Repost | Miracle | Part 1 |

Miracle_副本

 

Title : Miracle

 

Author : Жin Genie

Main Cast : Jessica Jung

Im Yoona

Xi Luhan

Mark ‘GOT7’

Kim Junmyeon

Suport Cast : Kwon Yuri

Kim Chen

Type : Chapter

_Part 1_

 

 

“Yoong cepat sedikit, nanti kita terlambat!”teriak seorang gadis kepada adiknya yang sedang berdandan di dalam kamarnya.

 

Sudah 10 menit sang kakak menunggu adiknya itu, tapi yang ditunggu tak juga keluar dari kamarnya yang berada dilantai dua.

 

“Sebentar lagi, aku akan turun. Jangan mengomel terus nanti kau cepat tua, Jessica Jung”teriak sang adik sambil mencela kakaknya, yang ternyata bernama Jessica.

 

Jessica berkacak pinggang. Kesal dengan tingkah adiknya itu.“Ughh dasar Miss lelet”gumam Jessica kesal lalu meniup poninya. Kebiasaan yang selalu ia lakukan ketika merasa kesal.

 

“Lebih baik aku sarapan duluan saja”gumam Jessica lagi, lalu mulai memakan sarapan yang tadi sudah disiapkannya. Tak lama Yoona yang dari tadi ditunggu pun keluar dan menghampiri Jessica yang sedang makan diruang makan.

 

“Jessi, hari ini aku akan pergi dengan Yuri, jadi kau tak usah menungguku”jelas Yoona lalu duduk di hadapan Jessica dengan santainya. Tidak merasa bersalah sedikit pun kepada kakaknya yang sudah menunggunya sekian lama.

 

“Memangnya kalian akan kemana?”selidik Jessica sambil memasukan potongan kecil sandwich tuna ke dalam mulutnya lalu mengunyahnya dengan perlahan.

 

“Seperti biasa, belanja. Hari ini ada diskon di butik Genie, jadi aku dan Yuri berencana akan kesana. Yah siapa tahu aku menemukan sesuatu yang menarik”ucap Yoona terlihat sangat semangat. Yoona memang akan selalu bersemangat jika sudah berurusan dengan ‘belanja‘.

 

“Jangan belanja terus, pikirkan kuliahmu juga. Jika nilaimu jelek lagi aku akan adukan pada dad”ancam Jessica seraya mengacungkan sandwich tuna miliknya ke wajah Yoona.

 

“Dasar tukang mengadu”cibir Yoona lalu mengambil sandwich tuna milik Jessica yang akan masuk ke dalam mulutnya. Kebiasaan Yoona jika Jessica mulai menyebalkan.

 

“YA! Itu punyaku Yoong!”omel Jessica.

“Kau pelit sekali Jessi, aku ini kan adikmu, jadi tak ada salahnya kau berbagi padaku”balas Yoona santai dengan wajah mengejek kepada Jessica—kakaknya.

 

“Jika seperti ini kau mengaku sebagai adikku, tapi kenapa kau tak memanggilku eonni, huh?”cibir Jessica.

 

“Kau kan hanya lebih dulu 10 menit dariku, jadi aku tak perlu memanggilmu eonni. Itu berlebihan, Jess”balas Yoona dengan wajah polos tanpa dosa.

 

Jessica hanya menghela napas berat. Percuma saja berdebat dengan Yoona untuk masalah seperti ini. Tidak ada gunanya. Adik kembarnya itu pintar sekali bermain kata-kata.

 

“Lebih baik kau cari pacar Jess, kau ini sudah besar, tapi pacar saja tidak punya”cibir Yoona lalu memasukan sandwich tuna ke dalam mulutnya.

 

“Sendiri lebih baik, tidak akan menangisi pacar yang selingkuh”balas Jessica dengan maksud menyindir Yoona yang sudah sering kali menangisi pacarnya yang selingkuh atau yang tidak memberinya kabar.

 

“YA! Kau ini, diberitahu malah menyindirku”marah Yoona. Ia memang selalu kesal jika ada yang membahas mantan kekasihnya. Itu menyebalkan menurut Yoona.

 

“Siapa yang lebih dulu menyindir?”Jessica balas bertanya. Yoona mengerucutkan bibirnya, lucu. Sambil mengunyah sandwich tuna yang hanya tinggal sedikit.

 

Jessica tersenyum penuh kemenangan. Untuk kali ini ia bisa menang berdebat melawan Yoona.

 

“Jessi”panggil Yoona dengan suara beratnya. Menandakan ia mulai serius. Ia menatap Jessica intens yang berada di hadapannya.

 

“Apa?”sahut Jessica malas. Yoona yang serius itu menyebalkan dan Jessica yakin itu. Ia punya firasat buruk dan selalu tepat.

 

“Adakah orang yang kau suka?”tanya Yoona dengan dahi berkerut. Wajahnya menyiratkan rasa penasaran yang begitu besar.

 

“DEG”

 

Seketika jantung Jessica berdetak lebih kencang mendengar pertanyaan Yoona. Lagi-lagi firasatnya benar.

 

“Ada tidak?”Ttnya Yoona mengulang karena tidak mendapat respon dari Jessica. rasa penasaran di wajah Yoona semakin terlihat Jelas. Selama ini Jessica tidak pernah mengatakan padanya tentang pria yang sedang ia sukai.

 

“Aaa..tidak ada”jawab Jessica gugup dan terbata. Melihat wajah Yoona yang lemas Jessica hanya tersenyum tiga jari.

 

“Apa kau yakin?”Yoona kembali menyelidik. Jessica mengangguk kuat.

 

Yoona menghela napas berat. “Oh ya sampai lupa, semalam mom menelponku, dia bilang jika kau terus belum memiliki kekasih, mom akan menjodohkanmu dengan anak temannya”ucap Yoona santai yang di akhiri seringai melihat wajah Jessica yang begitu terkejut.

 

“Apa? Di jodohkan? Aku tidak mau!”tolak Jessica cepat seraya melipat tangannya di dada.

 

“Kalau begitu segera memliki kekasih”cibir Yoona seraya mengangkat kedua bahunya santai lalu berjalan mendahului Jessica menuju mobil mereka yang terparkir di garasi.

 

Jessica hanya menghela napas berat untuk kesekian kalinya pagi ini. Ini adalah pagi yang buruk untuknya.

 

 

***Miracle by Жin Genie ***

 

 

 

“Kau ini kenapa? Dari tadi kuperhatikan kau hanya melamun dan menghela napas terus. Apakah ada masalah yang mengganggumu?”tanya Chen sahabat satu-satunya yang Jessica miliki. Tempat mencurahkan segala isi hatinya selama ini.

