Yuri menautkan kedua alisnya. “Dia siapa?”selidiknya penasaran.

 

Jessica kembali menghela napasnya lalu menatap Yuri malas. “Ah aku tahu, pasti Luhan”ucap Yuri yakin, siapa lagi yang bisa membuat Jessica-sahabatnya itu murung kecuali Xi Luhan.

 

“Kenapa dia selalu beruntung?”ulang Jessica.

 

Yuri terkikik mendengar pertanyaan Jessica. “Orang baik memang selalu beruntung“Jawab Yuri sambil mengulum senyum.

 

“Dan orang jahat selalu sial”tambahnya menyindir Jessica.

 

Jessica kembali menyeruput Orange Juice pesanannya dengan malas karena mendengar ucapan terakhir Yuri yang sangat menyindirnya.

 

“Menyebalkan”runtuk Jessica.

 

 

 

***The Real Good Man***

“Hari ini kau nampak begitu cantik”puji Luhan ketika ia dan Jessica sudah berada di dalam mobil menuju taman hiburan.

 

Sudut bibir Jessica membentuk lengkungan, tapi beberapa detik berikutnya ia memasang wajah dinginnya lagi. “Ohh jadi selama ini aku jelek, begitu maksudmu?”sahut Jessica tidak bersahabat.

 

“Tentu saja bukan begitu, hanya saja hari ini kau jauh lebih cantik dari biasanya. Hari ini kau lebih bersinar”jelas Luhan sebelum Jessica salah paham dengan apa yang ia katakan dan membantalkan kencan mereka.

 

Jessica memalingkan wajahnya—menatap jalanan kota Seoul yang nampak senggang di minggu siang yang cerah ini. Ia tidak mungkin membiarkan Luhan melihat semburat merah dari pipinya dan membuat Luhan menjadi besar kepala.

 

 

 

***The Real Good Man***

 

 

 

Luhan menggenggam tangan Jessica lembut. Jessica berusaha melepas genggaman tangan Luhan karena terlalu terkejut dengan perbuatan Luhan yang diluar dugaanya itu. “Kumohon biarkan seperti ini..setidaknya hari ini saja. Aku ingin merasakan menjadi kekasihmu”pinta Luhan lembut tanpa ada unsur paksaan dari nada suaranya.

 

Jessica memalingkan wajahnya ke arah lain, ia tidak sanggup menatap Luhan secara langsung terlebih dengan detak jantungnya yang berdegup tidak karuan saat ini.

 

Berdetaklah secara normal jantung sialan. Maki Jessica dalam hati.

 

Merasa tidak ada penolakan dari Jessica, Luhan melanjutkan jalannya dengan tangannya yang menggenggam tangan Jessica erat seolah jika ia mengendurkan sedikit saja genggamannya Jessica akan pergi meninggalkannya. Suasana canggung meliputi dua manusia itu. Mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.

 

“Kau ingin menaiki wahana apa?”tanya Luhan lembut seraya menoleh ke arah Jessica yang berada di samping kirinya. Mendengar pertanyaan Luhan sontak Jessica menoleh dan mendapati Luhan yang sedang tersenyum manis padanya dan jantung Jessica kembali berdetak tidak karuan. Jessica tercekat, ia tidak bisa mengatakan apapun saat ini bahkan untuk mengedipkan matanya saja ia tidak bisa.

 

Melihat Jessica yang diam mematung itu membuat Luhan khawatir. “Jessica-ya apakah kau baik-baik saja? apa kita batalkan saja kencan hari ini? sepertinya kau sedang tidak enak badan”seru Luhan dengan nada suara yang terdengar begitu khawatir di dukung dengan raut wajahnya yang sekarang berubah panik.

 

Lagi-lagi Jessica diam saja. Dalam hati Jessica ingin sekali memaki Luhan. Ia seperti ini juga karena namja itu—Luhan. Hari ini Luhan nampak begitu tampan dimata Jessica membuat Jessica sedikit gila, ah tidak bukan sedikit gila tapi sangat gila.

