FFT | Because Of Love | part 1 | TwoShoot |

because of love

Because Of Love

Cast: Jessica Jung, Xi Luhan, Oh Sehun, Etc.

Genre: Romance, Sad.

Pairing: LuSica or HunSica (?)

 

 

Annyeong Readers..

Aku balik dengan FF baru lagi, jujur ini kebetulan aku bener bener lagi mood buat ngetik. Semoga ceritanya menarik ya, Readers yang baik wajib meninggalkan komentar!

Contact? Mention @SPingkan_

Happy Reading^^

-Xi Wu OhFany-

“Aku akan melakukan apapun itu

karena aku sangat mencintaimu…”-Xi Luhan-

 

 

“Melepaskanmu adalah hal terbodoh yang pernah

Kulakukan, dan kini aku menyesal…” -Oh Sehun-

Author POV

Seorang yeoja berambut coklat terlihat tengah berbaring lemah di kasur besar yang berada dikamarnya, dan terlihat seorang namja tampan dengan stelan jas kerjanya yang sedang sibuk dengan handphone canggihnya.

“sehun-ah.. kau mau kemana?” gumam yeoja itu terdengar seperti berbisik dan hanya mendapat tatapan kosong dari namja yang bernama sehun itu.

“ah, aku harus kekantor, aku tak yakin bisa menemani kemoterapimu siang ini jess. Em, tapi aku sudah persiapkan semuanya. Apa kau sudah siap? Kita harus berangkat sekarang karena aku sangat sibuk.” Gumam namja berkulit putih dengan rambut coklat nya itu membantu yeoja cantik yang terlihat sangat pucat itu berjalan meninggalkan ruangan itu.

Yeoja itu adalah Jessica Jung, seorang yeoja yang hidup seorang diri di Seoul semenjak kedua orang tuanya meninggal, sedangkan Sehun, namja bernama lengkap Oh Sehun itu adalah namja yang sudah sedari 5 tahun lalu berstatus sebagai namja chingu jessica, awalnya hubungan keduanya benar benar dipenuhi kisah kisah romantis seperti pasangan lainnya, tapi entah mengapa, semenjak jessica divonis mengidap Leukimia (Kanker sel darah putih), sehun seolah berusaha menjauh darinya. Dan perubahan itu dengan sangat jelas dirasakan jessica.

Sesampainya dirumah sakit megah yang berada dipusat kota seoul..

“aku harus kembali kekantorku, kau akan dirawat oleh dokter pribadi yang sudah kusewa, dia akan merawatmu dengan baik disini. Baiklah, aku sangat sibuk hari ini. Aku pergi..” gumam sehun dingin, bahkan tanpa ada kecupan hangat yang biasa selalu sehun berikan sebelum ia pergi, kini sehun meninggalkan yeoja yang kini hanya terbaring lemah di salah satu bangsal rumah sakit itu.

Mata jessica terus memandang kosong kearah jendela besar yang menghadirkan pemandangan indah kota seoul, sampai akhirnya ia mendengar ada seseorang yang membuka pintu kamarnya.

“permisi, apa anda Nona Jung?” tanya seorang yeoja cantik dengan pakaian perawatnya berjalan mendekat kearah jessica.

“em. Jessica jung imnida.” Angguk sica lemah.

“annyeong nona, aku suster Hwang, aku yang akan membantumu selama kau disini. Ah ya Dokter Xi sedang menuju kesini untuk memindahkan anda keruangan kemo.” Ucap perawat itu.

“ah, gomawo suster, Hwang..” gumam jessica terdengar sangat kaku

“panggil aku tiffany saja, kita seumuran, dan lagipula sepertinya kita bisa berteman.” Jawabnya diakhiri dengan eyesmilenya yang sangat indah itu.

“ah baiklah tiffany, terimakasih.” Jawab jessica diselingi dengan senyuman dari bibir pucat nya itu.

Tak lama suara yang cukup familiar seolah menggema dari arah luar pintu kamar jessica.

“apa pasien pribadiku sudah siap, suster hwa….” ucapan namja itu terputus ketika ia mendapati sosok jessica.

Begitu pula jessica, matanya hanya terkunci pada seorang namja tampan dengan jubah dokternya yang kini menatapnya intens dari ambang pintu kamarnya.

“Jessica?… Jung Jessica?.. Kau kan itu..?” gumam namja itu berjalan mendekat kearah kasur jessica.

Jessica masih tetap terdiam di posisinya, sedangkan tiffany hanya bisa menatap bingung keduanya.

“Luhan-ah, ini pasien pribadimu, berhentilah membuatnya takut.” Kesal tiffany menepuk pundak luhan.

“jess? Apa yang kau lakukan disini? Kau bukan pasien pribadiku kan? Fanny-ah, apa mungkin kau salah memberi informasi?” tanya dokter tampan bernama Luhan yang masih terlihat tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya kini.

“annyeong, Luhan-ssi, lama tak berjumpa. Aku rasa tiffany tak salah memberikan informmasi.” Akhirnya jessica mengeluarkan suaranya.

“lalu? dimana sehun? Kenapa dia tak disini?” tanya luhan terdengar seperti mengintrogasi seorang penjahat.

“dia sibuk, ah…” jawaban jessica terpotong ketika sakit yang luar biasa menderu dikepalanya.

“jess?! Jessica?!” panik luhan segera mengguncang tubuh mungil jessica yang kini terlihat sangat lemah itu.

“appo-yo…” bisik jessica terbatah dalam pelukan hangat luhan.

“ya, bertahanlah sebentar, aku akan mengobatimu.” Ujar luhan berusaha tak panik dan mulai memeriksa keadaan jessica.

Setelah menyuntikkan beberapa obat penghilang rasa sakit, akhirnya jessica mulai tertidur karena dosis yang lumayan tinggi dalam obat itu.

Luhan terlihat masih tak beranjak dari kursi yang berada disamping kasur jessica.

Keringat dingin bercucuran membasahi wajah tampannya, ya dia sangat khawatir pada yeoja yang ada dihadapannya.

Hanya beberapa pertanyaan yang keluar dari bibir tipisnya.

“kenapa kita harus dipertemukan lagi?..” gumam luhan terdengar seperti berbisik.

“kenapa kita harus bertemu lagi di kondisi seperti ini..?” lagi lagi ia menggunakan nada yang sama

“apa aku akan kembali merasakan sakit hati untuk kedua kalinya?” kini luhan bukan hanya berbicara, tapi ia menatap wajah pucat jessica yang masih terlelap itu.

“kau tau, aku…” kini ucapannya terputus saat menyadari adanya pergerakan kelopak mata jessica.