 

Mom, berniat menjodohkanku dengan anak temannya jika aku terus belum juga memiliki kekasih”jawab Jessica lemas lalu kembali menghela napas berat.

 

“Apa? Kau akan di jodohkan? Kau serius?”tanya Chen meyakinkan bahwa telinganya tidak salah dengar.

 

“Yeah”sahut Jessica lemas. Membahas masalah ini membuatnya sangat tidak bersemangat. Membayangkan kehidupannya kedepan yang akan begitu suram.

 

Melihat sahabatnya yang terlihat begitu terbebani dengan masalah kali ini membuat Chen iba. “Apa kau sudah tahu orang yang akan di jodohkan denganmu itu seperti apa?”tanya Chen lagi. Ia harus benar-benar memahami duduk permasalahannya seperti apa sebelum memberi masukan. Ia tidak ingin hidup sahabatnya itu semakin buruk karena saran darinya.

 

“Belum, Yoona baru memberi tahu ku tadi pagi saat kami sarapan”Jessica terlihat lemas saat mengatakannya. “Aku tidak mau di jodohkan. Aku ingin bersama dengan orang yang aku cintai, bukan dengan orang lain”lanjut Jessica setelahnya.

 

“Kalau begitu kau nyatakan saja perasaanmu pada, Luhan”jawab Chen santai.

 

Mata Jessica terbelalak sempurna mendengar perkataan sahabatnya itu. “Apa kau gila! Dia adalah kekasih Yoona! Aku tidak akan merebut kekasih orang lain terlebih Yoona adalah adik kembarku!”tolak Jessica cepat dengan berapi-api. Ia benar-benar hampir meledak mendengar perkataan Chen yang menurutnya terlalu jahat itu. Chen memang mengetahui rahasia besar dirinya yang diam-diam memliki perasaan lebih kepada kekasih adik kembarnya—Yoona. Xi Luhan. Pria yang sudah membuat pipi Jessica merah merona jika melihatnya. Luhan, pria yang mampu membuat jantung Jessica marathon setiap mendengar dan melihat Luhan. Luhan. Pria yang mampu membuat seorang Jessica Jung yang selalu tidak peduli dengan cinta itu merasakan jatuh cinta yang sebenarnya untuk pertama kalinya.

 

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Menerima perjodohan itu lalu melupakan Luhan? Tapi satu pertanyaan ku. Apa kau bisa melupakan, Luhan?”Chen langsung menyerang Jessica dengan pertanyaan beruntun membuat Jessica mengatup kan mulutnya rapat-rapat.

 

Jesica kembali lemas.“Mollayo”jawab Jessica pelan bahkan hampir tak terdengar.

 

Melihat Jessica semakin terpuruk membuat Chen merasa bersalah dengan kata-katanya barusan. Tidak seharusnya ia berkata seperti itu. Itu terlalu menyakitkan untuk Jessica yang cintanya bertepuk sebelah tangan.

 

“Apa kau mau aku carikan kakasih?”usul Chen.

 

Jessica menaikan satu alisnya“Kekasih?”ulangnya tidak yakin.

 

“Ya, mau tidak?”tanya Chen sekali lagi.

 

Jessica menatap Chen penuh rasa curiga. “Dengan siapa?”selidik Jessica.

 

“Mark, bagaimana? Aku rasa dia tidak kalah dari Luhan”jelas Chen semangat. “Yahh walau pun dia kalah jauh jika dibandingan denganku”timpal Chen dengan penuh percaya diri.

 

Jessica terkekeh pelan lalu memukul lengan Chen pelan mendengar ucapan Chen yang begitu percaya diri. “Baiklah akan aku coba, tapi apakah Mark itu mau denganku?”tanya Jessica ragu.

 

“Coba saja dulu, siapa tahu dia suka padamu karena dari pengamatanku dia sering melihat ke arah mu”

 

 

***Miracle by Жin Genie ***

 

 

 

“JESSI!”panggil Yoona dari luar kamar Jessica. Ia menggedor pintu kamar Jessica membuat suara gaduh yang begitu memekakan telinga.

 

“Apa?”seru Jessica dari dalam kamarnya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang berada di kepalanya.

 

“Nanti jika Luhan datang, kau temani dia dulu ya. Aku mau mandi terlebih dahulu”ucap Yoona.

 

Apa? Yang benar saja? Aku dan Luhan hanya berdua? Itu gila!

 

“Aku tidak mau, aku banyak tugas”tolak Jessica langsung.

 

“Aku tidak menerima penolakan, Jessi! Kalau tidak, aku akan bilang pada mom untuk langsung menjodohkanmu dengan teman anaknya itu”ancam Yoona dengan nada suara yang terdenngar begitu menyebalkan.

 

“Pemaksaan!”cibir Jessica.

 

“Hahaha”terdengar tawa penuh kemenangan dari Yoona yang semakin menghilang dari depan pintu kamar Jessica. Menandakan Yoona suadah tidak lagi berada di depan kamar Jessica.

 

“Menyebalkan”runtuk Jessica kesal sambil meniup poninya.

 

“ Ting Tong”

 

“Cepat sekali”gumam Jessica lalu buru-buru merapikan penampilannya dan segera turun untuk membuka kan pintu untuk Luhan.

 

“Kriet”

 

“Hi.. Jessica”sapa Luhan sambil tersenyum ramah.

 

Seketika napas Jessica menjadi sesak. Jantungnya kembali berlari marathon dan pipinya merah merona. Jessica meremas ke arah jantungnnya yang tidak berhenti marathon.

 

Jantung sialan. Kendalikan dirimu, Jess!

 

“Jessica?”

 

“Oh hi, masuklah”balas Jessica kikuk seraya mempersilahkan Luhan masuk.

 

“Tunggu sebentar, Yoona sedang mandi”ucap Jessica ketika mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.

 

“Ok”balas Luhan denngan senyum manis andalannya.

 

Ughh sial! Berhenti lah tersenyum seperti itu, Xi Luhan!

 

“Oh ya, kau ingin minum apa?”tanya Jessica kaku untuk mencairkan suasana canggung antara dirinya dan Luhan.

 

“Apa saja”jawab Luhan sambil tersenyum—lagi.

 

“Ba..baiklah”ucap Jessica lalu menuju dapur untuk membuatkan Luhan minuman.

 

Selang beberapa menit Jessica sudah kemali dengan membawa dua gelas minuman dingin berwarna orange.

 

“Maaf menunggu lama”ucap Jessica dan menaruh minuman yang sudah ia buat di atas meja.

