Repost | Miracle | Part 4 (End) |

Miracle_副本

Title : Miracle

Author : Жin Genie

Main Cast : Jessica Jung

Im Yoona

Xi Luhan

Mark Got7

Choi Suho

Suport Cast :

Kim Jongdae aka Chen

Type : Chapther

Genre : Romance

Rating : Teen

Part 4

 

***Miracle by Жin Genie***

 

 

Setelah kejadian satu tahun yang lalu dimana Luhan benar-benar pergi ke Inggris dan tidak tahu apakah ia akan kembali atau tidak, kini keadaan Jessica tidak seperti dulu lagi. Ia jadi sangat jarang bicara, baik itu kepada Yoona maupun Chen sahabat baiknya, dengan Mark yang lalu sempat dekat dengannyapun ia tidak mau berbicara banyak jika itu tidak penting. Melihat keadaan Jessica yang seperti ini membuat Yoona merasa sangat bersalah. Ia berusaha menghubungi Luhan dengan berbagai cara namun hasilnya nihil. Luhan benar-benar menghilang tanpa jejak.

 

“Oppa, aku harus bagaimana?”tanya Yoona kepada Suho—namja chingunya.

 

Suho tahu masalah yang kini kekasihnya itu hadapi. “Kurasa jalan satu-satunya hanya mempertemukan mereka”Suho mencoba memberi saran. Yoona mengangguk setuju saran dari Suho memang itu jalan satu-satunya, tapi ia tidak tahu dimana keberadaan Luhan sekarang selain Negara yang Luhan tinggali. Tidak mungkin ia pergi ke Inggris dan mencari dimana keberadaan Luhan tanpa petunjuk sedikitpun. Itu sama saja seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Tidak mustahil, hanya saja teramat sulit.

 

Yoona mengehela napas kasar. “Ini semua salahku yang tidak memberitahu Sica lebih awal, mungkin jika aku memberitahunya lebih awal kejadiannya tidak akan seperti ini, oppa”ujar Yoona menyalahkan dirinya sendiri.

 

“Ini bukan salahmu honey, lagipula kejadian itu sudah satu tahun berlalu, aku yakin ini semua sudah menjadi takdir tuhan”ujar Suho bijak.

 

 

 

***

 

 

 

Jessica masuk kedalam Lotte World dengan perasaan sedih. Seharusnya tempat ini menjadi saksi dari pernyataan cinta Luhan padanya, ya seharusnya! Tapi kenyataanya hal itu tidak pernah terjadi dan mungkin tidak akan pernah terjadi.

 

Jessica melangkahkan kakinya semakin dalam memasuki Lotte World, kini ia tengah berdiri di depan rumah hantu. Tempat dimana Luhan memeluknya erat dan saat itu ia merasa sangat nyaman. Mengingatkannya dengan kenangan antara dirinya dan Luhan sekitar satu tahun yang lalu. Jessica tersenyum tipis mengingatnya untuk menyembunyikan perasaannya di balik senyumnya, seharusnya saat Jessica mengingat itu ia merasa bahagia—lagi-lagi seharusnya. Dan kenyataannya tidak seperti itu.

 

Jessica kembali melangkahkan kakinya, kali ini ia menuju komedi putar. Wahana yang ia naiki bersama Luhan satu tahun yang lalu. Ia tahu, sebenarnya waktu itu Luhan tidak ingin menaiki komedi putar, tapi ia memaksanya. Jessica terkekeh kecil jika mengingat kejadian di komedi putar ini, tapi beberapa saat wajah sedihnya kembali terpancar. Jessica tidak mau berlama-lama di depan komedi putar itu karena hanya akan membuatnya semakin mengingat Luhan, tapi memang tujuan awalnya datang kemari untuk mengenang moment ia dan Luhan. Moment yang seharusnya menjadi kenangan indah namun kini malah sebaliknya.

 

Kali ini Jessica berjalan ke arah toilet, Jessica menatap toilet itu dengan sendu. Di depan toilet ini ia dan Luhan bertengkar kecil yang menyebabkan Luhan meninggalkannya. Jika Jessica bisa kembali ke masa lalu ia akan kembali ke masa dimana saat ia dan Luhan bertengkar kecil. Saat itu Jessica tidak akan meminta Luhan untuk melepaskannya, ia akan mengatakan kalau ia sangat mencintai Luhan. Tapi semua itu hanya tinggal harapan sekarang, sekarang yang ada hanya dirinya tanpa Luhan karena Luhan sudah pergi ke Negara nun jauh disana. Bisa saja Jessica nekat mencari Luhan ke Inggris, tapi masalahnya apakah Luhan masih akan menyukainya setelah kecewa dengan sikap kekanakannya? Atau Luhan sudah bahagia disana dengan seseorang yang kini menemaninya—kekasihnya. Di Inggris banyak yeoja cantik nan sexy yang pasti bisa menarik perhatian Luhan dan melupakannya. Memikirkan berbagai kemungkinan Luhan di Inggris hanya membuat dada Jessica sesak. Terlalu menyakitkan.

 

Jessica menghela napas pelan. “Aku tidak bisa seperti ini terus”gumamnya. “Mungkin aku dan Luhan memang tidak ditakdirkan untuk bersama”tambahnya lalu beranjak meninggalkan Lotte World. Beranjak dari masa lalu menuju masa depan yang entah akan seperti apa.

 

 

 

***

 

 

 

“Aku pulang”Seru Jessica saat dirinya sudah sampai dirumah.

 

Mendengar teriakan Jessica, Yoona yang berada di ruang santai pun langsung berlari kearah Jessica disusul Suho yang berada di belakangnya.