“jess?” bisik luhan pelan

Dan seketika sepasang bola mata indah itu langsung menatap wajah luhan yang tepat dihadapannya.

“ah maaf, aku tak bermaksud membangunkanmu jess.” Gumam luhan canggung sambil menjauhkan jaraknya yang tadinya sangat dekat dengan jessica.

“ani-yo, kau tak membangunkanku.. apa sehun disini?” tanya jessica yang langsung membuat jantung luhan seolah berhenti berdetak.

“em, sehun belum datang.” Jawab luhan senormal mungkin

Tak ada jawaban dari jessica, hanya ekspresi dinginnya yang terpancar kini.

“ah, berhubung kondisimu sudah lebih baik, aku akan kembali keruanganku. Kau bisa memencet tombol itu untuk memanggilku.” Gumam luhan menunjuk kearah sebuah tombol kecil yang ada di samping kasur jessica.

Jessica hanya mengangguk singkat, dan seketika sosok luhan pun pergi dari hadapannya.

Selepas kepergian luhan, tak lama muncullah tiffany dengan beberapa obat yang ada ditangannya.

“jess, waktunya minum obat..” gumam tiffany yang terdengar seperti sudah sangat akrab dengan jessica.

“nde, gamsahamnida fanny-ah..” jawab jessica mulai meminum satu per satu tablet itu.

“em, jess, sepertinya kau cukup mengenal luhan, luhan juga terlihat begitu. Apa kalian berteman?” tanya tiffany seusai jessica meminum semua obatnya.

“eoh? Luhan? Ah ya kami saling mengenal. Kami juga berteman.” Jawab jessica disertai anggukan kecil.

“ah tapi sepertinya kalian memeliki hubungan yang lebih intens, mian, aku tak bermaksud ikut campur urusan pribadimu, hanya saja, baru kali ini aku melihat luhan sekhawatir itu pada seorang yeoja.” Gumam tiffany

“ah itu karena dia mengenalku, dan mungkin dia sedikit terkejut karena aku jadi pasien pribadinya.” Tawa jessica

Tak lama, handphone jessica bergetar, ya dia mendapat sebuah pesan singkat..

From: Sehunnie~~

 

Maaf aku tak bisa menjengukmu, aku ada rapat penting. Aku akan menemuimu besok.

Pesan itu seolah membuat nyawa jessica melayang dari tubuhnya, bagaimana tidak? Dia hanya mendapatkan pesan dingin dari namja yang sesungguhnya sangat ia butuhkan kehadirannya saat ini.

“em, aku rasa ini jam istirahat, istirahatlah yang baik, aku akan kembali lagi nanti, annyeong sica.” Gumam tiffany yang juga harus melanjutkan tugasnya sebagai perawat dan meninggalkan jessica yang masih tetap diam di kasurnya.

Kini setetes air mata mengalir dari kedua bola mata indahnya.

Pandangannya lurus menghadap jari manisnya yang dihiasi sebuah cincin, yang merupakan cincin yang mengikat hubungannya dengan sehun sejauh ini.

“apa artinya ini?” gumam jessica memutar mutar cincin itu

“kau berubah sehun.. kau berubah..” lirih sica dengan airmata yang kini mengalir deras membasahi wajahnya.

Seminggu penuh tanpa kehadiran sehun, ya hari ini tepat satu minggu sudah jessica dirawat dirumah sakit dan menjadi pasien pribadi Luhan. Sehun tak menepati janjinya untuk datang menemui sica, ia lebih memilih menjauh dari yeoja itu, bahkan untuk mengabarinya lewat telepon atau pesan singkat pun tidak, sedangkan hubungan jessica dan luhan yang awalnya terlihat sangat kaku, kini mulai membaik, dimana jessica sudah lebih sering berbicara dengan luhan meskipun hanya sebatas hubungan dokter dan pasien.

“jess? Apa kau mau teh hangat? Aku mau ke kafetaria.” Gumam luhan yang duduk disamping kursi roda jessica.

“em? Boleh.” Angguk jessica mengalihkan pandangannya yang sedari tadi tertuju pada beberapa bunga rose berwarna pink yang baru saja bermekaran itu.

Mereka sedang berada ditaman rumah sakit saat ini, luhanpun bergegas menuju kafetaria dan meninggalkan jessica yang kembali pada lamunannya.

“jess..” suara itu membuat jessica tersentak dari lamunannya.

Ya, suara itu, suara namja yang sangat ia rindukan.

“sehun?” jawab jessica mendapati sehun yang kini sudah berada dihadapannya.

“bagaimana kabarmu?” tanya sehun dengan suara yang sedikit serak, tak seperti biasanya.

“apa kau sakit hun? Suaramu berubah.. ah aku baik baik saja.” jawab jessica menatap sehun yang masih berdiri dihadapannya.

“baguslah..” gumam sehun singkat dan segera merubah posisinya jadi berlutut dihadapan sica.

Sontak kelakuan mengejutkan sehun ini membuat jessica bingung.

“kau kenapa?” tanya jessica mengelus kedua pipi sehun yang terasa hangat itu.

Sehun tak menjawab apa apa, dia hanya berusaha menjauhkan tangan jessica dari tubuhnya.

“jess.. maaf.” Gumamnya tertunduk, sehun tak sanggup menatap jessica saat ini.

“maaf? Maaf untuk apa?” tanya jessica semakin bingung.

“aku mau kita sudahi hubungan kita.” Jawab sehun masih tetap tertunduk

“t-ttapi…” ucapan sica terpotong saat sehun kembali melanjutkan perkataannya.

“jangan bertanya kenapa aku memilih untuk mengakhiri ini jess, jebal.. aku ingin semuanya berakhir..” ucap sehun

Jessica hanya terdiam, ia tak sanggup membalas semua ucapan sehun.

“sekali lagi maafkan aku, annyeong….” ujar sehun bangkit dari posisi berlututnya dan segera pergi meninggalkan jessica yang masih tetap diam.

“jess, ini teh mu..” gumam luhan yang baru saja datang dengan 2 cup teh hangat ditangannya.

Tapi karena tak mendapat sambutan dari jessica membuat luhan bingung dan berusaha menatap sica, yang duduk dikursi roda dengan arah membelakanginya itu.

“kau ken.. jess? Kau kenapa?” tanya luhan bingung melihat mata jessica yang berkaca kaca.

Jessica hanya diam.

Luhan segera berlutut dihadapan jessica dan mengusap lembut pipi yeoja itu dengan kedua tangannya.

“apa kau merasa sakit?” tanya luhan lembut.

