Between Them | Part 3 |

Between them

 

Title : Between Them

Author : Winda Kurnia Prado

Cast : Jessica Jung

Kai Kim

Xi Luhan

Suport Cast : Kim Taeyeon

Genre : Romance /Angst

Rating : PG-15

Lenght : Chapther

A/N : An : ff ini terinspirasi dari film Hello My Love, tapi ceritanya gak sama kok kayak yang di film. Ada yang udah nonton?

***Part 3***

 

 

 

“Jessi, ayo cepat kau bersiap sebentar lagi keluarga calon tunanganmu akan datang”teriak Tiffany—eomma Jessica dari lantai bawah.

 

Ne eomma, sebentar lagi”jawab Jessica sedikit berteriak dari kamarnya yang berada di lantai dua.

 

Tak lama keluarga calon tunangan Jessica pun datang.

 

“Silahkan masuk”seru Tiffany ramah dengan senyum manis yang menghiasi wajah cantiknya.

 

Ne, gomawo Fany-ah”balas Victoria—eomma dari namja yang akan di tunangkan dengan Jessica.

 

“Hangeng/Yunho”seru appa Jessica dan calon appa mertua Jessica kompak, lalu mereka berpelukan sekedar melepas rindu karena sudah lama tak bertemu.

 

“Kau semakin tampan saja Hangeng”puji Yunho lalu tertawa pelan.

 

“Hahaha! Kau bisa saja Yunho-ah, kau juga semakin tampan saja”balas Hengeng.

 

Yunho melirik sekelilingnya mencari seseorang“Mana anakmu?”tanya Yunho yang tidak melihat keberadaan anak dari sahabatnya itu.

 

“Ah dia sedang menerima telepon diluar”jawab Hangeng. “Kau tenang saja sebentar lagi dia akan menyusul”lanjut Hangeng. Yunho mengangguk mengerti.

 

“Oh ya, mana anak gadismu?”tanya Hangeng penasaran karena tidak melihat anak gadis Yunho.

 

“Dia masih dikamar, biasa yeoja kalau dandan lama”jelas Yunho samabil bercanda.

 

“Hahaha betul itu” seru Hangeng menyetujui ucapan Yunho dan langsung mendapat death glare dari kedua wanita cantik Tiffany dan Victoria.

 

“Kami hanya bercanda sayang”ralat kedua namja itu kompak sebelum istri mereka marah dan berakhir dengan mereka tidur di sofa.

 

Kedua wanita paruh baya itu memalingkan wajahnya dari suami mereka lalu berjalan masuk. Para namja saling menatap lalu menghela napas pelan dan menyusul masuk.

 

“Fany-ah mana anak gadismu?”tanya Victoria setelah duduk di ruang tamu keluarga Jung dan masih belum mendapati Jessica.

 

“Masih dikamar, sebentar lagi Jessi akan bergabung dengan kita”jawab Tiffany riang.

 

Setelah Tiffany berkata seperti itu Jessica pun turun dari lantai dua, malam ini Jessica terlihat sangat cantik dengan gaun putih diatas lutut tanpa tali dan pita besar berwarna merah muda yang tepat berada di bawah dadanya.

 

 

“Itu dia anakku namanya Jessica Jung tapi kami biasa memanggilnya Jessi”jelas Yunho saat Jessica sudah sampai dihadapan mereka.

 

Jessica tersenyum manis menyambut kedua orangtua dari calon suaminya. “Jessica Jung imnida”ucap Jessica memperkenalkan dirinya lalu membungkuk sopan.

 

“Wah cantik sekali, lebih cantik dari foto yang kalian kirimkan”puji Victoria dengan senyum yang merekah begitu melihat Jessica secara langsung setelah kurun waktu yang sangat lama.

 

Kamshamanida”balas Jessica seraya tersenyum.