 

“Tidak masalah”

“Minumlah”seru Jessica mempersilahkan.

 

“Ya”ucap Luhan, lalu meminum minuman buatan Jessica.

 

“Wah enak sekali”puji Luhan.

 

Thank’s”balas Jessica singkat.

 

Hening.,.

 

Baik Jessica maupun Luhan tidak ada yang memulai pembicaraan, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan.

 

“Mm..apa kau sudah mengerjakan tugas dari dosen Kang?”tanya Luhan memulai percakapan dianatara mereka yang agak canggung, kebetulan mereka satu kelas di kampus.

 

“Belum”jawab Jessica seadanya.

 

“Bagaimana kalau besok kita kerjakan bersama?”usul Luhan dengan wajah yang tidak dapat Jessica artikan.

 

“boleh”balas Jessica cepat. Ia tentu saja senang jika pria yang ia cintai ingin mengerjakan tugas bersama. Mengerjakan tugas bersama tidak termasuk ke dalam menghianati Yoona.

 

“Hi dear, maaf membuatmu menunggu”ucap Yoona dan langsung memeluk Luhan di depan Jessica dengan begitu mesra.

 

“Deg!”

 

Dengan sekuat tenaga Jessica mengepalkan tangannya berharap itu bisa menahan rasa sakit di hatinya ketika melihat Yoona dan Luhan yang begitu mesra walau hanya sebentar saja.

 

“Tak masalah”balas Luhan sambil balas memeluk Yoona.

 

Hati Jessica semakin sakit saat Luhan membalas memeluk Yoona dan seolah melupakan kehadirannya. Ia bagai debu yang tidak berarti dan tidak memiliki arti.

 

Gomawo Jessi, kau sudah mau menemani Luhanku”ucap Yoona.

 

“Ya”balas Jessica singkat.

 

Kenapa mereka harus bermesraan di depanku?’ucap Jessica dalam hati sambil menatap Yoona dan Luhan yang tengah bermesraan di hadapannya.

 

“Ayo dear kita pergi”seru Yoona.

 

“Ayo”

 

Gomawo Jessica kau sudah menemaniku”ucap Luhan.

 

“Ya, selamat bersenang-senang”setelah mengatakan itu Jessica merutuki perkataannya sendiri. Berpura-pura tegar. Munafik!

 

 

***Miracle by Жin Genie ***

 

 

Drtt drtt

 

Ponsel Jessica bergetar, satu pesan masuk.“Siapa sih yang mengirim pesan pagi-pagi seperti ini”gumam Jessica,  dengan malas Jessica mengambil ponselnya yang berada di meja samping tempat tidurnya.

 

From : xxx

Annyeong Jessica.
maaf aku mengganggu tidurmu, ini aku Xi Luhan..
bagaimana kalau kita mengerjakan tugasnya di taman dekat komplek rumahmu saja, agar lebih fresh. Bagaimana?

 

“Luhan mengirimiku pesan!”teriak Jessica senang.

 

“Jessica berisik”omel Yoona dari dalam kamarnya yang berada di samping kanan kamar Jessica.

 

“Oppsss”seru Jessica dan menutup mulutnya.

 

“Semoga Yoona tidak mendengar aku menyebutkan nama Luhan”gumam Jessica cemas.

 

Dengan hati berbunga-bunga Jessica membalas pesan Luhan.

 

To : xxx

Ne, aku setuju.

 

From : xxx

Aku Tunggu kau jam 9 pagi.

 

To : xxx

 

Balas Jessica cepat.

 

“Sekarang baru pukul 7 pagi, lebih baik aku mandi terlebih dahulu”gumam Jessica dan berjalan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.

 

Sudah setengah jam Jessica berada di dalam kamar mandi, ini adalah rekor mandi terlama yang Jessica pecahkan. Selama ini Jessica mandi tak pernah mandi selama ini.

 

“Segarnya”ucap Jessica ketika keluar dari kamar mandi.

 

“Aku harus tampil semenarik mungkin”gumam Jessica dan berjalan ke lemarinya untuk memilih  pakaian yang akan ia kenakan hari ini. Hari yang begitu special untuknya karena untuk pertama kalinya ia akan pergi bersama dengan Luhan.

 

“Ahh yang merah muda atau yang ungu muda ya?”gumam Jessica bingung. Kini di hadapannya ada dua dress selutut yang terlihhat bagus.

 

“Ah, lebih baik aku tanya Chen saja!”seru Jessica senang ketika menurutnya ia sudah mendapat solusi.

 

Dengan cepat Jessica mengambil ponselnya, lalu menelpon Chen.

 

Tidak biasanya kau menelponku menggunakan video call, ada perlu apa?”seru Chen langsung.

 

Jessica terkekeh senang saat Chen tahu niatnya, jadi ia tidak perlu lagi menjelaskan tujuannya.“ Kau tahu saja kalau aku ada perlu”cengir Jessica.

 

Terlihat Jelas dari wajah mu, Jess

 

“Menurutmu, aku lebih cocok pakai yang ungu muda atau yang merah muda?”tanya Jessica.

 

Hah? Kau menelponku hanya untuk menayakan ini? Yang benar saja! Aku mana tahu masalah fashion wanita”jawab Chen.

 

“Sudah cepat jawab saja! Kau kan memiliki mata yang masih berfungsi dengan baik, jadi bisa menilai yang mana yang lebih cocok untukku. Hari ini aku akan mengerjakan tugas bersama Luhan dan aku ingin tampil beda di depannya”ucap Jessica panjang lebar.

 

Kenapa kau tidak tanya Yoona saja, dia kan selera fashion-nya bagus”saran Chen.

 

“Aku juga ingin bertanya padanya, masalahnya aku akan pergi mengerjakan tugas dengan Luhan, tidak mungkin aku bertanya padanya. Bisa-bisa aku tidak jadi mengerjakan tugas bersama Luhan, Chen-ah”jelas Jessica.

 

“Ayolah bantu aku, mana yang lebih cocok”rajuk Jessica dengan wajah memelas.

 

Baiklah. Hmm, menurutku lebih bagus yang merah muda, kau akan lebih terlihat manis”ucap Chen memberi pendapat.

 

“Benarkah?”

 

Coba saja

 

“Baiklah, gomawo Chen-ah”ucap Jessica riang.

 

“Yeah”balas Chen.

 

Tut tut

 

Dengan cepat Jessica mematikan sambungan telepon dengan Chen dan bergegas mencoba dress berwarna merah muda, pilihan Chen.

 

 

***Miracle by Жin Genie ***

 

 

“Tumben kau berdandan”komentar Yoona saat Jessica dan Yoona sarapan.

