La Pascuasica | Chapter 1 |

La Pascusica 1

 

Title : La Pascuasica

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung as La Pascuasica

Xi Luhan

Zhang Yixing

 

Genre : Romance and Angst

Rating : Teen

Length : Chapther

A/N : ff ini terinspirasi dari Mannequin yang bernama La Pascualita yang ada di Chihuahua, Mexico dan MV Gee.

Summary : La Pascuasica adalah mannequin pengantin yang memiliki nyawa. Didalam tubuhnya terdapat arwah La Pascuasica anak dari pemilik butik Genie yang meninggal sebelum hari pernikahannya. Maka dari itu mannequin pengantin ini di beri nama La Pascuasica oleh orang-orang yang pernah melihatnya.

Part 1

 

 

***La Pascuasica by Жin Genie ***

Seorang namja tampan kini tengah mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia menerobos semua rambu lalu lintas yang ada. Ia tidak memperdulikan makian dari pengguna jalan yang lain. Bahkan ia tidak peduli jika akhirnya ia akan masuk penjara karena ulah cerobohnya itu. Pikirannya sedang kacau, hatinya hancur berkeping-keping.

 

“Arggghhhh!!”teriaknya meluapkan emosi dengan memukul stir mobilnya keras-keras.

 

Ia mengacak rambutnya frustasi. “Kenapa? Kenapa?”ujarnya dengan suara yang lirih. Tatapan matanya kosong. Lagi-lagi ia mengacak rambutnya lalu membanting stir ke bahu jalan, untung saat ini jalanan cukup sepi, jadi tindakannya itu tidak membuat kecelakaan.

 

Ia mengambil ponsel hitamnya yang ia taruh di dashboard mobil. Menatap wallpaper ponselnya dengan tatapan nanar, menunjukan seberapa rasa frustasi namja itu. Wallpaper ponsel yang terdapat sebuah foto seorang yeoja yang tengah tersenyum manis.

 

“Aku tidak menyangka kau yeoja yang seperti itu”gumamnya lalu menghapus foto yeoja tadi dengan perasaan kacau. Sedikit terselip rasa tidak rela menghapus foto yeoja itu dari ponselnya, namun ia harus melakukannya.

 

“Mulai sekarang aku akan menghapus memori tentang kita dan memusnakahkan benda yang berhubungan denganmu!”ujarnya tegas. Sebenarnya ia tidak ingin melakukan semua itu, ia terlalu mencintai yeoja yang ada di wallpaper ponselnya itu. Tapi, perbuatan yeoja itu sungguh sangat menyakitkan untuk dikenang. Setiap mengingat yeoja itu hatinya terasa di tusuk oleh seribu pisau yang sangat tajam. Sangat menyakitkan. Namja itu membuang napasnya pelan, mencoba menetralakn emosinya. Ia mengambil botol mineral yang terdapat di samping jok mobilnya lalu meminumnya sampai habis. Setelah pikiran dan hatinya tenang namja itu kembali mengendarai mobilnya menuju apartemennya.

 

>>>

 

“Xi Luhan”panggil seorang namja dengan suara bassnya yang terdengar berwibawa. Namja bernama Xi Luhan tidak menyahut, ia sedang melamun sambil menatap kosong pemandangan kota Seoul yang saat ini tengah di guyur hujan lebat.

 

“Xi Luhan”panggil namja tadi sekali lagi.

 

“Ah”

 

Seolah tersadar dari dunianya, Luhan membalikkan badannya dan mendapati seorang namja berpakaian rapi tengah berdiri dihadapannya seraya menatapnya iba. Luhan tidak suka jika ada orang yang menatapnya seperti itu, tapi untuk kali ini, pengecualian. Ia sedang tidak ingin marah hanya karena orang lain yang menatapnya iba.

 

Ge ge”seru Luhan lemas.

 

Namja tadi yang di panggil ge ge oleh Luhan menghela napasnya pelan sambil menatap Luhan lirih.

 

“Kau tidak bisa begini terus, Lu”ujarnya lalu berdiri di samping Luhan.

 

Diam. Luhan hanya bisa diam, ia tidak tahu harus berkata apa untuk saat ini. Pikirannya masih tertuju pada yeoja yang sudah dengan tega meninggalkannya dan menikah dengan namja lain.