 

Mana orang yang akan dijodohkan denganku?’batin Jessica cemas ketika ia tidak mendapati seorang namja yang akan dijodohkan dengannya.

 

“Nah itu anak ahjumma”seru Victoria ketika melihatnya anaknya masuk dan menghampiri mereka.

 

Mendengar perkataan Victoria Jessica langsung mencari orang yang di maksud.“Luhan/Jessica”seru Jessica dan Luhan kompak. Ternayata namja yang akan di jodohkan dengan Jessica adalah Luhan.

Apa lagi ini Tuhan? Kenapa orang itu harus Luhan?’ batin Jessica bingung setelah tahu calon suaminya adalah Luhan—salah satu namja yang harus ia jauhi setelah Kai.

 

“Kalian sudah saling kenal?”tanya Hangeng senang.

 

“Iya pa, Jessica adalah temanku di kampus”jawab Luhan seadanya. Ia masih terkejut dengan kenyataan di depannya ini. Kini dunia terasa sempit untuknya. Dari milyaran yeoja di dunia ini kenapa calon istrinya harus Jessica? Pikir Luhan tidak habis pikir.

 

“Wah, kebetulan sekali. Kalian memang berjodoh”seru Victoria senang.

 

Berjodoh apanya?’batin Jessica lirih. Ia hanya tersenyum kaku melihat kedua orangtuanya dan orangtua Luhan begitu senang dengan kenyataan bahwa mereka salling mengenal sebelumnya tanpa tahu kejadian apa yang membuat mereka saling mengenal.

 

“Berarti kita tidak salah menjodohkan mereka”seru Tiffany tak kalah senang.

 

“Hahaha benar itu, lihatlah mereka sangat serasi”timpal Hangeng.

 

“Yasudah, sebaiknya kita sekarang makan dulu saja sebelum makanannya menjadi terlalu dingin”kata Yunho memberi usul.

 

“Oh ne, aku juga sudah lapar”balas Hangeng seraya memegangi perutnya. Kedua istri mereka terkekeh pelan melihat kelakuan suami mereka yang begitu semangat jika sudah mennyangkut makanan.

 

Pada saat makan malam berlangsung tidak ada yang mengucapkan sepatah katapun, sampai akhirnya Yunho memecahkan keheningan.

“Luhan kau mengambil jurusan apa?”tanya Yunho nampak penasaran.

 

“Aku mengambil jurusan bisnis management ahjussi”jawab Luhan sopan.

 

“Wah itu bagus, kau bisa meneruskan perusahaan appamu kelak”respon Yunho senang.

 

Ne”sahut Luhan singkat. Ia melirik Jessica yang juga sedang meliriknya. Suasana diantara keduanya terasa begitu kaku walau pun kedua orangtua mereka sudah mencairkan suasana.

 

“kalau kau Jessi?”tanya Victoria.

 

Jessica menole ke arah Victoria cepat“Eoh? Aku seni music ahjumma” jawab Jessica sopan.

 

“Wah berarti kau bisa bermain music?”tanya Hangeng.

 

Ne ahjussi

 

“Alat music apa saja yang bisa kau mainkan?” tanya Hangeng lagi.

 

“Mm.. gitar, piano, drum, bass gitar dan sekarang sedang belajar biola”jelas Jessica dengan sedikit malu-malu.

 

“Waw! Banyak sekali, rupanya kau sangat berbakat Jessi”kagum Hangeng, mendengar pujian Hangeng Jessica hanya tersenyum kecil.

 

Akhirnya acara makan malam pun selesai dan sekaranglah acara pertunangannya. Acara ini sengaja hanya dihadiri oleh kedua keluarga saja kerena mereka ingin lebih mengakrabkan diri, terlebih lagi Jessica dan Luhan yang dijodohkan.

 

“Jessi, sebaiknya kau ajak Luhan ngobrol ditaman belakang saja. Agar lebih akrab dan kami akan membicarakan acara pernikahan kalian”jelas Tiffany memberi perintah.

