FFT | Pregnant Effect | OneShoot |

lusica pe

Main cast: Xi Luhan, Jessica Jung

Genre: Marriage life, Romance-Comedy

Annyeong readers…

Author Xi imnida. Ini ff LuSica (Luhan-Jessica) pertama yang author share di WP ini.

Mian kalau kata katanya rada berantakan dan typo. Jangan lupa tinggalkan komentar.

Happy reading…^^ -Xi Wu OhFany-

 

Author POV

 

Luhan kembali meringis ketika yeoja disampingnya menarik paksa selimut yang

Biasa mereka gunakan bersama.

“ya jess, jangan rakus begitu. Aku juga kedinginan!” gumam luhan yang bisa

Dibilang setengah sadar itu pada yeoja yang menggulung dalam selimut tebal

Yang kini jadi hak miliknya seorang.

Tak ada jawaban dari yeoja itu, luhan mulai mengacak rambutnya kesal.

Perlahan ia mulai menarik sedikit demi sedikit selimut yang menggulung di

Tubuh yeoja itu. Dan akhirnya dia berhasil mendapatkan kembali bagiannya.

Baru saja merasakan hangatnya selimut itu, tiba tiba yeoja itu malah

Menggeser posisi tidurnya yang membuat luhan sukses terjatuh dilantai.

“ah…” gumam luhan memijit kepala belakangnya yang membentur lantai

Meskipun lantai itu dilapisi karpet, tetap saja kepala luhan berdenyut

Kini luhan sudah sadar sepenuhnya akibat benturan keras yang diterimanya.

Luhan masih duduk terdiam di karpet itu memperhatikan wajah polos yeoja

Yang kini sudah tidur ditempat yang seharusnya jadi tempat tidur luhan.

Luhan sesekali tersenyum melihat yeoja itu, ya yang benar saja, dia sama sekali

Tidak marah pada yeoja itu?! Ah tentu saja, luhan tak bisa Marah pada jessica

Yang sudah berstatus sebagai istrinya itu. Terlebih lagi saat ini jessica sedang

Mengandung anak pertama mereka yang kandungannya masih berusia 4 bulan

Itu. Ya luhan memaklumi perubahan yang perlahan terjadi pada istrinya itu,

Terutama Sleeping Habbit jessica yang tiba tiba berubah drastis. Tapi sejauh ini

Luhan masih menganggap hal itu mungkin bawaan kandungan sica, dan masih

Masuk akal.

Luhan mengambil sebuah bantal kepala dan berjalan perlahan kearah pintu

Kamar, dan mulai membukanya perlahan karena takut sica terbangun.

 

Sinar matahari pagi itu mulai masuk menembus tirai tirai putih tipis yang

Membuat yeoja bernama jessica itu terbangun dari tidurnya. Hal pertama yang

Dicarinya tentu saja sosok suaminya. Tapi yang dia dapati luhan sudah tak ada

Dikamar itu. Perlahan sica bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar dari kamar.

Pemandangan mengejutkan kini terpampang dihadapannya.

Ia mendapati luhan yang tertidur di sofa ruang tv sambil memeluk sandaran

Sofa itu dengan erat. Dan itu sudah pasti membuat jessica tertawa.

“apa aku menendangmu lagi tadi malam?” bisik sica pelan sambil memperbaiki

Poni luhan yang acak acakkan itu. Tak lama mungkin karena tersadar kalau ada

Seseorang yang mengajaknya berbicara, luhanpun mulai mengedip kedipkan

Matanya. Dan memandang kearah yeoja dengan piama pink nya yang sedang

Berdiri menatapinya dari balik sandaran kursi yang tadi malam dijadikannya

Guling itu.

“em, kau membuatku berciuman dengan lantai lagi semalam.” Gumam luhan

Dengan suara manjanya dan ekspresi bangun tidurnya yang sangat lucu itu.

“bukankah kau menyukainya eoh?” ejek sica hendak berlalu dari tempat itu.

Namun sayang luhan menarik pergelangan tangannya dengan cepat.

“cepat duduk disini.” Gumam luhan menepuk bagian kosong disampingnya

Dengan malas jessica duduk disamping luhan sambil mengelus sayang

“apa tidurmu nyenyak semalam?” tanya luhan sambil merangkul jessica

“em.” Angguknya

“tentu saja tidurmu nyenyak Xi Jessica. Bagaimana tidak eoh? Kau memakai

Kasur ukuran king size itu sendirian, dan tidur bergulung dalam selimut

Tebalmu.” Protes luhan masih dengan nada manjanya

“mian, aku tak sadar melakukan itu lu, aku saja terkejut melihatmu tidur

Disini lagi.” Jawab sica tertunduk karena merasa bersalah pada sang suami

Yang sepertinya sudah sering jadi korban sleeping habbitnya yang brutal

Baru baru ini.

“hehe jangan cemberut begitu, aku tak marah kok.” Jawab luhan mencium pipi

Kiri jessica.

Luhan benar benar suami yang pengertian, jessica tak mampu

Menyembunyikan rasa senangnya hanya membenamkan wajahnya dalam

Pelukan hangat luhan.

“yasudah, cepat mandi, aku akan mentraktirmu makan.” Jawab luhan

Dengan ligat jessica segera bangkit dari posisinya dan berlari kecil masuk

Kedalam kamar mandi.

Luhan sengaja mengajak jessica makan diluar karena luhan tau betul istrinya

Itu tak boleh kecapean, jadi mana mungkin luhan tega menyuruh istrinya itu

Memasak ataupun mengerjakan hal hal berat lainnya.

Terlebih hari ini luhan sedang libur kerja.

 

Seusai acara makan,luhan dan sica melanjutkan perjalanan mereka kesalahsatu

Departement store terbesar diseoul untuk membeli kebutuhan harian mereka

Yang sudah mulai habis.

Sebelum masuk kedalam supermarket, luhan dan jessica melewati sebuah toko

Boneka yang dipenuhi berbagai macam ukuran dan warna boneka beruang.

Jessica benar benar terpaku dan segera menarik luhan masuk ketoko itu.