Jessica hanya menatap luhan dengan matanya yang sudah berkaca kaca itu. Dan seketika jessica menjatuhkan tubuhnya tepat dalam dekapan luhan, dan mulai menangis.

“ada apa? Apa yang sakit? Jangan membuatku khawatir jess!” panik luhan

“tidak ada yang sakit, biarkan seperti ini sebentar saja..” gumam jessica mengulurkan dua tangannya untuk memeluk luhan dan mendekatkan jarak diantara keduanya.

Luhan yang tak mengerti apa penyebab sica menangis pun hanya bisa membalas pelukan yeoja itu sambil mengelus pelan punggung yeoja itu.

“jangan menangis, aku tak bisa melihatmu menangis jess.” Bisik luhan tepat ditelinga jessica.

“apa ini semua karena sehun?” tanya luhan lagi.

“ya, tapi ini adalah tangisan terakhirku untuknya, aku tak mau mengingatnya lagi, aku membencinya..” gumam jessica sesenggukan

“uljima..” luhan mengelus lembut puncak kepala jessica

Setelah puas menangis dalam pelukan luhan, akhirnya jessica berhenti menangis dan melepas pelukannya.

“em, mianhae..” gumam jessica sambil menghapus sisa sisa air mata yang membasahi pipinya.

“jangan meminta maaf, kau tak melakukan kesalahan. Sekarang coba ceritakan, apa yang membuatmu menangis eoh?” gumam luhan yang masih tetap pada posisinya.

“sehun, sehun memutuskanku. Ya aku memang sudah menduga ini akan terjadi.” Lirih sica

“yasudah, aku tak ingin memperburuk suasana hatimu saat ini jess, tapi percayalah, ini semua akan indah pada waktunya.” Jawab luhan merapihkan rambut jessica yang terlihat sedikit berantakkan itu.

Jessica hanya terdiam memaku setelah mendapat perlakuan manis dari luhan.

“lebih baik kita kembali kekamarmu ya?” gumam luhan bangkit dari posisi berlututnya.

“jankamman..” ujar sica melirik kearah cincin yang masih menghias jari manis kirinya itu.

“ada apa?” tanya luhan yang sudah bersiap untuk mendorong kursi roda pasien pribadinya itu.

“aku tak membutuhkan ini lagi..” gumam jessica melepas cincin itu dari jarinya dan melemparkannya sejauh mungkin.

“ayo kita masuk.” lanjut jessica

Luhan hanya tersenyum simpul dan mulai mendorong kursi roda sica masuk kedalam gedung rumah sakit mewah itu.

Because Of Love

“hey, ayo makan bersama..” gumam tiffany pada seorang namja yang baru saja masuk kearea kafetaria rumah sakit itu.

“oh? Baiklah..” angguk namja itu mengambil kursi yang berada didepan tiffanny.

“apa sudah ada kemajuan lu?” tanya tiffany sambil cengar cengir pada namja lawan bicaranya itu.

“eoh? Kemajuan apanya.. aku tak mengerti maksudmu tiff.” Lanjut namja itu

“oh begitukah? Tapi tadi aku melihat jessica memelukmu, ayolah lu, ceritakan.. aku yakin kalian pasti punya hubungan yang lebih dari sekedar temankan?” gumam tiffany yang terlihat begitu penasaran

Sehingga membuat lawan bicaranya itu terlihat kikuk.

“ah bagaimana bisa aku mempunyai sahabat sekaligus asisten yang sangat ingin tahu sepertimu eoh..” lanjut namja yang tak lain adalah luhan itu.

“oh ayolah Xi Luhan, jangan membuatku mati penasaran..” runtuk tiffany

“haha baiklah suster Hwang, as your wish, Jessica itu sangat istimewa bagiku.” Jawab luhan dengan senyuman simpul dari bibir tipisnya.

“gotcha! Aku sudah menebaknya dari awal, lalu?!” gumam tiffany benar benar antusias

“ya, dia itu cinta pertamaku.” Angguk luhan dengan senyuman yang tak pernah musnah dari wajah tampannya itu

“oh Tuhan, aku sudah mencurigai semua ini dari awal, lalu? bukannya namja yang waktu itu mengantarnya adalah tunangannya? Dan bagaimana nasibmu lu? Ah kenapa kau selalu terlambat eoh?!!” kesal tiffany mengayun ayunkan sendok tehnya.

“ya, aku memang selalu terlambat tiff..” kali ini luhan menjawab dengan senyuman mirisnya

“ah? apa maksudmu lu?!!” tiffany terlihat tambah penasaran.

“ini pesanan anda, selamat menikmati..” tiba tiba saja seorang pelayan datang dan mengantarkan makan siang yang sudah luhan pesan, yang otomatis membuat luhan beralih dari topic pembicaraanya.

Tiffany kini memandang sahabatnya itu dengan kesal.

“wae?” tanya luhan dengan polosnya

“sudahlah, lupakan. Yang penting aku sudah tau satu hal yang pasti.” Jawab tiffany mengeluarkan senyuman kemenangannya

“eoh? Apa itu nona hwang?” tanya luhan polos

“Kau masih menyukai jessica.” Jawab tiffany yang membuat luhan tersedak makanan yang barusan ditelannya.

“huk..hukk”

“sudahlah, jangan mengingkarinya. Mengaku saja! ah aku rasa kau butuh bantuan dalam masalah asmaramu, apa aku dan nickhun bisa membantumu?” tanya tiffany yang membuat luhan semakin sulit menelan makanannya

“ya?! Kau ini. Dia baru saja putus dengan tunangannya, mana mungkin aku langsung mengajaknya berkencan.” Celoteh luhan yang terdengar seperti anak anak

“babo-ya?! Apa kau mau terlambat untuk kesekian kalinya eoh? Ah sudahlah, aku harus bertemu dengan khunnie ku dulu, kau makan yang banyak dan cepatlah bertindak sebelum kau terlambat lagi arra!!” gumam tiffany menekan setiap kalimatnya dan segera berlalu dari hadapan luhan.

“hih, kenapa dia semakin cerewet seperti seorang ahjuma saja eoh?..” runtuk luhan melanjutkan kegiatan makannya yag sempat terpause tadi.

“Terlambat.. haha..” tiba tiba kata itu terucap dari bibir tipis luhan, membawanya kembali kemasa lalu yang benar benar pahit baginya.

Flashback

 

“Yak? kau dimana eoh? Aku sudah menunggumu dikelas. Dasar rusa lelet.” Gumam sehun yang masih terhubung lewat telepon genggam dengan seorang namja yang sibuk berlari melewati koridor kampusnya.