 

Ne eomma, ayo Luhan”seru Jessica.

 

 

>>>

 

 

Sesampainya mereka disana tidak ada yang saling bicara, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Mereka masih tidak bisa mempercayai kenyataan ini terlebih dengan status mereka yang mencintai namja yang sama—Kai kim.

 

“Luhan/Jessica”ucap mereka bersamaan. Luhan dan Jessica saling menatap canggung.

 

“Kau duluan saja”kata Luhan mempersilahkan kepada Jessica untuk berbicara terlebih dahulu.

 

Aniyo, kau duluan saja”tolak Jessica halus.

 

Aniyo, ladies first”ucap Luhan.

 

Jessica menghela napas pelan.“Baiklah,  kenapa kau menerima perjodohan ini?”tanya Jessica langsung. Ia tidak suka berbasa-basi terlebih dengan keadaan mereka yang seperti ini.

Luhan sedikit tersentak kaget mendengar pertanyaan Jessica yang langsung kepada intinya itu.“Mmm..tidak ada pilihan lain, orangtuaku mengingkan perjodohan ini”jelas Luhan lirih. Setelah mengatakan itu Luhan menundukan kepalanya, merasa menjadi namja yang begitu pengecut.

 

“lalu bagaimana dengan Kai”tanya Jessica cemas. Ia masih begitu peduli dengan Kai walau pun kenyataan pahit yang sudah ia ketahui tentang Kai.

 

“Ternyata kau sangat mencintai Kai ya”kata Luhan pelan.

 

Mendengar itu Jessica jadi bingung sendiri. Ia merasa tidak enak dengan Luhan.“Hei, itu bukan jawaban dari pertanyaanku”protes Jessica sedikit kesal karena merasa tersudutkan. Mendengar itu Luhan hanya tersenyum kecil.

 

“Apakah dia tahu?”tanya Jessica lagi seraya menoleh ke arah Luhan yang duduk di samping kanannya.

 

Luhan membuang napasnya kasar. “Iya, dia tahu tentang perjodohan ini”jawab Luhan pelan.

 

“Lalu?”selidik Jessica. Ia masih belum puas dengan apa yang Luhan katakan.

 

Luhan menggeleng lemah.“Entahlah, aku bingung. Aku sangat mencintainya, tapi disisi lain aku ingin orangtuaku bahagia. Aku tak menyangka hari ini akan datang begitu cepat”jelasnya Luhan terdengar amat sangat lirih. Luhan menoleh ke arah Jessica. “Apalagi yeoja yang di jodohkan itu adalah dirimu dari milyaran yeoja di dunia ini”lanjut Luhan dengan senyum kecil yang ditunjukan untuk Jessica.

 

Menengar perkataan Luhan membuat Jessica juga bingung, ini terlalu rumit pikirnya.

 

“Apa kita sedang di permainkan oleh takdir? Atau ini adalah hukuman untuk ku atas dosa yang telah aku lakukan?”ujar Luhan lagi lalu menatap langit yang nampak sepi—tidak ada satu pun benda langit yang menghiasi langit malam itu. Malam yang begitu kelam terlebih untuk dua manusia yang duduk canggung itu.

 

Jessica menarik napasnya dalam. Ia mengerti perasaan Luhan karena ia juga merasakannya.“Bagaimana kalau kita batalkan saja perjodohan ini”usul Jessica.

 

Andwae! Aku tidak ingin melihat kedua orangtuaku sedih dan kecewa padaku”tolak Luhan cepat.

 

“Lantas bagaimana dengan kau dan Kai? Denganku juga?”tanya Jessica yang sebenarnya inti pertanyaannya sama, menannyakan kelanjutan hubungan Kai dan Luhan.

“Entahlah, kumohon jangan batalkan perjodohan ini Jessica”ucap Luhan memelas. Jessica yang mendengarnya menjadi tidak tega.