“lu, aku mau ini.” Tunjuk sica manja pada sebuah boneka beruang berwarna

Putih bersih dengan bulu yang tebal, dan sadisnya bahkan sepertinya ukuran

Beruang itu lebih besar daripada badan luhan.

“eh? Kau mau yang ini?” tanya luhan meyakinkan

Jessica hanya mengangguk sambil mengelus perutnya

“ah baiklah.” Jawab luhan mengerti

Jessica terlihat senang dengan perhatian yang luhan berikan, ya luhan sadar

Kalau istrinya sedang ‘ngidam’.

Setelah puas berbelanja, luhan memasukkan beberapa tas belanjaan kebagasi

Mobilnya sedangkan sica terlihat sibuk mencari sesuatu.

“kau mencari apa em?” tanya luhan menghentikan kegiatannya sebentar

“bonekaku.” Gumam sica masih belum menemukan boneka beruang

Raksasanya itu.

“ah, aku menyuruh mereka langsung mengantarnya ke apartement kita.”

Jawab luhan yang setidaknya membuat sica lega.

“huh…” gumam sica lega

“kenapa? Kau pikir aku tak jadi membelikannya eoh?” goda luhan

“berhenti mengganggu tuan xi.” Gumam jessica dingin dan segera masuk

“ok, sudah tak ada lagi yang ingin dibeli?” tanya luhan yang sudah bersiap

Dikursi pengemudinya.

“em. Aku tak mau membuat tunggakan kartu kreditmu bertambah.” Jawab sica

Yang terdengar seperti menyindir luhan

“eoh? Kau menyindirku nyonya xi?” gumam luhan menatap tajam istrinya

“ani, aku hanya bercanda.” Jawab sica mencairkan suasana.

 

Sesampainya apartement mereka, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 KST

Jessica sibuk mengintip kearah luar dari jendela kamarnya dan luhan

Menunggu kapan bonekanya datang.

Luhan yang sedang sibuk mengerjakan file perusahaannya itupun jadi hilang

Konsentrasi karena melihat sikap lucu istrinya itu.

“sudah sabar saja, mungkin mereka sedang menuju kesini.” Gumam luhan

Sejenak menghentikan kegiatannya dengan laptopnya.

Jessica hanya mengerucutkan bibir tipisnya dan naik keatas kasur.

“kau sudah mau tidur?” tanya luhan bingung melihat jessica yang sudah terlihat nyaman didalam selimutnya

“ani, aku hanya kedinginan.” Jawabnya dari dalam selimut tebal itu

Luhan pun menghentikan pekerjaannya dan naik keatas kasur, tepatnya

Membaringkan badannya disamping jessica.

“hey, malam ini jangan menendangku lagi eoh?” bisik luhan dari luar selimut

Yang membuat sica membuka selimut yang tadinya menutupi wajahnya.

Betapa terkejutnya jessica saat menatapi wajah tampan suaminya kini hanya

Berjarak beberapa centi dari wajahnya.

Luhan perlahan mendekatkan wajahnya, saat ini bahkan luhan bisa merasakan

Hembusan nafas sica, yang menandakan jaraknya sudah sangata dekat.

Tiba tiba bel pun berbunyi.

“bonekaku!” gumam sica senang, melupakan kegiatannya barusan dengan luhan.

Baru saja ingin bangkit dari posisinya, luhan langsung menahan jessica.

“selesaikan dulu yang tadi, baru kau boleh mendapatkan bonekamu.” Gumam luhan menatap jessica dengan smirk khasnya itu

Jessica hanya memutar bola matanya, dan mengecup bibir luhan singkat.

“sudahkan?” gumam sica menagih perkataan luhan barusan

Luhan hanya tersenyum melirik jessica dan membiarkan istrinya duluan keluar dari kamar mereka.

Jessica terlihat bersemangat kelita melihat sipengantar barang yang sudah menunggu didepan pintu.

“nyonya silahkan tanda tangan disini.” Ucap sipengantar barang

Dengan ligat jessica langsung menandatangani serah terima itu dan si pengantar barang itupun menarik sebuah box besar yang bisa dibilang lebih mirip box kulkas itu.

“terimakasih sudah berbelanja ditempat kami.” Gumam sipengantar barang itu pamit

Jessica tak lagi menghiraukannya, dia terlihat menikmati proses membuka box besar itu.

“perlu bantuan?” gumam luhan berjalan mendekat kearahnya

“em.” Angguk sica yang masih sibuk membuka plaster disekeliling box itu.

“hoaaaaaa!!!” pekik sica gembira saat luhan menarik boneka yang ukurannya sama besar dengannya itu keluar dari box.

“cha, ini dia..” gumam luhan dari balik boneka yang menutupi seluruh badannya.

“ah give it to me!!” gumam sica tak sabaran

Luhan pun memberikan boneka itu pada sica. Ya nasib sama terjadi pada sica, boneka itu menutupi semua badannya.

“apa kau sedang menyiapkan nama untuknya eoh?” gumam luhan mengintip sica yang terlihat sedang berpikir dari balik boneka.

“em, tidak lagi. Aku sudah mendapatkan namanya.” Gumam sica menunjukkan kepalanya dari balik kepala boneka itu

“Lulu~ ya namanya Lulu.” Ucap sica

“eh? Itukan nama ku.” Protes luhan

“karena kau yang membelikannya makanya kuberinama itu lu~” jawab sica

“ah begitu, yasudah, ayo tidur sudah jam berapa ini.” Gumam luhan sambil menguap.

“kajja.” Jawab sica sibuk menggendong boneka raksasanya

“sini bawa kemari.” Jawab luhan mengambil boneka itu dari jessica dan menggantikan jessica untuk mengangkatnya kedalam kamar mereka.

Jessica sudah naik kekasur dan masuk kedalam selimut, sedangkan luhan sibuk menggendong boneka raksasa itu dan mendudukkan boneka itu di sofa yang ada dikamar mereka. baru saja ingin membaringkan badannya, tiba tiba sica malah bangkit lagi dari tidurnya dan menatap luhan.

