Between Them | Part 4 |

Between them

 

Title : Between Them

Author : Winda Kurnia Prado

Cast : Jessica Jung

Kai Kim

Xi Luhan

Suport Cast : Kim Taeyeon

Genre : Romance /Angst

Rating : PG-15

Length : Chapther

A/N : An : ff ini terinspirasi dari film Hello My Love, tapi ceritanya gak sama kok kayak yang di film. Ada yang udah nonton?

***Part 4***

 

 

 

Luhan sedang menangis didalam mobilnya yang berada di parkiran, dia merasa hanya tempat ini yang paling aman untuknya menangis saat ini, karena di taman kampus yang sepi pasti Kai akan mengetahuinya. Luhan terus merasa bersalah kepada Kai, sungguh bukan akhir yang seperti ini yang Luhan inginkan. Melainkan hidup bahagia dengan Kai orang yang sangat dia cintai.

 

“Kai, jongmal mianhae and saranghae. You always in my heart”ucap Luhan lirih sambil menghapus air matanya yang dari tadi mengalir tanpa henti.

 

Tanpa Kai dan Luhan sadari Jessica terus memperhatikan mereka, mulai dari awal sampai Luhan memutuskan Kai dan meninggalkan Kai sendirian. Jessica merasa dia adalah orang yang paling jahat karena telah memisahkan dua orang yang saling mencintai.

 

Mianhae, jongmal mianhae. Aku akan menebus semua perbuatanku di kehidupan yang akan datang’batin Jessica menyesal.

 

Jessica meninggalkan taman belakang kampus yang selalu sepi itu dan menuju parkiran untuk pulang kerumah. Karena hari ini Jessica tidak ada jadwal kuliah. Dia ke kampus hanya untuk memastikan kalau Luhan sudah memutuskan Kai, itu saja.

 

“Jessica”panggil seorang yeoja, yang ternyata adalah Taeyeon.

 

Ne”jawab Jessica lalu menoleh kebelakang kearah sumber suara dan mendapati Taeyeon yang sedang berlari kecil ke arahnya. “Ada apa Taeng?”tanya Jessica ketika Taeyeon sudah ada dihadapannya.

 

Aniyo, aku hanya ingin memastikan saja bahwa yang aku lihat itu memang benar kau”jawab Taeyeon.

 

“Ohh begitu”respon Jessica singkat.

 

“Oh ya, kenapa kau ke kampus bukankah hari ini kau tidak ada jadwal kuliah?”tanya Taeyeon heran, karena dia hapal betul jadwal kuliah Jessica.

 

“Hmm…aku tadi ada sedikit urusan dengan dosen pembimbingku”jawab Jessica bohong.

 

“Ohh! Heii, bagaimana acara pertunanganmu Jess?”tanya Taeyeon mengganti topic pembicaraan. “Ceritakan padaku”pintanya.

 

“Lancar”jawab Jessica seadanya.

 

“Bagaimana wajah tunanganmu? Apa dia tampan”tanya Taeyeon terlihat begitu antusias.

 

“Tampan”jawab Jessica datar.

 

“Heyy, kenapa responmu seperti itu kalau namja itu tampan?”tanya Taeyeon gemas yang melihat sikap Jessica menjadi dingin dan sedikit ketus itu.

 

“lalu aku harus seperti apa Taeng?”tanya Jessica balik. Hari ini moodnya sedang tidak baik.

 

“Yah, setidaknya ekspresi wajahmu telihat lebih senang jangan datar seperti itu”protes Taeyeon.

 

“Apa seperti ini?”tanya Jessica sambil menunjukan senyum 3 jari yang terlihat jelas di paksakann.

 

“tidak seperti itu juga Jess”geram Taeyeon.

 

“Huh”

 

“Eh Jess, kapan kau akan mengenalkan tunanganmu padaku?”tanya Taeyeon yang kembali antusias saat membahas tunangan Jessica seperti ia yang ditunangkan.

 

“Kau mengenalnya Taeng”ucap Jessica sedikit malas membahas tunangannya—Luhan.

 

“Eh, siapa?”tanya Taeyeon semakin penasaran.

 

“Xi Luhan”ucap Jessica pelan.

 

MWO?Luhan sahabatnya Kai?”tanya Taeyeon memastikan.

 

Bukan sahabatnya Taeng, melainkan kekasihnya’batin Jessica lirih.

