Like A Wind | OneShoot

Like A Wind_副本

Title : Like A Wind

 

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Oh Sehun

Xi Luhan

Sunny Lee

Oh SeungA

 

Genre : Romance and Angst

Rating : PG-15

Length : Oneshoot

“Kau seperti angin. Datang dan pergi sesuka hatimu!!”

 

***Like A Wind by Жin Genie***

 

Hembusan angin musim gugur kian terasa, membuat udara di Seoul terasa lebih dingin dari biasanya. Yeoja berambut cokelat terang itu tersenyum kecil merasakan semilir angin yang berhembus melewatinya. Menerbangkan sebagian rambutnya hingga menutupi wajah cantiknya. Yeoja itu duduk di bawah pohon sakura yang terletak di taman dekat apartemennya. Ia terlihat begitu menikmati hembusan angin yang melewatinya.

 

“Sudah masuk musim gugur rupanya”gumamnya pelan seraya membenarkan rambutnya. Menyelipkan beberapa helai rambutnya di belakang telinga. Ia menatap langit Seoul yang sudah mulai berwarna jingga—menandakan sebentar lagi akan masuk petang.

 

“Aku suka musim gugur dan angin”ujarnyna seraya tersenyum manis namun beberapa detik kemudian senyum itu berganti dengan raut wajah penuh kesediahan.

 

“Namun aku juga sangat membenci musim gugur dan angin, karena semua itu hanya akan mengingatkan ku akan dirimu”gumam yeoja itu dengan suara parau. Menahan sesak di hatinya tentang seseorang di masa lalunya.

 

“Kau seperti angin yang datang dan pergi sesuka hatimu”Ia menerawang jauh mengingat kembali kenangannya tentang musim gugur, angin dan seseorang lima tahun yang lalu. Kenangan yang memalukan. Sangat memalukan untuk diingat dan di ceritakan. Kenangan yang merupakan awal dari kisah mereka.

 

 

“Seharusnya aku mendengarkan perkataan Sunny untuk membawa mantel”keluh seorang yeoja cantik yang kini tengah berjalan gontai menuju halte bus dekat kampusnya. Tadi pagi sepupunya—Sunny sudah mengingatkan untuk membawa mantel karena menurut perkiraan cuaca hari ini Seoul akan mulai masuk musim gugur dan akan banyak angin kencang yang berhembus. Yeoja cantik itu menghela napas seraya terus merutuki kebodohannya. Ia melirik penampilannya. Hari ini ia mengenakan kaos berwarna krem yang di masukan ke dalam rok di atas lutut berwarna cokelat tua. Perpaduan yang sangat manis memang. Hanya saja, kini terasa aneh. Dimana banyak orang yang mengenakan mantel tebal untuk menutupi tubuhnya ia sendiri malah mengenakan pakaian minim.

 

“Kau sangat bodoh, Jessica Jung”ujarnya kepada diri sendiri. Ia masih saja asik menyalahkan diri sendiri. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar halte bus. Tidak ia jumpai seorang pun di sana kecuali dirinya. Bus yang ia tunggu belum juga datang. Kini ia mulai kedinginan dengan pakaian minimnya itu.

 

Ia menghela napas panjang. “Pasti sekarang Sunny sedang menikmati cokelat panas sambil menyaksikan drama kesukannya.”ujarnya iri. Dimana kebanyakan orang tengah menikmati minuman hangat di café atau rumah mereka masing-masing, ia justru harus menunggu bus dengan keadaan kedinginan. Ini semua salahnya sendiri yang lupa dengan tugas kampusnya dan terpaksa ia harus mengerjakan tugasnya di perpustakaan kampus sampai malam.

 

“Kau memang bodoh”runtuknya lagi seraya memukul kepalanya pelan.

 

Tiba-tiba saja angin berhembus ke arahnya.

 

“Wushh”

 

“Kyaaa”teriaknya panic karena angin kencang itu menerbangkan roknya. Dengan gerak reflek ia langsung memegangi roknya agar tidak kembali tertiup angin yang memang sedang kencang-kencangnya itu.

 

“Angin nakal!”makinya kepada angin yang berhembus.

 

“Untung saja tidak ada orang yang—”ucapannya terhenti saat ia menoleh ke arah kanan dan mendapati seorang namja jangkung dengan jarak lima langkah darinya tengah mematung dengan mulut yang sedikit terbuka.

 

Tiba-tiba saja rona merah menghiasi wajah cantiknya. Ia malu. Sangat malu. “Kyaaaa”teriaknya histeris melihat namja jangkung itu seperti melihat hantu.

 

Mendengar teriakan Jessica yang sangat melengking itu membuat namja jangkung itu tersadar dari lamunan sesaatnya dan langsung mengatupkan bibirnya rapat. Berlaga seolah tidak ada yang terjadi beberapa saat yang lalu.

 

“Kenapa kau ada disana?”tanya Jessica yang masih histeris seraya menunjuk tepat di wajah namja jangkung yang berada di hadpaannya. Hanya saja kini ia tidak lagi berteriak. “Apa kau melihat sesuatu?”tanya Jessica hati-hati sarat jelas di wajahnya sebuah kekahawatiran.

 

Namja jangkung itu menggeleng sebagai jawaban. Jessica menghela napas lega, namun tiba-tiba saja Jessica menatap namja jangkung itu denngan mata yang memicing. Ia tidak percaya dengan pengakuan namja jangkung tadi. Terlebih melihat ekspresi namja jangkung itu sebelumnya yang terlihat terkejut.

 

“Kau benar-benar tidak melihat apa pun, kan?”tanya Jessica kembali menyelidik.

 

Namja jangkung itu menatap Jessica malas. “Tidak.”jawabnya datar.

 

Jessica tersenyum tiga jari. “Benar. Kau pasti tidak melihat warna apa pun, kan?”ujar Jessica riang. Ia sekarang bisa bernapas lega karena namja jangkung di depannya tidak melihat apa pun.

 

“Tidak. Aku tidak melihat apa pun selain warna pink!”serunya kesal pada Jessica yang terus bertanya. Sesaat sesudahnya ia merutuki kesalahanya yang terlalu terbawa emosi dengan yeoja berisik di depannya itu.

 

“Kyaaa”histeris Jessica lagi. Ia menatap namja jangkung itu penuh rasa kesal lalu memukul namja jangkung itu dengan tasnya.

 

“Dasar namja mesum!”

 

“Aww awww, hey hey sakit”seru namja jangkung itu kesakitan kerena Jessica terus saja memukulinya.

 

“Rasakan. Kau memang pantas mendapatkannya. Dasar namja mesum!”balas Jessica seraya terus melayangkan tasnya kepada namja jangkung di depannya ini.

 

Namja jangkung itu menahan tangan Jessica yang hendak kembali memukulnya. Ia menatap Jessica langsung kedalam dua bolah mata indah Jessica. “Dengar, itu semua bukan kesalahanku. Itu semua salahmu, kenapa di musim gugur seperti ini kau memakai pakaian yang minim seperti ini”ujarnya seraya melirik penampilan Jessica. Jessica mengembungkan pipinya karena malu bercampur kesal. “Dan juga bukan salahku, jika angin menerbangkan rok mu itu. Tsk, pink. Kekanakan”lanjutnya dengan mencibir.