“wae?” gumam luhan bingung melihat tatapan dari istrinya itu

“kenapa kau meletakkannya disofa?” tanya jessica polos

“jadi maksudmu?” balas luhan lebih polos

“huh…” jessica hanya menghembuskan nafasnya panjang dan menggendong boneka besar itu kekasur mereka, dan meletakkannya di tengah tengah kasur itu, tepatnya diantaranya dan luhan.

Luhan kini malah balik menatap sica yang sudah naik kekasur dan bersiap untuk tidur.

“jess, ige mwo-ya.” Gumam luhan terkekeh masih mengira jessica hanya bercanda

Jessica tak menjawab apa apa dia hanya memejamkan matanya dan memeluk erat bonekanya itu

“ya Jung Jessica? Kau serius?!” gumam luhan sekali lagi dengan nada bicara yang berbeda, atau lebih tepatnya nada bicara tak setujunya.

Tetap tak ada respon dari jessica yang ternyata sudah tertidur.

Luhan hanya bisa mengacak acak rambutnya frustasi dan membaringkan badannya di bagian tempat tidur yang tersisa, dan mulai tidur meski masih merasa kesal.

Ya luhan sudah sangat mengantuk, jadi tentu saja dia memilih untuk tidur dari pada harus berdebat lagi dengan jessica yang sedari tadi tak menghiraukannya.

 

Seberkas cahaya mulai menembus kelopak mata luhan yang masih tertutup itu dan membuatnya terbangun. Dia mulai mengucek matanya dan merenggangkan badannya, Bruukk!!! Tangan kirinya menyenggol sebuah benda keras.

“ah…” lirih luhan meniup tangannya yang memerah itu.

Dengan rasa penasarannya dan nyawa yang sudah 100% terkumpul itu luhan memutar badannya kearah kirinya, tapi yang ia dapati ternyata dia sudah berada dikarpet dibawah kasurnya. Ah jadi tangan luhan tadi mengantuk pinggiran kasurnya.

Luhan segera terduduk dari posisi tidurnya dan mendapati sica yang masih tertidur lelap diatas kasur sambil memeluk bonekanya itu.

Dengan tatapan kesal kini luhan mendekat kearah boneka itu dan menjitak kepala boneka itu.

“sudah puas eoh?” gumam luhan kesal dan sekali lagi menjitak kepala boneka itu.

Hari ini sudah genap seminggu Boneka raksasa itu mengganggu tidur luhan dan membuatnya jadi tak konsentrasi bekerja sehingga ia sering kali tertidur dalam meeting karena tidurnya kurang nyenyak karena boneka raksasa milik sica itu.

“hyung?” gumam seseorang yang terdengar samar ditelinga luhan

Tak ada respon

“hyung?!” panggil namja itu untuk kedua kalinya dengan sedikit menaikkan nada bicaranya

Tetap tak ada respon

“LUHAN HYUNG!!” panggil namja itu untuk ketiga kalinya dengan berteriak tepat didekat telinga luhan yang membuat luhan tersentak dari tidurnya.

“eoh? Sehun-ah wae?” tanya luhan dengan wajah bangun tidurnya

“ya hyung? Ini kantor, dan kau itu CEO perusahaan ini, masa kau tak bisa memberi contoh yang baik pada karyawanmu? Kau tadi tertidur saat meeting bulanan, dan sekarang kau tertidur lagi diruanganmu, hah jinjja.” Protes sehun yang merupakan rekan kerja luhan, sekaligus sahabatnya.

“ah mian.” Gumam luhan mengucek matanya sambil mengumpulkan nyawanya.

“apa kau ada masalah hyung? Apa kau bertengkar dengan sica noona?” selidik sehun

“ya aku sedang ada masalah dirumah sehun-ah..” gumam luhan yang sudah terbangun sepenuhnya

“ah, dengan jessica noona? Apa masalahnya?” tanya sehun penasaran

“bukan dengan jessica.” Jawab luhan lemas

“lalu?!” sehun bingung

“huh….” luhan tertunduk diam, apakah dia harus memberi tau sehun tentang permasalahannya ini?

“hyung?!!!” sehun menjentik jenikkan jari lentiknya tepat didepan mata luhan

“ah jinjja. Ini semua takkan terjadi kalau aku tak membelinya!” gumam luhan mengacak rambutnya

“memangnya kau membelikan sica noona apa hyung? Gadget baru?” tebak sehun

Luhan menggeleng lemas

“ah jangan membuatku kepo hyung~” gumam sehun mulai bosan menebak

“aku membelikannya boneka.” Akhirnya luhan mengungkapkannya

“eh?” sehun terkejut setengah mati lalu mengeluarkan tampang konyolnya

“ya, boneka itu yang mengacaukan hidupku seminggu terakhir.” Gumam luhan memperjelas

“mwo-ya?!!” pekik sehun tak bisa mengontrol tawanya sekarang

“berhenti menertawaiku oh sehun.” Gumam luhan dengan tatapan dingin seolah ingin menelan sehun bulat bulat

“hehhe, mian hyung. Jadi apa yang dilakukan boneka itu? Apa sica noona selingkuh dengan boneka?” gumam sehun sambil menahan tawanya

“ya mungkin bisa dikatakan begitu. Kau tau sehun-ah? aku harus berbagi jatah tempat tidurku dengan boneka jelek itu! Kau tau itu?! Setiap pagi aku selalu terbangun diatas karpet, dan yang lebih membuatku kesal, boneka itu selalu tersenyum, hah kurasa dia sangat senang melihatku tersiksa!” cibir luhan mengungkapkan kekesalannya

“hyung, sekali lagi maafkan aku, boleh aku minta waktu kira kira 2 menit saja?” gumam sehun sok serius

“em untuk apa?” jawab luhan penasaran

“aku tak bisa menahannya lagi hyung, jeongmal mian, HAHAHAHAHAHAHAAHHAHAHAHAAHHA!!!” kali ini sehun tak bisa lagi menahan rasa geli yang menggelitik perutnya setelah mendengar curhatan luhan.