 

“Kurasa kau butuh hiburan”ujar sang kakak sambil menoleh kearah Luhan dan tersenyum tipis lalu menepuk pundak Luhan pelan.

 

Mama sangat khawatir dengan keadaanmu sekarang, Lu. Ia selalu saja menanyakan kabarmu padaku. Apa kau tidak kasihan dengan mama, eoh? Ia sudah tua, Lu. Jangan hanya karena yeoja itu kau buat dirimu seperti ini dan mengabaikan orang di sekitarmu yang sangat menyayangimu”nasihat sang kakak.

 

Luhan menundukkan kepalanya, menahan emosinya agar tidak kembali meledak seperti beberapa waktu lalu jika ada yang membahas tentang yeoja itu.

 

Luhan menghela napas pelan. “Aku tahu ge, tapi aku butuh waktu untuk memulihkan rasa sakit ini, ge”ujar Luhan pelan, nyaris tak terdengar oleh Yixing—kakak Luhan. Setiap mengingat yeoja yang dulu menjadi kekasihnya, hati Luhan terasa di iris sembilu, sakit. Teramat sakit.

 

“Aku mengerti”sahut Yixing lalu berjalan kearah pintu.

 

“Temuilah mama, dia sangat mengkhawatirkanmu”ujar Yixing sebelum pergi meninggalkan ruangan Luhan.

 

>>>

 

 

Luhan menghabiskan waktunya seminggu berada di Mexico, tepatnya di kota Chihuahua untuk berlibur sekaligus menenangkan dirinya dari segala masalah yang selama ini mengganggunya. Sebenarnya Luhan tidak ingin berlibur, tapi karena mama dan gegenya yang terus memaksanya, akhirnya Luhan mau pergi berlibur. Dan tujuannya adalah Mexico. Tapi setelah pulang dari Mexico Luhan tidak mengalami perubahan sedikitpun. Ia masih tetap sama seperti sebelum ia berangkat ke Mexico. 3M, murung, melamun dan kadang menangis di saat tidak ada orang di sekitarnya. Membuat keluarga Luhan-terutama Mrs. Xi semakin sedih dengan keadaan Luhan yang sekarang ini.

 

Tidak ada lagi Luhan yang ceria. Tidak ada lagi Luhan yang jahil. Tidak ada lagi Luhan yang selalu membuat orang tertawa karena tingkahnya. Yang ada hanya Luhan dengan wajah sedihnya.

 

Mrs. Xi berinisiatif untuk menjodohkan Luhan dengan anak kenalannya. Siapa tahu dengan ia menjodohkan Luhan, Luhan bisa melupakan mantan kekasihnya itu. Tapi dugaan Mrs. Xi salah besar!. Kondisi Luhan masih tetap sama bahkan memburuk dari hari ke hari.

 

>>>

 

“Aku tidak mau, mama”tolak Luhan untuk kesekian kalinya saat mamanya datang berkunjung ke apartemennya dan menawari Luhan—ah tidak lebih tepatnya memaksa Luhan untuk mau mengikuti acara perjodohan yang sudah ia rencanakan.

 

“Ayolah Luhan, mama janji ini yang terakhir kalinya”bujuk Mrs. Xi seraya memelas agar anaknya itu mau mengikuti perjodohan yang sudah ia atur dengan sempurna.

 

Luhan menoleh kearah ibunya dengan malas lalu menarik napasnya dalam dan mengeluarkannya secara perlahan melalui mulutnya. “Mama harus menepati janji mama”ujar Luhan akhirnya setelah bungkam beberapa saat.

 

Mrs. Xi tersenyum mendengar perkataan Luhan yang berarti Luhan menerima tawarannya untuk mengikuti perjodohan kali ini.

 

“Tapi mama tidak boleh memaksaku kalau yeoja yang akan mama jodohkan denganku itu tidak sesuai dengan keinginanku”ujar Luhan tegas. Mama Luhan menganggukkan kepalanya.

 

“Kau bersiaplah, minggu ini keluarga Shin akan datang kemari”ucap mama Luhan seraya menepuk pundak Luhan pelan lalu berjalan keluar dari kamar Luhan.