 

Jessica merasa terhina dengan perkataan namja jangkung di depannya ini. “Pokoknya kau namja mesum”Jessica kembali memukuli namja jangkung itu dengan tasnya.

 

Namun tiba-tiba angin kencang kembali berhembus ke arahnya..

 

“Wushhh”

 

Jessica mematung di tempatnya karena untuk kedua kalinya roknya diterbangkan oleh angin. Seketika wajah Jessica kembali merah padam karena malu.“Kyaaaa”ia kembali berteriak kencang. Ia juga kembali memegangi roknya agar tidak diterbangkan oleh angin untuk ketiga kalinya lalu ia memutar tubuhnya menjadi membelakangi namja jangkung itu. Ia sangat malu. Sudah dua kali namja jangkung itu melihat apa yang seharusnya tidak ia lihat dan memang benar ini semua salahnya. Salahnya yang tidak membawa mantel dan juga salahnya yang tidak memegangi roknya.

 

“Lihat, itu bukan salah ku, kan?”ujar namja jangkung itu dengan nada suara yang menyebalkan.

 

Jessica menoleh sekilas untuk memberikan tatapan tajamnya kepada namja jangkung itu lalu kembali memalingkan wajahnya dan menaiki bus yang sudah tiba.

 

Jessica memilih untuk duduk di sebelah kiri bus baris ketiga dekat jendela. Saat Jessica melihat namja jangkung itu juga masuk ke dalam bus yang sama dengannya ia segera memalingkan wajahnya untuk menatap keluar jendela.

 

Melihat sikap Jessica namja jangkung itu hanya mengangkat bahunya tidak peduli lalu duduk di kursi yang agak jauh dari tempat Jessica.

 

“Aku kira kau adalah orang jahat. Namja mesum, namun aku salah. Kau adalah namja yang baik”

 

“Mantel yang bagus, Jessi”puji Sunny saat Jessica pulang. Sunny sedang asik menyaksikan drama kesukaannya dengan segelas cokelat panas di tangannya.

 

“Hmm”sahut Jessica singkat seraya berjalan menuju kamarnya yang terletak di sebelah kanan ruang televisi.

 

“Lelahnya”gumam Jessica pelan. Ia menaruh tasnya di atas meja belajarnya lalu berjalan menuju pintu untuk menggantung mantelnya. Namun Jessica berhenti di depan cermin besar yang berada di kamarnya, cermin besar yang sengaja ia letakan dekat pintu. Jessica menatap pantulan dirinya di cermin. Ia merasa seperti ada yang aneh dengan dirinya.

 

“Ya Tuhan!”seru Jessica terkejut setelah mengetahui keanehan yang ia rasakan. “Ini..mantel siapa?”tanya Jessica bingung kepada dirinya sendiri yang tidak mengingat bagaimana mantel ini bisa melekat ditubuhnya. Ia tahu betul kalau mantel yang sekarang ia kenakan bukan lah mantel miliknya.

 

Jessica kembali mengingat-ingat apa saat di jalan ada seseorang yang meminjamkan mantel padanya atau ia membeli mantel. Tapi hasilnya nihil, tidak ada yang meminjaminya mantel dan ia juga tidak membeli sebuah mantel.

 

“Siapa pun orang yang meminjamkan mantel ini padaku, pasti dia adalah orang yang sangat baik”gumam Jessica pelan. Jessica mencoba mencari petunjuk tentang pemilik mantel abu-abu yang kini tengah berada di tangannya.

 

“Oh Sehun”Jessica membaca sebuah kertas yang ia temukan di saku mantel ini. Kertas yang berisi nama dan sebuah nomer ponsel. “Jadi mantel ini milik seseorang yang bernama, Oh Sehun”gumam Jessica lalu mengetik sebuah pesan kepada nomer yang tertera di kertas.

 

“Harum”gumam Jessica saat ia tidak sengaja mencium aroma parfum dari mantel abu-abu yang kini berada di tangannya.

 

“Dan kesalahan terbesar ku adalah menganggapmu orang baik dan berteman denganmu”

 

Jessica mengeratkan mantel cokelat tuanya. Sudah sekitar dua puluh menit ia menunggu di kursi halte bus dekat kampusnya. Tempat yang Jessica dan orang yang bernama Sehun itu sepakati untuk bertemu.

 

“Kenapa lama sekali”gumam Jessica seraya melirik jam tangan hitam miliknya. Sekarang sudah pukul 18.22 KST.

 

“Mungkin ia lupa, ah sebaiknya aku telepon untuk mengingatkannya”Jessica langsung mengambil ponsel putihnya yang ia taruh di saku mantelnya.

 

“Tut tut tut tut”

 

“Kenapa tidak diangkat?”gumam Jessica bingung. “Sebaiknya aku hubungi sekali lagi”ujarnya lalu kembali menghubungi seseorang yang bernama Oh Sehun.

 

“Tut tut—Trek”

 

Nomer yang Jessica hubungi tiba-tiba saja mematikan panggilannya. “Aish..apa-apaan itu? tidak sopan sekali!”maki Jessica kepada ponselnya—bermaksud memarahi orang yang tadi ia telepon. “Menyebalkan!”serunya kesal.

 

Tiba-tiba ada seorang mendekat ke arahnya dan berdiri di hadapannya. Jessica mendongak untuk menatap orang yang berdiri di depannya dan mendapati namja mesum kemarin lah yang kini berdiri di depannya.

 

“Kau!”seru Jessica terkejut dengan mata yang membulat sempurna seraya menunjuk namja di depannya. “Apa yang kau lakukan disini?”tanya Jessica penasaran. “Kau mengikutiku!”tuduh Jessica seenaknya.

 

Namja jangkung itu memutar matanya malas mendengar tuduhan Jessica yang tak berdasar itu. “Cepat kembalikan!”ujar namja itu dengan mengulurkan tangannya. Jessica menatap namja jangkung itu bingung lalu beralih kepada tangan namja jangkung itu dan kembali lagi untuk menatap wajah namja jangkung itu karena ia tidak menangkap maksud dari namja jangkung itu.

 

“Apa?”tanya Jessica akhirnya setelah cukup lama mereka terdiam dan saling menatap satu sama lain dengan pandangan tidak suka.

 

“Mantelku”jawab namja jangkung itu singkat.

 

Lagi-lagi Jessica membulatkan matanya. Tidak percaya bahwa pemilik  dari mantel abu-abu itu adalah namja jangkung menyebalkan yang kemarin ia temui. Hancur sudah harapan Jessica bahwa pemilik mantel abu-abu itu adalah seorang pangeran tampan nan baik hati yang semalam ia dambakan.

 

“Mantel ini tidak mungkin milikmu..”ujar Jessica bersikeras. Ia masih tidak terima jika yang menolongnya adalah namja jangkung menyebalkan yang kemarin.

 

“Wush”angin kembali berhembus ke arah mereka.