Luhan kini hanya melongo menatap sehun bingung. Bagaimana tidak, mungkin tindakan sehun kali ini bisa dibilang berlebihan, dia kini berguling guling dilantai ruangan kerja sambil tertawa terbahak bahak. Semua orang yang tak mengenalnya pasti berpikiran kalau namja ini sudah gila.

“ya baiklah Oh Sehun, tertawalah sepuasnya!” gumam luhan kesal

Tepat dengan janjinya, setelah kurang lebih 2 menit tertawa, akhirnya sehun kembali bangkit dari posisinya dan duduk dikursi yang ada didepan meja luhan dan kembali mengeluarkan poker facenya.

‘dasar namja labil’ gumam luhan dalam hati

“kenapa kau tak coba menyingkirkan boneka itu hyung?” tanya sehun kembali serius

“sudah ratusan kali.” Gumam luhan

“lalu?”tanya sehun penasaran

“tak ada yang berhasil. Aku selalu tertangkap basah..” Jawab luhan lemas

“hah aku sudah menebaknya.” Gumam sehun

“hah aku benar benar frustasi semenjak adanya boneka itu.” Gumam luhan

“begini saja hyung, boneka itu hanya mengganggu wilayah tidurmu kan?” jawab sehun

Luhan hanya mengangguk

“nah pindahkan saja bonekanya saat jessica noona sudah tertidur.” Jawab sehun enteng

“ah kenapa tak pernah terpikir olehku ya?! Kau pintar sehun-ah!” gumam luhan

 

Malamnya di kediaman Xi Luhan,~~~

Jessica sudah siap siap untuk tidur, tapi luhan masih terlihat sibuk di meja kerjanya sambil memperhatikan laptopnya.

“kau tak tidur?” tanya sica bingung melihat suaminya mendadak tidur selarut ini

“sebentar lagi, aku harus menyiapkan beberapa file.” Jawab luhan serius tanpa menatap sica.

Sica yang merasa mengganggu itupun akhirnya masuk kedalam selimutnya dan mulai memeluk bonekanya.

Setelah 15 menit bertahan didepan layar laptopnya, akhirnya luhan mencoba mengintip kearah kasurnya, tepat sekali, jessica sudah tertidur nyenyak.

“saatnya menjalankan misi hehehe…” bisik luhan dengan nada kemenangannya dan disertai smirk khasnya.

Dengan mengendap endap, luhan berjalan kearah kasur, setelah memastikan sica benar benar tertidur, barulah perlahan luhan menarik boneka itu, hampir 25 menit waktu yang luhan butuhkan untuk melepaskan boneka itu dari pelukan sica. Dan akhirnya luhan sukses melepaskan boneka itu tanpa membangunkan sica.

Luhanpun naik kekasur dan membaringkan badannya tepat disamping sica.

“daripada memeluknya, mending memelukku, eoh?” gumam luhan senang mengarahkan tangan sica untuk memeluknya.

Dan tugas terakhir, Luhan menendang boneka itu dengan keras hingga terjatuh kelantai.

“mian~” gumam luhan tersenyum puas, dan melanjutkan untuk tidur.

 

Jessica, yeoja itu baru saja terbangun dari tidurnya, dan ia sadari kini sosok beruang besarnya telah berganti jadi seorang namja tampan dengan wajah innocentnya yang masih tertidur dan memeluk erat tubuh yeoja itu. Seolah mengunci yeoja itu agar tak pergi dari pelukannya.

Menyadari adanya pergerakan dari sica, luhanpun perlahan mulai membuka kedua mata indahnya, dan tatapan foxy eyes dari sica lah yang pertama kali dilihatnya pagi itu. Mata bulat sempurna dengan bola mata yang kecoklatan, terlihat benar benar mengunci pandangan luhan.

“kau sudah bangun dari tadi?” gumam luhan pelan

Jessica hanya diam menatap luhan.

“kenapa tak menjawabku?” gumam luhan sekali lagi, tapi tetap tak ada jawaban dari sica.

“hey xi Jessica? Aku bertanya padamu.” Gumam luhan dengan suara serak khas bangun tidurnya.

“dimana lulu?” gumam sica akhirnya menjawab

“dia ada dibawah.” Jawab luhan santai

“ya, lepaskan, kenapa kau meletakkannya dibawah.” Gumam sica berusaha keluar dari pelukan luhan.

Tapi bukannya melepas pelukannya, luhan malah mempererat pelukannya, memperdekat jarak antara keduanya.

“ya, lepaskan~” gumam sica yang terdengar seperti sedang menahan tangis

“hey? Kenapa kau sampai menangis hanya karena boneka itu eoh?” gumam luhan masih tetap dengan nada lembutnya.

“kau tak mengerti.” Jawab sica mulai tak bisa mengontrol air matanya.

“apa yang tak aku pahami eoh? Kenapa kau jadi sensitif seperti ini?” gumam luhan sembari menghapus airmata sica.

“apa aku berbuat salah padamu? Katakan.” Jawab luhan pelan sambil menatap jessica

Jessica hanya menggeleng, dan luhan tau kalau jessica pasti sedang berbohong.

“tatap aku jess.” Bisik luhan halus

Jessica kini menatap kedua mata indah milik suaminya itu.

“jangan berbohong padaku..” lanjut luhan.

Mereka berdua hanya saling tatap, dan akhirnya jessica mulai berbicara.

“aku membencimu.” jawab sica yang membuat mata luhan semakin membulat sempurna

“wae?” tanyanya datar

“eh,.. em.. kau hanya sibuk dengan pekerjaanmu, kau selalu sibuk dengan laptopmu dan kadang kau tak menghiraukanku, padahal aku sedang hamil, dan aku sangat sensitif, harusnya kau mengerti perasaanku. Aku merasa iri, pekerjaanmu selalu jadi prioritas utamamu, aku membencimu..” gumam jessica sambil menangis

Luhan hanya tersenyum simpul melihat sisi kekanak kanakan istrinya itu.

“mianhae.” Gumam luhan menyatukan keningnya dengan kening yeoja itu.

“aku takkan mengulangnya lagi. Aku akan lebih memperhatikanmu, jeongmal mianhae chagi-ah.” bisik luhan yang diakhiri dengan kecupan singkat dibibir sica.