“iya..iya, aku sudah hampir sampai hosh.. hosh..” jawab namja itu sambil mengatur napasnya dan memutuskan sambungan teleponnya dengan namja bernama sehun itu.

Bruk!!!!

Namja itu sukses menabrak seorang yeoja yang berjalan dari arah berlawanan, dan sudah pastinya mereka berdua terjatuh.

“ah..” lirih yeoja berambut blonde itu menatap sikunya yang terluka itu.

“astaga, maafkan aku. Kau berdarah.. izinkan aku mengobati lukamu, em aku dari jurusan kedokteran..” gumam namja itu panik

“sudah, aku tak apa.” Elak yeoja itu berusaha berdiri dan merapihkan bajunya.

“ikut aku.” Namja itu tiba tiba menarik pergelangan tangan yeoja itu kearah kelas praktik kedokteran yang kebetulan sedang tidak ada orang itu.

Namja itu terlihat sangat serius mengobati siku si yeoja yang terus terusan mengeluarkan darah segar itu.

“kalau tidak diobati, ini bisa infeksi.” Gumam namja itu disela pekerjaannya.

“eoh.. separah itukah? Aku pikir hanya lecet saja. Aku Jessica, Jessica jung dari kelas seni.” Gumam yeoja itu memperhatikan wajah si namja yang tak berkutik dari sikunya.

“aku Luhan, Xi Luhan.” Gumam namja itu menatap yeoja itu.

Dan, oh mereka beradu tatap dalam jarak yang cukup dekat.

“maaf.. ini sudah selesai, semoga ini tak membekas.” gumam luhan berusaha menetralkan jantungnya yang tiba tiba berdetak abnormal.

“em, terimakasih sudah mengobatiku..” jawab jessica turun dari meja yang tadi didudukinya dan berlalu dari hadapan luhan.

 

Sepanjang perjalanan menuju suatu tempat, pikiran luhan terus teralihkan pada yeoja yang tadi ditabraknya itu.

“Jessica, ya namanya Jessica..” gumam luhan sambil mengembangkan senyumannya

Tak lama sebuah tepukan kuat dipundaknya benar benar membuat luhan terkejut.

“omo-ya!” pekik luhan terkejut

“ya? Kau kemana saja eoh? Sejak kapan jarak dari kelasmu kekelasku jadi sangat jauh? Kenapa kau lamban sekali eoh?!!” gumam seorang namja merangkul luhan yang berjalan disampingnya.

“ah tadi, ah aku bertemu dengan suho sunbaenim, jadi aku segan untuk meninggalkannya. Makanya aku agak lama sehun-ah, memangnya ada apa? Apa yang ingin kau sampaikan eoh?” gumam luhan pada namja yang tak lain adalah Oh Sehun, sahabatnya itu.

“aku akan menembak seorang yeoja.” Bisik sehun

“mwo? kau serius? Siapa yeoja yang berhasil menarik perhatianmu itu eoh? Setahuku semenjak putus dengan krystal, kau belum bisa menemukan penggantinya.” Gumam luhan yang terdengar seperti mengejek itu.

“oh? Kau menghinaku? Dasar. Sedangkan kau saja belum punya pacar sampai detik ini.” Kesal sehun

“haha mungkin sebentar lagi aku akan dapat seorang yeoja chinggu.” Gumam luhan cengar cengir sambil menggaruk kepalanya yang padahal sama sekali tak gatal itu.

“eoh?! Ya? Siapa dia?!!!” pekik sehun begitu antusias

“kau penasaran sekali dengan urusan pribadiku eoh?” cibir luhan menjulurkan lidahnya

“tentu, kau sahabatku rusa tengil!” kesal sehun

“haha nanti juga kau akan tau.” Jawab luhan singkat

“wah, baguslah, akhirnya kita bisa melakukan double date, dan akhirnya kau tak akan jadi obat nyamuk lagi tuan Xi, ah ya, kau tau, aku ingin kau jadi saksi saat aku menyatakan perasaanku pada yeoja itu. Kau mau kan?” gumam sehun

“ok baiklah, lagipula aku begitu penasaran dengan yeoja itu.” Lanjut luhan

“dia bukan hanya cantik lu, dia sempurna.. kau tau, aku sangat menyayanginya. Padahal kami baru berkenalan beberapa hari yang lalu di acara pentas seni.” Cerita sehun

“yayaya, baiklah, aku paham oh sehun.” Angguk luhan mengikuti sehun

“ya? Kenapa kita berjalan kearah belakang kampus eoh? Apa kau mau menyatakan perasaanmu disini? Errr, menyeramkan.” Cibir luhan

“diam saja lu, hanya tempat ini yang sepi, makanya aku menyuruhnya menunggu disini.” Ujar sehun

Sesampainya dibelakang kampus,…

“doakan aku eoh?” gumam sehun menepuk pundak luhan dan berjalan mendekat kearah seorang yeoja yang sedang berdiri membelakangi mereka.

Awalnya semuanya terasa biasa saja, sampai yeoja itu berbalik.

Jantung luhan terasa seperti terkena sambaran petir yang cukup kuat.

“Jessica…?” lirih luhan menatap sehun yang tengah menyatakan cintanya pada seseorang yang sebenarnya sudah berhasil merebut hati luhan.

Kini luka dihati luhan terasa bagai disiram cuka ketika melihat sehun mencium mesra yeoja mungil itu.

Kini sehun menggandeng yeoja yang baru saja resmi menjadi yeoja chingunya itu menuju kearah luhan.

“lu, ini dia yeoja chinguku. Jessica jung.” Gumam sehun dengan wajah teramat bahagianya

“oh? Luhan?” gumam jessica

“chagi, kau mengenal luhan?” tanya sehun

“em, aku mengenalnya.” Angguk jessica

“wah baguslah, kalau begitu lu, mana yeoja yang tadi kau ceritakan itu? Dan kapan kau akan menyatakan perasaanmu? Aku tak sabar lagi ingin double date.” Gumam sehuh

“ah, dia, em nanti saja kita lanjutkan ya sehun. Aku lupa aku harus mengikuti praktek siang ini, aku turut bahagia untuk kalian.” Lanjut luhan dan dengan ligat menghilang dari hadapan keduanya.

Semenjak saat itu, luhan selalu berusaha membuang jauh jauh perasaanya untuk jessica, karena luhan tau betapa sehun mencintai jessica. Tapi jujur, ini benar benar membuat luhan terluka, setiap kali melihat jessica dan sehun. Tapi luhan tak mementingkan egonya.

