Repost | Miracle | Part 3 |

Miracle_副本

Title : Miracle

Author : Жin Genie

Main Cast : Jessica Jung

Im Yoona

Xi Luhan

Mark ‘Got7’

Suho Kim

Suport Cast :

Kim Jongdae aka Chen

Type : Chapther

Genre : Romance

Rating : Teen

Part 3

***Miracle by Жin Genie***

 

 

“Kenapa ke Lotte World lagi?”gumam Jessica sedikit kecewa saat dirinya dan Yoona sudah sampai di Lotte World.

 

“Waeyo?”tanya Yoona bingung.

 

“Minggu kemarin aku habis dari sini bersama Mark dan Chen”jawab Jessica.

 

“Sudahlah tidak apa-apa, aku yakin kau pasti belum mencoba semua wahana hiburan disini kan?”seru Yoona.

 

Jessica hanya menganggukkan kepalanya.

 

“Hari ini kita akan mencoba semua wahana yang ada disini”ujar Yoona riang.

 

Jessica hanya tersenyum kecil melihat sikap Yoona yang seperti anak kecil. Kembarannya itu memang lebih riang dibanding dirinya.

 

“Kau tahu wahana yang paling di sukai pasangan kekasih?”tanya Yoona.

 

“Bianglala”jawab Jessica singkat dan sedikit acuh.

 

“Aku kira kau tidak tahu”cibir Yoona.

 

“YA! Aku tidak separah itu”omel Jessica lalu mengerucutkan bibirnya.

 

“Pasti kau hanya membacanya saja dari novel yang kau beli”tebak Yoona seratus persen benar.

 

“Ya begitulah”sahut Jessica.

 

“Jauh lebih seru saat menocbanya langsung, dibanding membacanya”ujar Yoona seraya menerawang, mengingat kenangnya bersama dengan para kekasihnya.

 

“Ya aku tahu itu”sahut Jessica pelan.

 

“Aigo kenapa mereka belum datang”kesal Yoona seraya melihat jam tangannya sekilas.

 

“Sica , coba kau hubungi Mark, aku akan menghubungi Luhan”titah Yoona.

 

“Aku tidak punya nomor ponsel Mark”ujar Jessica.

 

Yoona terbelalak mendengarnya. “Bukankah kalian semakin dekat akhir-akhir ini”selidik Yoona.

 

“Ya”sahut Jessica singkat.

 

“Kenapa tidak punya nomor ponselnya?”gemas Yoona seraya menggelengkan kepalanya.

 

Jessica hanya mengangkat bahunya.

 

“Sudahlah, kita tunggu saja sampai mereka datang”seru Yoona pasrah.

 

Sambil menunggu Jessica mengeluarkan novel yang baru kemarin ia beli, melihat itu Yoona kembali menggelengkan kepalanya. Ternyata saudari kembarnya itu benar-benar maniak buku. Sementara Yoona asik berkutat dengan ponsel putihnya. Sesekali ia terkekeh pelan saat tengah asik dengan ponselnya itu, entah apa yang membuatnya seperti itu.

 

Setelah menunggu cukup lama akhirnya orang yang mereka tunggu pun datang.

 

“Kalian?”tanya Yoona bingung seraya menunjuk Mark dan Luhan bergantian karena mereka tiba bersama.

 

“Ah kami bertemu di parkiran”jawab Mark yang mendapat anggukkan kepala oleh Luhan.

 

Yoona menganggukkan kepalanya mengerti.

 

“Maaf membuat kalian menunggu”sesal Luhan.

 

Jessica tersenyum tipis mendengar permintaan maaf Luhan.

 

Sangat sopan. Ucap Jessica dalam hati.

 

“Tidak apa-apa honey”Sahut Yoona yang membuat senyum Jessica langsung pudar dari wajah cantiknya.

 

Mark melihat perubahan wajah Jessica, ia memejamkan matanya sebentar untuk menghilangkan pikiran buruk yang selama ini menghantuinya tentang kemungkinan Jessica yang menyukai Luhan. “Kita akan mencoba wahana apa terlebih dahulu?”tanya Mark.

 

“Yang pasti tidak Jet Coaster”sahut Jessica cepat, ia masih terauma dengan Jet Coaster.

 

Mark terkekeh pelan lalu menganggukkan kepalanya. “Aku tidak akan mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya”ujarnya.

 

“Kuharap begitu”

 

“Bagaimana kalau masuk kedalam rumah hantu”usul Yoona.

 

Mendengar usul saudara kembarnya membuat wajah Jessica langsung pucat pasi.

Rumah hantu?? Oh tidak! Jessica takut dengan hal berbau mistis dan juga gelap! Jessica menggelengkan kepalanya. “Tidak!!”tolaknya cepat.

 

“Ayolah Sica, aku ingin masuk kesana”bujuk Yoona.

 

“Yasudah kau masuk saja, tapi aku tidak mau!”tolak Jessica lagi. Ia tidak akan mau masuk kedalam rumah hantu, terlalu beresiko untuknya.

 

“Wae?”tanya Yoona dengan wajah melas.

 

“Kau kan tahu Yong-ah aku phobia gelap”jawab Jessica cepat.

 

“Tapi kan ada Mark, dia akan menjagamu”balas Yoona. “Iya, kan Mark?”tanya Yoona seraya menoleh kearah Mark. Mark menganggukkan kepalanya pasti. “Tentu saja”serunya seraya tersenyum manis kearah Jessica.

 

“Tapi—”

 

“Sudah tidak ada tapi-tapian”seru Yoona lalu menarik tangan Jessica menuju rumah hantu. Mark dan Luhan hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis melihat kelakuan saudara kembar yang sangat berbeda sifat dan kepribadian itu.

 

“Yoong, ayolah”bujuk Jessica saat mereka sedang mengantri untuk masuk kedalam rumah hantu. Yoona mengacuhkan Jessica ia menoleh kearah belakang dan mengisyaratkan agar Mark menggantikan tempatnya.

 

Mark mengerti lalu berdiri di samping Jessica seraya menggenggam erat tangan Jessica”tenang, aku akan melindungimu”ujar Mark mencoba menenangkan Jessica. Jessica hanya tersenyum tipis menanggapinya.