“awas saja kalau kau mengacuhkan ku lagi, aku tak segan segan membeli boneka seperti lulu lagi untuk menemaniku tidur.” Cibir jessica saat luhan melepas tautan mereka

“jadi kau memintaku membelikan boneka itu karena ini eoh?” tanya luhan menatap sica yang saat ini terlihat gugup itu

Jessica hanya mengangguk dan segera menutup seluruh wajahnya dengan selimut, ya dia malu pada luhan.

Itu adalah salah satu yang membuat luhan sangat menyayangi yeojanya itu, sikap manjanya. Luhan kembali memeluk jessica, dan akhirnya masalah pertama terselesaikan sudah.

 

Two Month Latter~

“jess, ayo habiskan dulu buburmu..” gumam seorang namja berjalan gontai mengejar seorang yeoja sambil membawa semangkuk bubur ditangannya

“shireo~” balas yeoja itu masih terus menghindar dari sang namja

“nanti kalau sudah dingin mana enak lagi.” Rayunya

“shireo~~” balas yeoja itu kekeh dan memutuskan untuk duduk di sofa

“ayolah, 2 sendok lagi saja???” bujuk namja yang kini sudah duduk disamping yeoja itu.

“2 sendok saja eoh?” ancam yeoja itu

“de. Capat buka mulutmu.” Angguk namja itu dan kembali menyuapi yeoja itu.

Ya namja itu sudah pasti adalah luhan, dan yeoja yang sedari tadi dibujuknya itu tentu saja jessica, ya kandungan jessica sudah memasuki bulan ke 6, sifat sica terlihat semakin kekanak kanakan, dia bahkan tidak mau makan kalau bukan luhan yang menyuapinya. Tapi luhan tentu dengan senang hati melakukannya untuk sica.

“yee.. akhirnya habis juga! Anak pintar!” gumam luhan puas melihat mangkuk bubur jessica yang sudah bersih, ya, luhan berhasil membohongi sica.

“katamu hanya 2 sendok, ya dasar pembohong.” Cibir sica

“yang penting kau menghabiskannya kan? Ini kan untuk kesehatanmu dan anak kita juga.” Jawab luhan mengacak rambut sica sayang.

Sica yang tersipu malu dengan perkataan luhan barusan hanya bisa merunduk dan menyembunyikan wajahnya dari luhan.

“nah, sekarang waktunya tidur.” Balas luhan menuntun sica masuk kedalam kamar mereka

Dengan telaten luhan membantu sica membaringkan badannya, mengatur posisi bantal kepalanya, dan terakhir menyelimutinya. Sica jadi sulit bergerak sekarang karena perutnya yang mulai besar itu, dan menurut luhan itu sudah jadi kewajibannya untuk menjaga istri dan calon bayinya.

“tutup matamu, tidur yang nyenyak eoh?” bisik luhan mencium kening sica dan hendak membalikkan badannya.

Tapi dengan cepat sica menggenggam tangan luhan, dan mengeluarkan foxy eyes andalannya.

“wae?” tanya luhan tersenyum menatap istrinya

“kau mau kemana?” tanya sica polos

“ah aku harus mencuci beberapa peralatan makan, baru aku akan tidur.” Jawab luhan masih tersenyum manis

“sudah besok saja eoh?” gumam sica

“oke baiklah, katakan apa maumu eoh?” tanya luhan to the point

“temani aku.” Jawab sica membujuk luhan

“ah, baiklah kalau itu maumu.” Jawab luhan membaringkan badannya disamping sica.

Sica hanya tersenyum puas, dan tak henti hentinya menatapi wajah suaminya yang saat ini ada disampingnya.

“ada apa lagi? Kenapa menatapku seperti itu?” tanya luhan sambil mengelus puncak kepala sica

“ah aku mau memelukmu tapi ini terlihat rumit untuk memutar badanku.” Jawab sica mengerucutkan bibirnya

“eh?” gumam luhan terkekeh mendengar permintaan sica barusan.

“yasudah aku saja yang memelukmu.” Jawab luhan lagi memeluk jessica dan mencium keningnya.

Jessica hanya tersenyum kikuk.

“lihat, kau jadi lebih mirip panda.” Canda luhan mencubit pipi sica gemas.

“appo~” rengek sica memegang pipinya yang sedikit memerah

Luhan hanya tertawa kecil melihatnya. tak lama tangan luhan sedikit mengangkat badannya, dan mulai mengelus perut sica.

“hey? Apa kau mendengar appa?” gumam luhan mendekatkan wajahnya keperut sica

“ya, pabo-ya.” Gumam sica pelan

“apa kau sudah tidur em?” gumam luhan lagi

“lu,~” gumam sica pelan ikut memegang perutnya

“wae?” tanya luhan bingung

“dia bergerak.” Bisik sica terlihat sangat bahagia

“jinjja-yo?!” jawab luhan exited

“em, ini, kau merasakannya kan?” jawab sica menuntun tangan luhan kearah gerakan janin yang ada didalam perutnya

“omo, kau harus sehat eoh? Eomma dan appa sangat menyayangimu.” Gumam luhan pelan dan diakhiri dengan kecupan lembut diperut sica.

 

Berbagai macam masalah dilewati luhan dan jessica menjelang hari kelahiran anak mereka, dan juga berbagai hal hal lucu yang baru saja mereka dapatkan dalam masa masa kehamilan sica. Mulai dari luhan yang mendadak jadi pecinta pink. Warna yang sangat identik dengan yeoja. Bahkan saat bepergian keluar berasama sica, luhan tak merasa enggan memakai baju bajunya yang berwarna lembut seperti pink, atau peach.

“apa aku bagus memakainya?” gumam luhan didepan kaca kamarnya

“em.” Angguk sica senang

“ah aku jadi sangat menyukai warna pink belakangan ini, aku rasa anak kita seorang yeoja.” Jawab luhan terkekeh

Dan masih banyak hal hal lucu lainnya yang terjadi pada luhan dan juga sica. Sampai akhirnya kini usia kandungan sica sudah genap 9 bulan.