 

Luhan menyentuh kening Jessica untuk memastikan bahwa yeojanya itu baik-baik saja tidak dalam keadaan demam tinggi. “Tidak demam”gumam Luhan pelan. Ia menyentuh kedua bahu Jessica dan mengunci tatapan mata Jessica. “Jessica-ya kumohon bicaralah, jangan diam seperti ini kau membuatku sangat khawatir”ujar Luhan begitu frustasi.

 

Jessica menepis tangan Luhan yang berada di bahunya lembut. “A-aku baik-baik saja Luhan-ssi”ujar Jessica dengan nada suara sedikit lembut yang terdengar cukup aneh tidak seperti biasanya yang selalu ketus.

 

“Kau yakin?”tanya Luhan memastikan seraya menatap lekat kedua bola mata Jessica.

 

Jessica memalingkan wajahnya. “Aku ingin naik komedi putar”ucap Jessica seraya berjalan menuju komedi putar meninggalkan Luhan yang kebingungan ditempat semula.

 

“Cepat Xi Luhan!”seru Jessica kencang dari antrian komedi putar.

 

Senyum Luhan seketika langsung merekah. “Ah ternyata dia baik-baik saja”gumam Luhan lega karena Jessica sudah kembali seperti semula menjadi yeoja yang galak kepadanya.

 

“Iya, tunggu”seru Luhan seraya menghampiri Jessica.

 

 

***The Real Good Man***

 

 

 

Jessica terus saja menggerutu kesal setelah menaiki wahana komedi putar. “Tidak seru sama sekali!”ucapnya entah itu untuk yang kesekian kalinya.

 

Melihat tingkah Jessica membuat Luhan menggelengkan kepalanya pelan. “Bukan kah tadi kau sendiri yang ingin menaiki wahana komedi putar?”tanya Luhan bingung.

 

Jessica melirik Luhan sinis. “Ini semua karenamu”omelnya.

 

Luhan menaikan sebelah alisnya bingung kenapa ia jadi yang disalahkan. “Anggap saja itu memang salahku”ucap Luhan mengalah, ia tidak ingin acara kencannya ini berantakan dengan perdebatan yang tidak penting. “Lalu sekarang kau ingin menaiki wahana apa?”tanya Luhan kemudian.

 

“Aku lelah”ujar Jessica dingin lalu berjalan menuju kursi terdekat. Luhan mengikuti Jessica dari belakang.

 

“Apa kau ingin makan es krim?”tawar Luhan dengan senyum manisnya.

 

Mendengar kata ek krim Jessica langsung menoleh ke arah Luhan dengan mata berbinar. “Es krim cokelat..jumbo”ucap Jessica cepat.

 

“Ah baiklah, kau tunggu disini sebentar”seru Luhan lalu berlari menuju penjual es krim yang jaraknya cukup jauh dari tempat awal mereka.

 

Melihat punggung Luhan yang semakin menjauh entah mengapa membuat Jessica menyunggingkan senyum manisnya, tapi itu hanya berlaku beberapa detik saja karena beberapa detik berikutnya ia langsung melenyapkan senyumnya. “Ya! Jessica Jung apa yang kau pikirkan eoh? Kenapa kau jadi seperti ini? Ingat Luhan itu hanya orang jahat yang sedang berpura-pura baik di depanmu!”maki Jessica kepada dirinya sendiri seraya memukul kepalanya beberapa kali sebagai pelampiasannya membuat dirinya menjadi bahan tontonan orang yang berlalu lalang di sekitanya.

 

“Eomma, apa noona itu gila?”tanya anak lelaki yang sedang berjalan bersama eommanya di dekat Jessica.

 

“Stt, kau tidak boleh berbicara seperti itu Seungjin-ah”omel eomma dari anak kecil itu seraya mempercepat langkahnya dari Jessica.

 

“Bahkan aku dikira orang gila oleh anak kecil”gumam Jessica pelan dan terdengar frustasi. Entah kenapa sekarang yang berhubungan dengan Luhan membuatnya sensitf dan frustasi.

 

“Ah itu dia orangnya”gumam Jessica yang melihat Luhan dari jauh tengah berjalan ke arahnya.