Dia tak mau merusak persahabatannya dengan sehun dengan menusuk sehun dari belakang atau menyatakan perasaanya juga pada jessica dan berkencan dibelakang sehun. Tidak, luhan takkan melakukan hal itu. Dia lebih memilih melihat sehun dan jessica bahagia meskipun ia yang harus berkorban..

 

 

Flashback end

“Luhan-ah, kau mau membawaku kemana..” gumam jessica

“sudah teruslah berjalan, kita hampir sampai.” Jawab luhan yang ada dibelakang jessica sambil menutup kedua mata yeoja itu dengan kedua telapak tangannya.

Seperti yang baru luhan katakan, kini luhan menghentikan langkah kaki sica. Ya mereka sudah sampai disuatu tempat.

“Sekarang, aku akan menghitung satu sampai tiga, saat hitungan ketiga baru kau boleh membuka matamu, arra?” gumam luhan

“iya iya..” angguk jessica

“baiklah, satu…dua..tiga…”

Kedua foxy eyes itu kini telah terbuka dan senyuman manis terpancar dari wajah jessica diikuti luhan yang juga tersenyum menatap jessica yang berdiri disampingnya.

“bagaimana? Kau masih ingat tempat ini?” tanya luhan memulai pembicaraan.

“em. Tapi, untuk apa kau membawaku kekampus lu? Kita bukan mahasiswa lagi..” jawab jessica terkekeh

“ani, aku memang sering kesini, hanya sekedar untuk nostalgia, ah ya, kau tak lupa bukan? Kalau kita pertama kali bertemu disini?” gumam luhan

“ah, ya.. aku mengingatnya, semuanya masih sama, tak ada yang berubah..” angguk sica

Kini keduanya kembali terdiam sibuk dengan hayalannya masing masing.

Luhan menatap jessica, sedangkan jessica masih sibuk menatap kosong kedepan.

“aku tak bermaksud mengingatkanmu pada sehun jess, tapi, apa kau masih ingat dihari saat sesudah sehun menyatakan cintanya padamu, dia bertanya padaku tentang yeoja yang ingin kukencani tapi sampai kita tamat kuliah dan berpisahpun yeoja itu tak pernah muncul. Apa kau masih ingat itu jess?” gumam luhan

Jessica hanya menatap luhan dan mengangguk kecil.

Syukurlah, ingatan jessica masih sangat bagus ternyata.

“yeoja yang beruntung, apa dia tiffany?” tiba tiba perkataan itu keluar dari bibir tipis jessica

Luhan hanya tersenyum miris.

“ani..” jawab luhan

“lalu?” tanya jessica masih menatap kearah luhan yang berdiri disampingnya.

Keduanya hanya terdiam, sampai akhirnya luhan menarik jessica kedalam pelukannya, dan itu benar benar diluar dugaan jessica.

“lu..” lirih sica dari dalam pelukan luhan.

“aku tau ini bukan saat yang tepat, aku juga tau kalau mungkin saat ini sehun masih mengisi seluruh hatimu jess, tapi aku hanya ingin kau tau, kalau yeoja yang kumaksud saat itu adalah kau jess..” gumam luhan masih belum melepas pelukannya.

Jessica yang terkejut itupun mendorong tubuh luhan sedikit menjauh darinya.

“maafkan aku.. aku tau aku tak seharusnya seperti ini.” Gumam luhan tak berani menatap jessica yang saat ini sedang menatap tajam matanya.

“bodoh.. kenapa kau baru mengatakannya sekarang?” gumam jessica yang terdengar seperti berbisik itu, dan membuat luhan terkejut dan balik menatap manik mata kecoklatan milik jessica.

“maksudmu jess?” tanya luhan polos

“aku menyukaimu sebelum aku mengenal sehun. Sebelum kau menabrakku, aku juga sudah menyukaimu. Tanpa perlu memperkenalkan namamu saat itu, aku bahkan sudah tau siapa kau. Tapi kenapa kau datang setelah aku menerima perasaan sehun? Kenapa kau selalu menceritakan soal yeoja hayalanmu dihadapanku? Apa kau tau itu membuatku sakit? Aku tau itu salah, itu sebabnya aku berusaha keras untuk melupakanmu Xi Luhan, dan akhirnya aku berhasil membuka hatiku untuk sehun, sampai akhirnya dia mencam…” ucapan sica terhenti.

Luhan mendaratkan bibirnya dibibir tipis jessica, yang membuat seluruh ucapan jessica terhenti. Melumatnya dengan lembut dan penuh perasaan, dan tak ada perlawanan apapun dari jessica, ia kini bahkan mulai membalas ciuman luhan.

Setelah cukup lama saling betautan, akhirnya luhan melepaskan tautannya terlebih dahulu, membiarkan jessica menghirup oksigen dan menetralkan detak jantungnya.

Luhan tersenyum manis menatap jessica, dan merapihkan rambut jessica yang tergerai itu.

“kita lupakan yang sudah berlalu, kita lupakan semua kebodohan yang pernah kita lakukan dulu, sekarang, kita buka lembaran baru, bukan hanya sebagai luhan dan jessica, tapi sebagai kita. Aku mencintaimu Jessica jung..” ungkap luhan

“nado… jeongmal mianhaeyo…” jawab jessica memeluk erat tubuh hangat luhan.

Because Of Love

Mata jessica kini tertuju pada seorang namja yang masih setia duduk disamping ranjangnya, menggenggam tangannya, menghapus peluh yang sedari tadi tak henti hentinya membanjiri wajahnya, serta menenangkannya dikala rasa sakit yang luar biasa itu kembali muncul. Luhan, ya namja itu adalah luhan..

“kemonya sudah hampir selesai, bersabarlah sebentar lagi em?” gumam luhan lembut

“ini sakit sekali lu…” bisik jessica terbatah

“kau boleh menggigit tanganku, atau mungkin menjambak rambutku untuk mengurangi rasa sakitmu jess.” Canda luhan berusaha menghibur jessica

“aku bukan kanibal lu, dan aku juga bukan seorang ahjuma gila.. hehehe..” jawab jessica yang terdengar sangat lelah itu

“nah, sudah selesai..” gumam luhan menatap sebuah kantong yang tadinya berisi cairan berwarna gelap yang sudah kosong itu.

“benarkah?” tanya jessica ikut melihat kearah kantung yang mirip dengan kantung infus itu.

“em, tahan sebentar. Dan selesai..” gumam luhan perlahan melepas infus yang tadinya masih menusuk di punggung tangan jessica.

“sehabis ini, istirahat yang cukup, karena besok akan ada kejutan untukmu.” Ucap luhan membantu memindahkan jessica kekursi rodanya.