 

Coba kalau Luhan yang berkata seperti itu mungkin aku akan tenang. Huft~ sudahlah Sica, Luhan itu milik Yoong kau tidak boleh mengharapkannya lagi. Ucap Jessica Sedih dalam hati.

 

Jantung Jessica berdebar sangat kencang saat ia tepat berada di pintu masuk rumah hantu. Dari luar saja sudah terlihat sangat menyeramkan bagaimana di dalam sana. Membayangkan betapa gelap dan mengerikan rumah hantu saja sudah membuat Jessica lemas.

 

Jessica menoleh kearah belakangnya yang terdapat Yoona dan Luhan”Yoong~”bujuk Jessica dengan wajah memohon. Yoona membalikkan badan Jessica”tidak”tolaknya.

 

“Sudahlah Jess, ayo kita masuk”seru Mark. Dengan berat hati Jessica memasuki rumah hantu tersebut.

 

“Glek”

 

Semuanya gelap, Jessica tidak bisa melihat apapun. Ia mengeratkan pegangannya kepada Mark, Mark yang menyadari Jessica semakin ketakutanpun mempererat genggamannya. Perlahan Jessica dapat melihat kerena matanya yang sudah mulai terbiasa dengan gelap, ia melihat bayangan seorang berjubah hitam berjalan sangat cepat di samping kanannya. Sontak ia memeluk Mark erat seraya membenamkan kepalanya di dada bidang Mark.

 

“Aku takut”ujarnya pelan.

 

“Tenang aku bersamamu”bisik Mark tepat di telinga Jessica. Perkataan Mark sedikit membuat Jessica tenang, tapi hanya sedikit ketakutan masih mendominasi dirinya.

 

“Mark, apa Yoona dan Luhan ada di belakang kita?”tanya Jessica sambil berbisik.

 

“Entahlah, aku tidak bisa melihat dengan jelas di dalam sini. “Jawab, Mark.

 

“Mungkin ia masuk ke lorong yang lain”tambah Mark, Jessica hanya mengangguk pelan.

 

Entah kenapa Jessica sangat takut untuk bersuara. Ia takut jika bersuara akan membuat hantu itu mengetahui keberadaannya.

 

bayangan seorang berjubah hitam berjalan sangat cepat itu muncul lagi lalu muncul di hadapan Jessica. “KYAAAAA”teriak Jessica kencang dan beberapa pengunjung lainnya yang berada di lorong yang sama dengan Jessica. Rata-rata yang berteriak adalah yeoja, mereka kaget dengan bayangan seorang berjubah hitam berjalan sangat cepat yang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka.

 

Tiba-tiba saja Jessica menarik Mark berlari agar menjauh dari tempat tadi. Tidak hanya Jessica dan Mark saja yang berlari orang yang berada di lorong yang sama pun kini tengah berlari untuk menghindari bayangan seorang berjubah hitam berjalan sangat cepat itu.

 

“Bruk”tiba-tiba saja Jessica terjatuh tersungkur akibat terdorong dari belakang.

 

“Hahahaha”tawa menyeramkan tiba-tiba saja membahana di lorong itu.

 

Sontak membuat para yeoja kembali berteriak ketakutan. “KYAAAAAAA”

 

“Hahahahaha”suara menyeramkan itu terdengar lagi.

 

“Mark, kau dimana?”seru Jessica dengan suara yang terdengar sangat ketakutan karena terpisah dari Mark karena terdorong-dorong oleh kerumunan masa. Jessica merasa ada yang mengulurkan tangan di hadapannya, ia takut untuk mengangkat kepalanya. Takut jika ia mengangkat kepalanya yang ia lihat bukan Mark melainkan hantu penghuni rumah hantu.

 

“Mark, a..pa..kah itu..kau?”tanya Jessica dengan suara yang bergetar.

 

“Ini aku, Luhan”ujar orang yang mengulurkan tangannya. Jessica langsung mengangkat kepalanya mendengar suara Luhan”Luhan”ujar Jessica pelan. Luhan langsung menarik Jessica untuk berdiri”aku…aku takut”ucap Jessica pelan.

 

Luhan membawa Jessica kedalam pelukkannya. “Tenang, aku bersamamu”ucap Luhan sama dengan perkataan Mark beberapa menit yang lalu. Tapi entah mengapa Jessica jauh lebih tenang saat Luhan yang mengucapkannya.

 

“Aku mau keluar, aku takut”seru Jessica seraya membenamkan kepalanya di dada bidang Luhan.

 

Nyaman.

 

Itulah yang Jessica rasakan saat bersama Luhan atau saat Luhan berada di dekatnya.

 

Luhan mengelus kepala Jessica lembut. “Iya, aku akan membawamu keluar dari rumah hantu ini”ucap Luhan lembut. Suara Luhan yang lembut membuat Jessica tenang seketika.

 

Yoong-ah, mianhaeyo. Ucap Jessica dalam hati.

 

Jessica melepaskan pelukkanya tapi Luhan menahannya. Jessica membiarkannya menunggu Luhan mengatakan sesuatu. Tapi Luhan tidak kunjung mengeluarkan suaranya. Jessica memberanikan diri mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Luhan yang nampak samar karena kondisi mereka yang berada di tempat dengan pencahayaan yang sangat minim. Jessica dan Luhan saling bertatapan, Luhan semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Jessica. Sementara Jessica hanya diam mematung, menunggu apa yang akan Luhan lakukan. Wajah Luhan kini semakin dekat dengan wajah Jessica, hanya tinggal 5 cm saja. Jessica dapat melihat Luhan yang memejamkan matanya dan secara spontan ia pun memejamkan matanya seraya memiringkan kepalanya. Ia hanya mengikuti nalurinya saja. Jessica dapat merasakan hembusan napas Luhan yang menerpa wajahnya dengan lembut. Kini Jessica merasakan hidungnya yang bersentuhan dengan hidung mancung Luhan. Hatinya berdebar sangat kencang, apakah ia akan berciuman dengan Luhan?

 

“Hahahahaha”tiba tiba suara menakutkan itu muncul lagi, membuat Jessica panik dan dengan spontan menjauhkan wajahnya dengan wajah Luhan yang tinggal sedikit lagi bibir mereka akan bersentuhan.

 

Luhan mendesah kecewa, sedikit lagi. Sedikit lagi ia dapat merasakan bibir lembut Jessica. Luhan merutuki hantu yang mengganggunya.