 

“Mau kemana dia?”tanya Jessica bingung yang melihat Luhan tidak langsung lurus menghampirinya malah membelok kan langkahnya menuju anak kecil yang sedang menangis. Dari kejauhan Jessica melihat Luhan berbicara dengan anak itu dan tidak berapa lama ia menyerahkan satu es krimnya untuk anak kecil itu. Luhan tersenyum manis lalu mengacak rambut anak kecil itu dan membungkuk Sembilan puluh derajat setelah ibu anak itu datang.

 

“Apa kah dia memang benar-benar orang baik?”gumam Jessica lirih. Dari kejauhan ia dapat melihat Luhan yang berjalan ke arahnya dengan senyum yang tak pernah luntur.

 

“Tampan”ucap Jessica tanpa sadar karena terpikat oleh Luhan.

 

“Kenapa begitu lama eoh?”omel Jessica berpura-pura marah ketika Luhan sampai di hadapannya. “Lihat es krimku sudah meleleh”tambahnya seraya menunjuk es krimnya yang memang sudah meleleh itu.

 

Luhan hanya tersenyum menanggapi omelan Jessica. “Maaf”ucapnya.

 

“Bodoh!”maki Jessica seraya mengambil es krim pesanannya dari tangan Luhan.

 

 

 

***The Real Good Man***

 

 

 

Hari sudah mulai berubah menjadi senja, kini matahari mulai kembali ke peraduannya. “Aku ingin menaiki bianglala”ucap Jessica semangat seraya menunjuk bianglala raksasa yang berada di belakang mereka.

 

Luhan meringis pelan seraya menatap bianglala itu ngeri. “Apa kau yakin?”tanya Luhan terdengar ragu.

 

Jessica menoleh ke arah Luhan. “Tentu saja”serunya masih dengan nada suara yang semangat.

 

“Ah baiklah”seru Luhan setuju. Sebenarnya Luhan takut dengan ketinggian. Ia trauma dengan ketinggian karena ia pernah terjatuh dari pohon saat masih kecil dan menyebabkannya ia harus memakai tongkat selama dua bulan lebih.

 

Raut wajah tegang terlihat jelas di wajah tampan Luhan padahal mereka baru saja masuk ke dalam wahana bianglala itu.

 

“Indahnya”seru Jessica seraya menatap kagum pada pemandangan Seoul dari dalam bianglala yang menurutnya begitu indah. Langit yang dihiasi oleh warna jingga pekat membuat kesan indah begitu terasa.

 

Melihat Jessica yang nampak begitu bahagia membuat Luhan menahan mati-matian rasa takut yang sekarang sedang menyerangnya. Ia tidak ingin nampak penakut dihadapan Jessica, ia ingin terlihat sempurna di mata orang yang ia cintai itu. Namun apa daya, sekuat apapun ia melawan rasa takutnya terhadap ketinggian, tapi tubuhnya memberikan reaksi lain. Kini keringat dingin mulai mengalir dari pelipisnya dan wajahnya pun mulai memucat.

 

Jessica yang merasa suasana begitu sepi pun menoleh ke arah Luhan yang berada di hadapannya dan mendapati kondisi Luhan dalam kondisi yang kurang baik. Jessica melihat wajah Luhan begitu pucat dan sedikit bergetar.

 

Jessica tercekat. Ia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa melihat keadaan Luhan. Ia terlalu terkejut. Jessica menghampiri Luhan dan duduk di samping Luhan. Ia menggenggam erat tangan Luhan. “Kau..kenapa?”tanya Jessica khawatir.

 

Luhan tersenyum manis ke arah Jessica, memberi isyarat kepada Jessica bahwa ia baik-baik saja walau pun kenyataannya tidak seperti itu bahkan untuk bicara saja ia sudah tidak mampu. Jessica tahu kalau Luhan sekarang sedang memaksakan senyumannya itu.

 

“Bodoh!”maki Jessica.

 

“Aku bertanya kenapa padamu bukan menyuruhmu untuk tersenyum!”omel Jessica dengan nada suara yang khawatir.

 

Luhan kembali tersenyum lalu beberapa detik kemudian ia pingsan dalam pangkuan Jessica.

 

“Luhan!”seru Jessica panik.