 

“Harum”gumam Jessica pelan. Saat angin berhembus ke arahnya ia dapat merasa harum yang sama dengan harum yang terdapat di mantel abu-abu yang kini masih berada di tangannya.

 

“Ternyata ini memang benar mantel miliknya”gumam Jessica lagi.

 

Jessica menyerahkan mantel abu-abu itu kepada pemilliknya. “Ini. Milikmu”ucap Jessica dengan nada suara yang pelan.

 

Sehun. Si namja jangkung pemilik mantel abu-abu itu menatap Jessica penuh selidik. Sedikit aneh yeoja di depannya itu langsung memberikan mantelnya begitu saja padahal sebelumnya ia bersikeras kalau ia bukan pemilik mantel abu-abu itu.

 

“Terima kasih sudah meminjamkannya padaku kemarin..mantelmu sangat membantu”lanjut Jessica dengan tulus diakhiri dengan senyuman manisnya.

 

Sehun sedikit tertegun melihat senyum manis yeoja di depannya itu. Sangat berbeda dari biasanya yang di penuhi oleh wajah penuh kerutan karena marah.

 

“Jessica Jung”ucap Jessica seraya mengulurkan tangannya.

 

Sehun menatap uluran tangan Jessica lalu menatap wajah cantik Jessica. “Oh Sehun”ucap Sehun dengan menerima uluran tangan Jessica.

 

“Mulai sekarang kita adalah teman”ucap Jessica riang dengan senyum polos yang lebih terkesan bodoh.

 

“Berteman denganmu membuat hariku begitu berwarna dan menyenangkan. Namun, tidak dengan jantung ku. Aku rasa setelah berteman denganmu aku mulai mengidap sakit jantung. Jantung ku selalu berdebar kencang saat bersamamu”

 

“Hi pinky girl”sapa Sehun lalu duduk di samping Jessica yang tengah mengerjakan tugas di kafetaria kampus. Jessica yang awalnya focus mengerjakan tugasnya itu menatap Sehun geram dengan tatapam tajam andalannya. Ia marah bukan karena kehadiran Sehun yang kerap mengganggunya namun karena Sehun yang selalu memanggilnya Pinky girl! Itu memang panggilan khusus dari Sehun untuk dirinya, namun panggilan itu membuatnya kembali mengingat kejadian memalukan awal pertemuan mereka. yang tidak akan pernah ia lupakan.

 

“Ughh aku takut”ledek Sehun yang sengaja memasang wajah takut yang terlihat jelas dibuat-buat. Jessica mengerucutkan bibirnya lalu memalingkan wajahnya dari Sehun. Ia malas berdebat dengan Sehun karena namja itu tidak akan mengalah kepadanya dan akan semakin meledeknya.

 

“Ya! Itu minumanku!”omel Jessica ketika Sehun seenaknya meminum Chocolate Shake miliknya yang baru ia minum sedikit.

 

“Kita kan teman”cengir Sehun lalu kembali meminum Chocolate Shake Jessica hingga tinggal setengahnya. Sehun selalu mengatakan ‘Kita kan teman’ ketika Jessica memarahinya yang telah mencuri makanan atau minumannya. Kata itu seolah kata kunci agar Jessica tidak marah padanya.

 

Jessica menarik napas lalu membuangnya perlahan. Setelah cukup dekat dengan Sehun membuatnya begitu memahami Sehun. Sehun yang terlihat cool dan pendiam dari luar itu ternyata begitu jahil dan kekanakan. Lihat saja sekarang kelakuannya yang sebenarnya.

 

Tugas yang begitu menumpuk membuat Jessica kembali menyibukan dirinya dengan laptop putih miliknya. Sehun yang merasa terabaikan oleh Jessica mulai mengganggu Jessica lagi. Ia memang tidak suka diabaikan.

 

“Jess”panggil Sehun.

 

Jessica mengabaikan panggilan Sehun. Ia tahu pasti Sehun ingin mengganggunya. Sehun adalah orang yang manja yang tidak suka diabaikan. Itu adalah salah satu fakta yang tidak boleh ia lupakan.

 

“Jessi”panggil Sehun sekali lagi.

 

Lagi-lagi Jessica mengabaikan Sehun. Ia sedang sibuk menyalin tugas dari catatannya.

 

“Pinky Girl!”panggil Sehun ketiga kalinya.

 

Jessica yang memang selalu sensitive terhadap nama itu langsung mengeram kesal.

 

“YA! Ad—“

 

Perkataan Jessica langsung terhenti ketika ia menoleh ke arah Sehun ia merasakan sesuatu yang lembab dan lembut menyentuh pipinya. Seketika pipinya merah merona saat ia tahu itu adalah bibir Sehun. Jantungnya mendadak marathon dan kini pipinya terasa panas.

 

“Kyaaa Oh Sehun!”teriak Jessica marah.

 

Setelah berhasil mengerjai Jessica Sehun kabur begitu saja dengan suara tawa yang begitu tergelak. Untuk kesekian kalinya ia berhasil mengerjai Jessica.

 

“Aku rasa aku mulai mengidap penyakit jantung”gumam Jessica pelan seraya menyentuh lembut pada letak jantungnya yang sekarang masih berdetak begitu cepat.

 

“Tanpa ku sadari, aku mulai menyukaimu seiring kedekatan kita dan aku juga menyukai musim gugur dan angin berkat dirimu”gumam Jessica. “Apa kau memliki perasaan yang sama denganku?”lanjutnya lirih.

 

“Bagaimana menurutmu?”tanya Sehun tanpa menoleh ke arah Jessica.

 

Jessica tersenyum cerah. Saat ini mereka berdua sedang menyaksikan sebuah sunset yang begitu indah. Berada di pantai saat musim panas menjelang musim gugur merupakan ide yang sangat bagus karena matahari terbenam akan sangat indah disbanding dengan musim yang lain.

 

Tiba-tiba angin berhembus ke arah mereka. Angin yang begitu menenangkan. Angin pantai yang bercampur dengan angin musim gugur yang akan segera tiba.

 

“Kau tahu, Jess”ucap Sehun.

 

“Apa?”

 

“Aku sangat menyukai musim gugur”ucap Sehun seraya menerawang setelahnya ia tersenyum kecil. Jessica melihat Sehun seperti itu merasa bingung.

 

“Kenapa? Kenapa harus musim gugur?”tanya Jessica tidak mengerti.

 

“Karena musim gugur itu menyenangkan, tidak panas, juga tidak dingin dan angin yang berhembus begitu menenangkan. Seperti sekarang ini”jawab Sehun.

 

Jessica mengangguk mengerti.

 

“Kalau dirimu?”tanya Sehun.

 

Jessica terlihat menimbang. “Eumm..tidak ada yang special. Aku suka semua musim karena setiap musim memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Lagi pula selama ini aku tidak begitu memperhatikan musim mana yang lebih aku sukai. Semua terasa sama untuk ku”jawab Jessica tidak begitu yakin dengan jawabannya sendiri. Tapi jawaban itu jujur, ia memang tidak begitu memperhatikan musim mana yang lebih ia sukai. Semua nampak sama untuknya.