 

“Luhan-ah”panggil Jessica pelan.

 

Luhan menoleh kearah Jessica. “Apa?”tanya Luhan lembut.

 

“Ayo kita keluar dari sini”seru Jessica ketakutan.

 

Luhan menepuk keningnya pelan, ia jadi lupa dengan tujuannya membawa Jessica keluar dari rumah hantu ini. “Ah iya, ayo”seru Luhan lalu menggenggam tangan Jessica erat.

 

“Deg deg”jantung Jessica terus berdetak tidak karuan.

 

bayangan seorang berjubah hitam berjalan sangat cepat itu kembali muncul, tapi anehnya kali ini Jessica sudah tidak setakut tadi saat bersama Mark. Apakah ini pengaruh dari kehadiran Luhan yang berada di sisinya? Jika memang benar, apakah itu yang di namakan the Power of Love?

 

“Hahahahaha”lagi-lagi suara menakutkan itu muncul.

 

“Tenang, aku bersamamu”bisik Luhan tepat di telinga Jessica. Dengan satu kalimat saja keluar dari mulut Luhan mampu membuat Jessica melawan rasa takutnya.

 

Akhirnya setelah melewati lorong-lorong panjang penuh hantu, pintu keluar sudah terlihat di pelupuk mata Jessica dan Luhan.

 

Jessica tersenyum lebar melihatnya. “Akhirnya kita keluar juga”serunya senang. Luhan pun tersenyum senang melihat Jessica yang nampak sangat bahagia itu. Tapi seketika raut wajah Jessica berubah.

 

Apakah setelah keluar dari rumah hantu aku bisa sedekat tadi dengan Luhan? Pikir Jessica sedih.

 

“Wae?”tanya Luhan.

 

Jessica menggelengkan kepalanya. “Bagaimana dengan Yoona dan Mark?”tanya Jessica cemas.

 

“Tenang, mereka pasti baik-baik saja dan mungkin mereka sudah keluar dari rumah hantu itu sebelum kita”jawab Luhan santai.

 

“Apa kau tidak takut?”tanya Jessica bingung dengan sikap Luhan yang sangat santai saat kekasihnya sedang bersama namja lain.

 

“Takut apa?”tanya Luhan tidak mengerti.

 

“Yoona dengan Mark, bisa saja mereka nanti akan menjadi sepasang kekasih”jawab Jessica.

 

“Aku sama sekali tidak takut akan hal itu”sahut Luhan santai.

 

“Wae? Bukankah sudah sewajarnya jika seorang namja merasa takut dan khawatir jika yeojachingunya sedang bersama dengan namja lain”selidik Jessica dengan dahi berkerut.

 

Luhan tercekat. “Maksudku, aku percaya dengan Yoona. Ia tidak mungkin menghianatiku”jelasnya.

 

“Ah aku mengerti”ujar Jessica seraya menganggukkan kepalanya.

 

“Kita akan mencoba wahana apa lagi?”tanya Luhan tiba-tiba.

 

“Eh?”

 

“Kita akan mencoba wahana apa lagi?”ulang Luhan.

 

“Emm..apa kau yakin akan mengikuti wahana yang ingin aku naiki?”tanya Jessica ragu.

 

Luhan menganggukkan kepalanya mantap. “Tentu saja”jawab Luhan mantap.

 

“Hore”Jessica berseru senang seperti anak kecil yang baru saja di belikan balon oleh orangtuanya.

 

“Ayo”Jessica menarik tangan Luhan tanpa sadar karena terlalu semangat.

 

“Memangnya kita ingin naik wahana apa?”tanya Luhan penasaran.

 

“Komedi putar”jawab Jessica riang.

 

“Hah?”seru Luhan kaget.

 

Jessica menghentikan langkahnya. “Wae? Kau tidak mau?”tanya Jessica dengan nada kecewa.

 

“Eh? Aniya, aku hanya sedikit kaget saja”jelas Luhan.

 

Jessica melepaskan tangan Luhan dari genggamannya. “Kalau kau tidak mau bilang saja, aku tidak akan memaksa”ujar Jessica.

 

“Aku kan tidak bilang tidak mau”sahut Luhan seraya menarik tangan Jessica menuju tempat pengantrean untuk menaiki wajaha komedi putar yang di dominasi oleh anak-anak dan beberapa orangtua yang menemani anaknya. Hanya Jessica dan Luhan saja dua sejoli yang terlihat mengantre untuk menaiki wahana tersebut.

 

Luhan sempat malu karenannya, tapi melihat wajah Jessica yang berseri entah mengapa rasa malu itu menguap begitu saja.

 

 

***

 

 

Sementara itu Mark dan Yoona ternyata baru keluar dari rumah hantu.

 

“Bagiamana ini, Yoona? Jessica tidak ada”seru Mark bingung saat tidak mendapati Jessica di luar rumah hantu“apa ia masih di dalam?”tanya Mark khawatir.

 

“Tenang, Mark. Tenang”seru Yoona mencoba menenangkan Mark.

 

Mark memicingkan matanya kearah Yoona. “Tenang kau bilang?”seru Mark tak percaya. “Kembaranmu sedang menghilang dan kau tenang-tenang saja?”tanya Mark kesal.

 

“Sudahlah tidak usah terlalu khawatir Jessica sudah besar”ujar Yoona santai.

 

“Sepertinya ada yang kau sembunyikan Yoona?”selidik Mark yang curiga dengan sikap Yoona yang terlewat tenang itu.

 

“Aku kembarannya dan aku dapat mersakan kalau dia baik-baik saja, ok”ujar Yoona kesal karena Mark yang terlalu khawatir.

 

“Ok baiklah”sahut Mark pasrah.

 

“Lalu sekarang kita bagaimana?”tanya Mark.

 

“Yasudah, nikmati saja wahana yang ada disini”jawab Yoona santai.

 

 

***

 

 

“Ah ternyata menaiki wahana komedi putar sangat menyenangkan”seru Jessica senang.

 

Luhan menatap Jessica heran, menurutnya sikap Jessica yang seperti itu sangat berlebihan. Memangnya ia tidak pernah naik komedi putar sebelumnya sampai senorak itu reaksinya?

 

“Hahaha”Luhan terkekeh pelan melihat sikap Jessica.