 

“Sica”seru Yoona kaget dengan Jessica yang kini tengah berdiri di depannya. Kini Jessica tengah tersenyum manis kearah Yoona. Yoona sangat senang melihat Jessica tersenyum padanya, Jessica kakaknya kini tengah kembali seperti sebelum kejadian satu tahun yang lalu. Yoona langsung menghambur kepelukkan Jessica.

 

“Hey??”seru Jessica bingung tapi ia tetap membalas pelukkan Yoona.

 

“Aku senang kau kembali seperti ini”seru Yoona tanpa melepaskan pelukannya. Jessica hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan Yoona. Ia menjadi merasa bersalah membuat orang terdekatnya begitu cemas dengan keadaannya lebih dari setahun ini.

 

“Aku lelah, aku ingin istirahat”ujar Jessica dengan senyum tipis.

 

Yoona melepaskan pelukkannya. “Baiklah”ujarnya seraya membalas senyum Jessica.

 

 

 

***

 

 

 

Sudah empat tahun lebih semenjak kejadian di Lotte World, kini Jessica dan Yoona sudah lulus kuliah dan bekerja. Yoona bekerja di majalah fashion ternama di korea sementara Jessica bekerja di perusahaan milik keluarganya yang berada di korea, ia menjabat sebagai Manajer perencanaan. Yoona dan Suho sudah bertunangan dan berencana menikah tahun depan. Sementara Jessica masih saja sendiri. Walapun ia sudah merelakan Luhan yang mungkin bukan jodohnya, tapi ia belum bisa dan belum menemukan namja yang mampu membuat jantungnya berdetak kencang selain Xi Luhan.

 

“drttt drrtt”ponsel Jessica bergetar, telpon masuk dari Yoona.

 

“Ada apa, Yoong?”tanya Jessica langsung.

 

“Kau lupa?”tanya Yoona di sebrang telpon sana.

 

Jessica nampak berpikir keras apakah ia ada janji dengan Yoona, tapi hasilnya nihil Jessica tidak ingat kalau hari ini mempunyai janji dengan Yoona. “Lupa apa?”tanya Jessica bingung.

 

Terdengar suara helaan napas Yoona dari sebrang telpon. “Hari ini eomma dan appa akan ke korea, jangan bilang kalau kau lupa kalau kita akan menjemput mereka?”semprot Yoona.

 

Jessica menepuk keningnya pelan. “Sorry Yoong, pekerjaanku sangat menumpuk minggu ini jadi aku lupa kalau hari ini kita akan menjemput eomma dan appa”ujar Jessica menyesal.

 

“Ok, permintaan maafmu aku terima, tapi cepat jemput aku sekarang! Kalau kau tidak ingin terlambat menjemput eomma, kau tahu betul kalau eomma sangat tidak suka menunggu”cerocos Yoona sama seperti eomma mereka yang sangat cerewet—opps.

 

“Ok, tunggu aku 15 menit lagi”seru Jessica.

 

“10 menit”tekan Yoona.

 

“Ah arra”sahut Jessica pasarah.

 

“Tut tut”

 

Yoona menutup telpon begitu saja membuat Jessica kesal. “Dasar tidak sopan”gumam Jessica seraya memasukkan ponselnya kedalam tasnya yang berada diatas meja kerjanya. Jessica mengambil kunci mobil yang ia taruh di laci kerjanya lalu melesat kearah kantor Yoona dengan kecepatan penuh agar Yoona tidak marah-marah padanya. Untung saja hari ini tidak ada polisi lalu lintas yang berjaga kalau tidak Jessica sudah kena tilang karena membawa mobil dengan kecepatan diatas rata-rata.

 

“Ckit”

 

Jessica me-rem mobilnya tepat di depan Yoona. Yoona langsung masuk kedalam mobil begitu saja. “Sepertinya kemampuan menyetirmu semakin baik”puji Yoona karena Jessica datang 1 menit lebih awal, walapun satu menit tapi itu sungguh berarti dalam kondisi seperti ini. Tanpa banyak bicara Jessica langsung tancap gas menuju Bandara Incheon.

 

 

***

 

 

Jessica dan Yoona tidak kembali ke kantor mereka masing-masing setelah menjemput kedua orangtuanya dari bandara. Jika mereka melakukannya eommanya akan marah besar kepada mereka berdua.

 

“Anak eomma semakin cantik-cantik saja”puji Mrs. Jung—eomma Jessica dan Yoona.

 

“Tentu saja”sahut Yoona bangga.

 

Semnetara Jessica hanya tersenyum kecil mendengar percakapan eomma dan adik kembarnya itu. Yoona memang lebih mirip dengan Mrs. Jung sama-sama suka belanja dan cerewet. Sementara gen Mr. Jung lebih banyak pada diri Jessica. Mereka sama-sama pendiam dan suka dengan buku.

 

“Bagaimana hubunganmu dengan Suho, Yoong-ah?”tanya Mr. Jung seraya menyeruput kopi yang tadi dibuatkan oleh Jessica. Yoona langsung menoleh kearah appanya.

 

“Semakin baik appa, aku semakin yakin kalau Suho oppa adalah jodohku”jawab Yoona riang.

 

Mr. Jung menganggukan kepalanya. “Bagus”serunya senang.

 

“Lalu bagaimana denganmu, Sica?”tanya Mr. Jung.

 

Jessica hanya tersenyum tiga jari mendapat pertanyaan seperti itu.

 

“Sudahlah appa, janga bertanya seperti itu pada Sica, sudah pasti jawabannya adalah ‘tidak ada’ ”sahut Yoona mewakili Jessica.