 

“Kau harus memiliki musim yang kau sukai sendiri, Jess. Musim yang special untuk mu yang mengingatkanmu akan sebuah kenangan.

 

”Setelah Sehun mengatakan itu. Suasana diantara mereka menjadi hening.

 

‘Baiklah, mulai sekarang aku akan menyukai musim gugur dan aingin karena dirimu, Oh Sehun’

 

Tiba-tiba hembusan angin menghampiri mereka berdua dan menerbangkan sebagian rambut mereka hingga berantakan. Sehun menoleh ke arah Jessica yang tengah membenarkan rambutnya. Sehun langsung mengambil alih membenarkan rambut Jessica. menyelipkannya di belakang telinga Jessica.

 

Sikap Sehun yang selalu berubah-ubah setiap saat membuat debaran jantung Jessica juga bisa berubah setiap saat. Seperti sekarang ini, jantung Jessica kembali marathon mendapat perlakuan manis dari Sehun.

 

Mata mereka bertemu dan saling menatap dalam satu sama lain. Membiarkan waktu berhenti sesaat. Lambat laun Jessica semakin terbawa suasana romantic yang Sehun ciptakan di antara mereka. Jantung Jessica semakin tidak terkendali.

 

‘Apa Sehun memiliki perasaan yang sama terhadap ku? Apa sehun akan menyatakan cintanya padaku?’ memikirkannya saja membuat wajah Jessica memerah. Ia kini menundukan kepala karena malu. Ia sudah tidak sanggup lagi menatap ke dalam mata Sehun lebih lama lagi atau ia benar-benar akan terkena penyakit jantung.

 

“Rambutmu menusuk mataku!”ucap Sehun setelah kontak mata diantara dirinya dan Jessica terputus.

 

Jessica mendongakan wajahnya lalu menatap Sehun sebal. “Kau menyebalkan!”maki Jessica lalu memukul Sehun dengan sepatunya cukup kencang.

 

“Ya! Sakit, Jess!”ringis Sehun.

 

“Rasakan!”Setelah mengatakan itu Jessica pergi meninggalakan Sehun.

 

“YA! Jess, kau mau kemana?”tanya Sehun berteriak.

 

“Pulang!”jawab Jessica sambil berteriak juga tanpa membalikan tubuhnya atau pun sekedar menghentikan langkahnya.

 

“Tapi sunsetnya belum selesai”

 

“Aku tidak peduli!”

 

“Kau begitu penuh misteri untuk ku. Sampai sekarang aku tidak pernah tahu bagaimana perasaanmu kepadaku”

 

“Jess, temani aku membeli sesuatu”Sehun masuk ke dalam kelas Jessica lalu menarik Jessica begitu saja.

 

Jessica yang sedang mencatat materi dari buku teman sekelasnya itu langsung mendongak menatap Sehun dengan dahi berkerut.

 

“Tidak bisa hari ini, aku sibuk. Banyak sekali tugas yang diberikan oleh para dosen”tolak Jessica lalu kembali menyalin catatan teman sekelas.

 

Sehun yang memang tidak suka diabaikan akhirnya mengambil buku catatan Jessica lalu memasukannya begitu saja ke dalam tasnya.

 

“Jika kau ingin buku catatanmu ini kembali kau harus menemaniku!”perintah Sehun cepat saat ia melihat Jessica membuka mulutnya untuk protes.

 

Jessica membuang napasnya kesal. Sehun selalu saja berbuat seenaknya kepada dirinya dan anehnya ia selalu saja mengiyakan setiap perminataan Sehun. Ia tidak bisa marah kepada Sehun. Mungkin itu karena ia mencintai Sehun.

 

Sehun menggenggam tangan Jessica ketika mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan yang cukup megah di Seoul. Kini mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah menikmatinya kencan mereka. lagi-lagi jantung Jessica berdetak tidak karuan. Jessica menoleh ke arah Sehun dan mendapati wajah Sehun yang tengah serius memperhatikan setiap toko yang mereka lewati. Wajah Sehun yang sedang serius itu begitu tampan. Membuat Jessica tidak bisa mengalihkan tatapannya dari Sehun. Tapi, Jessica sadar ia dan Sehun sudah mengelilingi pusat perbelanjaan ini namun mereka belum memasuki sebuah toko pun.

 

“Memangnya kau ingin membeli apa, Sehun-ah?”Jessica memberanikan dirinya bertanya kepada Sehun yang terlihat serius itu. sedikit menyelipkan senyum termanisnya saat bertanya berharap Sehun akan suka padanya.

 

Sehun berhenti lalu menatap Jessica yang berada di sampingnya. Ia lalu tersenyum tiga hari. “Aku tidak tahu..”ucap Sehun dengan wajah tanpa dosa.

 

Seketika wajah Jessica langsung berubah datar. Ingin sekali Jessica memukul kepala Sehun jika saja ia tidak ingat saat ini mereka tengah berada di pusat perbelanjaan yang ramai. Ia tidak akan mempermalukan dirinya kali ini.

 

“Kau memintaku untuk menemanimu dan mengabaikan semua tugas dari dosen hanya untuk berputar-putar tanpa tujuan seperti ini?”tanya Jessica dengan suara yang terdengar Jelas menahan marah. Jika Sehun ingin mengerjainya seperti biasa kali ini sudah keterlaluan.

 

“Jangan marah dulu, Jess. Aku punya tujuan, hanya saja aku tidak tahu harus membeli apa”jelas Sehun sebelum Jessica salah paham padanya.

 

Jessica berusaha menetralkan amarahnya. “Baikalah, lalu apa yang sedanng kau butuhkan? Sebaiknya kita membeli yang kau butuhkan terlebih dahulu”nasihat Jessica.

 

“Eum..tidak ada yang aku butuhkan”Jessica menatap Sehun datar. Buru-buru Sehun menimpali perkataannya sebelum Jessica semakin marah“Sebenarnya aku ingin membelikan sesuatu untuk seseorang”jelas Sehun.

 

“Ok, baiklah. Untuk yeoja atau namja?”tanya Jessica.

 

“Yeoja”jawab Sehun.

 

“Deg!”

 

Jantung Jessica berdetak kencang. Apa Sehun sudah memiliki kekasih namun ia tidak pernah mengetahuinya? Atau Sehun ingin membeli hadiah untuk seseorang yang sedang ia cintai? Memikirkannya saja sudah membuat hati Jessica sakit.

 

“Aa..kalau untuk seorang yeoja lebih baik kau membelikan perhiasan saja. Yeoja menyukai perhiasan”saran Jessica. Walau hatinya terasa sakit, tapi ia tidak akan menjerumuskan Sehun.

 

“Kurasa itu ide yang bagus”ujar Sehun setuju. “Kau harus membantuku memilihnya!”seru Sehun lalu menarik Jessica menuju toko perhiasaan.

 

“Ada yang bisa saya bantu?”tanya seorang pegawai toko perhiasan itu.

 

“Aku ingin membeli sebuah kalung. Tolong keluarkan semua kalung yang ada karena aku ingin memilihnya”ucap Sehun mantap. Pegawai toko itu langsung mengeluarkan berbagai jenis kalung yang toko mereka miliki.