 

Jessica menoleh kearah Luhan yang kini sedang tertawa pelan. “Waeyo?”tanya Jessica bingung.

 

Luhan menggelengkan kepalanya. “Aaniyo”sahutnya.

 

Jessica tidak ambil pusing dengan sikap Luhan yang seperti itu, ia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya sekarang walaupun itu ada hubungannya dengan Luhan—namja yang masih Jessica cintai sampai saat ini.

 

Setelah beberapa menit komedi putar itu berhenti karena waktunya sudah habis. Jessica menatap Luhan dengan tatapan memelas.

 

“Apa?”tanya Luhan bingung.

 

Jessica tersenyum manis. “Satu kali lagi ya?”tanya Jessica.

 

“Maksudmu?”

 

“Kita naik komedi putar satu kali lagi”jelas Jessica.

 

Mata Luhan terbelalak karenanya. “Tapi—”

 

“Ayolah”potong Jessica cepat sebelum Luhan protes.

 

Luhan menarik napas dalam lalu mengeluarkannya perlahan. “Baiklah”sahutnya lemas.

 

Jessica bersorak senang. “Xi Luhan kau memang baik, tidak salah Yoona memilihmu”ujar Jessica dengan nada ceria walaupun di lubuk hatinya ia merasakan sakit akibat ucapannya sendiri.

 

“Ah ya”sahut Luhan lemas.

 

“Ayo kita mengantre lagi”seru Jessica semangat.

 

Luhan tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya mengikuti Jessica yang kini tengah berjalan di hadapannya seraya menarik tangannya erat.

 

Setelah bermain dengan komedi putar sekitar 30 menit akhirnya Jessica lelah dan memutuskan untuk istirahat di bangku yang di sediakan oleh pengelola Lotte World.

 

Ternyata Jessica menaik komedi putar sebanyak empat kali, setiap ia selesai menaiki komedi putar ia akan selalu meminta Luhan seraya mengeluarkan jurus andalan seorang yeoja yaitu tatapan memelasnya agar bisa menaiki komedi putar lagi. Luhan yang memang dasarnya orang baik, ia selalu saja mengiyakan permintaan Jessica. Walaupun ia harus menahan malu dengan para orangtua yang menatap mereka aneh, lebih tepatnya para ibu-ibu yang menatap mereka aneh.

 

“Kau lelah?”tanya Luhan.

 

Jessica menganggukkan kepalanya pelan. “Sedikit”jawabnya seraya menyandarkan punggungnya di sandaran bangku lalu ia memejamkan matanya. Menikmati suasana Lotter World yang selalu ramai seraya memulihkan tenaganya pasca menaiki komedi putar sebanyak empat kali.

 

“Minumlah”Luhan menyodorkan air mineral yang baru saja ia beli.

 

Jessica membuka matanya lalu mengambil air mineral yang Luhan sodorkan padanya seraya tersenyum manis. “Gomawo”ujarnya tulus.

 

“Hm”sahut Luhan singkat lalu mendudukkan dirinya di samping Jessica. Jessica langsung meneguk air mineral yang Luhan berikan padanya.

 

“Glek glek”

 

Terasa nikmat saat air mineral melewati tenggorokannya yang terasa kering akibat berteriak kencang saat di rumah hantu dan saat menaiki komedi putar.

 

“Haus?”tanya Luhan.

 

“Ya begitulah, berteriak kencang saat di rumah hantu membuat tenggorokanku terasa kering”jawab Jessica seadanya.

 

Luhan menganggukkan kepalanya sekilas. “Kau ingin naik apa lagi setelah ini?”tanya Luhan.

 

Jessica menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya perlahan. “Entahlah, tapi yang jelas saat ini aku ingin beristirahat sejenak”ujar Jessica.

 

“Ah baiklah”Sahut Luhan.

 

“Oh ya, kau tidak ingin menghubungi Yoona?”tanya Jessica.

 

Luhan sedikit tersentak saat Jessica menyebutkan nama Yoona. “Ah ya, aku sampai lupa menghubunginya”jawab Luhan sedikit kikuk.

 

“Gomawo sudah mengingatkan”tambahnya.

 

Jessica tersenyum tipis, miris rasanya mendengar perkataan Luhan barusan.

 

Bodoh!! Kau memang bodoh Jessica Jung!! Seharusnya kau nikmati saja kebersamaanmu dengan Luhan yang sebentar lagi akan habis. Runtuk Jessica dalam hati.

 

Jessica melirik sekilas kearah Luhan yang sibuk dengan ponsel putihnya. Terlihat Luhan tersenyum bahagia saat membaca pesan masuk yang mungkin dari Yoona.

 

“Akhirnya”desah Luhan lega.

 

“Berakhir sudah”tambahnya seraya tersenyum bahagia.

 

Jessica yang duduk di samping Luhan dapat dengan jelas mendengar setiap perkataan Luhan. “Apanya yang berakhir?”tanya Jessica penasaran.

 

Luhan tersenyum manis kearah Jessica. “Penderitaanku”jawab Luhan santai.

 

“Deg deg”

 

Jantung Jessica berdetak dengan sangat cepat. Kali ini terasa sangat sakit.

Penderitaan??

Apa yang Luhan maksud dengan penderitaan itu adalah berada disisiku? Bersamaku?Denganku?

Dan yang ia maksud dengan berakhir adalah ia akan pergi meninggalkanku lalu menemui Yoona dan bersenang-senang bersamanya??

 

Jessica menundukkan kepalanya, tanpa terasa air matanya kini sudah berada di pelupuk matanya. Sakit, hatinya terasa sakit. Sakit yang kini Jessica rasakan jauh lebih sakit saat dirinya tahu bahwa Luhan—namja yang dicintainya itu sudah menjadi kekasih Yoona—saudari kembarnya sendiri. Bagaimana Jessica tidak merasa sakit saat dirinya tahu bahwa saat Luhan bersamanya namja itu merasa sangat menderita.

 

Tes tes

 

Air mata Jessica tanpa bisa di cegah menetes begitu saja. Dengan kasar Jessica menghapus jejak air matanya. Menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya perlahan, mencoba menetralkan emosinya saat ini. Jessica beranjak dari duduknya.

 

“Kau mau kemana, Jess?”tanya Luhan.

 

“Toilet”jawab Jessica singkat tanpa menoleh sedikitpun kearah Luhan.