 

 

 

***The Real Good Man***

 

 

 

Jessica terus saja menunggui Luhan yang masih belum sadarkan diri itu. Ia baru tahu kalau ternyata Luhan trauma dan takut dengan ketinggian. “Ini semua salahku!!”maki Jessica kepada dirinya sendiri. Ia merasa bersalah kepada Luhan, terlebih melihat Luhan yang saat ini tengah terbaring lemah di bangsal rumah sakit.

 

“Ini bukan salahmu Jessica-ya”ucap Mrs. Xi—eomma dari Luhan. Mrs. Xi mengelus pundak Jessica lembut menyakinkan Jessica bahwa sakitnya Luhan bukan karenanya.

 

“Tapi..kalau saja aku tidak memaksanya untuk ikut menaiki bianglala itu semuanya tidak akan seperti ini”ujar Jessica bersikeras menyalahkan dirinya sendiri. Air matanya kini mulai mengalir deras membasahi kedua pipinya.

 

Mrs. Xi tersenyum lembut. “Aku tidak salah memilih”gumamnya senang.

 

 

***The Real Good Man***

 

 

 

Setelah kejadian Luhan masuk rumah sakit Jessica terus saja menghindari Luhan. Jika Luhan datang kerumahnya ia akan berpura tidur atau apapun itu agar tidak bertemu Luhan. Jessica juga menghindar diantar ke kampus oleh Luhan, ia akan berangkat ke kampus lebih awal agar tidak bertemu Luhan.

 

Sikap Jessica yang terus saja menghindari Luhan membuat Luhan merasa bingung sekaligus sedih. Hari ini Luhan bertekat untuk menemui Jessica apapun caranya dan tidak akan membiarkan Jessica menghindar lagi darinya.

 

Hari ini Luhan sengaja mengganti mobilnya karena ia tahu jika Jessica melihat mobilnya sudah pasti yeoja cantik itu akan kembali menghindarinya. Luhan langsung keluar dari mobilnya begitu ia melihat Jessica sedang berjalan ke arahnya atau bisa dibilang berjalan ke arah gerbang kampusnya. Jessica yang sepertinya sedang asik membicarakan suatu hal dengan temannya itu tidak menyadari kehadiran Luhan dan itu bagus.

 

“Grep”

 

Secara tiba-tiba Luhan menarik pergelangan tangan Jessica dan membawanya menuju ke dalam mobilnya. Jessica yang semula terkejut ada orang yang menariknya kini hanya diam membisu begitu ia tahu siapa orang yang menariknya—Xi Luhan namja yang ia hindari saat ini dan entah sampai kapan.

 

“Jelaskan kenapa beberapa hari ini kau menghindariku”ucap Luhan langsung meminta penjelasan kepada Jessica begitu ia dan Jessica sudah berada di dalam mobilnya. Luhan memang tipe namja yang langsung kepada intinya.

 

Jessica tersenyum tipis yang terkesan begitu canggung kepada Luhan. “Menghindari apa? Aku tidak menghindarimu”jawab Jessica yang seratus persen bohong. Sudah jelas ia terus menghindari Luhan beberapa hari ini. Jessica memalingkan wajahnya dari tatapan Luhan, ia tidak bisa bila berlama-lama menatap ke dalam bola mata Luhan. Entah kenapa ia merasa lemah dan tak berdaya ketika mata hangat milik Luhan itu menatapnya.

 

Luhan berdecak frustasi. “Masih berani berbohong”gumam Luhan pelan dengan nada terdengar begitu lirih.

 

“Mengapa kau harus berbohong Jessica-ya? Apa pertanyaan yang baru saja aku lontarkan begitu sulit untuk kau jawab sehingga kau berbohong?”tanya Luhan lembut namun begitu menusuk untuk Jessica.

 

“Tatap aku Jessica-ya”pinta Luhan yang melihat Jessica terus menatap ke arah lain.

 

Jessica memejamkan matanya seraya menggigit bibirnya lalu membuka matanya dan memberanikan diri untuk menatap kedua mata hangat milik Luhan. “Ya, kau benar. Aku memang menghindarimu”jawab Jessica pada akhirnya berkata jujur.

 

Sakit. Entah kenapa saat mengatakan itu hati Jessica berdenyut sakit, seperti mendapat serang jantung dan mungkin rasanya jauh lebih sakit sekedar serangan jantung.