 

“Deg!”

 

“Mm..hari ini aku akan mengerjakan tugas dengan temanku”balas Jessica sedikit gugup.

 

“Pasti dengan seorang pria”tebak Yoona 100% benar.

 

“Deg”

 

Apa Yoona tahu kalau aku akan mengerjakan tugas dengan Luhan?’ucap Jessica dalam hati cemas.

 

“Y—ya”

 

“Kau pasti menyukainya!”ujar Yoona riang.

 

“Ti—tidak”elak Jessica sambil menggelengkan kepalanya cepat.

 

Yoona memiringkan kepalanya. “Aneh! Jika kau tidak menyukainya kenapa kau sampai berpenampilan secantik ini”komentar Yoona, melihat perubahan Jessica hari ini yang tidak seperti biasanya itu.

 

“Memangnya aku tidak boleh tampil cantik? Bukankah kau yang menyuruhku mencari kekasih. Siapa tahu dengan aku berdandan cantik ada seorang pria yang menyukaiku”kilah Jessica cepat.

 

“Benar juga, memangnya kau ada janji dengan siapa?”tanya Yoona semangat dengan mata berbinar.

 

Aku salah bicara! Runtuk Jessica menyesali kebodohannya.

 

“Akh, dengan dengan Chen, ya dengan Chen”ucap Jessica gugup, hanya nama itu yang melintas dikepalanya dan sepontan saja keluar.

 

Raut wajah Yoona langsung berubah begitu Jessica menyebut nama Chen. “Oh dengan Chen, kalau dengannya kau tidak perlu secantik ini, aku tidak mau kau menjadi kekasihnya. ujarnya ketus.

 

“ Oh ya? Memangnya kau satu jurusan dengan Chen? Setahuku tidak?“selidik Yoona.

 

“Eh? Maksudku, aku ada janji dengan Chen setelah mengerjakan tugas”bohong Jessica.

 

“Ohh”respon Yoona singkat.

 

“Kenapa? Sepertinya kau begitu tidak menyukai Chen?”tanya Jessica penasaran sekaligus mengalihkan pembicaraan.

 

“Dia aneh, aku tak suka padanya dan aku tidak ingin dia menjadi kakak iparku”jawab Yoona jujur dengan wajah yang menggambarkan bahwa ia benar-benar tidak suka Chen menjadi kakak iparnya.

 

“Walau pun dia aneh, tapi dia sangat baik dan setia kawan”bela Jessica.

 

“Terserahlah, yang penting kau jangan menjalin hubungan lebih dengannya. Masih banyak pria di luar sana yang lebih daripada Chen”nasihat Yoona.

 

Ya, memang banyak yang lebih dari Chen, dan orang itu adalah Luhan. Maafkan aku Yoong-ah, aku sangat mencintai Luhan, tapi sungguh aku hanya ingin Luhan memandangku saja. aku janji tidak akan merebut Luhan darimu’ucap Jessica dalam hati.

 

“Hei jangan melamun!”ucap Yoona mengagetkan Jessica yang sedang asik dengan lamunannya.

“Akh”

 

“Ada apa?”tanya Yoona khawatir dengan kembarannya ini yang tiba-tiba saja melamun.

 

“Aku tidak apa-apa, sudah ya aku harus pergi”pamit Jessica buru-buru bahkan Jessica belum menghabiskan sarapannya, biasanya ia yang akan marah kalau Yoona tidak menghabiskan sarapannya.

 

“dia aneh hari ini”gumam Yoona yang melihat kelakukan kemabarannya itu.

 

 

 

***Miracle by Жin Genie ***

 

 

 

“Aku jadi terlalu pagi karena menghindari Yoona, Yoong-ah maafkan aku. Aku bukan kakak yang baik untukmu”gumam Jessica yang saat ini sudah berada di taman dekat komplek rumahnya.Sejujurnya rasa bersalah terus menghantuinya, tapi hatinya mengatakan ini benar.

 

Sekarang baru pukul 8.45 KST, Jessica datang 15 menit lebih awal dari perjanjiannya dengan Luhan. Selang beberapa menit Luhan pun datang.

 

“Maaf, aku terlambat”ucap Luhan menyesal seraya menundukan kepalanya.

 

“Ahh tidak, aku saja yang datang lebih awal”balas Jessica merasa tidak enak sampai membuat Luhan menunduk kepadanya.

 

Luhan mengangkat wajahnya. “Wah hari ini kau cantik sekali, Jessica”puji Luhan jujur.

 

Pipi Jessica kembali merah merona dan juga jantungnya yang mulai tidak bisa berhenti marathon.

 

“Ah Terima kasih”ucap Jessica malu-malu. Ia menyembunyikan wajahnya yang panas.

 

“Ayo kita mulai”ucap Luhan.

 

“Oh  ya”

 

“Jessica, kau bisa jelaskan aku yang materi ini, aku tidak mengerti”ucap Luhan sambil menunjuk materi yang kurang ia kuasai.

 

Jessica menaikan sebelah alisnya“Benarkah? Bukankah kau sangat ahli dalam pelajaran dosen Kang?”tanyanya sedikit bingung.

 

“Akh, tapi aku benar-benar tidak mengerti dengan materi ini, kemarin saat dosen Kang menjelaskannya aku sedang tidak konsen”jawab Luhan cepat.

 

“Ohh”respon Jessica singkat.

 

“Kau mau kan menjelaskannya padaku kan?”tanya Luhan dengan wajah memelasnya.

 

“Deg”

 

Lagi-lagi jantung Jessica berdetak lebih cepat jika berhubungan dengan pria yang bernama Xi Luhan.

 

“Mau kan?”ulang Luhan.

 

“Oh, ya”

 

“Materi kali ini menjelaskan tentang, bla-bla dan kau harus tahu perbedaan antara yang A dan yang B. itu akan memudahkanmu dalam mengerjakan soal yang akan kita kerjakan hari ini”jelas Jessica panjang lebar.

 

“Apa kau sudah mengerti?”tanya Jessica.

 

“E? Bisa kah kau ulangi sekali lagi”pinta Luhan.

 

“What? Ah, baiklah”seru Jessica pasrah, ia kembali menjelaskan materi yang diajarkan Donsen Kang dengan lebih jelas lagi supaya Luhan mengerti.

 

“Bagaimana? Apa sekarang kau sudah mengerti?”tanya Jessica.

 

Luhan tersenyum manis. “Tentu”jawabnya.