 

“Bagus”seru Mrs. Jung senang dari arah dapur.

 

Sontak Jessica dan Yoona menatap kearah eommnya bingung.

 

“Eomma dan appa berencana melnajutkan perjodohan Sica yang tertunda Empat tahun yang lalu”ujar Mrs. Jung yang mengerti tatapan bingung kedua anaknya itu.

 

“Aku kira itu hanya sebuah candaan eomma waktu itu”komentar Yoona.

 

“Enak saja, mana mungkin eomma bercanda dalam hal sepert itu”balas Mrs. Jung.

 

“Bagaimana Sica kau mau?”tanya sang eomma menatap anak pertamanya menunggu jawaban Jessica.

 

Jessica terdiam, memikirkan jawaban dari pertanyaan eommanya yang membuat eomma, appa dan Yoona harap-harap cemas menunggu jawabannya. “Aku menurut apa kata eomma dan appa saja”ujar Jessica akhirnya.

 

“Tapi eomma dan appa tidak memaksamu Sica, jika kau mau kami akan melanjutkannya jika tidak kami akan menghentikannya. Kebahagianmu jauh lebih penting sayang”ujar Mr. Jung bijak.

 

Jessica tersenyum kearah kedua orangtuanya. “Aku mau perjodohannya ini dilanjutkan”seru Jessica dengan nada yang terdengar sangat yakin.

 

Yoona menatap ke arah Jessica sedih. “Apa kau yakin?”bisik Yoona. Jessica hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Yoona kembali merasa bersalah melihat sikap Jessica yang sangat pasrah itu.

 

“Aku akan baik-baik saja”ujar Jessica mencoba menenangkan Yoona yang mulai merasa bersalah. Saudari kembarnya itu memang lebih sesitif setelah kejadian dimana Luhan meninggalkannya dan juga Korea, ia merasa itu adalah salahnya padahal Jessica sendiri tidak menyalahkan Yoona sedikit pun. Ini semua memang sudah takdir Tuhan yang harus Jessica jalani.

 

“Kau bersiap Sica, dua hari lagi kita akan bertemu dengan keluarga calon suamimu”ujar Mrs. Jung.

 

“Tepat dihari ulang tahun kami?”tanya Yoona kaget.

 

“Ya”sahut Mrs. Jung.

 

 

***

 

 

“Kau yakin akan menerima perjodohan itu Sica?”tanya Yoona saat ini mereka tengah berada di halaman belakang rumahnya.

 

“Kenapa tidak yakin? Aku yakin eomma dan appa akan mencarikanku pendamping hidup yang terbaik untukku”jawab Jessica santai.

 

“Tapi kau tidak mencintainya, Sica”ujar Yoona bersikeras agar Jessica membatalkan perjodohan itu.

 

“Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, Yoong-ah”

 

“Kenapa kau begitu pasarah Sica?”tanya Yoona kesal.

 

“Aku akan memnatumu membujuk eomma dan appa suapaya membatalkan perjodohan ini kalau kau mau”tambah Yoona.

 

Jessica tersenyum kearah Yoona. “Tidak perlu, tenang saja semuanya akan baik-baik saja Yoong, percaya padaku”ujar Jessica lembut.

 

Yoona menghela napas pasrah. “Terserah kau saja”ujar Yoona lalu meninggalkan Jessica sendiri.

 

Tes tes

 

Setelah Yoona pergi air mata Jessica yang daritadi Jessica tahanpun tumpah, sejujurnya ia juga tidak ingin perjodohan ini. Ia masih sangat mencintai Luhan, tidak ada namja yang bisa menggantikan posisi Luhan di dalam hatinya. Tapi ia berusaha untuk tidak kembali ke masa lalu dan mengabaikan masa depannya begitu saja. Biar bagaimana pun ia harus menata masa depannya, bukannya meratapi masa lalunya yang tidak akan terulang kembali.

 

Di ulang tahunnya kali ini Jessica meminta kepada tuhan agar memberinya sebuah Miracle, yang benar-benar akan merubah hidupnya secara keseluruahn. Dan semoga tuhan mendengar doanya ini.

 

 

***

 

 

“Kau yakin akan menerima perjodohan itu, Sica?”tanya Chen. Saat ini Jessica dan Chen tengah makan siang di restoran dekat kantor Jessica.

 

Jessica menganggukkan kepalanya. “Mungkin ini yang terbaik untuk ku”jawab Jessica lalu menyeruput Orange Juice pesanannya. Chen menganggukkan kepalanya sekilas.

 

“Dan berhentilah berlebihan seperti Yoona, dia selalu menanyakan hal yang sama setiap jamnya. Aku sampai pusing mendengar pertanyaan Yoona”lanjut Jessica dengan nada bercanda.

 

Chen menatap Jessica cemas. Ia tahu sahabatnya seperti apa. Ia tahu Jessica tidak menginginkan perjodohan ini. “Kalau begitu berhentilah membohongi orang lain dengan memasang senyum palsumu. Tunjukan perasaanmu yang sebenarnya agar kami tahu”balas Chen.

 

Jessica terdiam. Sepertinya Chen jauh lebih mengenal dirinya dibanding dirinya sendiri.

 

“Apa kau menerima perjodohan ini karena di hatimu masih ada Luhan?”selidik Chen.

 

Jessica tersenyum sekilas. “Bahkan aku sudah tidak ingat lagi padanya”elak Jessica. Chen mendesah kecewa ‘Kau bohong Jessica Jung! Aku tahu betul bagaimana dirimu, selama ini kau belum bisa melupakan Luhan’ujar Chen dalam hati.