 

“Tapi—“

 

“Aku belum selesai bicara Luhan-ssi”ucap Jessica memotong perkataan Luhan.

 

“Aku memang sengaja menghindarimu. Kau pikir aku mau bersama namja lemah seperti dirimu? Aku ini bukan orang baik yang bisa menerima kekuranganmu begitu saja Luhan-ssi”ucap Jessica dengan nada sinis seraya menatap Luhan remeh.

 

“Aku memerlukan namja kuat untuk berada disisiku, menemaniku dan melindungiku”tambah Jessica dengan kata-kata yang begitu menyakitkan untuk Luhan.

 

Diam. Tidak ada kata yang keluar dari mulut Luhan. Mendadak ia menjadi bisu setelah mendengar perkataan Jessica yang bagai cambuk untuknya.

 

Keadaan hening ini membuat Jessica tidak nyaman, terlebih ketidak nyamanan itu ia sendiri yang menciptakannya. Jessica menatap Luhan yang kini tengah menatap dirinya.

 

Jessica tersenyum kecil. Bukan kah ini bagus? Bukan kah akhir yang seperti ini yang Jessica inginkan? Luhan sakit hati padanya lalu membatalkan pertunangan dengannya. Tapi hati kecil Jessica berkata lain, hati kecilnya terasa sakit.

 

Ketika dirasa sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, Jessica bergegas keluar dari dalam mobil mewah Luhan.

 

“Saranghae”ucap Luhan tiba-tiba dengan nada yang begitu yakin membuat Jessica menghentikan kegiatannya yang ingin keluar dari dalam mobil Luhan.

 

“Deg”

 

Jantung Jessica kini berdebar-debar tidak karuan, napasnya pun tiba-tiba menjadi tercekat. Ia tidak menyangka Luhan akan menyatakan perasaannya di saat seperti ini. Disaat kondisi mereka berdua dalam keadaan yang tidak baik.

 

“Bodoh!”maki Jessica lalu keluar dari dalam mobil Luhan. Meninggalkan Luhan yang terdiam mematung di tempatnya. Ia masih mencerna maksud dari perkataan Jessica. Anehnya senyum Luhan merekah di wajah tampannya.

 

 

 

***The Real Good Man***

 

 

Jessica terus menatap keluar jendelanya, menatap langit sore hari yang berwarna jingga. Sesekali ia menghela napas berat. Kegiatan itu sudah ia lakukan dari dua minggu yang lalu. Semenjak kejadian di dalam mobil Luhan. Setelah kejadian itu Luhan tidak pernah lagi menghubunginya dan bahkan menemuinya. Luhan seakan menghilang ditelan bumi. Eommanya pun sudah tidak pernah membicarakan tentang Luhan lagi. Entah mengapa saat Luhan tidak lagi berada disisinya ia merasa sedih. Seolah seluruh kebahagiannya itu telah pergi bersama dengan Luhan.

 

“Tok tok”

 

Terdengar ketukan pintu, namun Jessica tetap bergeming. Ia masih asik dengan berbagai pemikiran yang berkecambuk di dalam otaknya.

 

“Jessica-ya”terdengar suara lembut Mrs. Jung dari luar kamar. Jessica terlalu asik menikmati sore hari dan segala pemikiran di otaknya sehingga tidak mendengar panggilan dari eommanya.

 

“Jess”panggil Mrs. Jung pelan ketika ia membuka pintu dan mendapati Jessica tengah melamun di dekat jendela kamarnya.

 

Mrs. Jung menghampiri Jessica lalu menyentuh pundak Jessica lembut. Jessica tersentak kaget dengan sentuhan pada pundaknya. Jessica menoleh dan mendapati eommanya tengah menatapnya sendu. “Ada apa eomma?”Tanya Jessica dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya—senyum palsu yang ia gunakan untuk menutupi keresahan hatinya.

 

“Apa kau bahagia?”Tanya Mrs. Jung membuat Jessica bingung.

 

“Apa maksud perkataan eomma?”Tanya Jessica tidak mengerti dengan maksud pertanyaan eommanya itu.

 

“Apa kau senang sudah membuat hati Luhan terluka?”jelas Mrs. Jung.