 

“Baiklah, sekarang ayo kita kerjakan soal-soalnya. Jadi yang nomor 1 kau kerjakan seperti contoh yang kemarin di jelaskan dosen Kang, tapi yang no 2 kau kerjakan seperti yang ada di bab kemarin”jelas Jessica sambil menunjuk soal yang berada di depan mereka.

 

“Kau mengerti?”tanya Jessica.

“Ekh? Mm..Tidak, aku masih tidak mengerti jika harus mengerjakan soal sesusah ini”jawab Luhan gugup karena dia sedang asik memandang wajah Jessica.

 

“Mwo? Kau tidak mengerti apa yang aku jelaskan lagi?”tanya Jessica ragu, Luhan yang ia kenal bukanlah pria yang bodoh ataupun lamban dalam berpikir.

 

“Ya”

 

“Apa penjelasanku terlalu susah untuk kau pahami”tanya Jessica.

 

“Bukan begitu, hanya saja otakku sedang sulit mencerna pelajaran, bisa tidak kau jelaskan lagi”pinta Luhan.

 

“Baiklah”seru Jessica.

 

“Jadi yang nomor 1 kau kerjakan seperti contoh yang kemarin di jelaskan dosen Kang, tapi yang mo 2 kau kerjakan seperti yang ada di bab kemarin, jika catatanmu tidak lengkap kau bisa melihat catatanku”jelas Jessica lagi.

 

“Sekarang kau mengerti kan?”tanya Jessica.

 

“Ya, sekarang aku mengerti berkat penjelasan darimu dan juga catatan darimu, sangat membantu”

 

Gomawo, Jessica”ucap Luhan sambil tersenyum manis.

 

“Deg!”

 

Ya Tuhan, sepertinya aku terkena penyakit jantung’ucap Jessica dalam hati seraya meremas jantungnya.

 

“Jessica”panggil Luhan.

 

Jessica tidak menyahutnya, karena ia masih asik dalam dunia-nya, dunia lamunannya.

 

“Jessica”panggil Luhan lagi sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Jessica.

 

“Ekh?”

 

“Kau melamun?”tanya Luhan.

 

“Ah, tidak”jawab Jessica cepat sambil menggelengkan kepalanya.

 

“Ayo kita lanjutkan”ucap Jessica.

 

“Ah baiklah”

 

Tak terasa sudah 2 jam lebih mereka berada di taman untuk mengerjakan tugas dari dosen Kang.

 

“Aku lapar”seru Luhan sambil mengelus perutnya.

 

Luhan menoleh kearah Jessica yang tengah serius dengan soal-soal. “Kau lapar tidak?”tanya Luhan.

“Eum..”

 

“Ayo kita pergi mencari tempat makan”ajak Luhan dan langsung menarik tangan Jessica.

 

“Ekh?”kaget Jessica karena tangannya yang di tarik secara tiba-tiba oleh Luhan.

 

“Ayo”

 

“Sebentar dulu, aku belum membereskan tugas kita”seru Jessica. Dengan segera Jessica memasukan semua buku-buku dan tugasnya kedalam tasnya.

 

“Sudah kan?”tanya Luhan tidak sabaran.

 

“Eum..”

 

“Memangnya kau tidak ada janji dengan Yoona?”tanya Jessica yang merasa tidak enak jika harus berlama-lama dengan Luhan.

 

“Tidak, hari ini kami tidak ada janji karena aku sudah janji denganmu terlebih dahulu untuk mengerjakan tugas”jawab Luhan jujur.

 

“Apa?! Kau memberi tahu Yoona kalau kau akan mengerjakan tugas denganku?”selidik Jessica panik.

 

“Iya, tapi aku tidak bilang denganmu, aku hanya bilang akan mengerjakan tugas dengan temanku”jelas Luhan.

 

“Oh syukurlah”lega Jessica.

 

“Kenapa?”

“Ah tidak. Lupakan saja! Ayo, aku sudah lapar”seru Jessica mengalihkan pembicaraan.

 

 

 

***Miracle by Жin Genie ***

 

 

 

“Dari mana saja kau Jessi? Tidak mungkin kalau hanya mengerjakan tugas bisa selama ini.”tanya Yoona ketika Jessica pulang.

 

“Tadi sesudah mengerjakan tugas aku makan dulu”jawab Jessica jujur.

 

“Benarkah?”

 

“Iya, ada apa memangnya?”tanya Jessica balik.

 

“Ah tidak, hanya saja aku rasa pria yang mengerjakan tugas bersamamu itu menyukaimu”komentar Yoona.

 

“APa? Itu tidak mungkin, dia sudah punya pacar dan sepertinya dia sangat sayang pada pacarnya”balas Jessica cepat, ia tidak ingin Yoona salah paham walau pun Yoona tidak tahu sebenarnya ia mengerjakan tugas dengan siapa, tapi tetap saja ia merasa bersalah.

 

“Jadi benar kau menyukai pria yang mengerjakan tugas bersamamu ya?”selidik Yoona menggoda.

 

“Deg!”

 

Jantung Jessica berdetak lebih cepat dari biasanya, saat mendengar ucapan Yoona barusan.

 

“Ti—tidak, kau jangan asal bicara Yoong!”elak Jessica dengan terbata.

 

“Sudah ketahuan masih berani mengelak”ejek Yoona dengan wajah menyebalkan.

 

Jessica terdiam. Ia tidak tahu harus bersikap seperti apa di hadapan Yoona sekarang.

 

“Salah tidak jika aku menyukai pria yang sudah memiliki kekasih?”aanya Jessica sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap langsung kedalam mata Yoona, ia tidak sanggup. Rasa bersalah akan semakin besar.

 

“Menurutku kau tidak salah, selama kau tidak merebutnya”jawab Yoona setelah berpikir cukup lama.

 

“Lalu aku harus bagaimana?”tanya Jessica lagi, ia benar-benar bingung sekarang. Ia juga memang tidak berpengalaman dalam percintaan. Ia terlalu sibuk dengan buku dan tidur.

 

“Hmm..bagaimana ya? Perjuangakan terus cintamu, tapi dengan cara yang benar. Jangan kau rebut dia dari kekasihnya dengan cara curang. Itu akan sangat menyakitkan Jessi, aku pernah merasakannya dan jangan sampai aku merasakannya lagi. Rasanya benar-benar sakit”Yoona mencoba memberi nasehat kepada Jessica yang ia tahu tidak memiliki pengalaman sedikit pun tentang cinta.

 

“Deg!”

 

Aku harus bagaimana ya tuhan? Aku menyukai Luhan, tapi aku tidak mau Yoona sakit hati’ucap Jessica dalam hati.

 

“Aku rasa, aku akan melupakannya saja”ucap Jessica pelan.