“baiklah, aku harap itu kejutan yang menarik lu..” bisik jessica pada luhan yang sedang mendorong kursi rodanya menuju kamar rawat yang biasa ditempatinya.

Dengan hati hati luhan menggendong tubuh mungil jessica keatas ranjangnya, memakaikannya selimut, merapihkan bantalnya, dan tak lupa kecupan singkat dipuncak kepala jessica.

“tidur yang nyenyak eoh? Saranghae..” bisik luhan

Jessica hanya tersenyum singkat dan mulai memejamkan matanya.

Akibat efek kemoterapi yang baru saja jessica laksanakan, membuat tubuh jessica sangat lelah, sampai sampai tak perlu menunggu lama dan jessica sudah tertidur.

Setelah memastikan jessica tidur dengan nyaman, luhanpun segera berjalan menuju ruangan tempat jessica dikemo tadi.

Disana sudah ada tiffany dan beberapa orang rekan luhan yang sedang memeriksa hasil kemoterapi jessica.

“bagaimana? Bagaimana hasilnya?” tanya luhan bergabung

“bersabarlah lu, kami juga sedang memastikannya.” Gumam chanyeol salah satu rekan luhan yang ikut memeriksa.

“yakinlah, jessica itu yeoja yang kuat, bukankah kau bilang begitu?” lanjut tiffany menyemangati luhan yang benar benar terlihat gugup itu.

“ini berbeda tiff.. Aku harap semuanya baik baik saja..” gumam luhan memijat kecil keningnya.

“hasilnya sudah keluar..” gumam chanyeol yang membuat luhan segera berlari mendekat kearah chanyeol untuk memastikan keberhasilan kemoterapi itu.

“sejauh ini kemonya berhasil, tapi ini, kau lihat ini lu, sel kanker jessica berkembang dengan sangat cepat menggerogoti darah merahnya, aku takut jessica harus di kemo beberapa kali lagi lu.” Gumam chanyeol

“lakukan yang terbaik untuknya, aku tak ingin kehilangan dia yeol-ah.” gumam luhan menatap lirih chanyeol.

“kita akan usahakan yang terbaik, bukan hanya aku, kau juga, kita akan berusaha untuk menyembuhkan jessica.” Jawab chanyeol menyemangati luhan

“gomawo, chanyeol-ah. tiffany-ah, kau bisa mengatur ulang jadwal kemoterapy sica kan?” gumam luhan menatap tiffany yang masih setia diposisinya

“em, arrayo.” Angguk tiffany mengerti

“baiklah, aku pergi, aku harus menjaga jessica. Annyeong..” gumam luhan meninggalkan kedua rekannya itu.

“fany-ah, apa luhan sangat mencintai jessica? Melihat niatnya tadi membuatku terharu. Ini kali pertamanya aku melihat luhan seperti ini.” Gumam chanyeol pada tiffany

“eoh.. luhan akan lakukan apapun demi jessica. Itu sebabnya kita juga harus membantunya.” Jawab tiffanya yang hanya dibalas anggukan setuju dari chanyeol.

Because Of Love

“enghh….” erang jessica yang baru saja terbangun dari tidurnya.

“jess?” dengan sigap luhan langsung menggenggam tangan mungil jessica.

Jessica hanya tersenyum melihat tingkah luhan yang terlihat sangat mengkhawatirkannya itu.

“kenapa wajahmu gugup begitu eoh? Kau jelek sekali.” Gumam jessica memegang pipi luhan yang terasa hangat itu dengan tangan yang satunya lagi.

“aku? Gugup? Aku tidak gugup, aku jelek? Baiklah, aku memang jekek. Katakan sesukamu chagi-ah.” ucap luhan lembut dengan senyum manisnya

“aku hanya bercanda, kau tampan lu, apalagi kalau tersenyum seperti ini. Ah ya jam berapa ini?” tanya jessica

“baru jam 7 pagi. Ada apa?” tanya luhan sambil merapihkan rambut jessica yang sedikit berantakan itu.

“kau bilang akan ada kejutan untukku hari ini.” Gumam jessica

“ah itu, iya nanti siang aku akan berikan kejutannya.” Jawab luhan

“kenapa harus nanti siang? Kenapa bukan sekarang saja?” rengek jessica yang membuat luhan gemas

“ini masih terlalu pagi, mungkin tempat yang kumaksud masih tutup.” Ujar luhan

“eoh? Kau akan membawaku keluar rumah sakit lu?” jawab jessica bersemangat

“em.” Angguk luhan sambil tertawa geli melihat tingkah sica yang seperti anak kecil itu.

“akhirnya.. aku sudah bosan dirumah sakit terus.” Gumam jessica mempoutkan bibirnya.

“padahal baru beberapa minggu lalu aku membawamu kekampus lama kita,.” Cibir luhan

“beberapa minggu? Lu, itu minggu minggu membosankan yang pernah kujalani, tapi untung saja aku punya namja chingu yang sangat aktif dan tak bisa diam sepertimu, setidaknya rasa bosanku jadi berkurang.” Canda jessica

“kau ini mengejekku atau memujiku eoh?” gumam luhan mencubit pipi jessica

“appo.. kau melakukan kekerasan pada pasienmu dokter Xi.” Runtuk jessica memegangi pipinya

“kau bukan hanya pasienku Nona Jung, tapi kau juga Yeoja chinguku.” Jawab luhan menekan kalimatnya.

“baiklah, baiklah. Lu, ayolah, bisakah kita pergi sekarang saja em?” gumam jessica membujuk luhan

“ini masih terlalu pagi jess.” Jawab luhan

“oh ayolah, kita kan bisa mampir ketempat lain dulu mungkin.” Bujuk jessica dengan aegyonya

“jangan melakukan aegyo jessica jung, kau lupa dengan umurmu eoh?” ejek luhan

“ish, menyebalkan. Ayolah lu.” Bujuk jessica untuk kesekian kalinya

“tapi kau tak boleh terlalu capek, jadi lebih baik kita berangkat nanti siang saja.” jawab luhan terus beradu argumen

“aku bisa tidur dimobil sampai siang.” Lanjut jessica

“astaga, kenapa yeoja ini sangat keras kepala sekali eoh? Tapi yah, baiklah, kali ini aku akan berikan dispensasi. Yasudah kita berangkat sekarang.” Jawab luhan mengalah.

“yeay..” jawab sica dengan tawa kemenangannya.

“aku akan panggilkan tiffany untuk membantumu bersiap siap.” Gumam luhan hendak meninggalkan jessica.

Tapi dengan sigap pergelangan tangannya ditahan oleh jessica.

“ada apa?” tanya luhan membalikkan badannya menatap jessica yang sedari tadi tersenyum sambil menatapnya.