 

“Perlu ku antar?”tawar Luhan.

 

Jessica menggelengkan kepalanya. “Tidak usah”tolaknya langsung lalu berjalan meninggalkan Luhan. Jessica tidak sanggup jika harus berlama-lama bersama Luhan sementara Luhan sendiri tidak senang jika bersamanya.

 

Jessica berjalan terburu menuju toilet, ia sudah tidak tahan menahan air matanya yang akan jatuh lagi. Ia tidak ingin jika orang lain tahu bahwa dirinya kini tengah bersedih.

 

Di dalam toilet Jessica menangis sejadi-jadinya tanpa sekalipun lolos dari mulutnya sebuah isakan memilukan. Ia menangis dalam diam seraya meremas tepat di bagian hatinya yang terasa sakit.

 

Bodoh!! Bodoh!! Bodoh!! Makinya kepada diri sendiri seraya memukul kepalanya.

Kau sangat bodoh Jessica Jung!! Luhan untuk Yoona bukan untukmu dan akan selalu begitu!! Runtuknya dalam hati.

 

Setelah puas memukul dan memaki diri sendiri, Jessica memberanikan dirinya keluar dari dalam toilet tentu setelah itu memastikan tidak ada jejak air mata di pipinya.

 

“Kenapa lama sekali?”Tanya Luhan saat Jessica keluar dari toilet.

 

Rupanya Luhan sudah menunggu di depan toilet sesaat setelah Jessica masuk ke dalam toilet. Jessica sempat terkejut melihat Luhan, tapi ia secepatnya menghilangkan ekspresi terkejutnya.

 

“Antre”jawab Jessica bohong.

 

Luhan menatap Jessica tajam.

 

“Wae?”tanya Jessica yang risih di tatap seperti itu oleh Luhan.

 

“Kau bohong!”ujar Luhan tegas.

 

“Deg”

 

Jessica terkejut mendengar perkataan Luhan. “Maksudmu?”tanyanya bingung.

 

“Kau berbohong, Jessica Jung! Di dalam toilet sana tidak mengatre!”tekan Luhan.

 

Jessica menghindari tatapan mata Luhan yang kini tengah menatapnya dengan  tajam. Luhan menarik wajah Jessica agar menghadapnya, ia menatap tepat ke manic mata indah Jessica. Tatapan Luhan yang tadi tajam kini berubah sendu.

 

“Bulu matamu basah”ujar Luhan seraya menghapus sisa air mata Jessica.

 

Jessica tercekat mendengarnya.

 

“Kau habis menangis?”tanya Luhan pelan.

 

“Glek”

 

Dengan susah payah Jessica menelan slivanya. “Tidak”jawab Jessica bohong. Lagipula tidak mungkin ia akan berkata jujur lalu meberitahu Luhan bahwa ia menangis karena Luhan. Karena ia sangat mencintai namja di depannya ini.

 

“Kenapa kau terus berbohong padaku, eoh?”ujar Luhan seraya menaikan nada suaranya.

 

Jessica memalingkan wajahnya, tapi Luhan Manahan wajah Jessica agar terus menatapnya.“Tolong..jangan mempersulitku”ujar Jessica pelan seraya menundukkan wajahnya. Sungguh ia tidak sanggup jika harus menatap langsung kedalam mata Luhan.

 

“Mempersulitmu bagaimana?”tanya Luhan dengan suara yang pelan seraya mengangkat wajah Jessica agar ia dapat melihat wajah Jessica. Kini mata keduanya saling bertemu, menatap satu sama lain dengan dalam dan penuh perasaan.

 

Jessica membuang napasnya pelan lalu menggigit ujung bibirnya. “Aku..aku..aku”Jessica tidak sanggup meneruskan perkataannya. Ia tidak sanggup menghianati Yoona dengan mengatakan kepada Luhan secara langsung bahwa ia mencintainya. Pasti hati Yoona akan sangat hancur jika saudari kembarnya sendiri yang menghianati dirinya.

 

“Aku apa?”selidik Luhan seraya menahan tangan Jessica agar tidak lari begitu saja sebelum menjawab pertanyaanya.

 

“Aku..ah, lepaskan aku”pinta Jessica memelas.

 

“Tidak akan sebelum kau menjawab pertanyaanku”tolak Luhan tegas.

 

“Lepaskan aku”ujar Jessica seraya melepaskan cengkraman Luhan pada pergelangan tangannya namun nihil cengkraman Luhan malah semakin erat dan membuat pergelangan tangan Jessica memerah.

 

“Jawab dulu pertanyaanku, Jessica Jung”balas Luhan sengit.

 

Jessica memutar otaknya mencari perkataan yang tepat agar Luhan mau melepaskan cengkramannya ia tidak boleh berada di dekat Luhan terlalu lama karena bisa membuat perasaannya semakin lama semakin kuat dan dalam.

 

“Aku ingin menemui Mark, tolong jangan mempersulitku Xi Luhan-ssi”seru Jessica setelah mendapatkan ide agar Luhan melepaskannya walaupun harus melibatkan Mark yang tidak tahu apa-apa.
Sorry Mark. Ucap Jessica menyesal dalam hati.

 

Mendengar perkataan Jessica seketika cengkraman Luhan di tangan Jessica langsung terlepas begitu saja. Luhan menatap Jessica dengan tatapan terluka, entah apa maksudnya.

 

Kumohon jangan menatapku seperti itu. Ujar Jessica dalam hati yang tak kuasa melihat tatapan mata Luhan.

 

“Aratsseo, aku tidak akan menahanmu. Sepertinya yang ada di dalam hatimu hanya Mark”ujar Luhan pelan. Setelah mengatakan itu Luhan pergi meninggalkan Jessica sendirian. Jessica menatap punggung Luhan dengan nanar, sebenarnya ia tidak ingin mengatakan itu dan membuat Luhan pergi. Tapi karena ia menyayangi Yoona ia akan merelakan orang yang ia canitai yaitu Xi Luhan.

 

Tes tes

 

Air mata Jessica kembali menetes dengan derasnya, ia tidak sanggup lagi untuk menahan air matanya itu. Mungkin dengan menangis bisa membuat bebannya sedikit berkurang. Jessica terus terisak di Lotte World yang luas dan ramai itu. Ia tidak memperdulikan tatapan pengunjung yang lain yang mungkin menatapnya aneh. Yang ia pikirkan saat ini hanya Yoona dan Luhan yang meninggalkannya.

