de’ Labirin Love ( Lusic Ver) | Oneshoot |

1394427_406355076158349_1080393479_n

 

Title : de’ Labirin Love

 

Author : Жin Genie

 

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Choi Sooyoung

Zhang Yixing

 

Genre : Romance

 

Rating : Teen

 

Length : Oneshoot

 

Summary : Jika kau bertemu dengan lawan jenis di dalam sebuah labirin, maka ia akan menjadi jodohmu.

 

A/ N : ff ini terinspirasi dari film Doraemon yang judulnya Labirin Kaleng*kalau ga salah* & dari acara di salah satu stasiun swasta yang saat itu menampilkan tentang labirin. Jadilah ff ini. maaf kalau ff ini sangat tidak memuaskan dan sebagainya.

.

 

***de’ Labirin Love***

 

 

“Bosan~”

 

“Setiap hari minggu hanya menghabiskkan waktu di dalam dirumah”gumam seorang yeoja sambil menaruh kepalanya di atas meja. Sontak teman sebangkunya menoleh kearahnya dengan pandangan sedikit kesal karena telah mengagetkannya.

 

“Salahmu sendiri, setiap aku mengajakmu pergi kau selalu menolak”cibir teman yeoja tadi. Yeoja dengan  cirikhas eyes smile itu menatap temannya iba dan juga kesal. Temannya yang kini tengah meratapi nasibnya sebagai seorang single yang tidak juga mendapatkan kekasih, walaupun ia memiliki wajah yang cantik.

 

Yeoja tadi langsung mengangkat kepalanya“Ya! Tentu saja aku menolak, aku tidak ingin menjadi pengganggu antara kau dengan Yixing”belanya dengan sedikit meninggikan volume suaranya.

 

Dia mencondongkan wajahnya kearah teman sebangkunya itu“Dan terlebih lagi aku tidak ingin mendengar rayuan Yixing yang sangat memuakan itu”tambahnya dengan ekspresi ingin muntah.

 

Teman yeoja tadi tidak terima jika namja chingunya di hina”Ya! Jessica Jung ! kau ingin mati eoh”teriaknya dengan suaranya yang cempreng nan tinggi itu.

 

“Ya! Tiffany Hwang kecilkan suaramu itu, sangat berisik”omel yeoja yang tadi dipanggil Jessica Jung itu. Jessica mengedarkan pandangannya ke penjuru kelas yang saat ini tengah menatap mereka berdua aneh karena telah membuat kegaduhan”Lihat, kita jadi tontonan”ucap Jessica datar sambil mengisyaratkan Tiffany untuk melihat seisi kelasnya. Tiffany hanya senyum tiga jari melihat wajah bingung teman-temanya yang lain lalu ia membentuk tanda ‘V’ menggunakan jarinya sebagai isyarat bahwa ia meminta maaf atas kegaduhan yang telah ia perbuat.

 

“Ini semua karenamu”bisik Tiffany kesal.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

“Bagaimana kalau akhir pekan ini kita ke Namsan Tower “usul Yuri teman Jessica dan Tiffany hanya saja mereka berbeda kelas dengan Jessica dan Tiffany, Yuri  yang berada di kelas 3-D sementara Jessica dan Tiffany berada di kelas 3-C.

 

“Malas ah~”tolak Jessica lalu merebahkan dirinya di kasur King Size Sooyoung temannya juga sama seperti Yuri, Sooyoung berbeda kelas dengan Jessica ia kelas 3-B.

 

Saat ini Jessica, Tiffany dan Yuri sedang berada di rumah Sooyoung tepatnya di kamar Sooyoung untuk melakukan rapat harian. Ah tidak, lebih tepatnya seperti berkumpul setiap hari setelah pulang sekolah di salah satu rumah dari mereka dan hari ini mereka dijadwalkan berkumpul dirumah Sooyoung yang sangat megah bak istana.

 

“Wae? Bukankah tadi kau yang mengeluh ingin pergi jalan-jalan akhir minggu ini?”tanya Yuri bingung karena Jessica menolak begitu saja usulnya. Ucapan Yuri mendapatkan anggukan dari Tiffany dan Sooyoung yang tengah asik memakan cemilan yang disediakan oleh Sooyoung.

 

“Apa serunya ke Namsan Tower? Kalau hanya ingin melihat Tower yang tinggi dan menjulang? Kalau seperti itu untuk apa kita ke Namsan? Disini saja sudah ada Tower berjalan”jawabnya santai sambil melirik Sooyoung.

 

YA!”protes Sooyoung.

 

“Pasti kau belum mendengar tentang Labirin Love”ucap Yuri dan Tiffany bersamaan.

Jessica bangkit dari tidurnya“Mwo? Labirin Love?”ucap Jessica tidak yakin dengan apa yang ia dengar.

 

“Jangan bilang iya?”tanya Tiffany dengan sedikit tidak percaya.

 

“Memang”jawab Jessica santai.

 

“Huft”Ketiga temannya itu menghela napas dengan bersamaan.

 

“Payah, Sooyoung saja yang kerjaannya makan tahu, masa kau tidak tahu”cibir Yuri.

 

“Pluk”

 

Sebuah bantal dengan sukses mendarat di wajah cantik Yuri “Maksudmu apa Kwon Yuri?”tanya Sooyoung sinis.

 

“Hehe, aniyo”cengir Yuri.

 

Hey  Stop! Jelaskan padaku apa itu Labirin Love?”pinta Jessica.

 

“Begini”ucap Sooyoung dengan mimic wajah yang serius.

 

Ne?”Jessica menanti penjelasan Sooyoung dengan serius.

 

“Kau saja yang jelaskan Fany”perintah Sooyoung.

 

“Gubrak”

 

Ketiga temannya menatap Sooyoung datar, semenatara yang di tatap hanya tersenyum tiga jari seolah senyumannya itu yang paling indah.

 

“Jadi, kalau masuk kedalam labirin lalu kau bertemu dengan lawan jenis konon ia akan menjadi jodohmu”jelas Tiffany.

 

Jessica mengerutkan keningnya, tidak puas dengan penjelasan Tiffany “Mana ada yang seperti itu”cibirnya lalu kembali merebahkan tubuhnya di kasur King size Sooyoung.

 

“Kau tidak percaya?”tanya Tiffany kaget karena reaksi Jessica yang di luar dugaannya dan sangat berbeda dengan orang lain yang akan merespon dengan antusias.

 

Jessica menatap Tiffany dengan malas “Tentu saja aku tidak percaya, mana ada yang seperti itu dan aku tidak pernah mendengar cerita tentang Labirin Love sebelumnya”jelasnya panjang lebar. Tiffany mengehela napas pasrah”Terserah kalau kau tidak percaya”ucapnya lalu beranjak dari kamar Sooyoung.

 

“Kau mau kemana Fany-ah?”tanya Sooyoung.

 

“Dapur, aku haus”jawab Tiffany tanpa menoleh.

 

Hening..

 

Tidak ada yang bersuara setelah Tiffany pergi ke dapur, Sooyoung sibuk dengan cemilannya, Yuri sibuk dengan ponselnya dan Jessica sibuk bermalasan dikasur Sooyoung.

 

“Bagaimana jika kau mencobanya”ucap Tiffany tiba-tiba.

 

“Ya! Fany kau mengagetkan”teriak Jessica, Yuri dan Sooyoung bersamaan.

 

“Hehe..mianhe”ucapnya sambil membentuk huruf ‘V’ dengan jarinya yang sudah menjadi cirikhasnya selain eyes smile.

 

“Bagaimana kau mau?”tanya Tiffany penasaran.

 

Jessica berpikir sejenak”Tidak ah, bagaimana kalau aku tersesat di dalam labirin?”tanya Jessica balik.

 

Sekarang giliran Tiffany yang berpikir “Kau kan bisa menghubungiku untuk menjemputmu”jawab Tiffany sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

 

“Bagaimana kalau nanti aku tidak akan bertemu dengan siapa-siapa disana? Apa itu tandanya aku tidak mempunyai jodoh?”tanya Jessica lagi.

 

Tiffany kemabali berpikir, kali ini dengan keras “Haissttt, pokoknya kau harus mencobanya dan jangan protes atau bertanya lagi. Ini pasksaan!”ucap Tiffany kesal, ia pusing memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang belum tentu terjadi.

 

“Sseperti biasa”cibir Jessica, Yuri dan Sooyoung bersamaan sambil menetap Tiffany datar. Sudah menjadi kebiasaan Tiffany memaksakaan kehendakanya.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

 “Bagaimana?”tanya Tiffany.

 

Jessica mengernyitkan keningnya”Apanya yang bagaimana?”tanyanya bingung dengan maksud Tiffany.

 

“Tentang Labirin Love. Apa kau mau mencobanya?”jelas Tiffany.

 

Jessica menghentikan aktivitasnya saat ini, yaitu menyalin tugas sejarah Tiffany.

 

“eEntahlah”ucap Jessica sambil mengangkat bahunya.

 

Melihat sikap Jessica yang sepertinya  tidak peduli itu membuat Tiffany kesal. Tiffany mengambil buku sejarah yang kini tengah di salin Jessica.

 

“YA! Kenapa diambil? Aku belum selesai Fany-ah”protes Jessica.

 

“Aku tidak akan memberikan buku ini sebelum kau setuju dan mau mencoba Labirin Love”ujar Tiffany.

 

“Ayolah Fany berikan bukumu sebentar lagi Jeon seonsaengnim akan masuk”seru Jessica mulai kesal dengan Tiffany.