 

Luhan menghela napasnya pasrah lalu menghempaskan tubuhnya ke kasur King sizenya yang sangat nyaman itu. Mencoba mengurangi beban yang saat ini tengah ia tanggung. Ia tidak menyangka hidupnya yang sebelumnya sangat bahagia harus menjadi seperti ini karena—yeoja itu—meninggalkannya. Rencana pernikahan yang sudah ia atur dan akan terlaksana tahun depan harus batal dan mungkin tidak akan pernah terlaksana karena tidak ada mempelai yeoja. Luhan kembali menghela napasnya jika mengingat—yeoja itu—yeoja yang sudah menghianatinya dan membuatnya terpuruk seperti sekarang.

 

>>>

 

“Ting tong”

 

Bel apartemen Luhan terus berdenting dengan keras. Luhan yang masih tertidur pun terganggu. Dengan malas ia berjalan ke arah monitor kecil di dekat pintunya. Ia melihat seorang namja berbaju cokelat muda dengan kardus besar di sampingnya.

 

Nuguseyo?”tanya Luhan dari layar monitornya.

 

“Pengantar barang, ada paket untuk tuan Xi Luhan”ucap namja pengantar barang itu.

 

Dengan cepat Luhan segera membuka pintunya.

 

“Dari siapa?”tanya Luhan ketika sudah berada di hadapan petugas pengantar barang.

 

Pengantar barang itu memberikan kertas dan pulpen kepada Luhan untuk menandatangani berkas.

 

“Tidak tahu tuan, tapi paket ini dikirim dari Chihuahua, Mexico”jawab petus itu.

 

Luhan hanya menganggukkan kepalanya.

 

Kamsahamnida“ucap Luhan setelah menandatangani dokumen penerimaan.

 

Ne“sahut petugas itu singkat lalu pergi dari hadapan Luhan.

 

Luhan menatap kardus tinggi di depannya itu dengan dahi berkerut. Kardus yang tingginya sekitar sebahu Luhan itu tampak aneh di mata Luhan.

 

“Apa ini?”gumam Luhan bingung.

 

Luhan menggoyang-goyangkan kardus itu untuk memastikan isi dari kardus itu ringan atau berat.

 

“Ringan”ujar Luhan pelan.

 

Luhan mencoba mengangkat kardus itu ke dalam apartemennya.

 

Luhan kembali meneliti kardus itu, mencari siapa pengiriminya. Tapi tetap ia tidak menemukan alamat pengirimnya. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi akhirnya Luhan membuka kardus itu. Luhan sedikit tercengan saat melihat isi kardus itu.

 

Mannequin”gumam Luhan bingung. Luhan meneliti mannequin itu secara rinci. Mannequin di depannya nampak tidak asing baginya. Mata Luhan membulat sempurna saat ia ingat mannequin di depannya itu.

 

“Ini kan mannequin milik Nyonya La Pascuala Esparza pemilik butik Genie yang berada di Chihuahua, Mexico”ujar Luhan sedikit terkejut. Matanya membulat dengan sempurna.

 

“Untuk apa Nyonya Arza memberikan ini padaku?”gumam Luhan bingung.

 

Luhan kembali mengingat kunjungannya ke Mexico dua minggu yang lalu. Saat di Mexico ia sempat melihat sebuah butik yang menyediakan berbagai jenis gaun pengantin. Butik itu milik Nyonya La Pascuala Esparza.

 

Seorang namja sedang menatap nanar sebuah gaun pengantin yang terpajang dengan cantik di etalase sebuah butik terkenal di daerah Mexico. Namja itu adalah Xi Luhan.

 

“Kau pasti secantik mannequin ini saat memakai gaun pengantin”gumam Luhan pelan serta dengan nada suara yang sangat lirih.

 

Luhan terus saja menatap mannequin di depannya itu tanpa rasa bosan walaupun ia sudah menatap mannequin itu dari tiga puluh menit yang lalu.

 

Tanpa Luhan sadari pemilik butik itu juga terus saja memperhatikan Luhan sejak Luhan berdiri di depan butiknya.

 

Pemilik butik itu menghampiri Luhan lalu menepuk pundak Luhan pelan.