 

“Jess”panggil seseorang seraya menepuk punda belakang Jessica. Jessica menoleh kearah orang itu dengan wajah yang masih berlinang air mata.

 

“Mark”seru Jessica sambil terisak lalu menghambur kedalam pelukkan Mark.

 

Mark mengelus puncak kepala Jessica. “Ada apa Jess? Kenapa kau menangis?”tanya Mark lembut.

 

Jessica semakin terisak dalam pelukkan Mark. “Hiks…aku jahat Mark..aku jahat”ujar Jessica dengan terbata akibat isakannya seraya memukul dirinya sendiri. Mark menahan tangan Jessica agar tidak memukul dirinya sendiri.

 

“Jahat? Memangnya apa yang kau lakukan, Jess?”tanya Mark lagi masih sama seperti yang tadi, dengan suara yang lembut.

 

“Aku..aku menghianati Yoona, Mark”jelas Jessica.

 

“Deg deg”

 

Jantung Mark berdebar kencang mendengar perkataan Jessica, ia takut jika perkiraannya selama ini tentang Jessica yang menyukai Luhan benar adanya.
“Menghianati bagaimana maksudmu Jess?”tanya Mark berpura-pura tidak tahu.

 

“Aku..aku menyukai Luhan”ujar Jessica pelan. Jessica menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku..aku sangat mencintainya Mark”tambahnya dengan suara yang lirih.

 

Mark menghela napasnya pelan. Terjawab sudah kecurigaannya selama ini. Mark diam, ia membiarkan Jessica tenang terlebih dahulu baru berkata lagi. Mark terus mengelus kepala Jessica dengan sayang, mengacuhkan beberapa orang yang tengah mencibirnya karena berpelukkan di tempat umum yang banyak terdapat anak kecilnya. Toh yang ia lakukan hanya sebatas pelukkan biasa saja, tidak lebih.

 

Setelah beberapa saat Jessica mulai tenang, tidak terdengar lagi isak tangis memilukkan dari Jessica. Perlahan Mark mengendurkan pelukkannya dan terlihatlah Jessica yang tengah tertidur. Mark terbelalak karenannya. Bagaimana bisa Jessica tertidur dengan kondisi berdiri dan di tempat umur seperti sekarang ini. Mark melihat jejak air mata di pipi Jessica dengan lembut ia menghapusnya. Mark jadi tidak tega untuk membangunkan Jessica. Ia berpikir sejenak lalu membawa Jessica kesalah satu kursi yang terdapat di Lotte World ini lalu mendudukkan dirinya dan Jessica di kursi itu. Mark menaruh kepala Jessica di bahunya, membiarkan Jessica melanjutkan tidurnya.

 

Mark mendesah kecewa kepada dirinya sendiri yang tidak mampu mendatkan hati Jessica “ternyata aku melakukan kesalahan untuk kedua kalianya”gumam Mark seraya menatap langit yang nampak mulai sore.

 

 

***

 

 

Jessica tertidur cukup lama, mungkin sekitar satu jam dan ia masih belum terbangun walaupun Lotte World ini sangat berisik oleh suara teriakkan orang-orang tengah menikmat beberapa wahana yang memicu andrenalin mereka.

 

Mark mulai merasakan pegal di daerah bahunya yang menjadi sandaran kepala Jessica, tapi ia tidak sampai hati membangunkan Jessica. Wajah Jessica yang sedang tertidur begitu damai siapa yang akan berani membangunkannya?

 

Mark tersenyum kecil lalu mengelus pelan kepala Jessica seraya menikmati betapa halusnya rambut Jessica serta aroma rambut dan tubuh Jessica yang menggelitik indra penciumannya.

 

“Nghh”Jessica menggeliat pelan. Mark menjauhkan tangannya dari kepala Jessica. Perlahan Jessica membuka kedua matanya.

 

“Mark”ujarnya kaget saat mengangkat kepalanya dari bahu seseorang dan ternyata orang itu adalah Mark alias Mark.

 

Mark tersenyum kecil kearah Jessica. “Kau sudah bangun?”tanyanya.

 

Jessica mengusap kedua matanya lalu merapikan dirinya. “Maaf”ujar Jessica pelan.

 

“Untuk?”tanya Mark.

 

“Semuanya”jawab Jessica masih dengan suara yang pelan seraya menundukkan kepalanya.

 

“Gwechana”sahut Mark santai lebih tepatnya berusaha santai.

 

Jessica menoleh kearah Mark. “Kau tidak marah padaku?”tanya Jessica.

 

“Sedikit, tapi aku sudah melupakannya”jawab Mark tanpa menoleh kearah Jessica.

 

“Sudah hampir malam, ayo kuantar kau pulang”ujar Mark seraya beranjak berdiri. Jessica masih terdiam di tempatnya. Mark yang merasa Jessica tidak ikut bangkitpun menoleh kearah Jessica dan mendapati Jessica yang tengah menatap kearahnya.

 

“Tidak usah banyak berpikir, ayo kuantar pulang”ujar Mark seraya menarik tangan Jessica.

 

 

***

 

 

“Gomawo sudah mengantarku”ucap Jessica setelah turun dari mobil Mark.

 

Mark tersenyum menanggapinya. “Sudah sana kau masuk”perintah Mark.

 

Jessica menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku menunggu kau pulang dulu”tolak Jessica.

 

“Jika kau tidak masuk, aku tidak akan beranjak”seru Mark.
“Aku memaksa!”tambahnya.

 

Jessica menghelan napas pelan”baiklah”serunya lalu berjalan kearah gerbang rumahnya.
“Hati-hati di jalan”

 

Mark mengangguk sekilas, setelah dipastikan Jessica masuk kedalam rumahnya ia baru beranjak dari rumah Jessica.

 

Jessica masuk kedalam rumahnya yang terasa sangat sunyi. “Apa Yoona belum pulang?”gumamnya kepada dirinya sendiri.
“Ah, mungkin ia sedang berkencan dengan Luhan”tambahnya lalu berjalan kearah lantai dua yang merupakan kamarnya.

 

 

***

 

 

 

“Sica”panggil Yoona dari luar kamar Jessica. Sang empunya nama masih asik dengan dunia mimpinya.