 

Tiffany menggelengkan kepalanya.

 

“Kenapa kau pelit sekali Tiffany Hwang, aku tahu tugasmu pasti Yixing yang mengerjakannya, jadi cepat berikan buku itu padaku”seru Jessica galak.

Lagi-lagi Tiffany menggelengkan kepalanya.

 

Jessica menatap Tiffany kesal “Hwang Miyoung!”geram Jessica.

 

“Aku tidak akan memberikan buku ini sebelum kau setuju dan mau mencoba masuk ke dalam Labirin Love”ulang Tiffany bersikeras dengan keinginannya.

 

Jessica menghela napas pelan “Baiklah, sesukamu saja”ujar Jessica malas sambil mengulurkan tangannya meminta buku Tiffany.

 

Tiffany tersenyum tiga jari lalu memberikan bukunya “Nah gitu dong”ucapnya senang.

 

Jessica kembali melanjutkan acaranya yang sempat tertunda karena Tiffany, sementara Tiffany yang berada di sebelah kirinya sibuk dengan ponsel Pinknya.

 

“Aku mau ke toilet dulu”ucap Tiffany sambil berlalu meninggalkan kelas.

 

Jessica menatap Tiffany heran”Tidak biasanya dia berani ke toilet sendiri, biasanya akan merengek seperti anak kecil supaya ditemani ke toilet”gumam Jessica sambil memiringkan kepalanya.

 

Tidak mau ambil pusing dengan tingkah Tiffany yang menurutnya sedikit aneh itu, Jessica kembali menyalin tugas sejarah Tiffany sebelum Jeon seonsaengnim datang.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

“Sica ayo ke kantin”ajak Tiffany sambil menarik tangan Jessica paksa.

 

“Aku malas Fany, ngantuk”tolak Jessica cepat.

 

“Aku ingin tidur saja”tambahnya.

 

“Hi Princess”sapa seorang namja sambil tersenyum manis.

 

Mendengar suara namja itu dan terlebih panggilan yang diberikan namja itu kepada Jessica membuat Jessica langsung tahu siapa yang memanggilnya. Buru-buru Jessica bangun, mendadak ia tidak mengantuk lagi.

 

“Ah aku tahu, kau ingin berduaan kan dengannya. Baiklah aku mengerti”seru Tiffany sambil terkikik pelan. Tiffany menoleh kearah Jessica yang kini tengah menetapnya dengan mata yang membelalak. Seolah tidak peduli dengan Jessica, ia berjalan menuju kantin.

 

“Gomawo atas pengertianmu Fany-ah”ucap namja itu sambil tersenyum manis kearah Tiffany.

 

Jessica semakin terbelalak mendengar ucapan namja itu.

 

“Ya Fany tunggu aku”seru Jessica bangun dari duduknya menyusul Tiffanya yang sudah terlebih dahulu berjalan kearah kantin.

 

“Kau mau kemana Princess?”tanya namja itu sambil menahan tangan Jessica agar tidak menyusul Tiffany.

 

Jessica menatap horror namja itu terlebih kearah tangannya yang dipegang oleh namja itu “Lepaskan tanganku, aku mau ke kantin”omel Jessica sambil menunjuk tangannya.

 

“Tidak”tolak namja itu tegas.

 

“Aku lapar”

 

“Aku membawa makanan”ujar namja itu sambil mengangkat kantung plastic yang berisi makanan.

 

“Tapi aku mau makan bersama Tiffany dan yang lainnya di kantin”seru Jessica kesal.

 

“Sekali-kali makan berdua bersamaku”balas namja itu menarik tangan Jessica kembali ketempat duduknya lalu ia duduk disamping Jessica.

 

“Ya!”omel Jessica.

 

Tapi namja itu tidak memperdulikannya, ia membuka kantung plastic yang ia bawa. Ternyata isinya adalah kotak bekal berwarna biru langit.

 

“Aku membuatnya sendiri”ucap namja itu dengan ceria. Sementara Jessica hanya mengerucutkan bibirnya.

 

Ternyata namja itu membuat makanan favorite Jessica.

 

“Aku tahu ini adalah makanan favoritemu”

 

Jessica melirik sekilas isi bekal makan siang yang dibuat namja menyebelkan disampingnya ini. ternyata benar, yang ia buat adalah makanan favoritenya.

 

“Siapa bilang itu makanan favoriteku?”selidik Jessica dengan nada suara yang angkuh.

 

“Teman-temanmu”jawab namja itu santai.

 

Jessica hanya mendengus sebal. Lagi-lagi temannya yang membocorkan rahasianya kepada namja menyebalkan disampingnya ini.

 

Sebenarnya teman mereka aku atau namja menyebalkan ini sih?.  Pikir Jessica kesal sambil menatap namja di sampingnya dengan sinis.

 

“Bbuka mulutmu”perintah namja tadi sambil menyendokkan makanan.

 

“Hah?”

 

“Buka mulutmu”ulang namja tadi.

 

Jessica menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan “Tidak mau”tolaknya cepat.

 

“Kau coba dulu”bujuk namja tadi.

 

Jessica menggelengkan kepalanya.

 

“Sedikit saja”bujuknya.

 

“Aku bilang, aku tidak mau Xi Luhan”bentak Jessica kesal.

 

Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah tampan namja bernama Luhan itu”Wae?”tanya Luhan penasaran.

 

“Pokoknya tidak mau!”tolak Jessica lalu pergi begitu saja dari kelasnya. Meninggalkan Luhan dan kotak bekalnya.

 

Luhan membuang napasnya pelan “Lagi-lagi gagal”serunya lemah.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

Sesuai perjanjian hari minggu ini Jessica, Tiffany, Yuri dan Sooyoung datang ke Namsan Tower untuk membuktikan kebenaran dari Labirin Love.

 

“Mianhe chagiya, aku telat”ucap seorang namja gagah bak seorang pangeran.

 

“Gwencahana”sahut Tiffany, sudah dipastika bahwa namja itu adalah Zhang Yixing, pangeran Tiffany.

 

Jessica tersenyum lebar, tiba-tiba saja otaknya yang tidak terlalu pintar itu mendapatkan ide bagus.

 

“Bagaimana sebelum aku masuk, kau dan Yixing saja yang masuk terlabih dahulu”ucap Jessica dengan senyum yang mengembang.

 

“Eh?”kaget Tiffany dan Yixing seraya menoleh kearah Jessica yang tengah tersenyum lebar.

 

“Aku? Kenapa aku??”tanya Tiffany sambil menunjuk dirinya sendiri.

 

“Tentu saja untuk melihat apakah kalian berjodoh atau tidak”jawab Jessica cepat.

 

“Dan membuktikan padaku, bahwa mitos tentang Labirin Love itu benar”tambahnya masih dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya.

 

Tiffany dan Yixing nampak berpikir sejenak“Ok”ucap Tiffany setuju. Yixing menatap Tiffany kurang yakin.

 

“Ayo Fany masuk”ujar Jessica sambil mendorong Tiffany agar masuk  kedalam labirin. Setelah Tiffany masuk Jessica member isyarat agar Yixing juga masuk, tapi menggunakan pintu masuk yang lain. Labirin itu terdiri dari empat pintu sebagai jalan keluar dan jalan masuk.

 

Setelah Tiffany dan Yixing masuk kedalam labirin Jessica tidak henti-hentinya tersenyum, entah apa yang membuatnya sebahagia itu sampai tersenyum terus.

 

Sekitar 15 menit Tiffany dan Yixing berada di dalam labirin tapi mereka belum menunjukan tanda-tanda akan keluar dari dalam labirin.

 

“Sudah kuduga, bahwa Labirin Love itu hanya mitos”ucap Jessica senang. Dengan tidak munculnya Tiffany dan Yixing, membuat Jessica punya alasan untuk tidak masuk kedalam Labirin Love. Sejujurnya Jessica takut masuk kedalam labirin itu. Pertama, ia takut tersesat di dalam labirin yang sangat luas itu. Kedua, ia takut jika orang yang ditemuinya di dalam labirin tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Atau bahkan hal terburuknya Jessica tidak akan bertemu dengan siapa-siapa di dalam Labirin Love.

 

“Kita lihat saja, aku yakin Tiffany dan Yixing sebentar lagi pasti akan keluar dari Labirin Love itu”ucap Yuri dengan yakin dan membuyarkan pemikiran Jessica tentang Labirin Love. Jessica menoleh kearah Yuri yang sedang harap-harap cemas.

 

“Kenapa kau yakin sekali?”selidik Jessica.

 

Feeling”sahut Yuri sambil mengankat bahunya antara yakin dan tidak yakin.

 

Kini giliran Jessica yang harap-harap cemas.

 

“Aku ingin membeli minum, apa kalian ingin menitip?”tawar Sooyoung. Disaat seperti ini yang ada dalam pikiran Sooyoung pun hanya perutnya saja.

 

“Orange Juice”jawab Jessica singkat.

 

“Aku juga”timpal Yuri.

 

“Baiklah”lalu Sooyoung berlalu mencari penjual minuman.

 

Tak lama setelah Sooyoung pergi Tiffany dan Yixing keluar bersamaan sambil bergandengan tangan dan dengan senyum yang terus mengembang dari bibir mereka.

 

Jessica mendesah pelan, kini tiba gilirannya.

 

“Bagaiman kau percaya sekarang?”tanya Tiffany dengan gaya yang sok.

 

“Sedikit”jawab Jessica singkat.