 

“Em”

 

“Wah kau beruntung Jess, tidak dapat Kai Luhan juga tak apa. Dia juga tak kalah tampan dari Kai”respon Taeyeon senang, karena menurutnya Jessica akan bahagia dengan Luhan.

 

Benarkah aku beruntung?’tanya Jessica dalam hati.

 

Ne”jawab Jessica singkat setelah mengakhiri acara membatinya.

 

 

>>>

 

 

 

Kai yang baru aja patah hati karena diputuskan oleh Luhan—kekasihnya kini nampak seperti mayat hidup. Ia merasa sangat sedih, kesal dan  juga kecewa. Sedih, karena dia diputuskan secara tiba-tiba. Kesal, karena Luhan tidak memberikan alasan sebenarnya kepada Kai dan Kai yakin bukan itu alasan yang sebenarnya. Karena sebelum ini mereka telah mendiskusikan masalah pertunangan Luhan dan mereka sepakat untuk tidak berpisah. Kecewa, karena Kai merasa dia sudah tidak berarti lagi untuk Luhan, sang pujaan hati. Kai merasa sekarang hidupnya hampa setelah dia putus oleh Luhan, tak ada lagi gairah dalam hidupnya. Yang Kai lakukan saat ini hanyalah menagis, ya menangis karena dia merasa telah di permainkan oleh takdir. Kenapa disaat Kai sudah yakin bahwa Luhan adalah belahan jiwanya, kejadian seperti ini harus menghancurkan hubungan mereka yang sudah terbina selam 5 tahun lamanya, dan bahkan meninggalkan luka yang begitu mendalam untuk Kai.

 

“Aku tidak ingin hubunganku berakhir begitu saja dengan Luhan, aku harus mencari tahunya sendiri dan membawa Luhan kembali padaku”tekat Kai yakin, bahwa keputusannya kali ini benar.

 

 

>>>

Sudah beberapa hari ini Kai tidak terlihat di kampus, Jessica mendengar kabar bahwa Kai sakit. Rasa bersalah pada diri Jessica semakin besar, karena ia yakin Kai sakit karenanya. Karena telah memisahkan dia dengan orang yang dicintainya yaitu Luhan.

 

“Apa yang harus aku lakukan sekarang ya tuhan?”gumam Jessica lirih dengan nada suara yang terdengar semakin frustasi.

 

“Jessica”panggil Taeyeon dari jauh dan menghampiri Jessica yang sedang duduk di kantin kampus.

 

“ada apa Taeng?”tanya Jessica malas.

 

“Kau sudah dengar?”tanya Taeyeon antusias seperti biasanya.

 

“Dengar apa?”respon Jessica berusaha terlihat semangat dan penasaran dengan berita yang Taeyeon bawa.

 

“Kai sakit”ucap Taeyeon langsung. Ia ingin tahu seperti apa reaksi Jessica mendengar Kai sakit. Ia ingin memastika Jessica sudah melupakan Kai dan mulai beralih kepada Luhan atau tidak.

“Aku sudah tahu Taeng”balas Jessica lemas seperti tidak ada semangat untuk hidup . melihat itu Taeyeon menghela napas pelan. Ternyata Jessica belum bisa melupakan Kai dan ia sudah menduga itu.

 

“Kau tidak mau menjenguknya?”pancing Taeyeon.

 

“Untuk apa? Percuma kalau aku yang datang, Kai tidak akan cepat sembuh’’jawab Jessica lirih.

 

“Maksudmu?”tanya Taeyeon bingung akan maksud dari sahabat baiknya itu.

“Aku bukan orang yang berarti untuk Kai, jadi percuma saja jika aku yang datang. Tidak akan ada pengaruhnya”jelas Jessica lirih.

 

Taeyeon diam. Ia mengerti perasaan Jessica, tapi ia tidak bisa membiarkan sahabatnya terus seperti ini.“Kau salah Jess”ujar Taeyeon berapi-api.

 

“Eh? Salah bagaimana? aku tidak mengerti”bingung Jessica.

 

“Kau harus menjenguk Kai, dan berikan dia perhatianmu. Aku yakin Kai akan sedikit menyukaimu dan menganggap dirimu. Mungkin dengan kau terus memberi perhatian padanya lama kelamaan dia akan jatuh cinta padamu”jelas Taeyeon panjang lebar.