 

“Jessica Jung Sooyeon!”teriak Yoona.

 

Mendengar teriakan Yoona membuat Jessica mau tidak mau terbangun dari tidur indahnya. Jessica bangun lalu beranjak kearah pintu.

 

“Jessica”teriak Yoona lagi.

 

Jessica membuka pintu dan nampaklah wajah Yoona yang berseri.
“Ada apa?”tanya Jessica langsung.

 

Bukannya menjawab pertanyaan dari saudari kembarnya itu Yoona malah langsung masuk kedalam kamar Jessica lalu duduk di tempat tidur Jessica. Jessica mengikuti Yoona dari belakang. “Cepat katakan ada apa?”tanya Jessica mulai kesal dengan kembarannya ini.

 

“Duduk dulu”seru Yoona seraya menepuk tempat tidur Jessica. Dengan malas Jessica menuruti  perintah Yoona.

 

“Ceritakan padaku bagaimana cara Luhan menyatakan cintanya padamu”ujar Yoona tiba-tiba membuat Jessica sangat kaget sekaligus bingung.

 

“Maksudmu apa Yoong? Aku tidak mengerti!”seru Jessica bingung.

 

Mendengar perkataan Jessica membuat Yoona menjadi ikut bingung. “Kau dan Luhan?”ujar Yoona.

 

“Aku dan Luhan? Kenapa dengan aku dan Luhan?”tanya Jessica balik.

 

Yoona menatap Jessica shock. “Kau dan Luhan pacarankan..sekarang..”ujar Yoona menjadi sedikit ragu.

 

“Manamungkin, aku tidak akan menghianatimu YooNG, aku jangan bicara yang tidak-tidak”seru Jessica kesal.

 

Yoona mengacak rambutnya. “Kau tidak sedang mengerjaiku kan Sica? oh sungguh aku minta maaf karena menyembunyikannya darimu, ini semua kesepakatan kami. Apa Luhan tidak menjelaskannya padamu?”tanya Yoona bingung, sekarang semuanya tidak berjalan sebagaimana yang ia dan Luhan rencanakan.

 

Jessica menggelengkan kepalanya. “Luhan tidak mengatakan apapun padaku”ucap Jessica jujur.
“Dan jelaskan maksudmu dengan kesepakatan kami?”titah Jessica dengan nada suara yang datar. Jessica menangkap ada yang tidak beres.

 

Yoona menggigit bibirnya lalu menata Jessica takut. “Aku..aku dan Luhan membuat sebuah kesepakatan”ujar Yoona.

 

Jessica menunggu Yoona melanjutkan perkataannya. “Luhan membantuku membuat Suho oppa cemburu lalu kembali padaku dan sebagai imbalannya aku akan membantunya membuatmu cemburu padaku karena aku tahu sebenarnya kau menyukai Luhan”jelas Yoona panjang lebar.

 

Jessica tercekat mendengar penjelasan dari Yoona lalu tanpa bisa dicegah air matanya mengalir di kedua pipi Jessica. Jessica menutup mulutnya menahan isak tangisnya. Melihat itu membuat Yoona merasa sangat bersalah.

 

“Sica mianhae”ujar Yoona seraya memeluk Jessica yang tengah terisak.

 

Jessica melepaskan pelukkan Yoona”Yoong tolong tinggalkan aku sendiri”seru Jessica. Yoona menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku tidak akan membiarkanmu sendiri”Yoona bersikeras.

 

Akhirnya Jessica menangis di pelukkan Yoona, menumpahkan segala beban di hatinya yang selama ini ia pendam. Secara tiba-tiba Yoona melepaskan pelukkanya. “Jam berapa sekarang Sica?”tanyanya dengan nada suara panik.

 

Jessica menoleh kearah jam dinding kamarnya. “09.18 KST”jawab Jessica.
“Memangnya kau mau pergi kemana?”selidik Jessica.

 

Yoona mulai panic. “Bukan aku, tapi Luhan”seru Yoona.

 

“Luhan?”

 

“iya Luhan, ia berencana akan pindah kuliah ke Inggris menyusul keluarganya hari ini jika ia tidak bisa mendapatkanmu”seru Yoona histeris.

 

Pandangan Jessica mulai kosong, kenapa cobaan itu terus menimpa dirinya. “Pesawatnya jam berapa Yoong?”tanya Jessica.

 

“08.45 KST”jawab Yoona lemas.

 

Seketika tubuh Jessica terasa lemas. Berakhir sudah semuanya. Namja yang selama ini ia cintai telah pergi meninggalkannya karena kesalahannya sendiri yang tidak bisa melihat kalau selama ini Luhan juga mencintainya.

 

“Sica”panggil Yoona pelan.

 

“Kumohon Yong-ah, tinggalkan aku kali ini sendirian”seru Jessica tegas.

 

Dengan berat hati Yoona berjalan keluar kamar Jessica”Sorry Sica”gumam Yoona pelan seraya menutup pintu kamar Jessica.

 

 

Rabu, 24 oktober 2012

 

 

 

 

***Miracle by Жin Genie***

 

Iklan

28 pemikiran pada “Repost | Miracle | Part 3 |

  1. Ahelahhhh lagiannn jessica kenapa gk nanya ‘penderitaan apa maksudmu?’ Ehhh malah main pergi ajaa hadehhhh
    Ishhh luhan jangan pergii dongg jessi gk suka sama mark kokkk
    Ahhhh semuanya jadi runyam nh thorrr next chap cepet di post yaaa

  2. Yaoloh endingnya kegantung;’D adoh kirain luyoon beneran;(( pdhl cmn buat jessica cemburu;(( malah skrg luhan ninggalin jessica;(( makim sedih deh jessica;(( luhan kembali dong;(( sedih huhuhuhu

  3. ohh tebakan aku bener ternyata , kalo luhan sma yoona itu bersandiwara*eaa :3 tapi ini gimana ini aaaa ~ masa iya luhan pergi? Kan mereka belum bahagia T.T aaa gaaasikkkk ~ author cepat di post yaa lanjutannyaaaa ^^

  4. trnyata smuany cuma slah paham toh.., luhan dan yoona membuat kesepakatan ..??!!
    omo !! Luhanny jga bkalan pndah k inggris .. hueee~ andweyo…~ ;'(
    dtunggu klanjutanny thour dan smangat ne ^^