 

“Sudah cepat sana masuk, sekarang giliranmu”seru Tiifany sambil tersenyum senang.

 

“Chakkaman”ucap Jessica.

 

“Bagaimana kalau nanti aku tidak bertemu dengan siapapun?”tanya Jessica dengan wajah ragu.

 

“Bagaimana kau tahu kalau belum mencoba”sahut Yuri cepat.

 

“Siapa tahu di dalam kau bertemu dengan Luhan”goda Tiffany. Seketika wajah Jessica merah merona begitu mendengar nama Luhan disebutkan. Entah kenapa Jessica mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, dimana Luhan membawakan bekal untuknya namun tidak sedikitpun ia menyentuh makanan itu.

 

“Tuh kan wajahmu merah”ledek Yuri dan Tiffany sambil menunjuk wajah Jessica.

 

Jessica menepis tangan Yuri dan Tiffany“Apa-apaan kalian, aku tidak suka dengan Luhan”ujar Jessica galak.

 

“Memangnya ada yang bilang kalau kau menyukai Luhan?”Goda Yuri lagi sambil menepuk pundak Jessica pelan.

 

Skak..           

 

kena kau Jessica’pikir Yuri dan Tiffany sambil menyeringai.

 

Jessica mengembungkan pipinya, kebiasaannya jika sedang kesal. Jessica menatap teman-temannya sebal, lalu memutuskan pergi begitu saja masuk kedalam Labirin Love.

 

“Sica Hwaiting”teriak Yuri menyemangati.

 

“Semoga bertemu Luhan”teriak Tiffany.

 

“Haha”Terdengar tawa dari teman-temannya.

 

“Apa-apaan mereka itu”gumam Jessica kesal bercampur malu.

 

“Glek”

 

Jessica menelan ludahnya dengan susah payah ketika ia sudah masuk ke dalam Labirin Love, ia bingung harus memilih jalan yang mana karena banyak sekali jalan-jalan yang harus ia lalui.

 

“Bagaimana kalau nanti aku bertemu orang yang jelek? Apa dia akan menjadi jodohku?”ucap Jessica kepada dirinya sendiri.

 

“Lalu bagaimana kalau aku tidak bertemu dengan siapa-siapa di dalam labirin sebesar ini”ucap Jessica lagi.

 

“Arghh,,pusing”keluhnya sambil mengacak-acak rambutnya.

 

Sekarang di depan Jessica ada sebuah jalan, ia bingung harus memilih yang kanan atau yang kiri “Kanan kiri, kanan kiri, kanan kiri?”ucap Jessica menimbang-nimbang.

 

“Kanan itu lebih baik, jadi aku pilih kanan”ucap Jessica akhirnya setelah memutuskan untuk memilih yang mana. Jessica menelusuri jalan kanan yang tadi ia pilih.

 

Sekarang Jessica di hadapkan oleh dua pilihan lagi anatara kanan dan kiri “Kanan”ucap Jessica yakin akan memilih jalan yang kanan lagi.

 

Sekarang Jessica dihadapkan dengan tiga pilihan antara lurus, kanan atau kiri. Jessica menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung harus mengambil jalan yang mana.

 

“Kanan saja lah”gumam Jessica pasrah.

 

Jessica terus mengikuti labirin itu sampai pada jalan buntu “Loh? Kok tidak ada jalan lagi?”tanyanya bingung, Jessica mulai panik. Jika ia harus kembali ke awal ia bingung harus memilih jalan yang mana.

 

“Tenang Jessica Jung, pasti ada jalan keluarnya”ucap Jessica menenangkan dirinya sendiri.

 

Jessica menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Jessica mengingat-ingat jalan mana saja yang tadi ia pilih “Ah, tadi aku selalu kearah kanan kalau kembali aku harus mengikuti jalan sebelah kiri”gumam Jessica yakin.

 

Ia mulai memutar jalannya kembali ketempat dimana tadi ia memilih jalan “Loh? Kenapa jalannya jadi seperti ini? sepertinya tadi hanya ada dua pilihan kenapa sekarang jadi tiga pilihan”ucap Jessica panik.

 

“Aku harus memilih jalan yang mana”ucapnya frustasi.

 

Jessica terdiam sejenak, memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

 

Satu menit..

 

Tiga menit..

 

Tujuh menit..

 

Tiga belas menit..

 

“Aku harus bagaimana?”ucap Jessica pada dirinya sendiri. Setelah beberapa menit memikirkan jalan keluar dari Labirin Love. kepala Jessica terasa berdenyut karena ia sama sekali tidak menemukan solusi atas masalahnya saat ini. Jessica tidak akan bisa berpikir jernih bila dalam kondisi panik seperti ini. Kini Jessica tidak lagi memikirkan tentang orang yang akan ia temui nanti, sekarang yang ada di dalam pikirannya adalah bagaimana keluar dari Labirin ini saja dengan selamat, itu saja sudah lebih dari cukup.

 

“Aku harus cepat-cepat keluar dari Labirin ini”ucap Jessica dan mulai berjalan tanpa arah. Jessica benar-benar berjalan tanpa arah ia terus saja belok jika ada tikungan, tak jarang ia sering kali terjebak dalam jalan buntu dan harus kembali ketempat sebelumnya walaupun ia tidak pernah kembali ketempat sebelumnya.

 

“Huaaaa kenapa jalan buntu lagi”ucap Jessica sambil terisak, sudah sekitar 30 menit lebih Jessica berada di dalam Labirin Love itu tapi ia sama sekali belum bertemu dengan seseorang yang mungkin akan menjadi jodohnya dan yang lebih parahnya Jessica tidak tahu sekarang ia sudah sejauh mana menelusuri Labirin Love tapi perasaannya mengatakan bahwa Jessica hanya berputar-putar saja.

 

“Yuri, Tiffany, Sooyoung tolong aku”teriak Jessica dari dalam Labirin entah terdengar atau tidak sampai keluar.

 

“Eomma, appa, eotohkae?”gumam Jessica bingung.

 

Jessica yang sudah capek dan kebingunganpun akhirnya memutuskan untuk diam di tempatnya menunggu teman-temannya datang menolongnya atau dia bertemu dengan seseorang yang lewat di tempatnya yang mungkin akan menjadi jodohnya.

 

“Aha”seru Jessica senang saat ia ingat kalau ia bisa meminta bantuan temannya agar datang menolongnya keluar dari labirin ini.

 

“Kau memang pintar Jessica Jung”ucap Jessica bangga kepada dirinya sendiri.

 

Jessica merogoh tas kecilnya, mencari benda persegi panjang berwarna putih-ponselnya.

 

“Loh kok tidak ada?”gumam Jessica bingung.

 

Jessica menepuk keningnya “Ponselku di pinjam Sooyoung”serunya lemas.

 

 Lalu menangis “Huaaaa”

 

“Kau memang bodoh Jessica Jung. Sangat bodoh”Jessica merutuki dirinya sendiri atas kebodohannya. Sangat kontras dengan beberapa detik yang lalu dimana ia sangat membanggakan dirinya sendiri.

 

“Tamat riwayatku”gumam Jessica lemas.

 

“Sekarang aku harus bagaimana?”ujar Jessica bingung.

 

Ia sudah hamper satu jam berada di dalam Labirin Love ini, tapi kenapa temannya tidak kunjung mencarinya. Bukannya tadi Tiffany bilang ia akan menolongnya jika ia tersesat di dalam Labirin Love.

 

“Jahat”

 

“Kalian jahat”

 

“Aku benci kalian”

 

“Hiks hiks hiks”Jessica terus terisak di dalam Labirin Love ini. ia menyerah, ia tidak mau lagi melanjutkan perjalanan yang malah membuatnya semakin tersesat di dalam Labirin Love ini.

 

“Ya tuhan tolong selamatkan aku. Aku berjanji kepada siapa saja yang menolongku aku akan berbuat baik padanya”Jessica berdoa kepada tuhan agar mengirimkan seseorang untuk menyelamatkannya.

 

“Jessica”panggil seseorang.

 

Doanya terkabul.

 

Jessica yang mendengar suara orang, terlebih orang itu memanggilnya langsung mencari sumber suara. Dan ia mendapati Luhan tengah berdiri di belakangnya. Jessica tersenyum manis kepada Luhan lalu menghambur kepelukkannya dan memeluk Luhan dengan sangat erat.

 

“Deg”

 

Jantung Luhan berdetak tidak karuan saat Jessica memeluknya dengan sangat erat, terlebih tadi ia tersenyum manis kearahnya. Saat ini Luhan merasa seperti dirinya ada di surga, walaupun ia tidak tahu surga itu seperti apa.

 

“Huaaaa Luhan”isak Jessica dalam pelukkan Luhan.

 

“Kau kenapa?”tanya Luhan bingung.

 

Jessica mengendurkan pelukkannya lalu menatap Luhan “Aku…aku..aku tersesat”ucapnya lalu kembali memeluk Luhan dengan erat. Luhan pun membalas pelukkan Jessica, berusaha membuat Jessica lebih tenang.

 

Jessica melepaskan pelukkannya“Untung ada kau Luhan-ah, cepat bawa aku keluar dari Labirin sial ini”seru Jessica menggebu sambil menatap langsung ke mata Luhan dengan tatapan memohon.

 

“Deg”

 

Lagi-lagi jantungnya berdetak dengan sangat cepat saat Jessica menatapnya. Luhan tersenyum kecil”Aku akan membawamu keluar dari dalam Labirin ini”ucapnya mantap.