 

“Ok! Aku tidak akan membatalkan perjodohan ini, tapi dengan satu syarat”ucap Jessica memberi usul.

 

Luhan menoleh ke arah Jessica lalu tersenyum senang. “Apa? Apapun syaratnya aku akan menyetujuinya”ujar Luhan cepat.

 

Jessia tersenyum kecut. “Jangan terlalu senang dulu Luhan, karena syaratku adalah kau harus memutuskan hubunganmu dengan Kai dan jangan pernah menemuinya lagi apapun alasannya. Dan jangan sekali-kali kau mencoba melanggarnya karena aku tidak akan memberikan kesempatan kedua untukmu. Ingat itu”ujar Jessica tegas. Jessica sendiri tidak menyangka ia bisa mengatakaannya. Ia menangis dalam hati setelah mengatakan rangkaian kalimat itu—kalimat yang terdengar sangat egois dan jahat.

 

Maafkan aku Luhan. Maafkan aku. Aku hanya ingin kita terlepas dari masalah yang rumit ini dan hidup bahagia—mingkin. Ucap Jessica dalam hati.

 

Setelah mendengar penuturan Jessica tiba-tiba saja wajah Luhan menjadi sedikit pucat lalu beberapa saat kemudian ia tersenyum kecil. Ia bisa memahami posisi Jessica. Ia tidak bisa memaksa Jessica untuk membiarkannya bahagia dengan Kai terlebih Jessica juga mencintai Kai dan mungkin sama besarnya dengan cintanya kepada Kai. Ia juga akan merasa menjadi manusia yang paling jahat jika menuntut terlalu banyak kepada Jessica.

 

“Baiklah, aku setuju dengan syarat yang kau berikan”jawab Luhan pelan seraya mencoba tersenyum setulus mungkin walau terlihat jelas bahwa ia tidak rela untuk mengatakannya, tapi ini lah jalan yang sudah ia pilih.

 

“Aku mau besok kau putuskan Kai”ucap Luhan tegas.

 

Jessica terbelalak dengan peerkataan Luhan barusan, ia merasa sangat bersalah sekarang. “Apa kau tidak ingin memikirkannya terlebih dahulu? Kenapa kau langsung setuju? Kau harus memikirkannya dengan matang”nasihat Jessica. Ia mengcak rambutnya frustasi. Seujujurnya ia tidak ingin seperti ini.

 

Lagi-lagi Luhan tersenyum kecil. Melihat senyum Luhan membuat Jessica semakin frustasi. “Demi tuhan, Luhan. Aku benci dengan senyum mu”ujar Jessica frustasi.

 

Luhan tertawa hambar. “Kau ini lucu, kau sendiri yang menginginkan aku memutuska Kai, tapi saat aku setuju kau yang malah terlihat tidak setuju”seru Luhan lalu menggeleng pelan.

 

Jessica menghela napas kasar. Jujur saja ia semakin tidak tega melihat ekspresi Luhan yang seperti itu, tapi mungkin ini yang terbaik.

 

 

>>>

 

 

“Kai”panggil Luhan ketika melihat Kai yang baru datang.

 

“Lu~”seru Kai senang, lalu mengahampiri Luhan yang sedang duduk di taman tempat favorite mereka karena kondisinya yang selalu sepi.

 

“Kenapa semalam kau tidak mengangkat teleponku?”tanya Kai dengan nada suara yang manja. Ia sedang merajuk kepada Luhan.

 

“Aku sudah tidur”jawab Luhan bohong.

 

“Tumben sekali”respon Kai sedikit curiga.

 

“Kai”panggil Luhan pelan.

 

Ne, chagi”balas Kai seceria mungkin.

 

“Aku..aku..ingin kita putus”ucap Luhan pelan lalu menunduk setelah memutuskan Kai, ia tidak berani menatap mata Kai yang kecewa padanya.