 

“Kau sedang apa anak muda?”tanya pemilik butik itu menggunakan bahasa Mexico.

 

Luhan menoleh karena terkejut. Untung saja Luhan bisa sedikit bahasa Mexico jadi ia bisa mengerti apa yang wanita paruh baya di depannya ini katakan.

 

Luhan tersenyum kaku kepada wanita paruh baya itu. “Aku hanya melihat-lihat saja”jawab Luhan sekenanya.

 

Wanita paruh baya itu tersenyum simpul. “Masuklah, kau bisa lebih leluasa melihatnya jika dari dalam”tawar wanita paruh baya itu ramah.

 

Luhan menggeleng pelan. “Tidak, terima kasih Nyonya”tolak Luhan halus.

 

“Masuk lah, kau bisa menghangatkan tubuhmu sebentar seraya menunggu hujan reda”ucap wanita paruh baya itu. Kebetulan saat ini di Mexico tengah di guyur hujan yang cukup lebat.

 

Luhan nampak menimbang tawaran wanita paruh baya itu.

 

“Jangan menolak niat baik seseorang”ucap wanita paruh baya itu lagi seraya menarik tangan Luhan lembut.

 

Luhan hanya mengikuti wanita paruh baya itu pasrah.

 

“Minumlah, kau pasti kedinginan berada di luar dalam waktu yang lama”ucap wanita paruh baya itu seraya menghidangkan cokelat panas.

 

Luhan tersenyum kecil lalu meraih gelas yang berisi cokelat panas itu. Luhan hanya menggenggamnya saja untuk menyalurkan rasa panas dari gelas cokelat panas itu kepada tangannya yang memang sudah sangat kedinginan itu.

 

“Terima kasih Nyonya—”ucap Luhan menggantung karena ia tidak tahu nama dari wanita paruh baya di hadapnnya itu.

 

“La Pascuala Esparza, kau bisa memanggilku Nyonya Arza”ujar wanita paruh baya itu mengerti.

 

“Ah ya, terima kasih Nyonya Arza”ucap Luhan tulus.

 

“Ya—”

 

“Ah Aku Xi Luhan”ucap Luhan memperkenalkan dirinya.

 

“Ya Luhan”sahut Nyonya Arza dengan senyum di wajahnya.

 

“Ku perhatikan tadi kau terus saja melihat mannequin di pojok sana dengan tatapan lirih”ucap Nyonya Arza.

 

Luhan menghela napas pelan.

 

“Gaun yang di pakai oleh mannequin di pojok sana mengingatkanku kepada calon pengantinku”ucap Luhan lirih.

 

“Sekarang dia sudah meninggalkanku”lanjut Luhan diakhiri dengan helaan napas yang terdengar sangat berat.

 

Raut wajah Nyonya Arza langsung berubah melihat wajah sedih Luhan.

 

“Maaf Luhan, aku tidak bermaksud untuk mengingatkanmu kepada calon pengantinmu yang sudah meninggal”ucap Nyonya Arza tidak enak.

 

Luhan tersenyum kecut mendengar ucapan Nyonya Arza.

 

“Iya, dia meninggal. Meninggalkanku dengan pria lain”ujar Luhan lirih.

 

“Ah Maaf sekali lagi Luhan, aku benar-benar tidak bermaksud untuk—”

 

“Tidak apa-apa Nyonya Arza, aku mengerti maksud anda”sergah Luhan cepat.

 

Hening..

 

Tidak ada lagi percakapan diantara mereka berdua setelah kejadin tadi.

 

“Minumlah cokelat panasnya”ucap Nyonya Arza memulai.

 

Luhan tersenyum kecil lalu menyeruput cokelat panas itu.

 

“Terima kasih Nyonya Arza”ucap Luhan.

 

“Ya”sahut Nyonya Arza.

 

Luhan tersenyum kecil mengingat kebaikan Nyonya Arza kepadanya. Kini pandangan Luhan kembali kepada mannequin di hadapannya.

 

“Sebenarnya apa maksud dari Nyonya Arza mengirim mannequin ini padaku?”tanya Luhan kepada dirinya seraya menatap mannequin di depannya dengan dahi berkerut.

 

“Lalu bagaimana Nyonya Arza tahu alamtku?”gumam Luhan semakin bingung.