 

Luhan masuk kedalam apartementnya, terlihat gelap dan sepi, semua lampu sudah dimatikan kecuali lampu lampu hias yang masih dibiarkan menyala.

“apa dia sudah tidur?” gumam luhan berjalan dari garasi menuju pintu samping rumahnya.

Luhan perlahan membuka pintu itu dan sepi, tak ada suara apa apa, biasanya saat luhan sedang lembur seperti ini, jessica pasti menunggunya sambil menonton televisi atau menelfon beberapa orang temannya. Luhan berjalan pelan kearah ruang tv, mencoba mengintip apa sica tertidur disofa. Ternyata hasilnya nihil.

“kemana dia?” gumam luhan bingung

Tak lama, saat luhan akan berjalan kearah kamar mereka, tiba tiba luhan melihat seseorang sedang duduk dimeja makan mereka.

Luhan mendekati yeoja berambut coklat tergerai yang duduk membelakanginya itu.

“hey?” gumam luhan pelan mencium puncak kepala yeoja itu.

“em.” Jawab yeoja itu tanpa melirik kearah luhan sedikitpun, yang membuat luhan bingung apa yang sedang dilakukan istrinya itu.

“ya kau sedang apa malam malam beg… ya?!!” omongan luhan yang tadinya biasa saja tiba tiba melunjak ketika mendapati apa yang sedang dilakukan istrinya tengah malam begini dimeja makan.

“ya?! Sudah berapa baskom ice cream vannila yang kau habiskan eoh Jess?!” pekik luhan terkejut melihat beberapa cup cup ice cream vanilla yang sudah kosong bertumupukan dimeja makan mereka.

“aku lupa.” Gumamnya tetap seru menyendok ice creamnya

“yayayaya? Tadi pagi sebelum aku berangkat kerja kau sudah makan 5 cup, lalu tadi siang saat aku pulang makan siang, kau melanjutkan 3 cup lagi, nah sekarang sudah berapa cup lagi eoh?!” gumam luhan terkejut melihat istrinya yang sanggup menghabiskan ice cream vanilla sebanyak itu.

“kau tak suka?” jawab sica akhirnya menghentikan kegiatannya

“ah tentu saja aku senang melihatmu makan dengan lahap seperti ini, tapi, ini terlihat sedikit berlebihan jess. Siapa yang mengajarimu seperti ini eoh?” gumam luhan membelai lembut puncak kepala sica.

“oh sehun.” Jawabnya sambil mulai menyuap kembali ice creamnya

“apa yang dikatakan namja itu eoh? Lalu kapan kau bertemu dengannya?” tanya luhan bingung

“ah aku bertemu dengannya 2 hari yang lalu di supermarket, aku lihat sehun punya warna kulit yang sangat bagus, seperti susu. Jadi aku tanya saja bagaimana cara membuat kulit jadi sebagus itu.” Jelas sica

“lalu apa katanya?” tanya luhan antusias

“dia bilang, dia hanya minum susu setiap hari. Tapi karena aku tak suka susu vanilla, makanya aku beli ice cream vanilla. Aku mau anak kita punya kulit seperti sehun.” Gumam sica

“hehe, kau ini, mau saja dibohongi sehun, kulitmu juga bagus, aku malah berharap warna kulit anak kita nanti sepertimu.” Jawab luhan memandangi sica

“gombal~” jawab sica masih menyuap ice cream vanilla itu.

“ya? Apa perutmu tidak sakit makan ice cream segitu banyak eoh?” tanya luhan

“ani.” Jawab sica santai.

Suasana heningpun kini tercipta diantara keduanya. jessica sibuk dengan ice creamnya, sedangkan luhan sibuk menatapi wajah cantik istrinya.

Tiba tiba muncul ide iseng dikepala sica.

“lu~~” gumam sica menghentikan kegiatannya

“em?” jawab luhan lembut

“ah, perutku sakiiiit!!” lanjutnya memegang perutnya

“mwo?!! yang mana yang sakit?!” pekik luhan panik berlari mendekat kearah sica

Tapi setelah berada disamping sica dengan wajah paniknya, akhirnya sica tertawa sekencang kencangnya. Ya dia berhasil mengelabui suaminya.

“hahahaha! Lihat wajahmu. Lucu sekali!!” jawab sica sambil tertawa puas

“puas? Eoh? Sudah puas?” gumam luhan kesal kembali ketempat duduknya

Kini sica malah sulit untuk berhenti tertawa sampai akhirnya perut sica mengalami kontraksi.

“ah~~~” ringis sica memegangi perutnya

“ya kau pikir aku akan tertipu untuk kedua kalinya eoh?” jawab luhan mengira sica bercanda

“lu~ aku serius…” gumam sica berusaha menahan sakit yang luar biasa dari dalam perutnya.

“hentikan jess, kau pikir ini lucu eoh?” gumam luhan masih tak percaya.

“ah jinjjaaaaa~ appo… enghh..” ringis sica sekali lagi

Dan kali ini benar benar membuat luhan panik bukan main dan segera berlari menghampiri sica.

“ah apa yang sakit? Apa ini sudah waktunya melahirkan?!!” gumam luhan panik

“aku rasa begi..tu..” gumam sica terbatah

“sica-ah?! ada cairan yang keluar!! Kajja! Kita harus kerumah sakit!” pekik luhan panik melihat air ketuban yang mulai mengalir dari sela paha sica.

Dengan hati hati luhan memapah sica masuk kedalam mobilnya.

“sabar sebentar eoh?!” gumam luhan memasang sabuk pengamannya

Sica yang duduk disampingnya kini terlihat benar benar sedang menahan sakit, sampai sekali kali menarik rambut luhan yang sedang menyetir.

“ya jess, aku sedang menyetir, sabar eoh?” gumam luhan tetap berusaha berkonsentrasi dengan jalurnya

“akkhhh, aku tak tahan la..giii..” gumam sica masih terus menarik rambut luhan.

Akhirnya merekapun sampai dirumah sakit internasional seoul, luhan turun duluan dengan rambut acak2annya sambil membawa beberapa orang perawat untuk membantu memindahkan sica ke ruangan bersalin.