 

“Kenapa?”tanya Yoona bingung.

 

“Seperti yang kau katakana, aku tidak mau ada orang yang tersakiti, lebih baik aku saja yang merasakannya”jawab Jessica pelan.

 

Aku tidak ingin menyakitimu Yoong’lanjut Jessica dalam hati.

 

“Lebih baik kau perjuang kan terlebih dahulu cintamu itu, mungkin kalian adalah jodoh”ucap Yoona.

 

“Akan aku pikirkan”balas Jessica lalu pergi ke kamarnya.

 

 

 

***Miracle by Жin Genie ***

 

 

 

“Kenapa akhir-akhir ini kau sering melamun? Apa ini ada hubunganya dengan masalah perjodohan mu dan juga Luhan”tanya Chen saat dia dan Jessica berada di kantin kampus.

 

Jessica tidak menjawab pertanyaan Chen, hanya kepalanya saja yang ia anggukan sebagai jawaban. Ia sedang malas untuk berbicara.

 

“Memang ada masalah apa lagi? Ayo ceritakan padaku”pinta Chen semangat.

 

“Aku tidak ingin Yoona menderita jika aku bersama Luhan”jelas Jessica dengan raut wajah yang sangat sedih dan frustasi, tidak pernah Chen melihat raut wajah Jessica yang seperti ini sebelumnya.

 

“Sepertinya masalahmu semakin bertambah saja”komentar Chen. Jessica hanya menganggukan kepalanya.

 

“Oh ya, kenapa kau tidak mencoba dengan Mark? Siapa tahu kalian cocok dan kau bisa beralih dari Luhan”usul Chen.

 

“Baikalah, kau atur saja”ucap Jessica pasrah.

 

Mungkin aku memang tidak berjodoh dengan Luhan’batin Jessica sedih.

 

 

 

***Miracle by Жin Genie ***

 

 

 

Saat ini Jessica sedang nonton televisi berdua dengan Yoona. Sudah lama mereka tidak menyaksikan acara televisi bersama.

 

Drtt drtt

 

Ponsel Yoona bergetar.

 

“Yeoboseo”ucap Yoona.

 

“…..”

 

Ne, wae?”Tanya Yoona.

 

“…..”

 

“Ok, tunggu aku 15 menit, aku akan sampai di tempatmu”ucap Yoona dan menutup ponselnya.

 

“Apa kau akan pergi?”tanya Jessica.

 

“Ne, aku ada perlu”jawab Yoona.

 

“Apa kau akan lama?”

 

“Hmm…kurasa tidak. Kenapa? Apa kau takut sendirian?”tanya Yoona.

 

“Kau kan tahu aku takut gelap, bagaimana jika lampunya tiba-tiba listrik padam?”ucap Jessica khawatir.

 

“Tenang, aku tidak akan lama”balas Yoona.

 

Setelah Yoona pergi, dirumah hanya ada Jessica, karena kedua orang tuanya tinggal di japan untuk urusan pekerjaan. Sekitar 30 menit Jessica sibuk menonton berita, setelah berita usai ia memutuskan untuk pergi ke kamar.

 

Ting Tong

 

“Cepat sekali Yoona pulang”gumam Jessica dan menuju pintu.

 

Kriett

 

“Luhan”seru Jessica terkejut.

 

“Iya, ini aku. Kenapa kau terlihat begitu terkejut?”tanya Luhan penasaran.

 

“Ak tidak, aku hanya tidak menyangka saja kau akan datang”jawab Jessica jujur.

 

“Apa Yoona ada?”tanya Luhan.

 

“Yoona sedang keluar, tapi ia bilang hanya sebentar saja”jawab Jessica sesuai denngan perkataan Yoona. “Kau mau menunggunya atau pulang?”tanya Jessica setelahnya.

 

“Aku akan menunggunya saja”jawab Luhan.

 

“Oh yasudah, masuklah”ucap Jessica mempersilahkan.

 

Ne, gomawo”balas Luhan.

 

“Kau ingin minum apa?”Tanya Jessica.

 

“Tidak usah repot-repot aku tidak ingin minum”jawab Luhan.

 

“Oh begitu”

 

“Memangnya Yoona pergi kemana?”tanya Luhan memulai pembicaraan saat dirinya dan Jessica merasa canggung. Luhan dan Jessica memang akan merasa canggung jika hanya mereka berdua saja.

 

“Dia tidak memberi tahuku, dia hanya bilang akan pergi sebentar”jawab Jessica seadanya.

 

Tiba-tiba lampu listrik padam dan itu membuat Jessica sangat ketakutan.

 

“KYAAAAAAAAA”teriak Jessica kencang. Ia benar-benar takut dengan ruangan gelap.

 

“Luhan kau ada dimana?”tanya Jessica panic, ia mulai terisak kecil.

 

“Aku masih disini”jawab Luhan.

 

“Luhan-ah, hiks kau jangan pergi, aku takut hiks hiks”ucap Jessica sambil menangis.

 

“Iya, aku tidak akan pergi sebelum listrik kembali hidup”balas Luhan menenangkan Jessica yang begitu ketakutan.

 

Dalam gelap Luhan berusaha mencari dimana tempat Jessica.

 

“Grep”

 

“KYAAAAA”teriak Jessica kaget karena ada yang memeluknya.

 

“Tenang, ini aku Luhan”ucap Luhan berusaha menenangkan Jessica yang sedang sangat ketakutan.

 

“Kau membuatku takut”ucap Jessica sedikit lega setelah tahu yang memeluknya adalah Luhan.

 

“Maaf, aku hanya ingin membuatmu tenang saja”seru Luhan sebelum Jessica salah paham padanya dan mengira dirinya akan berbuat jahat.

 

“Eum..”

 

“Apa kau merasa lebih baik?”tanya Luhan perhatian.

 

“Ne, gomawo Luhan ah”ucap Jessica tulus.

 

‘Hangat’Itulah yang Jessica rasakan saat berada dalam pelukan Luhan.

‘aku sangat mencintaimu Luhan-ah, apa kau dapat merasakannya?’tanya Jessica dalam hati.

 

Tak lama listrik kembali menyala.

 

‘Kenapa cepat sekali listriknya menyala?’runtuk Jessica dalam hati.

 

Jessica bingung kenapa Luhan masih belum melepaskan pelukannnya, tetapi dalam hatinya terselip rasa senang. Tetapi jika mengingat Luhan adalah kekasih Yoona kembarannya, ia merasa sangat sedih, kenapa ia bisa menyukai kekasih kembarannya sendiri.

 

“Luhan-ah”panggil Jessica pelan.