  5. Ternyata eh ternyata luhan sma yoona hnya membuat kesepakatan :v ealah,ksian juga luhan tpi lbih kasian sma mark yg cinta nya bertepuk sblah tangan 😥 yoona trnyata suka suho aku kira mark :v tpi disini sica juga ksian krna ditinggal sma luhan ke inggris 😦 tpi juga slah luhan pkek pura2 buat sica cmburu dngan pura2 pcran sma yoona kan sicanya jdi nganggep thu bneran+mark juga jdi ikut yg tersakiti 😦 hadeh,pnasaran chingu sma klanjutanya keep hwaiting ❤

  6. Ternyata eh ternyata luhan sma yoona hnya membuat kesepakatan :v ealah,ksian juga luhan tpi lbih kasian sma mark yg cinta nya bertepuk sblah tangan 😥 yoona trnyata suka suho aku kira mark :v tpi disini sica juga ksian krna ditinggal sma luhan ke inggris 😦 hadeh,pnasaran chingu sma klanjutanya keep hwaiting ❤

  7. Ternyata luhan sama yoona cuma bikin ke sepakatan? Pantes aja hubungan luhan sama yoona rada aneh. Dan luhan juga keliatannya suka sama jessica.

    Jessica juga kenapa ga nanya “penderitaan” yang luhan maksud itu apa, malah langsung mikir yang aneh2 😥 makin rumit. Luhan pindah?! Kasian banget jessica nya. Udh lama nunggu eh pas udh mau ditembak malah salah paham. Dan sekarang, pas udh tau kebenarannya Luhan sendiri malah udah ga di korea lagi.

    Maksud mark bilang “ternyata aku melakukan kesalahan untuk ke dua kalinya” itu apa? Emang yang pertama sama siapa? Mark suka sama jessica emang dari kapan?

    Next chap ditunggu

  8. Ternyata Yoona sama Luhan bukan sepasang kekasih yaampun:3
    Yah jadi gimana dong makin ribet aja ya situasinya
    Yah yah terus gimana ini kalo Luhan keluar negeri/?
    Ditunggu chap selanjutnya ya thor! ><

  9. Aaaa seruuu>< jadi gimana jess? Yoon? Bener2 OTP gw aduh yoonsic bener2… Gregetttt yoona ternyata..luhan.. Speechless, lanjut yaaa thorrr

  10. Tuh kan….pasti kek gitu… aku sendiri nyesek baca f ini, gimana kalau ff di atas sana ada yg pernah ngalamin ? Pasti nyesek pake banget #malah gaje
    Pokonya ff ini harus dilanjut, jangan gak dilanjutin kayak ff lainnya !!

  11. Tuhkan Yoona bikin rencana sama Luhan..
    Kasihan Jessicanya, ditinggalin Luhan 😦
    Lanjut eonni.. Ditunggu kelanjutannya..

  12. Nah ni yg ditggu2, tryta trbongkar sudah kenytaanya, dr awal q jg feeling klau luhan sm yoona itu gk pcran,cm mcam ada sesuatu yg disembunyikan… akhirnya,yoona jujue,tp syag disaat brsamaan,luhan hrus prgi krn mrsa gagal mndptkn sica,lntas gmn asib hubungan prcintaan mreka….
    Pnsran thor, apa ni akn jdi happy end atau sad end….
    Moment lusica bkin melting….

    Lnjut thor….ditggu y…

  13. Yeeeyyy….Aku tau maksud penderitaan yang waktu di gumam Luhan itu apa ?? aku mengira kan kalau Yoona sms Luhan jika ia itu udah balikan lagi sama Suho terus Akhirnya Luhan seneng soal nya dia udah gk bntu Yoona lagi dan ia bisa mendapatkan Jessica sekarang hahaha !!! Next Thor ya ?? Nah loo….Luhan jadi pergi gak , ayo sica tahan Luhan dan bilang kalau kamu cinta ama dia “!! NEXT THOOORRR

  14. sedihhhhhhhhhhhhhhhhhhbbb.
    knpa yoona ama sica kayak gtuuuuu.
    ihhh jahat ternyata malah bgtuuu.
    uhhhhhhhh terua gmn luhan pergi.
    pasti sica bakal kembali pada mark. ahhhhhhhhh

  15. Waaa LuSica momen nya sweet banget,,,
    Seneng pas tau ternyata Luhan gx oacaran ma Yoona
    Ternyata bener Luhan suka sama Jessica
    Tapi,, Luhan nya jadi pergi gx thor?? Penasaran banget nih,, ditunggu chap selanjutnya yaa

  16. ternyata lu&yoong cuma pura2,sica eon salah mengartikan. makanya lu ge perhatian sama sica eon dia bener2 ada rasa.sicalu sweet banget waktu di rumah hantu,ngenvy dah#plak.ternyata lu ge mau nyatain cinta ga jadi dah misskom.aku suka lu ge sama sica eon,tapi gimana nasib mark?mark sama aku aja.next chap dtnggu thor & KEEP WRITING!!

  17. Loh pergi sih?? Luhan ih bukannya dinyatain duluuu, sica jugaa sensitiv bgt omg terus gimana tuh??? Sica sama luhan gajadian?? Eh seriusan dong ada chap selanjutnya kan??? Aaaa gamau gantung giniiii. Huh ternyata benerkan dugaan ku kalo luhan sama yoona itu sebenarnya gapacaran hadeh hadehh

    Lanjut chinguu fighting!! 😉

  18. pelislah jangan sampe luhan pergi ke inggris TOT lusicaa ayo bersama. dari awal sempet ngira kenapa luhan sama yoona hubungannya biasa biasa aja dingin dingin aja 😦 ternyataaa… lusica ayo bersama.

  19. Ternyata Yoona dan luhan engga punya hubungan apa2…
    Luhan pergi ke Inggris?
    Kasian sica eonni, padahal dia baru tahu kalau Luhan sebenernya suka sama dia..

  20. Uwaaaaaa bener kaaan bener kaaannn!!!! Luhan sm yoona itu gak pacaran Dannn mereka bener2 ngerencanain sesuatu. Ahhhh luhan oppa kenapa harus pergi siihhh??? Aduuuhh aku gregetan bacanua :3 tp sukaa :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s