 

Jessica menghela napas berat sebelum membantu Sehun memilihkan sebuag kalung. Jessica mulai mengedarkan matanya mencari kalung yang menurutnya bagus dan matanya tertuju pada satu kalung berbandul lambang hati kecil yang begitu lucu namun juga indah dan anggun karena sisinya bertabur berlian. Jessica tersenyum kecil melihat pilihannya.

 

“Kurasa ini bagus”ucap Jessica sambil menunjuk kalung pilihannya. Ia menatap mata Sehun untuk menanyakan pilihannya.

 

Sehun tersenyum. “Pilihanmu bagus, Jess”ucap Sehun lalu menyerahkan kalung yang sudah Jessica pilih kepada pegawai agar di kemas.

 

“Kau menghilang begitu saja dariku dan dari hidup ku, seperti angin yang berhembus. Tanpa jejak. Tanpa pesan”

 

Ponsel Jessica bergetar, dilihatnya satu pesan masuk dari Sehun.

 

From : My Prince

Jess, temui aku di taman dekat apartementmu jam delapan malam. Aku menunggumu di bawah pohon bunga sakura.

 

A/N : Jangan banyak bertanya dan datang saja.

 

Jessica mengerutkan keningnya sesaat lalu terkekeh pelan membaca pesan masuk dari Sehun. Begitu lah sifat Sehun. Ia tertawa sendiri melihat nama Sehun di kontak ponselnya. Nama itu Sehun sendiri yang menulisnya dan mengancamnya untuk tidak menggantinya.

 

To : My Prince

 

Baiklah.

 

Balas Jessica singkat.

 

Jessica melirik jam yang berada di dinding kamarnya. Saat ini baru menunjuk kan pukul tujuh enam sore. Yang artinya ia masih memiliki banyak waktu sebelum bertemu dengan Sehun.

 

“Mau kemana?”tanya Sunny saat Jessica lewat ruang televisi.

 

“Menemui Sehun”jawab Jessica seadanya.

 

“Jangan lupa belikan aku tokkpokki, ok!”pinta Sunny.

 

“Ok!”

 

Jessica langsung bergegas menuju taman dekat apartementnya. Malam ini ia menggunakan mini dress berwarna hitam selutut dengan corak daun berwarna putih yang di balut oleh cardigan rajutan berwarna hitam bercampur putih yang terlihat sangat serasi dengan dress yang ia pakai. Tak lupa flat shoe hitam yang semakin menyempurnakan penampilannya. Terlihat sederhana namun begitu manis saat Jessica yang memakainya.

 

Saat Jessica sampai di taman waktu baru menunjukan pukul tujuh lebih lima puluh menit. Ia sampai sepuluh menit lebih awal dari waktu yang di janjikan. Jessica memutuskan untuk duduk di bawah pohon bungan sakura seperti yang Sehun sebutkan di pesan singkatnya.

 

Saat ini Seoul sudah memasuki pertengah April yang artinya sudah masuk musim semi sehingga hampir di setiap jalan kota Seoul terlihat lebih indah karena mulai di tumbuhi daun muda dan bunga-bunga.

 

Jessica mulai gelilsah karena sudah lebih dari empat puluh menit ia menunggu Sehun namun Sehun belum juga datang. Bahkan ia tidak memberikan kabar dan lebih parahnya ponsel Sehun tidak aktif.

 

“Kemana kau, Sehun-ah?”gumam Jessica merasa khawatir. Seketika persaannya berubah buruk. Jessica mulai bergumam tidak jelas.

 

“Apa kau mengerjaiku, eoh?”

 

“Awas saja kalau kau memang mengerjaiku. Aku akan marah padamu dan tidak akan berbicara padamu!”

 

Sekarang sudah pukul sepuluh lewat delapan belas menit, namun Sehun belum juga datang atau memberi kabar. Jessica mulai merasa dingin karena udara malam.

 

Drtt drtt

 

Ponsel Jessica bergetar tanpa melihat siapa yang menelponnya ia langsung mengangkat panggilan itu dan berharap yang menelponnya adalah Sehun. Namun, itu hanya harapannya saja.

 

“Hallo? Sehun kau dimana?”ucap Jessica langsung.

 

“Ya! Ini aku Sunny, bukan Sehun”sahut sang penelpon ternyata Sunny.

 

“Ah Sunny, ada apa?”tanya Jessica berubah lemas tidak menggebu seperti tadi.

 

“Apa kau sudah membeli tokkpokki ku? Aku sangat lapar, Jess”rengek Sunny.

 

“Ah maaf, Sunny-ah. Aku belum membelinya, tapi aku akan segera membelinya dan pulang”jawab Jessica lalu memutuskan sambungan teleponnya.

 

“Kau mengecewakan, Oh Sehun”ucap Jessica sebelum pergi dari taman tempat ia dan Sehun berjanji sebelumnya.

 

>>> 

 

Setelah kejadian di taman dimana Sehun tidak jadi datang untuk menemui Jessica. Ia tidak lagi terlihat di kampus. Ponsel Sehun pun masih belum aktif sampai sekarang. Saat Jessica kerumah Sehun, rumah itu terlihat sepi karena ditinggal pindah oleh keluarga Sehun. Sehun sekeluarga benar-benar seperti lenyap dari bumi. Meninggalkan berbagai pertanyaan yang belum terjawab pada Jessica.

 

“Kemana kau, Oh Sehun?”gumam Jessica gelisah. Setitik butiran krystal jatuh dari mata Jessica. Ini sudah kesekian kalinya ia menangis. Menangis karena Sehun tiba-tiba saja pergi tanpa ada kabar yang jelas.

 

Jessica benar-benar merasa kehilangan sosok Sehun. Ia begitu merindukan Sehun. Sehun yang selalu jahil padanya. Sehun yang manja padanya. Sehun yang tampan. Sehun yang dingin. Sehun cintanya.

 

Ditinggal tanpa kabar dan kepastian membuat Jessica benar-benar tersiksa. Setiap harinya Jessica hanya melamun dan kadang menangis. Sunny yang tinggal bersama dengan Jessica benar-benar tidak tega melihat keadaan Jessica yang tidak jauh berbeda dengan mayat hidup.

 

“Jess, kumohon jangan seperti ini hanya karena seorang, Sehun”ucap Sunny menasehati. Ia sudah tidak tahan terus-terusan melihat sepupunya itu menderita.

 

Jessica kini menangis dalam pelukan Sunny. “Kau tidak mengerti apa yang aku rasakan, Sunny-ah. Aku mencintainya. Sangat mencintainya, namun tiba-tiba saja ia menghilang tanpa kabar dari hidupku”ucap Jessica sambil terisak.

 

“Tapi kau harus tetap melanjutkan hidupmu, Jess. Namja di dunia ini bukan hanya Sehun seorang. Masih banyak namja di luaran sana ya—”

 

“Tapi aku hanya mencintai, Sehun. Di hatiku hanya ada Sehun. Aku tidak butuh namja lain, aku hanya membutuhkan Sehun seorang”potong Jessica.