 

“Kau sudah tahu bagaimana orang yang akan menjadi suamimu kelak?”tanya Chen berpura menerima jawaban bohong Jessica. Jessica menggelengkan kepalanya.

 

“Lalu?”

 

Jessica mengangkat kedua bahunya. “Entahlah, mungkin lebih baik kalau aku tidak tahu”ujar Jessica santai.

 

“Jika kau sudah bertemu dengannya lalu kau tidak menyukainya apa yang akan kau lakukan? Membatalkannya atau melanjutkannya?”tanya Chen penasaran.

 

Jessica mendesah pelan. “Aku tidak ingin membuat orangtuaku kecewa”ujarnya dengan suara lirih.

 

“Walau mengorbankan dirimu serta persaanmu?”timpal Chen cepat.

 

“Ya”sahut Jessica.

 

“Semoga kau tidak menyesalinya di kemudian hari, Sica”nasihat Chen.

 

Jessica tersenyum tipis. “Kuanggap itu sebagai doa untuk ku”sahutnya seraya meminum Orange Juicenya lagi.

 

 

***

 

 

Setelah bertemu Chen untuk memberitahu bahwa dirinya mungkin akan bertunangan dalam waktu dekat ini atau langsung menikah dalam waktu dekat ini, Jessica memutuskan untuk mengelilingi kota Seoul yang sangat ramai ini dengan menggunakan mobilnya. Perkataan Chen tadi terus berputar-putar di dalam pikiran Jessica.

 

“Semoga kau tidak menyesalinya di kemudian hari, Sica”

 

Entah mengapa kata-kata itu terus terngiang-ngiang di dalam pikirannya, mendadak ia menjadi ragu dengan perjodohan itu. Jessica menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh ragu dengan perjodohan itu. Ia harus yakin bahwa perjodohan itu adalah jalan yang terbaik yang di gariskan tuhan untuknya dan meyakinkan dirinya bahwa Luhan benar-benar hanya masa lalunya yang harus menjadi masa lalu saja. Jessica membanting stirnya memutar arah lalu menuju tempat yang selama ini ia kunjungi jika sedih ataupun jika ia sedang bingung. Tidak ada satupun orang yang tahu tentang tempat istimewa itu selain dirinya sendiri dan tuhan—tentu saja. Tempat itu adalah komedi putar yang ada di Lotte World, tempat terakhir ia melihat Luhan tersenyum manis padanya.

 

Jessica menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan melalui mulutnya sebelum ia masuk kedalam Lotte World. Setelah melakukan ritualnya sebelum masuk kedalam Lotter World kini dengan langkah pasti Jessica memasuki Lotte World dan langsung menuju komedi putar—tempat favoritenya.

 

Seperti biasa Jessica melihat banyak anak kecil yang mengantre untuk menaiki wahana tersebut. Jessica selalu tersenyum kecil jika mengingat saat ia membujuk Luhan untuk naik wahana ini. Saat itu, raut wajah Luhan sangat terkejut saat dirinya menyebutkan komedi putar sebagai wahana yang ingin ia naiki.

 

Tidak terasa kini giliran Jessica yang menaiki komedi putar, dengan santai Jessica menaiki sebuah kuda-kudaan yang selalu ia tunggangi jika ke wahana komedi putar ini. Jessica memejamkan matanya, menikmati wahana komedi putar yang mungkin terakhir kalinya ia naiki.

 

Luhan-ah, sekarang aku akan benar-benar melupakanmu dan memulai hidupku yang baru, tolong doakan aku agar hidup bahagia dengan seseorang yang akan menjadi suamiku. Akupun akan melakukan hal yang sama untukmu, mendoakanmu agar kau hidup bahagia. Ucap Jessica dalam hati.  Tak terasa setetes air matanya mengalir begitu saja. Ini terlalu menyakitkan memang untuk Jessica yang masih begitu mencintai Luhan dalam kurun waktu yang cukup lama tanpa adanya kabar dan kepastian.

 

“Saranghae, Xi Luhan”

 

 

 

***

 

 

 

“Sica, kau sudah siap?”teriak Mrs. Jung dari lantai bawah.

 

“Sebentar lagi eomma”sahut Jessica dari lantai dua rumahnya.

 

“Yoona cepat sedikit, kita akan telat kalau kau terlalu lama merias diri”omel Mrs. Jung yang tahu kebiasaan Yoona yang selalu lama jika merias diri.

 

“Iya, eomma”Sahut Yoona.

 

Jessica dan Yoona keluar dari kamar mereka masing-masing. Jessica menggunakan long dress berwarna cokelat muda sedangkan Yoona menggunakan dress selutut berwarna biru tua.

 

“Kau nampak sangat anggun menggunakan dress itu”puji Yoona seraya menghampiri Jessica.

 

Jessica tersenyum mendengar pujian dari kembarannya itu. “Kau juga sangat cantik menggunakan dress itu”puji Jessica balik.

 

“Tentu saja, Jung Yoona”sahut Yoona bangga. Jessica terkekeh mendengarnya.

 

“Ayo kita turun, sebelum eomma teriak lagi”seru Jessica seraya berjalan terlebih dahulu.

 

“Aigoo anak-anak eomma cantik sekali”puji Mrs. Jung kepada kedua putrinya yang nampak sangat cantik malam ini.

 

“Anak kita”ralat Mr. Jung cepat. Mendengar protess dari Mr. Jung membuat ketiga wanita cantik itu terkekeh.