 

MWO?”seru Kai tidak percaya. Ini terlalu mengejutkan untuknya. Ia tidak berbuat salah apapun kepada Luhan kemarin, tapi mengapa Luhan memutuskannya.

 

“Aku mau kita putus”ulang Luhan dengan suara yang lebih tegas. Ia berani kan dirinya untuk menatap mata Kai yang kini penh kesedihan itu sangat berbeda dari beberapa saat itu.

 

Jangan bercanda chagi”seru Kai tak percaya.

“Aku tidak bercanda Kai Kim”jelas Luhan.

 

Deg!

 

Selama ini Luhan tidak perbah memanggil Kai dengan nama lengkap seperti itu, walaupun ia sedang kesal dengan Kai. Apakah ini tandanya Luhan serius dengan ucapannya.

 

“Lu~”panggil Kai lirih.

 

Luhan hanya diam saja, tidak merespon panggilan Kai. Ia begitu kecewa dengan dirinya yang tidak bisa mempertahankan cintanya kepada Kai dan menyerah begitu saja dengan keadaan.

 

Waeyo Lu?”tanya Kai meminta penjelasan. “Apa salahku padamu? Kenapa kau memutuskan aku?”lanjut Kai dengan air mata yang bercucuran. Ia tidak sanggup jika harus ditinggalkan lagi oleh orang yang begitu ia cintai dengan sepenuh hatinya.

 

“Aku tidak mungin terus bersamamu Kai, mengertilah. Ini salah, kita salah. Dari awal tidak seharusnya kita bersama”ucap Luhan lirih seraya menggeleng pelan. Ia ingin menampar mulutnya sendiri yang telah langcang berbicara seperti itu. Kata-kata yang begitu menyakitkan untuk Kai dan tentu saja dirinya.

 

“Apa karena perjodohan itu?”selidik Kai. Ia tidak terima begitu saja Luhan memutuskannya terlebih jika alasannya tidak masuk akal.

 

Ne”jawab Luhan pelan, ia kembali menundukan kepalanya.

 

“Ta—tapi…”seru Kai terpotong oleh Luhan.

 

“Kumohon mengerti lah Kai”pinta Luhan lirih. Dengan mata yang bercucuran air mata.

 

“Lalu apa artinya hubungan kita selama ini jika harus berakhir seperti ini?”bentak Kai. Ini pertama kalinya ia membentak Luhan selama mereka berhubungan.

 

“Kai”ucap Luhan lirih.

 

“Bagaimana denganku Lu? Kenapa kau tega sekali meninggalkanku hanya demi orang yang dijodohkan denganmu itu? Belum tentu dia yeoja yang baik Lu”ucap Kai, berusaha membuat Luhan berubah pikiran.

 

Luhan menggeleng lemah.“Tidak, kau salah Kai. Dia yeoja yang sangat baik”balas Luhan dan itu membuat Kai semakin kesal saja.

 

“Tahu dari mana kau bahwa yeoja itu adalah yeoja yang baik? Apa kau sudah lama mengenalnya”tanya Kai sins seraya menatap Luhan tajam.

 

“Iya, aku sudah mengenalnya dan aku tahu dia memang yeoja yang baik”ujar Luhan.

 

“Siapa? Siapa yeoja yang baik hati itu aku ingin tahu?”tanya Kai dengan nada suara yang terdengar jelas menahan marah.

 

“Kau tak perlu tahu Kai”ucap Luhan pelan.

 

Waeyo?apa kau menyukainya sampai aku tidak perlu tahu siapa yeoja itu”tanya Kai terus, ia tidak akan menyerah begitu saja.

 

“Aku tak ingin kau mengetahuinya, itu saja”jawab Luhan pelan. Luhan masih tidak berani menatap Kai dan itu membuat Kai semakin kesal.

 

“Bahkan kau tidak mau memberi tahuku, pasti yeoja itu sangat berarti untukmu”cibir Kai.