 

“Tapi Jess, ini sudah lebih dari tiga bulan Sehun menghilang tanpa kabar. Ku mohon jangan seperti ini terus. Kasihan ahjumma, setiap hari harus melihat anak kesayangannya seperti ini. Ia sudah tua, Jess. Jangan kau tambah beban pikirannya”nasihat Sunny.

 

Isak tangis Jessica semakin kencang setelah mendengar perkataan Sunny. “Baiklah, tapi kumohon biarkan aku menangis sepuasnya hari ini. Aku janji setelah ini aku tidak akan seperti ini lagi”

 

“Janji palsu. Nyatanya, sampai hari ini pun aku masih sering menagisimu. Sehun-ah, lusa adalah hari pernikahanku. Apa kau tidak ingin datang dan melihat sahabatmu ini menikah, eoh? Kau sungguh sahabat yang jahat!”maki Jessica kepada angin yang berhembus. Berharap angin itu membawa pesannya untuk Sehun. Namja yang masih sangat ia cintai sampai sekarang, walau pun kini ia sudah memiliki namja lain dalam hidupnya namun ia tidak pernah menghilangkan rasanya cintanya untuk Oh Sehun. Jessica menghapus air matanya lalu menarik napas dalam untuk menetralkan perasaannya.

 

Tiba-tiba ada seorang namja kecil yang berlari menghampiri Jessica. “Noona, ini untukmu”ucap anak kecil itu seraya menyerahkan sebuah bungkusan kecil kepada Jessica.

 

Jessica menerima bungkusan itu dengan dahi berkerut. “Apa ini?”tanya Jessica bingung.

 

“Buka saja”ucap anak itu lalu pergi.

 

“YA! Hey, kau mau kemana?”tanya Jessica semakin bingung, namun anak kecil itu hanya melambaikan tangannya tanpa menghentikan larinya.

 

Jessica yang penasaran dengan isi bungkusan itu pun akhirnya membukanya dan ia mendapati sebuah kotak perhiasan berwarna merah berbentuk hati. Dengan perlahan Jessica membuka isi kotak itu. Matanya membulat sempurna saat ia melihat isi kotak itu.

 

Sebuah kalung..berbandul hati..

 

Kalung yang sama yang pernha ia pilihkan untuk Sehun.

 

“Apa artinya semua ini ya Tuhan?”

 

Jessica menemukan sebuah surat di bawah kalung.

 

Saranghae yeongwonhi, Jessica Jung.

 

From : namja yang mencintaimu.

 

Seketika air matanya kembali jatuh. Sebisa mungkin ia menahan tangisnya. Ia kembali mengingat Sehun dan ia tahu betul surat ini di tulis oleh Sehun karena ia mengenali tulisan tangan Sehun.

 

“Aku juga mencintaimu, Oh Sehun”ucap Jessica dalam isakannya. “Tapi tolong biarkan aku hidup bahagia bersama dengan namja yang kini bersamaku”lanjut Jessica dengan isakan yang semakin terdengar jelas.

 

“Hey? Kau kenapa, honey?”tanya sebuah suara namja.

 

Jessica menoleh dan mendapati seorang namja manis yang terlihat begitu khawatir padanya. Dia adalah Luhan. Namja yang lusa akan sudah menjadi suaminya. Jessica langsung menghambur ke dalam pelukan hangat Luhan.

 

“Dia..dia kembali, Luhan-ah”ucap Jessica dalam isakannya.

 

“Dia siapa yang kau maksud?”tanya Luhan tidak mengerti.

 

“Sehun, Oh Sehun”jawab Jessica.

 

“Deg”

 

Hati Luhan terasa begitu sakit melihat calon istrinya yang menangis pilu karena belum bisa melupakan masa lalunya.

 

“Lalu kemana dia?”tanya Luhan penasaran.

 

“Tidak ada..tadi ada seorang anak kecil yang menyerahkan bungkusan padaku dan isinya adalah kalung yang pernah aku pilihkan untuknya”jawab Jessica diiringi isak tangisnya.

 

Luhan memang mengetahui masa lalu Jessica dan begitu pun sebaliknya karena ia ingin dalam hubungan meraka tidak ada yang di tutupi. Tidak ada kebohongan.

 

Setelah Jessica cukup tenang Luhan melepaskan pelukannya dan menatap Jessica dalam. “Apa kau ingin kembali bersamanya?”tanya Luhan. Rasa cemas kini menghampiri Luhan, ia takut jika Jessica akan menjawab ‘iya’ dan meninggalkannya.

 

“Lu..”ucap Jessica parau. Jessica menatap Luhan dengan tatapan yang sulit di artikan.

 

“Jika kau ingin kembali bersamanya, aku akan membatalkan pernikahan kita dan membiarkanmu kembali bersamanya”ujar Luhan mantap. Kabahagiaan Jessica adalah prioritas untuknya walau itu akan mengorbakan kebahagiaannya.

 

Jessica menatap Luhan dalam lalu memeluk Luhan erat. “Gomawoyo, Luhan-ah”ucap Jessica. Seketika hari Luhan hancur. Jessica lebih memilih kembali bersama dengan Oh Sehun, namja dari masa lalunya.

 

“Ya, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga”ucap Luhan dengan suara berat.

 

Mianhae..”ucap Jessica menyesal.

 

Luhan memaksakan senyuman dibibirnya. “Tak masalah”sahut Luhan.

 

Jessica bangkit dari duduk lalu berdiri dan meninggalkan Luhan dengan hati hancur. Setelah Jessica pergi air mata Luhan mengalir begitu saja tanpa bisa ia cegah. Ia paling membenci saat melihat seorang namja menangis, namun untuk kali ini pengecualian. Rasa sakit benar-benar sudah tidak bisa Luhan tahan.

 

“Semoga kau bahagia, Jessica. Saranghae”ucap Luhan tulus.

 

Tiba-tiba saja ada yang memeluk Luhan dari belakang. “Nado saranghae, Xi Luhan”ucap orang yang memeluk Luhan dan saat Luhan menoleh kan kepalanya ia mendapati Jessica tengah tersenyum manis ke arahnya.

 

“Jessica..”ucap Luhan tidak percaya.

 

“Bodoh! Kau pikir aku akan bahagian kembali padanya namun aku menyia-nyiakanmu. Namja yang begitu mencintaiku, eoh?”marah Jessica.

 

“Tapi kau mencintainya, bahkan kau selalu menangisinya”

 

“Tapi aku lebih mencintaimu”

 

“Ta—”

 

Ucapan Luhan terpotong karena Jessica langsung mencium bibir Luhan. Mata Luhan membulat sempurna. Ini pertama kalinya Jessica mencium bibirnya terlebih dahulu selama mereka menjalin hubungan lebih dari tiga tahun.

 

“Dia adalah masa laluku dan kau adalah masa depanku. Berhenti lah membandingkan dirimu dengannya”

 

“Tapi..”

 

“Tidak ada tapi-tapian lagi. Kau harus menikahiku, Xi Luhan!”perintah Jessica.

 

“Baiklah, Mrs Xi”ujar Luhan lalu memeluk Jessica lembut.