 

“Hm”respon Luhan.

 

“Lampunya sudah menyala”seru Jessica dengan sangat terpaksa.

 

“Aku tahu”sahut Luhan. Tapi Luhan tidak melepaskan pelukannya, sehingga membuat Jessica bingung dengan sikap Luhan yang menurutnya aneh itu.

 

“Sebentar saja”ucap Luhan menahan Jessica yang akan berontak.

 

Setelah mendengar ucapan Luhan Jessica yang awalnya ingin berontak menjadi diam dan menikmati pelukan Luhan yang pertama dan mungkin yang terakhir. Jujur saja sebenarnya Jessica tidak ingin Luhan melepaskan pelukkannya, tapi jika ia ingat dengan Yoona ia merasa sangat bersalah.

 

Yoong-ah, mianhae. Aku benar-benar bukan kakak yang baik, aku jahat padamu, aku menusukmu dari belakang Yoong-ah’ucap Jessica dalam hati. Tanpa terasa air mata mengalir begitu saja dari kedua bola mata Jessica tanpa bisa ia control.

 

“Jessica, kau menangis?”tanya Luhan lalu ingin melepaskan pelukannya tapi Jessica menahannya, ia tidak ingin Luhan melihatnya menangis.

 

Jessica menggelengkan kepalanya. “Hiks a-anio, aku baik-baik saja”kilah Jessica walapun sudah sangat jelas dari suaranya bahwa ia memang menangis.

 

“Bohong!”

 

Luhan langsung melepaskan pelukkannya lalu menatap Jessica. “Kau bohong”ucap Luhan lalu menghapus air mata Jessica yang mengalir indah dikedua pipi Jessica menggunakan ibu jarinya.

 

“Katakan padaku, kau kenapa?”tanya Luhan lembut sambil menatap kedalam bola mata Jessica. “Apa kau sakit?”lanjutnya.

 

Jessica memalingkan wajahnya lalu menggeleng pelan. “Aku tidak apa-apa”ucap Jessica.

 

Dengan paksa Luhan menghadapkan wajah Jessica dengan wajahnya. “Jangan bohong padaku, katakana lah”ucap Luhan lembut.

 

Jessica kembali meneteskan air matanya lalu menghapusnya dengan kasar dan menepis tangan Luhan dari pipinya. “Sudah kubilang, aku tidak apa-apa”ujar Jessica dingin.

 

“Kurasa Yoona akan lama, sebaiknya kau pulang saja Luhan, ini sudah malam”tambah Jessica tanpa menatap Luhan.

 

Luhan membuang napasnya dengan berat. “Baiklah, aku pulang dulu, kau hati-hati dirumah jika ada sesuatu hubungi aku saja. Aku pasti akan datang”ucap Luhan. Jessica menggangguk sekilas lalu mengantar Luhan sampai depan pintu rumahnya. Menatap punggung Luhan yang semakin menjauh dengan pandangan sendu. Meratapi kisah cintanya yang begitu tidak beruntung. Mencintai kekasih adik kembarnya sendiri.

 

Setelah kepergian Luhan Jessica kembali menangis, menangisi kebodohannya dalam urusan cinta dan betapa pengecutnya ia menghadapi kisah cintanya ini.

 

“Aku harus melupakan Luhan, ini untuk kebaikan semuanya”ucap Jessica pelan.

 

 

***Miracle***

 

 

“Sica, kenapa dengan matamu?”tanya Yoona khawatir.

 

Jessica menggelengkan kepalanya. „Aku tidak apa-apa Yoong-ah, kau tidak usah khawatir”

 

“Apa semalam listrik padam?”tanya Yoona lagi.

 

Lagi-lagi Jessica menganggukan kepalanya. “Tapi hanya sebentar”jelasnya

 

“Sica mianhae semalam aku tidak bisa menamanimu”sesal Yoona.

 

“Tak masalah, aku pergi duluan. Hari ini aku ada kelas lebih pagi”ucap Jessica lalu pergi.

 

“Ada apa dengannya?”gumam Yoona bingung.

 

Jessica sengaja berangkat lebih pagi ke kampus walaupun sebenarnya ia tidak ada jadwal kuliah pagi hari ini, ini semua ia lakukan untuk menghindari Yoona. Setelah kejadian semalam jessica merasa sangat bersalah dengan Yoona, ia merasa telah menusuk saudara kembarnya sendiri dari belakang. Musuh dalam selimut. Itu lah dirinya saat ini.

 

Jessica merogoh tasnya dan mengambil ponsel berwarna putih miliknya dan segera menulis pesan singkat kepada Chen.

 

To : Chen

Kapan kau akan mempertemukanku dengan Mark? Apa Mark mau denganku?

 

Send..

 

Tak lama ponsel Jessica bergetar, satu pesan masuk dari Chen.

 

From : Chen.

Iya dia mau, hari Minggu ini bagaimana kalau aku pertemukan kau dengan Mark??

 

To : Chen.

baiklah, kau atur saja..

 

 

 

***Miracle***

Iklan

35 pemikiran pada “Repost | Miracle | Part 1 |

  1. Luhan itu sebenernya punya perasaan gimana ya sama jessie 😦 kasian jessie digantung but kasian juga sama yongie kalau pacarnya diambil 😐 , yaudah jessie sama mark aja lah hehe. penasaran sama sifatnya mark kayak gimana

  2. uwaahhhh thor nih ff buat aku ngerasain apa yg Sica rasain T^T
    Satu kata yg menggambarkan Sica di ff ini “menyedihkan” ._.v
    Di sini adek Sica, Yoona jadi rada nyesek juga thor pas Sica bohong soal belajar bareng Luhan ;;;;
    Tapi ada bagian yg bikin ngakak thor, pas mati lampu yg bagian
    ‘Kenapa cepat sekali listriknya
    menyala?’runtuk Jessica dalam hati
    Tuh thor, tapi pas Luhan gak mau ngelepasin pelukannya buat aku ngerasa dia suka sama Sica /ah masa/ .-.
    Tapi kalo gak taunya malah gak suka berarti Luhan php sama Sica + sama aku u,u
    Tapi aku seneng akhirnya setelah berabad-abad(?) author gak update ff, akhirnya muncul juga ^^
    Fighting next chap ^^

  3. Kayaknya luhan suka sama jessi deh 😦 sakit banget si jadi jessica 😦 siapa ya yg dijodohin sama jessica? Kenapa ga yoona aja jadi luhan bisa sama jess deh 😀 mark semoga bukan playboy ya amin 😀

  4. Bingung sama sikapnya Luhan,, kayaknya dia suka deh ma Jessica..
    Jessica kasian digantungin mulu nih,, Jessica bakal suka ke Mark gx ya thor?? Trus Luhan bakal jealous gx dengan kedekatan Sica ma Mark??
    Aku tunggu chap selanjutnya,, fighting! 🙂

  5. Annyeong new reader.. 🙂

    Luhan itu sebenernya punya perasaan apa gk sih sama Jessica? Penasaran banget soal perasaannya Luhan..
    Jessica yang sabar ya..
    Yoona, aku merasa ada gelagat aneh dari Yoona..
    Chen kau sahabat yang sangat baik..
    Aku penasaran sama sifatnya Mark nanti kaya gimana..