 

Luhan menepuk keningnya pelan saat ia ingat bahwa sebelum meninggalkan Genie butik ia sempat bertukar kartu nama dengan Nyonya Arza.

 

Luhan terkekeh pelan menertawakan kebodohannya itu.

 

Luhan kembali memperhatikan mannequin di depannya itu. Tiba-tiba saja mata Luhan tertuju pada sebuah kertas yang di taruh di tangan mannequin itu.

 

Luhan mengambil surat itu lalu membacanya.

 

 

To : Luhan

 

Apa kau terkejut dengan paket yang aku kirimkan? Aku sengaja mengirim mannequin itu untukmu sebagai hadiah kecil dariku. Aku harap dengan adanya mannequin itu bisa sedikit mengurangi rasa sedihmu atas seseorang yang telah meninggalkanmu. Dan semoga kau menyukainya..

 

Nyonya Arza

Itu lah isi dari surat yang Luhan yakini dari Nyonya Arza.

 

“Terima kasih, Nyonya Arza”ucap Luhan.

 

Sekali lagi ia menatap mannequin di depannya itu. Ia menggaruk tengkuknya. Ia bingung harus diapakan mannequin di depannya itu.

 

“Sebaiknya aku taruh di kamar saja”gumam Luhan lalu mengankat mannequin itu menuju kamarnya.

 

Luhan meletakan mannequin itu disamping lemari hias di kamarnya.

 

Luhan melirik jam dinding yang terdapat di kamarnya.

 

“Sudah pukul 9 lebih”gumam Luhan pelan.

 

“Sebaiknya aku mandi dulu”gumam Luhan lagi lalu berjalan ke kamar mandinya yang terdapat di dalam kamarnya.

 

Sekitar lima belas menit Luhan membersihkan tubuhnya. Luhan keluar dengan handuk kecil yang melilit pinggangnya dan satu handuk kecil lagi yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah.

 

Saat keluar dari kamar mandi yang pertama Luhan liat adalah mannequin pemberian dari Nyonya Arza karena ia meletakan mannequin itu memang di depannya.

 

“Sepertinya aku memang sudah harus melupakannya”ucap Luhan pelan dengan raut wajah sedih.

 

Setelah mengatakan itu Luhan langsung merubah raut wajahnya menjadi senang. Luhan bersiul pelan seraya berjalan menghampiri lemari pakaiannya.

 

Luhan membalikkan badanya lalu mengerdarkan pandanganya ke segala arah. Ia merasa seperti ada yang sedang mengawasinya.

 

“Mungkin hanya perasaanku saja”ucap Luhan pelan lalu kembali menghadap lemarinya untuk mencari baju yang akan hari ini ia kenakan.

 

Saat Luhan tengah memakai bajunya ia kembali merasa ada yang tengah mengawasinya.

 

“Sepertinya karena ada mannequin pemberian Nyonya Arza di kamar ini aku jadi merasa diawasi”ujar Luhan kikuk seraya menoleh ke arah mannequin pemberian Nyonya Arza.

 

“Loh?”seru Luhan kaget karena ia merasa posisi tangan mannequin itu berubah.

 

Luhan kembali membalikkan bandanya dan menoleh ke arah mannequin pemberian Nyonya Arza.

 

“Aneh”gumam Luhan bingung.

 

Luhan yakin sekali kalau posisi awal tangan mannequin itu berada di samping gaun pengantinnya, tapi tadi saat ia menoleh ia melihat posisi tangan mannequin itu menjadi di depan matanya seperti sedang menutup matanya. Tapi saat Luhan kembali menoleh untuk memastikan posisi tangan mannequin itu kembali menjadi di samping gaunnya.

 

“Ah mungkin aku yang salah lihat”gumam Luhan pelan.

 

Luhan melepas handuk yang melilit pinggangnya. Tapi dengan cepat ia menoleh ke arah mannequin pemberian Nyonya Arza dan mendapati tangan mannequin itu menjadi di depan matanya.

 

“Kena kau”gumam Luhan dengan smirk menghiasi wajahnya. Ia kembali memasang handuk di pinggangnya.

 

Luhan berjalan menghampiri mannequin pemberian Nyonya Arza.