 

 

>>> 

 

 

“Ayo kita kembali, noona”ucap seorang namja yang daritadi menyaksikan Luhan dan Jessica dari kejauhan.

 

“Baiklah”

 

“Aku akan kembali ke Jepang setelah upacara pernikahan Jessica selesai”ucap namja itu.

 

“Arraseo, noona akan memesan tiket pesawat untuk kita”

 

“Apa kau baik-baik saja, Sehun-ah?”tanya Seunga—noona Sehun.

 

Ne, aku baik-baik saja, noona”jawab Sehun bohong. Mana mungkin ia baik-baik saja setelah melihat yeoja yang selama ini ia cintai bersama namja lain. Namun ia ikut senang karena kini Jessica sudah menemukan namja yang pantas mendampinginya. Bukan namja cacat dan pengecut seperti dirinya.

 

Lima tahun yang lalu Sehun mengalami kecelakan mobil hebat saat akan menyatakan cintanya kepada Jessica. Saat di rumah sakit ia sempat sadar dan memberitahu keluarganya jangan sampai Jessica mengetahui kecelakaannya itu. ia tidak ingin Jessica khawatir.

 

Namun kecelakaan Sehun yang begitu parah membuatnya koma selama enam bulan lebih dan saat ia tersadar dari koma. Ia harus menghadapi sebuah kenyataan pahit bahwa dirinnya lumpuh total. Ia sempat depressi berat dan ingin bunuh diri. Namun setelah dua tahun lebih dari pasca kecelakaan Sehun mulai bangkit dan bisa menerima kenyataan hidupnya. Setelah itu ia kembali ke Korea untuk melihat Jessica. Saat ia melihat Jessica lagi, yeoja itu sudah bersama namja lain. Xi Luhan, namja yang kini akan menjadi suami Jessica.

 

Sudah tidak ada lagi kesempatan untuk Sehun dengan Jessica karena ia sudah terlalu lama meninggalkan Jessica tanpa kabar. Sebuah penyesalan memang selalu datang di akhir.

 

Seunga membantu Sehun untuk masuk ke dalam mobil mereka dan bergegas meninggal kan taman dekat apartemen Jessica.

 

‘Sebenarnya alasan utamaku menyukai musim gugur adalah karena musim gugur merupakan awal dari pertemuan kita. Saat angin berhembus dan saat itu pula aku menyukaimu. Cinta pada pandangan pertama’

 

Saranghae, Jessica Jung”gumam Sehun.

 

 

 

02:56 AM

Senin, 10 Maret 2014

 

***Like A Wind by Жin Genie***

A/N ; Hi..hallo..sorry lama banget baru ada ff baru..bulan-bulan kemarin tuh rasanya males banget nulis. Bahkan ngedit pun males XD

Hari ini bawa ff baru, yang mungkin sedikit sedih. Sengaja pake cast utama namja itu Sehun karena kekuatan Sehun kan angin ceritanya..yahh semoga aja yang baca suka..

Iklan

45 pemikiran pada “Like A Wind | OneShoot

  1. Sumpah aku baca diawal nyesek banget 😦 tapi lebih nyesek lagi pas tau hal yg sebenarnya menimpa Sehun (º̩̩́Дº̩̩̀ ) sampai nangis thor #sumpahdeh
    Moment HunSica sweet^^ tapi nyesek juga 😦
    Sica gak tau yg sebenarnya, Sehun juga ngehilang tanpa kabar-,- nyesal kan tuh kembalinya telat banget-_-”
    Luhan rela banget ya, demi kebahagiannya Sica ! Tapi Sica lebih milih Luhan 🙂
    Nice ff (´▽`ʃƪ)

  2. awal baca itu lucu banget thor 😀
    masa iya, sehunnya pervert banget :3
    dan jadilah sad ending walaupun sica udh sama orang lain 🙂
    happy ending juga menurut para lusica shipper /digampar/ haha
    ditunggu ffmu yg lain author ^^

  3. Akhirnya eonni share ff juga huft…
    Nyesek bgt nih kasian sehun, sehun sm jessie aj hrsnya mskipun q lusicer tp d sni pngrbnan sehun omagat g kuat deh aku hwuuaaa 😥 d tnggl jessica, lumpuh lg ya Allah ksian bgt hiks

  4. sumpah thor, pertamanya aku geli gitu baca Sehun yg jail-jail ke Jessie. apalagi wktu dia manggil Jessie ‘Pinky Girl’ wkwk
    Trus wktu pertengahan manisss banget momentnya, eh tau2 Sehun ngancurin moment manis itu ._.
    Ahhh~ nyesek baca wktu Sehun ngajak Jessie nyari hadiah buat yeoja yg tak lain Jessie sendiri, kebayang deh prasaan Jessie hancur gimanaa gitu. ditambah Sehun ninggalin Jessica gegara kecelakaan *jlebb*
    Kereen ini FF, berhasil buat aku nyesek *bukan asma ya* fighting for next FF^^~!

  5. astaga…!! so sweet bgnet XD ..
    nyesek pas tau kenyataany bgitu .., ksian sehunnya… hueee~ pokokny sedih bnget thour.., dn ini bikin nangis… T_T
    dtunggu karya athour yg lainnya dan samangat ne ^_^

  6. ya Tuhannn… kereenn banget (y)
    hahaha,, author emg LuSica syndrom, pdahal cast nya Sehun – Jessica,, END nya LuSica =]
    huehehhe… suka nih aku kalo kyk gini /’-‘)
    wahhh~ thor,, Betwen Them kapan di lanjut??
    cepet² di lanjut ya ~ /pemaksaan reader/
    Keep Writing 😀

  7. Uwaaaa thor ff mu ini mebuat perasaanku campur aduk >.<
    Pas baca moment HunSica aku ketawa sendiri, senyam-senyum sendiri, gila(?) sendiri, girang lah pokoknya..
    Pas baca Sehun ninggalin Sica duh rasanya mau marah -,-
    Eh pas tau Luhan mau jadi suami Sica, trus bagian Sica bilang Sehun udah balik lagi, perasaan aku tuh degeun-degeun, gimana ini, satu sisi aku demen sama HunSica, eh tapi HanSica my kopel ku gimana nantinya .-. , eh pas baca tiba-tiba Sica meluk Luhan trus dia lebih milih Luhan tuh…….*gubrak* author berhasil ngerjain saya -,- aku kira bakal pisah, gak taunya gak jadi……jujur seneng sih '-')
    Ah tapi pas baca bagian akhir alasan Sehun nyesek banget thor, huhuhu u,u
    Fightinf next chap^^

  8. Aaaaaaaa ini apaaaaaa???!!!! Aku nyesek bacanyaaaaa>< aduuuh feel dpt banget! Bener deh! Astagaaaa aku gakuat bacanya. Air mata sudah mau tumpah! Sehun kasian! Ngeliat luhan klo ditinggal jg kasian. Ini baguuus sumpah!
    Next ff sangat dinant thor! Fighting!