 

Jessica nampak menimbang perkataan Taeyeon yang sebenarnya ada benarnya juga hanya saja apa ia masih pantas menemui Kai setelah apa yang ia perbuat? Setelah ia yang membuat Kai sakit seperti sekarang ini. Apa ia tidak terlihat begitu licik? Memanfaatkan kondisi Kai yang sakit untuk mencari perhatiannya dan menghianati Luhan yang sudah berkorban?

 

“Apa iya?”anya Jessica masih ragu akan usul Taeyeon.

 

“Kalau tidak percaya buktikan saja”ucap Taeyeon yakin.

 

Jessica nampak sedang memikirkan ucapan sahabatnya itu, antara mengikuti sarannya atau tidak.

 

“Sudahlah Jessica jangan banyak berpikir, aku pasti memberi saran yang baik untuk sahabatku”ucap Taeyeon berusaha meyakinkan Jessica.

 

“Ah ne, aku akan mengikuti saranmu, Taeng”balas Jessica sambil tersenyum tulus.

 

 

>>>

 

 

Jessica tampak sedang mencocokan alamat yang ia bawa dengan rumah megah yang bergaya minimalis yang ada di hadapannya sekarang. Takut jika ia salah rumah maka Jessica mencocokannya dengan sangat hati-hati.

 

“Benar ini rumahnya”gumam Jessica senang, tapi tiba-tiba dia nampak murung. Jessica bingung alasan apa yang akan ia gunakan ketika sudah berasa dihadapan Kai nanti.

 

“Apa tidak jadi saja ya?”gumam Jessica bingung.

 

“Drtttt drttt” handphone Jessica bergetar.

 

“Ada apa Taeng?”ucap Jessica langsung kerana dia tahu yang menelponya adalah Taeyeon.

 

“Cepat masuk jangan hanya berdiri di depan pagar saja”perintah Taeyeon di sebrang telpon.

 

“Kau mengikutiku eoh? Bukankah tadi kau bulang ada kencan dengan Yesung sunbae”tanya Jessica curiga. Ia mengedarkan pandangannya kesekitar untuk menemukan keberadaan Taeyeon namun hasilnya nihil. Ia tidak mendapati Taeyeon di sekitarnya.

 

“Sudah kuduga”gumam Taeyeon kesal.

 

“Menduga apa?”tanya Jessica bingung.

“Aku sudah menduga kalau kau tidak akan berani masuk ke dalam rumah Kai!!”jelas Taeyeon.

 

Jessica terkekeh pelan seraya mengusap tengkuknya. “Aku masih belum menemukan alasan yang cocok untuk nanti jika sudah berada di hadapan Kai”jelas Jessica. Ia harus menyiapkan alasan dari sekarang karena ia tidak yakin jika sudah di hadapan Kai nanti ia masih bisa berpikir dengan baik.

 

“Haistt,,dasar bodoh!”maki Taeyeon.“Kenapa harus mencari alasan? Kau katakan saja yang sebenarnya bahwa kau begitu mengkhawatirkan keadaannya”lanjut Taeyeon cepat.

 

“Baiklah, aku akan masuk”balas Jessica patuh.

 

“Bagus, sudah dulu ya, Yesung oppa sudah datang. Dadah Jessica semoga berhasil”ucap Taeyeon memberi semangat dari sebrang telpon dengan nada suara anak kecil yang menjadi cirri khasnya.

 

Ne, selamat bersenang-senang”balas Jessica lalu memutuskan sambungan telpon. Setelah memutuskan sambungan telepon Jessica mulai melangkah masuk kedalam kediaman keluarga Kim.

 

“Tok tok”

 

Jessica mengetuk pintu kayu berwarna putih, dengan cukup keras agar terdengar oleh penghuni rumah.

 

Nuguseyo?”tanya seorang ahjumma yang membukakan pintu.

 

“Jessica Jung imnida, aku teman kampusnya Kai ahjumma”terang Jessica.

“Jessica?”gumam ahjumma itu yang merupakan eomma dari Kai.

 

Ne, aku Jessica ahjumma. Waeyo?”tanya Jessica bingung melihat reaksi eomma Kai yang sedikit aneh menurutnya.

 

“Ah aniyo, aku eommanya Kai, masuklah Jessica. Kai ada di kamarnya, kamarnya di lantai dua di tepat di depan tangga. Kau langsung masuk saja karena pintunya tidak dikunci”perintah eommanya Kai.

 

Ne ahjumma”balas Jessica.