 

Jessica tersenyum senang lalu kembali memeluk Luhan.

 

“Tapi—“seru Luhan menggantung.

 

Jessica melepaskan pelukkanya”Tapi apa?”tanya Jessica penasaran.

“Dengan satu syarat”jawab Luhan.

 

“Apa? Apapun, aku akan melakukan apapun agar aku bisa keluar dari tempat terkutuk ini”ucap Jessica tanpa sadar karena ia sudah sangat ingin keluar dari Labirin ini.

 

“Kau harus mau jadi kekasihku”ucap Luhan cepat.

 

 

“Ok. Eee??”seru Jessica kaget.

 

“Yes, kau sudah setuju. Kau tidak boleh menarik perkataanmu dan sekarang kita adalah sepasang kekasih”ujar Luhan senang.

 

“YA!”protes Jessica.

 

“Princess kau tidak boleh mengingkari ucapanmu sendiri”Luhan memperingatkan.

 

“Tapi—“

 

“Kau mau keluar kan dari labirin ini?”tanya Luhan.

 

Jessica menganggukan kepalanya mantap.

 

“Nah kalau kau ingin keluar kau harus mau jadi kekasihku. Sebagai tanda bukti cintaku terima boneka ini”ucap Luhan sambil menyerahkan boneka Teddy Bear cokelat berukuran kecil kepada Jessica.

 

“Baiklah”patuh Jessica sambil mengambil boneka Teddy Bear.

 

“Tapi kau tidak boleh memutuskanku setelah kita keluar dari Labirin ini”tegas Luhan.

 

Jessica menganggukkan kepalanya “Ya ya ya”sahut Jessica mulai malas

 

“Bagus, ayo kita keluar”ujar Luhan semangat sambil menggenggam tangan Jessica.

 

“Tidak boleh protes”tambah Luhan yang tahu Jessica kan protes.

 

Jessica mengembungkan pipinya mendengar ucapan Luhan.

 

Nyaman. Entah kenapa saat Luhan menggenggam tanganya, Jessica merasa sangat nyaman. Tangan Luhan terasa sangat nyaman seperti tangan ayahnya.

 

Luhan membawa Jessica keluar dari Labirin Love kurang dari 15 menit.

 

Jessica merasakan jantungnya berdetak cepat saat mereka sudah akan keluar dari dalam Labirin Love. Ia tidak siap jika temannya melihatnya bersama Luhan. Bisa-bisa Jessica menjadi bahan ledekkan.

 

“Bisakah kau lepaskan tanganku”ucap Jessica.

 

“Tidak”tolak Luhan cepat.

 

Bagus! Ia benar-benar akan menjadi bahan ledekkan teman-temannya terutama oleh Tiffany.

 

“Kyaaaa”teriak teman-teman Jessica saat melihat Jessica keluar bersama dengan Luhan, terlebih tangan Luhan yang menggenggam tanganya.

 

“Ehem, sepertinya ada pasangan baru nih”goda Yuri.

 

Jessica hanya mengembungkan pipinya, sementara Luhan tengah tersenyum manis kearah teman-teman Jessica dan temannya. Ternyata di luar Labirin tidak hanya ada teman Jessica, tapi juga ada teman Luhan dari tim sepak bolanya. Dan itu membuat Jessica semakin malu lalu melepaskan genggaman tangan Luhan secara paksa.

 

“Iya, sekarang kami adalah sepasang kekasih”ucap Luhan senang.

 

Jessica menoleh kearah Luhan yang kini tengah tersenyum malu “Lengkap sudah”gumam Jessica pelan, sangat pelan.

 

“Jangan-jangan kau sengaja berlama-lama di dalam Labirin Love dan bermesraan dengan Luhan”ujar Tiffany asal.

 

“Hwang Miyoung!!”geram Jessica.

 

“Sudahlah Sica mengaku saja Sica”goda Tiffany.

 

“Pletak”

 

Jessica memukul kepala Tiffany.

 

“Awww”ringis Tiffany sambil mengelus kepalanya.

 

“Sakit Chagi”rengek Tiffany kepada Yixing.

 

“Mana yang sakit?”tanya Yixing perhatian.

 

“YA YA YA!”protes yang lain karena Yixing dan Tiffany yang mengumbar kemesraan tanpa memikirkan teman-teman mereka yang iri karena tidak memiliki pasangan.

 

“Mianhae”ujar Yixing dan Tiffany.

 

“Dasar”

 

“Chukkae Luhan-ah, akhirnya rencanamu berhasil juga sekarang kau menjadi kekasih Sica. Tidak sia-sia aku dan yang lain membantumu membuat rencana ini”ucap Sooyoung panjang lebar yang tanpa sadar telah membocorkan rahasia Luhan.

 

Yang lainnya menatap Sooyoung tajam, sadar dengan apa yang di ucapkannya Sooyoung langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan”Oppss”

 

Semuanya kini menatap kearah Jessica yang wajahnya sudah merah padam karena menahan marah. Mereka tidak tahu betapa sangat takutnya Jessica berada dalam labirin sendirian. Jessica balas menatap mereka dengan tajam.

 

“Jadi semua ini sudah di rencanakan?”tanya Jessica dengan nada suara geram—menahan marah.

 

Semuanya dengan kompak mengangguk kecuali Luhan, saat ini ia sedang komat-kamit membaca doa agar Jessica tidak marah padanya dan memutuskannya sekarang juga.

 

“Apa kalian tidak tahu bahwa di dalam Labirin sialan itu aku ketakutan. Aku menangis. Aku meminta pertolongan kalian, tapi tidak ada dari kalian yang menolongku”jelas Jessica sambil menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

 

Diam..

 

Tidak ada yang berani menyahut ucapan Jessica apalagi dalam kondisi Jessica yang sedang marah seperti ini.

 

“Jadi pada siapa aku harus berterima kasih?”tanya Jessica sambil tersenyum manis. Senyum manis yang menipu. Tidak mungkin dalam kondisi seperti ini Jessica tersenyum senang.

 

Luhan yang berada di dekat Jessica sedang harap-harap cemas, berdoa agar yang lain tidak menunjuknya. Tapi sepertinya doa Luhan tidak di dengar oleh tuhan, karena dengan kompaknya semua menunjuk kearah Luhan.

 

Mati aku!’batin Luhan pasrah.

 

Jessica menoleh kearah Luhan yang berada di sampingnya dengan gerakan pelan.

 

“Glek”

 

Dengan susah payah Luhan menelan salivanya.

 

“Ya tuhan tolong selamatkan aku. Aku berjanji kepada siapa saja yang menolongku aku akan berbuat baik padanya”ucap Luhan menirukan perkataan Jessica saat tadi ia secara tidak sengaja mendengarnya di dalam Labirin Love.

 

Luhan bermaksud agar Jessica mengingat perkataannya sendiri  saat ia berada di dalam Labirin Love dan tidak marah padanya karena ia yang telah menolong Jessica. Tapi Jessica menganggap lain perkataan Luhan, ia merasa Luhan sedang meledeknya.

 

Yang lain menatap Luhan dengan horor ‘bodoh’runtuk yang lainnya dalam hati melihat kelakuan Luhan.

 

“Dalam hitungan ketiga lari”aba-aba Yuri.

 

“Tiga”teriak Yuri dan membuat semuanya lari termasuk Luhan.

 

“XI LUHAN~~” teriak Jessica menggelegar.

 

“MIANHAE PRINCESS~”balas Luhan sambil berteriak.

 

 

 

The End

 

 

Epilogue

 

 

Luhan meminta bantuan kepada teman-teman Jessica untuk membantunya menyatakan cinta kepada Jessica. Ia ingin menyatakan perasaannya kepada Jessica dengan cara yang unik. Dan terlintas di pikirannya saat itu tentang sebuah Labirin di Namsan Tower. Ia meminta agar Tiffany, Yuri dan Sooyoung membantunya untuk meyakinkan Jessica bahwa ada sebuah Labirin Love di Namsan Tower. Dan meyakinkan Jessica jika ia bertemu dengan lawan jenis di dalam Labirin Love maka orang itu kelak akan menjadi jodohnya lalu setelah itu membuat Jessica masuk ke dalam Labirin. Dan ia akan masuk ke dalam Labirin Love itu dan menyatakan perasaannya kepada Jessica dan ia yakin Jessica akan menerimanya karena Jessica mengira mitos tentang Labirin Love itu memang benar. Dengan senang hati Tiffany, Yuri dan Sooyoung membantu Luhan karena ia merasa sebenarnya Jessica mempunyai perasaan yang sama. Tapi entah karena gengsi atau apa Jessica tidak mau menerima Luhan menjadi kekasihnya.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

25 september 2012

 

Title : de’ Labirin Love

 

Author : Жin Genie

 

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Zhang Sooyoung

Zhang Yixing

 

Genre : Romance

 

Rating : Teen

 

Length : Oneshoot

 

Summary : Jika kau bertemu dengan lawan jenis di dalam sebuah labirin, maka ia akan menjadi jodohmu.

 

A/ N : ff ini terinspirasi dari film Doraemon yang judulnya Labirin Kaleng*kalau ga salah* & dari acara di salah satu stasiun swasta yang saat itu menampilkan tentang labirin. Jadilah ff ini. maaf kalau ff ini sangat tidak memuaskan dan sebagainya.

.

 

***de’ Labirin Love***

 

“Bosan~”

 

“Setiap hari minggu hanya menghabiskkan waktu di dalam dirumah”gumam seorang yeoja sambil menaruh kepalanya di atas meja. Sontak teman sebangkunya menoleh kearahnya dengan pandangan sedikit kesal karena telah mengagetkannya.