 

“Sudahlah, ayo nanti kita bisa terlambat tidak enak dengan keluarga calon besan”seru Mr. Jung.

 

 

***

 

 

Keluar Jung masuk kesebuah restoran mewah yang berada di daerah gangnam, restoran yang hanya bisa di datangi oleh orang-orang berkantung tebal saja karena satu porsi makanan disini di bandrol dengan harga yang cukup menguras dompet.

 

“Selamat datang”sapa pelayan restoran itu dengan ramah. Yang dibalas senyum kecil oleh keluarga Jung.

 

“Apakah anda keluarga dari Jung Yunho?”tanya sang pelayan. Mr. Jung menganggukkan kepalanya.

 

“Mari saya antar”ucap pelayan itu sopan seraya menunjukkan meja yang sudah di pesan Mr. Jung. Meja yang di pesan oleh Mr. Jung itu berada di dekat dengan jendela yang menampakan pemandangan kota seoul yang sangat indah.

 

“Ah untung saja mereka belum datang”ujar Mr. Jung lega.

 

“Memangnya kenapa kalau mereka datang terlebih dahulu, appa?”tanya Yoona penasaran.

 

“Tentu saja tidak enak sayang, mereka datang jauh-jauh saja sudah sampai masa kita yang lebih dekat datang terlambat”jawab Mr. Jung. Yoona hanya menganggukkan kepalanya sekilas.

 

“Rapikan diri kalian”seru Mrs. Jung. Jessica dan Yoona hanya menurut saja tanpa banyak bicara. Yoona sangat penasaran seperti apa keluarga yang akan di jodohkan dengan saudari kembarnya itu sampai membuat keluarganya begitu menghormatinya.

 

“Memang keluarga yang akan datang itu keluarga seperti apa sampai eomma dan appa serepot ini?”akhirnya pertanyaan yang membuat Yoona sangat penasaran itu terlontar juga dari bibirnya.

 

“Keluarga ini sangat terhormat sayang, di Amerika keluarganya cukup terkenal dan juga usaha mereka sekarang sedang maju pesat semenjak di pimpin oleh anak laki-laki mereka dan juga mereka salah satu rekan bisnis, appa”jelas Mr. Jung panjang lebar. Yoona menganggukkan kepalanya mengerti. Jessica yang mendengar penjelasan appanya tentang keluarga namja yang akan dijodohkan dengannya merasa sangat tegang. Sedikit terselip rasa kurang percaya diri pada diri Jessica, ia takut jika namja yang akan dijodohkan dengannya tidak menyukainya.

 

Mr. Jung melihat arlojinya sekilas. “Sebentar lagi keluarga mereka akan datang”ujarnya tidak sabar.

 

“Ting”

 

Lonceng yang terdapat di pintu masuk berbunyi, masuklah sebuah keluarga dengan dandanan yang sangat rapi.

 

“Jaejoong”seru Mr. Jung.

 

“Yunho”seru orang yang tadi di panggil Jaejoong oleh Mr. Jung. Orang yang bernama Jaejoong itu memeluk Mr. Jung membuat semua keluarga Jung mengarahkan pandangannya kearah mereka.

 

“Mark”seru Jessica dan Yoona terkejut saat melihat seorang namja yang datang bersama teman appa mereka. Jessica dan Yoona saling bertukar pandang –apakah-dia-calon-tunangan-ku/mu kurang lebih seperti itulah arti tatapan keduanya.

 

Mark pun tak kalah terkejut dengan Jessica dan Yoona, ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Jung sister setelah mereka lulus kuliah.

 

“Sudah lama tidak bertemu Jess, Yoong”sapa Mark dengan senyum yang mengembang.
“Apa kabar”sambungnya.

 

“Baik”sahut Jessica dan Yoona kompak.

 

“Ah ternyata kalian masih ingat dengan Mark ya”seru Mr. Jung senang. Jessica dan Yoona hanya menaganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

 

“Wah ternyata kedua putrimu sangat cantik”puji Jaejoong. “Mana yang bernama Jessica?”tanya Jaejoong seraya menatap Jessica dan Yoona bergantian.

 

“Glek”

 

Jessica menelan salivanya dengan berat, apakah Mark yang akan dijodohkan dengannya? Dengan takut-takut Jessica bersuara. “Saya, ahjussi”ucap Jessica sopan seraya membungkukan sedikit badannya.

 

Jaejoong tersenyum melihat sikap Jessica yang sangat sopan. “Wah selain cantik kau juga sangat sopan, pantas dulu anakku sangat menyukaimu”ujar Jaejoong ahjussi membuat Jessica dan Mark merah merona karena malu.

 

“Appa!”protes Mark.

 

Para orangtua terkekeh mendengar protes Mark. “Aku tidak tahu kalau Mark menyukai Jessica, kalau tahu begitu akan aku jodohkan saja mereka”canda Mr. Jung. Para orangtua kembali tertawa. Sementara Mark hanya tersenyum sekilas sedangkan Jessica dan Yoona mengerutkan keningnya. Mereka pikir Mark adalah namja yang akan di jodohkan dengan Jessica ternyata dugaan mereka salah. Jessica menghela napas lega—untuk sesaat.

 

“Jadi Mark bukan namja yang akan di jodohkan dengan Jessica?”tanya Yoona penasaran.

 

Semua langsung menatap Yoona kaget, tapi hanya sesaat lalu tertawa—kecuali Jessica tentunya karena ia sama seperti Yoona—tidak tahu apa-apa.

 

“Tentu saja bukan sayang, kenapa kau berpikir seperti itu?”tanya Mrs. Jung.