“tak usah, aku bisa melakukannya sendiri.” Jawab jessica bangkit dari posisi tidurnya.

“eoh? Wah, apa keinginanmu untuk pergi dari rumah sakit yang membuatmu jadi sekuat ini eoh?” goda luhan menatap jessica yang sedang berjalan menuju kamar mandi yang letaknya tak begitu jauh itu.

“mungkin.. lagipula ini kencan pertama kita bukan?” balas jessica

“ah ya, yasudahlah, bersiap siaplah, aku juga mau ganti bajuku dulu, oh ya hati hati saat dikamar mandi, tapi untuk memastikanmu aman, aku akan tetap memanggil tiffany. Tunggu disana eoh?” gumam luhan berjalan keluar dari ruangan jessica.

Tak lama muncullah sosok tiffany dengan eyesmilenya dari balik pintu itu.

“wah, sepertinya ada yang akan berkencan hari ini.” Goda tiffany menatap jessica yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“oh? Fanny-ah.” jawab jessica dengan senyum manisnya

“hari ini kau harus tampil cantik, baiklah, kau ingin pakai baju yang mana hari ini?” tanya tiffany membuka lemari pakaian pasien yang sudah terisi beberapa baju jessica.

“menurutmu?” jessica malah balik bertanya

“kau menanyakan saranku? Kalau aku sudah pasti akan menyuruhmu memakai yang pink ini.” Tunjuk tiffany pada sebuah gaun selutut berwarna pink lembut dengan motif bunga disetiap sudutnya.

“baiklah, aku akan pakai yang itu.” Jawab jessica mendekat kearah tiffany dan segera mengganti pakaiannya.

“wah, benarkan, kau sangat cocok dengan gaun ini.” Gumam tiffany menatap jessica yang sudah siap untuk pergi.

“terimakasih bantuannya fanny-ah.” jawab jessica

“em, karna kau pacar sahabatku, maka kau juga aku anggap sahabatku jess.” Jelas tiffany.

Tak lama pintu ruangan jessica terbuka dan luhan yang sudah terlihat rapih dengan kemeja kotak kotak warna hijau muda dan celana panjang creamnya itupun masuk mendekat kearah dua yeoja yang terlihat sibuk bercerita itu.

“apa kau sudah selesai jess?” tanya luhan

“em.” Angguk jessica mendapati luhan yang kini sudah berada disampingnya.

“yasudah, ayo berangkat.” Gumam luhan mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan jessica, dan disambut dengan manis oleh senyuman jessica.

Setelah hampir 30 menit dipejalanan, akhirnya luhan menghentikan mobilnya disebuah area parkir yang masih sepi itu.

“lihat kan, tempatnya masih belum buka.” Gumam luhan

“ah jadi kencan pertama kita disini? Wah aku tak menyangka kau akan membawaku kesini.” Balas jessica

“lalu apa yang kita lakukan sekarang? Kau lihat sendirikan? Pagarnya masih dikunci dengan rapat.” Jawab luhan menunjuk kearah sebuah pintu gerbang besar yang masih tertutup itu.

“kita tunggu disini saja, sebentar lagi gerbangnya pasti dibuka.” Lanjut jessica terdengar bersemangat, berbeda dari biasanya yang luhan lihat saat dirumah sakit.

“kau cantik kalau tertawa seperti itu.” Gumam luhan mengelus lembut pipi jessica yang membuat rona merah itu muncul di pipinya.

“aku akan selalu membuatmu tertawa seperti itu, aku janji.” Ucap luhan lagi dan perlahan mulai mendekatkan wajahnya.

“ah gerbangnya sudah dibuka!!” gumam jessica menghentikan luhan yang jaraknya sudah begitu dekat dengannya.

“ah benarkah? Kajja, kita harus jadi pengunjung pertama kalau begitu.” Jawab luhan sedikit gugup.

Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan memasuki area taman bermain yang masih sepi itu.

“haruskah kita berfoto disini?” gumam luhan menatap jessica yang sedari tadi tak henti memamerkan senyumnya.

“eoh tentu!” angguk jessica

Luhan pun berjalan mendekat kearah seorang staff yang ada disekitar sana untuk mengambilkan foto mereka menggunakan handphone super canggihnya itu.

Setelah puas berfoto, luhan dan jessica melanjutkan perjalanan mereka menikmati wahana permainan yang ada disana.

Pandangan luhan tak lepas dari jessica, yeoja lemah itu kini kembali tertawa seolah ia melupakan semua rasa sakit yang menderu tubuhnya.

 

‘Aku akan selalu membuatmu tertawa jess, bahkan aku berharap aku jadi satu satunya alasanmu untuk tertawa, saranghae..’ –Xi Luhan-

To Be Continued….

Selesai juga chap 1 nya, Mian kalau jalan ceritanya agak ribet atau mungkin ada kata kata yang sulit dipahami, no one’s perfect..

Chap 2nya bakal bergantung sama komentar kalian readers, apa kalian pengennya FF ini diselesaikan atau ngegantung disini aja hahaha. Kalau banyak yang minta dilanjutin, aku bakal secepatnya share Chap2 (last chapternya).

Sampai ketemu di next chap yang sekalian jadi last chap FF ini, jangan lupa tinggalkan komentar kalian eoh? Annyeong^^

-Xi Wu OhFany-

Iklan

37 pemikiran pada “FFT | Because Of Love | part 1 | TwoShoot |

  1. chingu, wooow ! seribu kali woow , bagusbanget , bahkan ini buat aku jadi ngomel ngomel , ketawa ketawa ,senyum senyum sendiri . bagus banget ! pokoknya harus happy ending yaaaaaaa !!! jangan buat MY J menderita , jessie-ku bakal bahagia bersama lulu , sehun oppa jahat banget sih , sini kuhajar (becanda kok) hihiy , cepat lanjutkan thor , harus bertanggung jawab karena sudah membuatku begini , ayoo semangat ! semangat !! bagus gila !!!!