 

“Salahmu sendiri, setiap aku mengajakmu pergi kau selalu menolak”cibir teman yeoja tadi. Yeoja dengan  cirikhas eyes smile itu menatap temannya iba dan juga kesal. Temannya yang kini tengah meratapi nasibnya sebagai seorang single yang tidak juga mendapatkan kekasih, walaupun ia memiliki wajah yang cantik.

 

Yeoja tadi langsung mengangkat kepalanya“Ya! Tentu saja aku menolak, aku tidak ingin menjadi pengganggu antara kau dengan Yixing”belanya dengan sedikit meninggikan volume suaranya.

 

Dia mencondongkan wajahnya kearah teman sebangkunya itu“Dan terlebih lagi aku tidak ingin mendengar rayuan Yixing yang sangat memuakan itu”tambahnya dengan ekspresi ingin muntah.

 

Teman yeoja tadi tidak terima jika namja chingunya di hina”Ya! Jessica Jung ! kau ingin mati eoh”teriaknya dengan suaranya yang cempreng nan tinggi itu.

 

“Ya! Tiffany Hwang kecilkan suaramu itu, sangat berisik”omel yeoja yang tadi dipanggil Jessica Jung itu. Jessica mengedarkan pandangannya ke penjuru kelas yang saat ini tengah menatap mereka berdua aneh karena telah membuat kegaduhan”Lihat, kita jadi tontonan”ucap Jessica datar sambil mengisyaratkan Tiffany untuk melihat seisi kelasnya. Tiffany hanya senyum tiga jari melihat wajah bingung teman-temanya yang lain lalu ia membentuk tanda ‘V’ menggunakan jarinya sebagai isyarat bahwa ia meminta maaf atas kegaduhan yang telah ia perbuat.

 

“Ini semua karenamu”bisik Tiffany kesal.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

“Bagaimana kalau akhir pekan ini kita ke Namsan Tower “usul Yuri teman Jessica dan Tiffany hanya saja mereka berbeda kelas dengan Jessica dan Tiffany, Yuri  yang berada di kelas 3-D sementara Jessica dan Tiffany berada di kelas 3-C.

 

“Malas ah~”tolak Jessica lalu merebahkan dirinya di kasur King Size Sooyoung temannya juga sama seperti Yuri, Sooyoung berbeda kelas dengan Jessica ia kelas 3-B.

 

Saat ini Jessica, Tiffany dan Yuri sedang berada di rumah Sooyoung tepatnya di kamar Sooyoung untuk melakukan rapat harian. Ah tidak, lebih tepatnya seperti berkumpul setiap hari setelah pulang sekolah di salah satu rumah dari mereka dan hari ini mereka dijadwalkan berkumpul dirumah Sooyoung yang sangat megah bak istana.

 

“Wae? Bukankah tadi kau yang mengeluh ingin pergi jalan-jalan akhir minggu ini?”tanya Yuri bingung karena Jessica menolak begitu saja usulnya. Ucapan Yuri mendapatkan anggukan dari Tiffany dan Sooyoung yang tengah asik memakan cemilan yang disediakan oleh Sooyoung.

 

“Apa serunya ke Namsan Tower? Kalau hanya ingin melihat Tower yang tinggi dan menjulang? Kalau seperti itu untuk apa kita ke Namsan? Disini saja sudah ada Tower berjalan”jawabnya santai sambil melirik Sooyoung.

 

YA!”protes Sooyoung.

 

“Pasti kau belum mendengar tentang Labirin Love”ucap Yuri dan Tiffany bersamaan.

Jessica bangkit dari tidurnya“Mwo? Labirin Love?”ucap Jessica tidak yakin dengan apa yang ia dengar.

 

“Jangan bilang iya?”tanya Tiffany dengan sedikit tidak percaya.

 

“Memang”jawab Jessica santai.

 

“Huft”Ketiga temannya itu menghela napas dengan bersamaan.

 

“Payah, Sooyoung saja yang kerjaannya makan tahu, masa kau tidak tahu”cibir Yuri.

 

“Pluk”

 

Sebuah bantal dengan sukses mendarat di wajah cantik Yuri “Maksudmu apa Kwon Yuri?”tanya Sooyoung sinis.

 

“Hehe, aniyo”cengir Yuri.

 

Hey  Stop! Jelaskan padaku apa itu Labirin Love?”pinta Jessica.

 

“Begini”ucap Sooyoung dengan mimic wajah yang serius.

 

Ne?”Jessica menanti penjelasan Sooyoung dengan serius.

 

“Kau saja yang jelaskan Fany”perintah Sooyoung.

 

“Gubrak”

 

Ketiga temannya menatap Sooyoung datar, semenatara yang di tatap hanya tersenyum tiga jari seolah senyumannya itu yang paling indah.

 

“Jadi, kalau masuk kedalam labirin lalu kau bertemu dengan lawan jenis konon ia akan menjadi jodohmu”jelas Tiffany.

 

Jessica mengerutkan keningnya, tidak puas dengan penjelasan Tiffany “Mana ada yang seperti itu”cibirnya lalu kembali merebahkan tubuhnya di kasur King size Sooyoung.

 

“Kau tidak percaya?”tanya Tiffany kaget karena reaksi Jessica yang di luar dugaannya dan sangat berbeda dengan orang lain yang akan merespon dengan antusias.

 

Jessica menatap Tiffany dengan malas “Tentu saja aku tidak percaya, mana ada yang seperti itu dan aku tidak pernah mendengar cerita tentang Labirin Love sebelumnya”jelasnya panjang lebar. Tiffany mengehela napas pasrah”Terserah kalau kau tidak percaya”ucapnya lalu beranjak dari kamar Sooyoung.

 

“Kau mau kemana Fany-ah?”tanya Sooyoung.

 

“Dapur, aku haus”jawab Tiffany tanpa menoleh.

 

Hening..

 

Tidak ada yang bersuara setelah Tiffany pergi ke dapur, Sooyoung sibuk dengan cemilannya, Yuri sibuk dengan ponselnya dan Jessica sibuk bermalasan dikasur Sooyoung.

 

“Bagaimana jika kau mencobanya”ucap Tiffany tiba-tiba.

 

“Ya! Fany kau mengagetkan”teriak Jessica, Yuri dan Sooyoung bersamaan.

 

“Hehe..mianhe”ucapnya sambil membentuk huruf ‘V’ dengan jarinya yang sudah menjadi cirikhasnya selain eyes smile.

 

“Bagaimana kau mau?”tanya Tiffany penasaran.

 

Jessica berpikir sejenak”Tidak ah, bagaimana kalau aku tersesat di dalam labirin?”tanya Jessica balik.

 

Sekarang giliran Tiffany yang berpikir “Kau kan bisa menghubungiku untuk menjemputmu”jawab Tiffany sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

 

“Bagaimana kalau nanti aku tidak akan bertemu dengan siapa-siapa disana? Apa itu tandanya aku tidak mempunyai jodoh?”tanya Jessica lagi.

 

Tiffany kemabali berpikir, kali ini dengan keras “Haissttt, pokoknya kau harus mencobanya dan jangan protes atau bertanya lagi. Ini pasksaan!”ucap Tiffany kesal, ia pusing memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang belum tentu terjadi.

 

“Sseperti biasa”cibir Jessica, Yuri dan Sooyoung bersamaan sambil menetap Tiffany datar. Sudah menjadi kebiasaan Tiffany memaksakaan kehendakanya.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

 “Bagaimana?”tanya Tiffany.

 

Jessica mengernyitkan keningnya”Apanya yang bagaimana?”tanyanya bingung dengan maksud Tiffany.

 

“Tentang Labirin Love. Apa kau mau mencobanya?”jelas Tiffany.

 

Jessica menghentikan aktivitasnya saat ini, yaitu menyalin tugas sejarah Tiffany.

 

“eEntahlah”ucap Jessica sambil mengangkat bahunya.

 

Melihat sikap Jessica yang sepertinya  tidak peduli itu membuat Tiffany kesal. Tiffany mengambil buku sejarah yang kini tengah di salin Jessica.

 

“YA! Kenapa diambil? Aku belum selesai Fany-ah”protes Jessica.

 

“Aku tidak akan memberikan buku ini sebelum kau setuju dan mau mencoba Labirin Love”ujar Tiffany.

 

“Ayolah Fany berikan bukumu sebentar lagi Jeon seonsaengnim akan masuk”seru Jessica mulai kesal dengan Tiffany.

 

Tiffany menggelengkan kepalanya.

 

“Kenapa kau pelit sekali Tiffany Hwang, aku tahu tugasmu pasti Yixing yang mengerjakannya, jadi cepat berikan buku itu padaku”seru Jessica galak.

Lagi-lagi Tiffany menggelengkan kepalanya.

 

Jessica menatap Tiffany kesal “Hwang Miyoung!”geram Jessica.

 

“Aku tidak akan memberikan buku ini sebelum kau setuju dan mau mencoba masuk ke dalam Labirin Love”ulang Tiffany bersikeras dengan keinginannya.

 

Jessica menghela napas pelan “Baiklah, sesukamu saja”ujar Jessica malas sambil mengulurkan tangannya meminta buku Tiffany.

 

Tiffany tersenyum tiga jari lalu memberikan bukunya “Nah gitu dong”ucapnya senang.