 

Luhan putuskan untuk pergi tanpa menjawab pertanyaan dari Kai, semaikn lama ia disana akan semakin berat ia melepaskan Kai dan ia tidak ingin itu terjadi.

 

Hati Kai berdenyut sakit melihat Luhan pergi dari hadapannya tanpa menjawab pertanyaanya dan tanpa menjelaskan kepadanya lebih lanjut. Dia merasa kalau Luhan sudah tidak lagi mencintainya.

 

“Luhan~”teriak Kai dengan suara parau yang begitu memilukan. Hal yang paling ia takuti terulang lagi—kehilangan orang yang ia cintai untuk kedua kalinya.

 

“Maafkan aku Kai dan tolong lupakan aku. Lupakan semua tentang kita dan hiduplah dengan bahagia tanpa diriku”ucap Luhan pelan ketika sudah jauh dari Kai.

 

 

 

 

******** Between Them *******

 

Iklan

24 pemikiran pada “Between Them | Part 3 |

  1. akhirnya dilanjut juga 🙂 udah lama banget nungguin. haha
    jessica dijodohin ama luhan, dua orang yg suka ama kai. .
    ditunggu next chapternya aja deh 🙂

  2. Kya seneg eonni >_< akhirnya dilanjutin!!! Kasian sama Kai Oppa ditinggal Luhan gitu aja!!! And kasian buat Luhan oppa sama Jessica eonni masa sama2 suka sama Kai tapi akhirnya ddijodohin!!! 😥 Eonni ditunggu kelanjutannya jangan lama2 Eonni!!!!

  3. Aku udh yakin itu luhan yang dijodohin sma sica!!!
    Kai cma perantara antara mereka berdua hahahaha
    Kai itu pnya masa lalu yang menyedihkan ya sma cewe? Makanya dia milih berhubungan sma sesama laki2?
    Agak horror ceritanya -_-
    Tapi keep writing and fighting!!!

  4. wew ff ini lama sangat ampe aku lupa …
    wahhhhhhhhhhhh gmn tuh kalo si luhan ama kai pisah …??
    benr2ikhlas???
    atau malah konflik tambah rumit ?///
    wah bngung ..lanjutkan eonnni 🙂

  5. haha… ntah knp law kai pggil luhan dgn chagi q agk ilfill thor… ntah lahc. tp yg pnting mreka .. nunjuk lusica… sica yg bs mrubah luhan mnjdi pria normal..
    & bwd kai q tggu crita slnjut’a..
    stay tune…

  6. udah agak duga kalo yg dijodohin. sica onnie itu luhan,wah gmn ya kai ntar kalo tau,masi bingung sm apa yg ada di pikiran jessica onnie ini
    aahhh,sbnrnya agak geli liat kai sm luhan haha

  7. Kyaaaa.. Aq hampir lupa sama ff ini. Hahaha~ jadi baca ulang dulu baru nyambung lagi sama ceritanya.

    Kasian bener Luhan sama kai, mesti berpisah karena jessie. Tapi ntar semoga mereka berdua jadi berebutan cintanya jessica ne. Biar balik lagi jadi namja normal. Huft! Sebenernya ngarep ceritanya bakal lebih ke KaiSica. Alasannya yaa karena jarang bisa nemu ff mereka.^^

  8. Agak gimana gitu sama panggilannya kai ke luhan xD sampe sekarang gak bisa bayangin kai-luhan saling mencintai, duuh.. Akhirnya sica dijohin sama luhan! Aku kira sama kai wkwkwkkk… Semangat luhan jadi pria normal! ._.v makin seruuu~

  9. We…. tebakan ku bener, klo yg dijodohin ama jessica itu luhan.
    trus nanti kai gimana? Kesian juga sih, tp ya masa mrk berhubungan ampe nikah? Kan ga mungkin
    jessica bijak amat ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s