Sepanjang jalan menuju ruangan bersalin, luhan tak melepaskan genggamannya dari sica. Dan sesekali mengelus pelan puncak kepalanya untuk menenangkan sica yang benar benar terlihat panik itu.

“tarik napas, keluarkan, dorong..” instruksi seorang dokter

“enggghh…”

“ya lakukan sekali lagi..” gumam dokter itu

“lu.. sakit…” bisik sica tepat ditelinga luhan

“ayo berjuanglah chagi-ah.. aku disini..” gumam luhan tak melepas genggamannya dan terus menyemangati sica.

“ayo, sedikit lagi..” gumam dokter itu lagi

“sakit lu… hhhhh.” Gumam sica dengan napasnya yang tak beraturan.

“ayo kau dengar itu eoh? Sedikit lagi, ayo kau bisa chagi-ah.” gumam luhan mencium kening sica sayang

“enggh….”

Tak lama setelah erangan terakhir, suasana menjadi hening. Hanya suara deru napas sica yang terdengar, dan tak lama suara yang dari tadi mereka tunggu itupun bergeming memenuhi seluruh ruangan.

“hoeeeekk~~~”

“jess, kau berhasil..” bisik luhan lembut ditelinga sica dan diakhiri dengan kecupan lagi dipuncak kepala yeoja itu.

Sica tak menjawab apa apa hanya senyum bahagia yang menghias wajahnya yang kini dipenuhi peluh itu.

“hey, anak kita perempuan.” Jawab luhan mendekat kearah sica sambil menggendong seorang bayi kecil dengan kain penutup berwarna pink.

“em..? aku sudah menduganya..” bisik sica pelan

“matanya mirip denganmu, bibirnya mirip denganku, ah kulitnya juga sepertimu jess, apa kau mau menggendongnya em?” gumam luhan memastikan sica yang masih terlihat kelelahan itu.

“em.” Angguk sica yang sudah dalam posisi duduk diranjangnya.

Luhan perlahan menyerahkan bayi itu kegendongan sica. Sica menatap bayi kecil yang baru beberapa menit yang lalu dilahirkannya.

“cantik, sepertimu.” Lanjut luhan membelai puncak kepala bayi kecil itu.

Sica yang terharu akhirnya tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, hanya butiran butiran bening yang membasahi wajahnya yang melambangkan betapa lengkap sudah kebahagiannya.

“jess, apa kau sudah menyiapkan nama untuknya?” jawab luhan menatap kedua yeoja yang ada disampingnya.

“em.” Angguk sica pasti

“nugu?” tanya luhan dengan senyum manis yang selalu terpancar diwajahnya

“Xi Hayeon. Ottae?” jawabnya meminta pendapat luhan

“Hayeon?” luhan mengulang nama itu sekali lagi

“em, Luhan dan Sooyeon.” Jelas sica

“ah, Xi Hayeon. Choa.” Jawab luhan mengangguk setuju

“hayeon-ah, ini appa. annyeong.” Gumam luhan lagi dengan suaranya yang dibuat se aegyo mungkin.

“jangan membuatnya takut lu.” Ejek sica menertawai aegyo aneh yang dilakukan luhan

“ah baiklah, aku tau aku memang payah dalam aegyo.” Jawab luhan menyerah

“hehe, aku bercanda. Hey lihat, dia membuka matanya lu..” gumam sica melihat Hayeon kecil yang mulai memainkan foxy eyesnya.

“yeppo.” Gumam sica mencium pipi kecil hayeon

“tentu saja, anakku.” Jawab luhan bangga dan juga mencium pipi satunya.

“ya?! anak kita.” Jelas sica

“yayaya anak kita.” Jawab luhan memperbaiki kalimatnya.

Lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecil Xi, dengan hadirnya Xi Hayeon.

 

“Hayeon-ah, terimakasih sudah hadir dan melengkapi kebahagian appa dan eomma, appa dan eomma menyayangimu~~” –Xi Luhan–

 

THE END!!!

 

Iklan

43 pemikiran pada “FFT | Pregnant Effect | OneShoot |

  1. Aaaa, bagus thor.. Masa bacanya sambil senyum senyum sendiri :v apa lagi waktu Luhan cerita ke Sehun ngakak bener thor.. Ah sumveh.. Ini seru 😀

  2. wah keren thorrr
    bagus tema ceritanya, tapi kok susunan kalimatnya rada berantakan ya di bagian awal?
    padahal kalimat belum selesai, tapi udah ke enter?
    luhan sabar banget, salut sama luluuuuh jadi pengen punya pasangan kaya luhan jadinya huhuhuhu
    jessi kenapa jadi childish?
    oh iya thor, kenapa hampir semua adegan di ff ini selalu tidur? dan anehnya selesai belanja, pulang, langsung tidur? klo di baca sih kayanya itu tidur.malem bukan siang padahal pergi belanja kayanya pagi#sotak
    tapi ini bagus banget kokkk..aku suka ff ini
    terus berkarya ya thorr

  3. omona lucu deh hahahaha ngakak bacanya.luhan harus sabar ya menghadapi sicaeon! sica eon keren slalu nendang luhan & parahnya posisi luhan digantikan boneka.sica eon bnyk banget makan eskrim dan itu karena sehun,sehun evil.luhan jadi suka pink,wkwk eh anaknya perempuan deh.next ff KEEP WRITING!!