 

Jessica mulai melangkah kearah kamar Kai yang berada di lantai 2 rumahnya. Dengan jantung yang berdebar-debar Jessica menaiki anak tangga satu demi satu dan sampailah Jessica pada sebuah pintu yang di sebutkan oleh eomma Kai tadi. Jessica menarik napas dalam-dalam mencoba menenangkan dirinya agar tidak terlihat grogi di depan Kai nantinya.

 

“Tok tok”

 

“Masuk eomma, tidak dikunci”seru Kai, ia pikir yang mengetuk pintu adalah eommanya.

 

Annyeong Kai”sapa Jessica canggung.

 

“Eh? Jessica”kaget Kai dan merubah posisinya, yang semula tidur-tiduran menjadi duduk.

 

“Eh, tak usah bangun Kai”seru Jessica cepat dan menghampiri Kai.

 

“Tak apa”balas Kai seraya tersenyum kecil.

 

“Mmm..bagaimana keadaanmu?”tanya Jessica khawatir.

 

“Sudah agak baikan”jawab Kai dan mencoba tersenyum walaupun terlihat di paksakan.

 

“Syukurlah”balas Jessica senang.

 

Ne”respon Kai.

 

“Oh ya, aku membawa ini, semoga kau suka”ucap Jessica sambil menunjuk keranjang buah jeruk yang ia bawa untuk Kai.

 

Gomawo Jessica”balas Kai tulus.

 

Ne, semoga lekas sembuh Kai”

 

“Tentu saja, karena aku sudah di jenguk oleh yeoja secantik dan sebaik dirimu”ucap Kai bercanda lalu terkekeh pelan.

 

Andai itu benar Kai’batin Jessica lirih.

 

“Kau bisa saja Kai”balas Jessica sambil tersenyum paksa.

 

“Tok tok”

 

“masuk eomma”seru Kai yang kali ini benar.

“Waktunya makan Kai”ucap eomma Kai sambil membawa nampan yang berisi makanan.

 

“Aniyo, aku tidak mau eomma”tolak Kai cepat. Ia menggelengkan kepalanya kuat seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya—seperti anak kecil.

 

“Ayolah Kai, kau ingin cepat sembuh kan?”bujuk eomma Kai sabar dan mencoba menyuapi Kai.

 

“Tapi aku tidak mau makan sayur eomma, tidak enak, pahit!”tolak Kai lagi sambil merengek, berharap eommanya tidak akan memaksanya memakan sayur lagi.

 

Melihat tingkah Kai, Jessica hanya menggelengkan kepalanya. Benar-benar seperti anak kecil. Pikir Jessica.

 

“Lihatlah Jessica, kelakuan Kai seperti anak kecil saja”adu eomma Kai kepada Jessica.

 

Jessica yang menyaksikan perdebatan antara Kai dan eommanya hanya terkekeh geli.

“lihat Kai, Jessica menertawakanmu. Apa kau tidak malu di tertawakan oleh yeoja cantik eoh?”tanya eomma Kai dengan nada yang menyindir.

 

“Jessica, kenapa kau tertawa ini sama sekali tidak lucu”ucap Kai pura-pura marah.

 

Mianhae Kai”ucap Jessica dan langsung menghentikan tawanya.

 

“Hahaha”sekarang giliran Kai dan eommanya yang tertawa.

 

Waeyo?”Tanya Jessica bingung.

 

“Aku hanya bercanda, kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu”ujar Kai.

 

“Huh, aku kira kau bener-benar marah”kesal Jessica dan mengerucutkan bibirnya.

 

“Ehem, sepertinya eomma tidak dianggap”ujar eomma Kai yang merasa tidak dianggap oleh anaknya dan juga Jessica.

 

Mianhae ajhumma”ucap Jessica merasa tidak enak.

 

“Hahaha, tak apa Jessica. Ahjumma malah senang karena Kai bisa tertawa lepas lagi dengan seorang yeoja setelah…”

 

Eomma!”potong Kai marah.

 

“Baiklah”ucap eomma Kai dan pergi dari kamar Kai.

 

“Jangan lupa bawa makanan ini, aku tidak suka”ujar Kai dingin.

 

Ne” ucap eomma Kai dan pergi dari kamar Kai sambil membawa nampan yang berisi makanan.

 

Ahjumma”panggil Jessica menghentikan langkah eomma Kai yang hendak membuka pintu.