 

“Aku hanya menduga saja, lalu mana namja yang akan dijodohkan dengan Jessica?”

 

“Mereka belum datang”

 

“Lagipula, Mark sekarang sudah memiliki tunangan”seru Mrs. Jung. Yoona dan Jessica menganggukkan kepalanya sekilas.

 

“Ah sepertinya kami harus pergi, keluarga Shin sedang menunggu kami”ujar Jaejoong berpamitan.

 

Mr. Jung tersenyum kecil. “Aratsseo, kami tunggu undangan dari kalian”ujarnya.

 

“Pasti”sahut Jaejoong ahjussi. Lalu keluarga Kim itu pergi kelantai atas restoran itu untuk menemui calon besan mereka.

 

“Aku kira Mark yang akan dijodohkan denganmu”bisikYoona. Jessica menganggukkan kepalanya. “Aku juga sempat berpikir seperti itu”sahutnya berbisik.

 

“Appa eomma aku mau ke toilet dulu”ucap Jessica meminta ijin seraya berdiri dari duduknya.

 

“Aku ikut denganmu Sica, aku juga mau ke toilet”ujar Yoona ikut berdiri.

 

“Silahkan tapi jangan lama-lama takut mereka datang”seru Mrs. Jung. Jessica dan Yoona mengangguk seklias.

 

Selang beberapa saat setelah Jessica dan Yoona pergi ke toilet lonceng yang terdapat di pintu masuk kembali berbunyi. Keluarga yang tadi di tunggu oleh keluarga Jung akhinya datang juga.

 

“Maaf kali terlambat”ucap seorang pria paruh baya.

 

“Ahh tak apa, silahkan duduk”seru Mr. Jung mempersilahkan.

 

“Mana kedua putri cantikmu Yunho-ssi?”tanya pria paruh baya itu.

 

“Sedang ke toilet, mungkin dia terlalu gugup akan bertemu namja yang akan dijodohkan dengannya jadi perlu menenangkan diri terlebih dahulu”jawab Mr. Jung panjang lebar.

 

“Aku sudah tidak sabar melihat kedua putrimu Yunho-ssi”serunya senang.

 

Mr. Jung terkekeh pelan. “Sebentar lagi mereka akan datang”ucapnya.

“Ah kau semakin tampan saja”puji Mr. Jung kepada namja yang akan dijodohkan dengan Jessica yang dibalas senyum kecil oleh namja itu.

 

“Nah itu anak mereka datang”seru Mrs. Jung saat Jessica dan Yoona kembali dari toilet.

 

Jessica melihat kursi di depannya tadi sudah di isi oleh keluarga namja yang akan dijodohkan dengannya. Sekarang yang Jessica lihat hanya punggung namja yang akan dijodohkan dengannya karena namja itu sedang duduk membelakanginya. Tapi baru melihat punggungnya saja sudah membuat Jessica gugup. Jessica menarik napasnya panjang lalu mengeluarkannya melalui mulutnya secara perlahan mencoba membuat kegugupannya berkurang.

 

Namja yang dijodohkan dengan Jessica membalikkan tubuhnya dan sekarang dapat dengan Jelas Jessica lihat siapa namja yang akan dijodohkan dengannya itu.

 

“Lu—han”seru Jessica pelan. Ia sangat terkejut begitu melihat namja yang akan dijodohkannya itu adalah Luhan—namja yang selama ini ia cintai. Luhan pun tak kalah terkejutnya dengan Jessica saat ia membalikkan badanya dan mendapati Jessica tengah berdiri di samping kanannya.

 

Luhan menatap Jessica tanpa berkedip, sungguh betapa ia sangat merindukkan yeoja yang saat ini berdiri di hadapannya. Begitupun Jessica, ia hanya mampu terdiam seraya menatap Luhan penuh kerinduan. Rindu yang selama empat tahun lebih ia tahan dan bahkan ia berusaha musnahkan.

 

Kedua orangtua mereka menatap Jessica dan Luhan bingung, kedua orangtua mereka tidak tahu kejadian empat tahun yang lalu. Sementara Yoona menatap Luhan dan Jessica haru. Akhirnya dua sejoli yang saling mencintai itu di pertemukan kembali dengan keadaan yang tak terduga sebelumnya.

 

“kalian sudah saling kenal?”tanya Mrs. Xi—eomma Luhan bingung.

 

Jessica dan Luhan hanya menganggukkan kepalanya tanpa melepaskan kontak mata diantara mereka. Mereka masih ingin memuaskan kedua panca indra setelah sekian lama tidak bertemu. Mereka takut jika mereka mengalihkan pandangan mereka sosok yang sangat dirindukannya itu akan menghilang.

 

“Namja yang membuat Sica berubah drastis selama satu tahun dan yang membuat Sica selama ini tidak membuka hatinya untuk namja lain adalah—Xi Luhan”ujar Yoona panjang lebar. Kedua orangtua mereka kini menatap Luhan dan Jessica haru.

 

“Jadi ice princessmu yang kau maksud adalah Jessica?”tanya Mrs. Xi. Luhan hanya menganggukkan kepalanya.

 

Mendengar itu membuat air mata Jessica yang daritadi ia tahan akhirnya mengalir di pipi indahnya. Tanpa membuang waktu lagi Jessica menghambur ke pelukkan Luhan—namja yang selama ini ia cintai. Luhan pun dengan senang hati membalas pelukkan Jessica.

 

“bogoshippoyo”ucap Jessica pelan dalam pelukkan Luhan. Mendengar itu membuat Luhan semakin mengeratkan pelukkannya. “Na ddo”balasnya. Luhan tidak ingin melepaskan Jessica, ia takut jika ia mengendurkan pelukkannya Jessica akan lepas darinya lagi.