 

Jessica kembali melanjutkan acaranya yang sempat tertunda karena Tiffany, sementara Tiffany yang berada di sebelah kirinya sibuk dengan ponsel Pinknya.

 

“Aku mau ke toilet dulu”ucap Tiffany sambil berlalu meninggalkan kelas.

 

Jessica menatap Tiffany heran”Tidak biasanya dia berani ke toilet sendiri, biasanya akan merengek seperti anak kecil supaya ditemani ke toilet”gumam Jessica sambil memiringkan kepalanya.

 

Tidak mau ambil pusing dengan tingkah Tiffany yang menurutnya sedikit aneh itu, Jessica kembali menyalin tugas sejarah Tiffany sebelum Jeon seonsaengnim datang.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

“Sica ayo ke kantin”ajak Tiffany sambil menarik tangan Jessica paksa.

 

“Aku malas Fany, ngantuk”tolak Jessica cepat.

 

“Aku ingin tidur saja”tambahnya.

 

“Hi Princess”sapa seorang namja sambil tersenyum manis.

 

Mendengar suara namja itu dan terlebih panggilan yang diberikan namja itu kepada Jessica membuat Jessica langsung tahu siapa yang memanggilnya. Buru-buru Jessica bangun, mendadak ia tidak mengantuk lagi.

 

“Ah aku tahu, kau ingin berduaan kan dengannya. Baiklah aku mengerti”seru Tiffany sambil terkikik pelan. Tiffany menoleh kearah Jessica yang kini tengah menetapnya dengan mata yang membelalak. Seolah tidak peduli dengan Jessica, ia berjalan menuju kantin.

 

“Gomawo atas pengertianmu Fany-ah”ucap namja itu sambil tersenyum manis kearah Tiffany.

 

Jessica semakin terbelalak mendengar ucapan namja itu.

 

“Ya Fany tunggu aku”seru Jessica bangun dari duduknya menyusul Tiffanya yang sudah terlebih dahulu berjalan kearah kantin.

 

“Kau mau kemana Princess?”tanya namja itu sambil menahan tangan Jessica agar tidak menyusul Tiffany.

 

Jessica menatap horror namja itu terlebih kearah tangannya yang dipegang oleh namja itu “Lepaskan tanganku, aku mau ke kantin”omel Jessica sambil menunjuk tangannya.

 

“Tidak”tolak namja itu tegas.

 

“Aku lapar”

 

“Aku membawa makanan”ujar namja itu sambil mengangkat kantung plastic yang berisi makanan.

 

“Tapi aku mau makan bersama Tiffany dan yang lainnya di kantin”seru Jessica kesal.

 

“Sekali-kali makan berdua bersamaku”balas namja itu menarik tangan Jessica kembali ketempat duduknya lalu ia duduk disamping Jessica.

 

“Ya!”omel Jessica.

 

Tapi namja itu tidak memperdulikannya, ia membuka kantung plastic yang ia bawa. Ternyata isinya adalah kotak bekal berwarna biru langit.

 

“Aku membuatnya sendiri”ucap namja itu dengan ceria. Sementara Jessica hanya mengerucutkan bibirnya.

 

Ternyata namja itu membuat makanan favorite Jessica.

 

“Aku tahu ini adalah makanan favoritemu”

 

Jessica melirik sekilas isi bekal makan siang yang dibuat namja menyebelkan disampingnya ini. ternyata benar, yang ia buat adalah makanan favoritenya.

 

“Siapa bilang itu makanan favoriteku?”selidik Jessica dengan nada suara yang angkuh.

 

“Teman-temanmu”jawab namja itu santai.

 

Jessica hanya mendengus sebal. Lagi-lagi temannya yang membocorkan rahasianya kepada namja menyebalkan disampingnya ini.

 

Sebenarnya teman mereka aku atau namja menyebalkan ini sih?.  Pikir Jessica kesal sambil menatap namja di sampingnya dengan sinis.

 

“Bbuka mulutmu”perintah namja tadi sambil menyendokkan makanan.

 

“Hah?”

 

“Buka mulutmu”ulang namja tadi.

 

Jessica menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan “Tidak mau”tolaknya cepat.

 

“Kau coba dulu”bujuk namja tadi.

 

Jessica menggelengkan kepalanya.

 

“Sedikit saja”bujuknya.

 

“Aku bilang, aku tidak mau Xi Luhan”bentak Jessica kesal.

 

Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah tampan namja bernama Luhan itu”Wae?”tanya Luhan penasaran.

 

“Pokoknya tidak mau!”tolak Jessica lalu pergi begitu saja dari kelasnya. Meninggalkan Luhan dan kotak bekalnya.

 

Luhan membuang napasnya pelan “Lagi-lagi gagal”serunya lemah.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

Sesuai perjanjian hari minggu ini Jessica, Tiffany, Yuri dan Sooyoung datang ke Namsan Tower untuk membuktikan kebenaran dari Labirin Love.

 

“Mianhe chagiya, aku telat”ucap seorang namja gagah bak seorang pangeran.

 

“Gwencahana”sahut Tiffany, sudah dipastika bahwa namja itu adalah Zhang Yixing, pangeran Tiffany.

 

Jessica tersenyum lebar, tiba-tiba saja otaknya yang tidak terlalu pintar itu mendapatkan ide bagus.

 

“Bagaimana sebelum aku masuk, kau dan Yixing saja yang masuk terlabih dahulu”ucap Jessica dengan senyum yang mengembang.

 

“Eh?”kaget Tiffany dan Yixing seraya menoleh kearah Jessica yang tengah tersenyum lebar.

 

“Aku? Kenapa aku??”tanya Tiffany sambil menunjuk dirinya sendiri.

 

“Tentu saja untuk melihat apakah kalian berjodoh atau tidak”jawab Jessica cepat.

 

“Dan membuktikan padaku, bahwa mitos tentang Labirin Love itu benar”tambahnya masih dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya.

 

Tiffany dan Yixing nampak berpikir sejenak“Ok”ucap Tiffany setuju. Yixing menatap Tiffany kurang yakin.

 

“Ayo Fany masuk”ujar Jessica sambil mendorong Tiffany agar masuk  kedalam labirin. Setelah Tiffany masuk Jessica member isyarat agar Yixing juga masuk, tapi menggunakan pintu masuk yang lain. Labirin itu terdiri dari empat pintu sebagai jalan keluar dan jalan masuk.

 

Setelah Tiffany dan Yixing masuk kedalam labirin Jessica tidak henti-hentinya tersenyum, entah apa yang membuatnya sebahagia itu sampai tersenyum terus.

 

Sekitar 15 menit Tiffany dan Yixing berada di dalam labirin tapi mereka belum menunjukan tanda-tanda akan keluar dari dalam labirin.

 

“Sudah kuduga, bahwa Labirin Love itu hanya mitos”ucap Jessica senang. Dengan tidak munculnya Tiffany dan Yixing, membuat Jessica punya alasan untuk tidak masuk kedalam Labirin Love. Sejujurnya Jessica takut masuk kedalam labirin itu. Pertama, ia takut tersesat di dalam labirin yang sangat luas itu. Kedua, ia takut jika orang yang ditemuinya di dalam labirin tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Atau bahkan hal terburuknya Jessica tidak akan bertemu dengan siapa-siapa di dalam Labirin Love.

 

“Kita lihat saja, aku yakin Tiffany dan Yixing sebentar lagi pasti akan keluar dari Labirin Love itu”ucap Yuri dengan yakin dan membuyarkan pemikiran Jessica tentang Labirin Love. Jessica menoleh kearah Yuri yang sedang harap-harap cemas.

 

“Kenapa kau yakin sekali?”selidik Jessica.

 

Feeling”sahut Yuri sambil mengankat bahunya antara yakin dan tidak yakin.

 

Kini giliran Jessica yang harap-harap cemas.

 

“Aku ingin membeli minum, apa kalian ingin menitip?”tawar Sooyoung. Disaat seperti ini yang ada dalam pikiran Sooyoung pun hanya perutnya saja.

 

“Orange Juice”jawab Jessica singkat.

 

“Aku juga”timpal Yuri.

 

“Baiklah”lalu Sooyoung berlalu mencari penjual minuman.

 

Tak lama setelah Sooyoung pergi Tiffany dan Yixing keluar bersamaan sambil bergandengan tangan dan dengan senyum yang terus mengembang dari bibir mereka.

 

Jessica mendesah pelan, kini tiba gilirannya.

 

“Bagaiman kau percaya sekarang?”tanya Tiffany dengan gaya yang sok.

 

“Sedikit”jawab Jessica singkat.

 

“Sudah cepat sana masuk, sekarang giliranmu”seru Tiifany sambil tersenyum senang.

 

“Chakkaman”ucap Jessica.

 

“Bagaimana kalau nanti aku tidak bertemu dengan siapapun?”tanya Jessica dengan wajah ragu.

 

“Bagaimana kau tahu kalau belum mencoba”sahut Yuri cepat.

 

“Siapa tahu di dalam kau bertemu dengan Luhan”goda Tiffany. Seketika wajah Jessica merah merona begitu mendengar nama Luhan disebutkan. Entah kenapa Jessica mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, dimana Luhan membawakan bekal untuknya namun tidak sedikitpun ia menyentuh makanan itu.

 

“Tuh kan wajahmu merah”ledek Yuri dan Tiffany sambil menunjuk wajah Jessica.

 

Jessica menepis tangan Yuri dan Tiffany“Apa-apaan kalian, aku tidak suka dengan Luhan”ujar Jessica galak.