  9. xin genie comeback….
    tumben sehun tryta peran’a dr inti crita ni. tp ttep diakhir ttep luhan…
    kren ff’a diawl bkin lucu pinky girl haha….sehun jjail.kcian jg lihat sehun…. ikutan sedih lihat prngorbana’a…. tp y udh kyak’a emg takdir.
    ok thor ditggu lnjutan ff mu lain’a trutama la pascuasica…. kren tu ff.

  10. Nice ff thor..
    HanSica nya happy
    Tp kenapa Sehun nya harus sedih??
    Aku kira bakal jadi HunSica tp ternyata HanSica…:D
    Ada sequel buat kelanjutanya gx thor?? Smoga aja ada hehehe
    Pokoknya fighting terus thor.. 🙂

  11. njiirrn nyesek kasian sehunnya T-T hiks apa apaan kan bener feeling ku pasti ada sesuatu ama sehun ampe dia ga nemuin jessica di taman hikseu kasian sehun hikseu tpi aku bahagia akhirnya jessica ama luhan 😀

  12. Mau komentar apa ya?
    Kok tiba tiba ide ilang?
    Yang jelas ff ini nyentuh banget!! Cuman perasaan ada yang kurang. (Tapi ga tau apa -_-)

  13. Nyessek banget thor 😥
    Huwee T.T
    Sehunnya kecelakaan pas mau ngasih kalungnya ya ?
    Luhan baik banget deh nyuruh sica buat pilih sehun asalkan sica bahagia 🙂
    Tapi sicanya jadi mlih luhan #senengbanget
    sequel dong thor ^0^

  14. aduuh melenceng dari perkiraan –‘ aku pikir jessie bakal bener bener ninggalin luhan , eh tapii … Aduhh seneng juga sih ada part lusicanya , tapi karena cast utamanya disini sehun jadi aku lebih ngefeel ke sehun , tapi aku juga dapet banget feelnya pas part lusicaa ituu >,< duhduh merekaa itu ~ entah ini harus dikatan happy ending atau sad ending , tapi ini kerenn bangett T.T Bulan ini banyakin ngepost fanficnya ya authoorr ~ Keep Writing !!!^0^9

  15. Bingung mau bilang apa..
    Ffnya bagus banget thor !!

    Oh ya, author harus tanggung jawab udah bikin aku nangis saat endingnya.. Nyesek thor liat Sehun kaya gitu.. Fyuuh..
    Sequel ya.. Tentang kehidupan Jessica eonnie sama Luhan.. 🙂

  16. #galau mode on.ternyata hunnie kecelakan lumpuh sempet depresi dan plg2 eh sica eon sama lulu,kasian bnget dia disini menderita #pelukyehet #plak.lulu wlaupun partnya cuma sbentar tp dia beneran gentle rela berkorban.endnya LuSica tp Sehun gmna?semua karena takdir.next ff dtnggu thor & KEEP WRITING!!

  17. Awal baca ku kira yang di halte bus itu luhan,mantelnya pnya sehun tapi yang minjemin luhan hahahahahahaha pikiran pendek nhhh kekeke
    Nyesek bgt hidup sehun pas mau nyatain perasaan mlah kecelakaan 😦
    Luhan bijak banget!! Suka luhannnnn..kupikir jessi bner2 bkal ninggalin luhann -,- ternyata enggak hehehe
    Aku bngung ini sad ending/happy ending..aku suka lusica tapi ff ini tokoh utamanya hunsica -_-
    Jadi bingung hahahahahaha
    Aku tnggu next ff ya thor 🙂

  18. feelnya dapet banget :’) nangis mendadak baca ini, sehun tidak seperti yang aku fikirkan pas dia ninggalin Jessica tanpa kabar. aaaa romantis banget :’) yaampun Sehun ❤

  19. sekian lamanya aku ga baca ffmu kak;( 6bulan aku sgt sibuk;(( maaf banget ff patnernya belum aku komen karena belum baca padahal aku minta pw itu bulan agustus tahun lalu maaf ya nanti kalau aku sudah baca pasti di komen!
    ffnya sedih lumayan. kasian Jessica menyukai Sehun tapi Sehun meninggalkannya entah kemana dan akhirnya ia bertemu luhan dan segera akan menikah lalu sehun datang tapi tak menampakan dirinya. kasian Sehun
    segitu dulu ya komennya semangat untuk ffnya! oh iya unameku asalnya DeeBom itu jadi ini deh hihi;3 Fighting!

  20. Huhu keren bgt thor cerita nya tp nyesek abis , knp sehun hrs kecelakaan . Kasian sicca eonni d tinggalin ama sehun tp ff ini keren bgt , ngena d hati

  21. Ff nya nyesek 😦 ngefeel banget 😦 sehun kenapa harus kecelakaan 😦 jessica sedih banget sampe masih nangisin sehun 😦

  22. hwaa..nyesek banget nih ff…
    rasanya pingin nangis…jessie ounni kasian banget di tinggalin sehun gitu aja..
    sehun oppa juga kasian soalnya dia lumpuh total…
    fighting ya thor buat ff ff selanjutnya…
    ff nya keren dan sedih banget.. 🙂

  23. huaaa,,, ini keren + nyesek thor,,,
    awalnya ngakak,,, sehun pura pura nggk tahu tu 😀
    pas bagian jessica mau pergi buat sehun itu kiraiin benar, eh ternyata jessica balik lagi luhan 😀
    author ujung ujungnya LuSica juga xD
    terus sehun gimana?? sehun sama aku aja ya?? #plakk
    salah sendiri sih,,, ninggalin jessica tanpa kabar

  24. ceritanya sedih. sehun sama Jessica so sweet banget. kirain sehun ninggalin sica gitu aja. ternyata sehun kecelakaan T.T sedih banget.
    kalau aku di posisi sica. gak bisa milih sehun atau luhan secara cakep dua”nya —
    jessica milih luhan. gak apa asal yg terbaik buat dia.
    nice thor^^

  25. Kenapa author tega sma sehun…!!! Kenapa cuma jessica aja yg bahagia tp sehun menderita…
    Aku nangiss… ( -_-,)

  26. … Hunnie oppa…
    Knapa gk dari dlu nmbak sicca unniex??!!! Tpi, ttap suka kok sma lusica…

    Sbenarx hmpir nyesek bcax,, tpi pas tahu ada deerLu pngganti hunnie oppa, ya bsa ternetralisir lah…

    Fighting for author!!!

  27. Huaa – aku ga nebak endingya bkal kyak gtu :/ aku pikir sehun bkal kmbali dan nyataiin prsaannya ke sica, dan sica jg msih mnunggu sehun ehh.. Mlah ad luhan hem, abisya luhan mncul saat trakhir sih hihi 😀 kata2ya bgus kok rapih jd enjoy bacaya 🙂 endingya bkan hunsica tp lusica, rda mris sih pas tau yg sbnerya ttg sehun tp gmn lg toh sica mngkim dtakdirkan berjodoh sma luhan :/ ini ad sequelya kah ? Hehe 🙂 good job and fighting !

  28. Aw aw aw aw awww, daebak bgt ff nya! Apalagi castnya sica-sehun 😀 buat ff hunsica lagi ya eon? Tp kalo bisa happy ending, wkwk. Pokoknya keren deh ni ff 😀 !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s