 

“Hiks hiks”Jessica terisak masih dalam pelukkan Luhan. Mendengar yeoja yang dicintainya menangis membuat Luhan melepaskan pelukkannya lalu menatap Jessica lekat seraya menghapus air mata Jessica dengan lembut. “Waeyo?”tanya Luhan tidak mengerti kenapa Jessica menangis.

 

Jessica menggelengkan kepalanya. “Aku sangat bahagia bisa kembali bertemu denganmu”ujar Jessica. Mendengar itu Luhan kembali menarik Jessica kedalam pelukkannya lalu mencium puncak kepala Jessica lama.

 

“Saranghae, jeongmal saranghaeyo, Jessica Jung”ucap Luhan. Akhirnya kata itu terucap oleh bibir Luhan. Jessica sudah lama menanti kata itu keluar dari bibir Luhan.

 

“Na ddo, na ddo sanghaeyo, Xi Luhan”balas Jessica.

 

Kedua orangtua mereka dan Juga Yoona melihat itu tersenyum senang.

 

“Tidak salah kita menjodohkan mereka”ujar Mr. Xi yang mendapat anggukkan dari para orangtua.

 

***

 

 

Setelah acara makan malam di restoran Jessica pulang diantar oleh Luhan. Ternyata mereka masih ingin melepas rindu berdua. Jessica terus menatap Luhan yang tengah focus menyetir.

 

“Apa aku setampan itu sampai kau terus menatapku?”tanya Luhan yang membuat Jessica kaget. Jessica mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil. “Aku tidak menatapmu”elak Jessica lalu mengalihkan tatapannya dari Luhan.

 

Luhan terkekeh mendengar elakan dari Jessica padahal sudah Jelas kalau Jessica daritadi terus menatapnya. “Masih berani bohong padaku”cibir Luhan, Jessica mengembungkan pipinya mendengar cibiran Luhan. Luhan tersenyum kecil melihat reaksi Jessica.

 

Tidak berubah. Pikirnya senang.

 

“Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi sebelum hari ulang tahunmu berakhir?”tanya Luhan dengan mata focus kedepan. Jessica kaget Luhan tahu kalau ini hari ulang tahunnya. “Darimana kau tahu hari ini aku ulang tahun?”selidik Jessica menatap Luhan terkejut.

 

Luhan terkekeh kecil mendengar pertanyaan Jessica. “Tentu saja aku tahu, mana mungkin hari ulang tahun yeoja yang aku cintai, aku tidak tahu”ujar Luhan. Jessica hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon.

 

“Apakah ada tempat yang ingin kau kunjungi? Atau ada suatu hal yang ingin kau lakukan?”ulang Luhan.

 

Jessica berpikir sejenak. “Ada!”serunya semangat.

 

 

***

 

 

“Lotte World?”seru Luhan tidak percaya Jessica mengajaknya ketempat seperti ini. Ia kira Jessica akan membawanya ketempat romantic atau semacamnya.

 

“Kenapa kau ingin kesini?”tanya Luhan saat mereka sudah sampai di tempat yang Jessica ingin kunjungi sebelum ulang tahunnya berakhir.

 

“Ada satu wahana yang ingin aku naiki”jawab Jessica riang.

 

“Jangan bilang kalau itu komedi putar lagi”protes Luhan.

 

Jessica terkekeh pelan mendengar protes dari Luhan. “Tidak, kali ini bukan komedi putar”ujar Jessica.

 

Luhan mendesah lega. “Talu?”selidiknya. Tanpa menjawab pertanyaan Luhan Jessica menarik tangan Luhan  menuju wahana yang ingin ia naiki.

 

“Bianglala”ujar Jessica saat mereka sudah berada di depan Bianglala raksasa.

 

“Kenapa kau ingin menaiki ini?”tanya Luhan penasaran.

 

“Aku ingin tahu apa yang dirasakan pasangan kekasih saat mereka menaiki bianglala”jawab Jessica lalu menarik tangan Luhan masuk kedalam bianglala. Luhan dan Jessica duduk saling berhadapan. Bianglala berputar dengan perlahan. Jessica terus menatap Luhan intens setelah masuk kedalam bianglala.

 

“Kenapa menatapku seperti itu?”tanya Luhan sedikit risih.

 

“Kau tahu? Kau adalah kado terindah yang aku dapat di hari ulang tahunku. Kau adalah miracle yang aku minta pada tuhan”ujar Jessica seraya tersenyum manis kearah Luhan.

 

Luhan terkekeh mendengar ucapan Jessica. “Kau sedang merayuku, nona Jung?”seru Luhan seraya menarik hidung mancung Jessica.

 

“Anggap saja begitu”sahut Jessica.

 

“Aigoo, sekarang kenapa kau begitu agresif? Kau tidak seperti Jessica Jung yang ku kenal dulu”komentar Luhan seraya terkekeh pelan.

 

“Tentu saja, aku yang sekarang bukan aku yang bodoh seperti dulu. Yang membuat namja yang kucintai pergi dariku”balas Jessica.

 

Luhan langsung menarik Jessica agar duduk di sampingnya setelah mendengar penuturan jujur Jessica lalu menatap kedua mata indah Jessica lekat. “Saranghae”ucap Luhan.

 

Jessica tersenyum. “Na ddo saranghae’balas Jessica.