 

“Memangnya ada yang bilang kalau kau menyukai Luhan?”Goda Yuri lagi sambil menepuk pundak Jessica pelan.

 

Skak..           

 

kena kau Jessica’pikir Yuri dan Tiffany sambil menyeringai.

 

Jessica mengembungkan pipinya, kebiasaannya jika sedang kesal. Jessica menatap teman-temannya sebal, lalu memutuskan pergi begitu saja masuk kedalam Labirin Love.

 

“Sica Hwaiting”teriak Yuri menyemangati.

 

“Semoga bertemu Luhan”teriak Tiffany.

 

“Haha”Terdengar tawa dari teman-temannya.

 

“Apa-apaan mereka itu”gumam Jessica kesal bercampur malu.

 

“Glek”

 

Jessica menelan ludahnya dengan susah payah ketika ia sudah masuk ke dalam Labirin Love, ia bingung harus memilih jalan yang mana karena banyak sekali jalan-jalan yang harus ia lalui.

 

“Bagaimana kalau nanti aku bertemu orang yang jelek? Apa dia akan menjadi jodohku?”ucap Jessica kepada dirinya sendiri.

 

“Lalu bagaimana kalau aku tidak bertemu dengan siapa-siapa di dalam labirin sebesar ini”ucap Jessica lagi.

 

“Arghh,,pusing”keluhnya sambil mengacak-acak rambutnya.

 

Sekarang di depan Jessica ada sebuah jalan, ia bingung harus memilih yang kanan atau yang kiri “Kanan kiri, kanan kiri, kanan kiri?”ucap Jessica menimbang-nimbang.

 

“Kanan itu lebih baik, jadi aku pilih kanan”ucap Jessica akhirnya setelah memutuskan untuk memilih yang mana. Jessica menelusuri jalan kanan yang tadi ia pilih.

 

Sekarang Jessica di hadapkan oleh dua pilihan lagi anatara kanan dan kiri “Kanan”ucap Jessica yakin akan memilih jalan yang kanan lagi.

 

Sekarang Jessica dihadapkan dengan tiga pilihan antara lurus, kanan atau kiri. Jessica menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung harus mengambil jalan yang mana.

 

“Kanan saja lah”gumam Jessica pasrah.

 

Jessica terus mengikuti labirin itu sampai pada jalan buntu “Loh? Kok tidak ada jalan lagi?”tanyanya bingung, Jessica mulai panik. Jika ia harus kembali ke awal ia bingung harus memilih jalan yang mana.

 

“Tenang Jessica Jung, pasti ada jalan keluarnya”ucap Jessica menenangkan dirinya sendiri.

 

Jessica menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Jessica mengingat-ingat jalan mana saja yang tadi ia pilih “Ah, tadi aku selalu kearah kanan kalau kembali aku harus mengikuti jalan sebelah kiri”gumam Jessica yakin.

 

Ia mulai memutar jalannya kembali ketempat dimana tadi ia memilih jalan “Loh? Kenapa jalannya jadi seperti ini? sepertinya tadi hanya ada dua pilihan kenapa sekarang jadi tiga pilihan”ucap Jessica panik.

 

“Aku harus memilih jalan yang mana”ucapnya frustasi.

 

Jessica terdiam sejenak, memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

 

Satu menit..

 

Tiga menit..

 

Tujuh menit..

 

Tiga belas menit..

 

“Aku harus bagaimana?”ucap Jessica pada dirinya sendiri. Setelah beberapa menit memikirkan jalan keluar dari Labirin Love. kepala Jessica terasa berdenyut karena ia sama sekali tidak menemukan solusi atas masalahnya saat ini. Jessica tidak akan bisa berpikir jernih bila dalam kondisi panik seperti ini. Kini Jessica tidak lagi memikirkan tentang orang yang akan ia temui nanti, sekarang yang ada di dalam pikirannya adalah bagaimana keluar dari Labirin ini saja dengan selamat, itu saja sudah lebih dari cukup.

 

“Aku harus cepat-cepat keluar dari Labirin ini”ucap Jessica dan mulai berjalan tanpa arah. Jessica benar-benar berjalan tanpa arah ia terus saja belok jika ada tikungan, tak jarang ia sering kali terjebak dalam jalan buntu dan harus kembali ketempat sebelumnya walaupun ia tidak pernah kembali ketempat sebelumnya.

 

“Huaaaa kenapa jalan buntu lagi”ucap Jessica sambil terisak, sudah sekitar 30 menit lebih Jessica berada di dalam Labirin Love itu tapi ia sama sekali belum bertemu dengan seseorang yang mungkin akan menjadi jodohnya dan yang lebih parahnya Jessica tidak tahu sekarang ia sudah sejauh mana menelusuri Labirin Love tapi perasaannya mengatakan bahwa Jessica hanya berputar-putar saja.

 

“Yuri, Tiffany, Sooyoung tolong aku”teriak Jessica dari dalam Labirin entah terdengar atau tidak sampai keluar.

 

“Eomma, appa, eotohkae?”gumam Jessica bingung.

 

Jessica yang sudah capek dan kebingunganpun akhirnya memutuskan untuk diam di tempatnya menunggu teman-temannya datang menolongnya atau dia bertemu dengan seseorang yang lewat di tempatnya yang mungkin akan menjadi jodohnya.

 

“Aha”seru Jessica senang saat ia ingat kalau ia bisa meminta bantuan temannya agar datang menolongnya keluar dari labirin ini.

 

“Kau memang pintar Jessica Jung”ucap Jessica bangga kepada dirinya sendiri.

 

Jessica merogoh tas kecilnya, mencari benda persegi panjang berwarna putih-ponselnya.

 

“Loh kok tidak ada?”gumam Jessica bingung.

 

Jessica menepuk keningnya “Ponselku di pinjam Sooyoung”serunya lemas.

 

 Lalu menangis “Huaaaa”

 

“Kau memang bodoh Jessica Jung. Sangat bodoh”Jessica merutuki dirinya sendiri atas kebodohannya. Sangat kontras dengan beberapa detik yang lalu dimana ia sangat membanggakan dirinya sendiri.

 

“Tamat riwayatku”gumam Jessica lemas.

 

“Sekarang aku harus bagaimana?”ujar Jessica bingung.

 

Ia sudah hamper satu jam berada di dalam Labirin Love ini, tapi kenapa temannya tidak kunjung mencarinya. Bukannya tadi Tiffany bilang ia akan menolongnya jika ia tersesat di dalam Labirin Love.

 

“Jahat”

 

“Kalian jahat”

 

“Aku benci kalian”

 

“Hiks hiks hiks”Jessica terus terisak di dalam Labirin Love ini. ia menyerah, ia tidak mau lagi melanjutkan perjalanan yang malah membuatnya semakin tersesat di dalam Labirin Love ini.

 

“Ya tuhan tolong selamatkan aku. Aku berjanji kepada siapa saja yang menolongku aku akan berbuat baik padanya”Jessica berdoa kepada tuhan agar mengirimkan seseorang untuk menyelamatkannya.

 

“Jessica”panggil seseorang.

 

Doanya terkabul.

 

Jessica yang mendengar suara orang, terlebih orang itu memanggilnya langsung mencari sumber suara. Dan ia mendapati Luhan tengah berdiri di belakangnya. Jessica tersenyum manis kepada Luhan lalu menghambur kepelukkannya dan memeluk Luhan dengan sangat erat.

 

“Deg”

 

Jantung Luhan berdetak tidak karuan saat Jessica memeluknya dengan sangat erat, terlebih tadi ia tersenyum manis kearahnya. Saat ini Luhan merasa seperti dirinya ada di surga, walaupun ia tidak tahu surga itu seperti apa.

 

“Huaaaa Luhan”isak Jessica dalam pelukkan Luhan.

 

“Kau kenapa?”tanya Luhan bingung.

 

Jessica mengendurkan pelukkannya lalu menatap Luhan “Aku…aku..aku tersesat”ucapnya lalu kembali memeluk Luhan dengan erat. Luhan pun membalas pelukkan Jessica, berusaha membuat Jessica lebih tenang.

 

Jessica melepaskan pelukkannya“Untung ada kau Luhan-ah, cepat bawa aku keluar dari Labirin sial ini”seru Jessica menggebu sambil menatap langsung ke mata Luhan dengan tatapan memohon.

 

“Deg”

 

Lagi-lagi jantungnya berdetak dengan sangat cepat saat Jessica menatapnya. Luhan tersenyum kecil”Aku akan membawamu keluar dari dalam Labirin ini”ucapnya mantap.

 

Jessica tersenyum senang lalu kembali memeluk Luhan.

 

“Tapi—“seru Luhan menggantung.

 

Jessica melepaskan pelukkanya”Tapi apa?”tanya Jessica penasaran.

“Dengan satu syarat”jawab Luhan.

 

“Apa? Apapun, aku akan melakukan apapun agar aku bisa keluar dari tempat terkutuk ini”ucap Jessica tanpa sadar karena ia sudah sangat ingin keluar dari Labirin ini.

 

“Kau harus mau jadi kekasihku”ucap Luhan cepat.

 

 

“Ok. Eee??”seru Jessica kaget.

 

“Yes, kau sudah setuju. Kau tidak boleh menarik perkataanmu dan sekarang kita adalah sepasang kekasih”ujar Luhan senang.

 

“YA!”protes Jessica.

 

“Princess kau tidak boleh mengingkari ucapanmu sendiri”Luhan memperingatkan.