    Next chap ditunggu..

  6. Luhan sebenernya suka sama jessica eon ?? Chen sahabat yang baik banget.. Penasaran sama sifatnya mark.. Nyesek banget eon jadi jessica.. Yoona tau gak kalo luhan suka sama jessica ?? Oh iya eon yoona pergi sama siapa yang waktu mati lampu ?? Sorry eonni kayaknya aku nanya2 terus di part ini, hehehe.. Cepat dilanjut yaa ffnya..

  7. Luhan punya perasaan gk sih ama Jessica??
    Chen kayaknya suka² dikit nih ama Jessica /ekhem/
    YoonA pacarnya Luhan -_- /?
    hadehh–” Mark blm muncul ya thor ?? 😀
    Jessica ama Mark aja deh, tar keburu aku ambil /plak/
    okeh thor~
    aku tunggu chap 2 nya ♥
    Keep Writing 😀

  8. wahhh !!! daebakk !!!
    ak ksian ntar nasib yoona gimana.., dan juga jessica…, chen memang baik bnget dia selalu ada untuk jessica…. luhanny jga spertiny mulai menyukai jessica..
    dtunggu klanjutanny dan smangat thour ^^

  9. huwaaa… thor… q kgeennnn++-lebay.com–;+
    wah ada ff bru, sumpah critanya menarik, tolong thor yg ni bkal dilnjut y. soalnya ffnya bgus bget, suka genre yg kyak gini, knp q rada aneh sm sikap luhan saat dia meluk sica, apa kira2 dia punya prsaan jg kesica, ntahlah!!!
    bkin ngakak sifat yoona & sica koq kyaknya trbalik, tp ni psti seru,
    eh q pnsran sm yg nm’a mark, kira2 sica bkal suka gk y, trus mark nya suka jg gk y, & kira2 luhan gmn??!

    next ditggu y thor…

  10. oh betapa rumitnya :3 Yoong selingkuh juga ya ? Luhan itu sebenernya niat ga sih kr jessie ? pokoknya luhan harus niat sama jejess /? H.A.R.U.S ! :v seriusan deh aku ga suka aja jessie terlalu pasrah huhu , aku suka banget pas part mati lampunya’-‘ ihh swiitt banget ~ okey ditunggu next chapter ~ Keep Writing!!^^

  11. hoahhhhhhhhhhhhh seruuuuuuuu. adohhhhh sica kasian juga. ihhh kok dsni si luhan kyk php ana sica. kapan sica ketemu marknya kasian dia sakit hati doang. ohhh chen sahabat yg baikkkk

  12. cinta segitiga antara kaka ade/?
    seru thor seru ><
    itu ngomong – ngomong suho nya blm ada ya di chapt ini thor?
    luhan itu sebenernya suka nggak sih sama jessi ko kayak perhatian gitu '-'

    ditunggu next chapt nya thor ~

  13. Loh luhan suka jessica ya??? Hayolo jangan bilang dia macarin yoona buat deket sm jessica??? Btw jessica sm mark aja dong huhu biar luhannya cemburu eits

  14. Luhan sbenarnya suka sica atau yoona ?? yak,waktu mati lmpu luhan mencari ksempatan dalam kesempitan :v :v hehe,,,tpi jika luhan pcran sma yoona hanya pingin dkat sica kan kasihan yoona juga #jitak_luhan :v ntar yoona tdi pergi sma mark ?? hadeh,,keren ndah ceritanya,,,lanjut unnie 🙂 hwaiting

  15. Pasti nyesek banget perasaan Sica 😥
    Itu Luhan mencurigakan deh -_-” kayaknya punya perasaan tersembunyi terhadap Sica o_O
    Moment LuSica sweet & lucu masa 🙂
    Penasaran ama Mark !!
    Apa hasil comblangan Chen berhasil ??

    Next chapt chingu ^o^)9

  16. thor ini ff kayaknya ku udah pernah baca deh??? ini bukannya pairing nya haesica ya?? cuma yg jadi yoona itu fanny
    tapi beneran, ini ff keren banget (y)
    so sweet banget pas adegan mati lampu ><
    ditunggu kelanjutannya 🙂

  17. mian thor baru ngoment baru baca.di chap ini sica eon nyesek banget,dia cinta lulu oppa tp ga bisa merjuangin karena ga mau nyakitin yoong.lulu oppa juga kayaknya ada perasaan sama sica keliatan waktu mati lampu,moga2 aja bener & yoong akan ikhlas.next KEEP WRITING thor!!

  18. Kayanya luhan punya perasaan sama jessica, kalogak ngapain dia mandangin jessica wktu jessica ngajarin dia trus kenapa dia meluk jessica nya lama wah wah luhan tapi aku curiga kayanya luhan sama yoona sbnrnya gapacaran tapi ntah lah itu semua cuma author yg tau hahaha

  19. Yoonsic kembar ne ?
    Nah itu si Lulu yg bner suka ke sapa ya ? Kok firasatku bilang kalau dya suka amha jessie ??
    tapi kalau suka ke jessie knapa kok pacaran sama yoona ??
    Aduh jadi penasaran thor ^^

  20. Aku yakin bingit kalo luhan itu suka sama sica tapi yoona
    Susah banget yaa cinta segitiga itu

    Haloo eonn aku readers baru hehehe ..

  21. Luhan kok gitu??? Hayoooo jangan2 eh jangan2 dia suka jessica yaaa hayooo :3 disini mark baru disebut nama. Btw di tengah2 cerita yoona kek udah ngingetin jessica gitu yaa wkwk. Luyoon klo mau mesra2an gak liat2 dulu ya-_- btw sukaaaa ceritanyaa :3

  22. ya ampun kasian jessica posisi nya serba salah .. 😦 tp kek nya luhan jg pnya perasaan deh sama jessica 😀 tp luhan udah terlanjur jd cowonya yoona 😦 waaah 😦 aku kasian bgt sama sica 😦 next chap ya thor 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s