  4. Aaa so sweetnya>.< jess ngidam lucu amet haha luhan jg baik banget hehehe wajib ada sq ini hehe xd keren banget thor gk bisa berkomentar lbh byk yg jelas kerennn!!😍

  5. So sweet banget seh
    Luhan sabar banget ya hadapi Sica unnie^^ benar2 suami idaman!
    Sica juga lucu banget sikapnya
    Tapi susunan kalimatnya agak berantakan, tapi ffnya bagus kok
    Nice ff chingu

  6. Kya >_< Daebak chingu…, Kekekekeke :3 banyak Sweet Momentnya lagi. Gak kuat nahan ketawa pas lagi lucu2nya kekekeke :). Like This kekekeke. KEEP WRITING CHINGU!! 😀

  7. Uwaaahhhhhhh akhirnya ada ff HanSica juga ^^
    Duhh aku ngakak thor sama nih ff, apa lagi pas bagian beli boneka
    “…..sadisnya bahkan
    sepertinya ukuran
    Beruang itu lebih besar daripada
    badan luhan.”
    Demi kejam banget mentang-mentang badan luhan kecil XDDD
    Sehun emang anak kurang ajar, gak ff gak real sama aja -,-
    Disin aku tuh ngebayangin Luhan bener-bener jadi suami yg baik, trus nJess kaya di J&K duh..duh..duh… delulu shipper kumat >.<
    Keep write & fighting next ff ^^

  8. Astaga..Luhan suami idaman,udh sbar+tamvan cocok lah sma sica..Ya ampun sica kekanakanakan tpi gemesin XD .. bonekanya jdi slingkuhannya sica kalau luhan rpot ama pekerja’anya XD sehun jail mah masak bias kulit putih harus minum susu..Akhirnya happy ending juga.

  9. Akhirnya ada ff baru lagi…
    Ff nya seru thor,sehun kayaknya dimana-mna nyebelin ya,jahil bnget…
    Luhan jadi suami idaman di sini.sabar bnget ngadepin sica yg manja dan kekanakan..nice story thor..

  10. bagus thor!! ada segi lucunya, sweet dan ngeselin kkk. tp hansica/lisica emang pasangan paling sweet hadeuhh :3 itu sehun labil sekali yak, abis ketawa ngakak poker face’-‘
    ahh, anu mau bilang klo kalimatnya ada yg kepotong pake enter ^^ tp suka ceritanya:)

  11. Aigoo ~ Sica ngidamnya lucu..
    Aku salut ama Luhan dia sabar bgt ngadepin Sica /suami idaman/ hehe..
    Yeay happy ending, naama anaknya lucu bgt Like this^^ ..

  12. Susunan kalimat diawal berantakan thor. Tulisannya blm selesai malah ke enter?
    Tapi ceritanya bagus kok.
    Luhan sabar banget ya :’) wakakaka
    Pasangan yang baik itu macam luhan wkwk. Jadi pengen gantiin posisi jessica/?
    Terus berkarya^^

  13. Ih ih thor,ni so sweet,lucu & bkin gemez…
    Y ampun kluarga ni bkin senyum2 cndiri..
    Bner2 kren thor….
    Ditggu y ff mu lainnya…

  14. Wah luhan kayanya syg bgt yah sama jessica sampe sabar gitu ngehadapin jessica yg super duper childishnya minta ampun dan itu kasian soal boneka-_- dan itu lucu gara2 sehun itu haahah

  15. Aa seru ff nya, romantis, lucu dan bikin senyum² bacanya, ngakak pas baca yg bagian sehun bilang kalau sehun suka minum susu terus sica makan ice cream vanilla, lucu lgi pas luhan lagi nyetir sica menjambak rambut luhan, terus terharus pas sica ngelahirin Hayeon,, feel nya dapet bgt thor 🙂

  16. Happy ending *-*/\
    keren thor ceritanya.. Luhan sabar banget ngadepin sica. bener-bener suami idaman. Keep writing ya thor..

  17. huaaaaaaaaaaaaa maaf eon aku baru bca ff nya u.u ff nya ngakak sumpah hahaha 😀 #PoorDaddyLuhan kasihan di cuekin sama mommy sica gegara boneka :v pasti anak nya mirip aku deh #ngarepXD Ok deh ff nya bagus nih^^ ditunggu ff marriage life lainnya~ Fighting^^

  18. hua~ aku bacanya sambil senyum-senyum sendiri masa… 😀
    lucu banget Sicanya… apalagi pas bagian Sica makan es krim vanilla banyak begitu… ahaha… Sehun oppa.. masa mau ketawa pake minta izin dulu.? 😀
    Daebak!! ditunggu ff selanjutnya!! 🙂

  19. wah… bacanya bikin aku ngakak. kayaknya luhan kewalahan yah ama sikap sica yg lagi ngidam buah hatinya.. hahhahahaa.. jd ikutan kebayang deh….

  20. wkwkwkwk..ngakak bgt eon bacanya,Luhan bner” suami siaga masa Kkk~
    jess,you’re adorable girls apalagi pas ngidam gtu..haduch haduch ..lucu gtu sumvah hahahaha..
    oia mianhe eonniku bru nemu ff eon skrg..^^ piss yaw..ff’y ak ksih jmpol ^~^

  21. keren keren aku suka .
    tapi kurang romance , pengen yang romance romance deh 😀
    bikin lagi dong chingu , wonsica ya 😉

  22. hahahhahaha jafi luhan kok ngenes bgt yak!!! ngkak bgt pas Luhan ngecyrhat sama Sehun,Sehun aja ketawa apa lagi gua. dan yg paling bikin gua geli hati dan kocak perut”Luhan cemburu sama boneka” wwwkwkwkwkwkwk kelihatan bgt cute+sosweet duh iru bgt gua baca ff nya. so akhirnya luhan jadi seorg ayah juga. Jessica jgn nindas luhan lagi ya pas hamil anak ke2 nanti kkkkkkkk

  23. ih aku suka banget kalo cerita luhan sm jessica pasangan suami istri *pasutri*
    ga kebayang kalo suatu saat mereka nikah beneran..
    itu luhan kasian dianggurin gitu..
    jessica kalo lg hamil lucu deh tingkahnya..
    luhan suami idaman bgt ❤

  24. aku suka banget kalo jessica sama luhan dijadiin pasangan suami istri *pasutri*
    lucuuu banget mereka, ga kebayang kalo suatu saat mereka beneran nikah..
    luhan kasian deh dianggurin sm sica..
    luhan tuh suami idaman yah hehe

  25. Hahaha.. Ngidam nya sica eonni lucu bangett, luhan perhatian banget sihh sama sica eonni, nggak salah tuh cemburu sama boneka..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s