 

Waeyo Jessica?”tanya eomma Kai seraya menoleh ke arah Jessica.

 

“Bolehkah aku yang menyuapi Kai?”tanya Jessica hati-hati.

 

“Jessica”teriak Kai tapi Jessica tak menghiraukannya.

 

“Boleh kah?”ulang Jessica lagi.

 

“Tentu saja! Ahjumma senang sekali kau mau menyuapi anak nakal ini”ucap eomma Kai senang dan pergi meninggalkan Kai dan Jessica di dalam kamar berdua.

 

“Jessica aku tidak akan memakanya”ujar Kai memperingatkan Jessica yang hendak menyuapinya.

 

“Aaaa”perintah Jessica yang tak memperdulikan peringatan dari Kai.

 

“Tidak mau!”tolak Kai sambil menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya kuat.

 

Jessica mendesah kesal melihat kelakuan Kai yang seperti anak kecil itu, tapi ia tidak akan menyerah begitu saja. Ia mencari akal agar Kai mau makan. Sepertinya ia sedang beruntung, karena dia melihat PSP yang biasa Kai mainkan sedang tergeletak di samping tempat tidur Kai. Dan Kai sama sekali tidak menyadarinya.

 

Jessica menyeringai ke arah Kai dan itu membuat Kai takut.

 

Baru kali ini yeoja cantik yang mempunyai seringai seperti iblis’batin Kai ngeri.

 

“Mau apa kau Jessica?”tanya Kai curiga.

 

Aniyo”jawab Jessica sambil menyeringai lagi dan perlahan mendekati Kai. Sekarang Jessica sudah ada tepat di hadapan Kai. Sebenarnya Jessica merasa jantungnya bekerja tiga kali lipat lebih cepat ketika tepat dihadapan Kai, tapi ia mencoba menahannya.

“Glek”Kai menelan salivanya berat.

 

Mau apa dia?’batin Kai takut diiringi dengan detak jantung yang semakin cepat. Walaupun Kai tidak menyukai yeoja lagi, tapi dia sangat tegang bila sudah sedekat ini dengan yeoja.

 

“Ma—mau apa kau Jessica?”tanya Kai takut.

 

“Apa kau masih tidak mau makan Kai Kim?”tanya Jessica dan lagi-lagi dengan seringainya lalu menjauh dari Kai setelah ia sudah mendapatkan PSP kesayangan Kai.

 

“Tentu!!”jawab Kai mantap ketika Jessica sudah tidak lagi sedekat tadi.

 

“Baiklah, bagaimana kalau PSP-mu ini aku banting saja”ucap Jessica atau lebih tepatnya sebuah ancaman.

MWO?ANDWAE!!”teriak Kai cepat ketika dia melihat Jessica telah siap membanting PSP-nya.

 

“Kalau begitu makan”perintah Jessica tegas.

 

“Dasar licik”cibir Kai kesal karena sekarang ia terpaksa memakan sayur—makanan yang paling tidak ia sukai.

 

“Haha, orang keras kepala sepertimu memang harus diliciki”balas Jessica senang. Ia merasa puas setelah bisa membuat Kai makan walau dengan cara licik sekali pun.

 

Dengan berat hati Kai akhirnya memakan sayuran tersebut, walau dia masih suka protes ketika Jessica menyuapinya sayuran terlalu banyak. Tapi karena Jessica lagi-lagi mengancamnya mau tidak mau Kai pun memakan semua sayuran tersebut.

 

“Akhirnya selesai juga”ucap Jessica senang, ketika melihat piring yang tadinya penuh sekarang sudah habis. Kai bisa berbapas lega, karena tandanya penderitaannya sudah selesai.

 

Gomawo”ucap Kai tulus.

 

“Eh?”seru Jessica bingung.

 

Gomawo, kau sudah mau menyuapiku”jelas Kai.

 

Cheonman”balas Jessica sambil tersenyum.

 

“Mungkin jika aku bertemu denganmu terlebih dahulu aku akan mencintaimu”ucap Kai pelan. Jessica yang mendengar itu hanya diam.

 

“Aku harap kau mendapatkan namja yang baik, karena kau sangat baik Jessica”ucap Kai lagi.

 

Gomawo, tapi aku masih berharap orang itu dirimu”ucap Jessica lirih.

 

Mianhae, aku tidak bisa”balas Kai merasa tak enak.