 

“Sebenarnya siapa kau?”tanya Luhan saat sudah tepat berada di depan mannequin itu.

 

Hening. Tidak ada jawaban.

 

“Cepat katakan!”seru Luhan mulai kesal.

 

Hening. Kembali tidak ada jawaban.

 

Luhan memutar matanya kesal. Sepertinya mannequin di depannya ini tidak bisa diajak bicara baik-baik.

 

Luhan membuka laci kecil yang terdapat di samping tempat tidurnya lalu mengambil sesuatu dari laci kecil itu. Setelah mengambil sesuatu dari laci kecilnya Luhan kembali menghadap mannequin itu.

 

“Katakan siapa dirimu atau aku tusuk kau”ancam Luhan seraya memposisikan gunting yang ia pegang tepat di dada mannequin itu.

 

Hening. Tidak ada respon.

 

Luhan menggaruk tengkuknya. Ia bingung, sepertinya ancamannya itu tidak berhasil.

 

“Katakan atau aku gunting rambutmu”ancam Luhan lagi.

 

Hening. Lagi-lagi tidak ada respon.

 

Luhan mendesah kasar. Ia menyerah, tapi seketika Luhan mengeluarkan smirknya.

 

“Katakan kau siapa kalau tidak aku cium kau”ancam Luhan lagi.

 

Hening. Untuk kesekian kalinya ancaman Luhan tidak mendapat respon.

 

Luhan memukul kepalanya karena sempat berpikir kalau mannequin ini akan bereaksi dengan ancaman bodohnya barusan.

 

“Sepertinya otakku sudah rusak”gumam Luhan pelan.

 

Luhan memperhatikan mannequin itu baik-baik. Dari atas ke bawah lalu kembali ke atas.

 

“Ah”seru Luhan saat menyadari sesuatu.

 

Jika pemikiraanya benar maka mannequin ini mungkin saja akan bereaksi.

 

Luhan mengeluarkan smirknya lagi lalu menyentuh gaun pengantin yang di pakai oleh mannequin itu.

 

“Gaun yang bagus”puji Luhan.

 

“Bagaimana kalau aku gunting saja gaun ini”ucap Luhan. Luhan melirik reaksi dari mannequin di depannya itu.

 

Tidak ada reaksi sama sekali.

 

“Kress kress”bunyi suara gunting yang ada ditangan Luhan.

 

“Sayang sekali gaun secantik ini sebentar lagi akan rusak”ujar Luhan.

 

“Kress kress”

 

Luhan mendekatkan gunting itu ke gaun di depannya.

 

“Kress kress”

 

Dengan perlahan Luhan mengarahkan gunting itu ke gaun yang di kenakan mannequin itu. Tinggal beberapa senti lagi maka gaun di depannya itu akan rusak karena ia gunting.

 

“JANGAN~!”teriak sebauh suara.

 

Akhirnya mannequin itu memberikan respon. Seketika mannequin itu berubah menjadi manusia.

 

“Kumohon jangan rusak gaunku”ucap mannequin itu seraya melindungi gaun pengantin yang melekat ditubuhnya.

 

Luhan tersenyum penuh kemenangan ke arah mannequin di depannya.

 

“Aku tidak akan merusak gaunmu asal kau katakan siapa kau sebenarnya”ucap Luhan tegas.

 

Mannequin itu menatap Luhan takut.

 

“Aku—aku adalah—”ucap mannequin itu terbata.

 

 

10 :11 WIB

Jumat, 08 Februari 2013

 

***La Pascuasica by Жin Genie ***

 

 

Iklan

60 pemikiran pada “La Pascuasica | Chapter 1 |

  1. fisrt comment xD
    aa tadi pas lagi nyari ff patner chap 1 dan di refresh eh ada update ff ini >. <
    suka cerita nya unn , penasarann nanti gimana kehidupan luhan sama jessica 😀
    dan juga berarti pas luhan ganti baju jessica juga liat donk? /?wah enak banget bisa liat luhan topless '3' -_- #plakk
    hehe , ditunggu ya unn chap 2 nya 🙂 dan juga ff d'popularnya kapan unn di lanjutnya? 😀

  2. Jessica emang pas bwt meranin jd mannequin s0alnya wajahnya emang mirip b0neka cantik bget,, tp jessica itu sbnernya siapa, kekasih luhan yg ninggalin dia kah?? Seru bget FF ini th0r dilanjutnya penasaran bget, FIGHTING.