 

“Deg”

 

Jessica terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa, ia bingung. Ia tidak mengerti.

 

Melihat Jessica hanya diam membuat Mrs. Jung geram. “Luhan akan pergi ke China”ucap Mrs. Jung menggantung. Ia menunggu reaksi Jessica, namun tidak ada reaksi dari Jessica.

 

“Ia pergi ke China untuk melupakanmu, jika ia tetap di Korea ia tidak akan bisa melupakanmu”lanjut Mrs. Jung.

 

Jessica menoleh ke arah eommanya. “Eomma bohong kan? Luhan tidak mungkin ke China. Ia takut ketinggian, ia tidak akan berani menaiki pesawat”ujar Jessica.

 

“Luhan memang takut dengan ketinggian, namun itu bukan masalah. Ia akan dibius sebelum menaiki pesawat, jadi dalam perjalanan ia tidak akan sadar sampai ia mendarat”ucap Mrs. Jung menjelaskan.

 

Jessica kembali terdiam. Pikirannya mendadak kosong.

 

“Luhan bukan orang yang seperti kau pikirkan, ia benar-benar orang baik. Selama dua minggu ini ia belajar melawan rasa takutnya. Setiap hari ia belajar menaiki tempat-tempat tinggi, walau hasilnya selalu gagal bahkan hamper setiap hari ia harus dilarikan ke rumah sakit. Itu semua ia lakukan karena ia mencintaimu Jessi, ia ingin menjadi namja yang kuat yang bisa melindungimu. Luhan begitu mencintaimu. Namun orangtuanya tidak tega melihat Luhan seperti itu akhirnya ia memutuskan untuk mengirim Luhan ke China agar ia bisa melupakanmu dan akhirnya Luhan menyetujuinya karena mungkin kau akan merasa terganggu jika ia masih di dekatmu”cerita Mrs. Jung tentang keadaan Luhan dua minggu ini.

 

Dada Jessica terasa sesak mendengar cerita eommanya, ia tidak tahu jika Luhan akan berkorban sebesar itu untuk dirinya yang selalu jahat pada Luhan.

 

“Apa ini yang kau inginkan Jess?”Tanya Mrs. Jung lagi.

 

Tetap tidak ada jawaban dari Jessica.

 

 

“Pesawat Luhan berangkat satu jam lagi”lanjut Mrs. Jung lalu keluar dari kamar Jessica.

 

“Test test”

 

Setelah eommanya keluar air mata Jessica mengalir dengan derasnya.

 

“Bukan. Bukan akhir yang seperti ini yang aku inginkan”jerit Jessica dengan diiringi tangis memilukan darinya.

 

Jessica segera menghapus air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangannya, ia segera mencari kunci mobilnya dan berlari keluar rumah dengan terburu. Melihat Jessica keluar dari rumah membuat senyum Mrs. Jung mengembang.

 

“Akhirnya anak itu sadar”gumam Mrs. Jung senang.

 

 

 

 

***The Real Good Man***

 

 

 

Dengan kondisi berantakan Jessica berlari menyusuri bandara—mencari keberadaan Luhan. Jessica mencari Luhan seperti orang gila. Berulang kali ia terjatuh akibat tidak memperhatikan jalan namun ia tidak peduli. Yang ia pedulikan sekarang adalah Luhan. Hanya Luhan.

 

“Luhan~!”teriak Jessica menggema di bandara Incheon.

 

“Luhan kumohon jangan pergi”gumam Jessica diiringi tangisannnya. Ia benar-benar kacau sekarang.

 

Jessica melihat petugas bandara, dengan cepat ia menghampirinya. “Ahjussi, penerbangan ke China berapa menit lagi?”Tanya Jessica dengan nada yang terdengar putus asa.

 

“Ah nona anda terlambat, penerbangan ke China baru saja”jawab petugas bandara itu.

 

Jessica jatuh terduduk. Terlambat! Ia sudah sangat terlambat! Sekarang ia tidak akan bertemu dengan Luhan lagi.