 

“Sudahlah”

 

“Oh ya, aku harus pulang sepertinya aku sudah terlalu lama disini”pamit Jessica.

 

Ne, sekali lagi gomawo

 

Cheonman, cepat sembuh Kai”balas Jessica sambil tersenyum dan meninggalkan kamar Kai.

 

“Pasti”ucap Kai.

 

Jessica menuruni tangga dan berpapasan dengan eomma Kai yang berada dilantai bawah.

 

“Loh kau mau kemana Jessica?”tanya eomma Kai.

 

“Aku harus pulang ahjumma, sepertinya aku sudah terlalu lama disini. Aku takut eommaku mencemaskanku”jawab Jessica dengan senyum manis.

 

“Sayang sekali ya, yasudah tak apa. Gomawo Jessica sudah mau menjenguk Kai”ucap eomma Kai.

 

Cheonman ahjumma”balas Jessica.

 

“Sering-sering berkunjung kemari Jessica”

 

Ne ahjumma”ucap Jessica dan meninggalkan kediaman keluarga Kim.

 

 

 

 

 

 

******** Between Them *******

Iklan

23 pemikiran pada “Between Them | Part 4 |

  1. so sweeetttt moment kaisica nya love love mumumu :* :* :*
    tapi kalo kai tau sica tunangan luhan gmna??? Aaaaa makin penasaran,,next chap update son ne,hwaiting 😉

  2. Nggak bisa berubah lagi yaa hatinya kai??!.. Kaya’nya kekeuh banget nggak suka sama yeoja. Kasian juga sii kalo ntar kai tau bahwa Jessica-lah yang dijodohkan sama Luhan. Semoga kai nggak benci sama jessie. Bukan salah LuSica juga kan ya. Cinta segitiga yang rumit dan ribet #menghela napas sedalam-dalamnya, fiuuuh~

  3. Momment KaiSica so sweet ya 🙂
    Tapi sayangnya Kai blm bisa berpaling dari Luhan -_-”
    Penasaran bgt sama apa yg mau eomma Kai blng >_< tapi Kai lansung potong -,-
    Next chapt chingu

  4. Ini kode kai bakal jadi pria normal? Wkwkwkk lucu ah scene kai-sicanya huum, kai kenapa gak suka yeoja sih? Ada apa2nya ini -__-
    Luhan gak muncul ya disini? Penasaran sama respon kai. Setelah tau yg dijodohin sama luhan itu sica, ditunggu next chapternya.

  5. Kai dulu ada tragedi yang gk ngenakin ya sma cewe? Makanya dia jadi ABnormal -_-
    Ok klo kai emng ada kenangan buruk sma cewe,trus klo luhan kenapa?
    Jangan blang luhan emng bener2 gay -_- hahaha
    Aku tnggu part selanjutnya ya thor keep writing…
    Oh iya ada beberapa typo bertebaran mungkin lain kali bsa lebih diperhatikan#eaaaa

  6. ada moment kaisica euih 🙂 haha lucu deh pas acara suap”an, sebenarnya jessica sukanya ama siapa ? kai atau luhan ? sepertinya dia masih labil deh. ditunggu next chapternya.

  7. hah aku baru bacaa ~ maaf maaf author , aku baru bisa coment di part inii u.u ff ini bagus bangettdah ! Tapi rada rada ilfeel waktu luhan nangisin Kai._.v disini gaada Lusica moment ya ? Huh ~ tapi Kaisica juga gaapa xD nah Jessie nyuruh Luhan lupain Kai tapi dia malah deketin Kai ? Bagaimanabisaaa? -___- Jessie menghianati Luhan .. Yasudah author cepat lanjut ne^^ hwaiting

  8. Daebak (y)

    cuma ku agak Ji*ik dgn pasangan yaoi

    but semoga semuanya berubah…

    spt, Kai mulai menyukai Sica eon karena Sica eon perhatian…

    Luhan oppa, mulai melupakan Kai dan mulai menyukai Sica eon karena waktu yg memaksa mereka bersama…

    I Hope that…

    I Like Triangle Love, But I don’t Like if Kai yg di perebutkan…

    Next thor…

  9. Kya… >_< Eonni moment KaiSica So Sweet banget sih!! Jadi terharu!! Maaf Eonni bru baca hehehehehe pokoknya Daebak tapi kasian juga Jessica Eonni huft…. -_- tp gpp!! Jjang Eonni…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s