 

Perlahan Luhan mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica seraya menatap kedua mata Jessica, mencoba meyakinkan Jessica bahwa ia sangat mencintainya. Sekarang jarak antara wajah Luhan dengan Jessica hanya beberapa senti lagi dan chu~ sebuah ciuman manis di daratkan oleh Luhan dibibir merah Jessica. Mereka berciuman tepat saat bianglala itu telah mencapai puncaknya seperti yang Jessica harapkan.

 

Kau lebih dari sebuah miracle untukku, Jessica my ice princess.  Kau adalah segalanya untukku.

 

 

The End

 

00: 12 WIB

27 Oktober 2012

***Miracle by Жin Genie***

 

Iklan

28 pemikiran pada “Repost | Miracle | Part 4 (End) |

  1. Yeay.. akhirnya happy ending 🙂
    awalnya aku kira Luhan yg dijodohin sama Jessica, terus pas Jessica ketemu sama Mark.. aku langsung down, soalnya aku kira yang dijodohin sama Jessica itu Mark..
    dan akhirnya, Luhan juga yang dijodohin sama Jessica 🙂

  2. wahhh seruuu…pas ada kata2 jungsis itu aku malah kebayang krystal sma jessi bkan yoonsic hahahahaha
    pertama aku mikirin lusic dijodohin,pas ad mark langsung gmana yaaa radaa yah masa sama mark? ternyata mark cman nmang lewat(?) doang hahahaha
    mark dijodohin sma siapa thor?
    seteah 4 tahun gk ketemu,jessi jadi jago gombal hahahahaha
    ok thor jangan lupa lanjut ff le pascuasica,hot games,d populer dongg udh lama banget nunggu ff itu hehehehe

  3. happy ending.sica eon kasian ga bisa move on apalagi waktu setahun setelah lu pergi.aku kira mark yang dijodohin sama sica eon.ortu mereka ga salah jodohin.lusica sweet.dtnggu ff yang lain thor & KEEP WRITING!!

  4. Hwaaa udh end aja;’D happy end adoh senangnyaaa hehe.buat sqnya doan thor
    Angkat kaget jg ternyata mark bakal dijodohin sama sica ternyata hanya lewat doang xd. Lusic ciuman didepan ortu ih xd
    Oh iya thor ff hot games kapan dilanjut?udh kgn sama tuh ff

  5. huwwaaaa…… so sweet, bnar2 ending yg q hrapkan, jodoh tkkan kmana walau sejauh apa pun atau slma apapun.slma dia adlh takdir mu mka dia akn tetap kmbali pdamu…. kyaknya kt2 ni yg bs kudeskripsikan utk mreka, hansica the best….
    tq thor….

  6. Akhirnya bisa baca lanjutan ff author,,
    Kyaaa mereka so sweet banget…/lirik LuSica/
    Awalnya sempet ngira klo Mark yang bakal dijodohin,, ternyata Luhan 😀
    Berharap klo author bikin sequel LuSica nya 🙂
    Fighting!!

  7. Yah,ternyata udh End tpi Happy Ending lusica juga bahagia ,pertama ak kira yg dijodohin sma sica ,itu mark eh trnyata luhan ,,,terharu bnget pas tau sica dijodohin sma luhan ,, ditunggu ff author yg lain

  8. Wahhh!!~~ Ending Romantis Bangett 😀
    Aku Suka Aku Suka :3

    Kirain Mark Yang Bakal Dijodohin Ama Sica,Eh! Tau”nya Luhan 😀
    Seneng Banget Aku 😉
    Sering” Bikin FF Kaya Gini Ya Thor 😉 😀

  9. waaahhh !!!! thour !!! nge feel !!!!!! XD
    dae to the bak !!!!!! :3
    astaga !!! ak dag-dig-dug belalang kuncup(?) ngebacany !!!! XD
    keren bnget !!!
    sbenerny ak udh ngira klw yg dijodoh kn sma jessica itu luhan.., tpi pas ada adegan mark.., tiba-tiba harapan jdi pupus .., ehh, tau-tauny trnyata jessica dn luhan yg sbenarny dijodohkan !!!
    dtunggu krya athour lainny dan smangat ne ^^

  10. Whoa.. happy enfing deh..
    Aku suka. Suho yoona-nya jga bgus, thor..
    Anyway.. koq yoona sgitu nya sih.. sama sica?? jahat banget.
    Tp bagus koq thorr…
    Fighting~ utk terus merekomendasi FF LuSica..

  11. Sumpah aku lega banget ..
    Chapter ini banyak memberikan kejutan yang pertama aku kira sica cegat luhan biar ga pergi ke inggris
    Kedua ku kira mark yang di jodohkan sama sica . Pas bagian itu aku sempet dag dig dug
    Yang ketiga aku kira sica ngajak luhan ke komedi puter ternyata enggak

    Pokoknya daebak dech ff mu .. eonn
    Keep writing eonn

  12. ff ini benar-benar keren.. aku kira pas si luhan pergi ke inggris udah end ehh ternyata belum.. dan tadi aku kira jessica bakal di jodohin sama mark huftt akhir lusica…
    kerennn aku suka.. banyak kejutannya..
    sebenarnya ga rela kalau ff ini ending… pengan ada lanjutannya yang marrige(?) life..
    ❤ lusica couple….
    terus buat ff lusica ne eon..

    keep writing!///

  13. ya ampunn bgusss banget weh ceritanya 😀 aku suka bgttt ceritanya 😀 akhirnya jessica sama luhan bersatu .. kasian bgtt jessica pas ditinggal luhan sampe parah gtu kondisinya.. 😦 tp akhirnya happy ending 😀 yhiiiiipiiiii … terus berkarya ya thor 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s