 

“Luhan bodoh! Kenapa kau meninggalkanku eoh? Bukan kah kau mencintaiku?”omel Jessica tidak jelas meluapkan perasaannya. Kini ia menjadi pusat perhatian orang dibandara, namun Jessica tidak peduli akan hal itu. Di kepalanya kini hanya ada seorang Xi Luhan yang sudah meninggalkannya ke China.

 

Jessica memukul dadanya berkali-kali berharap dengan ia melakukan itu bisa menghilangkan rasa sesak di dadanya yang begitu menyiksa.

 

“Luhan bodoh! Bahkan aku belum sempat mengatakan bahwa aku juga mencintaimu”teriak Jessica sambil terisak.

 

“Hiks hiks”

 

“Kau tidak perlu mengatakannya karena aku sudah tahu”ucap seorang namja seraya memeluk Jessica dari belakang.

 

Jessica tersentak dan langsung membalikkan badannya. Mendapati Luhan tengah tersenyum manis padanya. Senyum manis seperti biasanya yang selalu Luhan tunjukan padanya.

 

“Luhan~”isak Jessica lagi lalu memeluk Luhan erat.

 

“Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu. Kumohon jangan tinggalkan aku Luhan”ujar Jessica lalu mengeratkan pelukkannya kepada Luhan.

 

“Aku juga mencintaimu, sangat mencintamu Jessica dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu”ucap Luhan seraya membalas pelukkan Luhan.

 

Setelah beberapa menit mereka berpelukkan akhirnya Jessica melepaskan pelukkannya lalu menatap Luhan intens. “Bukankah kau ke China?”Tanya Jessica tidak mengerti.

 

“Ke China? Aku?”Tanya Luhan bingung.

 

Jessica mengangguk mantap. “Kata eommaku, kau akan pergi ke China untuk selamanya dan tidak akan kembali ke Korea untuk melupakanku?”jawab Jessica panjang.

 

Luhan terkekeh mendengar jawaban Jessica. “Kurasa eommanim sudah membohongimu”ujar Luhan.

 

“Membohongi bagaimana?”Tanya Jessica masih kurang mengerti. Dalam keadaan seperti ini otaknya tidak bisa diajak berpikir dengan baik.

 

“Aku hanya mengantar Victoria jie dan suaminya yang kembali ke China”jawab Luhan riang seraya mengacak rambut Jessica sayang setelah melihat raut wajah marah Jessica setelah mendengar jawabannya.

 

“Eomma~!”teriak Jessica kesal.

 

 

 

 

 

***The Real Good Man by Жin Genie***

 

 

 

 

14:16 WIB

25 September 2013

A/N : Aku harap yang baca ga kecewa sama ff ini. Sebenarnya ini ff tahun 2012 namun baru 70% mohon dikamlumi kalau jelek dan tidak memuaskan. Dan aku sengaja ga ganti tahun yag ada di percakapan Jessica.

Iklan

60 pemikiran pada “The Real Good Man | Oneshoot |

  1. akhirnya publish ff lagi deh ^^

    bener bener the real good man yah.. pingin punya cowok kaya luhan deh jadinya ..
    hahaha ibu jessica sama Luhan sekongkol..

  2. Luhan bener”sbar bget ya sm jess yg kyak batu gtu hehehe, . . . Keren th0r FF ini bkin iri,, punya pcar kyak luhan. Ditunggu FF auth0r slnjutnya. . . . .

  3. akhirnya author publish ff juga (*-*)
    akh aku bacanya awalnya kesel bgt thor, Luhan di gituin -,-”
    tapi pas bagian Sica di bohongin, jadi seneng, pasti akhir ceritanya kayak gitu, dan bener kan perkiraanku ^^
    Keep Fighting for next ff (^-^)

  4. Jessica suka banget yaah ngomong ‘bodoh’ hahah..
    Eon bodoh kenapa gantung pokoknya aku minta sequel hehehe peace..
    keren ko eon (y)
    ini shin ji unnie yg buat kan?? 😀

  5. ff nya keren banget ;_;
    Aku sampe’ nangis bacanya T^T
    Untung aja luhan tahan ya sama jessica yang kayak gitu ._.v
    Trus beneran deh aku penasaran kenapa luhan bisa jatuh cinta sama jessica? -_-

  6. eonni keren, daebak, jjang 😀
    akhirnya update juga eon 🙂
    ini keren banget banget banget
    perjuangan luhan buat sica itu bener-bener keren
    aku nangis loh eon baca akhirnya
    tanggung jawab ah 😛

  7. ah sumpah greget’a ngena bget thor.apa lg wktu luhan blg saranghae kesica. good job. udh lma gk ngepost ni thor alih2 kgen’a trbyar sdah sm ff u yg 1 ni. bkinin sequel’a dong thor….
    itupun law author mau. hehehe…
    ditggu y
    .