 

“Tapi—“

 

“Kau mau keluar kan dari labirin ini?”tanya Luhan.

 

Jessica menganggukan kepalanya mantap.

 

“Nah kalau kau ingin keluar kau harus mau jadi kekasihku. Sebagai tanda bukti cintaku terima boneka ini”ucap Luhan sambil menyerahkan boneka Teddy Bear cokelat berukuran kecil kepada Jessica.

 

“Baiklah”patuh Jessica sambil mengambil boneka Teddy Bear.

 

“Tapi kau tidak boleh memutuskanku setelah kita keluar dari Labirin ini”tegas Luhan.

 

Jessica menganggukkan kepalanya “Ya ya ya”sahut Jessica mulai malas

 

“Bagus, ayo kita keluar”ujar Luhan semangat sambil menggenggam tangan Jessica.

 

“Tidak boleh protes”tambah Luhan yang tahu Jessica kan protes.

 

Jessica mengembungkan pipinya mendengar ucapan Luhan.

 

Nyaman. Entah kenapa saat Luhan menggenggam tanganya, Jessica merasa sangat nyaman. Tangan Luhan terasa sangat nyaman seperti tangan ayahnya.

 

Luhan membawa Jessica keluar dari Labirin Love kurang dari 15 menit.

 

Jessica merasakan jantungnya berdetak cepat saat mereka sudah akan keluar dari dalam Labirin Love. Ia tidak siap jika temannya melihatnya bersama Luhan. Bisa-bisa Jessica menjadi bahan ledekkan.

 

“Bisakah kau lepaskan tanganku”ucap Jessica.

 

“Tidak”tolak Luhan cepat.

 

Bagus! Ia benar-benar akan menjadi bahan ledekkan teman-temannya terutama oleh Tiffany.

 

“Kyaaaa”teriak teman-teman Jessica saat melihat Jessica keluar bersama dengan Luhan, terlebih tangan Luhan yang menggenggam tanganya.

 

“Ehem, sepertinya ada pasangan baru nih”goda Yuri.

 

Jessica hanya mengembungkan pipinya, sementara Luhan tengah tersenyum manis kearah teman-teman Jessica dan temannya. Ternyata di luar Labirin tidak hanya ada teman Jessica, tapi juga ada teman Luhan dari tim sepak bolanya. Dan itu membuat Jessica semakin malu lalu melepaskan genggaman tangan Luhan secara paksa.

 

“Iya, sekarang kami adalah sepasang kekasih”ucap Luhan senang.

 

Jessica menoleh kearah Luhan yang kini tengah tersenyum malu “Lengkap sudah”gumam Jessica pelan, sangat pelan.

 

“Jangan-jangan kau sengaja berlama-lama di dalam Labirin Love dan bermesraan dengan Luhan”ujar Tiffany asal.

 

“Hwang Miyoung!!”geram Jessica.

 

“Sudahlah Sica mengaku saja Sica”goda Tiffany.

 

“Pletak”

 

Jessica memukul kepala Tiffany.

 

“Awww”ringis Tiffany sambil mengelus kepalanya.

 

“Sakit Chagi”rengek Tiffany kepada Yixing.

 

“Mana yang sakit?”tanya Yixing perhatian.

 

“YA YA YA!”protes yang lain karena Yixing dan Tiffany yang mengumbar kemesraan tanpa memikirkan teman-teman mereka yang iri karena tidak memiliki pasangan.

 

“Mianhae”ujar Yixing dan Tiffany.

 

“Dasar”

 

“Chukkae Luhan-ah, akhirnya rencanamu berhasil juga sekarang kau menjadi kekasih Sica. Tidak sia-sia aku dan yang lain membantumu membuat rencana ini”ucap Sooyoung panjang lebar yang tanpa sadar telah membocorkan rahasia Luhan.

 

Yang lainnya menatap Sooyoung tajam, sadar dengan apa yang di ucapkannya Sooyoung langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan”Oppss”

 

Semuanya kini menatap kearah Jessica yang wajahnya sudah merah padam karena menahan marah. Mereka tidak tahu betapa sangat takutnya Jessica berada dalam labirin sendirian. Jessica balas menatap mereka dengan tajam.

 

“Jadi semua ini sudah di rencanakan?”tanya Jessica dengan nada suara geram—menahan marah.

 

Semuanya dengan kompak mengangguk kecuali Luhan, saat ini ia sedang komat-kamit membaca doa agar Jessica tidak marah padanya dan memutuskannya sekarang juga.

 

“Apa kalian tidak tahu bahwa di dalam Labirin sialan itu aku ketakutan. Aku menangis. Aku meminta pertolongan kalian, tapi tidak ada dari kalian yang menolongku”jelas Jessica sambil menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

 

Diam..

 

Tidak ada yang berani menyahut ucapan Jessica apalagi dalam kondisi Jessica yang sedang marah seperti ini.

 

“Jadi pada siapa aku harus berterima kasih?”tanya Jessica sambil tersenyum manis. Senyum manis yang menipu. Tidak mungkin dalam kondisi seperti ini Jessica tersenyum senang.

 

Luhan yang berada di dekat Jessica sedang harap-harap cemas, berdoa agar yang lain tidak menunjuknya. Tapi sepertinya doa Luhan tidak di dengar oleh tuhan, karena dengan kompaknya semua menunjuk kearah Luhan.

 

Mati aku!’batin Luhan pasrah.

 

Jessica menoleh kearah Luhan yang berada di sampingnya dengan gerakan pelan.

 

“Glek”

 

Dengan susah payah Luhan menelan salivanya.

 

“Ya tuhan tolong selamatkan aku. Aku berjanji kepada siapa saja yang menolongku aku akan berbuat baik padanya”ucap Luhan menirukan perkataan Jessica saat tadi ia secara tidak sengaja mendengarnya di dalam Labirin Love.

 

Luhan bermaksud agar Jessica mengingat perkataannya sendiri  saat ia berada di dalam Labirin Love dan tidak marah padanya karena ia yang telah menolong Jessica. Tapi Jessica menganggap lain perkataan Luhan, ia merasa Luhan sedang meledeknya.

 

Yang lain menatap Luhan dengan horor ‘bodoh’runtuk yang lainnya dalam hati melihat kelakuan Luhan.

 

“Dalam hitungan ketiga lari”aba-aba Yuri.

 

“Tiga”teriak Yuri dan membuat semuanya lari termasuk Luhan.

 

“XI LUHAN~~” teriak Jessica menggelegar.

 

“MIANHAE PRINCESS~”balas Luhan sambil berteriak.

 

 

 

The End

 

 

Epilogue

 

 

Luhan meminta bantuan kepada teman-teman Jessica untuk membantunya menyatakan cinta kepada Jessica. Ia ingin menyatakan perasaannya kepada Jessica dengan cara yang unik. Dan terlintas di pikirannya saat itu tentang sebuah Labirin di Namsan Tower. Ia meminta agar Tiffany, Yuri dan Sooyoung membantunya untuk meyakinkan Jessica bahwa ada sebuah Labirin Love di Namsan Tower. Dan meyakinkan Jessica jika ia bertemu dengan lawan jenis di dalam Labirin Love maka orang itu kelak akan menjadi jodohnya lalu setelah itu membuat Jessica masuk ke dalam Labirin. Dan ia akan masuk ke dalam Labirin Love itu dan menyatakan perasaannya kepada Jessica dan ia yakin Jessica akan menerimanya karena Jessica mengira mitos tentang Labirin Love itu memang benar. Dengan senang hati Tiffany, Yuri dan Sooyoung membantu Luhan karena ia merasa sebenarnya Jessica mempunyai perasaan yang sama. Tapi entah karena gengsi atau apa Jessica tidak mau menerima Luhan menjadi kekasihnya.

 

 

***de’ Labirin Love***

 

 

25 september 2012

 

Iklan

26 pemikiran pada “de’ Labirin Love ( Lusic Ver) | Oneshoot |

  1. Suka sangat-sangat ceritanya.
    Sebelum sudah ada part haesicanya.
    Ni part luhan diganti dengan donghae..
    Lucu banget ni.
    Luhan suka dengan jessica tetapi jessica gengsi untuk kata suka juga.
    Daebak chingu..

  2. haha,lucu banget deh inspirasinya dari crita doraemon coba,
    selalu so sweet mreka berdua itu,mana panggil2 jessica princess lg si luhan itu,haha

  3. astagaaa ini lucu dan aku sukaaaa><
    well ini bikin aky ngakak dari awal bacanya ahahaha:))))
    author lama bngt gak post ff, jadi kangen :')
    next ff ditunggu ^^

  4. Lucuuuuuuuu……..so sweeeetttttttt cekaleeeeee#lebay
    Itu jessi ska gk sh sma luhan? Rada bngung ♉(^⌣^)♉
    Ishhhhh si fany sma yixing apa banget dhh masa mesra2an di depan tmen2nya yang jomblo kecuali hansica shhhh 😀
    Ishhh sooyoung bener2 ember -_-
    Aku tnggu lgi dh ff hansica lainnya 😀
    Semangat eoonnnnniiiiii :*

  5. cara yang unik buat nyatain cinta, ya lagian sica juga yg jual mahal sih haha
    lucu, manis dam romantis buat fic ini.
    tapi tetep kan yah endingnya jadi sepasang kekasih kkk~

  6. hahahahahaha
    LuSic itu emang konyol banget yah, dari muka nya aja keliatan, suka banget sama cetianya apalagi LuSic nya hehe 🙂
    keep writing thor 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s