  3. ahh akhirnya author update ff juga ^^
    Omo… Luhan kayaknya sedih banget di tinggal kawin ‘yeojanya’…
    yeoja masa lalu Luhan itu siapa thor..??’-‘)
    err… penasaran sama cerita HanSica selanjutnya, pasti nanti ada moment yg gimana gitu.. ^^
    FIGHTING NEXT CHAP :))

  4. Nahloh._. Luhan ngancem boneka masa._.
    Pasti Bonekanya itu Jessica’-‘
    Penasaran siapa pacarnya Luhan dulu’-‘
    Ditunggu kelanjutannya thor!

  5. woooaaa yeyeyeye hahahah xD itu mannequin nya pasti jessica ya? hahaha yey luhan akhirnya dirimu bisa melupakan gadis yg telah tega meninggalkan mu haha good good huuwwaaa ditunggu kelanjutannya thor ff patner juga kekeke

  6. Yey ff baru darimu eonnie!! Aku beberapa kali buka wp mu trnyta udah ada ff baru! Seruu^^ lucu ff nya pasti jessica kan mannequin itu #iyalah,

  7. akhirnya kakak update ff lusica lg, aku nungguin loh ;__; keren konsep ceritanya tentang mannequin yang hidup dan bisa berubah jd manusia, pasti nanti luhan jatuh cinta sama mannequinnya (read: jessica). namanya jessica di ff ini lucu banget ‘la pascuasica’ lucu tapi elegan juga. pokoknya ff ini keren, ditunggu kelanjutannya kak winda, ditunggu jg kelanjutan patner. keep writing and fighting kak winda^^

  8. Wehwehweh Yeoja yg jadi calon tunangan gagalnya luhan siapa ? Yg mau di jodohin sama mamanya siapa ? aku sukaa lusica yg selalu tak akur tapi romantis seperti ini._. Itu mannequinnya hidupnya setiap saat ? Apa nyonya arza tau kalo ada arwah anaknya di dalam manequin itu ? Aaah kepo sama kehidupan lusica selanjutnya >,< ditunggu yaaa authoorrrr ^^ daann fanfic fanfic yg lain juga ditnggu loooh ~ KEEP WRITING ! HWAITING ^^~

  9. aahh… penasaran banget sama cewe yg ngekhianatin luhan ._. awalnya aku kira sica, tpi setelah baca lbh lanjut untungnya bukan sica 😀 aku juga pernah baca artikel yg tentang manequinn hidup itu.. tapi gak pernah kepikiran buat di jadiin ff ._. winda eonni emng daebak 🙂 :d :3 next nya di tunggu yak :3

  10. Aku suka thorr!! Penasaran sama kehidupan Sica di rumah Luhan nanti. Hehe.
    Agak horror juga baca summarynya. Tapi malah kocak ya XD

  11. Luhan ampe segitunya ditinggal nikah ama pacarnya -_-”
    Jadi penasaran, sapa pacarnya itu ?
    Kocak deh waktu Luhan mau pke baju >< jadi Sicanya ketahuan !

    Next chingu 🙂 fighting !

  12. Akhirnya blof ini update ff jg udh lama nunggu wkwk.ahhh keren thor luhannya jail gitu ya wkwk tawa tawa sendiri aku baca hehe.keep writing thor

  13. Wihhh seru thor,pertama baca ku kira pacar luhan itu jessi,ternyata aku#loh?
    Masa aku ngerasa yang mau di jodohin itu shin ji ni -_- soalnya marganya shin#sotau
    Abaikan komentar diatas hahahahaha…watak luhan disini lucu ya,suka pasa bagian maneqquinnya ketauan bergerak hahahahahaha
    Jadi jessi udh meninggal? Hantu dong? Trus lusicanya gmana? ︶︿︶
    Aku tnggu next ff thor..jngan lupa hot game hahahahhahahahaha