  8. yampun, jadi-mamanya ssica-bohong gitu?
    tapi ampuh yah bohongnya, ampe ssica lari-lari ngejar luhan.
    manis ceritanya… suka pokoknya~~

  9. bagus banget oh T___T
    ada gitu orang macam luhan yg sabar banget ngadepin jessi.. pfft jessi akhirnya sadar yee dari endingnya pasti udah bisa ditebak hhahha~ ditunggu cerita lainnya

  10. luhan nya baik bgt iihhh u_u pengen deh punya pasangan kyak begonoh XD jessica akhirnya sadar >.<
    typo bertebaran eon tp gk pa" tertutupi sma cerita nya yg bagus 😀
    keep fighting eonnie and keep smile yak 😉

  11. wahh.. Ahkirnya author kmbali lagi dari pertapaannya 🙂
    jadi trobati deh dgn critanya author,
    ceritanya deabaaaakk 🙂

    authorr ditnggu klnjutan dr crta2 sblmnya 😀

  12. kyaa!!!! keren thor ceritanyaa!!! si Luhan bener -bener…!!! aaa aku pingin deh punya namjachingu kayak Luhan! tipe aku bangettt weiss haha… 😀 🙂 author jagooooo 😀

  13. kau hampir membuatku menangis thor /lebay-,,-“/

    feel nya dapet banget.. serasa pernah ngalamin pribadi .

    ditunggu karya selanjutnya thorr

  14. suka banget ama ceritanya 🙂 apalagi ama karakter luhan disini sumpah bikin gimana gitu…
    luhan bener” mencintai jessica banget sampe rela ngelakuin apa aja buat jessica 🙂

  15. Luhan bener bener ya.. Pengen banget punya yg kayak luhan wjwj
    Awal cerita gimana gitu luhannya digituin/?
    Pas dibandara ane nebak nebak jessie pasti dikerjain dan ternyata bener hehe
    Ditunggu ff lainnya^^

  16. tuh kan jessica onnie,kena jebakan pesona luhan,haha
    luhan gak patah semangat sih,jadinya si onnie luluh
    buat lg ya lusicanya,gak pernah bosen

  17. komplit masa ._.
    nyeseknya ada, romancenya ada, lucunya jg ada :3
    suka bgt sama karakter jessica yg keras kepala, dan luhan yg penyabar >____________<
    aku penasaran. sebenernya sebrp besar cinta luhan sampe2 dia ttp tahan sama sifat dan kelakuan jessie yg keterkaluan bgt :3
    bagus .. bagus length nya jg lumayanlah 🙂

  18. Tolong! AAA Baru tahu kalau couple ini kerennya kebangetan. Luhan stay along with Jessica.. *rencana pindah fandom* :0 Buat sequel kalau bisa ya eonni, bagus.

  19. Kya Eonni bagus mianhae kalo baru baca Eonni tapi jujur ceritanya bagus hampir aja aku nangis eh ternyata Luhan g’ perangkat yang berangkat malah Victoria sm Hangeng ya ketipu deh!!!

  20. Author daebak!! Agak menyebalkan gitu nih sama jessica eonnie disini udh tau luhan oppa baik malah dicampakin gitu, tp untungnya dia luluh juga dan happy ending deh ^0^
    Tapi thor ini agak gantung gitu 😀 butuh sequel nya ^^

  21. Duhhaduh, greget bgt sma sikap jessie tp akhirnya dia sadar juga! Luhan bner2 namja idaman disini wkwk xD ff nya bagus bgt thor bagusssss bgt!!! Aku sukaaa!! Daebak! Daebak! Daebak! *oke ini lebay tapi sekali lagi, ini DAEBAK!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s