  2. Yeay ada ff baru lagi..
    Sedih kalo jessica menderita leukimia 😦
    Semoga endingnya LuSica yaa..
    Ditunggu kelanjutannya.. Semangat eonni^^

  3. Bnr deh gk sk bngt sm sifat y sehun, jessica sakit malah d tinggal.luhan setia bngt mau nungguin sica dan akhir y cinta y d bls kan sm sica

  4. FF BARU YEAYYYY !!!!^O^

    Sehun jahat banget ;V Huwaaaa Luney gentle banget ^-^
    Aigoo demi aku gedek banget sama Sehun -,-
    Thor…..aku penasaran sad, ending atau happy ending akhirannya ~.~
    Berharap sih happy ending biar gak nyesek-nyesek banget, tapi sad ending juga gakpapa biar makin seru ‘-‘
    fighting next chap ^^

  5. Aigo, endny semoga gk sad ending

    kasihan Jessica unnie, tp aku senang karna Luhan oppa mau nemanin Jessica unnie buat gantiin Sehun. aku juga salut dgn Luhan oppa yg menahan egony demi SEhun oppa yg nyia-nyian Jessica unn…

    Jessi

  6. Next thor..

    Di tunggu last chaptny…

    Endny jan sad ending

    Luhan Oppa harus berbahagia ma Jessica unnie

    Sehun oppa jg udh pernah bahagia ma Jessica unn, slh Sehun oppa jg yg mutusin Jessica unn…

    Penasaran dgn next chaptny…

    Di tunggu ya…

    #keepwritingthor

  7. author comeback.thehun kamu tega! 5thn bukan sebentar loh -_-terharu saya thor,cinta luhan tulus banget dan ternyata sicaeon udah suka dari dulu sama luhan,terjadi kesalah pahaman sicaeon taunya yeoja special luhan bukan dia.ini baru namanya cinta sejati.happy ending ya thor 😉 next chap dtnggu KEEP WRITING!!

  8. Ending Mesti LUSICA Thorr !! Aku suka banget mereka brdua disini thor .. Apalagi Luhan selalu bikin Jessica Eonni Sering senyum dan ketawa .. Next Thorr 😀

  9. wah udh lm gk post ff diblog ni,akhirnya author mncul dgn ff baru, ni bgus bget,sedih bget critanya, sica yg sakit lalu diputusin sehun,giliran senang j sehun ada udh sica susah mlah pergi,tunangan yg tidak baik.
    nasib sica itu orgnya ceriaan jdi gk mrung… nasib baik jg luhan itu ada gk nygka klau smpai skrg dia msih nyimpn rasa sm sica… smg cinta mreka tk trpishkan & buat sehun myesal….
    next thor…ditggu y segera….

  10. bgus bget critanya thor,bkin mewek,sica bner2 kuat bget y sm keadaannya….. trus gmn jdinya tu… lusica or hunsica, bkin nyesel sehun j dehc, gliran sica susah j dia mlah ninggalin gtu j….
    next thor ditggu y…

  11. why… koq ff nya sdih gni thor, sica bner2 kuat bget y sm keadaannya…. sehun jhat bget gliran sica sussah j dia tinggalin…
    smg j dia bkal nyesel…
    & lusica bkal ttep bhagia…jgn smpe sad ending….
    next ditggu. thor…

  12. Wah ff nya bagus thor,,
    Aku gak nyangka kalo Jessica eonni sakit leukimia..
    Sehun kok gitu sih,, jahat banget >.<
    Yeay ada Luhan yg ngehibur Jessica,, LuSica sweet bgt, smoga bakal happy ending deh 🙂
    Ditunggu ne chap 2 nya,, fighting!!

  13. Oaaahh!!! Jinjja!! Couple favoriteku mncul lgi neeh…

    So sweet, deerLu bnar2 prhatian ama Sica unnie… Tpi, smoga ini gk sad end ya…

    Lnjut trus, thor!!!

  14. Yeayyy akhirnya ada ff baru!!! Wah debakk thor..
    Ihh Sehun se enaknya mutusin Jess, minta di tonjok tuh si Sehun.. Untung aja ada Luhan yg siap ngejaga Jess.. Luhan sembuhin Jessie ne~ kan kalo udh sembuh bisa nikah ama Jess hehe :-D, ditunggu last chap nya thor..

  15. yeayy ff nya rame bingitz thour #maafkankealayansaya ff nya daebak Semoga endingnya tetep LuSica di tunggu last chap nya thour~~><

  16. Aaaaa LuSica so sweeet banget thor! >< kebetulan aku LuSica Shipper jadi feel nya dapet banget. Ga suka sama sehun -_- please thor ending nya LuSica! Buat sehun nyesel karna udah nyia2in sica!

  17. Hhuhhu ceritanya bagus~ cuman rada kecepetan kayaknya, eh tapi bakalan ada operasi2 donor gitu gak sih? Hhuhuu semoga jessi bisa sembuh, dan aku mau liat reaksi sehun setelah dia dengan seenaknya aja ninggalin jessi pas dia liat luhan-sica bareng gini xD

  18. Aku pengen liat Sehun’s Pov kenapa dia ninggalin Sica gitu aja. Pasti ada alasannya 😦
    Tapi ngeliat Luhan yang sebegitu cintanya ke Sica ya udah deh Sehun dilupain aja hahaa

  19. Awalnya agak sedih karna Sehun yg gak peduli lagi ama Sica 😦 dan puncaknya saat Sehun mutusin Sica begitu aja 😥 sedih banget, tapi untung aja Sica gak terlarut dalam kesedihannya dan bisa move on!
    Luhan baik dan perhatian banget^^
    Apa Sica bisa sembuh dari penyakitnya?
    Next chapt thor 😉 hwaiting

  20. Ceritanya keren banget thor
    thor kenapa sehun tinggalin sica?
    Lusica couple sweet banget
    happy ending or sad ending thor?
    Pengennya happy ending
    fighting tho

  21. hwaaaaaa 😀 sukaa sama crritnya 😀 aku sebel sama yg jahat gtu sama sica masa tau sica kek gtu malah dijauhin 😦 tp gakpp malah luhan pnya kesempatan dketin sica 😀 yeeee 😀 aku suka lusica moment nya thor 😀 lanjut terus ya thor 😀 jgn sad ending ya thor 😦 plisss 😀

  22. Keren banget cerita nya thor….daebak..
    Lanjut thor!! Aku mahu tahu bagaimana endingnya dan sehun.Thor, kalau bisa, author bikinin sehun menyesal kerana putusin jessica bisa?
    Jebbal~
    * puppy eyes*

    Fighting thor!!!

  23. aku hanya bisa berkomentar : ini ff keren!! aku sempet baper pas sehun putusin sica, tapi tak apa lah
    Lanjut g mau tau ini harus di lanjut, aku tunggu ^_^

  24. Aaaa bagus banget miin, akhirnya nemu juga ff yg jessicanya sakit wkwkwk. *ketawa evil* tapi emg aku lagi nyari banget ff yg kaya ginii, wahh dilanjutin ya miinn, aku sih berharapnya ff ini bener2 jadi angst . lagi pengen galau2an wkwk. Semangat terus miiinn, fightiing!! Aku nungguin yeayy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s