  14. omg ada ff bru… lucu,cute & sweet…. kren bget ni thor…
    q suka bget sm crita’a…
    q ktwa waktu luhan mo buka handuk’a & mannequin itu tutup mata jdi ktauan kn…haha….
    ok thor next…. ditggu y

  15. Wow !!!! FF nya bagus banget sumpahhhhh …. bagus bangettttt aku harus bilang apa Thorrrr ?? terusin Thor aku suka bangettttt

  16. Oh!! No!!!
    Luhan kau sampe segitunya,… mannequinnya itu pasti Jessicakan??
    Ahhh… chapter 1 nya buatlu penasaran dengan kelanjutannya

    Oh ya,, Unnie Aku minta passwordnya ff yang di-PW
    tinggal dikirim di emailnya aku fitrah0814@gmail.com ya~~
    Gomawo:*

  17. itu cewe yg ninggalin luhan siapa thor? sayang banget masa ninggalin cowo cantik kyk begitu ‘-‘

    itu mannequin nya jessica kan thor? /sotau . semoga aja.kk

    ditunggu kelanjuttannya thor~

  18. Annyeong thor^^ aku readers baru maaf belum comment diffmy yang lain.. jessica gaunnya sisa berapa?kk~
    Tapi itu jessica kan? Yang nyonya nya itu ngutuk jessica gitu? Waah ini seru sekarang jarang liat ff baru dari hansic^^ next ya 😀

  19. unnie, jadi inget ff aku yang belum terselesaikan tentang mannequin juga 😥 . kereen banget, cuma agak ngeselin luhannya over xD . oh ya jangan lupa lanjutin ff Patner and Hot game ne Ckkkkk

  20. kayaknya kalo aku jadi Luhan udah kabur kali yaa… ngeliat boneka bergerak gitu … 😀
    soalnya jadi keingetan chakky si boneka pembunuh…. 😀
    wah.. Jessica emang cocok banget ya jadi mannequin.. kan wajahnya seimut boneka beneran.. 😀
    cewe yang ninggalin Lu ge itu siapa thor?? tega banget sampai Lu ge frustasi gtu,…
    Lu ge mau dijodohin sama seseorang bermarga shin??
    wahh… ga sabar nunggu next chap nya… Daebakk!!!!!

  21. Hohoho …akhirnya update lgi thor,dgn ff yg keren pula ;D
    rsa”nya bkal seru nih kisah cinta lusica.<3
    Brarti udh mati sica dong kalo ada di dlm mannequin?? Trus siapa yg tega ninggalin luhan coba???? :/
    aahh penasaran nih,cpt lanjut ya thor 😀

  22. Annyeong thor, aku reader baru~ hehe, ffnya kereeeeeen!!!!!! Yang bikin selingkuhan gue patah hati siapa siih, tega bener:-( ahaha. Wah, jessicanya jadi mannequin ya, cocok banget, kayak barbie haha. Ditunggu lanjutannya ya thor

  23. cieee~
    kali ini temanya juga beda dari yang lain yaa :3
    itu manequin aneh bin ajaib masa ‘_’ yahh namanya juga fanfic -_-
    aku .. aku .. adalah .. to be continue
    wkwkwkwk terusin baca yahh

  24. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa >.<
    kebayang pas luhan mau gunting gaun nya XD klo di pikir" luhan kyak org gila yak bicara sama mannequin 😀
    btw mianheyo eon aku bru baca+comment sibuk sih XD 😉
    di tunggu kelanjutan nya 😉 Fighting!!!!

  25. axuhhh.. gregetan pas bacanya….
    pengen ketawa sendiri pas luhan bicara sendiri.. kayak orang gila aja.. wkkwkwwkkk…. lucu siiih.. palagi mannequennya malu tuh lihat luhan berganti pakaian.. hahahhahaaa…

    sepertinya luhan jadi ga sedih lagi pas ada mannequen…. lanjuttttttttttt

  26. Thoorrr, ff nya kapan dilanjut, kayaknya udah lama banget nih ff ngendek 😦 kesian thor, ntar kalo keburu tua gimana ff nya — ditunggu yaa~~

  27. AAAAAA AUTHOOOORRR thia story is so freakin good !! Omaigatt !! Is it discontinued ? Hopefully not TT keep goin pleasee im really curious with the ending ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s